Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pelatihan Membuat Video Pembelajaran dengan Smartphone untuk Meningkatkan Kompetensi Guru-Guru SD di Pesisir Selatan Meria Ultra Gusteti; Dina Fitria Handayani; Nurul Mutiara; Reza Delvia; Melani Putri
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v2i1.5508

Abstract

Pada situasi pandemi covid-19, pembelajaran di sekolah dilakukan secara online. Ini merupakan tantangan bagi guru untuk bisa beradaptasi dengan cepat dan menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada pembelajaran. Pembelajaran secara online memerlukan kecakapan dalam pemanfaatan IPTEK, misalnya dalam menyiapkan media. Penggunaan media video animasi untuk peserta didik di Sekolah Dasar sangat efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa mengikuti pembelajaran secara daring. Permasalahan yang muncul pada pembelajaran daring adalah guru-guru kesulitan dalam membuat video pembelajaran animasi. Tujuan pelatihan ini adalah membantu guru-guru membuat media berupa video beranimasi dengan smartphone dengan memanfaatkan aplikasi Kindmaster. Metode yang digunakan adalah presentasi, demonstrasi, praktek dan penugasan. Kegiatannya meliputi penjelasan tentang media, alat yang dibutuhkan, proses perekaman dan edit video. Hasil dari pelatihan ini adalah guru-guru mampu membuat video pembelajaran yang menarik dengan baik.
Validitas LKPD Elektronik Berbasis Masalah Terintegrasi Nilai Karakter Percaya Diri untuk Keterampilan Pemecahan Masalah Matematika SD Di Era Digital Maifit Hendriani; Meria Ultra Gusteti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i4.1243

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah matematika peserta didik Indonesia masih rendah.. Peserta didik Indonesia mengalami kesulitan dalam memodelkan situasi atau masalah kompleks secara matematika dan kesulitan dalam memilih, membandingkan serta mengevaluasi strategi pemecahan masalah matematika. Untuk mengatasi masalah ini maka dibutuhkan Lembar Kerja Peserta Didik yang bisa menumbuhkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mendeskripsikan validitas LKPD elektronik berbasis masalah terintegrasi nilai karakter percaya diri untuk keterampilan pemecahan masalah matematika peserta didik Sekolah Dasar. Jenis Penelitian Research and Development dengan model pengembangan 4D. Data penelitian yang berbentuk kuantitatif diperoleh dari penilaian validator ahli, segi isi, bahasa dan design. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Validitas mendapatkan rerata skor 3,4 pada aspek isi, 3,53 pada aspek bahasa dan 3,37 pada aspek design. Berdasarkan validitas tersebut e-LKPD yang dikembangkan dinyatakan Sangat valid digunakan untuk melatih keterampilan pemecahan masalah Matematika SD kelas V pada materi penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis PBL Terintegrasi Karakter Percaya Diri untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematika SMA Elva Kurnia Putri; Meria Ultra Gusteti; Khairul Azmi
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 6 No 2 (2022): JEP (Jurnal Eksakta Pendidikan)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol6-iss2/704

Abstract

Research is motivated by the low problem-solving ability of students in learning mathematics. The purpose of this study was to determine the validity, effectiveness and practicality of interactive learning media based on problem based learning integrated self-confidence to improve students' problem-solving skills. The subject of this research is class XI SMA Negeri 5 Padang. The method in this research is the development research method with the ADDIE development model. The data collection instrument used was a validation questionnaire given to the validator to determine the validity of the product, and a questionnaire response from educators and students to determine the practicality of the product, as well as test instruments in the form of pretest and posttest to determine the effectiveness of the product. The results of the analysis of the data obtained were declared very valid with an average score of 90,7%. The results of the practicality test of teacher responses stated that the interactive learning media developed was very practical to be used with an average score of 100%, while the practicality test of students was declared practical with an average score of 85%. The results of the effectiveness test were obtained from the N-Gain of 0.48 with the medium category. This proves that problem based learning-based interactive learning media that integrate self-confidence to improve students' problem-solving skills is worthy of being used as a learning resource.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MENYENANGKAN DENGAN METODE MATHEMAGICS Meria Ultra Gusteti
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v3i3.166

