Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN TIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATERI KEAGAMAAN BAGI PENGASUH DAN PENGAJAR PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN BANYUMAS Puji Ratwiyanti; Toni Anwar; Prayoga Pribadi; Jeffry Prayitno Bangkit
ABDIMAS DEWANTARA Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2033.709 KB) | DOI: 10.30738/ad.v1i2.2961

Abstract

Minat dalam meneruskan pendidikan ke pondok pesantren kian tahun kian menurun. Rendahnya kualitas sejumlah Pondok Pesantren disinyalir menyebabkan berkurangnya minat masyarakat. Oleh karena ituPondok Pesantren harus meningkatkan mutu pendidikan. Pondok Pesantren harus membuka diri terhadap perubahan-perubahan, termasuk keterlibatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Maka dari itu penting sekali untuk melakukan program “Pelatihan Pemanfaatan TIK Sebagai Media Pembelajaran Materi Keagamaan Bagi Pengajar dan  Pengasuh Pondok Pesantren Di Kabupaten Banyumas”.  Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta dari 22 pondok pesantren yang tersebar di Kabupaten Banyumas. Dengan durasi 1 hari materi yang disampaikan adalah beberapa platform aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan materi keagamaan diantaranya : Sosial Media, Aplikasi Chatting, Aplikasi pada Playstore serta aplikasi pembuat presentasi. Luaran dari pelatihan ini adalah Pengasuh dan staf pengajarnya pondok pesantren menyadari pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Mampu dan fasih dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran, Pondok Pesantren Mampu meningkatkan nilai jual dan mutu pembelajaran Pondok Pesantren lewat pemanfaatan Teknologi Informasi  dan Komunikasi.
Peningkatan Keterampilan Siswa Sanggar Kegiatan Belajar melalui Pelatihan Desain Merchandise sebagai Modal Technopreneur Bagus Adhi Kusuma; Riyanto Riyanto; Kuat Indartono; Prayoga Pribadi; Arief Kurnia Ramadhani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 2 No. 2 (2021): Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v2i1.175

Abstract

Abstract SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) is a school at the SD, SMP and SMA levels under the auspices of the government. The majority of SKB students do not continue to study due to special needs such as financial problems, disability conditions or reasons of academic ability. SKB in its work has carried out extracurricular and intracurricular-based learning. This is intended to collect and increase their potential in other sectors. Skills outside the field of education or academics are competitiveness that need to be considered because many SKB alumni are pursuing careers as entrepreneurs. Therefore, to improve the skills of SKB students, a training in marchandise design is held as a technopreneur capital and increases the competitiveness of graduates. The method used in carrying out this training is the workshop method or direct practice. An important point in this training is the mug design that is printed directly on the mug that has been provided. The method used to print the design onto a mug is a mug press. The reason for using this method is due to its practicality and ease of use by various groups compared to screen printing techniques. Besides the majority of SKB students, the training participants were also attending SKB teachers and practitioners of entrepreneurs. Through this training, creative and innovative designs were produced and each participant was given the opportunity to do their own printing using a mug press tool. As a continuation of this service activity, the participants were given offers of cooperation in mug printing with mug business practitioners in the hope that the abilities they have achieved can be of economic value. Keywords: Press Mug, technopreneur, Sanggar Kegiatan Belajar, Design, Marchandise Abstrak SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) merupakan sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dibawah naungan pemerintah. Mayoritas siswa SKB tidak melanjutkan ke jenjang perkuliahan dikarenakan kebutuhan khusus seperti masalah finansial, kondisi disabilitas maupun alasan kemampuan akademis. SKB dalam kiprahnya telah mengusung pembelajaran berbasis ekstrakurikuler maupun intrakurikuler. Hal ini dimaksudkan untuk menghimpun dan mendongkrak potensi mereka di sektor yang lain. Keterampilan diluar bidang pendidikan atau akademis menjadi daya saing yang perlu dipertimbangkan dikarenakan banyak alumni SKB yang meniti karirnya sebagai pengusaha. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan siswa-siswi SKB diselenggarakan suatu pelatihan desain marchandise sebagai modal technopreneur dan meningkatkan daya saing lulusan. Metode yang digunakan dalam menjalankan pelatihan ini yaitu dengan metode workshop atau praktik secara langsung. Adapun poin penting dalam pelatihan ini yaitu desain mug yang langsung dicetak pada bahan mug yang telah disediakan. Metode yang digunakan untuk mencetak desain ke mug yaitu dengan alat press mug. Alasan digunakannya metode ini dikarenakan kepraktisannya dan mudah dilakukan oleh berbagai kalangan dibandingkan dengan teknik sablon. Peserta pelatihan selain mayoritas siswa-siswi SKB juga turut hadir juga guru SKB dan praktisi pengusaha UMKM. Melalui pelatihan ini dihasilkan desain-desain yang kreatif dan inovatif serta setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan pencetakan sendiri menggunakan alat press mug. Sebagai kelanjutan dari kegiatan pengabdian ini, para peserta diberikan penawaran kerjasama pencetakan mug dengan praktisi bisnis mug dengan harapan kemampuan yang telah mereka raih dapat menjadi bernilai ekonomis. Kata kunci: Press Mug, technopreneur, Sanggar Kegiatan Belajar, Desain, Marchandise
Pendampingan Program KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) di Masa Pandemi Covid-19 Ely Purnawati; Prayoga Pribadi; Indra Alan Nugroho; Alif Yahya Syafa'at
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat (JPMM) Vol 4, No 1: April (2022)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.388 KB) | DOI: 10.35671/jpmm.v4i1.1367

Abstract

Tidak semua tingkat sosial-ekonomi masyarakat di Banyumas dapat menjangkau pendidikan tinggi, terlebih saat pandemi Covid-19. Di samping itu, pemerintah turut berupaya meluncurkan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Hal ini sangat penting mengingat Banyumas memiliki potensi banyaknya sekolah dan kampus. Kendala yang dihadapi adalah latar belakang sosial-ekonomi yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, rendahnya minat melanjutkan pendidikan dan kurangnya pemahaman prosedur pendaftaran KIP-K. Solusi yang ditawarkan adalah kegiatan pemberian informasi yang tepat, motivasi dan pendampingan pendaftaran Program KIP-K. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan bimbingan atau pendampingan agar dapat tersampaikannya informasi yang tepat terkait alternatif solusi bantuan dana kuliah program KIP-K, membangun minat melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan target sasaran. Metode yang digunakan adalah simulasi. Program ini berhasil diikuti 20 peserta dari lintas angkatan dan sekolah melalui media daring. Hasil menunjukkan dampak positif dengan berhasil tersampaikannya informasi yang tepat terkait alternatif solusi bantuan dana kuliah sebanyak 100%, peningkatan minat melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi sebesar 85%, dan peningkatan pemahaman dan keterampilan terkait pendaftaran KIP-K sebesar 90%. Keberlanjutan kegiatan berupa monitoring menunjukkan 60% peserta lolos sebagai penerima program KIP-K. Hasil ini sekaligus menyimpulkan bahwa program berhasil dilaksanakan terhadap segmentasi yang sesuai dengan hasil yang baik.
Pelatihan Manajemen Otomasi Perpustakaan Desa Kedung Wuluh Lor Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Prayoga Pribadi
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat (JPMM) Vol 1, No 2: Oktober (2019)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.057 KB) | DOI: 10.35671/jpmm.v1i2.918

Abstract

Perpustakaan Desa merupakan salah satu ujung tombak layanan kesehatan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat dan juga sebagai salah satu sarana/media untuk meningkatkan dan medukung kegiatan pendidikan masyarakat pedesaan yang merupakan bagian integral dari kegiatan pembangunan desa/kelurahan. Perpustakaan Desa kedungwuluh lor merupakan salah satu perpustakaan desa yang ada di kabupaten Banyumas. Perpustakaan Desa ini dibuat atas minat baca masyarakat yang cenderung menurun, anak – anak cenderung bermain gadget daripada membaca buku. Kendala lain adalah minimnya pengetahuan pengurus pengelola perpustakaan yang masih sangat terbatas hal ini dikarenakan karena tingkat pendidikan dan bidang ilmu yang digeluti oleh pengurus perpustakaan desa tersebut. Melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan tim dari Universitas Amikom Purwokerto telah terlaksana sesuai dengan tujuan yang hendak diharapkan kedua belah pihak. Pengurus Perpustakaan Desa Kedungwuluh Lor dapat mengimplementasikan Aplikasi Senayan Library Management System (SLIMS) 7 Cendana dengan baik. Dengan kemampuan pengurus yang semakin meningkat diharapkan pengelolaan Perpustakaan Desa menjadi semakin baik sehingga berdampak terhadap pelayanan yang semakin, cepat, tepat dan mudah
Pelatihan Pembuatan Video Tutorial Untuk Mata Kuliah Praktikum Di Masa Pandemi Covid-19 Dengan Aplikasi Bandicam Oryz Agnu Dian Wulandari; Prayoga Pribadi; Niken Widia
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.365 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i2.2883

Abstract

Proses sistem pembelajaran di Indonesia saat ini mengalami hambatan. Hambatan tersebut terjadi akibat adanya wabah pandemi Covid-19 sehingga kegiatan pembelajaran maupun perkuliahan berjalan tidak efektif dan efisien. Dengan hambatan tersebut, pendidik harus lebih variatif dalam menyampaikan materi demi kelancaran proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran online di masa pandemi ini masih banyak dosen atau tenaga pendidik di Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial yang mengampu mata kuliah praktikum masih kesulitan untuk memberikan materi praktikum kepada mahasiswa agar mudah diakses dan didiskusikan. Dalam membantu permasalahan dilakukan pengabdian dengan metode pelaksanaan yaitu identifikasi masalah, analisis kebutuhan mitra, penyusunan rangkaian kegiatan, pelaksanaan rangkaian kegiatan, monitoring dan evaluasi, danpelaporan. Hasil dari pengabdian ini adalah menumbuhkan kreativitas dosen dalam membuat video tutorial yang variatif dan memudahkan dosen dalam membuat materi praktikum. 
Kesiapan Pengguna Learning Management System Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Technology Readiness Fiby Nur Afiana; Taqwa Hariguna; Lusi Dwi Oktaviana; Prayoga Pribadi; Dewi Fortuna; Seli Saputri; Muhammad Abdul Aziz
Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) Vol 8, No 2 (2022): IJSE 2022
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/ijse.v8i2.13937

Abstract

Learning Management System (LMS) telah banyak dijumpai di segala sektor pendidikan, namun konsep LMS pada pendidikan anak usia dini masih jarang ditemukan. Pendidikan anak usia dini merupakan ruang ekspresi yang dapat membantu proses perkembangan anak lebih optimal dengan tujuan membentuk anak yang berkualitas sebelum memasuki pendidikan formal. Pinggu adalah salah satu LMS yang berfokus pada pendidikan anak usia dini melalui berbagai macam assesment untuk menentukan minat dan bakat anak. Dengan melihat LMS untuk anak usia dini yang jarang ditemukan, maka sebelum LMS Pinggu dikembangkan untuk target pasar yang lebih luas perlu dilakukan suatu analisa untuk mengukur sejauh mana kesiapan pengguna dalam hal ini orang tua dan pendidik anak usia dini menggunakan LMS. TR (Technology Readiness) adalah Salah satu metode pengukuran tingkat kesiapan pengguna dengan empat variabel yaitu Optimism (Kepercayaan Umum), Innovativeness (Kecendrungan bereksperimen), Discomfokart (Kurangnya kontrol terhadap teknologi) dan Insecutity (Keyakinan). Hasil pengolahan data dengan menggunakan metode TR dan diolah menggunakan SmartPLS menunjukkan bahwa Optimism (Kepercayaan Umum), Innovativeness (Kecendrungan bereksperimen), Discomfokart (Kurangnya kontrol terhadap teknologi) dan Insecutity (Keyakinan) berpengaruh secara positif terhadap kesiapan pengguna. Hasil menunjukkan bahwa Discomfokart dan Insecutity tidak mempengeruhi niat pengguna secara negatif dalam menggunakan teknologi.               Kata kunci: Learning Management System, pendidikan, anak usia dini, Technology Readiness
SOSIALISASI SECURITY AWARENESS DAN PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DI MEDIA SOSIAL PADA SMK MAARIF NU 1 CILONGOK Siti Alvi Sholikhatin; Prayoga Pribadi; Anisa Pratiwi; Dafa Arta Anggara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16024

Abstract

ABSTRAKMenjaga keamanan data pribadi merupakan kebutuhan penting, terutama ketika berkomunikasi melalui media sosial di dunia maya. Kesadaran untuk menumbuhkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi selain untuk melindungi privasi, juga karena semakin maraknya tingkat kejahatan berbasis online yang terjadi di Indonesia. Terutama selama pandemi yang mana aktivitas daring meningkat tajam, yang mengakibatkan tingkat kejahatan siber pun meningkat. Sosialisasi demi meningkatkan kesadaran akan keamanan data pribadi terutama dalam menggunakan media sosial diadakan di SMK Maarif NU 1 Cilongok Kabupaten Banyumas, yang dihadiri oleh para guru pembina PMR. Tujuan sosialisasi ini yaitu agar pada guru semakin memahami dan mawas diri untuk tidak memberikan celah sedikitpun terhadap pelanggaran privasi dan data pribadi. Hasil dari sosialisasi yaitu para guru mengimplementasikan cara-cara dalam menjaga keamanan data pribadi antara lain dengan: rajin mengubah password media sosial minimal sebulan sekali, selalu memastikan sudah logout dari aplikasi terutama WhatsApp web, tidak menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, serta tidak menggunakan wifi  terutama yang gratis di sembarang tempat. Tindak lanjut dari sosialisasi ini yaitu akan diadakan sosialisasi lanjutan kepada siswa-siswa di SMK Maarif NU 1 Cilongok. Kata kunci: security awareness; keamanan; data pribadi; pengabdian masyarakat ABSTRACTMaintaining the security of personal data is an important requirement, especially when communicating via social media in cyberspace. Awareness of  the importance of maintaining the security of personal data in addition to protecting privacy, is also due to the increasing level of online-based crimes that are occurring in Indonesia. Especially during a pandemic where online activity increased sharply, which resulted in an increase in cybercrime rates. Socialization to increase awareness of personal data security, especially in using social media, was held at SMK Maarif NU 1 Cilongok, Banyumas Regency, which was attended by PMR supervisor teachers. The purpose of this socialization is for teachers to understand more and be self-aware so as not to give the slightest gap to violations of privacy and personal data. The result of the socialization is that teachers implement ways to maintain personal data security, including: diligently changing social media passwords at least once a month, always making sure to log out of applications, especially WhatsApp web, not receiving calls from unknown numbers, and not using wi-fi especially free in any place. As a follow-up to this socialization, there will be a follow-up socialization for students at SMK Maarif NU 1 Cilongok. Keywords: security awareness; security; personal data; community service
FORUM JUAL BELI FACEBOOK DAN FACEBOOK MARKETPLACE SOLUSI PEMASARAN PRODUK PERIKANAN Arief Adhy Kurniawan; Prayoga Pribadi; Fadli Abdillah Subhi; Habib Al Ghazali
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 4 (2023): Nusantara Hasana Journal, September 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i4.985

Abstract

This community service activity is carried out in Karangnangka Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The problem is that fish breeders, if they have problems with the marketing of the narrow area, sell themselves, so they have to go through collectors to make sales. Selling through middlemen is fast, but the price is lower. Therefore it is necessary to have a marketing medium so that fish breeders can sell their own fish in a larger area and at a higher price. The solution is with media marketing with Facebook Marketplace. The benefit received by fish breeders is that they can sell directly to consumers in a wider marketing area at a higher price than the price at the collector merchant level. In addition to farmers, fish breeders also have data customers that can be used at any time to offer their fish.
Quality of Technology Services as a Mediator Between the Academic Environment and the Image of the Technology Campus on Student Satisfaction Kurniawan, Arief Adhy; Pribadi, Prayoga; Sutarmin, Sutarmin
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 23 No. 1 (2024): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v23i1.763

Abstract

This study aims to conduct an analysis of the influence of academic servicescape on technology service quality and student satisfaction. This study also analyzes the influence of technology campus image on service quality and student satisfaction. This study also tested the influence of technology service quality on student satisfaction and tested the mediating role of technology service quality in the relationship between academic servicescape and technology campus image on student satisfaction. This research was conducted on students of the Digital Business Study Program at Amikom University, Purwokerto. There were 153 students who participated in this survey. The analytical method used is structural equation modeling (SEM) analysis with Smart PLS. The research results show that academic servicescape is proven to be a predictor of perceived technology service quality and student satisfaction. The study results also show that the image of a technology campus has a positive influence on the quality of technology services and student satisfaction. The results of this study also provide empirical findings that perceived quality of technology services drives student satisfaction. The results of this research also provide empirical findings that the quality of technology services acts as a mediating variable between the academic servicescape and the image of the technology campus on student satisfaction.
Pelatihan kewirausahaan bagi Perempuan di Sekolah Ibu Bahagia (SiBa) Ito Setiawan; Prayoga Pribadi; Setyaningsih, Gustin; Nurfaizal, Yusmedi
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 3 (2024): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v5i3.1096

Abstract

SIBa didirikan Juni 2023, awal pendirian SIBa terbagi menjadi 2 kelas. Kegiatan SIBa cukup baik karena mendapatkan dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan tokoh masyarakat di kecamatan Sirampog. Berjalannya SIBa memiliki berbagai kendala yaitu rendahnya minat masyarakat akan pentingnya Pendidikan bagi Perempuan, serta belum terbentuknya kurikulum secara jelas karena materi lebih banyak mengenai pembentukan karakter, kesehatan keluarga, keagamaan dan materi yang lebih banyak sifatnya ceramah, sedangkan materi tentang pemberdayaan ekonomi dirasa masih kurang melihat potensi kecamatan sirampog yang mayoritas adalah petani sayuran salah satunya kentang belum bisa dimanfaatkan secara optimal dari sisi ekonomi. Tujuan pelatihan dilakukan adalah untuk memberikan gambaran tentang peluang dan tantangan kepada peserta pelatihan tentang wirausaha. Tahapan pelatihan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil dari pelatihan adalah meningkatnya kamampuan peserta tentang peluang usaha di lingkungan sekitar dan tantangan berwirausaha.