Claim Missing Document
Check
Articles

THE STUDY OF WRITTEN FEEDBACK ON STUDENTS EFL WRITING OF THE TWELFTH GRADE STUDENTS OF SMK N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Putu Novita S Dewi; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi written feedback yang ideal dalam tulisan berbahasa inggris siswa. (2) mengidentifikasi respon – respon siswa terhadap written feedback yang diberikan guru terhadap tulisan berbahasa inggris siswa. Identifikasi terhadap written feedback yang ideal ditinjau berdasarkan theory dari Nicol (2010). Identifikasi terhadap respon – respon siswa terhadap written feedback ditinjau berdasarkan theory dari Gibbs and Simpson (2003). Subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa –siswa di kelas XII AP 1 di SMK N 1 Seririt. Penelitian ini adalah penelitian survai. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti peneliti itu sendiri, dokumentasi, panduan wawancara dan angket. Data diperoleh dengan mengumpulkan dokumentasi siswa, panduan interview dan angket. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada enam karakteristik yang digunakan guru dalam pemberian written feedback yaitu understandable, selective, specific, timely, balanced and forward looking. Penelitian ini juga difokuskan dengan respon – respon siswa terhadap written feedback. Penelitian ini menggunakan tiga skala untuk mengukur respon – respon siswa terhadap written feedback. Tiga skala tersebut diantaranya jumlah dan waktu dari written feedback, kualitas dari written feedback dan kegunaan dari written feedback. Penelitian ini menemukan bahwa siswa menyadari akan pentingnya written feedback dalam menulis. Penelitian ini diharapkan kepada guru bahasa inggris untuk mengaplikasikan sebuah written feedback yang ideal. Kata Kunci : feedback, written feedback dan respon siswa ABSTRACT This study was aimed at (1) identify the ideal written feedback on the students’ EFL writing in SMKN 1 Seririt and (2) identify the students’ responses toward written feedback given by the teacher towards their EFL writing in SMKN 1 Seririt. The identification of ideal written feedback characteristics was crosschecked with the theory of Nicol (2010). The identification of students’ responses towards written feedback was crosscheck with the theory of Gibbs and Simpson (2003). The subjects of the study were a teacher and thirty nine students at XII AP 1 class of SMK N 1 Seririt. This study was a survey research. The instruments used in collecting the data were the researcher herself, documentation, interview guide and questionnaire. The data were gathered by collecting the students’ documentation, interview and questionnaire. The result of the study showed that there are six ideal characteristics of written feedback that the teacher used in giving written feedback namely understandable, selective, specific timely, balanced and forward looking. This also focused on students’ responses towards written feedback. This study used three scales to measure the students’ responses towards written feedback. The three scales were (1) quantity and timing of written feedback (2) quality of written feedback (3) use of written feedback. The triangulate data of this study found that the students’ got an ideal written feedback. This study also found that the students realize that written feedback was useful for their writing. This study is expected to English teacher to apply an ideal written feedback. keyword : feedback, written feedback and students’ responses
An Analysis of the Cohesive Devices Used by the Students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in Their Narrative Writings ., Ni Made Christina Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis piranti kohesif yang digunakan oleh siswa kelas XI IA 1 di SMA Negeri 1 Melaya dalam tulisan naratif mereka. Studi ini juga meneliti frekuensi pemakaian pada setiap jenis piranti kohesif yang digunakan ,dan kesalahan yang dibuat oleh mereka . Ada tiga puluh tulisan naratif dari tiga puluh siswa yang dianalisis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis dokumen . Ada 1.362 penggunaan piranti kohesif yang ditemukan dalam penelitian ini . Referensi adalah perangkat kohesif yang paling sering digunakan oleh siswa yang berjumlah 954 atau 70,04 %. Sementara itu, penggunaan substitusi merupakan yang terendah , yaitu , hanya dua kali atau 0,14 %. Penggunaan ellipsis adalah 34 kali atau 1,98 % . Penggunaan tertinggi kedua adalah penggunaan kata hubung dengan jumlah 370 atau 27.16 % . Jenis terakhir dari piranti kohesif yaitu kohesif leksikal digunakan 9 kali atau 0,66 % . Jumlah penggunaan yang benar dari piranti kohesif adalah 1.313 atau 96.40 % , dan jumlah piranti kohesif yang salah digunakan berjumlah 49 atau 3,60 %. Oleh karena itu, guru harus memperkenalkan dan menjelaskan penggunaan piranti kohesif , untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan perangkat kohesif tersebut dalam tulisan mereka nantinya.Kata Kunci : piranti kohesif, tulisan naratif This study aimed at analyzing the cohesive devices used by the students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in their narrative writings. It also investigated the frequency of each type of cohesive devices used, and the errors made by them. There were thirty narrative writings analyzed from thirty students. The data gathered were qualitative and they were analyzed descriptively using document analysis technique. There were 1,362 uses of cohesive devices found in this study. References were the cohesive devices most frequently used by the students with 954 occurrences or 70.04 % from total frequency. Meanwhile, the occurrence of substitution was the lowest one, that is, it occurred only twice or 0.14% from total frequency. The occurrence of ellipsis was 34 times or 1.98 %. The second highest occurrences were the use of conjunction with 370 occurrences or 27.16 %. The last type of cohesive devices which was lexical cohesion was utilized 9 times or 0.66 %. The total number of the correct use of cohesive devices was 1,313 or 96.40%, and the number of cohesive devices erroneously used was 49 or 3.60% from total frequency. The errors that they made were considered as not demanded items. Thus, teachers should introduce and explain the uses of cohesive device, in order to improve the students’ understanding about the use of cohesive devices in writings.keyword : cohesive devices, narrative writings
The Lingusitic Evidences that Unite Perean and Taro Dialect: A Comparative Study ., Desak Made Mira Diahningsih; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Perean dan dialek Taro. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan karakteristik sinkronis. Data yang telah diperoleh dalam bentuk kata diidentifikasi dengan menggunakan daftar kata Swadesh, daftar kata Nothofer, dan daftar kata Holle. Data didapatkan dengan menggunakan teknik observasi, rekaman, dan catatan. Dalam mengumpulkan data, dipilih tiga narasumber pada setiap dialek. Hasil dari penelitin ini menunjukan bahwa ada 46 fonem yang telah dibuktikan sama di antara kedua dialek. Mereka adalah: 1) enam vokal /ʌ/,/i/,/u/,/ɛ/,/ɒ/, and /ə/; 2) delapan diftong /ʌɪ/, /ʌu/, /ʌɛ/, /ʌɒ/, /ɪʌ/, /ɪu/, /uʌ/, and /ʊʌ/; 3) lima geminates /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/; 4) sembilan belas konsonan /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, / ñ /, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; and 5) delapan konsonan kluster /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /mp/, /mb/, dan /ŋkKata Kunci : diftong, fonologi, geminate, kata, konsonan, konsonan kluster, Perean Dialek, Taro Dialek, vokal. This research aimed at describing the phonological and lexical similarities between Perean Dialect and Taro Dialect. This research was designed in the form of descriptive qualitative study which has synchronic characteristics. The obtained data was in the forms of lexicon identified by using Swadesh’s, Nothofer’s, and Holle’s Wordlist. The data were collected through observation, recording, and note taking techniques. The sources of data were three informants from each dialect were selected by using a set of criteria. The results of this research show that there are 46 phonemes have been proven the same from both dialects. They are: 1) six vowels /ʌ/,/i/,/u/,/ɛ/,/ɒ/, and /ə/; 2) eight diphthongs /ʌɪ/, /ʌu/, /ʌɛ/, /ʌɒ/, /ɪʌ/, /ɪu/, /uʌ/, and /ʊʌ/; 3) five geminates /ʌʌ/, /ɪɪ/, /ʊʊ/, /ɒɒ/, and /əə/; 4) nineteen consonants /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /h/, /m/, /n/, / ñ /, /ŋ/, /r/, /w/, and /y/; and 5) eight consonant clusters /kl/, /bl/, /ml/, /kr/, /pr/, /mp/, /mb/, and /ŋk/. From the three wordlists, this research found that there are 1297 words which were exactly the same and 181 words which were similar from both Perean Dialect and Taro Dialect.keyword : consonants, consonant clusters, diphthong, geminate, lexicon, Perean Dialect, phonology, Taro Dialect, vowels.
