Claim Missing Document
Check
Articles

Water Quality Identification and Analysis of Saguling Reservoir, West Bandung Regency Dhoni Maranata; Runi Asmaranto; Sri Sudaryanti
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i2.433-445

Abstract

The Saguling Reservoir in West Bandung Regency is crucial for local water supply and biodiversity. However, water quality has significantly declined due to human activities, environmental changes, and poor waste management. This degradation jeopardizes the reservoir's clean water supply and the ecological health of surrounding communities. This research used the STORET (Storage and Retrieval) method to assess water quality through purposive sampling in the most affected zones, analyzing physical, chemical, and biological parameters at multiple depths. Key indicators, such as dissolved oxygen, nutrient concentrations, and heavy metal presence, were measured. Results show severe water quality deterioration, especially in deeper sections with less sunlight and aeration. Elevated nitrate and phosphate levels, mainly from agricultural runoff and residential waste, exceeded environmental safety standards. Toxic heavy metals like lead and mercury were also detected, posing serious risks to aquatic life and human health. The study highlights that deeper water zones are critically impacted by pollutants, stressing the need for better regulatory frameworks and waste management. Immediate strategic interventions are crucial to restore and protect the Saguling Reservoir's water quality for future generations.
Upaya Mitigasi Bencana Banjir Pada Sungai Rejoso Di Kabupaten Pasuruan Ibnu Romadona, Teuku Ihza; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.152

Abstract

Faktor penyebab terjadinya banjir di DAS Rejoso diantaranya adalah akibat dari curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air, serta sedimentasi di muara sungai sehingga menghambat aliran sungai menuju laut. Banjir menggenangi lahan pertanian, serta pemukiman. Perlu diingat bahwa Sungai Rejoso memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, maka dibutuhkan suatu upaya mitigasi bencana banjir agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Pada studi ini, dilakukan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rancangan kala ulang 25 dan 50 tahun dengan Hidrogaf Satuan Sintetik Nakayasu yaitu sebesar 718,726 m3/det dan 805,087 m3/det. Analisis aliran dua dimensi menggunakan HEC-RAS dan simulasi unsteady flow digunakan untuk memodelkan kondisi hidraulik yang ada. Hasilnya menunjukkan luas wilayah yang terendam air akibat banjir rancangan untuk kala ulang 25 dan 50 tahun sebesar 1006,267 dan 1076,994 hektar. Untuk pengendalian banjir, direncanakan menggunakan tanggul dan normalisasi dengan channel modification menggunakan fitur RAS-Mapper, dengan debit banjir rancangan kala ulang 50 tahun. Untuk upaya non-struktural dilakukan dengan membuat jalur evakuasi menuju lokasi terdekat yang dianggap aman, seperti lahan kosong dengan elevasi yang relatif tinggi.
Upaya Mitigasi Bencana pada Sungai Kedunglarangan di Kabupaten Pasuruan Wardana, Fathurrozi Ibnu; Prasetyorini, Linda; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.153

Abstract

Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan yang dilalui oleh Sungai Kedunglarangan bagian hilir merupakan kawasan rawan bencana banjir setiap tahunnya pada musim penghujan. Studi ini membahas upaya mitigasi bencana banjir tersebut dengan rencana normalisasi sungai sebagai pengendalian banjir, serta membuat rute evakuasi untuk mengungsikan penduduk dari ancaman bahaya ke lokasi yang lebih aman selama bencana berlangsung. Dalam analisa hidrologi yang dilakukan untuk mengetahui luas genangan pada Sungai Kedunglarangan, aliran banjir rancangan yang dihitung menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu sebesar Q25 = 781,567 m3/det serta Q50 = 858,632 m3/det. Pemodelan hidraulik menggunakan program HEC-RAS 2D versi 6.3.1 dengan perolehan luasan yang disebabkan banjir rancangan tersebut sebesar 3615,732 ha dengan kala ulang 25 tahun dan 3701,611 ha untuk kala ulang 50 tahun. Dilakukan juga pemodelan pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul serta normalisasi sungai dengan fitur channel modification di RAS-Mapper
Analisis Sebaran Nilai Erosi Lahan dan Upaya Konservasi pada Das Welang Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Muhammad Adhitya Aldi; Asmaranto, Runi; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.157

