Claim Missing Document
Check
Articles

Found 65 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR SMP DI WILAYAH MALALAYANG I KOTA MANADO Winerungan, Richard; Punuh, Maureen I.; Kawengian, Shirley
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan makanan yang melebihi kebutuhan tubuh akan menyebabkan kelebihan berat badan. Sebaliknya, asupan makanan kurang dari yang dibutuhkan akan menyebabkan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. Data hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukan status gizi di Sulawesi Utara, sangat pendek 1,4%, pendek 31,8% sangat kurus 0,0%, kurus 3,6%, normal 94,3%, dan gemuk 2,1%. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari-Maret tahun 2016 pada pelajar di SMP Spektrum Malalayang Kota Manado dan SMP Kristen Lahai Roi Malalayang Kota Manado. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 94 pelajar. Analisa data menggunakan korelasi spearman. Data yang dikumpulkan menggunakkan metode wawancara, kuesioner food recall 2x24 jam dan pengukuran Antropometri (Tinggi Badan, dan Berat Badan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asupan energi yang cukup sebanyak 57 pelajar (60,6%) dan sebanyak 79 pelajar (84%) memiliki status gizi normal. Berdasarkan analisis statistik dengan menggunakan uji korelasi spearman nilai koefisien korelasi sebesar r=-0,388 dan taraf signifikan atau nilai p sebesar 0,000 (p <0,05). Terdapat hubungan antara asupan energi dengan status gizi pada pelajar di SMP Spektrum Manado dan SMP Kristen Lahai Roi Manado. Kata Kunci: Pelajar, Asupan Energi, Status Gizi ABSTRACTFood intake exceeds body requirements will cause overweight. In contrast, food intake was less than required will cause the body to become susceptible to disease. Riskesdas year results 2010 data shows the nutritional status in North Sulawesi 1.4% short, 31.8% very short, 0.0% very skinny, 3.6% skinny, 94.3% normal and 2.1% fat. This research use analytic observational method with cross sectional approach conducted in January-March the year 2016 at students in the Junior High School Spectrum Malalayang Manado City and Christian Junior High School Lahai Roi Malalayang Manado City. The number of population in this research totalled 94 students. Data analysis using the spearman correlation. Data collected by questionnaire method interview, use their food recall 2x24 hours and measurements of Anthropometry (height and weight). The results of this study showed that intake of sufficient energy amounted to 57 students (60.6%) and as much as 79 students (84%) had normal nutritional status. Based on statistical analysis using the spearman correlation coefficient test correlation of r =-0.388 and significant extent or value of 0.000 p (p < 0.05).There is a significant correlation between the energy intake and the nutritional status of students in the Junior High School Spectrum Malalayang Manado City and Christian Junior High School Lahai Roi Malalayang Manado City. Keywords: Learner, Energy Intake, Nutritional Status.
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Christin, Angel; Punuh, Maureen I.; Purba, Rudolf B.
KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 ASI Eksklusif diberikan pada bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan tanpa diberikan makanan ataupun minuman. Cakupan pemberian ASI Eksklusif untuk Provinsi Sulawesi Utara sebesar 38,5% dimana belum mencapai target program tahun 2014 sebesar 80%, di Kota Manado tahun 2015 sebesar 24,22%, di Puskesmas Tuminting sebesar 4,37%  dengan cakupan sebesar 41 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study. Responden dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6 sampai 24 bulan dan berdomisili di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting sebanyak 110 ibu dengan menggunakan rumus Lameshow. Teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif sebagian besar memiliki pengetahuan yang baikyaitu 70,9%, gambaran tingkat pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan SMA sebanyak 65%, gambaran pekerjaan ibu sebagian besar tidak bekerja yaitu 91,8%, gambaran peran suami yang mendukung ibu dalam pemberian ASI eksklusif sebanyak 84,5%. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian  ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado dan ada hubungan antara peran suami dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, peran suami,  ABSTRACTGovernment regulation Nomor 33 Tahun 2012 exclusive breastfeeding is given to newborn babies up to 6 months old without given any food or drink. Coverage of exclusive breastfeeding for the province of north Sulawesi is 38,5% which have not yet reached the target program in 2014 amounted 80%. In the town of manado on 2015 is 24,22%, in the Tuminting public health center of 4,37% with with coverage of 41 infant. The purpose of this research was to determine of exclusife breastfeeding in Tuminting public health center Manado city. This study was an analytic type of survey with cross sectional study. The respondents of this research were mother who has a baby age 6 to 24 months and domiciled in the terytory of tuminting public health center were 110 respondent by using Lameshow with technique purposive sampling and chi square test with a significantce level of 95%. The results of this research showed that description of level knowledge maternal about exclusive breastfeeding mostly have a good knowledge is 70,9%, maternal education mostly of the High Schoolis 65%, maternal who had working is 91,8%, an overview the role of husband with supports mother in exclusive breastfeeding as many as 84,5%. There is no relationship between employment, level education and maternal knowledge with exclusive breastfeeding practice. and there is a relationship between the role of husband with exclusive breastfeeding in Tuminting public health center Manado city. Keywords: Exclusive breastfeeding, Education, Employment, Knowledge, Role of husband
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BATITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SONDER KABUPATEN MINAHASA Winowatan, Gabrielisa; Malonda, Nancy S.H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2010), masalah kesehatan masyarakat dianggap berat bila prevalensi pendek sebesar 30 – 39% dan serius bila prevalensi pendek ≥40%. Faktor utama penyebab stunting yaitu asupan makanan yang tidak seimbang, berat badan lahir rendah (BBLR) dan penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan lahir anak dengan kejadian stunting pada anak umur 13-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa selama bulan Juni-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 13-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa yang berjumlah 430 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 82 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti adalah Berat badan lahir rendah dan stunting. Analisis bivariat menggunakan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Terdapat sebanyak 13,4% batita memiliki berat badan lahir rendah dan 86,6% batita memiliki berat badan lahir normal. Terdapat sebanyak 50% batita lahir dengan panjang <48 cm, 39% batita lahir dengan panjang normal. Terdapat sebanyak 47,6% batita yang berstatus stunting dan sebanyak 52,4% berstatus tidak stunting. Hasil uji statistik antara BBLR dan stunting menunjukkan nilai p = 0,411 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan stunting pada batita di wilayah kerja Puskesmas Sonder Kabupaten Minahasa.Kata kunci : Berat Badan Lahir, stunting, batitaABSTRACTAccording to the WHO (2010), public health problems are considered severe when the prevalence of short of 30 – 39% and serious when the prevalence of short ≥ 40%. The main causes of stunting factor i.e. the unbalanced food intake, low birth weight (LBW) and infectious diseases. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between child's birth weight with stunting events in children aged 13-36 months in the working area of Sonder Public Health Center District of Minahasa. This research is an analytic survey research research with cross sectional research design. This research was conducted in the working area of Sonder Public Health Center District of Minahasa. during the month of June-August 2017. The population in this study were all children under three years old in the work area of Sonder Public Health Center District of Minahasa., amounting to 430 children. The sample in this research is as much as 82 respondents by using purposive sampling technique. The variables examined are low birth weight and stunting. Analysis using chi square test bivariat (CI = 95%, α = 0.05). There is as much as 13.4% the toddler had a low birth weight and 86.6% of the toddler had a normal birth weight. There are as many as 50% of the toddler born with a length of <48 cm, 39% the toddler born with normal length. here is as much as 47.6% stunting and the toddler who is as much a 52.4% status not stunting. The results of statistical tests between low birth weight and stunting shows value of p = 0.411 (p > 0.05). There is no relationship between child weight born by stunting on the toddler in the working area Sonder Public Health Center District of Minahasa.Key words: birth weight, stunting, children under three years old
