Claim Missing Document
Check
Articles

Comparative Analysis of River Capacity with Maximum Discharge in Ngotok Ring Canal Widodo, Yudo Wahyu; Asmaranto, Runi; Dermawan , Very
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i11.1177

Abstract

Flooding in the Ngotok Ring Canal is a recurring problem, primarily caused by intense rainfall, elevated water levels of the Brantas River, and the limited capacity of the canal's flow. This issue is especially evident at the confluence points of the Ngotok Ring Canal with its tributaries, where backwater effects or puddling occur. The objective of this study is to analyze the flood dynamics in the Ngotok Ring Canal, specifically evaluating the rise in floodwater levels and necessary mitigation measures. The analysis was conducted using the HEC-RAS program to model existing river conditions and assess flood risks. The study identifies that the embankment height at the upstream section of the Ngotok River is insufficient to contain the flood discharge, leading to overflow into surrounding agricultural fields. The flood design for the Ngotok River, based on a 25-year return period, was determined to be 866.29 m³/sec. The proposed solution involves an economical embankment design with a 1:1.25 slope, ensuring that the floodwater level remains below the average land elevation. This design approach addresses both floodwater containment and cost-efficiency in construction, providing a sustainable solution to reduce flooding risks in the area.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
An Integrated Performance Index for Decentralized Water Supply Systems: A Case Study of SiPAS in the Brantas River Basin Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi; Sajali, M. Amar; Suhartanto, Ery; Hidayat, Mustafa Mukti; Utami, Rizki Tri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12137

Abstract

To develop and validate an Integrated Performance Index Model (IPIM) for evaluating Simple Water Supply Systems (SiPAS) in the Brantas River Basin, Indonesia. We surveyed, audited, and interviewed stakeholders at 31 SiPAS sites. Latent constructs were tested using SEM–PLS, and dimension weights were optimized with the Generalized Reduced Gradient method. The model explained system performance well (R² = 0.95) and showed high predictive reliability. The technical dimension exerted the strongest influence (72.10%), followed by managerial (26.70%) and social (15.10%) factors. The index differentiated low and high performing sites and was consistent with field audit findings. A companion mobile application enabled real time reporting and feedback to strengthen community participation. IPIM provides a concise, scalable framework for assessing decentralized water supply, prioritizing technical improvements while supporting managerial and social strengthening, and can inform investment and governance decisions for rural water services.
Analisa Keruntuhan Bendungan Kering Ciawi Menggunakan Program HEC-RAS dan InaSAFE Pramana, Fabian Raditya; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.16

Abstract

Dam is a structure built across a stream to retain water for the purpose of water supply, irrigation, hydropower, and flood control. Beside the high benefits, dams are also a potential threat to public safety, which is dam break/dam failure. The purpose of this study was to discover various scenarios of dam break at Ciawi Dam, with the main modes of failure have been identified as piping or overtopping. Ciawi dam break are modeled and analyzed using HEC-RAS v5.0.7 based on available geometry data. After that, based on regional population data, the economic loss calculated using InaSAFE. The simulation results showed that the Probable Maximum Flood (PMF) with a peak discharge of 1845,867 m3/s did not generate an overtopping scenario. From the analysis of 2-D simulation in HEC-RAS, the Ciawi dam break due to piping at Probable Maximum Flood (PMF) has a maximum water depth of 46,419 m with the area of inundation covers 108,04 km2. Those numbers imply that Ciawi Dam break classified as a high-hazard category.
Analisa Banjir Kali Pekalen Kabupaten Probolinggo Menggunakan Aplikasi HEC – RAS Maulana, Muhammad Adnan; Asmaranto, Runi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.18

Abstract

The upstream area of the Pekalen watershed has undergone land-use changes, resulting in sedimentation, which resulted in a reduction in the river's existing ability to accommodate water discharge. Therefore, it caused the problem of flooding around the Kali Pekalen area. Hence, to determine the river's existing capabilities and find alternative solutions to the flood problem, an analysis of the Kali Pekalen's capacity using the HEC-RAS application was carried out by the researcher. The research process was conducted in the upstream, middle, and downstream rivers with a Q50 year return period using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph. Based on the analysis results that have been carried out, there are 163 stakes in the area unable to accommodate the discharge. As a solution to the problem, the 163 pegs in Kali Pekalen were installed with embankments with the Concrete Sheet Pile (CCSP) design which had a length of 12 m and a depth of 6.45 m from the riverbed. Wilayah hulu DAS Pekalen mengalami perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya sedimentasi pada Kali Pekalen. Dengan adanya sedimentasi tersebut, maka dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan eksisting sungai untuk menampung debit, sehingga menyebabkan masalah banjir di sekitar wilayah Kali Pekalen. Dalam hal ini maka dilakukan analisa kapasitas Kali Pekalen dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS untuk mengetahui kemampuan eksisting sungai dan juga mengetahui alternatif penyelesaian dari masalah banjir tersebut. Untuk melakukan analisa tersebut diperlukan analisa hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rancangan. Metode yang digunakan untuk mencari debit banjir rancangan yaitu dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dengan kala ulang Q50 th untuk wilayah hulu, tengah, dan hilir Kali Pekalen. Setelah mendapatkan hasil perhitungan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisa aliran dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, terdapat 163 ruas patok di wilayah hulu, tengah dan hilir Kali Pekalen yang tidak mampu menampung debit. Sehingga ada 163 ruas patok di Kali pekalen yang dipasang tanggul dengan desain Concrete Sheet Pile (CCSP) yang memiliki panjang 12 m, dan kedalaman 6,45 m dari dasar sungai.
Studi Perencanaan Sumur Injeksi Dalam Upaya Penanggulangan Genangan Di Kawasan Perkotaan (Studi Kasus Di RW. 8 Dan 9 – Kelurahan Blimbing, Kota Malang) Syafira, Annisa Zuyyinani'ma; Bisri, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.32

Abstract

RW.8 and 9 areas, Blimbing Sub-district, Malang city is one of the areas that often occur inundation due to changes in land cover and narrowing of drainage channels. The solution is the manufacture of injection wells to determine the inundation, planning, and effectiveness of injection wells at the research site. To analyze it, modeling rain inundation a return period of 2 years and 5 years using Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 application. Calibration results showed for the Root Mean Square Error (RMSE) value, modeling discharge and measurable discharge for a return period of 2 years is 17.3%, and a return period of 5 years is 20.9%. The simulation results showed the capacity of existing drainage channels for a return period of 2 years and 5 years resulted in 8 channels overflowing from 42 existing channels with the number of injection wells needed as many as 45 injection wells for 8 water catchment areas. The effectiveness value of the application of injection wells using rain barrels obtained results for a return period of 2 years is 66.67%-93.33% with average injection well effectiveness is 84.66% and a return period of 5 years is 66%-95% with average injection well effectiveness is 84.78%. 
Analisa Keruntuhan Bendungan Salomekko Kabupaten Bone Dengan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Ayu, Mirsa; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.29

Abstract

Bendungan Salomekko terletak di Dukuh Salomekko Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan air bagi kebutuhan irigasi pertanian seluas 1722 Ha. Bendungan Salomekko disamping memiliki manfaat juga menyimpan potensi bahaya, yaitu apabila bendungan runtuh. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa keruntuhan bendungan Bendungan Salomekko yang diasumsikan akibat overtopping dan pipping  menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Bedasarkan hasil simulasi melalui aplikasi Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Salomekko yang menimbulkan dampak paling besar dengan debit banjir rancangan PMF sebesar 753,862 m³/det dan luas genangan 15,694 km2 dengan tinggi genangan maksimum 7,759 m. Keruntuhan Bendungan Salomekko mengakibatkan 11 desa terdampak pada bagian hilir bendungan dengan jumlah penduduk terkena resiko 2565 jiwa.
Analisa Erosi di DAS Kali Lamong Menggunakan Pendekatan ArcSWAT Pane, Yasmin Pebriani Sitorus; Sholichin, Mohammad; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.44