Abstract

Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada DAS Welang menyebabkan kawasan tersebut sering mengalami bencana banjir akibat meningkatnya erosi dan sedimentasi. Pada studi ini menggunakan model ArcSWAT untuk menghitung potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi sehingga dapat memetakan sebaran Indeks Bahaya Erosi (IBE) pada DAS Welang sehingga dapat dilakukan usaha konservasi yang optimal. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi eksisting didapatkan rata-rata laju erosi eksisting sebesar 31,947 ton/ha/tahun dan sedimentasi 27,569 ton/ha/tahun. Hasil yang didapatkan dari analisis Indeks Bahaya Erosi (IBE) yaitu IBE sedang dengan luas 29.602,068 ha (61,3 % dari luas total), kriteria tinggi dengan luas 18.691,649 ha (38,7 % dari luas total). Dengan menggunakan upaya konservasi vegetatif dengan mengganti penggunaan lahan pertanian lahan kering, semak belukar, dan tanah terbuka menjadi hutan berpedoman pada RLKT. Memperoleh nilai Indeks Bahaya Erosi (IBE) rendah dengan luas 5.162,207 ha (10,69 % dari luas total) dan IBE sedang dengan luas 43.131,510 ha (10,69 % dari luas total). Hasil tersebut menunjukkan pelaksanaan usaha konservasi vegetatif dapat mengurangi erosi maupun sedimen pada DAS Welang.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis pada Sub DAS Waduk Kedungombo Nurhaliza, Salma; Asmaranto, Runi; Dara Lufira, Rahmah
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.162

Abstract

Sub DAS Waduk Kedungombo menghadapi berbagai masalah seperti banjir, kekeringan, dan tanah longsor yang disebabkan oleh alih fungsi lahan. Hal ini mengurangi kemampuan DAS dalam menjalankan fungsinya sebagai daerah tangkapan air, sehingga meningkatkan erosi di bagian hulu dan menyebabkan sedimentasi di bagian hilir, yaitu di Waduk Kedungombo. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka diperlukan analisis erosi dengan outlet Bendungan Kedungombo serta melakukan peninjauan bahaya erosinya dan melakukan arahan konservasi lahan. Analisis laju erosi yang dilakukan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) didapatkan rerata laju erosi 358,28 ton/ha/tahun atau 27,56 mm/tahun. Hasil analisis sedimen dengan menggunakan SDR Boyce 6,08% didapatkan 1.259.669,23 ton/tahun atau 1,68 mm/tahun. Hasil analisis kriteria Indeks Bahaya Erosi eksiting didapatkan kriteria rendah dengan luas 146,59 km2 (25,37% dari luasan total wilayah studi), sedang 104,65 km2 (18,11%), tinggi 157,94 km2 (27,33%), dan sangat tinggi 168,63 km2 (29,18%). Dilakukan usaha konservasi lahan secara vegetatif dapat mereduksi 42,15%, rerata laju erosi menjadi 207,28 ton/ha/tahun atau 15,94 mm/tahun dan hasil sedimen 728.762,49 ton/tahun atau 0,97 mm/tahun. Usaha konservasi mekanik dilakukan dengan merencanakan 10 titik check dan mampu mereduksi sedimen 17,81% dari kondisi eksisting menjadi 796.418,78 m3/tahun atau 1,38 mm/tahun.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis Sistem Inofrmasi Geografis pada Sub DAS Rawapening Ghaisani, Amalia; Asmaranto, Runi; Suhartanto, Ery
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.163

Abstract

Sub DAS Rawapening, yang terletak pada hulu DAS Tuntang, Provinsi Jawa Tengah, merupakan DAS Prioritas I karena kondisinya yang memprihatinkan. Bencana banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi akibat perubahan tata guna lahan dan pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan, sehingga memicu erosi dan sedimentasi. Studi ini menganalisis laju erosi dan hasil sedimen serta memetakan sebaran indeks bahaya erosi di Sub DAS Rawapening untuk merumuskan arahan konservasi yang optimal. Metode USLE digunakan untuk menentukan laju erosi, dengan hasil rerata laju erosi 404,44 ton/ha/tahun atau 25,28 mm/tahun. Dengan SDR (Sediment Delivery Ratio) menurut rumus Boyce (1975) sebesar 7,50%, hasil sedimen mencapai 873.139,99 ton/tahun atau 1,89 mm/tahun. Indeks Bahaya Erosi kondisi eksisting menunjukkan 21,04% wilayah rendah (60,57 km2), 10,30% sedang (29,64 km2), 18,88% tinggi (54,34 km2), dan 49,78% sangat tinggi (143,30 km2). Konservasi vegetatif menurunkan laju erosi 47,46% menjadi 212,49 ton/ha/tahun atau 13,28 mm/tahun, dengan hasil sedimen 458.711,12 ton/tahun atau 1,00 mm/tahun. Konservasi mekanis dengan merencanakan 6 titik check dam menurunkan hasil sedimen 26,21% menjadi 643.955,45 ton/tahun atau 1,40 mm/tahun. Usaha konservasi lahan yang dilakukan dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi kekritisan lahan Sub DAS Rawapening.
Analysis of Erosion and Land Conservation Based on Geographic Information System in Way Sekampung Subwatershed Azzahra, Arrum; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2024.007.02.4

Abstract

Way Sekampung subwatershed is the watershed area of Way Sekampung dam. The changes in land use that occurred in the Way Sekampung subwatershed caused flooding and landslides. To reduce existing problems, vegetative and mechanical land conservation efforts are needed. In this study, the USLE method was used to estimate the rate of erosion and then map the distribution of the Erosion Hazard Index in the Way Sekampung Subwatershed with the help of Geographic Information System (GIS). Based on existing conditions, the erosion rate in 2017 was 29626.262 tons/ha/year; in 2022, the erosion rate was 76617.579 tons/ha/year. The results of the analysis of the Erosion Hazard Index in 2017 and 2022 showed four criteria, namely low with a difference of -1.115%, moderate with an increase of 1.140%, high with a difference of -0.097%, and very high with a difference of 0.071%. Conservation with new land use, construction of terraces, and check dams has resulted in a reduction in erosion in the Way Sekampung Subwatershed with an Erosion Hazard Index, which is a low index increase of 26.992% from the existing condition and a very high 22.819% reduction from the existing condition. These results show that land conservation can reduce erosion in the Way Sekampung Subwatershed.
Pemetaan Tingkat Kerentanan Air Tanah terhadap Pencemaran Berdasarkan Metode SINTACS di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang Andini, Rika Septian; Siswoyo, Hari; Asmaranto, Runi
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.366

Abstract

Kecamatan Gudo memanfaatkan air tanah yang diambil langsung melalui sumur gali untuk memenuhi kebutuhan domestik, irigasi, ataupun indutsri. Aktivitas dari masyarakat ini dapat berpotensi menjadi polutan yang berdampak pada pencemaran air tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemetaan tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran air tanah. Penelitian ini dilakukan pada 25 sumur gali yang berada di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang selama 5 bulan, yaitu bulan Juli 2023 hingga bulan November 2023. Penilitian ini menggunakan metode SINTACS dengan 7 parameter hidrogeologi, yaitu S—Soggiacenza (Kedalaman Muka Air Tanah), I—Infiltrazione Efficace (Laju Pengisian Kembali), N—Non-saturo (Kondisi Zona Tak Jenuh), T—Tipologia Della Copertura (Tekstur Tanah), A—Acquifero (Media Akuifer), C—Conducibilità Idraulica Dell’Acquifero (Konduktivitas Hidraulik), S—Superficie Topografika (Kemiringan Lereng). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks berkisar antara 137,5–194,00 dengan tingkat kerentanan sedang, agak tinggi, dan tinggi. Pemetaan sebaran tingkat kerentanan air tanah didominasi oleh tingkat kerentanan agak tinggi dengan presentase luas sebesar 91,11%–98,08% dari total luas wilayah penelitian.
Assessing Liquefaction Risk at Timika Steam Power Plant through Cyclic Stress Ratio Analysis Using Borehole Data Marsudi, Suwanto; Lufira, Rahmah Dara; Sajali, Muhammad Amar; Putra, Sebrian Bessely Mirdeklis; Asmaranto, Runi; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.01.9

Abstract

Energy infrastructure, particularly power plants, is critical in national and regional development. This study aims to determine the optimal placement and design of the Timika PLTU (power plant) by conducting comprehensive soil and rock investigations, focusing on seismic risks. The primary objective is to assess the geotechnical conditions of the site to ensure structural stability and safety in this high-seismicity zone. Key methods used in this study include borehole drilling, soil classification tests, and seismic hazard analysis. The soil at the site is classified as medium (SD) with Vs values ranging from 175 to 350 m/sec, and the seismic zone’s coefficient (Z) is 0.6, indicating significant seismic potential. The results reveal that specific design measures, such as sheet piles and retaining walls, are necessary to mitigate the risks of lateral collapse in areas with significant soil excavation. Furthermore, seismic design considerations were incorporated to improve the plant’s earthquake resistance. The findings of this study provide essential geotechnical data and practical recommendations, ensuring the safe and resilient construction of the PLTU Timika in a region prone to seismic activity while guiding future infrastructure projects in similar high-risk zones.
Analisis Stabilitas Tubuh Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur qoidulhaq, fayyadh; Asmaranto, Runi; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.073

Abstract

Bendungan Sepaku Semoi adalah bendungan pertama yang dibuat di IKN. Bendungan Sepaku Semoi merupakan jenis bendungan homogen dengan clay sebagai material ini. Bendungan ini dilengkapi dengan vertical drain, horizontal drain, dan rock toe. Bendungan harus memenuhi angka faktor keamanan yang disyaratkan, maka studi ini bertujuan untuk menganalisa rembesan, piping, stabilitas lereng dan deformasi permanen. Secara geologi, bendungan ini bertumpu pada batuan formasi pamaluan. Bedasarkan hasil test lugeon, bendungan tidak memerlukan perbaikan pondasi, dan daya dukung pondasi dapat menahan beban timbunan bendungan. Stabilitas terhadap aliran rembesan yang dianalisis menggunakan SEEP/W menunjukkan bahwa debit rembesan, gejala piping memenuhi syarat faktor keamanan. Analisis stabilitas lereng dengan Metode Bishop menggunakan SLOPE/W memperlihatkan bahwa kondisi statis, OBE 100 dan MDE 5000 memenuhi syarat faktor keamanan. Analisa deformasi permanen terbukti tidak diperlukan pada studi ini.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Zein Muammar Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Diah Fitri Maulida Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Hidayat, Mustafa Mukti Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Prima Hadi Wicaksono qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Pratama Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yana Cunanda ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma