Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Prointegrita

PENGARUH KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DOSEN DENGAN MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DI POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF MEDAN Heri Krisna Br Gurusinga; Syukur Kholil Dalimunthe; Elisabeth Sitepu
JURNAL PROINTEGRITA Vol 5 No 3 (2021): DESEMBER
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.27 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v5i3.1234

Abstract

Pendahuluan; Komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan setiap orang dalam kehidupan sehari–hari. Begitu pula dengan komunikasi interpersonal dalam proses pembelajaran. Selain memberikan materi pelajaran juga penting dalam proses komunikasi pembelajaran untuk dapat mengkomunikasikan harapan yang ingin dicapai, tujuan dan hasil pembelajaran, umpan balik juga evaluasi. Tujuan; untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal dosen dengan mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa di Politeknik Negeri Media Kreatif Medan. Metode; Dalam penulisan tesisi ini menggunakan metode yang bersifat korelasional. Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Medan jurusan desain grafis semester II, IV, VI berjumlah 194 orang dengan sampel sebanyak 66 orang. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data uji hipotesis dengan uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil; Mayoritas responden meyatakan komunikasi antara dosen dengan mahasiswa berada dalam kategori cukup sebesar 56,1% , mayoritas prestasi akademik mahasiswa cukup sebesar 62,1%. Berdasarkan Hasil uji statistik regresi linear berganda diketahui nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan; Terdapat pengaruh yang sinifikan variabel Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa terhadap prestasi akademik pada mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif Medan. Saran; disarankan agar dosen meningkatkan kemampuan berkomunikasi interpersonal yang efektif dengan mahasiswa, sehingga dosen dapat menyampaikan materi kuliah dengan menyenangkan, jelas dan terarah serta mahasiswa dapat menerima pesan tersebut dengan baik.
Peranan Komunikasi Antar Pribadi Pimpinan Dengan Bawahan Dalam Peningkatan Produktivitas Kerja Di PT PNM Cabang Medan Marbun, Natalia; Sitepu, Elisabeth; Simamora, Prietsarweny Riris T.
JURNAL PROINTEGRITA Vol 8 No 3 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v8i3.5369

Abstract

Komunikasi antarpribadi adalah salah satu bentuk komunikasi yang efektif diterapkan dalam peningkatan produktivitas kerja pimpinan dan bawahan. Dalam PT PNM Cabang Medan Unit ULaMM Aksara sering kali terjadi terkait tentang kepemimpinan yang memiliki gaya kepemimpinan yang terlalu otoriter, misalnya sering kali menimbulkan masalah komunikasi, dimana bawahan merasa takut untuk berbicara terbuka atau menyampaikan pendapat mereka. Pimpinan dan bawahan sering kali memiliki persepsi dan harapan yang berbeda tentang pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing. Lingkungan Kerja yang menekankan kompetisi antar bawahan membuat karyawan lebih fokus pada kepentingan pribadi daripada bekerja sama sehingga mengurangi komunikasi kolaboratif dengan pimpinan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan komunikasi antarpribadi pimpinan dengan bawahan di PT PNM Cabang Medan ULaMM Aksara, untuk menganalisis dampak dari peranan komunikasi antarpribadi pimpinan dengan bawahan dalam peningkatan produktivitas Kerja di PT PNM Cabang Medan ULaMM Aksara dan untuk menganalisis hambatan yang menyebabkan terkendalanya peningkatan produktivitas kerja di PT PNM Cabang Medan ULaMM Aksara. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan menggambarkan situasi serta kondisi penggunaan komunikasi antar pribadi antara pimpinan dan bawahan PT PNM Unit ULaMM Aksara. Wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan metode untuk mengumpulkan data pada penelitian ini. Sedangkan teknik analisis data yang diterapkan adalah reduksi data, penyajian data terakhir menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berguna sebagai motivasi bagi karyawan PT PNM Cabang Medan Unit ULaMM Aksara untuk memanfaatkan komunikasi antarapribadi dalam peningkatan produktivitas kerja. Komunikasi antarpribadi antara pimpinan dan bawahan memainkan peranan krusial dalam menciptakan hubungan kerja yang efektif.Oleh karena itu, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PENDAMPING PKH KEPADA KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DI KELURAHAN TANJUNG SARI KECAMATAN MEDAN SELAYANG TAHUN 2024 Sipayung, Elytha Norisma; Sitepu, Elisabeth; Simamora, Prietsarweny Riris T
JURNAL PROINTEGRITA Vol 8 No 3 (2024): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jp.v8i3.5366

Abstract

Komunikasi Antarpribadi antara pendamping PKH dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang berjalan dengan baik namun karena latar belakang KPM merupakan masyarakat miskin yang rendah pendidikannya, lansia dan Disabilitas, sehingga sangat diperlukan bimbingan dari pendamping PKH dalam penyaluran dana bantuan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pendamping PKH adalah masyarakat yang kurang mampu dimana tingkat pemahamannya masih rendah sehingga digunakan pendekatan komunikasi yang menyeluruh. KPM perlu dibimbing dengan pendekatan komunikasi antarpribadi jika tidak akan terjadi penggunaan dana yang diberikan dan menyimpang dari yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Komunikasi Antarpribadi Pendamping PKH Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang Tahun 2024, Metode yang digunakan, Metode Penelitian menggunakan pendekatan dan jenis penelitian yakni kualitatif deskriptif dengan melalui wawancara dan observasi informan untuk mendapatkan data penelitian. Hasil Penelitian Bentuk komunikasi Antarpribadi yang diterapkan pendamping adalah terjadi dialog secara langsung serta tatap muka dengan KPM dengan komunikasi verbal dimana pendamping komunikasinya secara lisan dan berinteraksi lewat tanya jawab serta diskkusi dimana Bahasa dan kata-kata yang digunakan mudah dipahami serta komunikasi non verbal.