Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PERAN MATA PELAJARAN SENI TARI DALAM PEMBENTUKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Sutardi, Edi; Rahmani, Rahmani; Wijaya, Andi
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64627

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran mata pelajaran seni tari dalam pembentukan kecerdasan emosional siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA). Seni tari, sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan, menawarkan ruang ekspresi bagi siswa untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka melalui gerakan yang terstruktur dan bermakna. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan memahami emosi diri dan orang lain, serta kemampuan mengatur dan mengekspresikan emosi dengan tepat, sangat penting dalam perkembangan pribadi dan sosial siswa. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa SMA di Banjarmasin kalimantan selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri, tetapi juga memperkuat hubungan sosial melalui empati dan kerja sama. Seni tari juga membantu siswa dalam mengelola emosi negatif, seperti stres dan frustrasi, melalui saluran kreatif yang positif. Oleh karena itu, seni tari berperan penting dalam pembentukan kecerdasan emosional siswa di SMA dan dapat menjadi komponen penting dalam pendidikan karakter.
EDUKASI PENANGANAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMKS KESEHATAN DARUSSALAM LHOKSEUMAWE Linar, Cut; Wulandari, Wulandari; Wati, Husna; Susanti, Ella; Narizka, Cut Syiefa Gheby; Rahmani, Rahmani; Safrawati, Safrawati; Mahlida, Cut Ria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24045

Abstract

Setiap manusia pasti akan mengalami masa remaja, terutama pada remaja putri biasanya akan mengalami menstruasi. Menstruasi atau haid merupakan proses keluarnya darah atau pendarahan. Proses ini dirasakan pada semua wanita yang memasuki usia 10-12 tahun. Proses haid terjadi sekitar 2-8 hari dan darah yang akan keluar rata-rata kisaran 10 - 80 ml per hari. Setiap siklus menstruasi pada wanita tidak selalu normal, banyak wanita yang mengalami gangguan siklus menstruasi seperti oligomenorea, polimenorea dan amenorea. Sebagian wanita mengeluhkan sering terjadi menstruasi yang tidak lancar, nyeri ataupun perdarahan yang abnormal. Dismenorea merupakan ketidak seimbangan hormon progesteron dalam darah mengakibatkan timbulnya rasa nyeri, faktor psikologis ikut berperan dalam terjadiya dismenorea pada beberapa perempuan. Masalah ini setidaknya mengganggu 50% perempuan masa reproduksi dan 60%-85% pada usia remaja, yang mengakibatkan seringnya ketidak hadiran saat sekolah dan kerja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Kesehatan Darussalam Lhokseumawe dengan menggunakan metode pendidikan kesehatan berupa penyuluhan. Penyuluhan yang diberikan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang dismenore, yang meliputi pengertian, jenis, penyebab, dampak, dan cara mengatasi dismenore.Kegiatan ini memerlukan aktifitas yang berkelanjutan antara pihak kampus dengan lokasi pengabdian, sehingga solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kali ini mampu menjadi solusi permanen dan dapat dimaksimalkan oleh pihak mitra yang bekerjasama dengan dosen yang melakukan kegiatan pengabdian.
Implikasi Yuridis Kekaburan Norma Tindak Pidana Penghinaan Presiden Dan/Atau Wakil Presiden Rahmani, Rahmani; Jatmika, Prija; Madjid, Abdul
KLAUSULA (Jurnal Hukum Tata Negara Adminitrasi Dan Pidana) Vol 4 No 1 (2025): KLAUSULA (Jurnal Hukum Tata Negara, Hukum Adminitrasi, Pidana Dan Perdata)
Publisher : Universitas Islam kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/klausula.v4i1.4081