An Analysis of Culture Shocks of BIPA Students in UPT Bahasa ., Ni Nengah Intan Sariningsih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.834 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13325

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis fenomena geger budaya yang dialami oleh siswa asing yang datang ke Bali untuk belajar tentang budaya Bali di UPT Bahasa Undiksha yang merupakan i salah satu tempat untuk belajar bagi para siswa asing. Di sana mereka belajar tentang budaya, bahasa,makanan khas Bali, dan lain-lain. Peneliti membatasi penelitian pada analisis fenomena geger budaya yang berhubungan dengan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Desain dari penelitian ini adalah desain penelitian deskritif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa asing yang belajar tentang budaya di ULB Undiksha Singaraja. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu peneliti juga mengumpulkan data dengan cara memberikan kuesioner kepada tiga siswa asing yang belajar di UPT Bahasa. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen-instrumen lain yang digunakan adalah pedoman wawancara, perekam suara, kuesioner dan catatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pedersen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sebelas fenomena geger budaya yang ditemukan dalam komunikasi verbal dan lima fenomena dalam komunikasi nonverbal. Dari semua fenomena geger budaya, siswa mengalami geger budaya pada kebiasaan penduduk lokal,transportasi dan pasar tradisional. Selain itu para siswa asing mempunyai cara untuk mengatasi geger budaya tersebut seperti meminta informasi kepada penduduk lokal, mengikuti dengan hal yang sama, mecari solusi dengan cara mereka sendiri dan saling menghormati antar sesama budaya. Data dari hasil observasi, wawancara dan pemberian kuesioner menyatakan masalah dari siswa asing dalam beradaptasi dengan lingkukan baru selama belajar di UPT Bahasa Undiksha Singaraja dan tinggal di Bali. Kata Kunci : Kata kunci: Geger budaya, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal Abstract This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by foreign students who come to Bali to study about culture especially in UPT Bahasa (Language Service Unite) Undiksha as one of the places for foreign students. In UPT Bahasa they study about culture, Bahasa Indonesia, Balinese food. The researcher limited her study to an analysis of the culture shock that is related to verbal communication and non-verbal communication. The design of this study was a qualitative research design. The subjects of this research were three foreign students who studied about Indonesian culture in UPT Bahasa Undiksha. The researcher collected the data by using semi structured interview and semi unstructured interview. The researcher also gave questionnaire to those three foreign students. The main instrument of this study was the researcher herself. Other instruments were interview guide, voice recorder, questionnaire, and note. The data in this research were analyzed with Pedersen’s theory. The result of this research showed that there were ten culture shock phenomena of verbal communication and five culture shock phenomena in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the students experienced culture shock in the habit of local people, transportation and the traditional market. , The foreign students had some ways to overcome the culture shock such as by asking information to local people, trying to do something, thinking about the solution by themselves to overcome the culture shock, and respecting the different culture. The data from observation, interview and questionnaire revealed that the foreign students adapted to the new environment during their studies in UPT Undiksha and during their stay in Bali. keyword : Keywords: Culture shock, non-verbal communication, verbal communication.
IDENTIFICATION OF ENGLISH TEACHERS' AND STUDENTS’ READINESS TO IMPLEMENT ICT BASED INSTRUCTION IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS OF BULELENG SUB DISTRICT ., Ni Made Dian Damayanti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.772 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15055

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi di dalam semua aspek pendidikan. Kurikulum di Indonesia yaitu kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menerapkan TIK di dalam kelas. Penggunaan TIK di dalam kelas sangatlah penting untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan menerapkan keterampilan yang dibuperlukan untuk abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru bahasa Inggris dan siswa untuk menerapkan instruksi berbasis TIK pada SMP negeri di Kecamatan Buleleng dan untuk mengetahui jenis-jenis prasarana pendukung yang digunakan guru bahasa Inggris pada SMP negeri di kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, hasil kuesioner dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Studi ini menunjukkan bahwa (1) guru bahasa Inggris dan siswa siap untuk menerapkan instruksi berbasis TIK dan 2) Laptop, LCD dan speaker adalah jenis-jenis prasarana pendukung yang paling sering digunakan oleh guru Bahasa InggrisKata Kunci : Kesiapan, TIK Information and Communication Technology (ICT) is integrated in all aspects of education. In Indonesia, the curriculum which is known as curriculum 2013 requires teacher to implement ICT in the classroom. The use of ICT in the classroom is important for giving students opportunities to learn and apply the required 21st century skills. Therefore, this study aimed at identifying the English teachers’ and students’ readiness to implement ICT based instruction in public junior high schools of Buleleng sub district and to describe kinds of infrastructures that use as supporting tools by the English teachers in public Junior high schools of Buleleng sub district. This study was a descriptive qualitative study. This study was done by using a descriptive qualitative method. The data of the research was collected by using questionnaire and interview, the result of questionnaire and interview were analyzed by using descriptive analysis. The study showed that (1) the English teachers and students were ready to implement ICT based instruction and 2) Laptop, LCD and speaker were kinds of infrastructures that mostly use as supporting tools by the English teacherskeyword : Readiness, ICT
