Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perencanaan Sumur Injeksi Dalam Upaya Penanggulangan Genangan Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Di RW. 8 Dan 9 – Kelurahan Blimbing, Kota Malang) Syafira, Annisa Zuyyinani'ma; Bisri, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.32

Abstract

RW.8 and 9 areas, Blimbing Sub-district, Malang city is one of the areas that often occur inundation due to changes in land cover and narrowing of drainage channels. The solution is the manufacture of injection wells to determine the inundation, planning, and effectiveness of injection wells at the research site. To analyze it, modeling rain inundation a return period of 2 years and 5 years using Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 application. Calibration results showed for the Root Mean Square Error (RMSE) value, modeling discharge and measurable discharge for a return period of 2 years is 17.3%, and a return period of 5 years is 20.9%. The simulation results showed the capacity of existing drainage channels for a return period of 2 years and 5 years resulted in 8 channels overflowing from 42 existing channels with the number of injection wells needed as many as 45 injection wells for 8 water catchment areas. The effectiveness value of the application of injection wells using rain barrels obtained results for a return period of 2 years is 66.67%-93.33% with average injection well effectiveness is 84.66% and a return period of 5 years is 66%-95% with average injection well effectiveness is 84.78%. 
Analisa Keruntuhan Bendungan Salomekko Kabupaten Bone Dengan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Ayu, Mirsa; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.29

Abstract

Bendungan Salomekko terletak di Dukuh Salomekko Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan air bagi kebutuhan irigasi pertanian seluas 1722 Ha. Bendungan Salomekko disamping memiliki manfaat juga menyimpan potensi bahaya, yaitu apabila bendungan runtuh. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa keruntuhan bendungan Bendungan Salomekko yang diasumsikan akibat overtopping dan pipping  menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Bedasarkan hasil simulasi melalui aplikasi Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Salomekko yang menimbulkan dampak paling besar dengan debit banjir rancangan PMF sebesar 753,862 m³/det dan luas genangan 15,694 km2 dengan tinggi genangan maksimum 7,759 m. Keruntuhan Bendungan Salomekko mengakibatkan 11 desa terdampak pada bagian hilir bendungan dengan jumlah penduduk terkena resiko 2565 jiwa.
Analisa Erosi di DAS Kali Lamong Menggunakan Pendekatan ArcSWAT Pane, Yasmin Pebriani Sitorus; Sholichin, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.44

Abstract

Flood on the downstream and sedimentation at the bottom of the river often occured in Kali Lamong Watershed. From those problems to reduce problems occurin in Kali LamongoWatershed, need new landuse method (scenario) using ArcSWAT as a conservation. To get the result of runoff, erosion, and sedimentation ArcSWAT program need 4 processes : watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU), input database, and simulation. The results showed an average runoff rate of 55.369 mm/tahun, average erosion rate of 31.578 ton/ha/tahun, and average sedimentation rate of 67576.11 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Indekx by Hammer (1981), shows that the index at low level (index , 1.0) in an area of 20239.267 ha, medium level (index 1.01-4.0) in an area of 27999.556, high level (index 4.01 – 10.0) in an area of 24166.261 ha. With the conservation that was adjusted to the land capacity of Kali Lamong Watershed, the new land use could reduce runoff by 22.92%, erosion of 22.01%, and sedimentation of 44.55%. Using new land use shows that  the Erosion Hazard Index Kali Lamong Watershed was at low level and medium level. DAS Kali Lamong sering mendapat bencana seperti banjir pada bagian hilir serta pendangkalan dasar sungai akibat laju sedimentasi. Dari permasalahan tersebut maka untuk mengurangi permasalahan pada DAS Kali Lamong diperlukan usaha konservasi dengan merencanakan tata guna lahan yang baru menggunakan model ArcSWAT. Untuk mendapatkan hasil limpasan, erosi, dan sedimentasi model ArcSWAT memerlukan 4 proses yaitu pembuatan delineasi DAS, pengolahan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan database, dan melakukan simulasi. Dari analisa menunjukkan rerata limpasan 55.369 mm/tahun, rerata erosi 31.578 ton/ha/tahun, dan rerata sedimen 67576.11 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi oleh Hammer (1981) diperoleh indeks dengan kriteria rendah (indeks < 1.0) seluas 20239.267 ha, kriteria sedang (indeks 1.01-4.0) seluas 27999.556, kriteria tinggi (indeks 4.01 – 10.0) seluas 24166.261 ha. Hasil dari skenario pembuatan tata guna lahan baru yang disesuaikan dengan kemampuan lahan DAS Kali Lamong menunjukkan penurunan limpasan sebesar 22.92%, erosi sebesar 22.01%, dan sedimentasi sebesar 44.55%. Menggunakan tata guna lahan baru kriteria Indeks Bahaya Erosi DAS Kali Lamong berada di kriteria rendah dan sedang. 
Analisa Keruntuhan Bendungan Gembong Di Kabupaten Pati Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Milleanisa, Khofifah Endar; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.43

Abstract

A dam is a structure built across a river to hold back water. Reservoirs created by dams not only suppress floods but also provide water for activities such as for water, irrigation, power generation, and flood control. But behind the benefits that can be obtained from dams, dams also have a large potential hazard in the form of the possibility of a dam break. The main causes of dam break are overtopping and pipping. So that analysis is needed related to dam break to minimize the impact. Based on the Zhong Xing HY21 software, the most severe impact of the break of the Gembong Dam was due to overtopping using the QInflow PMF design flood of 780,967 m3/s and resulted in an inundation area of 54,682 km2 with a maximum inundation height of 5,129 m. As a result of the break of the Gembong Dam, 37 villages downstream of the Gembong Dam were flooded. There are 80,819 people affected by this risk and it is stated that all affected villages are at the 4th hazard classification level or very high hazard. Bendungan adalah suatu struktur dibangun di sungai untuk menahan air. Waduk yang diciptakan oleh bendungan tidak hanya menekan banjir tapi juga menyediakan air untuk kegiatan seperti irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan pengendali banjir. Namun di samping manfaatnya yang besar, pembangunan bendungan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, yakni berupa keruntuhan bendungan. Penyebab utama dari keruntuhan bendungan adalah overtopping dan pipping. Sehingga diperlukan analisis terkait keruntuhan bendungan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan software Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Gembong yang paling parah disebabkan karena overtopping dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 780,967 m3/det dan menghasilkan luas genangan 54,682 km2 dengan tinggi genangan maksimum 5,129 m. Akibat keruntuhan Bendungan Gembong, 37 desa di hilir Bendungan Gembong terkena banjir. Terdadpat 80.819 jiwa penduduk terkena risiko tersebut dan dinyatakan bahwa seluruh desa terdampak berada pada tingkat klasifikasi bahaya ke-4 atau bahaya sangat tinggi.
Studi Erosi Dan Sedimentasi Tambang Batubara Pada Pit Pinang South Pt. Kaltim Prima Coal Menggunakan Geographic Information System (ArcGIS) Muhtasar, Iqbal Maulana; Sholichin, Moh.; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.18

Abstract

Penambangan batubara oleh PT.Kaltim Prima Coal (KPC)  merupakan penambangan terbuka, sehingga dapat menimbulkan hilangnya bentuk permukaan bumi, meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi, erosi, sedimentasi, maupun penurunan produktivitas tanah. Oleh karena itu diperlukan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang. Dalam proses reklamasi pasca tambang dibutuhkan spesifikasi khusus agar hasil dari reklamasi sesuai dengan yang diharapkan. Faktor-faktor erosi yang memenuhi persamaan USLE dapat diolah dengan mudah menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis. Dari hasil perhitungan pada Pit Pinang South PT.KPC, didapatkan laju erosi 32,62 (ton/ha/tahun), daerah yang mengalami erosi sangat ringan seluas 27,26 ha (35,12%), erosi ringan seluas 27,89 ha (35,94%), erosi sedang seluas 20,60 ha (26,54%), erosi berat seluas 1,62 ha (2,08%), dan erosi sangat berat seluas 0,21 ha (0,27%). Berdasarkan perhitungan SDR, didapatkan hasil sebesar 1440,8 ton/tahun, sedangkan perkiraan besar perhitungan sedimen secara aktual didapatkan nilai sebesar 2223,6 ton/tahun. Maka didapati hasil SDR (931,3 ton/tahun) < hasil aktual (2223,6 ton/tahun). Hal tersebut dikarenakan hasil perhitungan SDR menggunakan nilai erosi yang diperoleh dari metode USLE yang merupakan pendugaan laju erosi sedangkan dalam perhitungan sedimentasi aktual berdasarkan dari perhitungan secara langsung dan hasil laboratorium PT. Kaltim Prima Coal.
Analisa Laju Erosi dan Arahan Konservasi Lahan Berbasis ArcGIS pada DAS Parangjoho Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah Tuhepaly, Firman Syarif; Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.63 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.26

Abstract

Waduk Parangjoho yang berlokasi di Desa demesan Kecamatan eromoko Wonogiri Jawa Tengah ini merupakan waduk multiguna yang berfungsi sebagai irigasi. Studi ini bertujuan untuk mencari nilai laju erosi dan sedimen beserta tingkat bahaya erosi pada DAS Waduk Parangjoho. Eksplorasi ini juga akan membawa perlindungan lahan untuk diterapkan di lokasi pemeriksaan. Dalam pengujian ini, untuk menentukan nilai laju disintegrasi menggunakan USLE. Penulis menggunakan data jumlah hujan bulanan, data jumlah hari hujan, data hujan harian maksimum untuk menentukan nilai R, kemudian data jenis tanah untuk menentukan nilai K, data kemiringan lereng untuk menentukan nilai LS, data koefisien CP untuk menentukan tata guna lahan, Perhitungan menggunakan metode USLE diperoleh nilai laju erosi rata-rata sebesar 62,322 ton/ha/tahun. Hasil analisis tingkat bahaya erosi diperoleh di sangat ringan sejumlah 30,63%, ringan 42%, sedang 19,74%, berat 6,27%, dan sangat berat 1,5%. Berdasarkan perhitungan Sediment delivery ratio (SDR), didapatkan hasil perkiraan sedimen sebesar 42.832 ton/tahun. Hasil estimasi sedimen di Waduk 39.254 m3/tahun maka waktu pengendapan dari berbagai elevasi dikomulatifkan didapatkan usia guna waduk 32 tahun. Setelah itu dilakukan penanganan Konservasi lahan dilakukan dengan 2 metode yaitu metode vegetatif dan metode mekanis. Hasil konservasi lahan tersebut dapat dilakukan secara optimal karena dapat mengurangi laju erosi dan tingkat bahaya erosi.
Studi Perencanaan Dinding Penahan Sebagai Upaya Penanganan Kelongsoran Lereng Pada Ruas Jalan Trenggalek - Ponorogo Provinsi Jawa Timur Rosdiyono, Anangga; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.46

Abstract

Kegagalan lereng dan tanah longsor masih menjadi masalah serius dan sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Bila terjadi kegagalan lereng ini maka dapat menyebabkan kerugian baik secara materil dan imateril. Studi kegagalan lereng ini berada di ruas jalan Trenggalek – Ponorogo (Km 16+650 – Km 17+750) dan (Km 17+400 – Km 17+550) Provinsi Jawa Timur dimana memiliki kondisi topografi curam. Dari berbagai macam faktor penyebab kegagalan lereng dan tanah longsor maka perlu mengetahui faktor aman lereng pada ruas jalan Trenggalek – Ponorogo. Dari hasil analisis stabilitas lereng asli menggunakan bantuan software Geo5 didapatkan hasil bahwa nilai faktor aman terhadap stabilitas lereng  ≤ 1,5 tanpa adanya pengaruh gempa. Sedangkan untuk stabilitas lereng dengan pengaruh gempa didapatkan hasil faktor aman terhadap lereng alami ≤ 1,1. Berdasarkan analisis nilai faktor aman kondisi eksisting yang menyatakan bahwa lereng asli tidak aman oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan lereng menggunakan dinding penahan sebagai upaya penanganan kelongsoran lereng. Dari hasil analisis stabilitas lereng kembali setelah adanya perbaikan lereng dengan dinding penahan menunjukan nilai angka aman yang lebih baik dengan kondisi tanpa gampa dengan nilai ≥ 1,5 dan nilai angka aman ≥ 1,1 akibat beban gempa. Sedangkan untuk mengatasi masalah kegagalan lereng menggunakan dinding penahan membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp. 11.934.155.000,00.
Aplikasi Stability Chart untuk Idealisasi Desain Tanggul Kali Lamong di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur Sanwa, Niken Wibasari; Hendrawan, Andre Primantyo; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.43

Abstract

Keruntuhan tanggul adalah salah satu kecelakaan di bidang teknik yang menyebabkan bencana banjir. Hal tersebut disebabkan karena proses perencanaan yang tidak benar sehingga tidak memenuhi persyaratan teknis. Salah satu kasusnya terjadi di Kali Lamong, Jawa Timur. Kali Lamong memiliki permasalaan banjir yang disebabkan oleh keruntuhan tanggul hampir setiap tahunnya. Tujuan dari studi ini yaitu adanya suatu pedoman yang digunakan untuk merencanakan struktur tanggul yang aman dan bertahan lama. Dengan bantuan grafik sederhana disebut stability chart yang memiliki hubungan antara nilai faktor keamanan dengan dimensi tanggul. Studi ini menggunakan dua parameter, yaitu parameter dimensi dan parameter jenis tanah. Untuk parameter jenis tanah dibagi lagi menjadi empat variasi jenis tanah berdasarkan nilai parameternya. Setelah diinput ke dalam aplikasi geostudio 2018 didapatkan bahwa desain variasi I dan III dinyatakan aman sedangkan variasi II dan IV tidak aman. Desain yang tidak aman tersebut dibutuhkan perkuatan sehingga ditambahkan berm dan pile dan menghasilkan semua variasi dinyatakan aman. Maka penggunaan berm dan pile sebagai perkuatan dinyatakan efektif untuk meningkatkan nilai faktor keamanan.
Analisis Angkutan Sedimen Sungai Welang Pasuruan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal; Sisinggih, Dian; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.06

Abstract

Welang River is one of the rivers that cross Pasuruan Regency with the upper reaches of the river being on Mount Welirang. The capacity of the Welang River is no longer able to accommodate and flow the magnitude of flood discharge, one of the causes is erosion and sedimentation. Therefore, it is necessary to carry out sediment transport analysis using the HEC-RAS application. To be able to model, several data are needed, including topographic data, dominant discharge data (14,91 m3/second), plan flood data (435,04 m3/second), and gradation data of Welang River sediment grains. Before modeling, it is necessary to calibrate and validate to determine the transport method that is closest to the existing field conditions. Calibration is carried out by conducting sedimentation modeling in 2019 – 2021, the result is the method that is closest to Meyer Peter Muller with an NSE value of 0,69. Sediment transportation modeling carried out for 5 years (2022-2027) found that the magnitude of Welang River sediment transportation was 1,86 x 10 tons per year with changes in aggradation and degradation of an average of 0,4 m. Normalization planning is carried out by improving the slope due to sedimentation with a volume of excavations 110.669 m3, as well as adding an embankment with an average height of 1,4 m so that runoff does not occur.Sungai Welang merupakan salah satu sungai yang melintasi Kabupaten Pasuruan dengan hulu sungai berada di Gunung Welirang. Daya tampung Sungai Welang sudah tidak mampu menampung dan mengalirkan besarnya debit banjir, salah satu penyebabnya adalah karena terjadi erosi dan sedimentasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis angkutan sedimen menggunakan aplikasi HEC-RAS. Untuk dapat melakukan pemodelan dibutuhkan beberapa data antara lain data topografi, data debit dominan (14,91 m3/detik), data banjir rencana (435,04 m3/detik), dan data gradasi butiran sedimen Sungai Welang. Sebelum dilakukan pemodelan, perlu dilakukan kalibrasi dan validasi untuk menentukan metode pengangkutan yang paling mendekati dengan kondisi lapangan yang ada. Kalibrasi dilakukan dengan melakukan pemodelan sedimentasi pada tahun 2019 – 2021, hasilnya adalah metode yang paling mendekati Meyer Peter Muller dengan nilai NSE 0,69. Pemodelan angkutan sedimen yang dilakukan selama 5 tahun (2022-2027) didapatkan bahwa besar angkutan sedimen Sungai Welang adalah sebesar 1,86 x 10 ton per tahunnya dengan perubahan agradasi dan degradasi rata-rata sebesar 0,4 m. Perencanaan normalisasi dilakukan dengan perbaikan slope akibat sedimentasi dengan volume galian sebesar 110.669 , serta penambahkan tanggul dengan tinggi rata-rata 1,4 m agar tidak terjadi limpasan.
Analisis Kerentanan Intrinsik dan Spesifik Airtanah Terhadap Pencemaran di Sub DAS Amprong, Malang, Jawa Timur Analysis of Intrinsic and Specific Groundwater Vulnerability to Pollution in Amprong Sub-watershed, Malang, East Java Hezron, Yoel Dongan; Asmaranto, Runi; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.19

