Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis pada Sub DAS Waduk Kedungombo Nurhaliza, Salma; Asmaranto, Runi; Dara Lufira, Rahmah
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.162

Abstract

Sub DAS Waduk Kedungombo menghadapi berbagai masalah seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor yang disebabkan oleh alih fungsi lahan. Hal ini mengurangi kemampuan DAS dalam menjalankan fungsinya sebagai daerah tangkapan air, sehingga meningkatkan erosi di bagian hulu dan menyebabkan sedimentasi di bagian hilir, yaitu di Waduk Kedungombo. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka diperlukan analisis erosi dengan outlet Bendungan Kedungombo serta melakukan peninjauan bahaya erosinya dan melakukan arahan konservasi lahan. Analisis laju erosi yang dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) didapatkan rerata laju erosi 358,28 ton/ha/tahun atau 27,56 mm/tahun. Hasil analisis sedimen dengan menggunakan SDR Boyce 6,08% didapatkan 1.259.669,23 ton/tahun atau 1,68 mm/tahun. Hasil analisis kriteria Indeks Bahaya Erosi eksiting didapatkan kriteria rendah dengan luas 146,59 km2 (25,37% dari luasan total wilayah studi), sedang 104,65 km2 (18,11%), tinggi 157,94 km2 (27,33%), dan sangat tinggi 168,63 km2 (29,18%). Dilakukan usaha konservasi lahan secara vegetatif dapat mereduksi 42,15%, rerata laju erosi menjadi 207,28 ton/ha/tahun atau 15,94 mm/tahun dan hasil sedimen 728.762,49 ton/tahun atau 0,97 mm/tahun. Usaha konservasi mekanik dilakukan dengan merencanakan 10 titik check dan mampu mereduksi sedimen 17,81% dari kondisi eksisting menjadi 796.418,78 m3/tahun atau 1,38 mm/tahun.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Inofrmasi Geografis pada Sub DAS Rawapening Ghaisani, Amalia; Asmaranto, Runi; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.163

Abstract

Sub DAS Rawapening, yang terletak pada hulu DAS Tuntang, Provinsi Jawa Tengah, merupakan DAS Prioritas I karena kondisinya yang memprihatinkan. Bencana banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi akibat perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan, sehingga memicu erosi dan sedimentasi. Studi ini menganalisis laju erosi dan hasil sedimen serta memetakan sebaran indeks bahaya erosi di Sub DAS Rawapening untuk merumuskan arahan konservasi yang optimal. Metode USLE digunakan untuk menentukan laju erosi, dengan hasil rerata laju erosi 404,44 ton/ha/tahun atau 25,28 mm/tahun. Dengan SDR (Sediment Delivery Ratio) menurut rumus Boyce (1975) sebesar 7,50%, hasil sedimen mencapai 873.139,99 ton/tahun atau 1,89 mm/tahun. Indeks Bahaya Erosi kondisi eksisting menunjukkan 21,04% wilayah rendah (60,57 km2), 10,30% sedang (29,64 km2), 18,88% tinggi (54,34 km2), dan 49,78% sangat tinggi (143,30 km2). Konservasi vegetatif menurunkan laju erosi 47,46% menjadi 212,49 ton/ha/tahun atau 13,28 mm/tahun, dengan hasil sedimen 458.711,12 ton/tahun atau 1,00 mm/tahun. Konservasi mekanis dengan merencanakan 6 titik check dam menurunkan hasil sedimen 26,21% menjadi 643.955,45 ton/tahun atau 1,40 mm/tahun. Usaha konservasi lahan yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi kekritisan lahan Sub DAS Rawapening.
Analysis of Erosion and Land Conservation Based on Geographic Information System in Way Sekampung Subwatershed Azzahra, Arrum; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2024.007.02.4

Abstract

Way Sekampung subwatershed is the watershed area of Way Sekampung dam. The changes in land use that occurred in the Way Sekampung subwatershed caused flooding and landslides. To reduce existing problems, vegetative and mechanical land conservation efforts are needed. In this study, the USLE method was used to estimate the rate of erosion and then map the distribution of the Erosion Hazard Index in the Way Sekampung Subwatershed with the help of Geographic Information System (GIS). Based on existing conditions, the erosion rate in 2017 was 29626.262 tons/ha/year; in 2022, the erosion rate was 76617.579 tons/ha/year. The results of the analysis of the Erosion Hazard Index in 2017 and 2022 showed four criteria, namely low with a difference of -1.115%, moderate with an increase of 1.140%, high with a difference of -0.097%, and very high with a difference of 0.071%. Conservation with new land use, construction of terraces, and check dams has resulted in a reduction in erosion in the Way Sekampung Subwatershed with an Erosion Hazard Index, which is a low index increase of 26.992% from the existing condition and a very high 22.819% reduction from the existing condition. These results show that land conservation can reduce erosion in the Way Sekampung Subwatershed.
Pemetaan Tingkat Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode SINTACS di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Andini, Rika Septian; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.366

Abstract

Kecamatan Gudo memanfaatkan air tanah yang diambil langsung melalui sumur gali untuk memenuhi kebutuhan domestik, irigasi, ataupun indutsri. Aktivitas dari masyarakat ini dapat berpotensi menjadi polutan yang berdampak pada pencemaran air tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini dilakukan pada 25 sumur gali yang berada di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang selama 5 bulan, yaitu bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilitian ini menggunakan metode SINTACS dengan 7 parameter hidrogeologi, yaitu S—Soggiacenza (Kedalaman Muka Air Tanah), I—Infiltrazione Efficace (Laju Pengisian Kembali), N—Non-saturo (Kondisi Zona Tak Jenuh), T—Tipologia Della Copertura (Tekstur Tanah), A—Acquifero (Media Akuifer), C—Conducibilità Idraulica Dell’Acquifero (Konduktivitas Hidraulik), S—Superficie Topografika (Kemiringan Lereng). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks berkisar antara 137,5–194,00 dengan tingkat kerentanan sedang, agak tinggi, dan tinggi. Pemetaan sebaran tingkat kerentanan air tanah didominasi oleh tingkat kerentanan agak tinggi dengan presentase luas sebesar 91,11%–98,08% dari total luas wilayah penelitian.
Assessing Liquefaction Risk at Timika Steam Power Plant through Cyclic Stress Ratio Analysis Using Borehole Data Marsudi, Suwanto; Lufira, Rahmah Dara; Sajali, Muhammad Amar; Putra, Sebrian Bessely Mirdeklis; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.9

Abstract

Energy infrastructure, particularly power plants, is critical in national and regional development. This study aims to determine the optimal placement and design of the Timika PLTU (power plant) by conducting comprehensive soil and rock investigations, focusing on seismic risks. The primary objective is to assess the geotechnical conditions of the site to ensure structural stability and safety in this high-seismicity zone. Key methods used in this study include borehole drilling, soil classification tests, and seismic hazard analysis. The soil at the site is classified as medium (SD) with Vs values ranging from 175 to 350 m/sec, and the seismic zone’s coefficient (Z) is 0.6, indicating significant seismic potential. The results reveal that specific design measures, such as sheet piles and retaining walls, are necessary to mitigate the risks of lateral collapse in areas with significant soil excavation. Furthermore, seismic design considerations were incorporated to improve the plant’s earthquake resistance. The findings of this study provide essential geotechnical data and practical recommendations, ensuring the safe and resilient construction of the PLTU Timika in a region prone to seismic activity while guiding future infrastructure projects in similar high-risk zones.
Analisis Stabilitas Tubuh Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur qoidulhaq, fayyadh; Asmaranto, Runi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.073

Abstract

Bendungan Sepaku Semoi adalah bendungan pertama yang dibuat di IKN. Bendungan Sepaku Semoi merupakan jenis bendungan homogen dengan clay sebagai material ini. Bendungan ini dilengkapi dengan vertical drain, horizontal drain, dan rock toe. Bendungan harus memenuhi angka faktor keamanan yang disyaratkan, maka studi ini bertujuan untuk menganalisa rembesan, piping, stabilitas lereng dan deformasi permanen. Secara geologi, bendungan ini bertumpu pada batuan formasi pamaluan. Bedasarkan hasil test lugeon, bendungan tidak memerlukan perbaikan pondasi, dan daya dukung pondasi dapat menahan beban timbunan bendungan. Stabilitas terhadap aliran rembesan yang dianalisis menggunakan SEEP/W menunjukkan bahwa debit rembesan, gejala piping memenuhi syarat faktor keamanan. Analisis stabilitas lereng dengan Metode Bishop menggunakan SLOPE/W memperlihatkan bahwa kondisi statis, OBE 100 dan MDE 5000 memenuhi syarat faktor keamanan. Analisa deformasi permanen terbukti tidak diperlukan pada studi ini.
Comparative Analysis of River Capacity with Maximum Discharge in Ngotok Ring Canal Widodo, Yudo Wahyu; Asmaranto, Runi; Dermawan , Very
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i11.1177

