Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGSI PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMPN 22 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2022/2023 Wilarsih, Endah; Sholeh, Khabib; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karangan eksposisi merupakan salah satu jenis karangan yang berisi informasi atau pengetahuan yang disajikan secara singkat, akurat dan padat. Karangan eksposisi memiliki tujuan untuk memaparkan atau menjelaskan informasi tertentu guna menambah wawasan atau pengetahuan. Mengingat kemampuan menulis merupakan sebuah keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa, perlu adanya pengembangan yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara peneliti pada kelas VIII F di SMPN 22 Purworejo, ditemukan permasalahan mengenai keterampilan menulis karangan eksposisi, khususnya dalam penggunaan konjungsi. Rendahnya hasil belajar pada KD 3.4 dalam menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi pada siswa karena keterbatasan pemahaman siswa mengenai penggunan konjungsi. Beberapa siswa masih bingung dengan penggunaan konjungsi.Konjungsi adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan satu kata dengan kata lainnya, klausa dengan klausa lainnya, sampai kalimat dengan kalimat lainnya. Analisis penggunaan konjungsi ini jarang dilakukan untuk diaplikasikan dalam suatu pembelajaran. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, peneliti menganalisis penggunaan konjungsi dan merencanakan pembelajarannya dalam menulis karangan eksposisi. Dengan penggunaan konjungsi yang tepat, siswa akan menghasilkan karangan yang baik sesuai dengan ketentuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan konjungsi yang terdapat dalam karangan eksposisi siswa kelas VIII SMPN 22 Purworejo; dan (2) rencana pembelajaran konjungsi dalam membuat teks karangan eksposisi di kelas X SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah konjungsi yang digunakan pada teks eksposisi karangan siswa kelas VIII F SMPN 22 Purworejo. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu dengan kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka serta teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode agih. Teknik penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: penggunaan konjungsi pada karangan eksposisi siswa kelas VIII SMPN 22 Purworejo tahun ajaran 2022/2023, meliputi: konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antarkalimat dan konjungsi antarparagraf. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam rencana pembelajaran mengenai penggunaan konjungsi dalam karangan eksposisi, tepatnya dalam Kompetensi Dasar 3.5: menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PUISI BUHUNG RAPPOA, PADA SELEMBAR SARUNG HITAM, DAN PALAJAU KARYA MARIATI ATKAH DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS X Lestari, Mega Kusuma; Faizah, Umi; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau merupakan salah satu karya sastra yang menarik dari Mariati Atkah. Puisi ini memiliki kompleksitas simbolik dan makna yang menantang untuk dipahami. Untuk menganalisis puisi ini, penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Puisi ini memiliki banyak denotasi, konotasi, dan mitos yang memerlukan pemahaman mendalam untuk mengungkapkan maknanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dan pesan dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi hasil analisis semiotika ini sebagai materi pembelajaran sastra SMA di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang melibatkan identifikasi tanda-tanda dan simbol-simbol dalam teks puisi. Analisis dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda indeksikal, ikonikal, dan simbolis yang muncul dalam teks. Hasil analisis semiotika Roland Barthes pada puisi Buhung Rapoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau mengungkapkan lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam teks. Puisi ini mengandung pesan-pesan tentang identitas, budaya, dan pengalaman pribadi penulis. Analisis ini juga membantu menggali makna yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama. Dengan menerapkan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berhasil mengungkap makna-makna dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Hasil analisis ini dapat menjadi sumber belajar yang berharga dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X, membantu siswa memahami lebih dalam konsep semiotika dan menganalisis karya sastra dengan lebih mendalam. Relevansi analisis semiotika dalam pembelajaran sastra dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang makna dalam karya sastra dan menghargai kerumitan dalam bahasa figuratif dan simbolisme sastra.
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI TK MUSLIMAT NU 08 TARBIYATUL MASYITOH BIDANG MORFOLOGI DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X Rahmayanti, Lina Agustina; Bagiya, Bagiya; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kemampuan bahasa pada anak usia 3-4 tahun merupakan fase kritis dalam proses pendidikan di TK Muslimat NU 08 Tarbiyatul Masyitoh. Namun, belum ada penelitian yang secara khusus mengidentifikasi perbedaan pemerolehan bahasa anak usia dini di lingkungan pendidikan islam tersebut. Dalam upaya untuk mengisi kekosongan pengetahuan ini, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perkembangan bahasa anak di TK Muslimat NU 08 Tarbiyatul Masyitoh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 3-4 tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam analisis data pada penelitian ini digunakan metode agih. Hasil dari analisis data disajikan menggunakan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Pemerolehan Bahasa Anak Usia 3-4 Tahun di TK Muslimat Nu 08 Tarbiyatul Masyitoh dalam bidang morfologi berperan penting dalam pembelajaran bahasa di SMA kelas X. Kemampuan mereka dalam memperluas kosa kata, pembentuk kata, keterampilan berbicara dan pemahaman frasa dan kalimat membentuk dasar yang kuat untuk mengembangkan kemampuan bahasa yang lebih menjadi di tingkat SMA.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA RETORIKA DAKWAH USTAZ HANAN ATTAKI EDISI MELAWAN EGOIS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Sutejo, Putu Asprila; Bagiya, Bagiya; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bentuk dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan pada retorika dakwah ustaz Hanan Attaki edisi Melawan Egois; dan 2) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah tuturan pada retorika dakwah ustaz Hanan Attaki edisi Melawan Egois, dengan fokus penelitian tindak tutur direktif pada retorika dakwah ustaz Hanan Attaki edisi Melawan Egois yang terdiri dari jenis dan fungsi tindak tutur direktif dan rencana pembelajarannya di kelas XI SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan metode padan. Teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik analisis formal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 1) jenis tindak tutur direktif pada retorika dakwah ustaz Hanan Attaki edisi Melawan Egois terdiri dari: a) bentuk permintaan, b) bentuk pertanyaan, c) bentuk perintah, d) bentuk larangan, e) bentuk pemberian izin, dan f) bentuk nasihat; 2) fungsi tindak tutur direktif pada dakwah ustaz Hanan Attaki edisi Melawan Egois terdiri dari: a) fungsi tindak tutur permintaan meliputi fungsi meminta, fungsi berdoa, dan fungsi mengajak; b) fungsi tindak tutur pertanyaan memiliki fungsi bertanya; c) fungsi tindak tutur perintah memiliki fungsi memerintah; d) fungsi tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi melarang; e) fungsi tindak tutur direktif pemberian izin memiliki fungsi memberikan izin; dan f) tindak tutur nasihat memiliki fungsi nasihat; 3) rencana pembelajaran dilakukan dengan menggunakan acuan kurikulum 2013, KD 3.6 menganalisis isi, struktur dan kebahasaan dalam ceramah. Metode pembelajaran yang digunakan adalah diskusi dan unjuk kerja. Penilaian dilakukan menggunakan penilaian afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kata kunci : tindak tutur direktif, retorika dakwah, rencana pembelajaran.
Kohesi Gramatikal Rubrik Otosport Tabloid Otomotif edisi Agustus 2023 dalam Pembelajaran Teks Berita Kelas XI SMA Ruswanto, Hendra; Sholeh, Khabib; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi terus berkembang setiap saat melalui berbagai media, baik media cetak maupun daring. Kecepatan informasi sangat dibutuhkan untuk disebarkan menyebabkan penulis mengabaikan penggunaan kaidah penulisan. Masyarakat termasuk siswa yang minim literasi mudah terbawa arus akan gagasan informasi yang ditampilkan. Perlu adanya analisis untuk mengetahui sejauh mana aspek kohesi gramatikal terdapat dalam sebuah teks berita.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kohesi gramatikal rubrik Otosport tabloid Otomotif edisi Agustus 2023, (2) kohesi gramatikal rubrik Otosport tabloid Otomotif edisi Agustus 2023 dalam pembelajaran teks berita kelas XI SMA. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini ialah penggalan rubrik Otosport tabloid Otomotif edisi Agustus 2023. Sumber data pada penelitian ini berupa rubrik Otosport pada majalah Otomotif edisi Agustus 2023. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari hasil data serta penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) aspek kohesi gramatikal yang ditemukan pada rubrik Otosport tabloid Otomotif sebanyak tiga kohesi, berupa penggantian, penunjukan, akhiran -nya, dan konjungsi; (2) kohesi gramatikal pada rubrik Otosport tabloid Otomotif edisi Agustus 2023 dalam pembelajaran teks berita kelas XI SMA dibuat berdasarkan Tujuan Pembelajaran (TP) 12.8 serta model pembelajaran discovery learning
STUDI KOMPARASI ANTARA GOOGLE TRANSLATE DAN PENERJEMAH MANUSIA TEKS PEKIK BURUNG KEDASI DI TEPI KAHAYAN CERPEN KARYA HAN GAGAS Setiyono, Junaedi; Widodo, Sri; Bagiya, Bagiya
Jurnal Bahtera: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v11i2.9043

Abstract

ABSTRAK: Di era digital ini, penerjemah tidak bisa mengabaikan keuntungan penggunaan mesin penerjemah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karya penerjemahan yang dilakukan oleh mesin penerjemah dengan penerjemah manusia dalam menerjemahkan cerita pendek berbahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Dalam membandingkan, peneliti memusatkan pada perubahan finite antara mesin penerjemah dan penerjemah manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif yang dipaparkan oleh Enio Cipani dan studi komparatif oleh Robert L Stake. Sementara itu, untuk perubahan finite, peneliti menggunakan teori finite dan non-finite clause yang ditulis oleh Jim Miller. Dalam pengumpulan data, peneliti memilih salah satu cerita pendek di laman Dalang Publishing, penerbit yang berpusat di San Mateo, California, Amerika Serikat, yaitu cerita pendek karya Han Gagas Pekik Burung Kedasi di Tepi Kahayan yang diterjemahkan oleh Umar Thamrin menjadi Crying Cuckoos over the Kahayan. Temuan penelitian ini adalah cerita pendek Indonesia yang awalnya memiliki 2844 kata setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh mesin penerjemah, yaitu Google Translate, menjadi 3487 kata. Sementara itu, penerjemah manusia menerjemahkannya menjadi 3.210 kata. Kalimat dalam cerpen berbahasa Indonesia yang berjumlah 241 kalimat setelah diterjemahkan oleh mesin penerjemah menjadi 242 kalimat. Sementara itu, penerjemah manusia menerjemahkannya sebanyak 254 kalimat. Jika dipusatkan pada finite, ditemukan 297 perubahan mendasar dalam karya penerjemah mesin dibandingkan dengan penerjemah manusia (termasuk perubahan kata benda, kata sifat, dan sebagainya). Selain itu, di antara perubahan tersebut, terdapat 213 perubahan finite. Hal ini menunjukkan bahwa 71,72% finite dalam teks yang diterjemahkan oleh penerjemah mesin mengalami perubahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makna kalimat atau sense hasil penerjemahan mesin penerjemah mengalami perubahan lebih dari 50% bila dibandingkan dengan hasil penerjemahan penerjemah manusia.Kata Kunci: penerjemah mesin, Google Translate, penerjemah manusia, cerpen berbahasa Indonesia, finite.
A STUDY OF THE APPLICATION OF DICTOGLOSS FOR VISUAL, AUDITORY, AND KINESTHETIC (VAK) STUDENTS IN ENGLISH LANGUAGE LEARNING Yan Imam Santoso; Sainyakit, Paulus; Bagiya, Bagiya; Sugiharto, Prasetyawan Aji; Najib, Muhammad Reza Ainun
Jurnal Ilmiah Spectral Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Spectral
Publisher : LPPM STBA Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47255/jmyf5j54

Abstract

The method of English learning has been developed a lot. This allows teachers to choose a suitable method to apply in class. Meanwhile, students’ characters and learning models differ from one another. Many teachers do not pay attention to this in classroom learning. This research aims to examine the Dictogloss method for Visual, Auditory, and Kinesthetic students as an optimization of English language learning. This mixed methods research uses questionnaires, tests, interviews, and observations. This research uses pre-tests and post-tests as a tool to measure student development before and after treatment which is assessed quantitatively. The questionnaire was used to determine the sample's learning style, while interviews and observations were used as further research to examine more deeply the use of dictogloss for visual, auditory, and kinesthetic students. From this research, it was found that the dictogloss method can be effectively applied to English language learning characterized by visual, auditory, and kinesthetic learning styles. It's just that several things need to be considered in its application, such as the use of videos, audio recordings, and products produced to facilitate students' learning characteristics. So from this research, it can be concluded that dictogloss can be applied to English language learning with the characteristics of visual, auditory, and kinesthetic learning styles.
Increasing Interest, Results and Ability to Listen to Stories Using Audio Visual Media in Elementary Schools Suryaputra, Angga; Bagiya, Bagiya; Ratnaningsih, Arum
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 1 (2023): May 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i1.483

Abstract

This study aims to increase students' interest and learning outcomes using audio-visual media on the listening skills of class III SD Negeri Grantung students. This study uses Classroom Action Research (CAR), which consists of two cycles. Each cycle consists of two meetings. The subjects in the research were Grade III students at SDN Grantung, totaling 22 students. Data collection methods used are interviews, observation and documentation with quantitative analysis techniques. The media used in this research is audio-visual. The stages are 1) The teacher plays an audio-visual video 2) students listen to the story 3) the teacher evaluates. Based on the results of the research that has been done about students' interest in learning increasing, it can be seen based on the results of the application of the method of listening to stories using audio-visual in the pre-cycle to get an average of 72.75%, then in cycle I get an average of 75.775% and cycle II get average 88.25% included in the high criteria. Furthermore, student learning outcomes increased from pre-cycle obtaining an average of 50%, then in the first cycle stage there was an increase with an average of 70.5% entering the medium category but in cycle II experiencing a fairly good increase to 87.5% entering in very good criteria.
Improving Information Writing Skills Using Standard Vocabulary Through Audio Visual Media Wahiburrokhman, M; Bagiya, Bagiya; Ratnaningsih, Arum
Jurnal Pendidikan Amartha Vol 2, No 1 (2023): May 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v2i1.484

Abstract

This research is a classroom action research that aims to improve writing skills using standard vocabulary in class III students at SDN Sidowangi through audio-visual media. This study uses the research design of Kemmis and Mc. Taggart which consists of two cycles and each cycle consists of planning, implementing actions, observing and reflecting. This research was carried out at SDN Sidowangi involving 14 students consisting of 8 boys and 6 girls. Based on the results of initial observations on students at Sidowangi Elementary School, especially in class III, there are still many who have not been able to write a sentence using the right vocabulary so it needs to be improved. The results showed that the action was obtained. At the pre-cycle stage, the ability to write information using standard vocabulary in class III obtained an average score of 43.13 and in cycle I obtained an average score of 51.4. Both of these scores indicate that from pre-cycle to cycle I there was an increase of 8.27 points. Furthermore, in cycle II students obtained a class average of 85.33. Thus, from cycle I to cycle II students' writing skills using the standard vocabulary of class III at SDN Sidowangi increased by 33.93. It can be concluded that the use of audio-visual media in writing skill material using standard vocabulary can improve student learning outcomes.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pojok Literasi dan Kesehatan Dalam Membangun Desa Tangguh Bencana, Sehat, dan Edukatif Sugiharto, Prasetyawan Aji; Bagiya, Bagiya; Mubarak, Zaky; Listiana, Eka
Surya Abdimas Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i2.5776

Abstract

Perkembangan literasi tentang kebencanaan dan kesehatan di desa Gebanganom, kecamatan Rowosari, kabupaten Kendal perlu ditingkatkan karena wilayah tersebut menjadi wilayah yang sering terjadi bencana. Selain itu pertumbuhan industri kecil telah memberikan sumbangsih besar terhadap perekonomian masyakarat, sehingga perlu diperhatikan dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat sehingga terwujudnya masyarakat yang tangguh, sehat dan edukatif di desa Gebanganom. Penyediaan Pojok LISA (Literasi & Kesehatan), pendampingan dan eval_uasi serta keberlanjutan. Sosialisasi tentang penanggulangaan bencana pada karang taruna desa Gebanganom. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan pelatihan pemasaran melalui e-commerce pada mitra konveksi. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang literasi dan hidup sehat. Meningkatnya kemampuan literasi masyarakat dan mitra tentang kebencanaan. Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan mitra tentang hakikat keselamatan dan kesehatan kerja serta pemasaran produk. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini memberikan solusi dan kompetensi pada masyarakat serta mitra melalui Pojok LISA (Literasi dan Kesehatan) sehingga dapat berguna dan dibutuhkan masyarakat sebagai program yang berkelanjutan.