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING Punuh, Maureen Irinne; Mandagi, Chreisye K. F.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam pencapaian tumbuh kembang balita pada masa Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional (potong lintang) yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 balita usia 6-12 bulan. Data dianalisis mengunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 82% memiliki status gizi baik berdasarkan indeks BB/U dan 15% status gizi kurang. Status gizi berdasarkan indeks BB/PB didapati 76% balita memiliki status gizi normal dan 15% memiliki status gizi kurus. Pemberian MP-ASI menunjukkan hasil sebesar 52% balita diberikan MP-ASI pertama kali pada usia yang tidak tepat. Sebesar 47% balita mendapatkan MP-ASI pertama kali di usia yang tepat yaitu mulai 6 bulan. Jumlah MP-ASI menunjukkan 71% balita diberikan MP-ASI sesuai dengan umur dan jumlahnya, Sebesar 93% MP-ASI yang diberikan pada balita tidak bervariasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U, Tidak Terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara jumlah pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U maupun status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara variasi pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U, dan status gizi indeks BB/PB. Diharapkan Pengoptimalan program promosi terkait pemberian makanan pendamping ASI oleh petugas gizi maupun petugas promosi kesehatan.Kata Kunci: Pemberian MP-ASI, Status Gizi, BalitaABSTRACTComplementary feeding is one of the factor that plays an important role in the achievement of infant growth during the first thousand days of life. The purpose of this study is to analyze the relationship between complementary feeding and nutritional status of children in the area of Tuminting Public health care center. This study was a cross sectional research that design and conduct in work area of Tuminting health care center. The sample in this study was 100 children of 6-12 months. Data were analyzed using Spearman-rank test. The results on children is showed that 82% are good of nutritional status and 15% are deficient of nutritional status on weight-for-age index. Nutritional status on weight-for-height index that 76% are normal and 15% are wasting. While the complementary feeding showed 52% being given the first-time complementary food at an inappropriate age. There are 47% children get the first complementary feeding at the right age; starting from 6 months. In this study showed that 71% of children, according to the amount and their age were given complementary food. While complementary food, 93% that given to children was not vary. The conclusion is that there is a relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-age index, but there is no relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-height index. There is no relationship between the amount of complementary feeding and nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index and there is no relationship between variation of complementary feeding with nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index. Nutrition workers and health promotion officers are expected to optimize promotional programs that related to complementary feeding.Keywords: Complementary Feeding, Nutritional Status, Children.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKIT TINGKAT II ROBERT WOLTER MONGISIDI KOTA MANADO Maringka, Ferlina; Kawatu, Paul A. T.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki tenaga kerja  yang banyak dengan tingkat resiko yang tinggi terkena penyakit akibat kerja ataupun kecelakaan kerja. Oleh karena itu rumah sakit waib  untuk melakukan pencegahan yaitu dengan menerapkan program kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit. Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu bentuk nyata dalam  menciptakan tempat kerja yang aman, lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyakit akibat kerja ataupun kecelakaan kerja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jumlah informan penelitian berjumlah 7 (tujuh) orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2019. Hasil: Program K3RS yang telah dilaksanakan adalah program pengembangan kebijakan K3RS, pembudayaan perilaku K3RS, pengembangan SDM K3RS, pelayanan kesehatan kerja, pelayanan keselamatan kerja, pemantauan kesehatan lingkungan kerja, pengembangan pedoman, petunjuk teknis dan SOP, pengembangan program pemeliharaan pengelolaan limbah padat, cair dan gas, pengelolaan jasa, bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya, pengumpulan data, pengolahan dan pelaporan K3RS, review program tahunan, sedangkan yang belum maksimal dilaksanakan adalah program pengembangan manajemen tanggap darurat. Kesimpulan: Pelaksanaan Program K3RS sudah berjalan namun belum maksimal dilaksanakan.  Saran: Rumah sakit perlu menambahkan sarana prasarana tanggap darurat kebakaran seperti hydrant, alarm kebakaran, detektor asap dan alat pemadam api ototmatis (sprinkler). Kata kunci : Pelaksanaan program K3RS ABSTRACTBackground: Hospital are one of the workplaces that have a large workforce with a high level of risk of occupational diseases or occupational accidents. Therefore, the hospital is obliged to do prevention by applying health and safety program of hospital work. Occupational health and safety is one of the real forms of creating a safe workplace, healthy environment and free form occupational illness or accident. Method: This type of research is qualitative research with the number of research informant totalling seven people. This research was conducted in May to July 2019. Results: The K3RS Program that has been implemented is the K3RS policy development Program, the conduct of K3RS behaviour, K3RS Human resources development, occupational health services, occupational Safety services, environmental health monitoring, development guidelines , technical and SOP instructions, development of solid waste management, liquid and gas maintenance programs, service management, hazardous toxic materials and hazardous goods, data collection, processing and reporting K3RS, annual program reviews, while those that have not Implementation is an emergency response management development program. Conclusion: The implementation of K3RS Program is already running but not maximally implemented Advice: Hospitals need to add fire emergency response infrastructure such as hydrants, fire alarms, smoke detectors and sprinkler equipment. Keywords: Implementation of  K3RS Program
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK KELAS 4 DAN 5 SD INPRES MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Makikama, Caren V.; Kawatu, Paul A.T; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan protein diperoleh dari konsumsi makanan berperan dalam pengatur dan pembangun sel didalam tubuh. Salah satu fase dalam daur kehidupan yaitu anak, sangat memerlukan asupan protein yang . Asupan protein yang tidak terpenuhi, mengakibatkan anak mengalami defisiensi sehingga pengaruh jangka panjang yang terjadi yaitu terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak dan mempengaruhi pada status gizi anak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan protein dengan status gizi pada anak kelas 4 dan 5 SD Inpres Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini berjumlah 80 anak, dan sampel yang diperoleh sebesar 78 anak. Berdasarkan metode food recall 24h didapati anak dengan asupan protein cukup sebesar 73,1% dan berdasarkan IMT/U anak dengan status gizi normal sebesar 79,5%. Analisis data menggunakan uji rank Spearman dengan nilai α = 0,05. Diperoleh nilai p = 0,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U pada anak kelas 4 dan 5 Inpres Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara dan nilai r = 0,534 menunjukkan bahwa hubungan antara asupan protein dengan status gizi IMT/U tergolong kuat dimana semakin tercukupi asupan protein maka semakin baik pula status gizi. Konsumsi sumber protein yang beragam dan tercukupi akan berdampak pada semakin baiknya status gizi anak.Kata kunci : Asupan Protein, Status Gizi AnakABSTRACTProtein intake is obtained from food consumption, it plays a role in regulators and builders of cells in the body. One of the life cycle is child phase much needed of the correct protein intake. Unfulfilled protein intake will resulting in deficiency so that long-term effects can occur inhibited growth and development of children so affect the nutritional status of children. The purpose of this study to determine the relationship between protein intake with nutritional status of children in grade 4 and 5 SD Inpres Matungkas Dimembe North Minahasa. This research is an analytic survey using cross sectional study design. The population of this study is 80 children and the sample is 78 children. Based on the 24hour food recall method it is found children with protein intake category enough is 73,1% and nutritional status based on BMI-for-age it is found category normal is 79,5%. Data analysis using Spearman-rank test with α=0,05. It is obtained p-value=0,000 show that there is a relationship between protein intake with nutritional status of BMI-for-age in grade 4 and 5 SD Inpres Matungkas Dimembe North Minahasa and r-value equal to 0,534 that showed the relationship between protein intake with nutritional status is strong. Consumption of protein source that diverse and fulfilled will have an impact on the better nutritional status of children.Keywords: Protein Intake, Nutritional Status of Children.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA USIA 6-24 BULAN DI DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Pesik, Leidy F.; Punuh, Maureen I.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi pada awal kehidupan akan berdampak serius pada kualitas dan sumber daya manusia dimasa depan. Kurangnya gizi akan menyebabkan gagalnya pertumbuhan, berat badan lahir rendah (BBLR), kecil, pendek, kurus serta daya tahan tubuh yang rendah dan akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan kesehatan. Anak yang diberikan ASI eksklusif akan terhindar dari penyakit seperti diare dan pneumonia, dan akan memiliki manfaat jangka panjang untuk ibu dan anak seperti mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Cakupan ASI eksklusif di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara hanya 20 anak (33,3%). Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak pada usia 6-24 bulan di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan pada bulan Juni sampai agustus tahun 2019. Populasi penelitian ini adalah anak yang berusia 6-24 bulan dan jumlah sampel yaitu 60 anak. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak (p<0,05) berdasarkan indeks BB/U (p<0,043). Tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak berdasarkan indeks PB/U (p>0,699) dan indeks BB/PB (p>639). Kata Kunci: ASI Eksklusif, Status Gizi ABSTRACTMalnutrition in the early stages of life will have a serious impact on human qualities and resources in the future. Lack of nutrition will cause growth failure, low birth weight (LBW), small, short, skinny and low body endurance and will increase the risk of health disorders. Children who are given exclusive breastfeeding will avoid diseases such as diarrhea and pneumonia, and will have long-term benefits for both mothers and children, such as reducing the risk of overweight or obesity. Coverage of exclusive breastfeeding in Kima Bajo Village, Wori District, North Minahasa Regency is only 20 children (33.3%). The aim of this research was to determine the relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status of children at the age of 6-24 months in Kima Bajo Village, Wori District, North Minahasa Regency. This research uses analytic observational research with cross sectional research design conducted in June to August 2019. The population of this research is infants aged 6 to 24 and the number of sample is 60 babies. Data analysis in this research used chi-square and fisher's exact tests. The results of this research, there was a relationship between exclusive breastfeeding and the nutritional status of children (p<0.05) based on BB/U index (p <0.043). There was no relationship between exclusive breastfeeding and children's nutritional status based on PB/U index (p>699) and BB PB index (p> 639). Keywords: Exclusive breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WALANTAKAN KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Irot, Rodela A.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan gizi pada balita menempati urutan keempat masalah pada balita. Kasus gizi buruk di Sulawesi Utara tahun 2015 sebanyak 39 kasus, terjadi penurunan dibandingkan tahun 2014 sebanyak 47 kasus. Masalah gizi, khususnya stunting menghambat perkembangan dan berdampak negatif yang akan berlangsung dalam kehidupan selanjutnya. Persentase balita pendek di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2%, tahun 2010 sebesar 35,6% dan tahun 2007 sebesar 36,8%. Secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari 6 bulan sebesar 55,7% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Cakupan ASI ekslusif pada Puskesmas Walantakan sebesar 81,13% dan terdapat 1 balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak umur 6 ? 12 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Walantakan berjumlah 51, pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher's Exact Tests diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks BB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 0,094, tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak Usia 6 ? 12 bulan menurut indeks PB/U, nilai value yang diperoleh sebesar 1,000, terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak usia 6 ? 12 bulan, nilai value yang diperoleh sebesar 0,021.Kata Kunci: Pemberian ASI Eksklusif, Status GiziABSTRACTMalnutrition is ranked as fourth problem in infants. Malnutrition in North Sulawesi on 2015 was 39 cases, a decrease compared to 2014 was 47 cases. Nutritional problems, especially stunting inhibit the development and negative impact that will take place in the next life. The percentage of stunted toddlers in Indonesia in 2013 was 37.2%, in 2010 was 35.6% and in 2007 was 36.8%. Nationally, exclusive breastfeeding coverage for infants aged less than 6 months is 55.7%. Exclusive breastfeeding coverage at Walantakan Puskesmas is 81,13% and there was a toddler in low nutrition. This research used analytical-survey with cross-sectional approach. The population is all mothers with children 6-12 months who live in working area of Walantakan health center and using total sampling. The sample of this research is 51 samples. Result of this research based on Fisher's Exact statistical tests that there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months according to index BB/U (?-value=0,094), there is no relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status children 6-12 months according to the index PB/U, (?-value=1,000), there is a relationship between exclusive breastfeeding with nutritional status of children 6-12 months, (?-value=0,021).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Wulanta, Ellena; Amisi, Marsella D.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keadaan kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara masuk keluarnya atau kebutuhan akan zat-zat gizi dalam tubuh. Faktor seperti Pendidikan, jenis pekerjaan dan pendapatan atau penghasilan keluarga merupakan faktor sosial ekonomi yang dapat berpengaruh terhadap status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian yaitu desain analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi adalah seluruh anak yang berusia 24-59 bulan. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu sebanyak 72 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2019. Status gizi berdasarkan (BB/U) terdapat gizi kurang sebanyak 5,6% dan gizi baik sebanyak 94,4%. Indeks status gizi (TB/U) status gizi pendek sebanyak 12,5% dan normal sebanyak 87,5%. Indeks status gizi (BB/TB) dan (IMT/U) terdapat status gizi kurus sebanyak 1,9%, normal sebanyak 83,3% dan gemuk sebanyak 2,8%. Karakteristik status sosial ekonomi seperti, Pendidikan ayah dan pendidikan ibu mendominasi pada tingkat pendidikan tinggi. Sebanyak 87,5% ibu tidak bekerja atau menjadi IRT. Pendapatan keluarga sebagian besar termasuk dalam pendapatan rendah yaitu sebesar 70,8%. Berdasarkan hasil Fisher Exact Test didapatkan pendidikan ayah (IMT/U) nilai p = 0,002. Pendidikan ibu (IMT/U) nilai p = 0,025. Pekerjaan ibu (IMT/U) nilai p = 0,699. Pendapatan keluarga (IMT/U) nilai p = 0,034. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan ayah, pendidikan ibu serta pendapatan keluarga terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U), dan pekerjaan ibu tidak terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U). Disarankan kepada orang tua yang memiliki balita harus lebih diperhatikan lagi mengenai pola asuh anak seperti pemberian makan dan perawatan anak, khususnya anak dengan status gizi kurus dan gemuk.     Kata Kunci: Sosial ekonomi  dan Status gizi ABSTRACTNutritional Status is a state of health produced by the balance between admission or the need for nutritional substances in the body. Factors such as education, types of work and income or family income are social economic factors that can affect the nutritional status of children. The purpose of this research is to know the relationship between socio-economic status and nutritional status in children aged 24-59 months in Kima Bajo village, Wori sub-district North Minahasa regency. This research design is analytic research with cross-sectional approach. The population in this research were children on 24-29 months old with total amount 72 children. The sample in this research was the entire population of 72 children. This research was on May till August 2019. Nutritional status index (bb/u), malnutrition as much as 5,6%, and good nutrition as much as 94,4%. Nutritional status index (TB/U) and short nutrtitional status as much as 12,5% and normal 87,6%. Nutritional status index (BB/TB) and (IMT/U) skinny as much as 1,9%, normal 83,3%, and for fat or overweight 2,8%. socioeconomic characteristics of the family, father and mother education dominating at a high level of education. Many of 87,5% is the mother’s who doesn’t work or just stay at home. Most of family income included in the low income which is 70,8%. Based on Fisher Exact Test result, father’s education (IMT/U) percentage p=0,002. Mother’s education (IMT/U) percentage p=0,025. Mother’s job (IMT/U) percentage p=0,699. Family income (IMT/U) percentage p=0.034. The conclusion from this research is there is relationship between father education, mother education and family income with nutritional status (IMT/U). There is no relation between mother’s job and nutritional status (IMT/U). It is suggested to the parents who have toddlers with underweight and overweight nutritional status they must be more pay attention in parenting, In this case feeding and childcare. Keywords: Socioeconomic  and Nutrion status.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Sukoco, Olvi; Punuh, Maureen I; Malonda, Nancy S H
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan gizi yang baik adalah hal penting selama 1000 Hari Pertama dari awal mula kehidupan anak, mulai dari rahim ibu sampai dengan tahun kedua kelahirannya. Setelah bayi lahir pemberian ASI dapat memberikan gizi yang adekuat pada bayi untuk tumbuh dengan laju yang sesuai. ASI eksklusif diberikan sampai umur 6 bulan   tanpa   diberikan   MP  ASI   (Makanan Pendamping ASI). Kandungan nutrisi pada ASI sangat berperran penting dalam perkembangan  otak  terutama  motorik  pada  bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi anak umur 12-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa dengan menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan pada bulan Mei - Oktober 2019. Sampel penelitian yaitu anak umur 12-24 bulan dengan kategori inklusi dan eksklusi. Sampel diambil dengan cara purposive sampling sehingga didapati 78 sampel. Data yang dikumpulkan didapat dari hasil wawancara langsung menggunakan kuesioner serta pengukuran antropometri pada anak. Hasil dari penelitian yaitu status gizi dengan indeks BB/U gizi baik 66,7 %, gizi kurang 28,2 % dan gizi lebih 5,1 %. Berdsasarkan Indeks PB/U yaitu normal 70,5 %, pendek 20,5 %, sangat pendek 5,1 % dan tinggi 3,8 %. Sedangkan berdasarkan Indeks BB/PB yaitu normal 66,7 %, kurus 14,1 %, gemuk 14,1 % dan sangat kurus 5,1 %. Berdasarkan hasil uji  Fisher?s Exact menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi anak umur 12-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tateli, Kecamatan Mandolang indeks BB/U, PB/U, BB/PB masing-masing dengan nilai p = 0,000. Saran penelitian untuk para ibu agar lebih memperhatikan kesehatan dan gizi balita dengan cara selalu aktif datang ke posyandu dan mencari informasi yang benar tentang peningkatan gizi balita serta memberikan ASI saja selama 6 bulan.  Kata Kunci: Pemberian ASI, Status Gizi ABSTRACTThe intake of good nutrition is important for 1000 the first day of the beginning of the child's life, from the womb of the mother until the second year of his birth. After the baby is born breast feeding can provide nutrition satisfy in infants to grow at a rate that is appropriate. Given exclusive breast  feeding until the age of 6 months without a given MP ASI (ASI Escort Food). The content of nutrients in breast feeding is very important in brain development especially the motoric on the baby. This research aims to know the connection between Exclusive breast feeding with the nutritional status of the child aged 12-24 months in working area Clinics Tateli Subdistrict Mandolang disambiguation pages by using analytic observational research with the approach of cross sectional and implemented in May-October 2019. Sample research is children aged 12-24 months with category inclusion and exclusion. Samples taken by means of purposive sampling so that found 78 samples. The collected data was obtained from interviews and questionnaires using direct measurement of Anthropometry in children. The results of the research, namely nutritional status with the index BB/U good nutrition 66.7% 28.2% less nutrition, and nutrition further 5.1%. Based on PB/U Index is 70.5%, normal, short 20.5%, 5.1 % very short and height of 3.8%. While based on Index BB/PB is normal 66.7%, 14.1%, thin, fat 14.1% and 5.1% are very thin. The Fisher's Exact test results indicate that there is a connection between Exclusive breast feeding with the nutritional status of the child aged 12-24 months in working area Clinics Tateli, district Mandolang index BB/U, PB/U, BB/PB each with a value of p = 0.000. Advice on research for mothers to be more attentive to the health and nutrition of toddlers in a way always actively come to clinic and search information about the improvement of nutrition toddlers as well as provide breast feeding only for 6 months.  Keywords:  Breast Feeding, Nutritional Status
Co-Authors ., Ernawaty Adha, Tri Y. Amisi, Marsella Amisi, Marsella D. Anastasya, Solideo Angela, Indri I. Aring, Enjelia S. Asrifudin, Afnal Astri Lyseria Losu Bidara, Christa Boseren, Agustinus Budi T. Ratag Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Christin, Angel Datu, Deva Monica Mayomi Eirene Maradesa, Eirene Ester C. Musa Fauzul Badjeber Febi Kornela Kolibu Gimon, Novela Keren Gobel, Lafita Abella Grace Debbie Kandou Haryanti, Clarista M. Hokky, Jessica Merlyn Hullah, Muhammad Rosyad Igir, Anggun Irot, Rodela A. Kahusadi, Olivia A. Kairupan, Calista A. Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kapantow, Nova Hellen Kaunang, Delalia Christy Kawatu, Paul A.T Koleangan, Fionita Kumayas, Valentine Kurusi, Fazni D. Lalo, Samuel Lamia, Filia Latta, Jasmiaty Lenette, Novranka Limbat, Rio Daniel Christovel Lucia C. Mande, Lucia C. Makikama, Caren V. Malonda, Nancy . S. H. Malonda, Nancy S H Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Malonda, Nancy Swanida Hanriette Malonda, Nancy Swanida Henriette Mantjoro, Eva M. Mantur, Riska P. Maramis, Marsita S. L. Maringka, Ferlina mawu, christine Mirip, Eda Muhaling, Jesica Christin Mulalinda, Chendany W. Musa, Ester C, Musa, Ester C. Musa, Ester Candrawati Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nathania Degista Tololiu Nikita F. Wattimena Nova H. Kapantouw Nova Hellen Kapantow Novita, Vidya Nurdin, Nurhalisa Oksfriani Jufri Sumampouw Oktavia, Anggriani Ondang, Ribka Paendong, Nikita Ester Paisa, Fria Maria Pangalila, Yesenia Veronika Paraso, Saskia Pasla, Angie Julieta Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Payuk, Aprilyana Tandi Pesik, Leidy F. Pojoh, Alda R. Pondagitan, Alpinia Shinta Pusida, Jesika Natalia Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ransun, Gita Natalia Rares, Belina Pingkan Sultika Rattu, A .J.M. Ratu, Novelinda Ch. Ratu, Veronika N. Ricky C. Sondakh Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rumais, Mariani Rumende, Mada Sagune, Novanda Sri Regina Sahalessy, Christina C. Saisab, Jacklin B. Sandala, Thania C. Sari, Rinanda Laura Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sianjpar, Monika M. Simangunsong, Nella P Sindar, Cindy Cicilia Sitepu, Cracety M. Steve, David Sukoco, Olvi Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumilat, Milianike Fresye Sunkudon, Stephanie D. Suoth, Lery F. Tamba, Enjelina Virginia Paulina Tambuwun, Carmelia Y. Tangkilisan, Bella C. Taroreh, Putri Tuasuun, Diana Tumiwa, Militia Christy Rebcca Tumurang, Marjes N. Wenur, Senny Arshelia Winerungan, Richard Winowatan, Gabrielisa Wulanta, Ellena Yacob, Desriana M.L Yocom, Jonna F. Yohanis Tomastola Yulianty Sanggelorang