Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Perilaku Dan Kinerja Pasar Komoditi Karet Di Desa Manggala Kabupaten Melawi Yustanto, Erik; Maswadi, Maswadi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.12

Abstract

This study aims to identify marketing channels, find out the structure, behavior and performance of the rubber market in Manggala Village, Melawi Regency.The market structure approach uses market share (market share), concentration ratio, and market entry barriers. The approach to market behavior using qualitative descriptive analysis explains with regard to the pricing system, and cooperation between marketing agencies.while the market performance approach uses marketing margin analysis. The respondents to the study were 67 rubber farmers and 13 marketing agencies involved in distributing rubber from producers to factories. The results showed that the structure of the rubber market in Manggala Village, Melawi Regency, led to an oligopoly. Based on the results of a descriptive analysis of market behavior, results were obtained in the process of pricing at the farmer level that farmers are not as determinants of prices but rather prices are determined by collecting traders and wholesalers. At the level of farmers and marketing institutions, there are as many as 21 people who cooperate with collecting merchants who have grocery stores, namely in the form of basic food debt,and paid when farmers sell their rubber production At the level of marketing institutions with marketing agencies, the cooperation carried out is with the provision of business capital to buy rubber from farmers and in the form of transportation of rubber picks to the place of collecting traders. The performance of the rubber market has not been efficient because the margins and profits of marketing institutions are uneven and farmers are the most disadvantaged because farmers are only price takers.
Efisiensi Pemasaran Nanas Di Desa Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Yunita, Selvia; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.26

Abstract

Analisis efisiensi pemasaran merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah kegiatan pemasaran. Efisiensi dapat memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, karena ketika efisiensi pemasaran bisa tercapai maka persentase pembagian keuntungan masing-masing lembaga sudah berjalan dengan adil sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten kayong Utara, Kalimantan Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran nanas, penarikan sampel dalam penelitian menggunakan metode sensus dimana seluruh populasi  di Desa Padu Banjar yang terlibat dijadikan responden. metode pengumpulan data dilakukan observasi secara langsung dan menggunakan teknik wawancara berdasarkan kuisioner yang telah disusun. Alat analisis yang digunakan adalah margin pemasaran, farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 saluran pemasaran nanas yaitu saluran 1 (petani-konsumen akhir), saluran 2 (petani-pedagang pengecer-konsumen akhir), saluran 3 (petani-pedagang pengumpul-pedagang pengecer-konsumen akhir). Berdasarkan hasil dari margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran yang paling efisien adalah pemasaran 1.
Efisiensi Alokatif Budidaya Karet di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kuburaya Panggabean, Leonardi; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v13i2.80746

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence rubber production and to   analyze the efficiency of the price of rubber production. The variables examined in this study include the efficiency of the use of rubber production factors, the Cobb-Dounglas production function is unsed, Classic Assumption Test, Statistical Test and Allocative Efficiency. The test results on the production factors show that the variable area of land.Labor, fungicide had a significant effect on production. NPK fertilizer and length of farming had no significant effect on rubber production. The results of the allocative efficiency analysis showed that the use of land area, labor and fungicides was inefficient in rubber cultivation in Ambawang district, Kubu Raya Regency.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Kerajinan Tempurung Kelapa di Kota Pontianak (Studi Kakus : IKM Rumah Tempurung Kelapa) Putra, Yudistira Aditya; Kurniati, Dewi; Suharyani, Anita
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 41 No. 2 (2024): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v41i2.8297

Abstract

Tempurung kelapa merupakan produk sampingan perkebunan dan mempunyai nilai komersial yang rendah, oleh karena itu tempurung kelapa sering ditinggalkan di kebun atau dibuang ke selokan dan saluran air. Akibatnya, praktik ini tidak hanya mengurangi daya tarik estetika tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Pengolahan tempurung kelapa dapat menghasilkan beragam produk buatan tangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi kerajinan tangan serta potensi keuntungannya. Penelitian ini menggunakan metode Hayami untuk menganalisis nilai tambah dan rumus  × 100 % untuk menghitung profitabilitas usaha. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kerajinan miniatur menghasilkan nilai tambah sebesar Rp366.538 dan rasio nilai tambah terkait sebesar 94%. Seperti halnya kerajinan ini disulap menjadi asbak, dihasilkan nilai tambah sebesar Rp 157.500, dengan rasio nilai tambah sebesar 90%. Selain itu, rasio nilai tambah sebesar 90% menghasilkan tambahan nilai sebesar Rp 190.700 ketika kerajinan tersebut disulap menjadi peralatan dapur. Dan yang tak kalah pentingnya, mengubah kerajinan ini menjadi aksesoris menambah nilainya sebesar Rp 197.648, atau 87%. Analisis lebih lanjut menunjukkan profitabilitas yang diperoleh IKM Rumah Tempurung Kelapa yaitu sebesar 240%.
PERSEPSI PETANI TERHADAP KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN TELUK BATANG KABUPATEN KAYONG UTARA Mulyani, Mulyani; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i2.6825

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani padi sawah berdasarkan persepsi petani serta mengidentifikasi atribut kunci yang memengaruhinya di Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif terhadap 81 petani padi sawah yang dipilih secara purposive di Desa Teluk Batang dan Desa Sungai Paduan, dengan kriteria petani aktif yang telah mengelola padi sawah minimal tiga musim tanam terakhir. Analisis data menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rap-Paddy untuk menilai indeks dan status keberlanjutan pada lima dimensi, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani padi sawah berada pada kategori berkelanjutan dengan nilai indeks 62,32, di mana dimensi kelembagaan tergolong sangat berkelanjutan, sedangkan dimensi ekonomi dan sosial masih berada pada kategori kurang berkelanjutan. Dimensi ekologi dan teknologi telah menunjukkan status berkelanjutan, namun masih memerlukan perbaikan, terutama terkait pengendalian hama, pengelolaan lahan, dan penerapan teknologi budidaya. Dari 22 atribut yang dianalisis, terdapat 9 atribut sensitif yang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan, terutama pada aspek pemasaran, harga jual, partisipasi petani, dan ketersediaan teknologi. Secara keseluruhan, keberlanjutan usahatani padi sawah di Teluk Batang belum optimal dan masih dipengaruhi oleh faktor struktural, sosial, dan kelembagaan, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan pertanian berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi lokal.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAYAM DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK Ardianto, Ardianto; Suyatno, Adi; Suharyani, Anita
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This research aims to determine the Feasibility of Spinach Farming in Siantan Hilir Village, North Pontianak District. The research data used are primary and secondary data and a total of 39 farmers from a total sample population of 296 individuals using the slovin formula. The survey technique used was a survey technique for collecting samples through a random sampling method (simple random technique), technical sampling through interviews using a questionnaire tool. The research results provide evidence that the average income for spinach farming with a land size of less than 0.5 hectares is Rp. 8.25.431/MT and land size of more than 0.5 Ha as much as Rp. 688,688,-/MT, the R/C ratio of spinach farming with a land size of less than 0.5 Ha is also 1.75 and for land sizes above 0.5 Ha it is 1.14 while for price BEP and Production BEP with area land below 0.5 Ha, which is as much as Rp. 2,871 and 219.91 Kg while for land sizes above 0.5 Ha the price BEP and production BEP are Rp. 4,357.- and 862.6 Kg. This shows that spinach farming on a land area of less than 0.5 Ha is more feasible to cultivate when compared to spinach farming on a land area of more than 0.5 Ha.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI DI KELURAHAN PAJINTAN KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR KOTA SINGKAWANG margareta anggi; Josua Parulian Hutajulu; Anita Suharyani
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 4 (2025): EDISI OKTOBER
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i4.137

Abstract

Due to land conversion, there is less land available for rice, a product that is crucial to the country's food security. Rice productivity is declining as a result of this situation, particularly in Pajintan Village, East Singkawang District, Singkawang City, where most farmers manage small plots of land for meager pay. Using a survey method on 76 farmers who were specifically chosen and analyzed using multiple linear regression using SPSS version 25, this study aims to investigate the impact of land area, urea fertilizer seeds, phonska fertilizers, pesticides, and labor on rice production. It found that the majority of respondents were women between the ages of 46 and 55 who were classified as productive age, had only completed elementary school (53.95%), had only 1–10 years of farming experience, and managed, and managing narrow land <0.5 ha. The study using multiple linear regression illustrates that the seed variable has a positive and significant impact on lowland rice production, while land area, urea fertilizer, and labor have a negative and significant impact on lowland rice production. Based on the evaluation of the adjusted R2 of 0.380, it shows that the model is only able to explain 38% of the production variation, while the rest is influenced by other factors outside the model, such as irrigation conditions, weather, and limitations in farm management. This finding indicates the importance of managing production factors, especially the use of quality seeds, the use of appropriate fertilizers, and labor efficiency in increasing lowland rice production.  
Motivation of tourists visiting agritourism (case study: BuyFresh ByFarm in Singkawang) Erawatilah, Erawatilah; Dolorosa, Eva; Suharyani, Anita
Agriekonomika Vol 14, No 2: October 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i2.26463

Abstract

Indonesia has abundant potential and resources but has not been developed optimally, one of which is the tourism sector. In efforts to increase tourism potential, agritourism development has become one of the popular strategies, however, there are still few agritourism locations in West Kalimantan that have not developed even though they have great potential to increase tourist visits. Tourists visit a tourist spot motivated by motivation. The purpose of this study was to determine the push factors and pull factors that influence the motivation of tourists to visit BuyFresh ByFarm agritourism. The results showed that the push factors and pull factors that influence the motivation of tourists to visit BuyFresh ByFarm agrotourism are only influenced by push factors, namely the escape variable, and the rest is influenced by other factors outside the factors studied in this study.
RISIKO USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI KECAMATAN KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Andriani, Andriani; Suharyani, Anita; Kurniati, Dewi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.1-14

Abstract

Salah satu subsektor pertanian yang potensial untuk dikembangkan adalah subsektor peternakan. Sektor peternakan memiliki potensi yang besar dengan adanya peningkatan konsumsi daging ayam setiap tahunnya namun memiliki masalah yang komplek baik dari faktor dalam maupun luar sehingga menimbulkan risiko dan ketidakpastian. Karena itu perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko dan menganalisis besar risiko produksi dan harga terhadap usaha peternakan ayam broiler bermitra maupun tidak bermitra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara langsung kepada pemilik usaha serta melakukan pengumpulan data dalam bentuk kuisoner dengan pendekatan penelitian kombinasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau menunjukkan risiko-risiko yang dihadapi peternak yaitu risiko sosial berupa tindakan menuntut dan pencurian, risiko fisik berupa kebakaran yang disebabkan oleh keteledoran, risiko produksi yang berasal dari faktor kualitas DOC, cuaca, penyakit, SDM, predator, kondisi kandang, pakan dan minum, fluktuasi harga jual, tingginya harga input. Tingginya risiko peternakan ayam broiler juga terlihat dari nilai koefesien variasi ≥ 0,5 yang menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam broiler menghadapi peluang merugi pada setiap periode.
Kepuasan Petani terhadap Keberadaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang Kutriana, Kutriana; Suharyani, Anita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7217

Abstract

Kepuasan Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi Di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Pupuk Subsidi merupakan bantuan dari pemerintah untuk membantu petani agar dapat memperoleh pupuk dengan harga terjangkau dan meningkatkan hasil pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang dan mengkaji atribut-atribut yang mempengaruhi kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi sementara metode analisis data menggunakan analisis CSI dan analisis IPA dengan bantuan excel dan SPSS. Hasil pengkajian analisis CSI menunjukan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Begkayang ditinjau dari lima variabel; kualitas: 88,74%, pelayanan penjual: 89,53%, harga: 88,01%, ketersediaan: 89,76% dan informasi: 86,96%. Berdasarkan nilai CSI kelima variabel tersebut masuk dalam kategori sangat puas terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang, sementara hasil analisis IPA menunjukan bahwa atribut-atribut penting yang perlu dijaga dalam rangka menjaga kepuasan petani terhadap keberadaan pupuk bersubsidi di Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang adalah keramahan penjual pupuk subsidi dalam melayani petani, persyaratan pengambilan pupuk subsidi yang mudah, penilaian petani terhadap harga pupuk subsidi dan informasi tentang pupuk subsidi yang diberikan kepada petani memadai dan memenuhi kebutuhan petani.