Abstract

The background to this research problem begins with the results of observations where students are weak in performing arithmetic operations so students need a long time to perform simple calculations. Besides taking a long time, students are also weak in stacked calculations. For example in addition, where there are students who forget to put inserts, so the inserts are not added up which results in erroneous results. Students have difficulty solving questions with more than two numbers and students rely more on calculators or cell phones (hand phones) for calculating. Then the paradigm which states that mathematics is a complex subject makes students less interested in this lesson. To overcome this, it is necessary to update learning methods, including using the mathemagics. In this mathematics method calculations, are given in a simple and interesting way so that students are more motivated to learn mathematics and instill in students that mathematics is fun. The purpose of this study was to find out whether the learning outcomes of students who were taught with mathemagics were better than the learning outcomes of students who were taught without mathemagics. This research is experimental research with a randomized control group-only design. The research population was class VII junior high school students. The research sample was taken randomly after being tested for normality, homogeneity and average similarity. Data processing of the final test results is done through hypothesis testing using the t-test. After doing the calculation, it is obtained t count > t table (1.779 > 1.645). It was also seen from the average value of the two samples, the average value of the experimental class was 72.42 while the average value of the control class was 67.63. The standard deviation of the experimental class and control class is 11.215 and 11.034. This shows that the proposed hypothesis is accepted. This means that the mathematics learning outcomes of students who are taught with mathemagics are better than those who are taught without mathemagics
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KURIKULUM MERDEKA Meria Ultra Gusteti; Neviyarni Neviyarni
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v3i3.180

Abstract

Mathematics learning should be carried out interactively, inspiring, challenging, motivating, fun, and meaningful, as well as accommodating the development of students' creativity, talents, and potential. Students can develop physically and psychologically according to their stages. This is in accordance with the concept of differentiated learning. Differentiated learning is an attempt to harmonize the learning process to meet the learning needs of each student. However, the implementation of differentiated learning, especially in Mathematics learning, is still limited. For this reason, researchers are interested in conducting a literature review related to this matter, both in terms of content, process, product, and learning environment. Writing this literature review aims to (1) describe the nature of differentiated learning, (2) the principles and characteristics of differentiated learning, and (3) analyze the opportunities for implementing differentiated learning in learning mathematics. This literature review is sourced from books and scientific articles. From the results of this analysis, it was concluded that (1) the differentiation approach can be integrated with several learning models such as Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL) and other models that are adapted to student learning styles; (2) differentiated learning can improve student learning outcomes; (3) differentiated learning can be used in mathematics learning because it can accommodate student learning needs that are adjusted to students' interests, learning styles, profiles and learning readiness
Pemikiran Digitalisme dan Implikasinya pada Guru Penggerak di Era Metaverse Meria Ultra Gusteti; Jamaris Jamna; Sufyarma Marsidin
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4417

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara konseptual pemikiran digitalisme yang diterapkan oleh guru penggerak di era metaverse. Penelitian ini merupakan literature review. Digitalisme merupakan pemikiran yang menggunakan teknologi agar bertindak secara efektif dan efisien. Teknologi digital berfungsi sebagai platform untuk berkomunikasi, berinovasi, dan mengembangkan kreativitas manusia. Teknologi ini terus berkembang dan saat ini dikenal dengan era metaverse, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi metaverse sebagai alat pendidikan memberikan kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Ini bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, efisien, lebih inovatif dan lebih menarik dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini digunakan Kurikulum Merdeka dengan salah satu programnya adalah Guru Penggerak. Guru penggerak merupakan agen perubahan yang harus meningkatkan literasi digitalnya. Guru harus melek teknologi dan menggunakannya dalam pembelajaran. Orang tua juga perlu belajar dan beradaptasi agar bisa mendampingi tumbuh kembang anaknya. Pendidikan karakter harus terus dimaksimalkan, baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dalam Kurikulum Merdeka pengembangan kemampuan siswa dilakukan secara holistik melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang profil lulusannya mempunyai kemampuan dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Pemikiran Digitalisme dan Implikasinya pada Guru Penggerak di Era Metaverse Meria Ultra Gusteti; Jamaris Jamna; Sufyarma Marsidin
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4417

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara konseptual pemikiran digitalisme yang diterapkan oleh guru penggerak di era metaverse. Penelitian ini merupakan literature review. Digitalisme merupakan pemikiran yang menggunakan teknologi agar bertindak secara efektif dan efisien. Teknologi digital berfungsi sebagai platform untuk berkomunikasi, berinovasi, dan mengembangkan kreativitas manusia. Teknologi ini terus berkembang dan saat ini dikenal dengan era metaverse, termasuk dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi metaverse sebagai alat pendidikan memberikan kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru. Ini bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, efisien, lebih inovatif dan lebih menarik dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini digunakan Kurikulum Merdeka dengan salah satu programnya adalah Guru Penggerak. Guru penggerak merupakan agen perubahan yang harus meningkatkan literasi digitalnya. Guru harus melek teknologi dan menggunakannya dalam pembelajaran. Orang tua juga perlu belajar dan beradaptasi agar bisa mendampingi tumbuh kembang anaknya. Pendidikan karakter harus terus dimaksimalkan, baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Dalam Kurikulum Merdeka pengembangan kemampuan siswa dilakukan secara holistik melalui perwujudan Profil Pelajar Pancasila yang profil lulusannya mempunyai kemampuan dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Development of Electronic Handouts Using Numerical Literacy-Based Mathemagics Methods for Learning in the Digital Era Meria Ultra Gusteti; Suci Wulandari; Widdya Rahmalina; Melani Putri; Elva Kurnia Putri
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 7 No 1 (2023): JEP (Jurnal Eksakta Pendidikan)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol7-iss1/709

