Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

IMPLIKASI PSIKOLOGI DIGITAL TERHADAP PERKEMBANGAN DEWASA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Melati, Inka Sukma; Puspitasari, Devi; Lestari, Bawinda Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i3.7727

Abstract

The adult development phase is one of the most dynamic and complex periods of life. Adults are required to achieve emotional independence, career stability, social responsibility, and a balance between personal and professional life. However, the fast-paced digital reality presents new challenges for adults during this phase. Engagement in the digital world can offer self-development opportunities through access to information, online learning, and social connectivity. This study examines the implementation of digital psychology on adult development from an educational perspective using the Systematic Literature Review (SLR) method with PRISMA methodology. The study analyzes 6 articles published between 2015 and 2025. The results indicate that the psychological aspects of adults can be influenced by digital use. In adulthood, activities in the digital space include several activities such as using social media, using smartphones and laptops, accessing artificial intelligence on various platforms, and accessing internet search engines. This is in line with the visual representation of the concept of neuroplasticity, which reveals that the use of artificial intelligence has negative effects on spatial cognition and navigation skills as well as disrupts social cognition in adults. In general, it indicates that the psychological aspects of adults can be influenced by digital space usage in the context of education. ABSTRAK Fase perkembangan dewasa merupakan salah satu periode kehidupan yang paling dinamis dan kompleks. Individu dewasa dituntut untuk mencapai kemandirian emosional, stabilitas karier, tanggung jawab sosial, serta keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional. Namun, realitas digital yang serba cepat menghadirkan tantangan baru bagi individu dewasa pada fase ini. Keterlibatan dalam dunia digital dapat memberikan peluang pengembangan diri melalui akses informasi, pembelajaran daring, dan konektivitas sosial. Penelitian ini mengkaji implementasi psikologi digital terhadap perkembangan dewasa dalam perspektif dunia pendidikan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA. Analisis penelitian ini melalui 6 artikel     yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis individu dewasa dapat dipengaruhi oleh penggunaan digital. Pada fase dewasa, aktivitas di ruang digital meliputi beberapa aktivitas seperti penggunaan sosial media, penggunaan smartphones dan laptop, akses kecerdasan buatan di berbagai platform serta akses pada mesin pencarian internet. Hal ini sejalan dengan representasi visual dari konsep neuroplastisitas, yang mengungkapkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan memiliki dampak yang buruk pada kognitif spasial dan kemampuan navigasi serta mengganggu kognitif sosial pada dewasa. Secara umum, menunjukkan bahwa aspek psikologis pada dewasa dapat dipengaruhi oleh penggunaan di ruang digital pada aspek pendidikan.
Implementasi Sila Pertama Pancasila dalam Pembentukan Karakter Religius Anak Usia Dini: Studi Kasus TK AL-ROSY Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong Purwakarta Dzikri Abazis Subekti; Said, Hadi M. Musa; Fachrudin, Alif Pasah; Holijah, Siti; Puspitasari, Devi
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 1 No. 6 (2025): Oktober: JURNAL ILMIAH MAHASISWA (NAAFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v1i6.317

Abstract

This study analyzes the implementation of the first principle of Pancasila, Belief in the One and Only God, in the curriculum and daily practices at AL-ROSY Kindergarten (TK), Cipeundeuy Village, Purwakarta. Instilling spiritual values ​​from an early age is essential to build the foundation of religious, tolerant, and noble character in accordance with the national identity. The research method used is descriptive qualitative through case studies, involving participatory observation and in-depth interviews with the principal, teachers, and analysis of curriculum documents. The results show that AL-ROSY Kindergarten applies an integrative strategy through three aspects: 1) Habituation of religious rituals (Duha prayer, prayer, and memorization) as a manifestation of obedience; 2) Utilization of nature-based media and the surrounding environment to introduce the concept of God's power and majesty; and 3) Emphasis on social morals (tolerance and infaq) as a concrete manifestation of faith in daily interactions. This finding confirms that AL-ROSY Kindergarten has succeeded in making the value of Belief in the One Almighty God the philosophical and practical foundation in all educational programs, resulting in an integrated and contextual model of character value instillation.
Pengembangan Modul Berbasis Individual Education Program sebagai Intervensi Promotif–Preventif bagi Siswa SMP dengan Hambatan Sosial-Emosional Fitriyah, Lailatul; Puspitasari, Devi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul berbasis Individual Education Program (IEP) sebagai intervensi psikologis promotif–preventif bagi siswa SMP dengan hambatan sosial-emosional yang terintegrasi dalam pembelajaran reguler. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek pengembangan modul adalah seorang siswa SMP berinisial NG yang mengalami kecemasan sosial, perasaan inferioritas, serta hambatan ekspresi verbal, dengan identitas subjek dan sekolah dilindungi sesuai kode etik profesi psikologi. Tahap analisis dilakukan melalui asesmen psikologis multimethod dan multi-informant, meliputi wawancara, observasi, tes intelegensi WISC, tes grafis, FSCT, serta asesmen terapeutik berbasis pendekatan REBT dan CBT. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan siswa bersifat sosial-emosional dan tidak berkaitan dengan keterbatasan intelektual. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang modul berbasis IEP yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai embedded psychological intervention untuk mendukung regulasi emosi, kepercayaan diri, dan kemampuan ekspresi diri siswa. Modul (DOI: 10.13140/RG.2.2.32707.67365) dikembangkan melalui kolaborasi psikolog dan guru, divalidasi oleh ahli, serta diimplementasikan secara terbatas dalam pembelajaran reguler tanpa memberikan perlakuan khusus yang menstigmatisasi. Hasil implementasi dan evaluasi menunjukkan bahwa modul dapat diterapkan secara realistis, diterima dengan baik oleh siswa dan guru, serta berkontribusi pada peningkatan keterlibatan belajar dan stabilitas emosional siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul berbasis IEP yang terintegrasi dalam pembelajaran reguler berpotensi menjadi alternatif intervensi psikologis berbasis sekolah yang aplikatif, non-stigmatis, dan berkelanjutan.
Hubungan Pola Asuh Permisif dan Kontrol Diri dengan Intensitas Penggunaan Gadget pada Anak Sekolah Dasar Caroline, Juanita Chandra; Puspitasari, Devi; Meiyuntariningsih, Tatik
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh permisif dan kontrol diri dengan intensitas penggunaan gadget pada anak sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 170 siswa sekolah dasar kelas IV dan V dengan rentang usia 10–12 tahun yang berdomisili dan bersekolah di Kabupaten Magetan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbentuk skala psikologi yang mengukur intensitas penggunaan gadget, pola asuh permisif, dan kontrol diri. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara simultan pola asuh permisif dan kontrol diri memiliki hubungan yang signifikan dengan intensitas penggunaan gadget pada anak sekolah dasar (F = 70,540; p < 0,05). Namun, secara parsial, pola asuh permisif tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan intensitas penggunaan gadget (p > 0,05), meskipun arah hubungan yang diperoleh bersifat negatif. Sebaliknya, kontrol diri memiliki hubungan yang signifikan dengan intensitas penggunaan gadget (p < 0,05) dengan arah hubungan positif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri anak, semakin tinggi pula intensitas penggunaan gadget.