Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Implementation System of The Children's Diarrhea Cross Program at The Andalas Community Health Center in Padang City Halimah, Siti; Gusti, Aria; Masrizal, Masrizal; Syafrawati, Syafrawati; Ayulia, Ayulia
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2026): JIK-APRIL VOLUME 10 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v10i1.1531

Abstract

The LINTAS Diarrhea program for toddlers was carried out by the Andalas Health Center but only achieved 76% of its target in 2022. This research aimed to evaluate how the program was implemented at the health center in 2023. A descriptive qualitative approach was applied, involving nine informants chosen through purposive sampling. The study took place from November to July 2024. Data collection methods included in-depth interviews, field observations, and document analysis. Data were then processed through reduction, display, and conclusion drawing, and validated using source and method triangulation. Although the program referred to the Indonesian Minister of Health Regulation No. 1216 of 2001, not all staff were aware of the policy. Staff members often faced multiple roles and heavy workloads. Funding and infrastructure remained inadequate. Furthermore, setting of program targets and delivery of preventive education had not been optimal. The program was not fully aligned with the LINTAS Diarrhea Program Pocket Book, and delays occurred in recording and reporting activities. Although monitoring and evaluation were carried out, overall program execution was still lacking. Therefore, improvements are needed, including better funding, additional personnel, improved facilities, and stricter adherence to program guidelines for optimal diarrhea prevention in toddlers.
Risiko Kesehatan Lingkungan pada Pedagang dan Pengunjung Pasar Tradisional: A Systematic Review Aria Gusti
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.1.68-81.2026

Abstract

Pasar tradisional merupakan lingkungan kerja informal dan ruang publik yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lingkungan bagi pedagang dan pengunjung akibat sanitasi yang belum optimal, kepadatan aktivitas, dan kedekatan dengan sumber emisi kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai risiko biologis, kimia, dan partikulat di pasar tradisional serta mengidentifikasi implikasinya terhadap kebijakan pasar sehat. Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data internasional dan nasional periode 2010–2025 dengan kriteria inklusi studi yang mengevaluasi paparan lingkungan dan melaporkan parameter risiko seperti hazard quotient atau estimasi risiko karsinogenik. Hasil menunjukkan bahwa sanitasi pasar yang tidak memenuhi standar meningkatkan kontaminasi mikrobiologis pada air, limbah, dan udara. Risiko bersifat kontekstual dan bervariasi secara spasial berdasarkan ventilasi dan kepadatan lalu lintas. Literatur juga menunjukkan fragmentasi pendekatan risiko dan belum adanya sintesis multi-hazard terpadu. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi multi-hazard health risk assessment dalam konteks pasar tradisional. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kebijakan pasar sehat berbasis cumulative risk assessment dan harmonisasi metodologi penilaian risiko kesehatan lingkungan.
Determinan Kejadian ISPA pada Balita di Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Jambi: Analisis Data SKI 2023 Sherly Febria Utami; Aria Gusti; Ratno Widoyo
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.177-187.2026

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik individu balita, perilaku rumah tangga, dan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi berdasarkan analisis data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Studi ini menggunakan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebanyak 5.728 anak usia 12-59 bulan. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis bivariat dari 13 variabel menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki (p=0,029; POR=1,246) dan merokok di rumah (p=0,013; POR=1,307) berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, variabel usia (p=0,868), status gizi (p=0,319), status imunisasi (p=0,156), status pendidikan ibu (p=0,766), status sosial ekonomi (p=0,125), penggunaan obat nyamuk bakar (p=0,090), kebiasaan mencuci tangan ibu (p=0,412), kualitas air bersih (p=0,083), kepadatan penduduk (p=0,427), jenis lantai (p=0,184) dan jenis dinding (p=0,659) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Jenis kelamin dan kebiasaan merokok di rumah merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif harus difokuskan pada penguatan promosi rumah bebas asap rokok melalui pendidikan bagi orang tua dan anggota keluarga, terutama mereka yang memiliki balita.
Analisis Spasio Temporal Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) Berdasarkan Aspek Hewan dan Lingkungan di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2025 Shepty Aghralia; Aria Gusti; Randy Novirsa
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 7 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.7.2.188-196.2026

Abstract

Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) merupakan ancaman zoonosis serius yang menunjukkan tren peningkatan signifikan di Provinsi Sumatera Barat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehahatan Provinsi mencatat kejadian GHPR dari 3.473 kejadian (2021) menjadi 9.091 kejadian (2025). Penelitian bertujuan menganalisis pola spasio-temporal kejadian GHPR berdasarkan faktor hewan dan lingkungan di Sumatera Barat tahun 2021-2025 dengan desain studi ekologi menggunakan data agregat dari 19 kabupaten/kota yang dianalisis secara univariat, bivariat ( korelasi Spearman), multivariat (regresi negatif binomial) serta analisis klaster spasio-temporal menggunakan Space-Time Scan Statistic (SaTScan) dan QGIS. Hasil menunjukkan kepadatan hewan penular rabies (HPR) (rho=0,412, p<0,001) dan jumlah gigitan HPR (anjing) (rho=0,212, p=0,039) berhubungan signifikan dengan incident rate GHPR. Analisis multivariat mengidentifikasi jumlah gigitan HPR (anjing) (IRR=1,005, p<0,001) dan suhu udara (IRR=1,178, p=0,030) sebagai determinan utama. Analisis klaster ruang dan waktu didapatkan hasil klaster utama berada di wilayah tengah (Solok, Tanah Datar, Sijunjung, Kota Solok, Sawahlunto, and Padang Panjang) Sumatera Barat pada Juli 2023-Desember 2025 (RR=2,1). Pemetaan klaster ruang dan waktu berbasis risiko dapat mendukung sistem peringatan dini yang lebih tepat sasaran menuju Indonesia Bebas Rabies 2030.
EFEKTIVITAS EDUKASI PERSONAL HYGIENE TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SANTRI DI MTSS AL-FALAH KOTA PADANG Wira Iqbal; Aria Gusti; Frima Elda; Fadilla Azmi
MINDA BAHARU Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v10i1.8888

Abstract

Abstract. Personal hygiene is an important aspect in preventing infectious diseases, particularly in Islamic boarding schools where students live in a communal environment with a high risk of environmentally based disease transmission. This community service activity aimed to analyze the effect of personal hygiene education on the knowledge level of seventh-grade students at Al-Falah Islamic Boarding School in Padang City. A pre-experimental method with a one-group pre-test and post-test design was applied. The sample consisted of 53 seventh-grade students selected using purposive sampling. Data were collected using a validated personal hygiene knowledge questionnaire. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using a paired t-test. The results showed that the average pre-test score was 89.43, while the average post-test score increased to 90.19, with a mean difference of 0.75 points. Statistical analysis indicated a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05). Although the increase in knowledge was relatively small, personal hygiene education was proven to have a significant effect on improving students’ knowledge. These findings highlight the importance of implementing continuous and innovative health education programs to promote clean and healthy living behaviors in Islamic boarding school settings.