Abstract

Flood on the downstream and sedimentation at the bottom of the river often occured in Kali Lamong Watershed. From those problems to reduce problems occurin in Kali LamongoWatershed, need new landuse method (scenario) using ArcSWAT as a conservation. To get the result of runoff, erosion, and sedimentation ArcSWAT program need 4 processes : watershed delineation, Hydrological Response Unit (HRU), input database, and simulation. The results showed an average runoff rate of 55.369 mm/tahun, average erosion rate of 31.578 ton/ha/tahun, and average sedimentation rate of 67576.11 m3. The analysis result of the Erosion Hazard Indekx by Hammer (1981), shows that the index at low level (index , 1.0) in an area of 20239.267 ha, medium level (index 1.01-4.0) in an area of 27999.556, high level (index 4.01 – 10.0) in an area of 24166.261 ha. With the conservation that was adjusted to the land capacity of Kali Lamong Watershed, the new land use could reduce runoff by 22.92%, erosion of 22.01%, and sedimentation of 44.55%. Using new land use shows that  the Erosion Hazard Index Kali Lamong Watershed was at low level and medium level. DAS Kali Lamong sering mendapat bencana seperti banjir pada bagian hilir serta pendangkalan dasar sungai akibat laju sedimentasi. Dari permasalahan tersebut maka untuk mengurangi permasalahan pada DAS Kali Lamong diperlukan usaha konservasi dengan merencanakan tata guna lahan yang baru menggunakan model ArcSWAT. Untuk mendapatkan hasil limpasan, erosi, dan sedimentasi model ArcSWAT memerlukan 4 proses yaitu pembuatan delineasi DAS, pengolahan Hydrology Response Unit (HRU), memasukkan database, dan melakukan simulasi. Dari analisa menunjukkan rerata limpasan 55.369 mm/tahun, rerata erosi 31.578 ton/ha/tahun, dan rerata sedimen 67576.11 m3. Hasil analisa Indeks Bahaya Erosi oleh Hammer (1981) diperoleh indeks dengan kriteria rendah (indeks < 1.0) seluas 20239.267 ha, kriteria sedang (indeks 1.01-4.0) seluas 27999.556, kriteria tinggi (indeks 4.01 – 10.0) seluas 24166.261 ha. Hasil dari skenario pembuatan tata guna lahan baru yang disesuaikan dengan kemampuan lahan DAS Kali Lamong menunjukkan penurunan limpasan sebesar 22.92%, erosi sebesar 22.01%, dan sedimentasi sebesar 44.55%. Menggunakan tata guna lahan baru kriteria Indeks Bahaya Erosi DAS Kali Lamong berada di kriteria rendah dan sedang. 
Analisa Keruntuhan Bendungan Gembong Di Kabupaten Pati Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Milleanisa, Khofifah Endar; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.43

Abstract

A dam is a structure built across a river to hold back water. Reservoirs created by dams not only suppress floods but also provide water for activities such as for water, irrigation, power generation, and flood control. But behind the benefits that can be obtained from dams, dams also have a large potential hazard in the form of the possibility of a dam break. The main causes of dam break are overtopping and pipping. So that analysis is needed related to dam break to minimize the impact. Based on the Zhong Xing HY21 software, the most severe impact of the break of the Gembong Dam was due to overtopping using the QInflow PMF design flood of 780,967 m3/s and resulted in an inundation area of 54,682 km2 with a maximum inundation height of 5,129 m. As a result of the break of the Gembong Dam, 37 villages downstream of the Gembong Dam were flooded. There are 80,819 people affected by this risk and it is stated that all affected villages are at the 4th hazard classification level or very high hazard. Bendungan adalah suatu struktur dibangun di sungai untuk menahan air. Waduk yang diciptakan oleh bendungan tidak hanya menekan banjir tapi juga menyediakan air untuk kegiatan seperti irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan pengendali banjir. Namun di samping manfaatnya yang besar, pembangunan bendungan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, yakni berupa keruntuhan bendungan. Penyebab utama dari keruntuhan bendungan adalah overtopping dan pipping. Sehingga diperlukan analisis terkait keruntuhan bendungan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan software Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Gembong yang paling parah disebabkan karena overtopping dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 780,967 m3/det dan menghasilkan luas genangan 54,682 km2 dengan tinggi genangan maksimum 5,129 m. Akibat keruntuhan Bendungan Gembong, 37 desa di hilir Bendungan Gembong terkena banjir. Terdadpat 80.819 jiwa penduduk terkena risiko tersebut dan dinyatakan bahwa seluruh desa terdampak berada pada tingkat klasifikasi bahaya ke-4 atau bahaya sangat tinggi.
Studi Erosi Dan Sedimentasi Tambang Batubara Pada Pit Pinang South Pt. Kaltim Prima Coal Menggunakan Geographic Information System (ArcGIS) Muhtasar, Iqbal Maulana; Sholichin, Moh.; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.18

