Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF TERINTEGRASI DENGAN LKS POKOK BAHASAN HUKUM NEWTON TENTANG GERAK KELAS X SMA/MA Rohmani Rohmani; Widha Sunarno; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan software adobe flash dan XML pada pokok bahasan Hukum Newton tentang gerak; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif menggunakan software adobe flash dan XML pada pokok bahasan Hukum Newton tentang gerak yang dikembangkan; (3) mengetahui pencapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa hasil pengembangan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model yang dikemukakan oleh Sugiyono. Kelayakan media divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan praktisi. Subjek Ujicoba penelitian ini adalah siswa kelas X SMA N 3 Sukoharjo tahun akademik 2013/2014 sebanyak 43 siswa dengan rincian 10 siswa sebagai subjek ujicoba produk dan 33 siswa sebagai subjek ujicoba pemakaian. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan: (1) media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa berhasil dikembangkan dengan menggunakan Software Adobe Flash dan XML dengan hasil produk dikemas dalam keping CD yang didalamnya berisi software utama media dan beberapa file pendukung dari media tersebut. Media disajikan dengan dua pembagian materi yaitu materi pembelajaran dan materi penjelasan yang diproteksi serta berisi bank soal yang dapat diupdate. Media pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada langkah yang diberikan oleh Sugiyono dan telah tervalidasi; (2) media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa yang dikembangkan layak digunakan dengan kategori baik; (3) pencapaian hasil belajar peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran fisika berbasis multimedia interaktif terintegrasi dengan lembar kerja siswa mengalami peningkatan pada aspek pengetahuan.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA Marlinda Mega Dwi Prastuti; Sukarmin Sukarmin; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 2 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i2.31680

Abstract

Media pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan kontekstual masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) karakteristik modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya; (2) kelayakan terhadap modul Fisika berbasis kontekstual siswa pada materi kalor dan perpindahannya; (3) peningkatan tingkat berpikir kritis dan kreativitas siswa setelah menggunakan modul Fisika berbasis kontekstual pada materi kalor dan perpindahannya. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Model penelitian menggunakan model penelitian 4D dengan langkah: (1) tahap pendefinisian (define), (2) tahap perancangan (design), (3) tahap pengembangan (develop), (4) tahap penyebaran (dessiminate). Pengembangan modul meliputi proses validasi kelayakan modul, revisi modul, dan aplikasi modul pembelajaran berbasis kontekstual di kelas X1 SMAN 1 Sumberlawang. Analisis data yang digunakan selama penelitian adalah analisis deskriptif berdasarkan skor kriteria dan analisis peningkatan kreativitas belajar siswa melalui nilai gain. Hasil Penelitian disimpulkan bahwa: (1) karakteristik khusus pengembangan modul ini berdasarkan sintaks-sintaks pembelajaran kontekstual yang dituangkan pada rubrik dalam modul; (2) modul ini layak untuk digunakan sebagai bahan ajar. Hasil perhitungan cut off score menunjukkan modul masuk dalam kategori layak dengan nilai 3,62 dalam skala 4 dengan kategori sangat baik; (3) pembelajaran dengan menggunakan modul ini dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa,  dilihat dari skor rata-rata peningkatan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah menggunakan modul dengan persamaan gain ternormalisasi diperoleh nilai 0,56 untuk kreativitas belajar siswa dan 0,50 untuk kemampuan berpikir kritis dengan kriteria gain ternormalisasi kategori sedang.
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Dya Qurotul A’yun; Sukarmin Sukarmin; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i1.9526

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Modified Free Inquiry (MFI) dan Guided Inquiry (GI), kemampuan awal, keterampilan proses sains (KPS), dan interaksinya terhadap kemampuan multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X kelompok peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA) SMA Negeri 1 Genteng Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 5 kelas. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XMIA1 yang pembelajarannya dengan GI dan XMIA2 yang pembelajarannya dengan MFI. Data dikumpulkan dengan tes untuk kemampuan multirepresentasi, dokumentasi untuk kemampuan awal, lembar observasi untuk keterampilan proses sains. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh model pembelajaran MFI dan GI terhadap kemampuan multirepresentasi; (2) tidak ada pengaruh kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi; (3) ada pengaruh keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (4) ada interaksi model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap kemampuan multirepresentasi; (5) tidak ada interaksi model pembelajaran dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (6) tidak ada interaksi kemampuan awal dengan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi; (7) tidak ada interaksi model pembelajaran, kemampuan awal, dan keterampilan proses sains terhadap kemampuan multirepresentasi
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, AND TRANSFERRING (REACT) PADA MATERI ALAT OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MAJEMUK DAN KREATIVITAS SISWA Novi Ayu Kristiana Dewi; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah pengembangan modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, mengetahui kualitas modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik, dan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada materi alat-alat optik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT. Metode penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model  4-D meliputi tahapan define, design, develop, dan disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul ini dinilai berdasarkan kelayakan materi dan media oleh   2 dosen, 2 guru, dan 2  peer review. Pengumpulan data kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul fisika berbasis REACT pada materi alat-alat optik dikembangkan berdasarkan kriteria modul yang diadaptasi dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas menggunakan model 4-D meliputi tahapan define berupa analisis kebutuhan, tahap design berupa penyusunan draf modul, tahap develop berupa validasi draf   modul, setelah valid dilakukan uji coba kecil pada 9 siswa yang kemudian diimplementasikan pada skala luas, dan tahap terakhir dilakukan disseminate pada 10 guru fisika di tiga kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah. Modul yang dikembangkan memiliki kualitas dengan kategori sangat baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Ada peningkatan kecerdasan majemuk dan kreativitas siswa non-aptitude selama pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis REACT pada materi alat optik, dan setelah menggunakan modul tersebut diperoleh gain faktor  sebesar 0,23 yang menunjukkan kecerdasan majemuk dan kreativitas aptitude siswa meningkat meskipun dalam kategori rendah.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI LISTRIK DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS X SMA Ayang Kinasih; Widha Sunarno; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19782

Abstract

Karakteristik ilmu fisika adalah ilmu yang di dalamnya terdapat prinsip, hukum, dan konsep. Proses untuk mendapatkan prinsip, hukum, dan konsep diperlukan metode ilmiah. Pengembangan bahan ajar yang relevan berdasarkan metode ilmiah diperlukan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna sehingga dapat memaksimalkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan cara penyusunan  modul fisika melalui pendekatan keterampilan proses sains hasil pengembangan 2) menganalisis kelayakan modul fisika melalui pendekatan keterampilan proses sains yang dikembangkan 3) efektivitas modul fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) termodifikasi dari Thiagarajan (1974), Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen yang digunakan adalah angket, lembar observasi, dan tes. Uji lapangan operasional menggunakan one group pretest-posttest design. Analisis data yang digunakan pada tahap define adalah analisis data deskriptif, pada tahap design dengan analisis KD, pada tahap develop untuk data hasil validasi modul menggunakan nilai cut off yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4 dan data kemampuan berpikir kreatif (hasil belajar kognitif) menggunakan uji t berpasangan dan dihitung dengan n-gain ternormalisasi, dan pada tahap disseminate menggunakan nilai cut off yang dikonversi menjadi kategori kualitas dengan pedoman skor skala 4. Berdasarkan analisa data diperoleh hasil penelitian dan pengembangan sebagai berikut: 1) modul Pembelajaran fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi listrik dinamis dikembangkan berdasarkan komponen pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses sains dengan format kriteria modul yang diadaptasi dari pendapat Vembriarto dan merujuk pada standar yang telah ditetapkan BSNP tentang standar pengembangan modul dan buku teks pelajaran dengan model pengembangan modul menggunakan model 4-D meliputi define, design, develop, and disseminate, 2) kelayakan modul fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains setelah dilakukan uji coba produk awal, uji coba lapangan terbatas, uji lapangan operasional, dan diseminasi didapatkan rata-rata persentase sebesar 77,87% yang dikategorikan “Baik”, 3) efektivitas modul fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi listrik dinamis dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif (hasil belajar kognitif) siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,7 dikategorikan “Sedang”.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Fitri April Yanti; Sukarmin Sukarmin; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9624

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan yaitu: (1) mengembangkan dan menganalisis kelayakan modul fisika berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, (3) mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan Research and Development (R&D). Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model 4D dengan tahapan Define, Design, Development dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan modul fisika ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, peer review, dan siswa. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul fisika kemudian direvisi dan diimplementasikan pada kelas XI.I SMA N 1 Batanghari Kabupaten Lampung Timur sebagai kelas ujicoba luas. Hasil penelitian dan pengembangan yaitu (1) modul fisika berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki ciri yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran berbasis masalah, mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapnya dan memuat soal tes berpikir kritis (2) kualitas modul fisika berbasis masalah pada materi usaha dan energi yang dikembangkan berkategori baik, (3) keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas XI.1 setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah mengalami peningkatan rata-rata nilai sebesar 39%, (4) hasil belajar siswa pada kelas XI.1 setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah mengalami peningkatan rata-rata nilai sebesar 50%. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dilihat dari hasil pretest dan posttest.
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KREATIVITAS DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH Katimo Katimo; Suparmi Suparmi; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9482

Abstract

Fisika sebagai bagian dari mata pelajaran IPA, masih sering diidentikkan dengan persamaan matematika, angka, rumus dan hitungan yang susah dipahami sehingga tidak sedikit peserta didik yang enggan atau tidak suka dengan pelajaran fisika yang berakibat peserta didik malas untuk belajar dan rendahnya prestasi belajar dan kreativitas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen dengan peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode demonstrasi disamping itu juga untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimendengan teknik analisis Multivariat analisis of varians (MANOVA). Penelitian dilakukan di SMA N 8 Surakarta, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah pada kelas X. MIA semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1).ada perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas antara peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen dengan demonstrasi, 2). ada perbedaan prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah, 3). tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode eksperimen demonstrasi dan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas peserta didik.
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI FLUIDA DINAMIK MENGGUNAKAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN SIKAP ILMIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KREATIVITAS Fandi Ahmad; Sukarmin Sukarmin; Nonoh Siti Aminah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 2 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i2.9580

Abstract

Fisika sebagai bagian dari mata pelajaran IPA, masih sering diidentikkan dengan persamaan matematika, angka dan hitungan yang susah dipahami sehingga tidak sedikit peserta didik yang takut atau tidak suka dengan pelajaran fisika yang berakibat peserta didik malas untuk belajar dan rendahnya prestasi belajar dan kreativitas. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing terhadap prestasi belajar (pengetahuan, sikap, keterampilan) dan kreativitas ditinjau dari sikap ilmiah dan kemampuan awal. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan teknik analisis Multivariat analisis of varians (MANOVA). Penelitian dilakukan di MA PPKP Darul Ma’la, kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah pada kelas XI IPA semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing, 2) ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki sikap ilmiah tinggi dan rendah, 3) tidak ada perbedaan prestasi belajar dan kreativitas bagi peserta didik yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah, 4) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 5) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan metode Inkuiri terbimbing dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, 6) tidak ada interaksi antara sikap ilmiah dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik, dan 7) tidak ada interaksi antara pembelajaran dengan pendekatan saintifik menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dan Inkuiri terbimbing, sikap ilmiah, dan kemampuan awal terhadap prestasi belajar dan kreativitas peserta didik.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMK KELAS XI PADA MATERI KALOR Mutiah Pratama Suri; Sukarmin Sukarmin; Suparmi Suparmi
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul fisika berbasis penemuan, kelayakan modul fisika berbasis penemuan yang memenuhi kriteria layak, dan untuk mengetahui efektivitas modul fisika berbasis penemuan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D). Untuk mengembangkan modul fisika berbasis penemuan untuk meningkatkan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa melalui model 4-D (Four D models) menurut Thiagarajan yang terdiri dari tahap pendefinisian (define) untuk menentukan kebutuhan dalam proses pembelajaran, tahap perencanaan (design) untuk menentukan desain modul dan materi yang akan dikembangkan, tahap pengembangan (develop) untuk menghasilkan produk modul yang dikembangkan, dan tahap diseminasi (disseminate) untuk menyebarluaskan penggunaan modul pada guru lain. Modul dikembangkan sesuai dengan tahap penemuan yaitu memberi stimulasi, melakukan identifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data, dan menyimpulan. Modul divalidasi berdasarkan aspek materi, media dan bahasa. Modul yang sudah divalidasi dan memenuhi kriteria kelayakan modul, dilakukan uji coba kelas kecil pada 10 siswa dan setelah direvisi dilakukan ujicoba kelas besar sebanyak 36 siswa. Teknik analisis data berupa tes tertulis dan cheklist. Uji coba modul diterapkan di SMK Bhakti Mulia Wonogiri. Penelitian ini menghasilkan produk sebuah modul cetak pada materi kalor, pretest-posttest hasil belajar siswa, validasi ahli dan angket respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase penilaian validator ahli 81,82%, validator praktisi 90,34%, validator teman sejawat 89,20% dan penilaian angket respon siswa 93,70%, dari hasil persentase validator ahli, praktisi, teman sejawat serta respon siswa berada pada kategori sangat baik. Penilaian hasil belajar siswa pada kemampuan berpikir kritis menggunakan N-gain adalah 0,38 yang berkategori sedang dan sikap ilmiah secara keseluruhan mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dengan persentase rata-rata keseluruhan aspek 18,78%. Tahap diseminasi diberikan modul kepada tiga guru di sekolah yang berbeda. Modul fisika berbasis penemuan ini memiliki karakter yang sesuai dengan pembelajaran penemuan yaitu dikembangkan berbasis penemuan yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa digambarkan pada pola keterkaitan, memenuhi kriteria sangat baik dari penilaian beberapa ahli, praktisi dan teman sejawat, serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa.
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS VII SMP/MTs Ratih Artwiantini Astuti; Nonoh Siti Aminah; Sukarmin Sukarmin
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul pembelajaran IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai dapat meningkatkan sikap ilmiah siswa kelas VII SMP/MTs. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) terdiri dari mengumpulkan informasi awal, perencanaan, pengembangan draft produk, uji coba lapangan awal, revisi, uji coba lapangan utama, revisi, uji coba operasional, revisi produk akhir, dan deseminasi. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak. (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan  sikap ilmiah siswa, didukung dari hasil penilaian melalui angket (0,4156) dan observasi (0,546) termasuk kategori sedang.
Co-Authors Abulia Realita Amarilla Melati Aminuyati Anggi Riska Wardani Anik Sunarsih Anim Mushlihatin Lailiyyah Aprilia Ninda Giasma Aprilliana Widyasari Arief Adi Saputro Arina Lis Sa'adah Ayang Kinasih Cari Cari Dewi Gayatri Dewi, Novi Ayu Kristiana Diah Widowati Dwi Mei Anggraini Dya Qurotul A’yun Edi Wibowo Eko Eri Susanti Elfrida Ratnawati Elly Eka Wahyudi Elly Nurachmah Erni Mariana Ery Yanuar A Estiningtyas Estiningtyas FANDI AHMAD Farida Hannum Fatihatul Husna Fengky Adie Perdana Fitri April Yanti Fitriana Kartikasari Fitriya Fitri Anggraenia Hanitya Kistiyan Eko Noviyanto Heny Siswanti Ika Yuni Vera Inayah Alviorizka Pujanti Indah Risnawati Intan Idiasari Katimo Katimo Khamid Hanafi Kholifatur Rosyidah Linda Novitayani Mardiana, Sri Siska Marlinda Mega Dwi Prastuti Mohammad Masykuri Mohammad Sholahudin Muhamad Jauhar Muhammad Ali Muhammad Niko Bagus Saputro Muhammad Purnomo Mutiah Pratama Suri Nanda Arum Widya Warapsari Nerlita Yogi Rizki Rulloh Nisa Herlina Puspitasari Nonoh Siti Aminah Nur Kholis Novianto Putri Dina Kharisma Yana R Rohmani Ratih Artwiantini Astuti Ratih Astuti Handayani Ririn Navita Sari Rizka Himawan Rodi Rodi rusnoto rusnoto Salafudin Yusra Sarwanto Sarwanto Septina Endah Sheva Jusuf Az Zahra Siti Listyaninsih Sofiana Nur Mardhiyah Sri Budiyani Sri Karyati Sri Kuati sri murtini . Subiwati Subiwati Suparmi Suparmi Suwarto Suwarto Tassya Yanurifsa Ameilia TATI NURHAYATI Tiara Obrilian Cahyanti Umi Faridah Usamah Jundullah Warji Warji Widha Sunarno Wiwik Dewi Mulyani Wiwik Sugiarti YuliSetianingrum YuliSetianingrum Yundari, Yundari Yunita Rusidah Zuliana Zuliana