Abstract

This research is motivated and conducted to address the problem of low numeracy literacy among students and the limited electronic-based learning media with game-based methods. The urgency of this research is crucial because low numeracy literacy can affect students' ability to solve mathematical problems in their daily lives and the future. The lack of engaging learning media can also affect students' interest in learning. Therefore, this study aims to develop an electronic Mathemagic handout based on numeracy literacy. The development model used in this research is the DDD-E model. The developed handout product has been validated twice by material and media validators. After revising it based on their suggestions and inputs, the average validation score obtained is 87.1%. These results indicate that the developed electronic Mathemagic handout based on numeracy literacy meets the perfect validation criteria. The solution offered by this research is to develop an engaging mathematical learning media using game-based methods to improve students' numeracy literacy. It is hoped that the electronic Mathemagic handout based on numeracy literacy can help increase students' interest and learning ability in mathematics. As a result, students can be more confident and have sufficient ability to solve mathematical problems in their daily lives and the future. The study implies that educators and policymakers can consider implementing the electronic Mathemagic handout in their teaching methods to enhance students' numeracy, literacy, and interest in mathematics. Additionally, the study underscores the importance of using innovative and engaging approaches in teaching to foster a love for learning and improve academic outcomes.
PEMANFAATAN POJOK LITERASI NUMERASI DI PANTI ASUHAN AISYIAH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PENGETAHUAN MATEMATIKA SANTRI Meria Ultra Gusteti; Suci Wulandari; Sri Novia Martin; Widdya Rahmalina; Khairul Azmi; Asrina Mulyati; Siti Nur Hikmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 6 No 3 (2023): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v6i3.3150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar serta pengetahuan matematika santri di Panti Asuhan Aisyiah melalui kegiatan pembuatan Pojok Literasi Numerasi. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan diskusi kelompok. Ruangan belajar santri di panti dirubah menjadi sebuah pojok literasi numerasi yang didekorasi dengan media pembelajaran matematika. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2022 dan melibatkan santri dan pembina di Panti Asuhan Aisyiah sebagai sasaran. Setelah melaksanakan kegiatan, angket yang disebar menunjukkan tingkat kepuasan santri yang tinggi dengan skor rata-rata sebesar 4,15. Selain itu, santri dan pembina juga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kedatangan tim dan meminta adanya bimbingan lebih lanjut untuk meningkatkan semangat belajar matematika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembuatan Pojok Literasi Numerasi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar serta pengetahuan matematika santri di Panti Asuhan Aisyiah. Rekomendasi dari pengabdian ini adalah untuk melanjutkan bimbingan lanjutan guna semakin mendorong semangat dan keterampilan belajar matematika santri di Panti Asuhan Aisyiah
Penggunaan Augmented Reality dalam Pembelajaran Matematika: Sebuah Analisis Berdasarkan Studi Literatur Meria Ultra Gusteti; Widdya Rahmalina; Khairul Azmi; Asrina Mulyati; Suci Wulandari; Rahmatul Hayati; Syariffan Syariffan; Nurazizah Nurazizah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i6.5963

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi aplikasi Augmented Reality (AR) dalam pendidikan matematika dan dampaknya. Dengan metode studi literatur, peneliti menyelidiki penerapan AR dalam pembelajaran matematika. Hasil menunjukkan AR memperkaya pengalaman belajar dengan meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman, terutama dalam visualisasi konsep kompleks seperti geometri ruang dan grafik fungsi. AR juga meningkatkan motivasi siswa dan hasil belajar. Kemampuan AR mengonversi konsep abstrak menjadi visualisasi 3D memudahkan siswa memahami materi dari perspektif berbeda. AR juga mendukung siswa dengan kesulitan belajar, dengan menyajikan visualisasi yang memudahkan pemahaman konsep. Namun, terdapat tantangan dalam menerapkan AR, seperti kebutuhan sumber daya, pelatihan guru, dan integrasi ke kurikulum yang ada. Solusinya melibatkan pelatihan intensif bagi guru, peningkatan infrastruktur teknologi, dan riset lebih lanjut untuk materi AR khusus matematika. Sebagai kesimpulan, AR menawarkan potensi besar dalam pendidikan matematika, tetapi diperlukan kolaborasi antara peneliti, pendidik, dan praktisi untuk integrasi yang optimal.