Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA MANADO, Privasi dalam Arsitektur Monica P. P. Roring; Judy O. Waani; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31564

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah masyarakat yang cukup sering terdengar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek dan dampak kekerasan seksual mencakup trauma fisik dan psikologis. Pemerintah serta pihak-pihak terkait telah melakukan upaya mereka untuk menangani masalah ini, sehingga dirancanglah bangunan untuk mewadahinya yakni pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Objek ini merupakan wadah sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan bagi para korban. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan privasi dalam arsitektur yang dapat mendukung bangunan mencapai tujuan utamanya, yaitu sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan. Lokasi perancangan terletak di Jl. Meruasey Malalayang Dua, Malalayang, kota Manado, Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini yaitu untuk menghadirkan bangunan yang mampu mewadahi para korban permasalahan sosial di kota Manado dan untuk memberikan privasi yang dibutuhkan. Metode perancangan menggunakan  proses perancangan generasi II (desain argumentatif) yang dikemukakan oleh Horst Rittel. Hasil rancangan ini pada akhirnya menghadirkan objek untuk mencegah dan mengatasi dampak kekerasan seksual yang sering terjadi dan untuk meningkatkan kepedulian kita akan betapa pentingnya memperhatikan masalah ini dan betapa fatalnya dampak yang terjadi serta pentingnya kesehatan mental korban.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual, Privasi
PUSAT REHABILITASI PSIKIATRI DI MANADO, Psikologi Arsitektur Rompas M. P. Emanuella; Judy O. Waani; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34577

Abstract

Pertumbuhan populasi di Kota Manado,menyebabkan perkembangan kemajuan tidak hanya pada hal positif tapi juga di hal negatif . Trauma, faktor genetik, stigma dan diskriminasi merupakan beberapa faktor penyebab penyakit psikiatri atau yang umum disebut penyakit mental. Menghasilkan bukti bahwa penyakit mental dapat terjadi kepada siapapun, dimanapun, dan pada masyarakat dengan batasan usia yang tidak tentu. Penyakit Psikiatri atau mental dapat menyebabkan gangguan ringan sampai gangguan berat terhadap pola pikir, rasa, tindakan dan cara seseorang memandang situasi dan peristiwa kehidupan maupun karakter orang. Gangguan jiwa bisa berubah menjadi kondisi yang kronis atau parah, tapi bukan berarti tidak dapat ditangani, hanya saja memerlukan bantuan medis intensif dan mencukupi.Demi meningkatkan kualitas hidup bahkan membuat seseorang sembuh dari penyakit jiwa atau mental sangat dibutuhkan fasilitas yang mencukupi. Tapi mengingat kurangnya fasilitas yang mendukung pelayanan kesehatan mental di Sulawesi Utara khususnya Manado. Jika dampak positif psikologis dan restoratif arsitektur hanya dilihat oleh psikolog dan arsitek, dan bukan masyarakat umum, maka dampak psikologis dari desain arsitektur yang tidak dipikirkan tidak akan pernah diatasi dan lapangan akan terus kekurangan sumber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa. Singkatnya, ini perlu diakui sebagai isu kemasyarakatan yang mendesak dan penting bagi masyarakat itu sendiri.Kata Kunci: Psikiatri, Pusat Rehabilitasi, Psikologi Arsitektur, Manado
PUSAT SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI KOTA TOMOHON, Extending Tradition Syaloom Y. W. Kario; Octavianus H. A. Rogi; Judy O. Waani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34586

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, karya seni dan bahasa, sebagai mana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari manusia shingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai warisan genetic. Seiring bekembangnya zaman, budaya tersebut mulai ditinggalkan. Hal ini terjadi karena berbagai factor, diatranya mulai menjamur berbagai budaya asing dimasyarakat yang lebih diminati bahkan ditekuni. Serta kurangnya pengetahuan mengenai budya sendiri. Faktor-faktor inilah yang mengancam tergesernya keberadaan budaya Minahasa yang telah ada. Permasalahan tersebut agakya dapat terselesaikan dengan menyediakan wadah untuk memperkenalkan budya Minahasa dizaman yang serba modern ini. Tentunya dalam penyediaan wadah tersebut perlu  dilakukan langkah-langkah yang dapat menjadi solusi pada kondisi lokasi yang terpilih. Perancangan Pusat Seni Budaya Minahasa di Kota Tomhon ini mengusung tema Extending Tradition sebagai titik dasar landasan rancangan, sehingga keutuhan dan kebersamaan tetap ada tanpa meghilangkan unsur tradisi lokalitas.Kata Kunci : Pusat Seni Budaya Dan Budaya Minahasa, Extending Tradition
PUSAT REHABILITASI SKIZOFRENIA DI MANADO, Arsitektur Perilaku Natalia M. Kaliey; Judy O. Waani; Michael M. Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34639

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental serius yang terjadi dalam jangka panjang yang dapat mempengaruhi suasana hati, pola pikir, dan perilaku. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Republik Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa kasus skizofrenia meningkat dari 1,7% tahun 2013 menjadi 7% di tahun 2018. Melihat tingginya lonjakan orang dengan skizofrenia (ODS), setiap orang di minta agar terus waspada terhadap gejala-gejala yang timbul. Namun pemahaman masyarakat Indonesia terhadap kesehatan jiwa cenderung kurang, orang dengan gangguan jiwa justru tidak di tangani dengan baik karena memiliki alasan yang beragam, mulai dari merasa sudah sehat, tidak rutin beli obat, sering lupa, dan lainnya. Padahal ketidakteraturan mengonsumsi obat dapat memunculkan kembali gejala-gejala psikosis yang mengakibatkan ODS mengalami gangguan yang lebih parah sehingga berpotensi memperkuat stigma di lingkungan ODS. Salah satu solusi adalah melakukan pengawasan rutin dan memaksimalkan terapi bagi ODS dengan cara menciptakan suatu wadah yang mampu meningkatkan kualitas hidup ODS. Menanggapi hal tersebut, rancangan Pusat Rehabilitasi Skizofrenia di Manado menjadi suatu tempat untuk mewadahi berbagai kegiatan didalamnya dengan memperhatikan faktor keamanan dan faktor lingkungan yang berperan penting dalam proses pemulihan. Dalam rancangan ini tema yang di terapkan yaitu Arsitektur Perilaku karena terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan arsitektur. Sedangkan konsep yang diterapkan dalam arsitektur perilaku yaitu lingkungan yang  terpersepsikan. Dalam perancangan ini, metode yang di terapkan merupakan teori dari A. J Christopher Jones. Proses desain dimulai dari gagasan/analisa data hingga hasil akhir berupa visual, rancangan dibuat dengan tujuan membantu perancang dalam menciptakan hasil rancangan yang berkualitas.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Skizofrenia, Arsitektur Perilaku
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TIMIKA KABUPATEN MIMIKA: Arsitektur Neo Vernakular Kristania M. Lahu; Judy O. Waani; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah dari Provinsi Papua. Kabupaten Mimika memiliki 12. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2021, jumlah penduduk Kabupaten Mimika sebanyak 311.731 jiwa dengan kepadatan penduduk 14 jiwa/km². Perpustakaan adalah salah satu langkah tepat untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya pelajar di Kabupaten Mimika. Literasi perlu ditingkatkan dalam rangka memajukan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Perpustakaan yang merupakan jantung literasi harus didirikan, dijaga, dan ditingkatkan. Persentase jumlah siswa di Kabupaten Mimika adalah 19,7% dari total jumlah penduduk. Kabupaten Mimika masih terus berkembang dan direncanakan akan menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah, namun belum terdapat perpustakaan umum kota. penulis ingin merancang bangunan ini dengan harapan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pelajar maupun masyarakat yang ada di kabupaten/kota, juga dengan menggunakan tema Neo-Vernakular yang menggabungkan antara konsep tradisional dan modern masyarakat pasti akan tertarik untuk mengunjunginya dan diharapkan gedung ini bisa menjadi salah satu landmark Kabupaten Mimika. Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Umum Kota, Arsitektur Neo Vernakular
PLACE MAKING DI RUANG PUBLIK TEPI LAUT KOTA MANADO Reny Syafriny; Linda Tondobala; Judy O. Waani; Fela Warouw
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i1.4091

Abstract

Perkembangan tepi laut kota Manado, yang didominasi oleh pembangunan pusat perdagangan dan rumah makan telah mengurangi peluang warga untuk mengakses tepi laut untuk berekreasi. Meski terdapat dalam jumlah dan jenis yang sangat terbatas, ruang rekreasi yang disediakan kurang memberikan peluang maksimal bagi warga untuk beraktivitas karena dirancang dan dikelola tidak berdasarkan kebutuhan pengguna.Placemaking adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dan kualitas manusia secara berimbang dalam perancangan dan evaluasi ruang yang dianggap gagal dalam penyelenggaraan ruang publik. Prinsip kerjanya adalah pendekatan berbasis pengguna yang mampu membantu warga kota merubah ruang publiknya menjadi tempat yang hidup dan menyenangkan untuk dikunjungi di waktu senggang.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai keterikatan warga kota dengan ruang tepi laut, mengungkap jenis aktivitas dan tingkat kepuasan warga terhadap kondisi ruang rekreasi yang ada guna menetapkan kebutuhan rancangan. Metode yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan terbuka dengan analisis kualitatif eksploratori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat warga untuk berekreasi di tepi laut cukup tinggi, namun peluang untuk melakukannya sangat terbatas karena penyediaan fasilitas penunjang tidak mendukung kegiatan yang diinginkan.Kata kunci : placemaking, ruang publik, rekreasi, pengguna ruang.
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Patrich V. Muaja; Judy O. Waani; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37026

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN SONDER Lefrando J. Rumagit; Judy O. Waani; Michael M. Rengkung
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37063

Abstract

Sonder sub-district is one of the districts that is included as a district growth center, namely the local activity center (PKL) in the 2014-2034 RTRW of Minahasa. As for the RTRW direction in article 5 paragraph 2 letter g, regarding increasing the availability and quality of infrastructure services and supporting facilities for urban and rural activities. This study will identify and analyze the availability of infrastructure and facilities for settlements in Sonder District based on SNI 03-1733-2004 supported by other existing standards. The analysis method used is descriptive qualitative method in identifying data by obtaining primary data through field observations, taking documentation, and interviews with sub-district and village governments, as well as quantitative descriptive methods in analyzing data, as well as spatial analysis methods to determine the distribution of infrastructure and settlement facilities. also as an analysis of the service radius of the facility. The results of the discussion show that there are some inadequate infrastructure and facilities such as road infrastructure and solid waste infrastructure. where road infrastructure, traffic lane widths are not up to standard, and solid waste infrastructure, TPS and local TPA are not yet available, so most people still throw garbage in any place, such as drainage, and rivers. For facilities, educational facilities still require an additional 6 units for kindergarten, and 1 unit for senior high schools.
PENAMPUNGAN PENGUNGSIAN DI PINELENG MINAHASA: Arsitektur Sebagai Shelter Elton S. Gumalag; Judy O. Waani; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado yang secara geografis terletak di area tropis dan kawasan ring of fire merupakan wilayah yang berpotensi tinggi terkena bencana. Entah bencana secara alami seperti gempa dan erupsi vulkanik ataupun bencana akibat pembukaan lahan yang terkendali seperti seperti banjir dan tanah longsor. Masalah terutama yang timbul dari beragam jenis bencana adalah relokasi penduduk terdampak bencana atau pengungsi. Pengungsi adalah orang/sekelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya ke tempat yang lebih aman dalam upaya menyelamatkan diri/jiwa untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana. Karena fasilitas definitif untuk penampungan pengungsi yang disediakan pemerintah tidak ada maka penulis berinisiatif untuk mendesain fasilitas penampungan. Penulis memilih tapak di Pineleng atas dasar argumentasi keamanan mengingat lokasinya di area tinggi. Pendekatan tematisnya diambil Arsitektur sebagai Shelter mengingat nama dan fungsi dari objek ini sendiri bertindak sebagai tempat penampungan. Kata Kunci: Penampungan, pengungsi, shelter
VILLA RESORT KAKI GUNUNG KLABAT DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular Christie G. Tooy; Judy O. Waani; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minahasa Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang, dan memiliki beragam destinasi wisata baik wisata alam, sejarah, budaya, religi dan kuliner yang cukup terkenal dan mampu menarik berbagai wisatawan untuk datang berkunjung. Merujuk pada data yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, adanya peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Minahasa Utara dari tahun 2017 sampai 2019 sehingga diperlukan penambahan sarana akomodasi dan rekreasi baru. Villa Resort Kaki Gunung Klabat adalah sebuah wujud rancangan untuk menjawab kebutuhan sarana akomodasi dan rekreasi tersebut. Villa Resort ini merupakan suatu destinasi wisata yang baru yang berada di pegunungan, mengingat destinasi wisata yang berada di pegunungan Kabupaten Minahasa Utara masih terbilang sedikit dibandingkan dengan destinasi yang berlokasi di pantai atau kepulauan, dan dengan adanya penerapan tema Arsitektur Neo Vernakular pada perancangan Villa Resort ini diharapkan bisa menjadi salah satu pengenalan budaya Minahasa bagi para wisatawan. Villa Resort Kaki Gunung Klabat ini juga diharapkan bisa ikut meramaikan kegiatan perekonomian maupun kegiatan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Villa Resort, Kabupaten Minahasa Utara, Arsitektur Neo Vernakular