Abstract

Penambangan batubara oleh PT.Kaltim Prima Coal (KPC)  merupakan penambangan terbuka, sehingga dapat menimbulkan hilangnya bentuk permukaan bumi, meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi, erosi, sedimentasi, maupun penurunan produktivitas tanah. Oleh karena itu diperlukan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang. Dalam proses reklamasi pasca tambang dibutuhkan spesifikasi khusus agar hasil dari reklamasi sesuai dengan yang diharapkan. Faktor-faktor erosi yang memenuhi persamaan USLE dapat diolah dengan mudah menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis. Dari hasil perhitungan pada Pit Pinang South PT.KPC, didapatkan laju erosi 32,62 (ton/ha/tahun), daerah yang mengalami erosi sangat ringan seluas 27,26 ha (35,12%), erosi ringan seluas 27,89 ha (35,94%), erosi sedang seluas 20,60 ha (26,54%), erosi berat seluas 1,62 ha (2,08%), dan erosi sangat berat seluas 0,21 ha (0,27%). Berdasarkan perhitungan SDR, didapatkan hasil sebesar 1440,8 ton/tahun, sedangkan perkiraan besar perhitungan sedimen secara aktual didapatkan nilai sebesar 2223,6 ton/tahun. Maka didapati hasil SDR (931,3 ton/tahun) < hasil aktual (2223,6 ton/tahun). Hal tersebut dikarenakan hasil perhitungan SDR menggunakan nilai erosi yang diperoleh dari metode USLE yang merupakan pendugaan laju erosi sedangkan dalam perhitungan sedimentasi aktual berdasarkan dari perhitungan secara langsung dan hasil laboratorium PT. Kaltim Prima Coal.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhitya Zein Muammar Adhiwirawan, Patria Aditiya, Achmad Rizkiawan Agus Budiarto Aini Amalia, Ayu Khurotul Andini, Rika Septian Andre Primantyo Hendrawan Anggara Wiyono Wit Saputra Anggara Wiyono Wit Saputra, Anggara Wiyono Wit Ardiyansah, Ilham Ari Wahjudi Aristantha, Fatan Assajjad, Nurrohman Adi Ayu, Mirsa Azzahra, Arrum Berlian Gari Amrina Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Bias Angga Permana Denny Widhiyanuriyawan Denny Widhiyanuriyawan Dermawan , Very Dhoni Maranata Diah Fitri Maulida Dian Sisinggih Donny Harisuseno Dwi Priyantoro Efendy, Fatkhulloh Utsman Emma Yuliani Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fathinun Najib Fathurrahman, Alfa Anshori Fayiz, Naufal Muhammad Firmanda, Andry Riski Fitria Nur Khoirina, Fitria Nur Ghaisani, Amalia Hafifah, Dwi Tiya Ayu Hakim, Anita Maulidiyah Rahma Handini, Maya hari siswoyo Haris Djafar, Haris Hendrawan, Andre Heri Suprijanto Hezron, Yoel Dongan Hidayat, Muhammad Nurjati Hidayat, Mustafa Mukti Ibnu Romadona, Teuku Ihza Ibnu Widodo Ilmiawan, Ahlun Nazar Islami, Fikry Asri Jadfan Sidqi Fidari Juldah, Hailal Leo Arbi Wibowo Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini M. Amar Sajali M. Bisri M. Ruslin Anwar Maftuch Maftuch Majid, Haidar Naufal Mangku Purnomo Mangku Purnomo mas'udi, oldvika nurma Maulana, Muhammad Adnan Melvin Al Ishar Mike Yuanita Milleanisa, Khofifah Endar Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muhammad Adhitya Aldi Muhammad Rifai Muhtasar, Iqbal Maulana Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nadjadji Anwar Nisa, Awwalin Rakhmatun Nugroho, Ibnu Sam Nurhaliza, Salma Pane, Yasmin Pebriani Sitorus Pitojo Juwono Pitojo Tri Juwono Pramana, Fabian Raditya pratama putra, i wayan ari yoga Prima Hadi Wicaksono qoidulhaq, fayyadh Rahmah Dara Lufira Rahman, Kurdianto Idi Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ramadhanti, Banyu Bening Rasyid, Feby Fetryanti Redi Bintarto, Redi Ria Asih Aryani Soemitro Rio Trianto, Rio Rispiningtati Rispiningtati Riyanto Haribowo Rizki Ramadhani Pratama Rizqy, Nabilah Rosdiyono, Anangga Rubianto, Prasetyo Rudianto Raharjo Saifuddin Zuhri, Muhammad Iqbal Sanwa, Niken Wibasari Sari, Rika Rahma Setiawan, Ribut Setiawan, Yahya Eko Maryanto Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sri Sudaryanti, Sri Subhan Ramdlani Sugiarto Sugiarto S Sugiarto Sugiarto Sumanto, Hari Suryono, Antonius Suwanto Marsudi Syafira, Annisa Zuyyinani'ma Teguh Dwi Widodo Torimtubun, Angelina Tuhepaly, Firman Syarif Ussy Andawayant, Ussy Ussy Andawayanti Utami, Rizki Tri Very Dermawan Wahyu Nafier A. Wahyu Sejati Wardana, Fathurrozi Ibnu Widodo, Yudo Wahyu Wirda Wirda Yana Cunanda ‪L. Tri Wijaya Nata Kusuma