Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Ninna Rohmawati; Manik Nur Hidayati; Maulidyatul Jannah
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.248

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kesehatan masyarakat yang biasanya dialami oleh balita yang gagal dalam pertumbuhannya. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan asupan makanan bergizi dan beraneka ragam. Kecamatan Sumberjambe memiliki kejadian stunting tertinggi sebesar 29,35% dengan Desa Jambearum berada di urutan pertama yang memiliki kasus stunting berjumlah 148 kasus. Sedangkan untuk prevalensi pola pangan harapan, Kecamatan Sumberjambe memiliki PPH rendah sebesar 77,06%. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel berjumlah 81. Instrumen yang digunakan adalah form skor PPH dan form recall 2x24 jam dan dilakukan pengukuran antropometri TB. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple randome sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting ditemukan sebesar 39,5% dan mayoritas balita memiliki pola pangan harapan yang rendah yaitu sebesar 50.57% dengan energi rata-rata 672,48 kkal pada balita usia 24-59 bulan. Dari analisis chi-square diperoleh nilai p = 1,000. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara Pola Pangan Harapan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.
Focus Group Discussion Dalam Peningkatan Pengetahuan Kader Untuk Melakukan Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Pencegahan Stunting Sejak Dini Anisah Ardiana; Alfid Tri Afandi; Ninna Rohmawati; Ardiyan Dwi Masahida
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 4, No 3 (2021): September 2021
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v4i3.973

Abstract

Abstract: Stunting refers to a chronic undernutrition that make children look smaller than children in their age. In the program of community service, role of cadre (a health volunteer) is very important to disseminate the information about stunting to community. Increase cadre’s knowledge and encourage them to be more confidence when giving the information to community about stunting and local food that can meet childreen nutrition requirement to prevent stunting in community. This program is the second year program of community service to continue the evaluation from last year program. This program is specilally for cadre in Sumberkalong village. Each meeting was conducted through focus discussion group about prevention of stunting. Then, cadres disseminated the information to community including, pregnant women, newly marriage couple and toddler moms by visiting their home or door-to-door. There were 10 cadres who participate in the communitity service in the phase of year 1 until year 2 thouroughly. Three cadres were active and often asked some questions during meeting sessions. Some others were active if they were encouraged to ask or to give an opinion. Cadres explained that cadres' knowledge increase after joining several meeting session and focus group discussion. The cadres disseminated the information to the community with confidence. Program of community service which using a focus group discussion is considered effective to increased cadres’ knowledge. Focus group discussion can be employed in encouraging cadres in the community service program.Keywords: cadre’s knowledge;  focus group discussion; stunting.Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak yang diakibatkan keadaan kurang gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak stunted memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak normal seusianya. Peran kader kesehatan sangat penting dalam mendesiminasikan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan stunting anak balita di masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kemampuan kader kesehatan tentang stunting dan zat gizi lokal yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah stunting di masyarakat. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakan tahun ke-2 yang berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan Desa Sumberkalong Kecamata Kalisat Kabupaten Jember. Setiap pertemuan kegiatan dilaksanakn Focus Group Discussion (FGD) bersama para kader kesehatan yang membahas pencegahan stunting. Kemudian, kader kesehatan mendesiminasikan informaasi yang telah diperoleh dari tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia balita, ibu hamil dan pasangan usia subur dengan melakukan kunjungan ke secara door-to-door ke rumah. Terdapat 10 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke-1 dan tahun ke-2. Sebanyak 3 kader yang aktif bertanya selama proses pertemuan dengan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebagain kader bertanya atau memberikan pendapatnya jika diminta. Seluruh kader menyampaikan bahwa pengetahuan kader meningkat selama mengikuti rangkaian pertemuan dan FGD.Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD); pengetahuan kader; stunting.
PENGARUH PENAMBAHAN SUKUN MUDA (Artocarpus communis) TERHADAP MUTU FISIK, KADAR PROTEIN, DAN KADAR AIR ABON LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ninna Rohmawati
JURNAL NUTRISIA Vol 18 No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.018 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v18i1.86

Abstract

Introduction: Protein Energy Malnutrition (PEM) is still a major general nutrition problems experienced at children aged under five years (toddlers). The results of Riskesdas 2013, prevalence of malnutrition and malnutrition in toddlers 19.6 % it means of malnutrition and severe malnutrition in Indonesia is still a public health problems. Fish as source of protein can be used as an alternative food sources PEM problem solving. Sukun is expected to improve the quality of the abon (nutritional value and texture). The objective of this research was to analyze effect of addition of sukun toward physical quality, protein content, and water content of catfish abon. Methods: This research was used quasi experimental design. The design was using posttest only control designed to 2 replication a standard treatment with three and one control. Physical quality using hedonic scale tests. Chemical analysis of protein levels with semi microkjeldahl test and water content using cawan method. The results of the analysis using Friedman test. If the results was significant then proceeded to Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Addition of sukun with different proportions in any treatment can affect physical quality (sense, color, flavor, texture) modification abon. There is a trend of decrease in protein levels with increasing proportion of sukun added to abon (33.79% - 39.64%). There is a tendency of an increase in water content with increasing proportion of sukun added to modification abon (4.83% to 5.9%). Conclusions: Right proportion of addition of sukun in abon modifications is P1 (abon from catfish with additional sukun 20 %). Keywords: sukun, physical quality, protein content, water content, abon.
Tingkat Konsumsi dan Aktivitas Fisik Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Niken Apriliana; Ninna Rohmawati; Sulistiyani Sulistiyani
JURNAL NUTRISIA Vol 20 No 1 (2018): Vol 20 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v20i1.111

Abstract

Latar Belakang : Masalah kesehatan lansia dapat dicegah dengan cara mengutamakan faktor gizi dan aktivitas fisik. Pelayanan serta perawatan bagi lansia, baik yang tinggal bersama keluarga atau di pelayanan sosial dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kesehatan maupun kognitif lansia. Tujuan : untuk menganalisis tingkat konsumsi dan aktivitas fisik lansia yang tinggal bersama keluarga dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan proportional random sampling dan diperoleh 37 responden pada masing-masing lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil : menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara umur dengan status tinggal lansia. Status pernikahan lansia menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang bermakna dengan status tinggal lansia. Variabel jenis kelamin menunjukkan hasil tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan status tinggal lansia. Kesimpulan : Terdapat perbedaan tingkat konsumsi energi, lemak dan karbohidrat lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosial. Tidak terdapat perbedaan tingkat konsumsi protein pada lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosial. Penelitian terhadap tingkat aktivitas fisik lansia menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara lansia yang tinggal bersama keluarga dan pelayanan sosial
Analisis Protein, Kalsium dan Daya Terima Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera) Ninna Rohmawati; Mariska Anggraini; Ruli Bahyu Antika
JURNAL NUTRISIA Vol 21 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.221 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v21i2.129

Abstract

Latar Belakang : Pemenuhan kebutuhan zat gizi balita dapat diatasi dengan melakukan pemberian makanan tambahan. Pembuatan makanan tambahan berupa biskuit dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan pangan lokal. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk diversifikasi produk olahan yang terbuat dari daun kelor yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tujuan : Menganalisis kadar protein, kalsium dan daya terima biskuit ubi jalar ungu dengan penambahan tepung daun kelor sebesar 5g, 10g, dan 15g. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan menggunakan Posttest-Only Control Design. Penelitian ini melibatkan 25 ibu balita yang berada wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Hasil : Berdasarkan data hasil uji kadar protein dan kalsium meningkat secara signifikan. Kesimpulan : Daya terima berupa aroma, warna, rasa dan tekstur secara statistik berbeda secara signifikan.
Education And Eating Pattern As Risk Factors Of Diabetes Mellitus Ninna Rohmawati
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.303 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.117

Abstract

Education and eating pattern has significant contributions in determining incident of Diabetes Mellitus. Based on Riskesdas 2013, patient of Diabetes Mellitus who age >15 years increased from 5.7% (2007) to 6.9% (2013). Prevalence of Diabetes Mellitus in east java diagnosed by a doctor at 2.1%. The aim to determine risk factors affecting Diabetes Mellitus. This research was observational study. Subjects were patient of type 2 Diabetes Mellitus in RSD Kalisat who fulfilled inclusion criteria. Research subjects consisted of 40 people. Risk factors patients type 2 diabetes mellitus in the work area of Kalisat hospital Jember regency was in majority 45 years (82.5%), female (62.5%), basic education (77.5%), low levels of knowledge (47.5%), housewives 45%, eating pattern (87.5%), less sport activity (67.5%), less physical activity (55% ), overweight (37.5%) and not have the acts of hypertension (55%). Advice: education relation to knowledge needs to be improved, have good eating pattern, and need for regular physical activity.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IKAN TUNA DAN MANAJEMEN USAHA BERBASIS AGRO DAN ECO MARINE Ninna Rohmawati; Septy Handayani; Septi Nur Rachmawati; Ruli Bahyu Antika; Eri Witcahyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19967

Abstract

Masalah gizi stunting di Indonesia tergolong berat dengan prevalensi sebesar 30,8% sedangkan di Jawa Timur sebesar 32,81%. Diversifikasi pangan lokal yang melimpah dan bergizi tinggi seperti ikan tuna, keluwih, dan daun kelor, dapat menjadi solusi penanganan stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat berwawasan lingkungan berbasis agro, eco-marine, dan zero waste penting dilakukan dengan mengolah daging ikan tongkol tuna menjadi produk abon dan kepalanya menjadi kerupuk ikan. Puger merupakan kecamatan penghasil ikan terbesar di Kabupaten Jember, namun prevalensi stunting juga tinggi. Terdapat kelompok pengolah dan pemasar (POKLAHSAR) ikan “Duta Tongkol” di Desa Kasiyan Kecamatan Puger yang memproduksi abon ikan tongkol, namun harganya relatif mahal dan hanya bisa dijangkau masyarakat menengah keatas. Oleh karena itu, diperlukan penambahan keluwih serta daun kelor untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan nilai gizi. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini seperti pendidikan kepada sasaran, transfer ipteks, pelatihan, dan advokasi. Presentase keluwih yang digunakan sebesar 20% mengacu pada penelitian sebelumnya. Hasil pre dan post-test sebesar 0,005 menunjukkan terdapat pengaruh kegiatan terhadap peningkatan pengetahuan sasaran. Setelah pelatihan, pemasaran produk tidak hanya dilakukan secara offline, namun juga online. Produk abon modifikasi yang telah mendapat P-IRT dengan kadar protein tinggi diharapkan dapat menanggulangi masalah stunting. Metode manajemen pembiayaan usaha dan pemasaran produk yang tepat telah tercapai, sehingga memberikan keterampilan baru dalam pembuatan produk abon modifikasi dan dampak up-dating Iptek kepada mitra.
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA GIZI BESI PADA IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER Irwanti, Leilya; Sulistiyani, Sulistiyani; Rohmawati, Ninna
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v15i2.17553

Abstract

The iron deficiency anemia is a condition caused by a lack of nutrients that an important role in the formation of hemoglobin, it is happened due to the lack of consumption and due to absorption disorders. One of the factors associated with iron deficiency anemia in pregnant women is chronic energy deficiency. This study aimed to examine the determinants of the incidence iron deficiency anemia in pregnant women with chronic energy deficiency in the working area of Sumberjambe Primary Health Center in Jember Regency. This research was a descriptive study. The determination of the sample in this study used a total sampling technique, there were 44 research subjects of pregnant women with chronic energy deficiency. The researcher collected the data by using interview methods, knowledge tests, and hemoglobin measurements of pregnant women. The results of the study show that most of pregnant women were in the young age group (20 years below), they had basic education level, unemployed, the family income is below the regional minimum wage of Jember, and had sufficient knowledge, had a low parity, low birth gap, ANC meets K4, most of their carbohydrates, proteins and fats consumption tend to be high. Meanwhile, the ironconsumption was in the deficit category. In the consumption pattern of iron inhibitors, most of them never consume tea, coffee, potatoes and they often consume long beans and cucumbers.
Analisis Protein dan Daya Terima Cookies Biji Nangka dengan Penambahan Tepung Ikan Gabus Viliantina, Rifka Wuri; Rohmawati, Ninna; Antika, Ruli Bahyu
NUTRITURE JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2023): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v2i2.3910

Abstract

Background: Malnutrition is one of the nutritional problems in Indonesia caused by the lack of consumption of food or protein energy over a certain period, so it can be said that the nutritional status of toddlers depends on the food conditions at the time. Fulfillment the nutritional substance of toddler can be overcome by providing additional food in the form cookies. Researchers want to modify jackfruit seed cookies with the addition of snakehead fish flour to obtain food products with high protein content. Objective: The study aimed to analyze the protein content and acceptability of jackfruit seeds cookies with the addition of snakehead fish flour. Method: This research was a Quasi-Experimental using a Posttest-Only Control Group Design. The research sample consisted of 25 students at SDN Lenteng Timur 1. Results: Protein content with 4 levels of treatment (X0, X1, X2, X3) is 7.54; 8.38; 9,12; and 9.79. The higher the addition of snakehead fish flour, the higher the protein content of jackfruit seed cookies. Jackfruit seed cookies with the addition of 5% snakehead fish flour were cookies that were liked by the panelists. Conclusion:The addition of snakehead fish flour had a significant difference in protein content. The jackfruit seed cookies were accepted by the panelists in terms of color, aroma, taste and texture, but based on statistical results only the acceptability of aroma and taste had significant differences. The recommended jackfruit seed cookies are X1 with the addition of 5% snakehead fish flour.. Keywords: Jackfruit seeds; Cookies; Malnutrition; Fish cork; Proteins
Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kecamatan Tenggarang Kabupaten Bondowoso Wulandari, Winda; Sulistiyani, Sulistiyani; Rohmawati, Ninna
BIOGRAPH-I: Journal of Biostatistics and Demographic Dynamic Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/biograph-i.v3i2.34900

Abstract

Anemia pada ibu hamil termasuk masalah kesehatan masyarakat utama dan meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Berdasarkan data laporan pelayanan ANC Terpadu dan SHK Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso tahun 2020, Puskesmas Tenggarang Kabupaten Bondowoso memiliki prevalensi anemia tertinggi pada ibu hamil sebesar 41,04%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko anemia pada ibu hamil meliputi frekuensi kunjungan ANC dan ukuran konsumsi zat gizi. Penelitian ini menggunakan desain case-control pada September-Oktober 2022. Populasi penelitian adalah ibu hamil anemia dan tidak anemia berdasarkan data pelayanan ANC terpadu dan SHK sejumlah 353 ibu hamil. Sampel sejumlah 42 kasus dan 42 kontrol yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman’s rho. Faktor risiko yang berhubungan dengan status anemia pada ibu hamil yaitu tingkat konsumsi energi (p-value= 0,005), protein (p-value= 0,001), dan zat besi (p-value= 0,000). Tingkat konsumsi zat besi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (nilai koefisien korelasi (-0,542*), artinya ibu hamil yang konsumsi zat besinya kurang dari normal (defisit) dapat berisiko tinggi mengalami anemia selama kehamilan. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan konsumsi makanan bergizi bagi ibu hamil terutama zat besi dari hewani, dan perlu adanya peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarga terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi dan berkualitas pada suami dan keluarga agar ibu hamil mendapat dukungan emosional dan dukungan finansial dalam memenuhi kebutuhan gizi.
Co-Authors Ahmad Husein Asdie Ainia Herminiati, Ainia Alfid Tri Afandi Alvionikita Bella Iskandar Andrei Ramani Anisah Ardiana Anita Dewi Moelyaningrum Anita Kurnianingtyas Anjani, Sharifah Antika, Ruli Bahyu Ardiyan Dwi Masaid Aryatika, Karera Astuti, Nur Fitri Widya A’yun, Salsabila Qurrotu Bachtiar, Syahroni Darmaningtyas, Jihan Dian Septiawati Endariadi Endariadi Diana Febriyanti Quraini Dida Tadmar Aiman Dwi Martiana Wati Dzati, Yasmin Ihza Aula Emi Wuri Wuryaningsih Eri Witcahyo Erlina Tri Rahayu Utomo Faidah, Siti Nur Farah Okky Aridiyah Farida Wahyu Ningtyias Farida Wahyu Ningtyias, Farida Wahyu Fitria Dewi Sri Rahayuningati Handayani, Oktarisa Rizki Ika Murni Saputri Ira Dwi Susanti Ira Rahmawati Irwanti, Leilya Kana Satria Mukti Leersia Yusi Ratnawati Maghfira Adistiya Pramono Mahisa, Yustira Hanin Manik Nur Hidayati Mariska Anggraini Masahid, Ardiyan Dwi Maulidyatul Jannah Mefa Hidayatul Rohmah Merina, Nuning Dwi Mirham Nurul Hairunis Mury Ririanty Niken Apriliana Novia Luthviatin Oktafiani, Lirista Dyah Ayu Pasha, Yessinia Hanatha Purwanti, Aisyah Tri Putri Istik Lailiyah Rachmawati, Septi Nur Rahma Fitri Fiamanatillah Rahmad, Ardhi Nur Rismawan Adi Yunanto Rista Dwi Hermilasari Ruli Bahyu Antika Ruly Dwi Arysanti Savira Laksita Maharani Septi Nur Rachmawati Septy Handayani SULISTIYANI SULISTIYANI SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyani Sulistyani Sulistyani Susetyowati Tantut Susanto Tejasari . Videricka, Eryka Maryta Viliantina, Rifka Wuri Winda Wulandari, Winda Wiwin Barokhatul Maulidah Zolkefli, Yusrita binti