p-Index From 2021 - 2026
5.535
P-Index
This Author published in this journals
All Journal El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam BAHASA DAN SASTRA LOKABASA Arabi : Journal of Arabic Studies JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Informatika SIMANTIK KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) PALAR (Pakuan Law review) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Al-Ittijah : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Bahasa Arab ALSUNIYAT: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Budaya Arab PROGRES PENDIDIKAN INCARE Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Ihtimam : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia Loghat Arabi: Jurnal Bahasa Arab & Pendidikan Bahasa Arab Jurnal Impresi Indonesia Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra TADRIS AL-ARABIYAT: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Indonesia Auditing Research Journal AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Cendikia Pendidikan SATHAR: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA ARAB Ad-Dhuha: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Budaya Islam Jurnal Inovasi Global Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Wali Pikir: Journal of Education Qismul Arab: Journal of Arabic Education Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Dzihni: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, Linguistik dan Kajian Literatur Arab INJECT Interdisciplinary Journal of Communication
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : LOKABASA

PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DI SENTRA KRAMIK PLERED (Studi Kasus) TATANG, TATANG
LOKABASA Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v4i2.3145

Abstract

Penelitian ini didasari oleh fenomena kontak bahasa yang terjadi di Sentra Kramik Plered Jawa Barat. Plered adalah salah satu daerah Sunda di Jawa Barat yang mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bagaimanapun, fenomena kontak bahasa antara masyarakat Plered dengan para pelancong (peminat kramik) baik dari dalam negeri maupun luar negeri, akan menimbulkan fenomena multilingualisme; campur kode atau alih kode. Bagaimana masyarakat Plered mempertahankan bahasa daerah Sunda sebagai bahasa daerahnya, fenomena ini menjadi menarik untuk dikaji. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti melakukan wawancara dengan para pengrajin keramik dan observasi langsung terhadap transaksi jual beli di Sentra Kramik Plered. Dari hasil pengolahan data, disimpulkan bahwa upaya pemertahanan bahasa Sunda dilakukan melalui penamaan produk keramik (95% berbahsa Sunda, 5 % bahasa Asing), dalam percakapan sehari-hari antar orang dewasa dan antar anak-anak, dalam kegiatan formal kepala desa, dalam acara keagamaan, dalam transaksi jual beli yang penjualnya adalah orang dewasa. Bahasa Sunda kurang digunakan dalam peristilahan bahan baku, proses, dan alat pembuatan keramik, dalam penamaan toko, dalam pergaulan antar remaja, dan dalam transaksi jual beli yang penjualnya anak remaja.Kata kunci: The present research is motivated by the language contact phenomena at the ceramic center, Plered, West Java. Plered is one of Sundanese speaking areas in West Java in which Sundanese is used as a daily language by the majority of the people. The language contact phenomena between people of Plered and domestic and international visitors (ceramic enthusiasts) give rise to multilingualism phenomena; code mixing or code switching. How people of Plered maintain Sundanese as their local language is the focal interest of this research. To meet that end, interviews with ceramic makers and direct observation of transaction at the ceramic center were deployed. Results indicate that Sundanese language maintenance is undertaken through the naming of ceramic products (95% in Sundanese and 5 % in foreign language), in daily communications between adults and children, on formal occasions of the chief of the village, religious activities, and business transaction whose vendors are adults. Sundanese is less used in the naming of raw materials, process and ceramic-making tools, ceramic stores, interactions among teenagers and business transaction whose vendors are teenagers.