Carolus Paulus Paruntu
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu, Manado 95115, Sulawesi Utara, Indonesia

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AQUATIC SCIENCE

SURVIVAL AND GROWTH RATES OF TRANSPLANTED SCLERACTINIAN CORALS ON THE REEF FLAT AT KALASEI WATERS, MINAHASA REGENCY, NORTH SULAWESI Tioho, Hanny; Paruntu, Carolus P; Patrich, Hendra
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Graduate Program of Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7272

Abstract

In order to know survival and growth rates of some scleractinian coral species, 538 colonies from 46 species were collected from the reef which was affected by reclamation activity and transferred to the adjacent reef about 300 meters from the former location.  All of the transplanted colonies were observed during 12 months (April 2011 ? March 2012).   We found that 47 (8.74%) dead coral colonies dominated by branching corals and 491 (91.26%) were dominated by live coral colonies of the growth forms encrusting, folioseandmassive.  The highest coral growth (10.59 to 11.32cm/year) was showed by branching Acropora, while the lowest (0.35 to 0.71 cm/year ) was showed by the group of massive-submassive growth form.  This study concluded that corals with encrusting, folioseandmassive growth formhad a high survival rate, but they have slow growth ratescompared withbranching growth form. Untuk mengetahui tingkat ketahanan hidup dan pertumbuhan karang Scleractinia,  46 jenis karang Scleractinia yang terdiri dari 538 koloni dikoleksi dari areal terumbu karang yang sementara direklamasi dan ditransplantasi ke area rataan terumbu yang berjarak sekitar 300 meter dari area aktivitas reklamasi di pantai Kalasey dan pengamatan dilakukan selama satu tahun (April 2011 - Maret 2012).  Ditemukan 47 (8,74 %) koloni karang yang mati dan didominasi oleh karang bercabang, dan 491 (91,26 %) koloni yang hidup didominasi oleh karang dengan bentuk pertumbuhan encrusting, foliose dan massive. Pertumbuhan karang tertinggi adalah karang bercabang dari kelompok Acropora yaitu 10,59 - 11,32 cm/Tahun, sedangkan terendah adalah kelompok dengan bentuk pertumbuhan massive-submassive yaitu 0,35 - 0,71 cm/Tahun. Penelitian ini memperlihatkan bahwa karang dengan bentuk pertumbuhan encrusting, foliose dan massive memiliki tingkat ketahanan hidup yang lebih tinggi, tetapi memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan karang bercabang.
Characteristics and potential development strategy for coastal women in the management of coastal resources in Manado City Rondonuwu, Deyne; Paruntu, Carolus P; Erens, Kaparang; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7282

Abstract

Characteristics and potential of women for coastal development strategies in the management of coastal resources in the coastal city of Manado were studied. The characteristic components of coastal women who participated, included: (1) the composition of coastal women based on the total number of inhabitants, level of education and type of employment, (2) women's income as a contribution to the family income of coastal fishermen, (3) the portion of government budget earmarked for women's empowerment in coastal areas, and (4) coastal women's participation in educational activities and training. The study formulated five women's potential coastal development strategies through SWOT analysis, namely: (1) managing coastal resources sustainably by coastal women, (2) increasing access to capital for the business development of coastal women, (3) increasing government budget allocations for coastal women's empowerment, (4) improving the education and skills of coastal women, (5) women's empowerment in the development of coastal area reclamation, waste management and the improvement of the quality of fishery commodities and handicrafts. The results of this study showed that the women in the coastal city of Manado as  resource managers are one of the great development potentials. However, this has not been well managed strategically and developed by the Government.  It is recommended to Manado City Government to be more focused on empowering coastal women in the management of coastal resources for the well-being of coastal communities and fishermen. Karakteristik dan strategi pengembangan potensi perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir di enam kelurahan pesisir Kota Manado, yaitu:  Kelurahan Bunaken, Tumumpa II, Tongkaina, Malalayang I Timur, Wenang Selatan dan Sario Utara dikaji.  Komponen karakteristik perempuan pesisir yang diuji, meliputi: (1) komposisi perempuan pesisir berdasarkan jumlah total jiwa, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, (2) kontribusi pendapatan perempuan pesisir  terhadap pendapatan keluarga nelayan, (3) besarnya bantuan pemerintah dalam APBD terhadap pemberdayaan perempuan pesisir, dan (4) partisipasi perempuan pesisir dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.  Ada lima strategi pengembangan potensi perempuan pesisir melalui analisis SWOT, yaitu: (1) mengelola sumber daya pesisir yang berkelanjutan berbasis perempuan pesisir, (2) meningkatan akses permodalan bagi pengembangan usaha perempuan pesisir, (3) meningkatkan alokasi APBD Pemerintah untuk pemberdayaan perempuan pesisir, (4) meningkatkan pendidikan dan ketrampilan perempuan pesisir, (5) memberdayakan perempuan pesisir dalam pembangunan kawasan reklamasi pantai, pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas komoditi hasil perikanan dan kerajinan.  Hasil kajian memperlihatkan bahwa perempuan pesisir Kota Manado dalam pengelolaan sumber daya pesisir merupakan salah satu potensi sumber daya yang besar, namun belum dikelola dan dikembangkan secara strategis oleh Pemerintah.  Untuk itu disarankan kepada Pemerintah Kota Manado agar lebih fokus dalam membangun perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.
Co-Authors Agung B. Windarto, Agung B. Agung Windarto Angkouw, Esther D. Angmalisang, Ping Astony Antonius Rumengan Ari B. Rondonuwu Arie Dp. Mirah Arnol R. Rau Baring, Vira Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Darus S. Paransa Defny Silvia Wewengkang Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deyne Rondonuwu Edwin D Ngangi Ellen J. Kumaat Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Fitje Losung Fontje G. Kaligis Ginting, Elvy Like Hanny Tioho Hendra Patrich Hengky J. Sinjal, Hengky J. Henki Rotinsulu, Henki Husen Rifai Indri Manembu Inneke F. M Rumengan J. E. M. Soputan Janny D Kusen Janny D. Kusen Jeremias R. Tuhumena Johan Tumiwa Johnny Budiman Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien Kaparang Erens Lenak, Maria Magdalena Lintang, Rosita Anggreiny J Losung, Agung Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mamesah, Movrie Mangindaan, Remy Medy Ompi Mokoginta, Junio Marzuki Pratama Natalie D Rumampuk Nicky M. Wowor, Nicky M. Nofrita Souw, Nofrita Ockstan J. Kalesaran Oli, Aris Putra Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus Kindangen Pelle, Wilmy E. Pemmy Tumewu Podung, Thania Theresia Rasmo, Tikas N.P. Rignolda Djamaluddin Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rondonuwu, Arie B. Roring, Jordan Iglesias Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Rumengan, Antonius Petrus Ruru, Ricky Andreas Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sandra Tilaar Stenly Wullur Stephanus V Mandagi Sumilat, Deiske Adeleine Sumual, Sarah S. Suria Darwisito, Suria Tambunan, Rose Agustin Tommy D. Sondakh Veibe Warouw Yogo Pamungkas, Yogo Yuses Bahagia, Yuses