Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Komunikasi Interpersonal Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Assertive Training pada Siswa Fitriani Fitriani; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 4 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.029 KB)

Abstract

The problem of this research aimed to reveal whether interpersonal communication could be improved through group guidance on assertive training techniques. This study aimed to investigate whether there is an increase in interpersonal communication through assertive training techniques group guidance services of the eighth grade students of Junior High School 1 Gisting in Academic Year of 2017/2018. The method used in this research was the quasi experimental method with one group pretest-posttest design. This research used the scale of interpersonal communication as the data collection techniques. For the data analysis technique, this research used Wilcoxon Matched Pairs Test. The results show the calculation that Zvalue= - 2.521 or less than Ztable = 1.645. Thus, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of this research reveals that group guidance service of assertive training technique could be used to improve interpersonal communication in the eighth grade students of Junior High School 1 Gisting in Academic Year of 2017/2018.Permasalahan penelitian adalah apakah komunikasi interpersonal dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik assertive training. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan komunikasi interpersonal melalui layanan bimbingan kelompok teknik assertive training pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gisting tahun ajaran 2017/2018. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperiment dengan one group pretes-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh hasil Zhitung = - 2,521 hasilnya kurang dari Ztabel =  1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah penggunaan bimbingan kelompok teknik assertive training dapat meningkatkan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gisting tahun ajaran 2017/2018.Kata kunci: assertive, bimbingan kelompok, komunikasi interpersonal
Pengaruh Peer Group Terhadap Konsep Diri Siswa Luqman Nul Hakim; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 3 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.18 KB)

Abstract

The purpose of this study was to identify the influence of peer group toward students self concept. The problem in this study was the students self concept. The research method was correlation. The samples were as many as 64 students on Junior High School 13 Bandar Lampung who were determined by simple random sampling technique. The data collecting technique used was a scale of peer group and self-concept. The result data analysis was using simple linear regression analysis, which showed that there was significant influence of peer group toward self concept with index a = 0,00 a = 0,05; Ho was rejected and Ha was accepted. Coefficient Correlation score = 0.635, and the coefficient of determination score = 0,404 or 40.4% which can be interpreted that peer group contributed as much as 40.4% toward the self concept.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh peer group terhadap konsep diri siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah konsep diri siswa. Metode penelitian adalah korelasional. Sampel penelitian sebanyak 64 orang siswa di SMP Negeri 13 Bandar Lampung yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala peer group dan konsep diri. Hasil analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Sederhana menunjukkan ada pengaruh peer group terhadap konsep diri yang signifikan dengan indeks ? = 0,00 ? = 0,05; maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai koefisien korelasi = 0,635 dan nilai koefisien determinasi = 0. 404 atau 40,4% dapat ditarfsirkan peer group memiliki kontribusi sebesar 40,4% tehadap konsep diri.Kata kunci : bimbingan dan konseling, peer group, konsep diri
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DALAM BELAJAR Nelli Herlina; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.518 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the increase in independent learning by using group counseling. The method used in this study with a quasi-experimental one-group pretest-posttest. Subject of this study were six students who have low self-reliance in learning. Data collection techniques in this study using independent learning scales and interviews. The results showed that the students' independence in learning can be enhanced by using groups counseling, evident from the analysis of the data using different test Wilcoxon, from the pretest and posttest results obtained Zhitung Ztabel 0.05 (-2.207 0) then Ha accepted, it means independence in learning be improved by using groups counseling. The conclusion is there is an increased independence in learning after being client centered approach in counseling groups in class XI.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak enam siswa yang memiliki kemandirian dalam belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini  menggunakan skala kemandirian belajar dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dalam belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling dalam konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung Ztabel 0,05 (-2,207 0) maka Ha diterima,artinya kemandirian dalam belajar dapat ditingkatan dengan layanan konseling kelompok dalam konseling kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemandirian dalam belajar setelah diberi layanan konseling kelompok dalam konseling kelompok pada siswa kelas XI.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian belajar, konseling kelompok
Penggunaan Konseling Client Centered untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Risni Anjani; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.039 KB)

Abstract

Problems in this study was students self learning was low. The objective of this study was to determine the iprovement of students self learning by using client centered counseling on second year students. This research used pre-experimental method with one group pretest-posttes design. analyzed by using wilcoxon test. Research subject as many as 4 students who had low self learning. Technique of collecting data used self learning scale. The result showed that self learning was improved after given client centered counseling. It was showed from the result of pretest and posttest, the price ofzhit = -1,826 and ztab = 1.645 so ho was rejected and Ha wasaccepted. It means there was signifficant improvement on self. Learning after given client centered counseling at students. The conclusion of this research was client centeredcounseling couldbe used to improve self learning at students of class XI of SMANegeri 14 Bandar Lampung in academic year 2017/2018.Masalah dalam penelitian ini kemandirian belajar siswa rendah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar dengan menggunakan konseling client centered pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental group pretest-posttest design kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemandirian belajar mengalami peningkatan setelah diberikan konseling Client Centered. Hasil analisis dengan membandingkan data posttest dan pretest, diperoleh harga zhitung = -1,826 dan ztabel = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat peningkatan pada kemandirian belajar setelah diberikan layanan konseling client centered pada siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah konseling client centered dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 14 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling client centered, kemandirian belajar.
Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga Dengan Agresivitas Siswa Laila Aziz; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.02 KB)

Abstract

This study aimed to determine the relationship between family’s harmony with the aggressiveness of students in SMA Negeri 10 Bandar Lampung Academic Year 2018/2019. The study population was 270 students and the research amounted to 135 students. Data collection techniques used a scale of parental harmony and scale of aggressiveness. The results showed that there was a significant and negative relationship between the harmony of parents and aggressiveness with the correlation value r = -0.418 rtable = 0.198. The conclusion of this study was there is a significant negative relationship between the harmony of parents and the aggressiveness of students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keharmonisan keluarga dengan agresivitas siswa di SMA Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2018/2019. Populasi penelitian sebanyak 270 siswa dan penelitian berjumlah 135 siswa. Teknik  analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara keharmonisan orang tua dengan agresivitas dengan nilai korelasi rhitung= -0,418    rtabel= 0,198. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan antara keharmonisan orang tua  dengan agresivitas siswa.Kata kunci: agresivitas, bimbingan dan konseling, keharmonisan keluarga
PENINGKATAN SELF REGULATION DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VIII Sifha NI Najmah; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 2 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.99 KB)

Abstract

The aim of this research was to identify whether the self regulation could be optimized by using group guidance service. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. Technique in collecting the data was by using self regulation scale. The calculation result of Wilcoxon test showed that zoutput = - 2668 ztable = 6. then Ha is accepted and H0 is rejected. The conclusion of this result is self regulation can be increased by using group guidance service at the VIII grade students of SMPIT Daarul Ilmi Bandar Lampung academic year 2015/2016.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bahwa self regulation siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Teknik pengumpulan data adalah skala self regulation. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest self regulation menunjukkan bahwa z hitung = -2,668 z table = 6, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah self regulation dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VIII SMPIT Daarul Ilmi Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016. Kata kunci : bimbingan kelompok, bimbingan dan konseling, self regulation
Hubungan antara Self Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik Noviyanti Noviyanti; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.611 KB)

Abstract

The problem in this research is academic procrastination behavior. This study aims to find out how is a significant negative correlation between self regulated learning with academic procrastination using quantitative research methods. The sample of this study was 104 students. The instrument used a scale of self regulated learning and academic procrastination scale. The analysis technique used the product moment technique with a significance level of 5%. Based on the analysis, it is known that the value of r-count = -0.810 from the level of r-table = 0,1622. The results of this study indicate that there is a significant negative relationship between self regulated learning and academic procrastination, meaning that the higher the self regulated learning, the lower the academic procrastination in students, and vice versa is the lower the self regulated learning so the higher academic procrastination for students.Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan yang signifikan negatif antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 104 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala self regulated learning dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisa menggunakan teknik product moment dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisa diketahui nilai r-hitung = -0,810 dari taraf r-tabel = 0,1622. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan negatif antara self regulated learning dengan prokrastinasi akademik, artinya semakin tinggi self regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik pada siswa, begitu juga sebaliknya yaitu semakin rendah self regulated learning maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada siswa.Kata kunci: bimbingan konseling, prokrastinasi akademik, self regulated learning
Hubungan Konformitas Antisosial Dengan Perilaku Bullying Siswa Junisa Amaliaz; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.534 KB)

Abstract

This study aimed to study the relationship between antisocial conformity and bullying behaviour in student of SMPN 12 Bandar Lampung. The research used a quantitative method. The research sample was taken by 247 student taken by simple random sampling technique. The data collection technique used peer conformity scale and bullying behaviour scale. The data analysis technique used Product Moment conversion. The result of the research showed that there was a significant positive relationship between antisocial conformity with bullying behaviour with a correlation value of rcount  = 0.524 rtable = 0.138, then Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of the results study was there was a relationship between antisocial conformity and bullying behaviour. It means, the higher the antisocial conformity equals higher probability of bullying behaviour.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas antisosial dengan perilaku bullying pada siswa SMPN 12 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 247 siswa diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konformitas antisosial dan skala perilaku bullying. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konformitas antisosial dengan perilaku bullying dengan nilai korelasi rhitung = 0.524 rtabel= 0.138. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konformitas antisosial dengan perilaku bullying. Artinya semakin tinggi konformitas antisosial maka semakin tinggi perilaku bullyingKata kunci: bimbingan dan konseling, konformitas antisosial, perilaku bullying 
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Nabilah Kartiyasa Utami; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.984 KB)

Abstract

The problem of study was low learning motivation. The purpose of study was to identify the corelation between parenting pattern with learning motivation. The research method was using correlation. The samples were as many as 151 students. The data collecting technique used the parenting pattern scale and learning motivation scale. The data were analyzed using product moment corelation. The results of the study showed there was significant correlation between democratic parenting with learning motivation with rcount 0,382 and the value of p 0,010. The conclusion of study was there have a positif correlation between democratic parenting with learning motivation.Masalah penelitian ini adalah motivasi belajar rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. Metode penelitian ini adalah korelasi. Sampel penelitian sebanyak 151 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala pola asuh orang dan motivasi belajar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua demokratis dengan motivasi belajar dengan nilai korelasi 0,382 dan nilai p 0,010. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh orang tua demokratis memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar.Kata kunci:hubungan, motivasi belajar, pola asuh orang tua
Meningkatkan Percaya Diri di Sekolah melalui Layanan Bimbingan Kelompok Siswa Kelas X Intan Syafitri; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.531 KB)

Abstract

The problem in this study was the students self-confidence. The purpose of this study was determine the use of group guidance services to increase confidence in learning in the student of class X SMA Negeri 1 Tanjung Bintang lesson 2016/2017. The method used in this research was quasi experimental method with one group pretest-posttest design. Subjects of research as many as seven students of class X who have confidence in learning was low. The result of this research was using wilcoxon different test, the result of pretest and posttest obtained by the result compared with Ztable value. From the calculation results obtained Zhitung=-2,366 Ztable= 1,645, then Ha accepted and Ho rejected, that confident in learning could be improved after being given a group guidance services. Conclusion in research use of group guidance service to increase confidence in studying at student class X SMA Negeri 1 Tanjung Bintang lesson year 2016/2017.Masalah dalam penelitian ini ialah percaya diri dalam belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan percaya diri dalam belajar menggunakan layana bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian sebanyak tujuh siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Tanjung Bintang. Analisis penelitian menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil analisis statistik menunjukkan Zhitung=-2,366 Ztable= 1,645 maka Ha diterima dan Ho ditolak, bahwa percaya diri dalam belajar dapat ditingkatkan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Hal ini dapat diperkuat dengan rata-rata peningkatan persentase dari ketujuh siswa yakni 36%. Kesimpulan penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan percaya diri dalam belajar pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Bintang tahun pelajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan konseling, percaya diri dalam belajar, layanan bimbingan kelompok
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Purwanto Ade Ratna Mutiara Aditha Brenda Semedi Agustina Ari Setianingrum Aini Berliani Alriza Rahayu Rahmawati Alvin Alessandro Amilia Ratih Dewanti Andriyanto, Redi Eka Annisa Afiananda Rizqi Anselmus Alan Primavera Archi Pratiwi Rahmawati Ardana Dila Iswari Ari Sofia Asep Lukman Efendi Astrid Diah Amili Putri Ayu Wijayanti Cempaka Puri Citra Abriani Maharani Defiana Defiana Desfi Dian Mustika Desi Ardianti Desyana Putri Amalia Diah Utami Diah Utaminingsih Dian Ayu Lestari Dian Permata Sari HSB Dinny Suryani Dwi Agustina Damayanti Eka Rahma Ayu Erliani Pratiwi Erminia Adestyani F. Ivana Yudiastri Fatwa Mustika Adji Fitri Pradita Pertiwi Fitriani Fitriani Giyono Giyono Hani Maria Ulfa Hany Septia Hestina Hestina Ibrahim, Yulianton Ashzar Ida Santika Intan Syafitri Irfan Prima Aldi Irsan Dewangga Jamhari Jamhari Jumiyanti Jumiyanti Junisa Amaliaz Kurnia Rahmadani Laila Aziz Lisa Fatmala Lita Afrisia Lulu Endar Wati Luluk Nandya Maharani Luqman Nul Hakim M. Nurul Iman Mar'atur Rafiqah Maria Lusia Dewi Shinta D Maya Zunita Mega Sentya Saputri Meity Fitri Yani Merry Andani Mira Nurul Fitri Moch Johan Pratama Muhammad Novendra Nurdin Muswardi Rosra Nabilah Kartiyasa Utami Nadia Arissanti Wardhani Nadia Fitriani Asyari Nailul Fauziah Nanda Sekar Anggita Nelli Herlina Nelly Oktaviyani Niluh Titisari Karuna Putri Noer Safitri Norma Indah Pratiwi Noviyanti Noviyanti Nurhalimah Nurhalimah Nurjanah Nurjanah Nurman Musa Octaria Nawala Oktariana, Yohana Putria Maharani Putriana Putriana Qomarul Hasanah Ranni Rahmayanthi Ratih Novita Sari Ratna Widiastuti Refiyana Refiyana Renny Desugiharti Rian Affandi Rika Yuniarti Rina Intan Sari Rini Larassati Risa Rahayu Riska Apriyanti Risni Anjani Ritalia Elistantia Rosy Nur Afnida Sefti Firna Sari Shinta Mayasari Sifha NI Najmah Sintia Handayani Sisca Marya Susanti Siska Liana Siska Wiyasa Oktora Solly Aryza SRI LESTARI Suci Martini Syaifuddin Latif Syarifuddin Dahlan Tamara Boy Tita Adelia Putri Titis Dea Puri Tri Maulita Tri Sutisna Try Widya Gustari Dewi Tubagus Chandra Umi Salamah Uthairat Na- Nakorn Veni Purnamasari Vetriana Kusuma Ramadani Wahyu Riyanto Wansuk Senanan Wika Christian Pasaribu Winarni Dwi Astuti Wiwit Wiarti Wulan Sumiar Yayu Zuliantini Yolanda Oktaviani Yondariwati Yondariwati Yuli Novita Sari Yulia Malida Sari Yulia Safitri Yuyun Lestari