Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Dan Implementasi Turbo Encoder Menggunakan Field Programmable Gate Array (fpga) Untuk Aplikasi Satelit Nano Laila Prakasita; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini telah dibandingkan performansi tanpa channel coding, dengan turbo coding (rate 1/3 dan ½ ), dan dengan convolutional coding (rate ½) untuk pengiriman gambar melalui satelit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Turbo code rate 1/3 memiliki performansi yang baik dibandingkan dengan turbo code rate ½, convolutional code rate 1/2 dan tanpa pengkodean kanal. EbNo terhadap BER 10-6 hasil simulasi sebesar 5.55 dB untuk turbo code rate 1/3, 9.67 dB turbo code rate ½, 9.45 dB untuk convolutional code rate 1/2 , dan 16.6458 dB untuk sistem tanpa pengkodean kanal. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan prototype rangkaian encoder turbo code rate 1/3 yang digunakan untuk aplikasi satelit nano menggunakan Field Programmable Gate Array (FPGA) ATLYS Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C yang akan digunakan sebagai salah satu pusat pemrosesan data pada space segment nano satelit. Hasil sintesis sistem yang dirancang memiliki periode minimum 5.913 ns dan frekuensi clock maksimal FPGA yaitu 169.122 MHz. Resources FPGA yang terpakai untuk sistem turbo encoder 0.0044% Number of Slice Registers, 3% Number of Slice LUTs, 25% Number of fully used LUT- FF, 1% Number of bounded IOBs, dan 12% Number of BUFG/ BUFGCTRL/ BUFHCEs. Dari hasil sintesis sistem ditunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo encoder dapat diimplementasikan pada board ATLYS Spartan- 6 XC6SLX45 CSG324C. Kata Kunci : satelit nano, turbo code, convolutional code, FPGA
Perancangan Dan Realisasi Antena Parabola Dengan Feed Point Mikrostrip S-Band Polarisasi Sirkular Menggunakan Metode Tumpuk Untuk Stasiun Bumi Renaldy Wibisono; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University AXC (Aerospace and eXploration Center) tengah mengembangkan sebuah proyek pembuatan satelit mikro yang mempunyai misi SAR (Synthetic Aperture Radar). Demi menunjang keberlangsungan satelit di orbit, maka diperlukan stasiun bumi untuk mengontrol seluruh payload satelit. Maka dari itu dibutuhkan sebuah antena sebagai media komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit dalam menjalankan misinya. Antena yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan frekuensi kerja 2,35 GHz. Dalam tugas akhir ini dipilih antena parabola karena antena ini mempunyai gain yang tinggi sehingga mampu mengirimkan gelombang elektromagnet dengan jarak komunikasi stasiun bumi dan satelit sekitar 700 km. Kemudian feed point yang dipakai adalah mikrostrip agar lebih efektif karena memiliki dimensi yang kecil. Mikrostrip dibuat dengan polarisasi sirkular karena komunikasi stasiun bumi dengan satelit pada umumnya menggunakan polarisasi sirkular untuk menanggulangi loss yang disebabkan oleh perbedaan fasa antena. Hasil akhir yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan VSWR sebesar 1,043 pada frekuensi kerja 2,35 GHz, lebar pita sebesar 150 MHz, dan gain sebesar 29,5 dBic. Kata kunci: Antena Parabola, Mikrostrip Polarisasi Sirkular, Stasium Bumi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Rektangular Bercelah Untuk Triple Band (900 Mhz, 1800 Mhz, Dan 2400 Mhz) Raja Patar Silitonga; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan perangkat yang sangat penting dalam bidang telekomunikasi wireless. Antena sendiri berfungsi sebagai pengirim dan penerima informasi, yaitu sebagai transformator gelombang elektromagnetik di udara. Pada dasarnya antena memiliki banyak jenis, dari yang sederhana sampai bentuk yang sangat komplek, dan setiap jenis antena tersebut memiliki perbedaan karakteristiknya masing-masing. Tiap karakteristik antena tersebut tidak hanya diciptakan untuk alat yang ringan dan fungsi tunggal tetapi juga harus memenuhi syarat mampu beroperasi pada triple band maupun multiband sehingga dapat beroperasi pada beberapa band yang cukup mencakup operasi yang dimungkinkan. Dalam tugas akhir ini, antena yang akan dirancang direalisasikan adalah antena mikrostrip yang memiliki bentuk rektangular dengan penambahan celah pada sisinya yang mampu bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2400 MHz. Dengan karakteristik triple band frekuensi ini, maka antena dapat digunakan untuk mendukung komunikasi GSM (Global System for Mobile Communication) dan WiFi (Wireless Fidelity). Proses perancangan dimulai dengan perhitungan secara matematis, kemudian disimulasikan dengan menggunakan software CST Studio Suite. Pabrikasi prototype dilakukan dengan proses photoetching. Dan terakhir dilakukan pengukuran antena. Hasil yang didapatkan dari perancangan dan realisasi antena mikrostrip rektangular dengan penambahan celah ini adalah bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 Mhz yang kemudian bergeser menjadi 1869 MHz, dan 2400 MHz. Nilai VSWR yang didapatkan adalah 1.047 pada frekuensi 900 MHz, 1.442 pada frekuensi 1869 MHz, dan 1.052 pada frekuensi 2400 MHz . Kemudian pola radiasi yang didapatkan adalah omnidireksional. Kata kunci: Antena Mikrostrip, Slot, Rektangular, Triple Band
Perancangan Dan Realisasi Filter Hairpin Band-pass Chebyshev Orde-8 Untuk Synthetic Aperture Radar Donny Noviandi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah teknologi yang digunakan dalam sistem komunikasi satelit yang digunakan untuk remote sensing atau yang biasa disebut dengan pengindraan jarak jauh. Sistem SAR menggunakan Frekuensi 1,265-1,275 MHz. Penggunaan frekuensi ini mengacu kepada penilitian LAPAN dan refrensi dari ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dimana penggunaan L band dapat sampai kebentuk tanah permukaan bumi untuk orbit LEO (Low Earth Orbit). Pada kondisi ini banyak interferensi yang dialami oleh satelit SAR sendiri, untuk kondisi tersebut maka dalam Tugas Akhir ini dirancang band pass filter yang ditempatkan pada transmitter. Dengan bandwidth yang cukup sempit yaitu hanya 10 MHz maka dibutuhkan slope yang tajam untuk itu dipilih metode chebyshev yang memiliki selektifitas tinggi Hasil analisis perancangan dan realisasi filter hairpin ini panjang lengan, spasi antar resonator, lebar resonator, slide factor serta posisi pencatuan sangat berpengaruh pada hasil frekuensi kerja. Hasil yang didaptkan pada perancangan ini mendapatkan bandwith sebesar 16.6 MHz dari rentang frekuensi 1,2594 GHz – 1,276 GHz Kata kunci : Band pass filter, Hairpin, Bandwith
Antena Mikrostrip Polarisasi Sirkular 5,8ghz Dengan Front-end Parasitik Untuk Video Pemantauan Udara Pada Ground Control Station Uav Yan Bagus; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasteyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah terbesar dari sistem pengiriman video pada UAV adalah jarak tempuh yang jauh dan pergerakan UAV yang tidak beraturan. Semakin jauh jarak yang ditempuh maka semakin kecil daya yang diterima oleh receiver video. Oleh karena itu dibutuhkan antena dengan gain yang besar , agar daya yang diterima oleh receiver tetap maksimal meskipun jarak yang ditempuh sangat jauh dan memiliki polarisasi yang baik untuk mengakomodasi UAV yang bergerak secara tidak beraturan. Antena dirancang menggunakan teknik front-end parasitik untuk meingkatkam gain dan menggunakan teknik Diagonally Asymmetric-Slotted Microstrip Patch (DASMP) untuk menghasilkan polarisasi sirkular [15]. Hasil dari penelitian ini menunjukan DASMP dapat menghasilkan antena dengan polarisasi sirkular dengan rasio aksial sebesar 1,301dB dengan arah RHCP pada frekuensi 5,8GHz. Bandwidth antena bekerja pada (5,74–6,025)GHz atau sebesar 295MHz pada VSWR ≤ 2. VSWR pada frekuensi 5,8GHz didapatkan 1,2918, dengan returnloss -17,900dB. Polaradiasi dari antena ini adalah unidirectional dengan beamwidth 20o dan rasio aksial ≤ 3dBi. Dengan menggunakan teknik front-end parasitik 6 direktor dapat menghasilkan gain sebesar 12,945dB.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Triple Proximity-fed Dengan Polarisasi Sirkular Untuk Inter-satellite Link (isl) Pada Satelit Mikro Fahmi Darmawan Wijayanto; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dikenal sebagai teknologi yang memiliki manfaat yang luas. Telkom University sedang mengembangkan teknologi remote sensing yang akan digunakan pada platform satelit mikro berfungsi untuk mendapatkan citra bumi. Misi pertama yaitu Remote Sensing Payload (RSPL) yang menggunakan teknologi kamera. Kemudian dikembangkan dengan sistem Synthetic Aperture Radar (SAR) yang menggunakan teknologi radar imaging. Dan misi selanjutnya adalah mengembangkan sistem Inter-Satellite Link (ISL), yaitu komunikasi data antar satelit untuk menunjang pengembangan sistem SAR Interferometry (InSAR). Dalam sistem ISL dibutuhkan sebuah media transmisi berupa antena. Antena yang dirancang harus memiliki karakteristik polarisasi sirkular untuk mengatasi efek rotasi faraday yang akan mengakibatkan polarization loss factor (PLF), karena disebabkan putaran ion yang ada di atmosfer. Dalam penelitian ini dirancang sebuah antena mikrostrip triple proximity-fed untuk menghasilkan polarisasi sirkular. Antena dirancang dan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu dan direalisasikan menggunakan bahan substrat FR-4 Epoxy dengan nilai (εr = 4,3 dan h=1,6 mm). Antena bekerja pada frekuensi S-Band (2,4 – 2,45 GHz) yang menghasilkan VSWR = 1,197, polarisasi sirkular (AR = 0,112 dB), gain = 5,314 dBi, pola radiasi unidireksional (HPBW ≥ 80°), dengan effective bandwidth ≈ 50,5 MHz, dan memiliki dimensi (54 × 50 x 16,4 mm). Kata Kunci: Inter-Satellite Link (ISL), Antena Mikrostrip, Satelit Mikro, Synthetic Aperture Radar (SAR), Triple Proximity-Fed, SAR Interferometry (InSAR).
Design, Implementation, And Analysis Of Adaptive M-ary Frequency Shift Keying On Gsm Voice Channel I Gede Oka Mahendra; Sugihartono Sugihartono; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A mobile voice channel is a high priority service in cellular communication systems, has a wide coverage, and is almost always available. With these advantages, mobile voice channels can be used to transmit digital data remotely in rural areas that are not covered with 3G/4G networks. Non-adaptive modulation configuration must work on the lowest AMR rate, so the configuration is not optimal for higher channel rates. To optimize the data transmission rate within an AMR channel, we proposed an adaptive M-ary Frequency Shift Keying (MFSK) modulation method with a zero crossing demodulator. The Adaptive MFSK modulation is designed to adjust its modulation configurations based on a quality of the channel that shown by vocoder rate. In this project, using signal quality indicator provided by GSM modem, the modulator adjust its symbol time length to fit the maximum bit error rate (BER). Demodulator detects the symbol without need the symbol length information and counts the bit error rate. The adaptive MFSK modulation proposed in this research has higher data rate than fixed lower rate modulation in the similar BER range. The adaptive modulation has lower BER than fixed higher rate modulation in the similar data rate range. Keywords: adaptive modulation, MFSK, voice channel, zero crossing demodulator, adaptive multi rate.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Patch Segitiga Sama Sisi Untuk S-Band Transmiter Satelit Mikro Faizal Ramadhan; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi antariksa yang begitu pesat berperan serta pada perkembangan teknologi komunikasi satelit. Sebagai salah satu bentuk wahana pembelajaran, Telkom University mengembangkan riset teknologi satelit Satelit mikro yang berbasis satelit mikro yang digunakan untuk payload Syntetic Aperture Radar (SAR). SAR merupakan instrument aktif gelombang mikro yang menggunakan prinsip kerja radar (radio detection and ranging) yang digunakan untuk memproduksi citra beresolusi tinggi dari permukaan bumi dalam segala kondisi. Data image tersebut dikirim melalui antena S-Band Transmitter ke stasiun bumi. Antena mikrostrip adalah sebuah jenis antena ringan dengan volume yang kecil yang cocok dengan kebutuhan S-Band transmitter satelit mikro dilihat dari segi ketersediaan ruang yang terbatas. Konfigurasinya yang sederhana mempermudah proses perakitan dan penyesuaian dengan kondisi satelit mikro itu sendiri. Selain itu, antena mikrostrip juga mendukung jenis polarisasi sirkular yang akan berguna dalam mengatasi efek rotasi Faraday akibat putaran ion yang ada di atmosfer serta pola radiasi unidireksional untuk keperluan komunikasi point to point dengan stasiun bumi. Untuk mengatasi gain dan bandwidth rendah yang secara teoretis dimiliki, dalam tugas akhir ini dirancang antena mikrostrip secara array dengan menggunakan teknik catu proximity coupled. Guna mencapai polarisasi sirkular penelitian ini juga mengusulkan desain catuan dengan sub-feed orthogonal. Hasil perancangan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu berbasis Method of Moment (MoM) dengan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 dengan nilai µr = 4.3. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antenna dengan frekuensi tengah 2.35 GHz mendapatkan bandwidth impedansi 230 MHz untuk target return loss ≤ -10 dB, bandwidth axial ratio mencapai 32 MHz guna memenuhi prasyarat polarisasi sirkular, dan gain rata-rata 5.27 dBic. Sementara pola radiasi unidireksional dengan nilai HPBW azimuth 63,8 0 dan HPBW elevasi 89 0 .Kata Kunci : satelit mikro, S-Band Transmitter, antenna mikrostrip, antena array, proximity coupled
Rancangan Dan Realisasi Antena Horn Conical Pada Frekuensi Ku-band 12-18 Ghz Untuk Electronic Support Measure Hanifah Husnul Chotimah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam era  perkembangan teknologi  seperti  saat  ini  Indonesia  memerlukan perangkat  elektronik  yang canggih yang dapat membantu sistem pertahanan keamanan Indonesia, dimana Indonesia memiliki beribu pulau dengan 2/3 bagiannya merupakan wilayah lautan. Untuk meningkatkan kemampuan  pertahanan dalam menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia, Indonesia membutuhkan perangkat Electronic Support Measure (ESM). ESM ini sedang dikembangkan oleh LIPI untuk nantinya digunakan dalam sistem keamanan Indonesia. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan   elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut  diproses  dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal  dan  parameter  lainnya.  Salah  satu  subsistem penting  dalam ESM  adalah  subsistem antena  sebagai penerima sinyal gelombang elektromagnetik. Pada perancangan ESM ini dibutuhkan antena horn conical yang bekerja dalam frekuensi Ku-Band (12GHz sampai 18GHz). Antena horn conical dibutuhkan pada ESM karena antena horn conical memiliki gain yang relatif besar sehingga daya terima sinyal gelombang elektromagnetik lebih sensitif dan akurat terharap sinyal musuh. Antena horn conical dirancang di frekuensi Ku-Band (12 GHz sampai 18 GHz) dengan  dimensi diameter cone 116.66 mm dan panjang cone 200 mm. Dari hasil perealisasian antena pada tugas akhir ini menunjukkan pada frekuensi 12GHz menunjukkan nilai impedansi 51.81+j0.488Ω dan VSWR 1.076, pada frekuensi 15GHz menunjukkan nilai impedansi 43.81-j5.10Ω dan VSWR 1.216, dan pada frekuensi 18GHz menunjukkan nilai impedansi 42.92-j1.97Ω. Dengan nilai gain antena sebesar 12dB, memiliki pola radiasi unidireksional, memiliki polarisasi berbentuk sirkular Kata Kunci - Antena Horn Conical, Ku-Band, ESM.
Rancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Log Periodik Pada Frekuensi C-band Untuk Electronic Support Measure Aryo Prihawi Septano; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia penerbangan di Indonesia saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan akibat marak terjadi kecelakaan dan hal tersebut mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan di Indonesia sedikit demi sedikit. Salah satu cara meningkatkan kembali rasa aman dan percaya masyarakat adalah dengan ikut berinovasi dalam kemajuan teknologi. Permasalahan yang menjadi perhatian lebih dalam pembuatan tugas akhir kali ini adalah kurangnya pencegahan yang dilakukan. Untuk membantu menurunkan angka kecelakaan moda transportasi terbang, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sebuah perangkat elektronik bernama Electronic Support Measure (ESM). ESM secara umum adalah peralatan elektronik yang berfungsi menerima sinyal gelombang elektromagnetik untuk selanjutnya diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi dan parameter lainnya. Dalam hal ini ESM akan mengidentifikasi pesawat – pesawat yang terbang dalam ruang lingkup ESM itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan antena sebagai penerima sinyal dan dapat bekerja pada rentang frekuensi Ultra Wideband (UWB) 2 – 18 Ghz. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah antenna mikrostrip log periodic untuk frekuensi kerja pada rentang C-Band yaitu 4 – 8 Ghz. Antena dilengkapi dengan pola radiasi direksional untuk mendukung fungsi dari ESM sebagai penentu lokasi pesawat dan memiliki gain ≥ 6 dB. Antena mikrostrip log periodik dirancang menggunakan bahan yang bernama FR4 dengan teknik pencatuan proximity coupling karena membutuhkan bandwidth lebar dan memiliki VSWR < 2 karena sifat antena sebagai penerima (receiver).Kata Kunci: Electronic Support Measure, antenna mikrostrip log periodik, ultra wideband, proximity coupling
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi