Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Evaluasi Pengerukan Sedimen Pada Central Sediment Sump di Lokasi Penambangan Emas PT. Bumi Suksesindo Kabupaten Banyuwangi Yana Cunanda; Runi Asmaranto; Prima Hadi Wicaksono
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.01

Abstract

Central Sediment Sump is the largest sedimentation pond in the gold mine of PT. Bumi Suksesindo. Central Sediment Sump accommodates sediment from region Central Waste Dump (CWD), Pit E, and Pit B West. There is an increases in ore production began in 2018 makes the mining rate up to 8,1 million tons/year. This result increased sediment rates that are accommodated by Central Sediment Sump. The evaluation in this study is based on the amount of dredged sediment volume during 2018 with the volume of sediment that has been accommodated in the Central Sediment Sump. The volume of sediment that came from erosion in the Central Sediment Sump catchment area will be accommodated in the Central Sediment Sump. Dredged sediment volume depends on the bucket size excavators, excavator cycle times, and excavator work times. Excavator work time concern with the time needed to move the sediment volume that is already determined. The results evaluation of dredging sediment will describe sufficient whether or not sediment dredging in 2018 to dredge the sediment accommodated in Central Sediment Sump. Based on the results of this study the volume of sediment accommodates in Central Sediment Sump is 2.004.551,730 m3. Dredged sediment volume during 2018 is 11.755,310 m3. Therefore dredging sediment in 2018 insufficient to dredge all the sediment accommodates in Central Sediment Sump. Central Sediment Sump merupakan kolam pengendapan sedimen terbesar di Penambangan Emas  PT. Bumi Suksesindo. Central Sediment Sump menampung sedimen dari kawasan Central Waste Dump (CWD), Pit E, dan Pit B West. Adanya peningkatan produksi bijih mulai tahun 2018 menjadikan laju penambangan hingga 8,1 juta ton/tahun. Peningkatan ini mengakibatkan meningkatnya laju sedimen yang ditampung Central Sediment Sump. Evaluasi yang dilakukan pada studi ini berdasarkan pada jumlah volume sedimen terkeruk  selama tahun 2018 terhadap volume sedimen yang tertangkap di Central Sediment Sump. Volume sedimen yang berasal dari hasil erosi di daerah tangkapan air Central Sediment Sump akan tertangkap di Central Sediment Sump. Volume sedimen terkeruk tergantung pada ukuran bucket excavator, waktu siklus excavator, dan waktu kerja excavator. Waktu kerja excavator menggambarkan waktu yang diperlukan untuk memindahkan volume sedimen yang sudah ditentukan. Hasil evaluasi pengerukan sedimen akan menggambarkan cukup atau tidaknya pengerukan sedimen tahun 2018 untuk mengeruk sedimen yang tertangkap di Central Sediment Sump. Berdasarkan hasil studi ini diperoleh volume sedimen yang tertangkap di Central Sediment Sump sebesar 2.004.551,730 m3. Volume sedimen terkeruk selama tahun 2018 sebesar 11.755,310 m3. Sehingga pengerukan sedimen tahun 2018 tidak mencukupi untuk mengeruk seluruh volume sedimen yang tertangkap di Central Sediment Sump.
Analisa Keruntuhan Bendungan Malahayu Kabupaten Brebes Dengan Aplikasi HEC-RAS dan Perhitungan Kerugian Dengan Aplikasi InaSAFE Adhitya Zein Muammar; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.03

Abstract

In the simulation using HEC-RAS 5.0.7 the part to be simulated is the condition of the Malahayu Dam which collapsed due to 7 conditions causing inundation in the downstream area of the Malahayu Dam. Obtained from 7 conditions of dam collapse, the overtopping collapse scenario is the most extreme collapse scenario with an inundation area of 143.54 km2 with a maximum flood inundation height of 19.943 m. The purpose of this dam collapse simulation is to get the most extreme inundation so that in the next process of the inundation, the calculation of economic losses will be carried out with the help of the InaSAFE application. Losses resulting from the Malahayu Dam collapse scenario cover 53 villages from 6 sub-districts so that the evacuation victims reached 22400 people. With this amount, it can be determined that the Malahayu Dam is a dam with a hazard level 4, which is very high. The estimated losses incurred as a result of this collapse reached Rp. 515,521,114,788. The purpose of this study is to determine the level of danger of a dam, to know the characteristics of the flood, and to know the losses caused by flooding due to dam collapse.
Analisa Keruntuhan Bendungan Batujai dan Pengga dengan Aplikasi HEC-RAS 5.0.7 Diah Fitri Maulida; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.06

Abstract

ABSTRACT: Batujai and Pengga Dam are cascade dams with homogeneous types, are authorized in 1982 and 1994. These dams are located at the same mainstream that ends at Alas Strait. Batujai and Pengga Dam break may occur due to overtopping and piping. According to HEC-RAS 5.0.7 simulation suggested that the collapsed of each or both dams has the biggest impact when conditioned with design flood of QPMF are due to overtopping, when the peak of discharge are at 2036.151 m3/second and 3204.089 m3/second, which caused 34.127 km2 and 107.025 km2 area to be flooded, with maximum inundation of 19.656 meters and 19.837 meters. According to InaSAFE, if the collapse of these dams were merged, reported that there are 34 villages and 29,100 people are exposed to the risk, classified with high disaster risk. The cost that has to be paid by the dam’s owner due to the collapse is estimated to be  Rp 201,584,808.36/Ha or Rp. 2,845,409,886,907 in total.
Analisa Stabilitas Tubuh Bendungan Utama Pada Bendungan Semantok, Nganjuk, Jawa Timur Rizki Ramadhani Pratama; Heri Suprijanto; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.08

Abstract

By the changes of embankment material and foundation treatment on Semantok Dam, it is necessary to analyze the dam stability. This study aimed to know about the material specification, the geologic conditions & the foundation treatment, and the dam stability. The specification result shows that core material and fine filter material meet the criteria. The geologic conditions consist of Sand, Sandstone, and Claystone. The alternative for foundation treatment proposed using Secant Pile Cut-Off Wall and Cut-Off Trench. The rock bearing capacity and the core zone settlement is safe. The foundation's elastic deformation is estimated at 3,56 cm ~ 4,36 cm. The filtration flow stability using SEEP/W shows seepage discharge, piping, and boiling potential are safe. The slope stability by Bishop method using SLOPE/W shows static condition; OBE 100; and OBE 200 are safe, but MDE 10000 is unsafe. Permanent deformation analysis for MDE 10000 by Makdisi Seed method and Swaisgood shows the deformation is safe.Dengan adanya perubahan material timbunan dan perbaikan pondasi pada Bendungan Semantok, perlu dilakukan analisa stabilitas bendungan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi material, kondisi geologi dan perbaikan pondasi, serta stabilitas bendungan. Hasil spesifikasi menunjukkan bahwa material inti dan filter halus memenuhi kriteria. Secara geologi pondasi Bendungan Semantok terdiri dari Pasir, Batu pasir, dan Batu lempung. Alternatif perbaikan pondasi diusulkan menggunakan Secant Pile Cut-off Wal dan Cut-off Trench. Daya dukung batuan pondasi dan penurunan zona inti bendungan aman. Deformasi elastis pondasi sebesar 3,56 cm ~ 4,36 cm. Stabilitas terhadap aliran filtrasi dengan SEEP/W menunjukkan debit rembesan, gejala buluh, dan gejala sembulan aman. Stabilitas lereng metode Bishop dengan SLOPE/W menunjukkan kondisi statis, OBE 100, dan OBE 200 aman, tapi untuk MDE 10000 tidak aman. Deformasi permanen untuk MDE 10000 dengan Metode Makdisi dan Swaisgood aman.
Penguatan Wilayah Binaan Mandiri Energi Melalui Peningkatan Kapasitas Mikrohidro di Daerah Terpencil Runi Asmaranto; Sugiarto Sugiarto; Denny Widhiyanuriyawan; Mangku Purnomo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2020.011.01.03

Abstract

Tanah Merah merupakan dusun terpencil di Desa Batur yang belum terjangkau listrik PLN karena letak geografis berada di lereng G. Argopuro dan jauh dari pusat desa. Di Tanah merah telah dikembangkan PLTMH dari debit Sungai Kedung Sumur namun belum optimal. Pernah dilakukan kerjasama oleh BPPM FT UB dengan CSR PT PGN (Persero) tahun 2016, namun belum mampu menyelesaikan terbatasnya daya terbangkit untuk 500 KK. Potensi lain masyarakat adalah petani dan peternak. Aktifitas peternakan yang paling bayak dilakukan oleh masyarakat adalah ternak sapi potong sebanyak 267 KK yang rata-rata memiliki 2 ekor sapi. Dengan jumlah ternak sapi yang besar tersebut tentu juga dihasilkan limbah kotoran ternak yang besar juga. Berangkat dari permasalahan yang ada di Dusun Tanah Merah, tim Pengmas Universitas Brawijaya melalui Program Doktor Mengabdi ingin membantu masyarakat mitra menyelesaikan permasalahan yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Upaya yang dilakukan adalah pemberdayaan kelompok masyarakat Pengelola PLTMH melalui pemanfaatan energi terbarukan yaitu peningkatan kapasitas listrik mikrohidro dan pemberdayaan ekonomi berbasis mikrohidro. 
Study Planning of Check Dam Using Waste Tires at Sumbersari UB Forest Area Runi Asmaranto; Melvin Al Ishar; Anggara Wiyono Wit Saputra
Civilla : Jurnal Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/cvl.v9i2.1224

Abstract

A check dam is a construction solution to overcome various catchment area challenges, especially erosion and sedimentation control in the upstream region. The strategic implementation of this plan includes various methodologies such as topographic, geotechnical identification, hydrological analysis, sedimentation analysis, material specification, hydraulic analysis, stability analysis, storage capacity analysis, and budget plan development. The purpose of this research is to check dam planning using waste tires which includes sediment discharge, detailed dimensions of the building, and building safety, to the required cost budget plan by reviewing the aspects of environmentally friendly, low cost, and waste utilization by sustainable development goals. The type of sediment flow that occurs is debris flow with a sediment discharge rate of 25,939 m3/s, due to the flood discharge phenomenon with a significant 25-year return period is 10,580 m3/s. The safety number of the proposed check dam design using the calculation of forces acting and Plaxis 2D V20 software has exceeded the safety permit requirements with various conditions that may occur at the study site. In a single flood, this check dam can effectively mitigate for approximately 4 days. To implement this development plan, an estimated budget of IDR773.472.940 has been projected.
Analisis Numerik Rembesan dan Analisis Geofisika Dam Ranu Klakah: Seepage Numerical Analysis And Geophysics Analysis Of Ranu Klakah Dam Assajjad, Nurrohman Adi; Asmaranto, Runi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i1.48628

Abstract

Abstract Ranu Klakah Dam is an old weir that is indicated to have seepage in its downstream section. The purpose of this study is to numerically analyze seepage that occurs due to piping at Ranu Klakah Dam, including the potential location of seepage points. Geophysical analysis was conducted to visually see the seepage position on the body of Ranu Klakah Dam so that appropriate repairs could be made. Numerical analysis was conducted with the help of the Geostudio SEEP/W application, while geophysical analysis was conducted using ADMT geoelectric and ground-penetrating radar tested at the research location to interpret the subsurface layer. From the analysis, we obtained a seepage discharge of 4.38 x 10-8 m3/dt, which is still smaller than the permitted seepage discharge of 1% of the average river discharge of 0.131 m3/dt. The value of the safety factor for piping in 5 m high water level conditions is 5.01 > 4, which is the limit of the safety value. From the results of the geophysical analysis, it is known that the seepage zone is located at the baffle pillar building between the flushing door and the sluice gate at a distance of about 6–8 m from the vehicle floor on the bridge above the gate, so that repairs can be focused at this point. Thus, seepage that occurs due to piping downstream still meets the established safety requirements. Keywords: Geoelectric, Ground Penetrating Radar, piping, seepage. Abstrak Dam Ranu Klakah merupakan bendung lama yang terindikasi terjadi rembesan pada bagian hilirnya. Tujuan dari studi ini adalah menganalisa secara numeris rembesan yang terjadi akibat piping pada Dam Ranu Klakah, termasuk potensi lokasi titik rembesan. Analisa geofisika dilakukan untuk dapat melihat secara visual posisi rembesan pada tubuh Dam Ranu Klakah, untuk dapat dilakukan perbaikan secara tepat. Analisa numerik dilakukan dengan bantuan aplikasi Geostudio SEEP/W, sedangkan analisa geofisika dilakukan dengan menggunakan Geolistrik ADMT dan Ground Penetrating Radar yang diujikan pada lokasi penelitian guna menginterpretasi lapisan bawah permukaan. Dari analisa yang dilakukan, didapatkan hasil debit rembesan sebesar 4,38 x 10-8 m3/dt, yang nilainya masih lebih kecil dari debit rembesan yang diizinkan sebesar 1% dari debit rata-rata Sungai yakni sebesar 0,131 m3/dt. Nilai faktor keamanan terhadap piping untuk kondisi muka air setinggi 5 m yaitu 5,01 > 4, sebagai batas nilai keamanan. Dari hasil analisa geofisika, diketahui zona rembesan terletak pada bangunan pilar penyekat antara pintu pembilas dengan pintu air sekitar jarak 6 – 8 m dari lantai kendaraan pada jembatan di atas pintu, sehingga perbaikan dapat difokuskan pada titik ini. Dengan demikian, rembesan yang terjadi akibat piping pada bagian hilir, masih memenuhi syarat keamanan yang ditetapkan. Kata kunci: Geolistrik, Ground Penetrating Radar, piping, rembesan.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
Desain Kawasan Sapi Perah untuk Menopang Wisata Desa Lembah Mbencirang di Desa Kebontunggul Widodo, Teguh Dwi; Budiarto, Agus; Wahjudi, Ari; Maftuch, Maftuch; Asmaranto, Runi; Raharjo, Rudianto; Sugiarto, Sugiarto; Bintarto, Redi
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 7 No. 2 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v7i2.389

