p-Index From 2021 - 2026
6.207
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Pendidikan Karakter Litera PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BAHASTRA Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra ProTVF Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Wanastra : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Metamorfosa Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Journal of Pragmatics Research Deiksis Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Prosiding University Research Colloquium Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Warta LPM BAHASTRA Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Research Journal on Teacher Professional Development
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BAHASTRA

PENGKREASIAN STIKER VULGAR SEBAGAI TINDAKAN BERMORAL Budi Wahyudi, Agus
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.645 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5055

Abstract

Tujuan penelitian ini (a) penyajian stiker vulgar dan (b) teknik pengkreasian stiker vulgar sebagai tindakan bermoral. Pengkreasian stiker vulgar menjadi stiker bijak yang bermuatan mendidik menjadi tanggung jawab moral si penulis stiker, guru di sekolah, dan masyarakat. Hal ini sebagai wujud tindakan bermoral yang tidak berpotensi pembiaran tetapi berpotensi penanganan yang nyata terhadap kondisi psikososial anak didik di masyarakat. Stiker digunakan anak didik SMA dan dipasang/ditempel di helm dan sepeda motor. Penelitian ini penelitian kualitatif. Kualitatif deskriptif jenis data berupa kata-kata, frasa, kalimat yang terdapat dalam stiker. Peneliti pengkreasian stiker vulgar dengan melaksanakan olah makna, baik dari aspek semantis maupuan pragmatis. Objek penelitan ini berupa kata atau ungkapan berkonotasi negatif atau vulgar yang digunakan anak didi SMA Muhammadiyah di Surakarta. Data primer berupa satuan lingual stiker vulgar dan data sekunder hasil wawancaraData Teknik observasi di SMA Muhammadiyah se-Surakarta dan wawancara dengan anak didik, kepala sekolah, wakasek bidang kesiswaan, guru bimbingan konseling, petugas parkir, dan masyarakat. Teknik dokumentasi berupa penggalian stiker yang terjual ke anak didik SMA. Keabsahan data kualitatif menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan metode padan. Metode padan yang pragmatis dengan alat penentu referen yaitu berupa mitra wicara. Selain metode tersebut dignakan teknik Focus Group Descoussin (FGD). Hasil penelitian stiker yang digunakan berupa stiker tidak vulgar dan stiker vulgar. Stiker vulgar digunakan anak didi SMA Muhammadiyah se-Surakarta berpotensi mempengaruhi moral anak didik. Stiker vulgar tersebut dapat dikreasikan menjadi stiker bijak. Stiker bijak inilah yang disosialisasikan sehingga menjadi tandingan stiker vulgar. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan masyarakat menjadi pihak yang terlibat dalam penyosialisasian stiker bijak (hasil pengkreasian stiker vulgar) ini.
PENGKREASIAN STIKER VULGAR SEBAGAI TINDAKAN BERMORAL Agus Budi Wahyudi
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.645 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5055

Abstract

Tujuan penelitian ini (a) penyajian stiker vulgar dan (b) teknik pengkreasian stiker vulgar sebagai tindakan bermoral. Pengkreasian stiker vulgar menjadi stiker bijak yang bermuatan mendidik menjadi tanggung jawab moral si penulis stiker, guru di sekolah, dan masyarakat. Hal ini sebagai wujud tindakan bermoral yang tidak berpotensi pembiaran tetapi berpotensi penanganan yang nyata terhadap kondisi psikososial anak didik di masyarakat. Stiker digunakan anak didik SMA dan dipasang/ditempel di helm dan sepeda motor. Penelitian ini penelitian kualitatif. Kualitatif deskriptif jenis data berupa kata-kata, frasa, kalimat yang terdapat dalam stiker. Peneliti pengkreasian stiker vulgar dengan melaksanakan olah makna, baik dari aspek semantis maupuan pragmatis. Objek penelitan ini berupa kata atau ungkapan berkonotasi negatif atau vulgar yang digunakan anak didi SMA Muhammadiyah di Surakarta. Data primer berupa satuan lingual stiker vulgar dan data sekunder hasil wawancaraData Teknik observasi di SMA Muhammadiyah se-Surakarta dan wawancara dengan anak didik, kepala sekolah, wakasek bidang kesiswaan, guru bimbingan konseling, petugas parkir, dan masyarakat. Teknik dokumentasi berupa penggalian stiker yang terjual ke anak didik SMA. Keabsahan data kualitatif menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan metode padan. Metode padan yang pragmatis dengan alat penentu referen yaitu berupa mitra wicara. Selain metode tersebut dignakan teknik Focus Group Descoussin (FGD). Hasil penelitian stiker yang digunakan berupa stiker tidak vulgar dan stiker vulgar. Stiker vulgar digunakan anak didi SMA Muhammadiyah se-Surakarta berpotensi mempengaruhi moral anak didik. Stiker vulgar tersebut dapat dikreasikan menjadi stiker bijak. Stiker bijak inilah yang disosialisasikan sehingga menjadi tandingan stiker vulgar. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan masyarakat menjadi pihak yang terlibat dalam penyosialisasian stiker bijak (hasil pengkreasian stiker vulgar) ini.
Co-Authors Abdillah Nugroho Abdul Ngalim Adyana Sunanda Ahmad Sani Saefur Rohman Ahmad Sani Saefur Rohman Aiyah Rahmawati Andi Haris Prabawa Andres, Darwin M ANGGARA TIYO Ani Rufiah Arif Wiyat Purnanto Aryanti, Safitri Zuliana Atiqa Sabardila Azizah Manikandini Bella Purba Dafa Al Fauzan Desy Anggraini Dhimas Arsyad Arrajiv Diah Fitriani Dini Restiyanti Pratiwi Dipa Nugraha Duwi Saputo Dwi Haryanti eko purnomo Eko Purnomo Eko Purnomo Eko Purnomo Emilia Putri Kumalasari Febriyanti, Rifiana Fransisca Nanda Arintowati Gallant Karunia Assidik Harun Joko Prayitno Haryanti Dwi Haryanti, Putri Hoque, Mohammed Shamsul Islam, M. Monjurul Joko Santosa Joko Santosa, Joko Joko Santoso Joko Widianto Joko Widianto, Joko Juwita, Nivia Putri Ratna Kusmanto, Hari Kusumaningsih, Septi Indrawati Laila Qudhori Laili Etika Rahmawati Laily Rahmatika Lathifah Nurul Hidayah Leyla Aailyah Madani, Tiara Surya Main Sufanti Malikatul Laila Markhamah Melati Beauty Mia Nur Insani Miftakhul Huda Mohammed Shamsul Hoque Muhamad Fakhrur Saifudin Naimul Faizah Naimul Faizah, Naimul Najikhah , Fatikhatun Nasution, Ali Napiah Nivia Putri Ratna Juwita Nivia Putri Ratna Juwita Noviafitri, Kartika Satya Noviana, Sinta Tri Nuraini Fatimah Nuraini Fatimah, Nuraini Nurfitasari, Dwi Ocfitasari Aditian Pristiawati, Eva Abripda Putri Haryanti Rahmatika, Laily Rahmatika, Laily Rahmatika, Laily - Rahmawati, Aiyah Rani Seriawaty Rani Setiawaty Ratna Latifa Riana, Helma Riyani Eka Arnumasari Rohman, Ahmad Sani Saefur Rozin, Yusuf Safitri Zuliana Aryanti Saputri, Pratiwi Yulia Sawitri Sawitri Sawitri Sigit Haryanto Siti Zubaidah Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sumayah Sumayah, Sumayah Sunanda, Adyana Tiara Surya Madani Tiyo, Anggara Tri Santoso Umi Fadlilah, Umi Utomo, Ammar Faqih Vitri, Kartika Satya Novia Wibowo, Yudha Satyo Wijayanti, Olivia Septiana Setyo Winda Dwi Lestari Yakub Nasucha Yudha Satyo Wibowo Yuliana Muktiyasning Bekti Saputri Yunus Sulistyono Zainal Arifin