Abstract

Airtanah menjadi sumber air yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan aktivitas masyarakat di daerah Sub DAS Amprong mengakibatkan potensi airtanah untuk tercemar semakin tinggi. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kerentanan intrinsik dan spesifik airtanah di wilayah Sub DAS Amprong dan mengetahui zonasi kerentanan airtanah berdasarkan klasifikasi kerentanan di wilayah Sub DAS Amprong. Metode analisis pada penelitian kali ini yaitu kerentanan airtanah dengan metode Susceptibility Index (SI) oleh Ribeiro. Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah kedalaman muka airtanah, media akuifer, imbuhan airtanah, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Klasifikasi kerentanan airtanah dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian ini adalah (1) kerentanan intrinsik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 149.702 km² kerentanan sedang seluas 173.698 km² dan kerentanan tinggi seluas 9.203 km². (2) Kerentanan spesifik terdiri atas tingkat kerentanan rendah seluas 113.34 km², kerentanan sedang seluas 119.471 km² dan kerentanan tinggi seluas 99.792 km². (3) Kerentanan rendah terdapat di bagian hulu, kerentanan sedang terdapat di bagian tengah dan hilir, dan kerentanan tinggi terdapat pada bagian hilir Sub DAS Amprong.Groundwater is a source of water needed by humans for a living. Population growth in the Amprong sub-watershed causes the potential for groundwater to be polluted to be higher. The purpose of this study was to determine the intrinsic and specific groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed and to determine the zoning of groundwater vulnerability in the Amprong sub-watershed. The method used in this study is groundwater vulnerability using the Susceptibility Index (SI) method by Ribeiro. The parameters used in this study are the depth of the groundwater table, recharge, aquifer media, slope, and land use. The classification of groundwater vulnerability consists of three classes based on the level of groundwater vulnerability, low, medium, and high. The results of this study are (1) Intrinsic vulnerability consists of a low vulnerability of 149,702 km², a medium vulnerability of 173,698 km², and a high vulnerability of 9,203 km². (2) Specific vulnerability consists of a low vulnerability of 113.34 km², a medium vulnerability of 119,471 km², and a high vulnerability of 99,792 km². (3) Low vulnerability is upstream, medium vulnerability is in the middle and downstream, and high vulnerability is downstream of the Amprong sub-watershed.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Al Huda, Reja Palevi Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Cunanda, Yana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Kasyful Haq, Muhammad Fariz Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Maulida, Diah Fitri Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Palla, Anna Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pangestu, Bima Aji Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Pratama, Rizki Ramadhani Prima Hadi Wicaksono Purnomo, Yehezkiel Christian qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rubiantoro, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yahya, Irsyad Musthofa ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma