Carolus Paulus Paruntu
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu, Manado 95115, Sulawesi Utara, Indonesia

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Struktur Komunitas Karang dan Biota Asosiasi pada Kawasan Terumbu Karang di Perairan Desa Minanga Kecamatan Malalayang II dan Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Tuhumena, Jeremias R.; Kusen, Janny D.; Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.2842

Abstract

Tujuan studi yaitu untuk mengetahui struktur komunitas biota karang dan biota asosiasi di kawasan terumbu karang. Data tutupan karang diperoleh dengan menggunakan metode LIT (Line Intercept Transect) sedangkan untuk biota asosiasi diperoleh dengan menggunakan kuadran. Penelitian dilakukan  pada dua lokasi yaitu di Desa Minanga Kecamatan Malalayang II dan Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Provinsi Sulawesi Utara.  Hasil yang diperoleh pada dua lokasi menunjukkan persentase tutupan karang yang sangat rendah.  Biota pada Desa Minanga dan Desa Mokupa memiliki keanekaragaman sedang.  Untuk kesamaan komunitas Ascidian dan Alga ditemukan sama, sedangkan Spons, Ekinodermata, Moluska serta Ikan berbeda pada kedua lokasi.  Nilai Frekuensi biota pada Desa Minanga memiliki nilai tertinggi yaitu Ascidian yang terendah yaitu Krustasea dan Alga sedangkan nilai frekuensi pada Desa Mokupa memiliki nilai tertinggi yaitu Ascidian dan yang terendah yaitu Polikaeta dan Alga.  Kepadatan Ascidian, Spons dan Moluska memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah yaitu Ekinodermata, Krustasea dan Alga di Desa Minanga, sedangkan kepadatan Moluska memiliki nilai tertinggi sedangkan Ascidian, Spons, Alga dan Polikaeta memiliki nilai terendah di Desa Mokupa.
Deskripsi SWOT, KAFI dan KAFE terhadap Hasil Penelitian di Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNSRAT Bahagia, Yuses; Paruntu, Carolus; Darwisito, Suria
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 2 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.4.2.2016.12977

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman  (SWOT), serta kesimpulan analisis faktor internal (KAFI) dan kesimpulan analisis faktor eksternal (KAFE) terhadaphasil penelitian di Program Studi Ilmu Kelautan FPIK Unsrat periode tahun 2012-2014. Metode penelitian adalahsurvey dan deskriptif.  Data diperoleh melalui: A. Pengkajian hasil-hasil penelitian dari Paruntu dan Kumaat (2015a,b); B.Wawancara dengan para keterwakilan dari peneliti dan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan serta pimpinan FPIK; C. Studi pustaka dan penelusuran dokumen kebijakan pada Program Studi Ilmu Kelautan. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT.Hasil deskripsi SWOT melalui KAFI dan KAFE diperoleh: A.Dua kekuatan utama, yaitu adanya 10 profesor dan 33 doktor yang relatif masih panjang dalam usia kerja dan adanya visi, misi, tujuan dan sasaran yang terukur tentang penelitian; B.Dua kelemahan utama, yaitu jumlah luaran penelitian di bidang kelautan masih kurang dan kurangnya mahasiswa dilibatkan dalam penelitian dosen; C.Dua peluang utama, yaitu banyaknya skema penelitian yang ditawarkan oleh pemerintah pusat untuk perguruan tinggi dan adanya visi Pemerintah RI Jokowi-JK menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia memberi peluang untuk melaksanakan banyaknya penelitian; D.Dua ancaman utama, yaitu tingkat persaingan di bidang penelitian yang semakin meningkat dan adanya dosen di luar Program Studi Ilmu Kelautan yang memenangkan kompetisi penelitian nasional atau perguruan tinggi di bidang kelautan.  Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah FPIK Unsrat perlu menetapkan strategi penelitian di bidang ilmu kelautan menggunakan analisis SWOT.
Nematosit Karang Scleractinia, Pocillopora eydouxi Rifai, Husen; Paruntu, Carolus P.; Kusen, Janny D.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 3 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.3.2013.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe, komposisi, dan dimensi nematosit dari Karang Scleractinia, Pocillopora eydouxi. Pocillopora eydouxi yang digunakan dalam studi ini berasal dari Pantai Malalayang, Manado.  Dua tipe nematosit utama ditemukan pada Pocillopora eydouxi, yaitu holotrichous isorhizas (HI) dan microbasic p-mastigophore (MpM).  Komposisi nematosit memperlihatkan bahwa HI lebih berlimpah dari MpM.  Tipe HI memiliki panjang kapsul 63,38 ± 11,36 µm (mean ± SD) dan lebar kapsul 19,25 ± 4,60 µm (mean ± SD), sedangkan MpM memiliki panjang kapsul 27,05 ± 3,68 µm (mean ± SD), lebar kapsul 7,05 ± 1,88 µm (mean ± SD) dan panjang tangkai 19,59 ± 4,67 µm (mean ± SD).  Hasil studi menyimpulkan bahwa Pocillopora eydouxi memiliki dua tipe nematosit utama, yaitu HI dan MpM, dan mengusulkan untuk diteliti lebih lanjut peranan dari ke dua tipe nematosit tersebut.
Struktur Komunitas Meiofauna Pada Hutan Mangrove Di Pesisir Dusun Kuala Batu Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Wowor, Nicky M.; Kaligis, Fontje G.; Paruntu, Carolus
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 4, No 1 (2016): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.4.1.2016.11329

Abstract

Meiofauna adalah hewan avertebrata perairan berukuran kecil (63–1000 μm) yang hidup pada habitat hutan mangrove. Belum ada infomasi tentang jenis-jenis, distribusi dan keanekaragaman spesis meiofauna pada hutan mangrove di pesisir Dusun Kuala Batu. Penelitian ini bertujuan untuk; Mengetahui jenis-jenis, distribusi dan keanekaragaman spesies meiofauna pada hutan mangrove  Dusun Kuala Batu. Lokasi penelitian ini berada di wilayah pesisir Dusun Kuala Batu Desa Serawet Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan adalah metode survey jelajah dan metode line transek kuadran. Analisis data dengan menggunakan rumus indeks Morisita. Hasil penelitian diperoleh 7 jenis meiofauna, yaitu: Ligia vitiensis, Famili ligiidae Sacculina, Famili sacculinidae Eunice fucata, Famili eunicidae unidedentified species, Famili Thalestridae, Ocypode Cordimana, Famili ocypodidae, Perisesarma guttatum, Famili sesafunidae dan Harpacticoida, Famili Porcelidiidae. Indeks keanekaragaman spesis tertinggi didapati pada Eunice fucata, Famili Eunicidae sedangkan yang terendah didapat pada Harpacticoida, Famili Porcelidiidae. Meiofauna yang ditemukan antar stasiun cenderung sama sedangkan meiofauna yang ditemukan pada stasiun pertama lebih banyak dari pada stasiun lainnya. Secara ilmiah, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ekologi meiofauna.
Karakteristik komunitas mangrove desa Motandoi kecamatan Pinolosian Timur kabupaten Bolaang Mongondow Selatan provinsi Sulawesi Utara Paruntu, Carolus; Windarto, Agung; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.2.2017.16619

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan sumber daya alam daerah pesisir yang  mempunyai manfaat sangat luas baik secara ekologis, ekonomis, maupun sosial. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan karakteristik atau struktur komunitas mangrove di desa Motandoi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara.  Parameter struktur komunitas mangrove yang diukur adalah kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode line transect kuadrat yang telah dicatat pada form mangrove, diolah lebih lanjut untuk memperoleh data spesies, kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies. Selain data primer, diperoleh juga data sekunder dengan penulusuran pustaka. Hasil menunjukkan bahwa ada tiga spesies yang ditemukan, yaitu Rhizophora mucronata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 85,19%; 45,45%; 97,81%; 228,45%; 0,14; 0,07; 0,73, Rhizophora apiculata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 10,37%; 36,36%; 1,45%; 48,18%; 0,24; 0,11; 0,01, dan Bruguiera gumnorrhiza dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 4,44%; 18,18%; 0,74%; 23,37%; 0,14; 0,07; 0.00.  Vegetasi mangrove di desa Motandoi didominasi oleh tiga spesies yang berasal dari family Rhizophoraceae, yaitu  Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Bruguiera gumnorrhiza, namun spesies yang paling dominan adalah Rhizophora mucronata.  Tidak ditemukannya beberapa spesies yang diperkirakan hadir di lokasi penelitian, bukan berarti mereka tidak ada sama sekali, tetapi bisa disebabkan karena survei ini tidak secara khusus dirancang untuk menemukan seluruh spesies mangrove.
NEMATOSIT DAN TIGA MACAM WARNA KARANG Galaxea fascicularis (Linnaeus) DITEMUKAN DI TERUMBU KARANG PANTAI MALALAYANG KOTA MANADO Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.2.1.2014.7343

Abstract

Nematosit dan tiga macam warna karang G. fascicularis (Gs, B dan Wt) ditemukan berlimpah di terumbu karang sekitar Nusantara Diving Center (NDC) lama di pantai Malalayang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, diteliti di Laboratorium Biologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi.  Tiga dari 25 nematosit yang dikenal dalam filum Cnidaria, diamati dalam tiga macam warna karang G. fascicularis, yaitu MpM, MbM dan HI.  Tipe MpM ditemukan paling dominan terdapat dalam bagian ujung tentakel normal dari tiga macam warna karang spesies ini.  MpM dari warna karang Wt memiliki bentuk kapsul nematosit yang lebih kecil dan tangkai-tangkai lebih pendek dibandingkan dengan yang ada pada warna karang Gs atau B, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip.  Penelitian sekarang ini memperlihatkan bahwa tipe nematosit dan karakteristik tubuh dari tiga macam warna karang G. fascicularis adalah berbeda antara Gs atau B dengan Wt, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip.  Penelitian sekarang ini mengusulkan bahwa ketiga macam warna karang  G. fascicuaris (Gs atau B dengan Wt) adalah spesies yang berbeda berdasarkan morfologi nematosit dan karakteristik tubuhnya.  Penelitian selanjutnya tentang dimensi dan komposisi nematosit, DNA dan pengaruh faktor lingkungan habitat terhadap bermacam warna karang G. fascicularis adalah penting untuk memastikan apakah mereka spesies yang sama atau berbeda.
Struktur Komunitas Moluska Di Vegetasi Mangrove Desa Kulu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Rau, Arnol R.; Kusen, Janny D.; Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2123

Abstract

Di daerah mangrove terdapat biota akuatik yang hidup berasosiasi dengan mangrove antara lain moluska, krustasea dan ikan. Moluska sangat banyak ditemukan pada daerah mangrove di Indonesia. Jenis-jenis moluska ini ada yang menempati akar dan ada juga yang mendiami batang mangrove antara lain famili Littorinidae dan yang menempati daerah lumpur di dasar akar antara lain famili Ellobiidae dan Pottamidae. Tujuan dari pernelitian ini yaitu untuk mengidenifikasi moluska yang berasosiasi dengan vegetasi mangrove; mendeskripsikan struktur komunitas melalui analisa nilai indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kepadatan, frekuensi, dominasi dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan yakni, metode kuadran, dengan cara meletakan lima buah kuadran 1 x 1 meter pada masing-masing stasiun. Terdapat 11 spesies dari 8 famili yaitu, Littoraria scabra, Nerita planospira, Chicoreus capucinus, Nerita undata, Chrithidea cingulata, Terebralia sulcata, Telecopiun telescopium, Polymesoda expansa, Isognomon ephippium, Saccostrea cucculata, Anomalocardia squamosa. Nilai indeks keanekaragaman yaitu 2,060, nilai indeks kekayaan yakni 2,387, kepadatan 0,660 ind/m², frekuensi kemunculan bervariasi antara 0,067-0,667, nilai indeks dominasi yakni 0,152 dan indeks nilai penting tertinggi yakni Littoraria scabra 75,67 dan terendah terdapat 3 spesies yakni Polymesoda expansa, Saccostrea cucculata dan Anomalocardia squamosa dengan nilai indeks 3,54.
Co-Authors Agung B. Windarto, Agung B. Agung Windarto Angmalisang, Ping Astony Antonius Rumengan Ari B. Rondonuwu Arie Dp. Mirah Arnol R. Rau Baring, Vira Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Darus S. Paransa Defny Silvia Wewengkang Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deyne Rondonuwu Edwin D Ngangi Ellen J. Kumaat Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Fitje Losung Fontje G. Kaligis Ginting, Elvy Like Hanny Tioho Hendra Patrich Hengky J. Sinjal, Hengky J. Henki Rotinsulu, Henki Husen Rifai Indri Manembu Inneke F. M Rumengan J. E. M. Soputan Janny D Kusen Janny D. Kusen Jeremias R. Tuhumena Johan Tumiwa Johnny Budiman Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien Kaparang Erens Lenak, Maria Magdalena Lintang, Rosita Anggreiny J Losung, Agung Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mamesah, Movrie Mangindaan, Remy Medy Ompi Mokoginta, Junio Marzuki Pratama Natalie D Rumampuk Nicky M. Wowor, Nicky M. Nofrita Souw, Nofrita Ockstan J. Kalesaran Oli, Aris Putra Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus Kindangen Pemmy Tumewu Podung, Thania Theresia Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rondonuwu, Arie B. Roring, Jordan Iglesias Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Rumengan, Antonius Petrus Ruru, Ricky Andreas Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sandra Tilaar Stenly Wullur Stephanus V Mandagi Sumilat, Deiske Adeleine Sumual, Sarah S. Suria Darwisito, Suria Tambunan, Rose Agustin Tommy D. Sondakh Veibe Warouw Yogo Pamungkas, Yogo Yuses Bahagia, Yuses