Claim Missing Document
Check
Articles

KEPUASAN ANGGOTA CREDIT UNION TERHADAP KUALITAS PELAYANAN CU KELING KUMANG DI BATU BUIL mariani, Mariani; Dolorosa, Eva; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.43975

Abstract

Koperasi Credit Union (CU) Keling Kumang merupakan salah satu lembaga keuangan yang menyediakan simpan pinjam bagi masyarakat yang berada di Batu Buil, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi yang memiliki Visi dari CU Keling Kumang yaitu menjadi credit union pilihan utama masyarakat di Kalimantan Barat yang mengutamakan pemberian kualitas pelayanan yang prima, unggul dalam inovasi dan pengembangan sumber daya, produk yang bermanfaat bagi anggota, dan menyentuh semua segmen pasar menjadikan CUKK sebagai pilihan utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan anggota terhadap pelayanan CU Keling Kumang. penelitian ini menggunakan 95 responden yang diambil secara random di CU Keling Kumang Batu Buil. Analisis data menggunakan Importance performance analysis (IPA) dan Customer satisfaction indeks (CSI) menggunakan software Ms. Excel. Hasil penelitian ini menunjukan indeks kepuasan anggota CU Keling Kumang Batu Buil sebesar 0,74 atau 74% yang berarti anggota CU Keling Kumang sudah merasa puas dengan pelayanan CU Keling Kumang Batu Buil.
Tingkat Kesejahteraan Petani Jagung di Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya anggreini, maya tiara; suyatno, adi; suharyani, anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45073

Abstract

ABSTRACTWelfare is the fulfillment of the condition of the material, spiritual and citizens in order to live a decent and able to develop themselves, so that it can carry out their social functions.The aim of this study to analyze the level of welfare of corn in the village of Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency. The method used is a survey method, while samples were taken randomly. The sample was 41 respondents of 629 corn farmer populations. Farmers collecting data through interviews using a questionnaire. The variables in this study is the corn farmer incomes derived from on farm incomes, off-farm income and non-farm income household consumption of food and non-food consumption. The welfare level analysis is calculated based on the percentage of food consumption expenditure (Gilarso). Results of the analysis of the income and welfare corn farmer in the village of Rasau Jaya Satu, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency, the average income was Rp.627.872 / month, the level of welfare based on corn farmer the analysis of food consumption expenditures for included in the low welfare level category of 60-100% for corn farmer on farm,included in the category of moderate welfare level of 40-75% for corn farmer on farm, and included in the category of moderate welfare level of 40-75% for corn farmer non farm.Keyword: Income, Welfare, Corn Farmer ABSTRAKKesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan kan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan petani jagung di Desa Rasau Jaya Satu Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode survey, sedangkan sampel penelitian ini diambil secara acak sederhana (simple random sampling). Sampel dalam penelitian sebanyak 41 responden dari 629 populasi petani jagung. Teknik pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan petani jagung yang berasal dari pendapatan on farm, pendapatan off farm dan pendapatan non Farm serta konsumsi rumah tangga dari konsumsi pangan dan konsumsi non pangan. Analisis tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan presentasi pengeluaran konsumsi pangan (Gilarso). Hasil analisis pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit di Desa Sape Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau rata-rata pendapatan sebesar Rp. 627.872,43/bulan, tingkat kesejahteraan berdasarkan analisis pengeluaran konsumsi pangan petani jagung masuk dalam katagori tingkat kesejahteraan rendah sebesar 66-100% petani jagung on farm, masuk dalam kategori tingkat kesejahteraan rendah sebesar 40-75% petani jagung on farm dan masuk dalam katagori tingkat kesejahteraannya sedang 40-75% petani jagung off farm.Kata kunci: Pendapatan, Tingkat kesejahteraan, Petani Jagung
KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KERAJINAN ANYAMAN AKAR KELADI AIR (Sagittaria Guyanensis) Sulistyawati, Endang; Dolorosa, Eva; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen pada industri kerajian anyaman akar keladi air (Sagittaria Guyanensis). Sampel dari penelitian ini terdiri dari 96 responden. Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil analisis data menunjukan bahwa hasil Importance Performance Analysis (IPA) yang menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkanadalah keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan manfaat, akses transportasi kelokasi, periklanan. Tingkat Customer Satisfaction Index (CSI) dari atribut kepuasan konsumen secara keseluruan puas, ditunjukan oleh 72,1 persen. Tingkat kepuasan tertinggi adalah kualitas produk dengan skor rata-rata 3,900.sebaliknya atribut dengan tingkat kinerja terendah adalah akses transportasi kelokasi dengan skor rata-rata 3,385.
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI PETANI DALAM PENGELOLAAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT Egi, Julianus; Yurisinthae, Erlinda; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.105646

Abstract

Pengelolaan kelapa sawit pada lahan gambut memerlukan perhatian khusus karena karakteristik biofisik tanah yang memiliki kadar air tinggi, tingkat keasaman relatif tinggi, serta ketersediaan unsur hara yang terbatas. Kondisi tersebut menuntut praktik budidaya yang tepat dan kemampuan pengelolaan yang baik dari petani. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran umur dan tingkat pendidikan petani dalam pengelolaan usahatani kelapa sawit pada lahan gambut di Desa Entabuk, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui metode sensus terhadap 72 petani swadaya. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, wawancara langsung, dan data sekunder, kemudian dianalisis dalam bentuk tabel, persentase, dan nilai rata-rata untuk menggambarkan kondisi penelitian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani didominasi kelompok umur produktif (31–40 tahun) dengan tingkat pendidikan SMA. Kelompok ini menerapkan pengelolaan drainase dan penggunaan input yang lebih intensif serta mencapai produktivitas lebih tinggi dibandingkan petani usia lanjut dan berpendidikan rendah. Namun, penggunaan input masih berada di bawah rekomendasi teknis akibat keterbatasan modal. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan teknis pengelolaan lahan gambut dan dukungan akses permodalan agar penggunaan input dapat optimal dan produktivitas meningkat.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN USAHATANI KARET RAKYAT MENGGUNAKAN COMPOSITE PERFORMANCE INDEX DI DESA RETOK KABUPATEN KUBU RAYA dini dini; Imelda Imelda; Anita Suharyani
Warta Perkaretan Vol. 45 No. 1 (2026): Volume 45, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.wp.v45i1.1237

Abstract

Desa Retok, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu sentra perkebunan karet rakyat di Kalimantan Barat yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, usahatani karet di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga karet, penuaan tanaman, serta alih fungsi lahan ke komoditas lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan usahatani karet di Desa Retok secara multidimensi. Analisis dilakukan menggunakan metode Composite Performance Index (CPI) yang mencakup dimensi ekonomi, ekologi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani karet dan dianalisis menggunakan transformasi Methode of Successive Interval (MSI) serta perhitungan indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani karet rakyat di Desa Retok berada pada kategori sedang. Dimensi sosial menjadi kekuatan utama, ditunjukan oleh dominasi petani usia produktif serta peran jaringan pemasaran dalam mendukung penjualan hasil karet. Sebaliknya, dimensi kelembagaan dan ekologi masih menjadi aspek yang paling lemah, terutama terkait minimnya peran kelompok tani, penyuluhan pertanian, serta dominasi tanaman karet berumur tua. Oleh karena itu, upaya penguatan kelembagaan petani, peremajaan tanaman karet, dan penerapan teknologi budidaya yang lebih baik diperlukan untuk menjaga keberlanjutan usahatani karet rakyat di Desa Retok.
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN UBI KAYU MENJADI TEPUNG TIWUL UMKM MITRA MANDIRI DESA KOREK KUBU RAYA Caniago, Andra; Maswadi, Maswadi; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh UMKM Mitra Mandiri dalam mengembangkan usaha tepung tiwul dengan memanfaatkan kekuatan internal yang dimiliki. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan penjualan dari 3.338 pcs pada tahun 2022 menjadi 3.001 pcs pada tahun 2023, sistem produksi berbasis pre-order yang tidak berkesinambungan, serta keterbatasan jangkauan pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik usaha, konsumen, karyawan, dan pihak terkait. Analisis data menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE), Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), serta analisis SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama UMKM terletak pada kualitas produk yang tinggi tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet, sehingga berpotensi sebagai pangan fungsional. Peluang utama berasal dari meningkatnya tren konsumsi pangan sehat dan dukungan pemasaran digital. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah memanfaatkan keunggulan produk alami untuk memperluas pasar pangan sehat serta mengoptimalkan pemasaran digital dan e-commerce guna meningkatkan keberlanjutan dan daya saing usaha. Kata kunci: Pengembangan usaha, SOAR, Tiwul, Ubi Kayu, UMKM.