Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Wilayah Binaan Mandiri Energi Melalui Peningkatan Kapasitas Mikrohidro di Daerah Terpencil Runi Asmaranto; Sugiarto Sugiarto; Denny Widhiyanuriyawan; Mangku Purnomo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.03

Abstract

Tanah Merah merupakan dusun terpencil di Desa Batur yang belum terjangkau listrik PLN karena letak geografis berada di lereng G. Argopuro dan jauh dari pusat desa. Di Tanah merah telah dikembangkan PLTMH dari debit Sungai Kedung Sumur namun belum optimal. Pernah dilakukan kerjasama oleh BPPM FT UB dengan CSR PT PGN (Persero) tahun 2016, namun belum mampu menyelesaikan terbatasnya daya terbangkit untuk 500 KK. Potensi lain masyarakat adalah petani dan peternak. Aktifitas peternakan yang paling bayak dilakukan oleh masyarakat adalah ternak sapi potong sebanyak 267 KK yang rata-rata memiliki 2 ekor sapi. Dengan jumlah ternak sapi yang besar tersebut tentu juga dihasilkan limbah kotoran ternak yang besar juga. Berangkat dari permasalahan yang ada di Dusun Tanah Merah, tim Pengmas Universitas Brawijaya melalui Program Doktor Mengabdi ingin membantu masyarakat mitra menyelesaikan permasalahan yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan kelompok masyarakat Pengelola PLTMH melalui pemanfaatan energi terbarukan yaitu peningkatan kapasitas listrik mikrohidro dan pemberdayaan ekonomi berbasis mikrohidro. 
Study Planning of Check Dam Using Waste Tires at Sumbersari UB Forest Area Runi Asmaranto; Melvin Al Ishar; Anggara Wiyono Wit Saputra
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v9i2.1224

Abstract

A check dam is a construction solution to overcome various catchment area challenges, especially erosion and sedimentation control in the upstream region. The strategic implementation of this plan includes various methodologies such as topographic, geotechnical identification, hydrological analysis, sedimentation analysis, material specification, hydraulic analysis, stability analysis, storage capacity analysis, and budget plan development. The purpose of this research is to check dam planning using waste tires which includes sediment discharge, detailed dimensions of the building, and building safety, to the required cost budget plan by reviewing the aspects of environmentally friendly, low cost, and waste utilization by sustainable development goals. The type of sediment flow that occurs is debris flow with a sediment discharge rate of 25,939 m3/s, due to the flood discharge phenomenon with a significant 25-year return period is 10,580 m3/s. The safety number of the proposed check dam design using the calculation of forces acting and Plaxis 2D V20 software has exceeded the safety permit requirements with various conditions that may occur at the study site. In a single flood, this check dam can effectively mitigate for approximately 4 days. To implement this development plan, an estimated budget of IDR773.472.940 has been projected.
Analisis Numerik Rembesan dan Analisis Geofisika Dam Ranu Klakah: Seepage Numerical Analysis And Geophysics Analysis Of Ranu Klakah Dam Assajjad, Nurrohman Adi; Asmaranto, Runi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.48628

Abstract

Abstract Ranu Klakah Dam is an old weir that is indicated to have seepage in its downstream section. The purpose of this study is to numerically analyze seepage that occurs due to piping at Ranu Klakah Dam, including the potential location of seepage points. Geophysical analysis was conducted to visually see the seepage position on the body of Ranu Klakah Dam so that appropriate repairs could be made. Numerical analysis was conducted with the help of the Geostudio SEEP/W application, while geophysical analysis was conducted using ADMT geoelectric and ground-penetrating radar tested at the research location to interpret the subsurface layer. From the analysis, we obtained a seepage discharge of 4.38 x 10-8 m3/dt, which is still smaller than the permitted seepage discharge of 1% of the average river discharge of 0.131 m3/dt. The value of the safety factor for piping in 5 m high water level conditions is 5.01 > 4, which is the limit of the safety value. From the results of the geophysical analysis, it is known that the seepage zone is located at the baffle pillar building between the flushing door and the sluice gate at a distance of about 6–8 m from the vehicle floor on the bridge above the gate, so that repairs can be focused at this point. Thus, seepage that occurs due to piping downstream still meets the established safety requirements. Keywords: Geoelectric, Ground Penetrating Radar, piping, seepage. Abstrak Dam Ranu Klakah merupakan bendung lama yang terindikasi terjadi rembesan pada bagian hilirnya. Tujuan dari studi ini adalah menganalisa secara numeris rembesan yang terjadi akibat piping pada Dam Ranu Klakah, termasuk potensi lokasi titik rembesan. Analisa geofisika dilakukan untuk dapat melihat secara visual posisi rembesan pada tubuh Dam Ranu Klakah, untuk dapat dilakukan perbaikan secara tepat. Analisa numerik dilakukan dengan bantuan aplikasi Geostudio SEEP/W, sedangkan analisa geofisika dilakukan dengan menggunakan Geolistrik ADMT dan Ground Penetrating Radar yang diujikan pada lokasi penelitian guna menginterpretasi lapisan bawah permukaan. Dari analisa yang dilakukan, didapatkan hasil debit rembesan sebesar 4,38 x 10-8 m3/dt, yang nilainya masih lebih kecil dari debit rembesan yang diizinkan sebesar 1% dari debit rata-rata Sungai yakni sebesar 0,131 m3/dt. Nilai faktor keamanan terhadap piping untuk kondisi muka air setinggi 5 m yaitu 5,01 > 4, sebagai batas nilai keamanan. Dari hasil analisa geofisika, diketahui zona rembesan terletak pada bangunan pilar penyekat antara pintu pembilas dengan pintu air sekitar jarak 6 – 8 m dari lantai kendaraan pada jembatan di atas pintu, sehingga perbaikan dapat difokuskan pada titik ini. Dengan demikian, rembesan yang terjadi akibat piping pada bagian hilir, masih memenuhi syarat keamanan yang ditetapkan. Kata kunci: Geolistrik, Ground Penetrating Radar, piping, rembesan.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
Desain Kawasan Sapi Perah untuk Menopang Wisata Desa Lembah Mbencirang di Desa Kebontunggul Widodo, Teguh Dwi; Budiarto, Agus; Wahjudi, Ari; Maftuch, Maftuch; Asmaranto, Runi; Raharjo, Rudianto; Sugiarto, Sugiarto; Bintarto, Redi
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 7 No. 2 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v7i2.389

Abstract

Ketahanan pangan merupakan program yang telah di canangkan oleh pemerintah. Dalam pelaksanaanya pembuatan wilayah dengan ketahanan dapat diintegrasikan dengan wilayah penopang ekonomi lainnya seperti daerah wisata sehingga akan didapat sentra Ekonomi yang mampu dijadikan sebagai sumber penghasilan warga setempat. Desa Kebontunggul merupakan desa yang ada di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Melalu program Matching Fund Kedaireka yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Universitas Brawijaya mengadakan program hilirisasi Teknologi berupa pengembangan Kawasan Peternakan sapi perahyang diintegrasikan dengan Kawasan wisata yang ada di daerah setempat yaitu Lembah Mbendcirang yang sebelumnya sudah beroprasi. Tim Matching Fund Universitas Brawijaya mengadakan pemetaan wilayah di desa Kebontunggul terkait potensi lokasi sapi perah, sumberdaya paka, serta akses lokasi integrasi dengan lembah mbencirang. Selanjutnya dengan bantuan drone dan satelit Map Tim Martching Fund Universitas Brawijaya Melakukan pembuatan Materplan dimana dalam pembuatannya juga melibatkan masyarakat setempat sehingga sesuai dengan harapan masyarakat namun tetap memegang aspek Teknolologi yang dikembangkan oleh Universitas Brawiajaya. Selin itu juga dilakukan pelatihan budidaya sapi perah yang dilakukan oleh Tim Matching fund 2022 Universitas Brawijaya
Erosion and sedimentation analysis as basic reference for land conservation planning on Lesti Sub-Watershed Sumanto, Hari; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2023.00601.1

Abstract

The Lesti sub-watershed area is mostly steep mountain slopes, when the rain fall it carries erosion and sediment material. Erosion Hazard Level on Lesti Sub-Watershed were obtained as follows: Class I 11.92%; Class II 27.45%; Class III 43.85%; Class IV 13.06%; Class V 3.99%. Four (4) parameters overlaid to determine the land criticality level are: the map of land coverage, land slope, erosion risk level, and management aspect. Generally, Lesti Sub-Watershed is categorized as: very critical 0.14%; critical 4.61%; a rather critical 28.06%; critical potential 53.66%; and normal 13.51%. From SWAT analysis with total sub-basin of 39 and 1013 HRU (Hydrology Respon Unit) resulted the average value respectively soil erosion is 119.60 tons/ha/year; sediment yields 310.77 tons/ha/year; rainfall 2143.27 mm/year; and surface runoff 1120.65 mm/year. The suggestions of the watershed area conservancy requires a vegetative (planting) and mechanical (building) method. The vegetative method such as: alleys cropping; reforestation; agroforestry; relay cropping; soil cover cropping as natural green manure; living fence or windbreak; mixed cropping farm; mulch; environment greening; strip cropping with 20.65% effectivity; and filter strip with 26.03% effectivity. The mechanical method such as: contour tillage with 29.71% effectivity; terracing with 23.41% effectivity; check dam with 17.50% effectivity; and mound.
Water Quality Identification and Analysis of Saguling Reservoir, West Bandung Regency Dhoni Maranata; Runi Asmaranto; Sri Sudaryanti
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i2.433-445

