Articles
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Kelas VIII
Nurman Musa;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.852 KB)
The problem of this study "the low social interaction in students." The purpose of this study was to find out whether social interaction can be improved through Guidance Group services in class VIII Bina Mulya Junior High School Bandar Lampung. This study used Quasi experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The research subjects were 8 students who had low social interactions, data collection techniques using scale. The results showed an increase in social interaction after being given group guidance services, this was shown from the results of analysis of pretest and posttest data of students' social interactions using the Wilcoxon test, based on the gain score obtained Z count = -2.455 Z table = 1.645 then, H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion in this study is the use of Guidance Group services can improve Social Interaction in class VIII Bina Mulya Bandar Lampung.Permasalahan penelitian ini adalah “rendahnya interaksi sosial pada siswa.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah interaksi sosial dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Quasi exsperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki interaksi sosial rendah, Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan interaksi sosial setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data pretest dan posttest interaksi sosial siswa dengan menggunakan uji wilcoxon, berdasarkan gain score diperoleh Z hitung = -2,455 Z tabel = 1,645 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan layanan Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan Interaksi Sosial pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, interaksi sosial.
PENGGUNAAN TEHNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA DI SEKOLAH
Archi Pratiwi Rahmawati;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.321 KB)
The purpose of this study to determine the increase of in social adjustment at school that using assertive training technique.The method that is used in this study with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design.Subjects of the study of the six students who have a low social adjustment at school. Technique in gained the data of this research is by using scale social adjustment at school. The Result shows that the students’ social adjustment at school can increase by usingassertive training technique, as evidenced from the analysis of the data by using the Wilcoxon test different, from the pretest and posttest results Obtained Zoutput Ztabel (-22070) then Ha is accepted, it means that social adjustment at school can increase by using assertive training technique. Conclusion of this research is social adjustment at school can increase by using assertive training technique of the students grade X SMAN 1 Tumijajar year of 2012/2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan penyesuaian sosial siswa di sekolah dengan menggunakan tehnik assertive training.Metode yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design.Subjek dalam penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki penyesuaian sosial di sekolah rendah.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala penyesuaian sosial di sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian sosial di sekolah dapat ditingkatkan dengan menggunakan tehnik assertive training, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zoutput ztabel(-2,207 0) maka Ha diterima,yang artinya penyesuaian sosial di sekolah dapat ditingkatkan dengan menggunakan tehnik assertive training. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penyesuaian sosial di sekolah dapat ditingkatkan dengan menggunakan tehnik assertive training pada siswa kelas X SMA N 1 Tumijajar Tahun Pelajaran 2012/2013.kata kunci : bimbingan dan konseling, penyesuaian sosial di sekolah, tehnik assertive training.
Peningkatan Self Regulation dalam Belajar Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi
Dinny Suryani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.582 KB)
The problem of this research was students who had low self regulation. The research aimed to know the increase of self regulation in learning by using discussion technique of counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung in academic year 2019/2020. The method of the research applied a pre-experimental with one group pretest and posttest design. Sample of this research used purposive sampling technique. The total of research subjects was ten students from X IPS 2 who had low, medium, and high level self regulation in learning. Data collection technique used a self regulation scale in learning. The data analysis used Wilcoxon test. It indicated that there was an increase of self regulation in learning. Based on the pretest and the posttest result of self regulation, it showed that Zscore = -2,805 Ztabel = 1,645,so Ho was rejected and Ha was accepted. It could be concluded that the self regulation could be improved by using discussion techinque of counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung in academic year 2019/2020.Permasalahan dalam penelitian ini adalah self regulation siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self regulation dalam belajar menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas X IPS 2 yang memiliki regulasi diri dalam belajar rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self regulation dalam belajar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self regulation dalam belajar siswa berdasarkan hasil pretest dan posttest self regulation dalam belajar diperoleh bahwa Zhitung = -2,805 Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah self regulation dalam belajar dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan dan konseling diskusi kelompok, self regulation dalam belajar
KORELASI TIPE KOMUNIKASI AYAH-ANAK DENGAN KONSEP DIRI
Defiana Defiana;
Giyono Giyono;
Yusmansyah Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.606 KB)
The purpose of the research was to determine the correlation between father-child communication type and self-concept. This research was quantitative description with correlation method. Samples were purposive and there were seventy students of grade X Computer and Network Technic Major who still have father. Data collecting techniques used Communication Type Instrument and Self-Concept Instrument. The result shows that there was positive correlation between father-child communication type and self-concept, it was proved by the result of data analysis by using Pearson correlation test which was r = 0,393 thereby, Ha was accepted, it means there was positive correlation between father-child communication type and self-concept. The conclusion for this research is there was positive correlation between father-child communication type and self-concept for the students of grade X Computer and Network Technic Major in SMK Negeri 4 Bandar Lampung Academic Year 2012/2013.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui korelasi tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel dalam penelitian ini dipilih secara purposive dan terdapat tujuh puluh siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang masih memiliki ayah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Instrumen Tipe Komunikasi dan Instrumen Konsep Diri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri, ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan uji korelasi Pearson sebesar r = 0,393 maka Ha diterima, yang artinya ada korelasi positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada korelasi yang positif antara tipe komunikasi ayah-anak dengan konsep diri pada siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 4 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata kunci: ayah-anak, konsep diri, tipe komunikasi
ANALISIS KOMPETENSI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SMA NEGERI SE-KOTA METRO
Suci Martini;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.89 KB)
The purpose of this research is to know the competence of guidance and counseling teachers. The problem of this research is the lowness of the competence of guidance and counseling teachers. The main problem is how the competence of guidance and counseling teachers. This research used a descriptive method and data were got and collected through The Competence Counselor Scale. The population of this research is 22 guidance and counseling teachers at state Senior High School in Metro. The result of this research showed that the competence of guidance and counseling teachers were in good qualification. 25% guidance and counseling teachers were in very good qualification, 75% guidance and counseling teachers were in good qualification, 17% non-guidance and counseling teachers were in good qualifications, 17% non-guidance and counseling teachers were in good enough qualification, and 66% non-guidance and counseling teachers were in not good gualification.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi guru bimbingan dan konseling. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru bimbingan dan konseling. Adapun permasalahannya adalah bagaimana kompetensi guru bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan Skala Kompetensi Konselor. Populasi dalam penelitian ini adalah 22 guru bimbingan dan konseling pada SMA Negeri se-Kota Metro. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kompetensi guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik. 25% guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi sangat baik, 75% guru bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik, 17% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi baik, 17% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi cukup baik, dan 66% guru non bimbingan dan konseling berada pada kualifikasi kurang baik. Kata kunci : bimbingan konseling, guru bimbingan konseling, kompetensi guru bimbingan konseling
Peningkatan Efikasi diri dalam Belajar Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Teknik Latihan Asertif
Tri Maulita;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 1 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.978 KB)
The problem of this research is the self efficacy in learning is low and medium. The purpose of this study was to improve self efficacy in learning by using counseling services assertive training group of student in grade XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung academic year 2017/2018. This research method was pre-experimental design with One Group Pretest Posttest Design. The subjects of this study were 6 students, data collection techniques using self efficacy scale in learning, the result using different test Wilcoxon, from the results of statistical analysis showed Zhitung= -2,201 Ztabel = 1,645 then Ha accepted and Ho rejected. The conclusions in this study that efikasi diri in learning can be improved by using counseling services using assertive training group of students in grade XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung year 2017/2018.Masalah penelitian ini adalah efikasi diri dalam belajar yang rendah dan sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri dalam belajar menggunakan layanan konseling kelompok teknik latihan asertif pada siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Metode penelitian ini bersifat pre-eksperimental dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini sebanyak 6 siswa, Teknik pengumpulan data menggunakan skala efikasi diri dalam belajar. Hasil penelitian menggunakan uji beda Wilcoxon, dari hasil analisis dengan statistik menunjukkan Zhitung=-2,201 Ztabel = 1,645 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini efikasi diri dalam belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok teknik latihan asertif pada siswa kelas XI SMA Negeri 15 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: efikasi diri, konseling kelompok, teknik latihan asertif
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Norma Indah Pratiwi;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 1 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.485 KB)
The purpose of this study was to determine the increasing of Students social interaction by using group counseling. The problem of this study was the low social interaction of the students. The method used was quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Subjects were six students who have low social interaction. Technique to gaindata was by using observation. The result showed that the students social interaction can be enhanced by using group counseling, as evidenced from the analysis of the data by using the Wilcoxon test, from the pretest and posttest results, it obtained ZoutputZtabel (-2,9350) then Ha was accepted, it means that Social interaction of student can be enhanced by using group counseling services. Conclusion of this research was social interaction of student can be increased by using counselling group of the students grade VIII SMP 3 Natar Lampung regency Academic Year 2014/2015.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan interaksi sosial dengan Layanan Konseling Kelompok pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Natar tahun pelajaran 2014/2015.Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi sosial rendah. Metode yang di gunakan adalah Quasi eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon . Subyek penelitian ini sebelas orang siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan interaksi sosial siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data pretest dan posttest diperoleh z hitung = -2,935 dan z tabel = 1,645. Karena z hitung z tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat peningkatan yang signifikan antar kemampuan kemampuan interaksi sosial sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan konseling, konseling kelompok, interaksi sosial
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi untuk Meningkatkan Self Control pada Siswa
Ayu Wijayanti;
Yusmansyah Yusmansyah;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.657 KB)
Problem in this research was low of self control ability students. Purpose of this research was to find out the use of guidance on discussion technique group to improve self control ability students in SMPN 8 Bandar Lampung. Method of research was quasi experiment with pretest and posttest design. Research’s sample selected purposive sampling technique. Research’s subjects are 13 students who have a variative self control ability from low, medium, and high. Data collection techniques used a scale of self control. Result of this data analysis showed that Ho rejected and Ha accepted. This was shown by data analysis used Wilcoxon Matched Pairs Test a value of Zvalue= -3,180 Ztable = 1,645. Conclusion of this research is guidance on discussion technique groups could be used to improve student’s self control in SMPN 8 Bandar Lampung.Permasalahan penelitian ini adalah kemampuan self control siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi untuk meningkatkan self control siswa SMPN 8 Bandar Lampung. Metode penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan Pretest and Posttest Design. Sample penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 13 siswa yang memiliki kemampuan self control bervariatif terdiri dari yang rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self control. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini ditunjukkan oleh hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test dengan nilai Zhitung= –3,180 Ztabel = 1,645. Kesimpulan dari penelitian adalah layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dapat meningkatkan self control siswa SMPN 8 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok teknik diskusi, self control
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Kelas VIII
Nurman Musa;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.852 KB)
The purpose of this study was to find out whether social interaction can be improved through Guidance Group services in class VIII Bina Mulya Junior High School Bandar Lampung. This study used Quasi experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The research subjects were 8 students who had low social interactions, data collection techniques using scale. The results showed an increase in social interaction after being given group guidance services, this was shown from the results of analysis of pretest and posttest data of students' social interactions using the Wilcoxon test, based on the gain score obtained Z count = -2.455 Z table = 1.645 then, H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion in this study is the use of Guidance Group services can improve Social Interaction in class VIII Bina Mulya Bandar LampungTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah interaksi sosial dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Quasi exsperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki interaksi sosial rendah, Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan interaksi sosial setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data pretest dan posttest interaksi sosial siswa dengan menggunakan uji wilcoxon, berdasarkan gain score diperoleh Z hitung = -2,455 Z tabel = 1,645 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan layanan Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan Interaksi Sosial pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, interaksi sosial
ANALISIS KINERJA GURU PEMBIMBING DALAM PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Aan Purwanto;
Muswardi Rosra;
Yusmansyah Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.79 KB)
The purpose of this study is to describe the performance of a tutor in the preparation of guidance and counseling program at a State High School District West Coast. The method used in this research is descriptive method. The population in this study were 4 SMA Negeri who have guidance teachers with study background in guidance and counseling. The technique of collecting data is questionnaires programming arranging program guidance and counseling dan documentation. The results of this study indicate that the performance of Teachers Advisors in Counseling Program Development at SMA Negeri in Pesisir Barat district is still poor. This is because in preparing the guidance and counseling program there are counselors who do not conduct an analysis of every aspect of programming.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kinerja guru pembimbing dalam penyusunan program bimbingan dan konseling pada SMA Negeri Se- Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian sebanyak 4 SMA Negeri yang memiliki guru pembimbing dengan latar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket penyusunan program BK dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja Guru Pembimbing Dalam Penyusunan Program Bimbingan Konseling pada SMA Negeri Se-Kabupaten Pesisir Barat kurang baik. Hal ini dikarenakan dalam menyusun program bimbingan dan konseling masih terdapat guru pembimbing yang tidak melakukan analisis terhadap setiap aspek penyusunan program.Kata kunci : kinerja guru pembimbing, bimbingan dan konseling, program bimbingan dan konseling