Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
ANALYSIS OF INCOME AND EFFICIENCY OF SHRIMP FLOSS PRODUCT INNOVATION AS AN EFFORT TO UTILIZATE SHRIMP RECEK WASTE IN AYAKH UGAN MSME’S Windi Lestari; Antika Dedes Juleha; Ema Pusvita; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati; Putri Ayu Ogari; Septianita; Citra Pratiwi Prayitno; Doris Saputra; M. Aldoni; Herdaning Putri
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 11 (2025): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i11.1169

Abstract

This study aims to analyze the income and efficiency of the shrimp floss product innovation business based on shrimp waste at Ayakah Ugan MSMEs, Ogan Komering Ulu Regency. Shrimp waste, which has been considered to have no economic value and has the potential to pollute the environment, is processed into shredded shrimp as an effort to diversify products while reducing and utilizing waste. The method in this study is an experimental method with a case study approach, where researchers conducted a trial of shrimp floss production using shrimp waste as the raw material. Data were analyzed descriptively quantitatively by calculating production costs, revenues, income, operating profits and business efficiency using the revenue cost ratio (R/C ratio). The results of the analysis show that the shrimp floss processing innovation product has an R/C ratio of 2.68. This value indicates that this business is efficient and feasible to be developed because every expenditure of 1 rupiah can generate income of more than 1 rupiah. The average income per production is Rp. 626,777. Based on the results of the study, the shrimp floss processing innovation product business is proven to be financially feasible and has great potential for further development. This innovation not only provides financial benefits for MSMEs but also supports the principles of a circular economy by utilizing fishery waste into value-added products.
Determinan Pendapatan Usahatani Padi pada Lahan Suboptimaldi Sumatera Selatan (Determinants of Rice Farming Income on Suboptimal Landin South Sumatera) Endang Lastinawati
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 3 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i3.906

Abstract

         Padi merupakan komoditas pangan utama di Provinsi Sumatera Selatan, sehingga peningkatanproduksinya menjadi prioritas melalui optimalisasi lahan suboptimal, seperti lahan pasang surut dan lebak. Upaya optimalisasi tersebut harus sejalan dengan peningkatan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pendapatan, menentukan alternatif lahan yang sesuai, serta menganalisis determinan pendapatan usahatani padi di kedua tipe lahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan sampel secara purposif bertingkat, melibatkan 120 petani dari empat desa di Kabupaten Banyuasin, masing-masing dua desa pada lahan pasang surut dan lebak. Analisis data menggunakan persamaan matematis pendapatan dan model regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara pendapatan petani padi di lahan pasang surut dan lebak. Namun, lahan pasang surut memiliki potensi lebih besar untuk dikembangkan sebagai basis utama produksi padi di Kabupaten Banyuasin dan wilayah Sumatera Selatan. Determinan pendapatan usahatani padi meliputi luas lahan, biaya produksi, produksi, dan harga gabah kering panen. Untuk meningkatkan pendapatan petani, diperlukan program berbasis kelas hidrotopografi lahan, meliputi: rehabilitasi tata air, ameliorasi, penggunaan varietas unggul, perbaikan teknik budidaya, penataan waktu tanam, demplot padi surjan, bantuan mekanisasi, fasilitas kredit input, penyediaan infrastruktur logistik dan penyimpanan, penguatan koperasi pemasaran dan kelompok tani melalui pelatihan dan penyuluhan, serta inklusi petani muda.              Rice is the main food commodity in South Sumatra Province; therefore, increasing its production has become a priority through optimizing suboptimal lands such as tidal and swamp (lebak) areas. This optimization effort must be aligned with improving farmers’ income. This study aimed to compare farmincomes, identify the most suitable land type for rice cultivation, and analyze the determinants of ricefarmers’ income in both land types. The research employed a survey method with a stratified purposivesampling technique with 120 farmers from four villages in Banyuasin Regency, consisted of two villages intidal areas and two in swamp areas. Data were analyzed using farm income equations and multiple linearregression models. The results showed no significant difference in rice farmers’ income between tidal andswamp areas. However, tidal land had greater potential to be developed as the primary base for riceproduction in Banyuasin Regency and the South Sumatra region. The main determinants of farm incomewere land area, production costs, yield, and grain price. To increase farmers’ income, programs based onland hydrotopographic classification are required, including water management rehabilitation, soilamelioration, use of superior varieties, improvement of cultivation techniques, crop scheduling, demonstration plots, mechanization assistance, input credit facilities, logistics and storage infrastructure,strengthening of marketing cooperatives and farmer groups, as well as youth farmer inclusion initiatives.
Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Ikan di Air Gading Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Endang Lastinawati
KaliAgri Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal KaliAgri
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cracker industry is one of the food industries that has been widely known by the people in Indonesia. This study aims to formulate a strategy for developing a cracker business in OKU Regency. The study was conducted using a case study method at the Doa Ibu Fish Cracker Business. Strategy formulation was carried out using the SWOT method. The results of the study provide recommendations for the Doa Ibu cracker business development strategy consisting of: 1) SO Strategy (cracker business owners should maintain the business they run because demand is increasing and can open up good business opportunities); 2) ST Strategy (looking for opportunities that provide benefits, increasing understanding in improving the business so that production is met); 3) WO Strategy (the need for more capital can provide a developed business in the city and outside the city, and increase sales promotion); and 4) WT Strategy (cracker business owners should add employees to increase cracker production and be able to quickly sell more).
Analisis Korelasi Atribut dengan Keputusan Pembelian Konsumen Jamu Tradisional di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Endang Lastinawati
KaliAgri Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal KaliAgri
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu is a health drink inherited from culture and natural resources that is consumed to this day. This study aims to analyze the relationship between herbal medicine attributes and consumer purchasing decisions in Baturaja, Ogan Komering Ulu Regency. The study used a survey method, by taking a sample of 25 herbal medicine consumers incidentally. The results showed that there was a fairly strong correlation between herbal medicine packaging and consumer decisions to purchase herbal medicine, a very strong correlation between efficacy and the decision to purchase herbal medicine, a very weak correlation between herbal medicine taste and the decision to purchase herbal medicine, a very weak correlation between the product's expiration date and the decision to purchase herbal medicine, and a very weak correlation between safety and the decision to purchase herbal medicine. Further research is expected to be conducted, especially related to the causal relationship between consumers consuming herbal medicine, so that it can provide a comprehensive contribution to the preservation of traditional herbal medicine.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI URINE KAMBING DI DESA TANJUNG SARI, KABUPATEN OKU Nurlaili, Nurlaili; Pusvita, Ema; Gribaldi, Gribaldi; Asroh, Ardi; Novriani, Novriani; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i1.2545

Abstract

This Community Service (PkM) activity was carried out in Tanjung Sari Village, Pengandonan District, Ogan Komering Ulu Regency (OKU), to improve the knowledge and skills of farmers/breeders in utilizing goat urine waste as raw material for liquid organic fertilizer (POC). The main problem of the community is the dependence on chemical fertilizers and the lack of optimal use of livestock waste that has the potential to pollute the environment. The implementation method is carried out through counseling, training, and demonstrations of making POC using local ingredients (goat urine, ginger-turmeric-galangal rhizomes, EM4, dolomite, shrimp paste, and molasses). POC is fermented for two weeks and applied to corn and vegetable crops at a dose of 200 ml/L of water. Field observations showed that plants that were given POC had greener leaves, stronger stems, and more uniform growth compared to controls without POC. This activity improves farmers' practical skills in producing organic fertilizers independently and encourages productive livestock waste management. Thus, this PkM contributes to increasing crop productivity and strengthening sustainable agricultural practices in Tanjung Sari Village.ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani/peternak dalam memanfaatkan limbah urine kambing sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC). Permasalahan utama masyarakat adalah ketergantungan pada pupuk kimia dan belum optimalnya pemanfaatan limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan POC menggunakan bahan lokal (urine kambing, rimpang jahe-kunyit-lengkuas, EM4, dolomit, terasi, dan molase). POC difermentasi selama dua minggu dan diaplikasikan pada tanaman jagung dan sayuran dengan dosis 200 ml/L air. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan tanaman yang diberi POC memiliki daun lebih hijau, batang lebih kuat, serta pertumbuhan lebih seragam dibandingkan kontrol tanpa POC. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan praktis petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri serta mendorong pengelolaan limbah ternak yang produktif. Dengan demikian, PkM ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan di Desa Tanjung Sari.
Enhancing Agribusiness Ecosystems for Rural Economic Growth: Insights from Papua, Indonesia Pusvita, Ema; Hermawati, Lisa; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL. 25 NO. 01 2026 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.25.01.89-104

Abstract

The formation of a strong agribusiness ecosystem was a key driver of sustainable economic development in rural areas. This paper aims to examine the factors that support opportunities for strengthening the agribusiness ecosystem and its impact on rural economic performance. This paper used a survey to obtain responses from 200 respondents in various underdeveloped areas in Papua. Statistical evaluation of the collected data used PLS-SEM. The results showed that the correlations of all tested relationships were statistically significant (p < 0.05). Institutional support had a positive and significant effect on the agribusiness ecosystem (β = 0.312, t = 4.865, p = 0.000) and economic impact (β = 0.215, t = 3.457, p = 0.001). Market access also significantly influences the agribusiness ecosystem (β = 0.287, t = 4.236, p = 0.000) and economic impact (β = 0.198, t = 3.015, p = 0.003). Similarly, human resource quality shows a positive influence on the agribusiness ecosystem (β = 0.225, t = 3.278, p = 0.001) and economic impact (β = 0.176, t = 2.865, p = 0.004). Technology access significantly strengthens the agribusiness ecosystem (β = 0.298, t = 4.574, p = 0.000) and improves economic outcomes (β = 0.203, t = 3.186, p = 0.002). In addition, the agribusiness ecosystem itself has a significant and very high influence on economic outcomes (β = 0.352, β = 5.012, β = 0.000). The agribusiness ecosystem moderates the impact of institutional, technological, market, and human factors on economic performance.
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Larita, Suci; Lastinawati, Endang; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi; Pusvita, Ema; Rosmawati, Henny; Swasdiningrum Putri, Trisna Wahyu
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v33i1.2613

Abstract

Jagung hibrida merupakan tanaman pangan penting di samping komoditas pokok lainnya seperti beras, singkong, ubi jalar, talas, dan sagu. Namun, fluktuasi produksi jagung hibrida menyebabkan ketidakstabilan pendapatan petani, yang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan pendapatan pertanian jagung hibrida dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, menggunakan metode penelitian survei. Sampel responden sebanyak 30 petani jagung hibrida dipilih secara acak. Pendapatan petani dihitung menggunakan analisis pendapatan standar sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diperoleh petani dari pertanian jagung hibrida adalah Rp 10.078.628,04 per musim tanam. Pendapatan pertanian jagung hibrida dipengaruhi secara signifikan oleh biaya produksi, volume produksi, dan harga jual.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBIBITAN UDANG GALAH (MICROBRACHIUM ROSENBERGII ) DI KOLAM AIR TAWAR (Studi Kasus Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur) Dheo Rizky Wiranata; Endang Lastinawati; Henny Rosmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembibitan udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di kolam air tawar di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan teknik analisis kuantitatif meliputi perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial melalui indikator R/C ratio dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini memerlukan biaya produksi sebesar Rp3.960.000 per siklus dengan penerimaan sebesar Rp5.000.000 dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1.040.000. Nilai R/C ratio sebesar 1,26 dan profit margin 20,8% menandakan bahwa usaha ini layak secara finansial dan dapat dikembangkan. Kata kunci: kelayakan usaha, udang galah, pembibitan, kolam air tawar, R/C ratio.
DETERMINAN PENDAPATAN USAHA KULINER MIE ACEH DI PALEMBANG Deflia Mahira Hulwa; septianita Septianita; Endang Lastinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap kuliner Mie Aceh di Kota Palembang serta menyusun strategi pemasaran yang tepat bagi pelaku UMKM. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui kuesioner terhadap 50 konsumen dan 5 pemilik usaha Mie Aceh. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel harga, kualitas, dan rasa terhadap jumlah pembelian konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai R² sebesar 95,3% mengindikasikan bahwa model regresi sangat baik dalam menjelaskan variabel dependen. Selain itu, analisis SWOT (IFAS dan EFAS) digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran. UMKM Mie Aceh berada pada kuadran I dalam matriks IE, yang berarti strategi pertumbuhan melalui integrasi vertikal sangat disarankan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pemasaran kuliner lokal yang berdaya saing.