Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS GUIDED DISCOVERY LEARNING (GDL) DENGAN TEMA FOTOSINTESIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP/MTs KELAS VIII SMP AL MA’RUFIYYAH TEMPURAN Maulida Mawadati Nugroho; Baskoro Adi Prayitno; Mohammad Masykuri
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menyusun modul berbasis Guided Discovery Learning (GDL) untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS); (2) menguji kelayakan modul berbasis GDL untuk meningkatkan KPS; (3) menguji keefektifan penggunaan modul berbasis GDL untuk meningkatkan keterampilan proses sainssains. Metode penelitian ini adalah model 4D (four-D model) oleh Thiagarajan (1974:5) meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Draft modul diawali dengan analisis kebutuhan, pembuatan draf modul, validasi oleh ahli, guru, dan teman sejawat. Hasil revisi berupa draf modul I diujicobakan secara  terbatas pada 10 siswa, dan direvisi menghasilkan draft II. Draf modul II diujicoba luas pada 31 siswa dalam tiga kali tatap muka kemudian diukur hasil keterampilan proses sainssains selama pembelajaran. Modul kemudian disebarkan ke guru IPA untuk mendapat umpan balik. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Analisis data tahap define menggunakan analisis deskriptif, tahap design menggunakan teknik analisis kualitatif dan pengujian soal dengan teknik analisis korelasi point biseral, tahap develop menggunakan analisis uji keefektifan model GDL untuk meningkatkan KPS dengan uji t dua sampel berpasangan sedangkan pada skor KPS dihitung menggunakan one group pretest-posttes design dengan gain ternormalisasi dan tahap disseminate menggunakan teknik analisis data kualitatif.  Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) karakteristik modul berbasis GDL, adalah diajarkan dan disusun dengan model pembelajaran berbasis GDL serta dapat  meningkatkan 6 indikator KPS diantaranya kemampuan klasifikasi, merancang hipotesis, merumuskan variabel, intepretasi data, inferensi, membuat kesimpulan. Peningkatan KPS paling menonjol adalah keterampilan klasifikasi sedangkan KPS paling rendah adalah keterampilan inferensi; (2) kelayakan modul berbasis GDL pada aspek kelayakan isi dengan jumlah 42,00, kategori baik, aspek kelayakan penyajian berjumlah 33,50, kategori baik, aspek kelayakan bahasa dan gambar berjumlah 25,67, kategori sangat baik dan kelayakan kegrafikan berjumlah 114,00, kategori sangat baik; (3) pencapaian KPS siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan kategori “sedang”, perhitungan n-gain diperoleh hasil 0,383 yang artinya KPS termasuk kategori “sedang”. Adapun modul berbasis GDL efektif untuk meningkatkan KPS.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GENERATIVE LEARNING PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA NEGERI 1 KEDUNGGALAR NGAWI Desi Nuzul Agnafia; Sutarno Sutarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17310

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) mengetahui karakteristik modul siswa dan modul guru berbasis generative learning 2) menguji kelayakan modul siswa dan modul guru berbasis generative learning, 3) mengukur keefektifan modul siswa dan modul guru berbasis generative learning untuk menimgkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan model Borg & Gall yang dimodifikasi sampai pada tahap yang kesembilan, terdiri dari: 1) penelitian dan pengumpulan informasi, 2) perencanaan, 3) desain produk awal, 4) uji coba awal, 5) revisi terhadap produk awal, 6) uji coba lapangan utama, 7) revisi produk, 8) uji lapangan operasional, dan 9) revisi produk akhir. Instrumen yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan tes. Uji coba lapangan operasional menggunakan one group pretest-pretest design. Analisis data kemampuan berpikir kritis dihitung dengan n-gain ternormalisasi kemudian dianalisis dengan sampel paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Modul berbasis generative learning dikembangkan berdasarkan sintaks generative learning, tahapannya meliputi,  eksplorasi, pemfokusan, tantangan dan aplikasi ; 2) Kelayakan modul berbasis generative learning menunjukkan rata-rata penilaian yaitu: ahli materi 3,15 untuk modul siswa dan 3,07 untuk modul guru sehingga berkualifikasi baik, ahli pengembangan modul 3,63 untuk modul siswa dan 3,53 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, ahli desain dan keterbacaan adalah 3,69 untuk modul siswa dan 3,92 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, ahli perangkat pembelajaran adalah 3,85 untuk modul guru sehingga berkualifikasi sangat baik, dan praktisi 3,46 untuk modul siswa dan 3,44 untuk modul guru sehingga berkualifikasi baik. 3) Modul berbasis generative learning berdasarkan uji paired sample t-test diperoleh hasil sig (0.00<0.05) sehingga Ho ditolak dan rata-rata n-gain ternormalisasi sebesar 0,73 sehingga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS GUIDED DISCOVERY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 SURAKARTA Nina Teja Suryani; Baskoro Adi Prayitno; Yudi Rinanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul dengan karakteristik guided discovery pada materi Sistem Pernapasan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI  SMA Negeri 5 Surakarta; 2) menguji kelayakan modul berbasis guided discovery pada materi Sistem Pernapasan  untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 5 Surakarta; dan 3) menguji keefektivan modul berbasis guided discovery pada materi Sistem Pernapasan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) mengacu pada Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; 4) uji coba lapangan tahap awal; 5) revisi produk awal; 6) uji lapangan terbatas; 7) revisi produk kedua; 8) uji lapangan operasional yang menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen; dan 9) revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, teknik persentase dan uji Independent Samples T Test. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik modul pada materi sistem pernapasan dikembangkan sesuai prosedur pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi sembilan tahapan, dengan menggunakan  sintaks model pembelajaran guided discovery yang bermuatan indikator-indikator kemampuan berpikir kritis yang divisualisasikan pada tujuan, materi, kegiatan, dan soal evaluasi modul; 2) kelayakan modul dinilai berkualifikasi sangat baik oleh penilaian ahli materi dengan pemenuhan 95,00%; ahli pengembangan modul 93,26%; ahli perangkat pembelajaran 90,57; dan ahli keterbacaan 96,88; rata-rata penilaian praktisi 98,29%; serta rata-rata penilaian siswa 88,11%; 3) Modul berbasis guided discovery efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, didasarkan pada hasil uji Independent Samples T Test menunjukkan adanya perbedaan hasil post-test antara kelas yang menggunakan modul berbasis guided discovery dengan kelas yang menggunakan modul sekolah diperoleh sig 0,009 < 0,05, serta peningkatan rata-rata N-gain sebesar 0,77 yang termasuk kualifikasi tinggi.
PENGEMBANGAN MODUL EXPERIENTIAL LEARNING YANG DIARAHKAN UNTUK STRATEGI THINK TALK WRITE PADA MATERI SISTEM SARAF Tri Handayani; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9494

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk, mengetahui kelayakan, dan mengetahui efektivitas modul experiential learning yang diarahkan untuk strategi think talk write pada materi sistem saraf. Penelitian ini menggunakan model pengembangan R&D Borg and Gall yang meliputi tahap: research and information collection, planning, develop preliminary form of product, expert judgement, revisi produk, preliminary field testing, dan uji pelaksanaan lapangan. Uji pelaksanaan lapangan menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dengan dua kelompok uji lapangan yang dipilih secara acak. Kelas modul (XI-IA7) pembelajaran menggunakan modul yang dikembangkan dan kelas Agregasi (XI-IA8) pembelajaran dengan menggunakan model, modul, dan media yang telah dikembangkan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk data prestasi belajar kognitif, lembar observasi untuk prestasi belajar afektif dan prestasi belajar psikomotorik. Hasil penilaian modul oleh ahli modul dan materi serta praktisi adalah 87.85 dan 86.97. Hasil rerata nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik pada kelas modul adalah 81.93, 96.80, dan 97.66. Penggunaan modul yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran di SMA Taruna Nusantara Magelang.
PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODUL BERBASIS GROUP DISCOVERY LEARNING (GDL) PADA MATERI PROTISTA Chrisnia Octovi; Sajidan Sajidan; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9560

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteris tik modul pembelajaran berbas is Group Discovery Learning (GDL), 2) kelayakan modul pembelajaran berbas is Group Discovery Learning (GDL), dan 3) keefektifan modul berbas is Group Discovery Learning (GDL) dis ertai model dan media terhadap has il belajar pada materi protis ta. Penelitian menggunakan metode Research And Development (R & D) mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) yang dimodifikas i menjadi s embilan tahap. Res ponden pengembangan meliputi res pon uji coba lapangan awal berjumlah 3 validator dan 2 praktis i, res pon uji coba lapangan terbatas berjumlah 10 s is wa, dan res ponden uji lapangan operas ional berjumlah 40 s is wa kelas existing learning, 36 s is wa kelas modul, dan 26 s is wa kelas agregas i. Ins trumen yang digunakan adalah angket, obs ervas i, wawancara, dan tes . Data penelitian dianalis is dengan metode des kriptif kualitatif dan has il belajar dianalis is dengan N-gain ternormalis as i untuk mengetahui keefektifan modul, Paired-Sample T-Test untuk mengetahui has il belajar s ebelum dan s etelah menggunakan modul, Independent T-Test untuk mengetahui perbedaan has il belajar kelas modul dan agregas i, dan anava untuk mengetahui perbedaan has il belajar kelas existing learning, kelas modul, dan kelas agregas i . Has il penelitian diperoleh: 1) model yang dikembangkan mengacu pada model Gall, Borg, and Gall (1983) dan modul dilengkapi dengan model pembelajaran GDL; 2) hasil pengembangan modul berbasis Group Discovery Learning (GDL) yang diperoleh dari ahli, praktis i, dan s is wa mas uk kedalam kategori baik, s ehingga modul berbas is Group Discovery Learning (GDL) layak digunakan s ebagai bahan ajar; 3) Has il efektivitas modul berbas is Group Discovery Learning (GDL) pada materi protis ta terdapat kenaikan has il belajar, dengan demikian modul berbas is Group Discovery Learning (GDL) efektif dalam meningkatkan has il belajar. Berdas arkan has il penelitian d is impulkan bahwa modul yang telah dikembangkan dan diuji cobakan memperoleh has il yang efektif untuk meningkatkan has il belajar.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS BERPIKIR KRITIS DISERTAI ARGUMENT MAPPING PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 SURAKARTA Tutik Fitri Wijayanti; Baskoro Adi Prayitno; Sunarto Sunarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9516

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan berpikir kritis yang terjadi di Indonesia, khususnya di SMAN 5 Surakarta. Tujuan penelitian dan pengembangan yang dilakukan: 1) mengetahui karakteristik modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping pada materi sistem pernapasan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 5 Surakarta, 2) menguji kelayakan modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping pada materi sistem pernapasan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 5 Surakarta, dan 3) menguji efektivitas modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping pada materi sistem pernapasan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMAN 5 Surakarta. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan model prosedur Borg & Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: 1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi, 2) tahap perencanaan, 3) tahap pengembangan desain, 4) tahap validasi desain, 5) tahap revisi produk pertama, 6) tahap uji lapangan terbatas, 7) tahap revisi produk kedua, 8) tahap uji lapangan operasional yang menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen, dan 9) tahap revisi produk akhir setelah dilakukan uji lapangan. Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah analisis deskriptif, teknik persentase, dan uji Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: 1) produk modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping dikembangkan berdasarkan aspek berpikir kritis menurut Facione (2011) yang divisualisasikan pada aspek tujuan, materi, kegiatan, dan soal evaluasi. 2) Kelayakan modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping pada modul siswa dinyatakan berkualifikasi baik dan modul guru berkualifikasi sangat baik. 3) Modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis, karena berdasarkan hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan adanya perbedaan hasil postes antara kelas yang menggunakan modul berbasis berpikir kritis disertai argument mapping dengan kelas yang menggunakan modul sekolah diperoleh sig 0,00 < 0,05.
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Sri Sulastri; Maridi Maridi; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 3 (2015): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9616

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) menggunakan media laboratorium riil dan laboratorium virtual ditinjau dari kemampuan awal dan interaksi sosial siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium riil terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium virtual terdiri dari 29 siswa.Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar aspek kognitif. Uji coba instrumen tes kognitif meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, dengan α = 0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Teknik non tes untuk data interaksi sosial dan lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan uji lanjut scheffe menggunakan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Ada pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (2) Ada pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar afektif siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa; (3) Ada pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif siswa; (4) Ada interaksi antara model belajar dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (5) Ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi tidak ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa; (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; dan (7) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kemampuan awal, dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
Tantangan dalam Implementasi Social Entrepreneurship di Colomadu Karanganyar Sajidan Sajidan; Mohammad Masykuri; Baskoro Adi Prayitno; Idam Ragil Widianto Atmojo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.548 KB) | DOI: 10.20961/shes.v2i1.38437

Abstract

Kewirausahaan sosial pariwisata di Indonesia berawal dari kenyataan bahwa pariwisata seringkali mengabaikan kesempatan masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata di daerah mereka sendiri. Ekonomi positif dari pembangunan pariwisata sering dinikmati oleh orang dari luar daerah. Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kewirausahaan sosial di Colomadu Karanganyar, Jawa Tengah. Ini termasuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Colomadu Karanganyar dalam mengembangkan jiwa entrepreneur sosial dan bisnis. Dengan mengacu pada wawancara mendalam pada 31 partisipan, hasil penelitian menyebutkan bahwa implementasi kewirausahaan sosial sebagian besar dikembangkan atas inisiatif penduduk lokal. Kurangnya dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan kewirausahaan sosial ini merupakan salah satu tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan kewirausahaan sosial. Temuan penelitian ini tidak konsisten dengan pandangan bahwa partisipasi masyarakat lokal dalam pariwisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, temuan ini akan berfungsi sebagai ‘wake-up call’ bagi pemerintah Indonesia untuk lebih memperhatikan dan mengikutsertakan masyarakat lokal dalam proses pembangunan pariwisata, terutama dalam mengembangkan semangat entrepreneur sosial mereka serta memberikan dukungan yang memadai untuk bisnis kewirausahaan sosial mereka untuk tumbuh.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA NEGERI 1 WERA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT Muhamad Ikhsan; Sutarno Sutarno; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2016): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i1.9522

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) mengetahui karakteristik modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi sistem gerak pada manusia; (2) menguji kelayakan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak pada manusia; (3) menguji keefektivan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak Manusia. Penelitian dan pengembangan modul ajar menggunakan prosedur modifikasi Borg & Gall (1983) yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan: (1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi; (2) tahap perencanaan; (3) tahap pengembangan rancangan awal produk; (4) tahap uji coba lapangan permulaan; (5) tahap revisi produk tahap pertama; (6) tahap uji lapangan terbatas; (7) tahap revisi produk tahap kedua; (8) tahap uji lapangan operasional; (9) tahap revisi produk akhir. Uji lapangan awal dilakukan di SMA Negeri 2 Wera. Uji lapangan operasional dilakukan di SMA Negeri 1 Wera. Teknik Pengumpulan Data melalui angket, observasi dan tes. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara & saran saat uji lapangan. Data kuantitatif diperoleh dari penilaian validasi modul oleh ahli, uji lapangan operasional dan tes hasil belajar. Efektivitas modul diperoleh dari perbedaan hasil parameter estimasi pengetahuan, sikap dan keterampilan pada uji lapangan operasional dalam setting kuasi eksperimen dengan menggunakan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing (eksperimen) dan yang menggunakan buku ajar sekolah (kontrol) pada materi Sistem Gerak Manusia. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan: (1) produk modul biologi berbasis inkuiri terbimbing dikembangkan berdasarkan aktivitas inkuiri terbimbing; (2) kelayakan modul biologi berbasis inkuiri terbimbing pada materi Sistem Gerak manusia berdasarkan penilaian dari ahli materi soal berkategori “sangat baik (95.83%)”, ahli pengembangan modul ajar berkategori “baik (76.78%)”, ahli pengembangan perangkat pembelajaran berkategori “sangat baik ( 96.35%)”, dan ahli praktisi bahasa berkategori “baik (77.77%)”, penilaian dari praktisi pendidikan berkategori “sangat baik (95.77%)” dan penilaian dari siswa berkategori “baik (84.99%)”; (3) Modul biologi berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar, karena berdasarkan hasil uji Anacova menunjukkan adanya perbedaan hasil posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan F Tabel (0.05) = 2.30 < F Hitung (0.05: 2) = 24.9.
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA SISTEM GERAK MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII Tri Wiyoko; Nonoh Siti Aminah; Baskoro Adi Prayitno
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2018): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i3.31724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan  modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia; (2) menguji kelayakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia; (3) menguji keefektifan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing dengan tema sistem gerak manusia untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian pengembangan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu Define, Design, Development, dan Dessemination. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian dan kegrafikan. Pengumpulan data menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, dan angket penyebaran (disseminate). Modul diujicobakan terbatas  untuk 9 siswa dan uji coba lapangan 20 siswa di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. analisis uji keefektifan modul menggunakan Uji-t Independent Samples Test dan  tahap penyebaran menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian: (1) modul IPA berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memiliki karakteristik yaitu langkah pembelajaran pada modul disesuaikan dengan langkah pembelajaran inkuiri terbimbing dengan mengaitkan kemampuan berpikir kritis siswa. (2) Kelayakan modul IPA berbasis inkuiri terbimbing berdasarkan hasil penilaian ahli (materi, bahasa, kegrafikan dan penyajian) praktisi pendidikan, dan teman sejawat menunjukkan bahwa penilaian rata-rata modul guru lebih besar dari nilai cut off Score (94,03 > 93,40 ) dengan kategori sangat baik. Kemudian penilaian modul siswa dihasilkan rata-rata nilai cut off Score (89,21> 88,21) dengan kategori sangat baik, serta hasil disseminate modul guru diperoleh persentase rata-rata 80,25% dengan kategori baik. (3) Modul IPA berbasis inkuiri terbimbing efektif meningkatkan kemampauan berpikir kritis siswa yang berdasarkan perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai taraf siginikansinya ( p < 0,005; 0,002< 0,005).