Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MUSEUM SENI RUPA KONTEMPORER DI MANADO . Ambiguitas Christy E. Nelwan; Judy O. Waani; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24065

Abstract

Bercermin dari potret realita tidak adanya wadah profesional berskala nasional dan internasional untuk memfasilitasi kegiatan konservasian eksebisi karya-karya seni Indonesia maupun dunia khususnya seni kontemporer yang kian berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kurangnya apresiasi masyarakat Manado terhadap urgenitas seni dan museum sebagai “Gudangnya ilmu, budaya, dan fasilitas publik yang merupakan pilot project majunya perkembangan dan image sebuah kota” Museum Seni Rupa Kontemporer di Manado didesain menggunakan pendekatan ambiguitas dimana, akan mengubah image sebuah museum yang dipandang dari dulu oleh masyrakat sebagai tempat yang kramat dan meningkatkan ketertarikan masyarakat khususnya Manado terhadap seni, dengan menghadirkan bentuk yang baru dan unik dari lingkungan sekitar. Kata kunci : Museum Seni Rupa Kontemporer di Manado, Ambiguitas
PUSAT SENI BUDAYA MASYARAKAT SORONG. Arsitektur Nusantara Nomensen Tiba; Judy O. Waani; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24633

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Barat yang memiliki keanekeragaman seni dan budaya yang tak kalah dengan daerah lain. Dan sangat mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Sorong sendiri, hal ini dapat dilihat dari banyaknya peminat yang tertarik ingin belajar dan mencoba menghasilkan karya-karya seni, Serta Adanya dukungan pemerintah dalam mengembangkan seni budaya di Sorong seperti banyaknya perizinan akan kegiatan-kegiatan seni budaya dari luar/dalam Sorong seperti atraksi kesenian, pagelaran dan festival seni tari-tarian, musik tradisional, seni pahat ukir, pameran hasil kerajinan tangan.Akan tetapi masalah yang dihadapi untuk mengembangkan bahkan melestarikan dan mempertahankan seni dan budaya di Sorong adalah Kurangnya informasi serta promosi seni budaya secara continue kepada masyarakat maupun wisatawan. Dan juga Belum adanya suatu wadah untuk menampung kegiatan aktifitas seni dan budaya secara menyeluruh namun terpusat.Berdasarkan kondisi diatas maka objek Pusat Seni Budaya Masyarakat Sorong diperlukan untu memecahkan serta menjembatani permasalahan yang dihadapi dalam pelayanannya akan kegiatan-kegiatan pengembangan seni budaya berupa kegiatan pendidikan, kesenian, pemasaran serta informasi. Dan kiranya mampu memberikan pengetahuan mengenai seni dan budaya kepada masyarakat Sorong melalui tampilan visual hasil-hasil karyanya, dan dapat menambah wawasan  masyarakat kota Sorong tentang seni dan budaya itu sendiri, serta menjadi sarana untuk melatih kreatifitas ke dalam produk seni dan budaya. Kata kunci:Pusat, seni dan budaya,Papua
MANADO GAME CENTER Ryo K. Prijadi; Judy O. Waani; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25047

Abstract

Pada zaman modern ini game merpakan hobi yang dapat menghasilkan uang, pemain game yang engikuti esport dapat di sebut atlit game center adalah tempat untuk menaungi seala kebutuhan mereka,di kota besar seprti manado banyak lomba lomba esport yang di selengarakan dikarenakan tidak mempunyai tempatlomba tersebut di adakan di tempat yang tidak semestinya banyak yang mengeluhkan hal hal tersebut seperti ribut yang dapat menghilangan konsentrasi dan juga komentator dapat membuat kesalahan karena pemain dapat mengatakan perkataan komentator akan tetapi game center merupakan banunan yang boros energy dikarenakan itu harus memikirkan tema yang cocok seperti tema biomimikri dimana tema itu membuat rancangan mengikuti organisme perilaku dan lingkuan yang membuat dampak negative terhadap lingkungan dari bangunan game center dapat berkurang bukan Cuma mengurangi dampak negative konsep dari biomimikri tidak terlalu mengubah design dari bangunan yang di rancang ini yaitu game center yang sering berkaitan dengan modern dan futuristic sehingga bwalaupun bentuk modern bangunan ini tetap tdk terlalu berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya  Kata kunci: Manado, Game Center, Biomimikri,
PUSAT REKREASI EDUKASI PROFESI UNTUK ANAK DI MANADO. Arsitektur Perilaku dengan Pendekatan Emotional Rachel F. Massie; Judy O. Waani; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30145

Abstract

Proses belajar semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Proses belajar sudah tidak lagi terbatas pada rutinitas belajar formal di sekolah, tetapi juga melalui cara informal salah satunya adalah dengan bermain. Melalui bermain, anak-anak tidak hanya bisa belajar tanpa rasa tekanan dan paksaan, tetapi juga anak bisa mengekspresikan dirinya dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Salah satu penerapan metode belajar sambil bermain dapat ditemukan pada edukasi profesi untuk anak-anak. Edukasi profesi ditujukan untuk mengenalkan berbagai profesi yang ada kepada anak-anak. Sarana edukasi dengan menggunakan metode ini sudah ada di beberapa negara, sedangkan di Indonesia sendiri sarana ini hanya ada di Kota Jakarta dan dikenal dengan nama Kidzania. Kota Manado, sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang berkembang dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Namun peningkatan jumlah penduduk ini tidak sejalan dengan jumlah tempat rekreasi yang ada. Sehingga pemilihan objek Pusat Rekreasi Edukasi Profesi Untuk Anak, diharapkan dapat menjadi alternatif tempat untuk berekreasi yang edukatif, serta membuka peluang investasi di Kota Manado, mengingat tempat wisata dengan konsep serupa belum ditemui di Kota Manado. Penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan diharapkan dapat memberikan wadah untuk berekreasi dan belajar yang disesuaikan dengan perilaku anak. Dalam hubungannya dengan pengembangan kecerdasan emosional, sebuah objek sebagai sarana edukasi yang berkualitas diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dimana suasana belajar yang berkualitas dianggap mampu menstimulasi psikologis dan emosi anak untuk lebih semangat dalam proses edukasi melalui bentuk-bentuk dalam perancangan objek. Objek dan ruang di dalamnya harus bisa memberikan efek positif, baik dari bentuk, ukuran, sampai pada penataannya. Hal ini agar anak-anak menjadi termotivasi dan memberikan emosi positif yang dapat membantu proses pembelajaran. Kata kunci: Rekreasi Edukasi, Profesi, Arsitektur Perilaku, Kecerdasan Emosional
PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA MANADO, Privasi dalam Arsitektur Monica P. P. Roring; Judy O. Waani; Rieneke L. E. Sela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.31564

Abstract

Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah masyarakat yang cukup sering terdengar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Efek dan dampak kekerasan seksual mencakup trauma fisik dan psikologis. Pemerintah serta pihak-pihak terkait telah melakukan upaya mereka untuk menangani masalah ini, sehingga dirancanglah bangunan untuk mewadahinya yakni pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual. Objek ini merupakan wadah sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan bagi para korban. Perancangan objek ini menggunakan pendekatan privasi dalam arsitektur yang dapat mendukung bangunan mencapai tujuan utamanya, yaitu sebagai sarana pengobatan, penyembuhan dan pemulihan. Lokasi perancangan terletak di Jl. Meruasey Malalayang Dua, Malalayang, kota Manado, Sulawesi Utara. Tujuan perancangan ini yaitu untuk menghadirkan bangunan yang mampu mewadahi para korban permasalahan sosial di kota Manado dan untuk memberikan privasi yang dibutuhkan. Metode perancangan menggunakan  proses perancangan generasi II (desain argumentatif) yang dikemukakan oleh Horst Rittel. Hasil rancangan ini pada akhirnya menghadirkan objek untuk mencegah dan mengatasi dampak kekerasan seksual yang sering terjadi dan untuk meningkatkan kepedulian kita akan betapa pentingnya memperhatikan masalah ini dan betapa fatalnya dampak yang terjadi serta pentingnya kesehatan mental korban.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual, Privasi
PUSAT REHABILITASI PSIKIATRI DI MANADO, Psikologi Arsitektur Rompas M. P. Emanuella; Judy O. Waani; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34577

Abstract

Pertumbuhan populasi di Kota Manado,menyebabkan perkembangan kemajuan tidak hanya pada hal positif tapi juga di hal negatif . Trauma, faktor genetik, stigma dan diskriminasi merupakan beberapa faktor penyebab penyakit psikiatri atau yang umum disebut penyakit mental. Menghasilkan bukti bahwa penyakit mental dapat terjadi kepada siapapun, dimanapun, dan pada masyarakat dengan batasan usia yang tidak tentu. Penyakit Psikiatri atau mental dapat menyebabkan gangguan ringan sampai gangguan berat terhadap pola pikir, rasa, tindakan dan cara seseorang memandang situasi dan peristiwa kehidupan maupun karakter orang. Gangguan jiwa bisa berubah menjadi kondisi yang kronis atau parah, tapi bukan berarti tidak dapat ditangani, hanya saja memerlukan bantuan medis intensif dan mencukupi.Demi meningkatkan kualitas hidup bahkan membuat seseorang sembuh dari penyakit jiwa atau mental sangat dibutuhkan fasilitas yang mencukupi. Tapi mengingat kurangnya fasilitas yang mendukung pelayanan kesehatan mental di Sulawesi Utara khususnya Manado. Jika dampak positif psikologis dan restoratif arsitektur hanya dilihat oleh psikolog dan arsitek, dan bukan masyarakat umum, maka dampak psikologis dari desain arsitektur yang tidak dipikirkan tidak akan pernah diatasi dan lapangan akan terus kekurangan sumber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan jiwa. Singkatnya, ini perlu diakui sebagai isu kemasyarakatan yang mendesak dan penting bagi masyarakat itu sendiri.Kata Kunci: Psikiatri, Pusat Rehabilitasi, Psikologi Arsitektur, Manado
PUSAT SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI KOTA TOMOHON, Extending Tradition Syaloom Y. W. Kario; Octavianus H. A. Rogi; Judy O. Waani
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34586

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, karya seni dan bahasa, sebagai mana juga budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari manusia shingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai warisan genetic. Seiring bekembangnya zaman, budaya tersebut mulai ditinggalkan. Hal ini terjadi karena berbagai factor, diatranya mulai menjamur berbagai budaya asing dimasyarakat yang lebih diminati bahkan ditekuni. Serta kurangnya pengetahuan mengenai budya sendiri. Faktor-faktor inilah yang mengancam tergesernya keberadaan budaya Minahasa yang telah ada. Permasalahan tersebut agakya dapat terselesaikan dengan menyediakan wadah untuk memperkenalkan budya Minahasa dizaman yang serba modern ini. Tentunya dalam penyediaan wadah tersebut perlu  dilakukan langkah-langkah yang dapat menjadi solusi pada kondisi lokasi yang terpilih. Perancangan Pusat Seni Budaya Minahasa di Kota Tomhon ini mengusung tema Extending Tradition sebagai titik dasar landasan rancangan, sehingga keutuhan dan kebersamaan tetap ada tanpa meghilangkan unsur tradisi lokalitas.Kata Kunci : Pusat Seni Budaya Dan Budaya Minahasa, Extending Tradition
PUSAT REHABILITASI SKIZOFRENIA DI MANADO, Arsitektur Perilaku Natalia M. Kaliey; Judy O. Waani; Michael M. Rengkung
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34639

Abstract

Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental serius yang terjadi dalam jangka panjang yang dapat mempengaruhi suasana hati, pola pikir, dan perilaku. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Republik Indonesia tahun 2018 menyebutkan bahwa kasus skizofrenia meningkat dari 1,7% tahun 2013 menjadi 7% di tahun 2018. Melihat tingginya lonjakan orang dengan skizofrenia (ODS), setiap orang di minta agar terus waspada terhadap gejala-gejala yang timbul. Namun pemahaman masyarakat Indonesia terhadap kesehatan jiwa cenderung kurang, orang dengan gangguan jiwa justru tidak di tangani dengan baik karena memiliki alasan yang beragam, mulai dari merasa sudah sehat, tidak rutin beli obat, sering lupa, dan lainnya. Padahal ketidakteraturan mengonsumsi obat dapat memunculkan kembali gejala-gejala psikosis yang mengakibatkan ODS mengalami gangguan yang lebih parah sehingga berpotensi memperkuat stigma di lingkungan ODS. Salah satu solusi adalah melakukan pengawasan rutin dan memaksimalkan terapi bagi ODS dengan cara menciptakan suatu wadah yang mampu meningkatkan kualitas hidup ODS. Menanggapi hal tersebut, rancangan Pusat Rehabilitasi Skizofrenia di Manado menjadi suatu tempat untuk mewadahi berbagai kegiatan didalamnya dengan memperhatikan faktor keamanan dan faktor lingkungan yang berperan penting dalam proses pemulihan. Dalam rancangan ini tema yang di terapkan yaitu Arsitektur Perilaku karena terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan arsitektur. Sedangkan konsep yang diterapkan dalam arsitektur perilaku yaitu lingkungan yang  terpersepsikan. Dalam perancangan ini, metode yang di terapkan merupakan teori dari A. J Christopher Jones. Proses desain dimulai dari gagasan/analisa data hingga hasil akhir berupa visual, rancangan dibuat dengan tujuan membantu perancang dalam menciptakan hasil rancangan yang berkualitas.Kata Kunci: Pusat Rehabilitasi, Skizofrenia, Arsitektur Perilaku
PERPUSTAKAAN UMUM KOTA TIMIKA KABUPATEN MIMIKA: Arsitektur Neo Vernakular Kristania M. Lahu; Judy O. Waani; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah dari Provinsi Papua. Kabupaten Mimika memiliki 12. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri 2021, jumlah penduduk Kabupaten Mimika sebanyak 311.731 jiwa dengan kepadatan penduduk 14 jiwa/km². Perpustakaan adalah salah satu langkah tepat untuk meningkatkan minat baca masyarakat khususnya pelajar di Kabupaten Mimika. Literasi perlu ditingkatkan dalam rangka memajukan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Perpustakaan yang merupakan jantung literasi harus didirikan, dijaga, dan ditingkatkan. Persentase jumlah siswa di Kabupaten Mimika adalah 19,7% dari total jumlah penduduk. Kabupaten Mimika masih terus berkembang dan direncanakan akan menjadi ibukota Provinsi Papua Tengah, namun belum terdapat perpustakaan umum kota. penulis ingin merancang bangunan ini dengan harapan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pelajar maupun masyarakat yang ada di kabupaten/kota, juga dengan menggunakan tema Neo-Vernakular yang menggabungkan antara konsep tradisional dan modern masyarakat pasti akan tertarik untuk mengunjunginya dan diharapkan gedung ini bisa menjadi salah satu landmark Kabupaten Mimika. Kata Kunci : Perpustakaan, Perpustakaan Umum, Perpustakaan Umum Kota, Arsitektur Neo Vernakular
PLACE MAKING DI RUANG PUBLIK TEPI LAUT KOTA MANADO Reny Syafriny; Linda Tondobala; Judy O. Waani; Fela Warouw
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i1.4091

Abstract

Perkembangan tepi laut kota Manado, yang didominasi oleh pembangunan pusat perdagangan dan rumah makan telah mengurangi peluang warga untuk mengakses tepi laut untuk berekreasi. Meski terdapat dalam jumlah dan jenis yang sangat terbatas, ruang rekreasi yang disediakan kurang memberikan peluang maksimal bagi warga untuk beraktivitas karena dirancang dan dikelola tidak berdasarkan kebutuhan pengguna.Placemaking adalah sebuah filosofi, konsep, dan pendekatan yang memberi sinergi maksimal antara kualitas ruang dan kualitas manusia secara berimbang dalam perancangan dan evaluasi ruang yang dianggap gagal dalam penyelenggaraan ruang publik. Prinsip kerjanya adalah pendekatan berbasis pengguna yang mampu membantu warga kota merubah ruang publiknya menjadi tempat yang hidup dan menyenangkan untuk dikunjungi di waktu senggang.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai keterikatan warga kota dengan ruang tepi laut, mengungkap jenis aktivitas dan tingkat kepuasan warga terhadap kondisi ruang rekreasi yang ada guna menetapkan kebutuhan rancangan. Metode yang digunakan adalah kuesioner tertutup dan terbuka dengan analisis kualitatif eksploratori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat warga untuk berekreasi di tepi laut cukup tinggi, namun peluang untuk melakukannya sangat terbatas karena penyediaan fasilitas penunjang tidak mendukung kegiatan yang diinginkan.Kata kunci : placemaking, ruang publik, rekreasi, pengguna ruang.