Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kekambuhan pada Pasien Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Kabupaten Jayapura Awaluddin Awaluddin; Apriliani Yulianti Wuriningsih; Sri Wahyuni
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 3 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i3.228

Abstract

Malaria is a global health problem, particularly in tropical countries like Indonesia. Papua has 374 endemic districts/cities, with the highest number of malaria cases, with 14,586 cases, and Jayapura Regency in 2024 with 50,529 patients and 6,213 relapses. The high number of cases is due to the geographical conditions that favor mosquito breeding and the dormant state in the body. If treatment is not carried out correctly and thoroughly, it can lead to malaria relapse. The purpose of this study was to determine factors associated with relapse in malaria patients in the Harapan Community Health Center (Puskesmas) area, Jayapura Regency. This research was an analytical study with a cross-sectional design. Data collection was conducted using a questionnaire. A total of 88 respondents were recruited using simple accidental sampling. The data obtained were statistically analyzed using chi-square and binary logistic regression. Based on the analysis, it was found that factors that were not related to recurrence in malaria patients in the Harapan Community Health Center, Jayapura Regency were age (p-value 1.000 > α 0.05), gender (p-value 0.855 > α 0.05), and education (p-value 0.124 > α 0.05). Factors related to recurrence in malaria patients in the Harapan Community Health Center, Jayapura Regency were occupation (p-value 0.032 or p < α 0.05), nutritional status (p-value 0.000 < α 0.05), and medication adherence (p-value 0.000 < α 0.05). Medication adherence was the dominant factor in recurrence in malaria patients at the Harapan Community Health Center (p-value 0.000 < 0.05). Malaria patients who do not comply with taking their medication cause the malaria parasite to become dormant in the body which can at any time cause malaria relapses and resistance to malaria drugs.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Peserta Didik SMP Di Kabupaten Aceh Singkil Pandapotan Harahap; Fajaruddin Pasaribu; Azwir Aziz; Awaluddin Awaluddin; Hasrian Rudi Setiawan
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i3.726

Abstract

The aim of this research is to determine the effectiveness of implementing social media, especially as a learning medium. The actual facts about the use of social media in the form of the Internet in Indonesia show that technological development is progressing rapidly. Many schools and universities in Indonesia utilize technological advances as a learning medium, including in Islamic religious education. Then, the author applies qualitative methods to determine the impact of the use of social media on learning Islamic religious education for junior high school students in Aceh Singkil Regency both in terms of positive and negative impacts in literature studies. This is also motivated by the recent use of social media It is widely misused by students. Although social media has a positive impact on the social skills of its users, social media can also have a negative impact in real life. This causes changes in children's ability to learn and understand Islamic religious education material, both academic abilities and personality.
Komunikasi Nonverbal Antara Guru dan Siswa Tunawicara SLBN Somba Opu Kabupaten Gowa Awaluddin Awaluddin; Baharuddin Baharuddin; Rahmayani Rahmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi adalah aspek yang sangat penting bagi kehidupan. Komunikasi Adalah salah satu dari kegiatan sehari-hari yang benar-benar berhubungan dengan semua kehidupan kemanusiaan, salah satu fungsi komunikasi adalah untuk mendidik anak penyandang Tunawicara. Pendidikan anak Tunawicara bertujuan untuk membantu meletakan dasar kearah perkembangan, sikap, perilaku dan kemandirian. Pendidikan anak tunawicara merupakan landasan dan pondasi bagi siswa untuk melanjutkan hidupnya dimasa mendatang. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana komunikasi nonverbal antara guru dan siswa tunawicara di SLBN Somba Opu Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang berorientasi lapangan (field research). Penelitian lapangan merupakan penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu baik lembaga, organisasi kemasarakatan maupun pendidikan dan lingkungan masyarakat. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan komunikasi dan pendekatan psikologi komunikasi dan tahapan penelitian yaitu observasi, wawancara, dokumnetasi, dan teknik analisis data sehingga dapat diketahui bagaimana komunikasi nonverbal antara guru dan siswa tunawicara dan faktor pendukung dan penghambat proses komunikaasi antara guru dan siswa tunawicara di SLBN Somba Opu Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik. Dari hasil peneelitian penulis dapat menyimpulkan bahwa komunikasi nonverbal merupakan proses komunikasi yang tepat dalam proses penyampaian materi pembelajaran kepada siswa tunawicara di SLBN Somba Opu, hal ini disebabkan karena keterbatasan yang dimiliki siswa tunawicara hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat atau komunikasi nonverbal. Adanya alat bantu dan peraga merupakan faktor pendukung dalam proses pembelajaran yang sangat dibutuhkan siswa tunawicara. Pendekatan dengan bentuk komunikasi dua arah sebagais pendekatan dalam proses belajar mengajar di SLBN Somba Opu Kab. Gowa. Penggunaan komunikasi dua arah yang lebih intens diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik anttara guru dan siswa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam pencapaian tujuan kegiatan kegiatan belajar mengajar di SLBN Somba Opu Kab. Gowa.