Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Kadar Interleukin-6 Pada Pasien Hiperkolesterolemia Retnaningsih, Nur Alifah; Khoirul Abror, Yogi; Rohayati, Rohayati; Nurhayati, Dewi
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.315

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan fraksi lipid, terutama kolesterol total dan kolesterol LDL, dan menjadi penyebab utama aterosklerosis yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sel pro-inflamasi yang teraktivasi melepaskan Interleukin-6 sebagai respons terhadap stres oksidatif atau kerusakan endotel, serta memainkan peran penting dalam patogenesis aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan teknik purposive sampling. Metode pemeriksaan IL-6 menggunakan metode Fluorescence Immunoassay (FIA). Dari 30 sampel pasien hiperkolesterolemia dengan kriteria kadar kolesterol total > 200mg/dL dan kadar LDL >130mg/dL didapatkan rata-rata kadar LDL yaitu 154.33 mg/dL dan rata-rata kadar IL-6 yaitu 5.79 pg/mL. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.653 sehingga dapat disimpulkan terdapat korelasi positif yang kuat antara kadar LDL dan kadar IL-6 pada pasien hiperkolesterolemia. Hal ini mendukung hipotesis bahwa LDL berperan dalam memicu respons inflamasi sistemik yang terlihat dari kenaikan IL 6, serta berkontribusi pada progresi inflamasi vaskular dan pembentukan plak aterosklerotik. Kata kunci: Low Density Lipoprotein (LDL), Interleukin-6 (IL-6), Hiperkolesterolemia
Pengaruh Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Shopee (Artificial Scarcity) Terhadap Pembelian Impulsif Melalui Fear of Missing Out (Fomo) Pada Konsumen Generasi Z Kelapa Gading Nurhayati, Dewi; Nuraryo, Imam
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i2.5132

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi secara komprehensif dampak Strategi Pemasaran Digital berbasis Artificial scarcity terhadap Pembelian Impulsif di kalangan konsumen Generasi Z di Kelapa Gading yang dimediasi oleh Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian kuantitatif ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan FOMO, kemudian FOMO mendorong Pembelian Impulsif. Selain itu, Strategi Pemasaran Digital Artificial scarcity juga berpengaruh langsung pada Pembelian Impulsif, dan efek tersebut dimediasi secara moderat oleh FOMO. Secara spesifik, meskipun terdapat pengaruh signifikan, ditemukan kesenjangan dimana taktik scarcity berbasis waktu memiliki efektivitas terlemah (dengan rata-rata terendah) dalam memicu perilaku terburu-buru, menunjukkan adanya resistensi konsumen. Saran praktis menekankan perlunya Shopee melakukan riset kualitatif mendalam melalui Group Chat Instagram untuk memahami resistensi tersebut dan menemukan cara yang lebih otentik dalam menyampaikan urgensi demi membangun loyalitas jangka panjang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel tingkat skeptisisme konsumen atau perbandingan antara promosi berbasis kelangkaan dan penghematan (seperti gratis ongkir) untuk mengukur mana yang lebih dominan dalam memicu impulsivitas.
Optimasi Variasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat dalam Penanganan Sampel Ikterik pada Pemeriksaan Kadar Asam Urat Metode Uricase Sulthan Abyan Surya Durachman; Ani Riyani; Dhini Annisa Rahmasari Kanto; Dewi Nurhayati
Jaringan Laboratorium Medis Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v8i1.14414

Abstract

Uric acid examination of the uricase method can be disturbed due to bilirubin in icteric serum. Bilirubin absorbs light at a similar wavelength to uricase reaction products, so it can cause gout results to appear higher than they actually are. To overcome this, proper pre-analytical handLing is needed with the addition of trichloroacetic acid (TCA). The purpose of this study was to determine the difference in uric acid levels before and after the addition of TCA to icteric serum and to determine the optimal concentration of TCA to reduce bilirubin disorders in uric acid examination. This research method uses a quasi-experiment using pooled sera that were recognized using catfish bile, with bilirubin levels of 2.13; 2.83; and 3.96 mg/dL. Each sample was treated with TCA at concentrations of 4%, 5%, and 6%. Uric acid levels were checked using the uricase method and data were analyzed using ANOVA and Post Hoc tests. The results showed a decrease in uric acid levels as TCA concentrations increased. The concentration of 6% TCA provided the most significant reduction, but the 5% TCA at bilirubin level of 2.83 mg/dL showed no significant difference compared to normal pooled sera (p > 0.05), suggesting that 5% TCA was the optimal concentration in the handLing of icteric samples on uric acid examination.