Abstract

The Saguling Reservoir in West Bandung Regency is crucial for local water supply and biodiversity. However, water quality has significantly declined due to human activities, environmental changes, and poor waste management. This degradation jeopardizes the reservoir's clean water supply and the ecological health of surrounding communities. This research used the STORET (Storage and Retrieval) method to assess water quality through purposive sampling in the most affected zones, analyzing physical, chemical, and biological parameters at multiple depths. Key indicators, such as dissolved oxygen, nutrient concentrations, and heavy metal presence, were measured. Results show severe water quality deterioration, especially in deeper sections with less sunlight and aeration. Elevated nitrate and phosphate levels, mainly from agricultural runoff and residential waste, exceeded environmental safety standards. Toxic heavy metals like lead and mercury were also detected, posing serious risks to aquatic life and human health. The study highlights that deeper water zones are critically impacted by pollutants, stressing the need for better regulatory frameworks and waste management. Immediate strategic interventions are crucial to restore and protect the Saguling Reservoir's water quality for future generations.
Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pada Sungai Rejoso Di Kabupaten Pasuruan Ibnu Romadona, Teuku Ihza; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.152

Abstract

Faktor penyebab terjadinya banjir di DAS Rejoso diantaranya adalah akibat dari curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, serta sedimentasi di muara sungai sehingga menghambat aliran sungai menuju laut. Banjir menggenangi lahan pertanian, serta pemukiman. Perlu diingat bahwa Sungai Rejoso memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan suatu upaya mitigasi bencana banjir agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Pada studi ini, dilakukan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rancangan kala ulang 25 dan 50 tahun dengan Hidrogaf Satuan Sintetik Nakayasu yaitu sebesar 718,726 m3/det dan 805,087 m3/det. Analisis aliran dua dimensi menggunakan HEC-RAS dan simulasi unsteady flow digunakan untuk memodelkan kondisi hidraulik yang ada. Hasilnya menunjukkan luas wilayah yang terendam air akibat banjir rancangan untuk kala ulang 25 dan 50 tahun sebesar 1006,267 dan 1076,994 hektar. Untuk pengendalian banjir, direncanakan menggunakan tanggul dan normalisasi dengan channel modification menggunakan fitur RAS-Mapper, dengan debit banjir rancangan kala ulang 50 tahun. Untuk upaya non-struktural dilakukan dengan membuat jalur evakuasi menuju lokasi terdekat yang dianggap aman, seperti lahan kosong dengan elevasi yang relatif tinggi.
Upaya Mitigasi Bencana pada Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan Wardana, Fathurrozi Ibnu; Prasetyorini, Linda; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.153

Abstract

Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan yang dilalui oleh Sungai Kedunglarangan bagian hilir merupakan kawasan rawan bencana banjir setiap tahunnya pada musim penghujan. Studi ini membahas upaya mitigasi bencana banjir tersebut dengan rencana normalisasi sungai sebagai pengendalian banjir, serta membuat rute evakuasi untuk mengungsikan penduduk dari ancaman bahaya ke lokasi yang lebih aman selama bencana berlangsung. Dalam analisa hidrologi yang dilakukan untuk mengetahui luas genangan pada Sungai Kedunglarangan, aliran banjir rancangan yang dihitung menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu sebesar Q25 = 781,567 m3/det serta Q50 = 858,632 m3/det. Pemodelan hidraulik menggunakan program HEC-RAS 2D versi 6.3.1 dengan perolehan luasan yang disebabkan banjir rancangan tersebut sebesar 3615,732 ha dengan kala ulang 25 tahun dan 3701,611 ha untuk kala ulang 50 tahun. Dilakukan juga pemodelan pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul serta normalisasi sungai dengan fitur channel modification di RAS-Mapper
Analisis Sebaran Nilai Erosi Lahan dan Upaya Konservasi pada Das Welang Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Muhammad Adhitya Aldi; Asmaranto, Runi; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.157

Abstract

Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada DAS Welang menyebabkan kawasan tersebut sering mengalami bencana banjir akibat meningkatnya erosi dan sedimentasi. Pada studi ini menggunakan model ArcSWAT untuk menghitung potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi sehingga dapat memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Welang sehingga dapat dilakukan usaha konservasi yang optimal. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi eksisting didapatkan rata-rata laju erosi eksisting sebesar 31,947 ton/ha/tahun dan sedimentasi 27,569 ton/ha/tahun. Hasil yang didapatkan dari analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) yaitu IBE sedang dengan luas 29.602,068 ha (61,3 % dari luas total), kriteria tinggi dengan luas 18.691,649 ha (38,7 % dari luas total). Dengan menggunakan upaya konservasi vegetatif dengan mengganti penggunaan lahan pertanian lahan kering, semak belukar, dan tanah terbuka menjadi hutan berpedoman pada RLKT. Memperoleh nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE) rendah dengan luas 5.162,207 ha (10,69 % dari luas total) dan IBE sedang dengan luas 43.131,510 ha (10,69 % dari luas total). Hasil tersebut menunjukkan pelaksanaan usaha konservasi vegetatif dapat mengurangi erosi maupun sedimen pada DAS Welang.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Al Huda, Reja Palevi Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Cunanda, Yana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Kasyful Haq, Muhammad Fariz Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Maulida, Diah Fitri Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Palla, Anna Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pangestu, Bima Aji Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Rizki Ramadhani Prima Hadi Wicaksono Purnomo, Yehezkiel Christian qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rubiantoro, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yahya, Irsyad Musthofa ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma