Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi Pemasaran Nanas Di Desa Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Yunita, Selvia; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.26

Abstract

Analisis efisiensi pemasaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah kegiatan pemasaran. Efisiensi dapat memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, karena ketika efisiensi pemasaran bisa tercapai maka persentase pembagian keuntungan masing-masing lembaga sudah berjalan dengan adil sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten kayong Utara, Kalimantan Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran nanas, penarikan sampel dalam penelitian menggunakan metode sensus dimana seluruh populasi  di Desa Padu Banjar yang terlibat dijadikan responden. metode pengumpulan data dilakukan observasi secara langsung dan menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuisioner yang telah disusun. Alat analisis yang digunakan adalah margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran nanas yaitu saluran 1 (petani-konsumen akhir), saluran 2 (petani-pedagang pengecer-konsumen akhir), saluran 3 (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen akhir). Berdasarkan hasil dari margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah pemasaran 1.
Efisiensi Alokatif Budidaya Karet di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya Panggabean, Leonardi; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80746

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence rubber production and to   analyze the efficiency of the price of rubber production. The variables examined in this study include the efficiency of the use of rubber production factors, the Cobb-Dounglas production function is unsed, Classic Assumption Test, Statistical Test and Allocative Efficiency. The test results on the production factors show that the variable area of land.Labor, fungicide had a significant effect on production. NPK fertilizer and length of farming had no significant effect on rubber production. The results of the allocative efficiency analysis showed that the use of land area, labor and fungicides was inefficient in rubber cultivation in Ambawang district, Kubu Raya Regency.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Kerajinan Tempurung Kelapa di Kota Pontianak (Studi Kakus : IKM Rumah Tempurung Kelapa) Putra, Yudistira Aditya; Kurniati, Dewi; Suharyani, Anita
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8297

Abstract

Tempurung kelapa merupakan produk sampingan perkebunan dan mempunyai nilai komersial yang rendah, oleh karena itu tempurung kelapa sering ditinggalkan di kebun atau dibuang ke selokan dan saluran air. Akibatnya, praktik ini tidak hanya mengurangi daya tarik estetika tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Pengolahan tempurung kelapa dapat menghasilkan beragam produk buatan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi kerajinan tangan serta potensi keuntungannya. Penelitian ini menggunakan metode Hayami untuk menganalisis nilai tambah dan rumus  × 100 % untuk menghitung profitabilitas usaha. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kerajinan miniatur menghasilkan nilai tambah sebesar Rp366.538 dan rasio nilai tambah terkait sebesar 94%. Seperti halnya kerajinan ini disulap menjadi asbak, dihasilkan nilai tambah sebesar Rp 157.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 90%. Selain itu, rasio nilai tambah sebesar 90% menghasilkan tambahan nilai sebesar Rp 190.700 ketika kerajinan tersebut disulap menjadi peralatan dapur. Dan yang tak kalah pentingnya, mengubah kerajinan ini menjadi aksesoris menambah nilainya sebesar Rp 197.648, atau 87%. Analisis lebih lanjut menunjukkan profitabilitas yang diperoleh IKM Rumah Tempurung Kelapa yaitu sebesar 240%.
PERSEPSI PETANI TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA Mulyani, Mulyani; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i2.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah berdasarkan persepsi petani serta mengidentifikasi atribut kunci yang memengaruhinya di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 81 petani padi sawah yang dipilih secara purposive di Desa Teluk Batang dan Desa Sungai Paduan, dengan kriteria petani aktif yang telah mengelola padi sawah minimal tiga musim tanam terakhir. Analisis data menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rap-Paddy untuk menilai indeks dan status keberlanjutan pada lima dimensi, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani padi sawah berada pada kategori berkelanjutan dengan nilai indeks 62,32, di mana dimensi kelembagaan tergolong sangat berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi dan sosial masih berada pada kategori kurang berkelanjutan. Dimensi ekologi dan teknologi telah menunjukkan status berkelanjutan, namun masih memerlukan perbaikan, terutama terkait pengendalian hama, pengelolaan lahan, dan penerapan teknologi budidaya. Dari 22 atribut yang dianalisis, terdapat 9 atribut sensitif yang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan, terutama pada aspek pemasaran, harga jual, partisipasi petani, dan ketersediaan teknologi. Secara keseluruhan, keberlanjutan usahatani padi sawah di Teluk Batang belum optimal dan masih dipengaruhi oleh faktor struktural, sosial, dan kelembagaan, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lokal.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAYAM DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Ardianto, Ardianto; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This research aims to determine the Feasibility of Spinach Farming in Siantan Hilir Village, North Pontianak District. The research data used are primary and secondary data and a total of 39 farmers from a total sample population of 296 individuals using the slovin formula. The survey technique used was a survey technique for collecting samples through a random sampling method (simple random technique), technical sampling through interviews using a questionnaire tool. The research results provide evidence that the average income for spinach farming with a land size of less than 0.5 hectares is Rp. 8.25.431/MT and land size of more than 0.5 Ha as much as Rp. 688,688,-/MT, the R/C ratio of spinach farming with a land size of less than 0.5 Ha is also 1.75 and for land sizes above 0.5 Ha it is 1.14 while for price BEP and Production BEP with area land below 0.5 Ha, which is as much as Rp. 2,871 and 219.91 Kg while for land sizes above 0.5 Ha the price BEP and production BEP are Rp. 4,357.- and 862.6 Kg. This shows that spinach farming on a land area of less than 0.5 Ha is more feasible to cultivate when compared to spinach farming on a land area of more than 0.5 Ha.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI KELURAHAN PAJINTAN KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR KOTA SINGKAWANG margareta anggi; Josua Parulian Hutajulu; Anita Suharyani
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 4 (2025): EDISI OKTOBER
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i4.137

Abstract

Due to land conversion, there is less land available for rice, a product that is crucial to the country's food security. Rice productivity is declining as a result of this situation, particularly in Pajintan Village, East Singkawang District, Singkawang City, where most farmers manage small plots of land for meager pay. Using a survey method on 76 farmers who were specifically chosen and analyzed using multiple linear regression using SPSS version 25, this study aims to investigate the impact of land area, urea fertilizer seeds, phonska fertilizers, pesticides, and labor on rice production. It found that the majority of respondents were women between the ages of 46 and 55 who were classified as productive age, had only completed elementary school (53.95%), had only 1–10 years of farming experience, and managed, and managing narrow land <0.5 ha. The study using multiple linear regression illustrates that the seed variable has a positive and significant impact on lowland rice production, while land area, urea fertilizer, and labor have a negative and significant impact on lowland rice production. Based on the evaluation of the adjusted R2 of 0.380, it shows that the model is only able to explain 38% of the production variation, while the rest is influenced by other factors outside the model, such as irrigation conditions, weather, and limitations in farm management. This finding indicates the importance of managing production factors, especially the use of quality seeds, the use of appropriate fertilizers, and labor efficiency in increasing lowland rice production.  
Kepuasan Petani terhadap Keberadaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang Kutriana, Kutriana; Suharyani, Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7217

Abstract

Kepuasan Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi Di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Pupuk Subsidi merupakan bantuan dari pemerintah untuk membantu petani agar dapat memperoleh pupuk dengan harga terjangkau dan meningkatkan hasil pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang dan mengkaji atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sementara metode analisis data menggunakan analisis CSI dan analisis IPA dengan bantuan excel dan SPSS. Hasil pengkajian analisis CSI menunjukan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Begkayang ditinjau dari lima variabel; kualitas: 88,74%, pelayanan penjual: 89,53%, harga: 88,01%, ketersediaan: 89,76% dan informasi: 86,96%. Berdasarkan nilai CSI kelima variabel tersebut masuk dalam kategori sangat puas terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, sementara hasil analisis IPA menunjukan bahwa atribut-atribut penting yang perlu dijaga dalam rangka menjaga kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang adalah keramahan penjual pupuk subsidi dalam melayani petani, persyaratan pengambilan pupuk subsidi yang mudah, penilaian petani terhadap harga pupuk subsidi dan informasi tentang pupuk subsidi yang diberikan kepada petani memadai dan memenuhi kebutuhan petani.
ANALISIS KARAKTERISTIK RESPONDEN KOPI BUBUK INSTAN INDOCAFE DI KOTA PONTIANAK Arista, Dita; Dolorsa, Eva; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38941

Abstract

Semakin banyaknya pelaku usaha minuman membuat semakin ketatnya persaingan bisnis. Agar dapat menghadapi persaingan tersebut maka pelaku usaha perlu mengetahui karakteristik konsumen yang mereka tuju agar tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kosumen kopi bubuk instan Indocafe di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan desain deskriptif analitik terhadap 150 responden secara purposive sampling. Perolehan data di input dan ditabulasikan pada Microsoft Excel yang selanjutnya akan diinterpretasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen kopi Instan Indocafe di dominasi oleh kaum laki-laki berusia 17-25 tahun, pendidikan terakhir rata-rata SMA dengan status belum menikah dan pekerjaan sebagai wiraswasta. Jumlah anggota keluarga sebanyak 3 sampai 4 orang, pendapatan sebesar Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000. Jenis kopi Indocafe yang dibeli adalah Indocae Cappuccino dengan frekuensi pembelian 1 sampai 2 kali. Produsen perlu memfokuskan produk berdasarkan kategori tersebut untuk menetukan target pasar atau pasar sasaran.
Efisiensi Harga Peternakan Ayam Pedaging (Broiler) di Kabupaten Sanggau Darmadi, Dwi Handoko; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.41065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ayam pedaging, serta untuk menganalisis efisiensi harga produksi peternak ayam pedaging. Data yang digunakan adalah data produksi selama satu periode pemeliharaan seluruh usaha peternakan ayam pedaging, penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau. Model analisis yang digunakan adalah fungsi Cobb_Douglas, Uji Asumsi Klasik, Uji Statistik, Efisiensi Alokatif. Hasil uji terhadap faktor produksi menunjukkan bahwa variabel bibit ayam (DOC) dan pakan berpengaruh nyata terhadap produksi ayam pedaging, sedangkan variabel luas kandang, vitamin dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ayam pedaging. Hasil analisis efisiensi alokatif menunjukkan penggunaan bibit (DOC) belum efisien, sedangkan penggunaan pakan tidak efisien dalam peternakan ayam pedaging di Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau.
ANALISIS SEKTOR PEREKONOMIAN DAN KOMODITAS SUBSEKTOR PERKEBUNAN UNGGULAN DI KABUPATEN SANGGAU Hermansyah, Reko; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.42194

Abstract

Sanggau adalah salah satu kabupaten di wilayah perbatasan,tepatnya di utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Terhubungnya akses transportasi darat dari ibukota Provinsi ke Kabupaten ini dan sebagai penghubung ke Kabupaten lainnya menjadikan wilayah ini semakin berkembang di Kalimantan Barat. Kondisi wilayah yang terus berkembang, diperlukan penelitian untuk mengetahui potensi dan identifikasi sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan yang memiliki prospek untuk dikembangkan, dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor ekonomi dan komoditas subsektor perkebunan unggulan di Kabupaten Sanggau. Alat analisis yang digunakan terdiri dari Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ), Shift Share Klasik dan analisis overlay. Data yang digunakan adalah PDRB berdasarkan harga konstan, tenaga kerja dan produksi komoditas perkebunan di Kabupaten Sanggau dan Provinsi Kalimantan Barat periode 2011-2017. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan analisis overlay (gabungan Klassen Typologi, Dynamic Location Quotient (DLQ) dan Shift Share Klasik), sektor ekonomi yang menjadi unggulan adalah sektor pertambangan dan penggalian. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa komoditas subsektor perkebunan yang menjadi unggulan, yaitu kelapa sawit.