Abstract

Ketahanan pangan merupakan program yang telah di canangkan oleh pemerintah. Dalam pelaksanaanya pembuatan wilayah dengan ketahanan dapat diintegrasikan dengan wilayah penopang ekonomi lainnya seperti daerah wisata sehingga akan didapat sentra Ekonomi yang mampu dijadikan sebagai sumber penghasilan warga setempat. Desa Kebontunggul merupakan desa yang ada di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Melalu program Matching Fund Kedaireka yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Universitas Brawijaya mengadakan program hilirisasi Teknologi berupa pengembangan Kawasan Peternakan sapi perahyang diintegrasikan dengan Kawasan wisata yang ada di daerah setempat yaitu Lembah Mbendcirang yang sebelumnya sudah beroprasi. Tim Matching Fund Universitas Brawijaya mengadakan pemetaan wilayah di desa Kebontunggul terkait potensi lokasi sapi perah, sumberdaya paka, serta akses lokasi integrasi dengan lembah mbencirang. Selanjutnya dengan bantuan drone dan satelit Map Tim Martching Fund Universitas Brawijaya Melakukan pembuatan Materplan dimana dalam pembuatannya juga melibatkan masyarakat setempat sehingga sesuai dengan harapan masyarakat namun tetap memegang aspek Teknolologi yang dikembangkan oleh Universitas Brawiajaya. Selin itu juga dilakukan pelatihan budidaya sapi perah yang dilakukan oleh Tim Matching fund 2022 Universitas Brawijaya
Erosion and sedimentation analysis as basic reference for land conservation planning on Lesti Sub-Watershed Sumanto, Hari; Dermawan, Very; Asmaranto, Runi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2023.00601.1

Abstract

The Lesti sub-watershed area is mostly steep mountain slopes, when the rain fall it carries erosion and sediment material. Erosion Hazard Level on Lesti Sub-Watershed were obtained as follows: Class I 11.92%; Class II 27.45%; Class III 43.85%; Class IV 13.06%; Class V 3.99%. Four (4) parameters overlaid to determine the land criticality level are: the map of land coverage, land slope, erosion risk level, and management aspect. Generally, Lesti Sub-Watershed is categorized as: very critical 0.14%; critical 4.61%; a rather critical 28.06%; critical potential 53.66%; and normal 13.51%. From SWAT analysis with total sub-basin of 39 and 1013 HRU (Hydrology Respon Unit) resulted the average value respectively soil erosion is 119.60 tons/ha/year; sediment yields 310.77 tons/ha/year; rainfall 2143.27 mm/year; and surface runoff 1120.65 mm/year. The suggestions of the watershed area conservancy requires a vegetative (planting) and mechanical (building) method. The vegetative method such as: alleys cropping; reforestation; agroforestry; relay cropping; soil cover cropping as natural green manure; living fence or windbreak; mixed cropping farm; mulch; environment greening; strip cropping with 20.65% effectivity; and filter strip with 26.03% effectivity. The mechanical method such as: contour tillage with 29.71% effectivity; terracing with 23.41% effectivity; check dam with 17.50% effectivity; and mound.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Zein Muammar Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Diah Fitri Maulida Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Hidayat, Mustafa Mukti Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Prima Hadi Wicaksono qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Pratama Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yana Cunanda ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma