Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Fath

Intoxication and Sobriety in Sufi Tradition Ade Fakih Kurniawan
Al-Fath Vol 3 No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i1.3295

Abstract

Masalah ketuhanan selalu menjadi tema perdebatan tiada akhir. Masing-masing membicarakan-Nya dengan perspektifnya sendiri. Ahli Kalam memandang Allah melalui tanzih-Nya, Allah yang tak pernah terjangkau oleh siapapun dan apapun. Sedangkan para sufi memandang Allah selalu dekat dan bisa “dijangkau” oleh manusia. Meskipun para sufi menyatakan “keterjangkauan” Allah, namun mereka mengekspresikannya secara berbeda. Sebagian sufi memandang Allah bisa dijangkau dengan tetap menjaga keterbatasan dan pembedaan antara manusia dengan Tuhannya melalui jalur penghambaan, Sang Khalik dan makhluk, Yang Hakiki dan yang nisbi. Sedangkan sufi lainnya ada yangmenegaskan bahwa Allah omnipresen, imanen, dan dapat menyatu dengan manusia (hulul), atau manusia dapat menyatu dengan Tuhan (ittihad), atau dalam pemikiran imaginal Tuhan dapat dipandang imanen dan hadir dalam segala sesuatu (wahdatul wujud). Karena itu, untuk menerangkan kondisi psikologis tersebut, biasanya para ahli tasawuf menganalisisnya melalui dua kondisi (ahwal) yang dialami para pencari Tuhan (salik), yakni kondisi mabuk (sukr) dan sadar (sahw).
Resepsi Ayat-Ayat Al-Qur’an Terhadap Seni Kaligrafi Di Mushola Al-Muttaqin, Kampung Cidunak, Kota Cilegon Karim, Sultan; Lubis, Ahmad Anshori; Kurniawan, Ade Fakih
Al-Fath Vol 17 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v17i1.9567

Abstract

Calligraphy is one of the expressions of Islam that has received tremendous attention from Muslims. In essence, calligraphy is a work of beautiful composition (khat) taken from the Qur'an and named (where it appears) Makki, Madani, Anbari, and Baghdadi. In the long run, several names (khat) emerged, such as khat Khufi, mutsallat, mudawwar, and others. The impact of the expansion of Islamic rule, the expansion of Bedouin rule, the duties of rulers, and the world class society inspired and worked with the increase of calligraphic specificity and influenced the logical turn of events, especially during the Abbasid period. After the Abbasid period, calligraphy really existed and was created. The purpose of this article is to understand how Quranic verses are understood and applied in the field of calligraphy, as well as how the craft of calligraphy is acquired by people who visit the demand room. Exploratory strategies used may include perception, encounter, and text examination. The results of the examination may provide a better understanding of the relationship between the verses of the Quran and the specialty of calligraphy, as well as provide data on how the craft of calligraphy is perceived by individuals who visit the request room.