Abstract

Penghinaan Presiden dan/atau Wakil Presiden baru-baru ini kembali dimunculkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tepatnya pada pasal 218, isu kekaburan muncul karena pada penjelasan pasal 218 ayat (1) tidak memberikan batasan yang jelas mengenai perbuatan-perbuatan apa saja yang bisa membuat Presiden dan/atau Wakil Presiden merasa harkat dan martabatnya direndahkan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative, menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta analisa bahan hukum pada penelitian ini adalah interpretаsi grаmаtikаl. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan adanya kekaburan norma dari tindak pidana penghinaan Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah yang pertama menimbulkan multitafsir, munculnya kesewenang-wenangan, dan tidak mencerminkan asas kejelasan rumusan
PENGARUH PENERAPAN MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KUTACANE TAHUN PEMBELAJARAN 2023/2024 Rahmani Rahmani; Ati Rosmiati; Lusi Selvia Fitri
Tuwah Pande: Jurnal  Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): Desember : Tuwah Pande: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STKIP USMAN SAFRI KUTACANE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/tuwahpande.v3i2.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Media Film Animasi Terhadap Kemampuan Menulis Teks Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2023/2024. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 78 siswa dan sampel berjumlah 24 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan media film animasi pretest and posttes dengan analisis data menggunakan uji “t”. Dari pengolahan data diperoleh nilai rata-rata tes awal kemampuan menulis teks narasi siswa sebesar 61,04 dan termasuk dalam kategori kurang, dengan standar deviasinya awal 2,03 dan mengalami peningkatan nilai hasil tes akhirnya dengan rata-rata sebesar 77,70 dan termasuk dalam kategori baik, dengan standar deviasinya akhir sebesar 2,48. Berdasarkan hasil tes awal dan tes akhir siswa tersebut dan jika dikaitkan dengan nilai KKM mata pelajaran bahasa indonesia untuk SMP sebesar 75 maka keterampilan menulis teks narasi termasuk dalam kategori baik. Dari pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung =22,82 dan di konsultasikan dengan ttable pada taraf signifikan 5% = 1,714 dengan demikian thitung>ttabel atau 22,82>1,714 maka hipotesis diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Penerapan Media Film Animasi oleh Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kutacane Tahun Pembelajaran 2022/2024.
PANGAN FUNGSIONAL “PERMEN JELLY” AKAR ALANG-ALANG KAJIAN KONSENTRASI KARAGENAN DAN KONSENTRASI ASAM SITRAT Rahmani, Rahmani; Mahpolah, Mahpolah; Nurhayati, Serli Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51785

Abstract

Pangan fungsional adalah makanan atau komponen makanan yang menyediakan nutrisi penting tubuh untuk menjaga pertumbuhan/perkembangan normal tubuh. Selain itu pangan fungsional mengandung komponen bioaktif yang dapat meningkatkan kesehatan atau memberikan efek fisiologis yang diinginkan serta memiliki rasa dan tekstur yang enak untuk dikonsumsi. Berbagai senyawa fitokimia membentuk kandungan akar alang-alang, termasuk saponin, flavonoid, fenol, glikosida, dan kumarin. Ini belum termasuk zat gizi seperti serat, karbohidrat, asam lemak, magnesium, zat besi, dan kalsium yang turut menyumbang pada khasiat akar alang-alang. Permen jelly adalah salah satu jenis permen yang disukai semua umur karena memilki sifat yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsetrasi karagenan dan asam sitrat yang tepat untuk menghasilkan permen jelly berbasis akar alang-alang dengan kualitas terbaik secara sifat fisik, kimia dan organoleptik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial yaitu konsentrasi asam sitrat (0,5% dan 1%) dan konsentrasi karagenan (5%, 7,5%, dan 10%) yang diulang sebanyak 3 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan program komputer dan uji statistisk Two Way Anova untuk kadar air dan kadar abu, sedangkan uji Friedment untuk organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), serta untuk pemilihan perlakuan terbaik digunakan metode De-Garmo (uji pembobotan) yang akan di uji aktivitas antioksidan (IC50). Hasil penelitian menunjukkan permen jelly alang-alang konsentrasi karagenan 5% dan asam sitrat 0,5% merupakan perlakuan terbaik dengan kadar air 10,8% dan kadar abu 1,51% dengan nilai daya terima organoleptik warna=5,20, aroma=4,64, tekstur/kekenyalan=4,88 dan rasa=4,96 serta memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 131,16 ppm.
Relationship Between Protein Source Eating Habits and Sleep Duration with the Incidence of Anemia in Female Adolescents in Grade VII Study at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga Suryani, Suryani; Rusmini Yanti; Rahmani, Rahmani; Yasir Farhat
Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi (JUK-Medifa) Vol. 4 No. 01 (2026): JUK-Medifa (Jurnal Kesehatan, Rekam Medis dan Farmasi), 2026
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is one of the most common nutritional problems among adolescent girls, especially during periods of rapid growth. One of the main factors causing anemia is low intake of animal protein, which contains haem iron and plays an important role in hemoglobin formation. Adolescent girls have higher iron requirements, so they are at greater risk of anemia if their diet is insufficient. 49.7% of adolescent girls experience anemia. The anemia problem at SMPN 1 Kelumpang Hilir is 27.6%. This study used an analytical observational research design with a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 171 female adolescents from SMP Negeri 1 Kelumpang Selatan. The study was conducted in November 2025. The sampling technique used was purposive sampling. The test used was the Spearman's rank correlation test. The results of the study showed that most of the adolescent girls had poor protein intake habits (60.0%), insufficient sleep duration (58.6%), and anemia (70.0%). The statistical test results showed a relationship between protein source eating habits and sleep duration with the incidence of anemia in female adolescents in grade VII at SMPN 1 Kelumpang Hilir UPTD Puskesmas Serongga. It is recommended that there be education on the proper consumption of TTD (avoiding tea/coffee) as well as improvements in protein intake and sleep patterns among adolescent girls. Researchers are further recommended to examine the variables of social support and knowledge levels.
Urgensi Diferensiasi Pembelajaran dalam Mengakomodasi Keragaman Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Rahmani Rahmani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran di Sekolah Dasar sering menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keragaman karakteristik peserta didik, seperti kemampuan, minat, gaya belajar, dan latar belakang sosial-budaya. Kondisi ini berpotensi menurunkan keterlibatan, motivasi, dan hasil belajar jika pembelajaran diterapkan seragam. Penelitian ini bertujuan mengkaji urgensi diferensiasi pembelajaran sebagai strategi responsif terhadap keragaman peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, berupa analisis artikel ilmiah, buku, dan publikasi terkait konsep, prinsip, dan implementasi diferensiasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diferensiasi melalui penyesuaian isi, proses, dan produk berdasarkan kesiapan, minat, dan peserta didik dapat meningkatkan keterlibatan, partisipasi, dan pemahaman, serta mendorong tanggung jawab mereka terhadap proses belajar. Pendekatan ini selaras dengan teori konstruktivisme dan multiple intelligences serta mendukung prinsip pendidikan inklusif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, strategi bertahap, kolaborasi guru, dan dukungan lembaga terbukti efektif. Diferensiasi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar serta menciptakan pendidikan yang bermakna dan adil
Integrasi Sumber Daya Lokal dalam Pembelajaran Seni untuk Meningkatkan Kreativitas dan Identitas Kultural Peserta Didik Sutardi, Edi; Rahmani, Rahmani; Salsabila, Rari
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3258

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas integrasi budaya lokal; tari, teater, musik, motif visual, dan ritual dalam pembelajaran seni untuk meningkatkan kreativitas dan identitas kultural peserta didik di Kalimantan Selatan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal berfungsi sebagai domain familiarity yang memudahkan peserta didik memasuki proses kreatif karena mereka berinteraksi dengan simbol yang akrab secara emosional dan sosial. Eksplorasi motif Sasirangan, gerak Baksa Kembang, ritme Panting, dan ritual Manyanggar mendorong terciptanya karya orisinal serta memperkuat rasa bangga dan pemahaman siswa terhadap budaya Banjar. Model ini juga menggeser pola belajar dari imitasi menuju kreativitas mandiri serta meningkatkan literasi dan kecerdasan sosial. Meski beberapa tantangan ditemukan, penelitian menegaskan bahwa budaya lokal merupakan fondasi penting bagi pembelajaran seni yang berkelanjutan.