Abstract

Flooding in the Ngotok Ring Canal is a recurring problem, primarily caused by intense rainfall, elevated water levels of the Brantas River, and the limited capacity of the canal's flow. This issue is especially evident at the confluence points of the Ngotok Ring Canal with its tributaries, where backwater effects or puddling occur. The objective of this study is to analyze the flood dynamics in the Ngotok Ring Canal, specifically evaluating the rise in floodwater levels and necessary mitigation measures. The analysis was conducted using the HEC-RAS program to model existing river conditions and assess flood risks. The study identifies that the embankment height at the upstream section of the Ngotok River is insufficient to contain the flood discharge, leading to overflow into surrounding agricultural fields. The flood design for the Ngotok River, based on a 25-year return period, was determined to be 866.29 m³/sec. The proposed solution involves an economical embankment design with a 1:1.25 slope, ensuring that the floodwater level remains below the average land elevation. This design approach addresses both floodwater containment and cost-efficiency in construction, providing a sustainable solution to reduce flooding risks in the area.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
Analisa Keruntuhan Bendungan Kering Ciawi Menggunakan Program HEC-RAS dan InaSAFE Pramana, Fabian Raditya; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.16

Abstract

Dam is a structure built across a stream to retain water for the purpose of water supply, irrigation, hydropower, and flood control. Beside the high benefits, dams are also a potential threat to public safety, which is dam break/dam failure. The purpose of this study was to discover various scenarios of dam break at Ciawi Dam, with the main modes of failure have been identified as piping or overtopping. Ciawi dam break are modeled and analyzed using HEC-RAS v5.0.7 based on available geometry data. After that, based on regional population data, the economic loss calculated using InaSAFE. The simulation results showed that the Probable Maximum Flood (PMF) with a peak discharge of 1845,867 m3/s did not generate an overtopping scenario. From the analysis of 2-D simulation in HEC-RAS, the Ciawi dam break due to piping at Probable Maximum Flood (PMF) has a maximum water depth of 46,419 m with the area of inundation covers 108,04 km2. Those numbers imply that Ciawi Dam break classified as a high-hazard category.
Analisa Banjir Kali Pekalen Kabupaten Probolinggo Menggunakan Aplikasi HEC – RAS Maulana, Muhammad Adnan; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.18

Abstract

The upstream area of the Pekalen watershed has undergone land-use changes, resulting in sedimentation, which resulted in a reduction in the river's existing ability to accommodate water discharge. Therefore, it caused the problem of flooding around the Kali Pekalen area. Hence, to determine the river's existing capabilities and find alternative solutions to the flood problem, an analysis of the Kali Pekalen's capacity using the HEC-RAS application was carried out by the researcher. The research process was conducted in the upstream, middle, and downstream rivers with a Q50 year return period using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph. Based on the analysis results that have been carried out, there are 163 stakes in the area unable to accommodate the discharge. As a solution to the problem, the 163 pegs in Kali Pekalen were installed with embankments with the Concrete Sheet Pile (CCSP) design which had a length of 12 m and a depth of 6.45 m from the riverbed. Wilayah hulu DAS Pekalen mengalami perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya sedimentasi pada Kali Pekalen. Dengan adanya sedimentasi tersebut, maka dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan eksisting sungai untuk menampung debit, sehingga menyebabkan masalah banjir di sekitar wilayah Kali Pekalen. Dalam hal ini maka dilakukan analisa kapasitas Kali Pekalen dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS untuk mengetahui kemampuan eksisting sungai dan juga mengetahui alternatif penyelesaian dari masalah banjir tersebut. Untuk melakukan analisa tersebut diperlukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Metode yang digunakan untuk mencari debit banjir rancangan yaitu dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan kala ulang Q50 th untuk wilayah hulu, tengah, dan hilir Kali Pekalen. Setelah mendapatkan hasil perhitungan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisa aliran dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, terdapat 163 ruas patok di wilayah hulu, tengah dan hilir Kali Pekalen yang tidak mampu menampung debit. Sehingga ada 163 ruas patok di Kali pekalen yang dipasang tanggul dengan desain Concrete Sheet Pile (CCSP) yang memiliki panjang 12 m, dan kedalaman 6,45 m dari dasar sungai.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Al Huda, Reja Palevi Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Cunanda, Yana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Kasyful Haq, Muhammad Fariz Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Maulida, Diah Fitri Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Palla, Anna Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pangestu, Bima Aji Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Rizki Ramadhani Prima Hadi Wicaksono Purnomo, Yehezkiel Christian qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rubiantoro, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yahya, Irsyad Musthofa ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma