Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Patrich V. Muaja; Judy O. Waani; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37026

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN DI KECAMATAN SONDER Lefrando J. Rumagit; Judy O. Waani; Michael M. Rengkung
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37063

Abstract

Sonder sub-district is one of the districts that is included as a district growth center, namely the local activity center (PKL) in the 2014-2034 RTRW of Minahasa. As for the RTRW direction in article 5 paragraph 2 letter g, regarding increasing the availability and quality of infrastructure services and supporting facilities for urban and rural activities. This study will identify and analyze the availability of infrastructure and facilities for settlements in Sonder District based on SNI 03-1733-2004 supported by other existing standards. The analysis method used is descriptive qualitative method in identifying data by obtaining primary data through field observations, taking documentation, and interviews with sub-district and village governments, as well as quantitative descriptive methods in analyzing data, as well as spatial analysis methods to determine the distribution of infrastructure and settlement facilities. also as an analysis of the service radius of the facility. The results of the discussion show that there are some inadequate infrastructure and facilities such as road infrastructure and solid waste infrastructure. where road infrastructure, traffic lane widths are not up to standard, and solid waste infrastructure, TPS and local TPA are not yet available, so most people still throw garbage in any place, such as drainage, and rivers. For facilities, educational facilities still require an additional 6 units for kindergarten, and 1 unit for senior high schools.
PENAMPUNGAN PENGUNGSIAN DI PINELENG MINAHASA: Arsitektur Sebagai Shelter Elton S. Gumalag; Judy O. Waani; Johannes V. Rate
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado yang secara geografis terletak di area tropis dan kawasan ring of fire merupakan wilayah yang berpotensi tinggi terkena bencana. Entah bencana secara alami seperti gempa dan erupsi vulkanik ataupun bencana akibat pembukaan lahan yang terkendali seperti seperti banjir dan tanah longsor. Masalah terutama yang timbul dari beragam jenis bencana adalah relokasi penduduk terdampak bencana atau pengungsi. Pengungsi adalah orang/sekelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya ke tempat yang lebih aman dalam upaya menyelamatkan diri/jiwa untuk jangka waktu yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana. Karena fasilitas definitif untuk penampungan pengungsi yang disediakan pemerintah tidak ada maka penulis berinisiatif untuk mendesain fasilitas penampungan. Penulis memilih tapak di Pineleng atas dasar argumentasi keamanan mengingat lokasinya di area tinggi. Pendekatan tematisnya diambil Arsitektur sebagai Shelter mengingat nama dan fungsi dari objek ini sendiri bertindak sebagai tempat penampungan. Kata Kunci: Penampungan, pengungsi, shelter
VILLA RESORT KAKI GUNUNG KLABAT DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: Arsitektur Neo Vernakular Christie G. Tooy; Judy O. Waani; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minahasa Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang, dan memiliki beragam destinasi wisata baik wisata alam, sejarah, budaya, religi dan kuliner yang cukup terkenal dan mampu menarik berbagai wisatawan untuk datang berkunjung. Merujuk pada data yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, adanya peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Minahasa Utara dari tahun 2017 sampai 2019 sehingga diperlukan penambahan sarana akomodasi dan rekreasi baru. Villa Resort Kaki Gunung Klabat adalah sebuah wujud rancangan untuk menjawab kebutuhan sarana akomodasi dan rekreasi tersebut. Villa Resort ini merupakan suatu destinasi wisata yang baru yang berada di pegunungan, mengingat destinasi wisata yang berada di pegunungan Kabupaten Minahasa Utara masih terbilang sedikit dibandingkan dengan destinasi yang berlokasi di pantai atau kepulauan, dan dengan adanya penerapan tema Arsitektur Neo Vernakular pada perancangan Villa Resort ini diharapkan bisa menjadi salah satu pengenalan budaya Minahasa bagi para wisatawan. Villa Resort Kaki Gunung Klabat ini juga diharapkan bisa ikut meramaikan kegiatan perekonomian maupun kegiatan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Villa Resort, Kabupaten Minahasa Utara, Arsitektur Neo Vernakular
SCIENCE PARK TERUMBU KARANG DI LIKUPANG: Arsitektur Organik Thalia G. Pomantow; Dwight M. Rondonuwu; Judy O. Waani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science Park Terumbu Karang di Likupang merupakan pusat penelitian dan pengembangan berbasis properti yang mengakomodasi dan meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan terumbu karang dengan berafiliasi dengan universitas atau badan penelitian pemerintah dan swasta berdasarkan pendekatan, dengan tata kelolanya dalam hal ini berpusat di daerah Likupang, Minahasa Utara. Fasilitas yang disediakan science park yaitu Laboratorium, ruang pemeliharaan Terumbu Karang, dek observasi dan lainnya dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan Terumbu karang secara langsung karena memiliki lokasi yang strategis dekat tempat perkembang biakan terumbu karang yang berlokasi di pantai Pulisan, Likupang Timur, Minahasa Utara. Fasilitas dan ruang yang disediakan science park ini mengutamakan dengan nuansa alami dengan memanfaatkan alam disekitarnya dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Organik yang diterapkan pada dalam beberapa prinsip seperti sirkulasi, bentuk bangunan, dan struktur bangunan. Keberadaan science park terumbu karang dapat mendorong pertumbuhan terumbu karang di Likupang, dengan meningkatnya populasi terumbu karang dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan negara dan mancanegara di Likupang untuk dapat menikmati keindahan dan keragaman biota laut yang ada. Untuk mendukung peningkatan wisatawan science park terumbu karang memiliki fasilitas rekreasi yang dapat dinikmati wisatawan yang berkunjung seperti aquarium, kolam interaktif, dan taman rekreasi pantai dimana wisatawan dapat bermain sambil belajar tentang terumbu karang dengan suasana alami yang dikelilingi pepohonan dan pantai yang indah. Kata Kunci: Science Park, Terumbu Karang, Arsitektur Organik, Likupang
KANTOR GUBERNUR PAPUA TENGAH di NABIRE: Arsitektur Neo Vernakular Rodrigo N. Kaunang; Judy O. Waani; Suryono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia mengalami perluasan dengan dibentuknya tiga provinsi baru, yaitu Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, yang terpisah dari Provinsi Papua. Namun, meskipun Nabire ditunjuk sebagai ibu kota Papua Tengah, infrastruktur di sana masih belum memadai, termasuk Kantor Gubernur. Oleh karena itu, penting untuk membangun sebuah Kantor Gubernur yang modern dan mencerminkan nilai-nilai sosial budaya lokal. Konsep neo vernakular diajukan untuk mencampur nilai-nilai tradisional dan modern dalam desain Kantor Gubernur, dengan tujuan membangun sebuah struktur yang representatif, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Kata Kunci: Kantor Gubernur, Papua Tengah, Neo Vernakular