Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EDUKASI PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMKS KESEHATAN DARUSSALAM LHOKSEUMAWE Linar, Cut; Wulandari, Wulandari; Wati, Husna; Susanti, Ella; Narizka, Cut Syiefa Gheby; Rahmani, Rahmani; Safrawati, Safrawati; Mahlida, Cut Ria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24045

Abstract

Setiap manusia pasti akan mengalami masa remaja, terutama pada remaja putri biasanya akan mengalami menstruasi. Menstruasi atau haid merupakan proses keluarnya darah atau pendarahan. Proses ini dirasakan pada semua wanita yang memasuki usia 10-12 tahun. Proses haid terjadi sekitar 2-8 hari dan darah yang akan keluar rata-rata kisaran 10 - 80 ml per hari. Setiap siklus menstruasi pada wanita tidak selalu normal, banyak wanita yang mengalami gangguan siklus menstruasi seperti oligomenorea, polimenorea dan amenorea. Sebagian wanita mengeluhkan sering terjadi menstruasi yang tidak lancar, nyeri ataupun perdarahan yang abnormal. Dismenorea merupakan ketidak seimbangan hormon progesteron dalam darah mengakibatkan timbulnya rasa nyeri, faktor psikologis ikut berperan dalam terjadiya dismenorea pada beberapa perempuan. Masalah ini setidaknya mengganggu 50% perempuan masa reproduksi dan 60%-85% pada usia remaja, yang mengakibatkan seringnya ketidak hadiran saat sekolah dan kerja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kesehatan Darussalam Lhokseumawe dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan berupa penyuluhan. Penyuluhan yang diberikan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang dismenore, yang meliputi pengertian, jenis, penyebab, dampak, dan cara mengatasi dismenore.Kegiatan ini memerlukan aktifitas yang berkelanjutan antara pihak kampus dengan lokasi pengabdian, sehingga solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kali ini mampu menjadi solusi permanen dan dapat dimaksimalkan oleh pihak mitra yang bekerjasama dengan dosen yang melakukan kegiatan pengabdian.
Implikasi Yuridis Kekaburan Norma Tindak Pidana Penghinaan Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Rahmani, Rahmani; Jatmika, Prija; Madjid, Abdul
KLAUSULA (Jurnal Hukum Tata Negara Adminitrasi Dan Pidana) Vol 4 No 1 (2025): KLAUSULA (Jurnal Hukum Tata Negara, Hukum Adminitrasi, Pidana Dan Perdata)
Publisher : Universitas Islam kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/klausula.v4i1.4081

Abstract

Penghinaan Presiden dan/atau Wakil Presiden baru-baru ini kembali dimunculkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tepatnya pada pasal 218, isu kekaburan muncul karena pada penjelasan pasal 218 ayat (1) tidak memberikan batasan yang jelas mengenai perbuatan-perbuatan apa saja yang bisa membuat Presiden dan/atau Wakil Presiden merasa harkat dan martabatnya direndahkan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta analisa bahan hukum pada penelitian ini adalah interpretаsi grаmаtikаl. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan adanya kekaburan norma dari tindak pidana penghinaan Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah yang pertama menimbulkan multitafsir, munculnya kesewenang-wenangan, dan tidak mencerminkan asas kejelasan rumusan
PENGARUH PENERAPAN MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KUTACANE TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024 Rahmani Rahmani; Ati Rosmiati; Lusi Selvia Fitri
Tuwah Pande: Jurnal  Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Tuwah Pande: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STKIP USMAN SAFRI KUTACANE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/tuwahpande.v3i2.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Media Film Animasi Terhadap Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2023/2024. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 78 siswa dan sampel berjumlah 24 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan media film animasi pretest and posttes dengan analisis data menggunakan uji “t”. Dari pengolahan data diperoleh nilai rata-rata tes awal kemampuan menulis teks narasi siswa sebesar 61,04 dan termasuk dalam kategori kurang, dengan standar deviasinya awal 2,03 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan rata-rata sebesar 77,70 dan termasuk dalam kategori baik, dengan standar deviasinya akhir sebesar 2,48. Berdasarkan hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM mata pelajaran bahasa indonesia untuk SMP sebesar 75 maka keterampilan menulis teks narasi termasuk dalam kategori baik. Dari pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung =22,82 dan di konsultasikan dengan ttable pada taraf signifikan 5% = 1,714 dengan demikian thitung>ttabel atau 22,82>1,714 maka hipotesis diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Penerapan Media Film Animasi oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2022/2024.
Urgensi Diferensiasi Pembelajaran dalam Mengakomodasi Keragaman Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Rahmani Rahmani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di Sekolah Dasar sering menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik, seperti kemampuan, minat, gaya belajar, dan latar belakang sosial-budaya. Kondisi ini berpotensi menurunkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar jika pembelajaran diterapkan seragam. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi diferensiasi pembelajaran sebagai strategi responsif terhadap keragaman peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, berupa analisis artikel ilmiah, buku, dan publikasi terkait konsep, prinsip, dan implementasi diferensiasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi melalui penyesuaian isi, proses, dan produk berdasarkan kesiapan, minat, dan peserta didik dapat meningkatkan keterlibatan, partisipasi, dan pemahaman, serta mendorong tanggung jawab mereka terhadap proses belajar. Pendekatan ini selaras dengan teori konstruktivisme dan multiple intelligences serta mendukung prinsip pendidikan inklusif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, strategi bertahap, kolaborasi guru, dan dukungan lembaga terbukti efektif. Diferensiasi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar serta menciptakan pendidikan yang bermakna dan adil
Integrasi Sumber Daya Lokal dalam Pembelajaran Seni untuk Meningkatkan Kreativitas dan Identitas Kultural Peserta Didik Sutardi, Edi; Rahmani, Rahmani; Salsabila, Rari
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3258

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi budaya lokal; tari, teater, musik, motif visual, dan ritual dalam pembelajaran seni untuk meningkatkan kreativitas dan identitas kultural peserta didik di Kalimantan Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai domain familiarity yang memudahkan peserta didik memasuki proses kreatif karena mereka berinteraksi dengan simbol yang akrab secara emosional dan sosial. Eksplorasi motif Sasirangan, gerak Baksa Kembang, ritme Panting, dan ritual Manyanggar mendorong terciptanya karya orisinal serta memperkuat rasa bangga dan pemahaman siswa terhadap budaya Banjar. Model ini juga menggeser pola belajar dari imitasi menuju kreativitas mandiri serta meningkatkan literasi dan kecerdasan sosial. Meski beberapa tantangan ditemukan, penelitian menegaskan bahwa budaya lokal merupakan fondasi penting bagi pembelajaran seni yang berkelanjutan.