Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU SEGMEN PASAR ONLINE DALAM MEMBUAT PEMESANAN KAMAR HOTEL I Gusti Putu Ngurah Budiasa; Putu Diah Sastri Pitanatri
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v4i1.123

Abstract

Penggunaan internet dalam pemasaran hotel adalah merupakan tindakan yang tepat dalam rangka memberikan tanggapan terhadap persaingan global dan dinamisnya perkembangan pasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil, sikap dan perilaku segmen pasar online terhadap pemesanan kamar hotel. Ditemukan bahwa segmen pasar online didominasi oleh tamu yang berasal dari Australia, Eropa, Amerika dan Asia, dari kelompok umur 20 - 50 tahun, dari semua profesi. Perilaku segmen pasar online dalam membuat pemesanan kamar dan responhya setelah melakukan pemesanan kamar sebagai berikut: 80% memesan kamar hotel melalui website OTA dan 20% memesan melalui website hotel, 67% menentukan kebutuhan kamar hotel kurang dari 3 bulan sebelum berlibur, mencari informasi melalui teman (33%), dari hotel website dan OTA masing-masing 30%, 75% memesan kamar hotel setelah mengecek customer reviews, 90% memesan kembali jika puas terhadap kualitas produk dan pelayanan hotel.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PROGRAM PELATIHAN BAGI PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KAWASAN WISATA PANTAI PANDAWA DESA KUTUH, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG Anak Agung Istri Ratna Sari Wulan; Ni Kade Juli Rastitiati; I Gusti Ayu Sucitadewi; Ni Made Suastini; Putu Diah Sastri Pitanatri
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 3 No 1 (2014): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v3i1.133

Abstract

Pantai Pandawa merupakan objek wisata baru di Bali. Pantai ini dibuka untuk umum pada Desember 2012. Faktor lokasi merupakan salah satu pertimbangan dasar dalam membuka daerah tersebut pada bulan Desember 2012. Obyek wisata ini sangat unik karena terletak di belakang bukit kawasan Nusa Dua. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bidang pelatihan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kutuh sebagai pekerja informal yang terletak di daerah sekitar pantai Pandawa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apa keterampilan yang sesuai diberikan kepada masyarakat Kutuh yang terlibat sebagai pekerja informal di pantai Pandawa. Berbagai macam pekerjaan dikembangkan setelah pantai Pandawa dibuka untuk umum dalam memenuhi berbagai kebutuhan wisatawan seperti sebagai pedagang makanan dan minuman, pedagang souvenir, tukang pijat, manajer payung pantai, pengelola kursi kano panjang, penjaga pantai dan petani rumput laut.
Pengaruh saluran distribusi offline dan online travel agent dan implikasinya terhadap revenue per available room di the anvaya beach resort bali Putu Diah Sastri Pitanatri; Made Deny Kharisma; I Dewa Putu Hendri Pramana
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 4 No 1 (2020): Vol.4,No.1,2020
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2020.v04.i01.p01

Abstract

Abstrak Ketatnya persaingan yang terjadi dan mulai terdisrupsinya pasar Offline Travel Agent oleh Online Travel Agent menuntut pihak manajemen hotel mempertimbangkan secara selektif saluran distribusi mana yang harus dimaksimalkan guna meraih kinerja pendapatan kamar yang baik melalui Revenue per Available Room. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana pengaruh penjualan kamar melalui saluran distribsui Offline Travel Agent dan Online Travel Agent secara parsial maupun simultan terhadap Revenue per Available Room. Hasil penelitian secara parsial dan simultan menunjukan bahwa saluran distribusi Offline Travel Agent dan Online Travel Agent berpengaruh positif (searah) dan signifikan terhadap Revenue per Available Room (RevPar). Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R2 para variabel saluran distribusi Offline Travel Agent sebesar 0,765 atau jika diinterpretasikan sebesar 76,5% dengan kontribusi yang kuat. Pada salurah distribusi Online Travel Agent nilai R2 sebesar 0,836 atau sebesar 83,6% dengan kontribusi yang sangat kuat. Sementara secara simultan nilai R2 sebesar 0,865 menunjukkan bahwa 86,5% variabel Revenue per Available Room dapat dijelaskan melalui kedua variabel bebas tersebut, sedangkan sisanya sebesar 13,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel penelitian. Sebagai kesimpulannya saluran distribusi Offline Travel Agent dan Online Travel Agent memiliki pengaruh dan kontribusi terhadap Revenue per Available Room, namun pengaruh dan kontribusi lebih besar dihasilkan oleh saluran distribusi Online Travel Agent. Kata kunci: Saluran Distribusi, Offline Travel Agent, Online Travel Agent, dan Revenue per Available Room. Abstract The competition that occurs and the disruption of the Offline Travel Agent market by Online Travel Agents demanding the hotel management to consider selectively which distribution channels should be maximized in order to achieve good room revenue performance through Revenue per Available Room. This study aims to find out and examine how the influence of room sales through Offline Travel Agent and Online Travel Agent distribution channels partially or simultaneously to Revenue per Available Room (RevPar). The results of the partial and simultaneous research show that the Offline Travel Agent and Online Travel Agent distribution channels have a positive (unidirectional) and significant effect on Revenue per Available Room. The results of the coefficient of determination analysis show that the R2 value of the Offline Travel Agent distribution channel variable is 0.765 or if interpreted at 76.5% with a strong contribution. On the line of Online Travel Agent distribution R2 value is 0.836 or 83.6% with a very strong contribution. While simultaneously the R2 value of 0.865 shows that 86.5% of the Revenue variable per Available Room can be explained through the two independent variables, while the remaining 13.5% is explained by other variables outside the research variable. In conclusion, Offline Travel Agent and Online Travel Agent distribution channels have influence and contribution to Revenue per Available Room, but greater influence and contribution is generated by the Online Travel Agent distribution channel. Keywords: Distribution Channels, Offline Travel Agent, Online Travel Agent, and Revenue per Available Room.
HARMONISASI PERTANIAN DENGAN PARIWISATA MELALUI PEMBANGUNAN PARIWISATA PEDESAAN Putu Diah Sastri Pitanatri
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v15i1.91

Abstract

Perkembangan pariwisata di Bali sering dianggap sebagai faktor utama alih fungsi lahan pertanian di Bali, berkurangnya cadangan air subak, degradasi kualitas lingkungan dan masih banyak lagi. Kebijakan pemerintah terhadap pariwisata dikritisi sebagai bentuk kebijakan yang hanya mengejar pertumbuhan daripada menebar kesejahteraan. Keberhasilan ekonomi melalui pariwisata dianggap tidak sejalan terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hal inilah yang kemudian membuat pariwisata seringkali diversuskan dengan pertanian. Masyarakat petani diidentikkan sebagai \ masayarakat golongan ekonomi lemah yang menjadi lebih miskin karena pariwisata. Pariwisata kemudian dianalogikan sebagai bentuk baru sistem ekonomi kapitalis yang rakus dan tidakpernah memperhatikan masyarakat sekitar. Tulisan ini akan membahas bagaimana pariwisata juga dapat berjalan selaras dengan pertanian di dalam pembangunan ekonomi masyarakat lokal. Dengan mengadopsi model pariwisata pedesaanyang berkelanjutan, pengembangan pariwisata diharapkan dapat memacu fountain effect yang lebih luas.
SIAPA ITU WISATAWAN? MEMAKNAI PERKEMBANGAN KONSEPTUAL DAN PRAKTIS DALAM STUDI PARIWISATA Putu Diah Sastri Pitanatri; Made Uttari Pitanatri
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jpar.v20i1.442

Abstract

In early 2020, the terminology of who is a tourist has become a debate again when the Covid-19 pandemic broke out. The question arises whether the locals "deserve" the title "tourists"? Whether they are included in the category of domestic tourists? Are they categorized as tourist? With the rapid development of the understanding of this terminology, several questions have arisen that have led to the calculation of the number and distribution of tourists in travel destinations. Therefore, this work aims to unravel the tangled threads using the basic conceptual approach of tourism terminology. The literature study method is carried out by bibliometric examination. Hopefully this article provides a clearer construction to reduce confusion over the use of the term "tourist".  
Persuasi Instagram Terhadap Brand Awareness Terhadap Pangsa Pasar Millennial di Intercontinental Bali Resort Putu Diah Sastri Pitanatri; Putu Bella Ayu Virdani; Dewa Ketut Sujatha
Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol 2 No 2: Agustus – Januari 2020
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.038 KB) | DOI: 10.33649/pusaka.v2i2.23

Abstract

Social media merupakan salah satu media yang digunakan pihak hotel untuk memasarkan fasilitas dan produknya. Mengikuti tren tersebut, InterContinental Bali Resort menggunakan social media Instagram sebagai salah satu media untuk menjaga dan mengenalkan brand InterContinental Bali Resort. Dilihat dari data yang ingin dicapai pada tahun 2018 masih belum mencapai target, tetapi pengikut Instagram InterContinental Bali Resort dapat dikatakan sudah banyak jika dibandingkan pengikut dengan respon di Instagram masih sangat minim. Oleh karena itu, untuk mengetahui posisi brand awareness InterContinental Bali Resort diperlukan strategi social media khusus pada Instagramnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi brand awareness melalui social media Instagram, sehingga dapat mengetahui strategi lanjutan apa yang cocok untuk diterapkan. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data 100 kuesioner dengan 4 indikator brand awareness. Responden kuesioner ini adalah generasi millennial pengguna aktif Instagram. Hasil kuesioner dianalisis dengan tingkatan untuk mengetahui posisi brand dan menentukan strategi lanjutannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi brand awareness terhadap Instagram InterContinental Bali Resort terletak pada brand recall yang berarti Instagram InterContinental Bali Resort sudah dikenal tanpa harus mengingatkan kembali akan brand tersebut. Untuk meningkatkan posisi ke “top of mind” diperlukan beberapa strategi lanjutan seperti menjalin komunikasi, membuat konten-konten yang lebih kreatif dan mengatur waktu postingan yang disesuaikan dengan target market sehingga melalui Instagram InterContinental Bali Resort, produk dan fasilitas yang ditawarkan dapat diketahui dengan mudah. Keywords: Strategi, Social Media, Instagram, Brand Awareness
Efektivitas Penerapan E-Commerce Melalui Website dalam Meningkatkan Tingkat Hunian Kamar di Ayodya Resort Bali Ni Komang Thessy Aprelia Ni Komang Thessy Aprelia; Putu Diah Sastri Pitanatri
Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol 3 No 1: Februari – Juli 2021
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.999 KB) | DOI: 10.33649/pusaka.v3i1.69

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0 kemajuan teknologi informasi dan internet memicu perkembangan pada kegiatan penjualan melalui media internet (e-commerce). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan e-commerce dalam meningkatkan tingkat hunian kamar di Ayodya Resort Bali, khususnya melalui website hotel dan untuk mengetahui persepsi tamu mengenai e-commerce website Ayodya Resort Bali. Pada tahun 2018, penjualan kamar melalui e-commerce website hanya mencapai target pada bulan Mei saja. Tidak tercapainya target penjualan kamar mempengaruhi tingkat hunian kamar pada periode tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, kuesioner dan wawancara dengan menggunakan metode sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Jumlah sampel diperoleh dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 88 responden. Selanjutnya, untuk tahapan analisis dengan teknik deskriptif kuantitatif, dikaji berdasarkan (1) perbandingan antara target dan realisasi penjualan kamar melalui e-commerce website (2) persepsi tamu terhadap kualitas e-commerce website Ayodya Resort Bali. Hasil dari penelitian yang pertama menyatakan perbandingan target dan realisasi penjualan kamar melalui e-commerce website pada tahun 2016-2018 sebesar 82,1% yang artinya efektif dalam meningkatkan tingkat hunian kamar di Ayodya Resort Bali. Hasil penelitian persepsi tamu mengenai e-commerce website mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,22 yang artinya sangat setuju dengan performance e-commerce website Ayodya Resort Bali. KATA KUNCI: E-commerce, Efektivitas, Tingkat Hunian Kamar, Website
Pengaruh Promosi Melalui Instagram Terhadap Minat Beli di The Trans Resort Bali Nathania, Ni Made Riska; Sabudi, I Nyoman Sukana; Pitanatri, Putu Diah Sastri
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 7 No 1 (2023): Vol.7,No.1,2023
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minat beli menjadi suatu tahapan ketertarikan wisatawan terhadap suatu produk atau jasa tertentu yang muncul dari kesadaran dan persepsi. Ketertarikan wisatawan dalam minat beli sebagai indikator yang dapat menimbulkan perasaan senang dan puas dalam diri wisatawan sehingga menciptakan keinginan untuk membeli. Minat beli dapat dipengaruhi oleh promosi. Promosi memerlukan media dalam penyebaran seputar informasinya. Media promosi yang mudah diakses dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari wisatawan yaitu media sosial. Salah satu media sosial yang saat ini digunakan yaitu Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi melalui Instagram terhadap minat beli di The Trans Resort Bali. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang dengan penentuan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuisioner yang menggunakan skala likert untuk mengukur 12 item pernyataan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, regresi linier sederhana, koefisien determinasi dan uji-t yang dibantu dengan program SPSS 23 version for windows. Hasil penelitian ini menunjukan promosi melalui Instagram berpangaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai thitung > ttabel yaitu 13,511 > 1,984. Berdasarkan hasil koefisian determinasi promosi melalui Instagram memiliki kontribusi untuk mempengaruhi Minat Beli sebesar 65,1% dalam kategori kuat, sedangkan sisanya sebesar 34,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Promosi, Minat Beli, Instagram
Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata melalui Pendampingan Tata Kelola Destinasi dan Pemanfaatan Produk Lokal untuk Mendukung Pariwisata Regeneratif Puja, Ida Bagus Putu; Pitanatri, Putu Diah Sastri; Priliani, Ni Luh Dita; Kartini, Luh Putu; Sukariyanto, I Gede Made
Journal Community Service Consortium Vol 4 No 2 (2024): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v4i2.5362

Abstract

Labuan Bajo menghadapi tantangan dalam pengelolaan destinasi dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Dalam upaya mendukung hal ini, Politeknik Pariwisata Bali berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan daerah dan nasional melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Salah satu bentuk pengabdian yang dilaksanakan adalah program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas SDM pariwisata di Labuan Bajo, dengan melibatkan 50 peserta. Program ini fokus pada tata kelola destinasi dan pemanfaatan produk lokal sebagai strategi mendukung pariwisata regeneratif. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendampingan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Kadisparbud Manggarai Barat, pemilik UMKM, Ketua Kelompok Sadar Wisata, pelaku wisata, serta masyarakat yang tertarik mengembangkan diri di sektor pariwisata. Hasilnya, pendampingan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam pengelolaan destinasi serta inovasi dalam pemanfaatan produk lokal seperti kemiri, cumi, dan teri menjadi olahan sambal. Pendekatan regeneratif yang diterapkan juga memperkuat pelibatan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan pariwisata Labuan Bajo yang berkelanjutan dan berbasis pada potensi lokal.
Macau, Bali and the Malay World: A Gastronomic Perspective Annabel Jackson; Michael John Hitchcock; Putu Diah Sastri Pitanatri
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 14 No 2 (2024): Reclaiming Cultural Heritage
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2024.v14.i02.p05

Abstract

Macau’s location on the South China Sea suggests that any syncretic activity would have been of Sinitic-Portuguese variety. However, the situation is rather more nuanced, as the culture of the Macanese people, who consider themselves the ‘sons of the land’, reflects Portuguese colonial activity across the Indian Ocean and especially Malacca. Links between Macau and the ‘Malay World’ are deep and complex, and this paper approaches this issue through historical and political analysis, but also through the specifics of etymology and cuisine. The paper also draws comparisons with other ‘creolised’ cuisines in Southeast Asia such as Peranakan food in Malaysia and Western-Indonesian hybrids that have arisen in the tourism context of Bali. Given the importance played by women in preparing dishes for Portuguese men in Macau, parallels are drawn with the role of enslaved Hindu-Balinese women in colonial Batavia (Jakarta) who prepared pork dishes for their Dutch masters.
Co-Authors Ade Roy Renaldo Amarawati, Ni Putu Erika Dita Anak Agung Istri Ratna Sari Wulan Andreas Bryan Wagey Annabel Jackson Annabel Jackson Atmaja, I Putu Gede Brandon Wira Axell Pratama Kartika Ayu Trisna Sanjiwani Bagaskara Vijaya Cahyo Purnomo Loanata Candra, Dewa Ayu Kirana Maya Ciptasari, Dila Ayu Clearesta Adinda Cokorda Zaic Arizena Dewa Ayu Kirana Maya Candra Dewa Ketut Sujatha Dewa Ketut Sujatha Dewa Ketut Sujatha Duta, Putu Krisna Arya Dwilestari, Ni Kadek Felicia Made Sabina Maya Mahadewi I Dewa Gde Tri Jaya Cahyadi I Dewa Putu Hendri Pramana I Gede Made Sukariyanto I Gede Tito Yuda Pradana Jaya I Gusti Ayu Putu Diah Adnyani I Gusti Ayu Sucitadewi I Gusti Ngr Putu Jagadhita Rama Putra I Gusti Putu Ngurah Budiasa I Kadek Pandu Adi Wiranatha I Wayan Suteja Ida Ayu Kalpikawati Irene Hanna H Sihombing Kadek Andita Dwi Pratiwi Kristiana, Nina Indra Lindasari, Komang Leony Luh Putu Kartini Made Deny Kharisma Made Uttari Pitanatri Maharani, Putu Ayu Yoga Marco Valeri Maswiartha, Nyoman Gede Michael John Hitchcock Michael John Hitchcock Nathania, Ni Made Riska Ni Desak Made Santi Diwyarthi Ni Kade Juli Rastitiati Ni Kadek Indah Puspaningrum Ni Komang Thessy Aprelia Arijesni Ni Komang Thessy Aprelia Ni Komang Thessy Aprelia Ni Komang Thessy Aprelia, Ni Komang Thessy Aprelia Ni Made Suastini Ni Made Suastini Ni Made Suastini, Ni Made Ni Putu Erika Dita Amarawati Ni Putu Siska Putri Ni Wayan Chintia Pinaria Ni Wayan Giri Adnyani Nyoman Gede Mas Wiartha Pamungkas, Luh Made Gunapria Hindu Rajeswari Pande Putu, Dina Maharani pinaria, ni wayan chintia Pitanatri, Made Uttari Prabawathi, Ni Kadek Nia Prabhawati, Luh Gde Ayu Prastha Adyatma Priliani, Ni Luh Dita Puspaningrum, Ni Kadek Indah Putra, Gede Bagus Brahma Putu Bella Ayu Virdani Putu Bella Ayu Virdani Putu Devi Rosalina Putu Puja, Ida Bagus Rumadana, I Made Sabudi, I Nyoman Sukana Sri Aida Melianty Sugiarta, Komang Rikha Sujatha, Dewa Ketut Sulistyawati, Ni Luh Ketut Sri Suryananta, I Putu Bagus Vijaya, Bagaskara Virdani, Putu Bella Ayu Wagey, Andreas Bryan Wedari, Ni Kadek Maedha Wibawa, Anak Agung Putu Sebastian Ardika Wiguna, I Komang Bintang Tri Winata, Adi Sistha Yudhawijaya, Made