THE EFFECT OF SCAFFOLDING TECHNIQUE ON STUDENT’S ABILITY TO WRITE DESCRIPTIVE TEXT IN SMP N 2 SELAT KARANGASEM ., Ni Putu Mirna Sari; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari teknik perancah terhadap kemampuan siswa untuk menulis teks deskriptif dan untuk menggambarkan komponen mana yang sebagian besar dipengaruhi oleh teknik perancah pada tulisan siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah delapan siswa kelas VIII Negeri 2 Selat dan sampel penelitiannya dipilih dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel terdiri dari 68 siswa. Kelas VIII D ditugaskan sebagai kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan teknik "Perancah" dan kelas VIII E sebagai kelompok kontrol yang diajar dengan menggunakan "teknik konvensional". Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa dalam kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa dalam kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil statistik deskriptif yang menunjukkan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 79,71 sedangkan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 75,35. Hasil uji t juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih tinggi dari pada tcv. Nilai tob adalah 3,098, sedangkan nilai tcv adalah 1,668 (α = 0,5). Artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan siswa antara siswa yang diajar dengan teknik perancah dan mereka yang diajar dengan teknik konvensional. Oleh karena itu hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kata Kunci : Kata kunci: teknik perancah, teknik konvensional, kemampuan siswa Abstract This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect of the scaffolding technique on students’ ability to write descriptive text and to describe which of the component writing that mostly affected by the scaffolding technique on students writing. This research design was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eight grade students of SMP Negeri 2 Selat and the samples of study were selected by using Cluster Random Sampling. The samples consisted of 68 students. Class VIII D was assigned as the experimental group which was taught by using “Scaffolding technique” and class VIII E as the control group which was taught by using “conventional technique”. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.71 while the mean score of the control group was 75.35. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 3.098, while the value of the tcv was 1.668 (α = 0.5). It means that there was a significant effect on students’ ability between the students who were taught by using scaffolding technique and those who were taught by using the conventional technique. Therefore the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. keyword : Keywords: scaffolding technique, conventional technique, students’ ability
Implementasi Creative Dictation Technique Untuk Meningkatkan Kompetensi Listening Siswa Di Kelas V SD N 1 Patemon Tahun Pelajaran 2013/2014 ., I Gusti Ayu Ade Purnama Sari; ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah kompetensi listening. Penelitian ini diadakan di kelas V SD N 1 Patemon tahun pelajaran 2014/2015. Metode yang digunakan adalah Penelitian tindakan kelas yang terdiri dari observasi awal dan dua siklus. Data yang dikumpulkan melalui tes listening, diari peneliti, list pengamatan, dan kuisioner. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada observasi awal semua siswa dibawah nilai standar yang telah ditetapkan di sekolah(60), dan rata-rata nilainya adalah(43). Padda siklus I, 45% siswa mencapai atau diatas nilai standar dengan rata-rata nilai 57.75. Pada siklus II, 95% siswa dapat mencapai atau diatas nilai standar dengan rata-rata nilai 69.25. Data ini menunjukkan bahwa kemampuan listening siswa meningkat dengan pengimplementasian Creative Dictation Technique. Sebagai tambahan, berdasarkan analisis diari peneliti , list observasi dan kuisioner menunjukkan bahwa Creative Dictation Technique mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Untuk alasan tersebut, diharapkan untuk guru menggunakan Creative Dictation Technique dalam mengajar listening, karena tehnik ini mampu meningkatkan kemampuan listening siswaKata Kunci : Creative Dictation Technique, mengajar listening, kompetensi listening This study aimed at solving the problems in listening competency. The study was conducted in the 5th grade of SD N 1 Patemon in the academic year of 2013/2014.The design was a classroom action research that consisted of preliminary observation, and two cycles. The data were collected through listening tests, a researcher’s dairy, observation checklists, and questionnaires. The data were analyzed describe descriptively. The results showed that in preliminary observation, all students didn’t pass the standard score (60), they got mean score (43). In the cycle 1, 45% of the student can pass the standard score with mean score 57.75, and in the cycle 2, 95% of the students can pass the standard score and the mean score was 69.25. It showed that the students’ listening competency improved trough the implementation of the creative dictation technique. In addition, the data analysis from the researcher’s dairy, the observation checklists, and the questionnaires showed that the implementation of the creative dictation technique can motivate the students in learning English. For those reasons, it is suggested that teachers use creative dictation technique in teaching listening, because it can improve the students’ listening competency. keyword : Creative dictation technique, teaching listening, Listening competency
THE IMPLEMENTATION OF INQUIRY BASED LEARNING IN TEACHING ENGLISH IN AURA SUKMA INSANI KINDERGARTEN ., Kadek Ria Anestia Dewi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran inkuiri dalam pengajaran bahasa inggris di TK Aura Sukma Insani. Penelitian ini fokus pada deskripsi tentang jenis RPP, langkah-langkah, serta penilaian dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan pembelajaran inkuiri. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas A1, A2, B1, dan B2 di TK Aura Sukma Insani. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Hasilnya menunjukan bahwa ada lima RPP yang digunakan dalam pengajaran bahasa inggris dengan topik transportation, animal, occupation, family, dan clock. Kelima langkah dalam pembelajaran inkuiri telah diimplementasikan secara lengkap dalam pengajaran bahasa ingrris dengan topik animal dan family. Namun dalam pengajaran bahasa inggris dengan topik clock, ditemukan empat langkah dari pembelajaran inkuiri yaitu ask, investigate, create, dan discuss. Akan tetapi dalam proses mengajar topik tentang transportation dan occupation, hanya ada dua langkah yang diimplementasikan yaitu; ask dan investigate. Penilaian yang digunakan dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan pembelajaran inkuiri di TK Aura Sukma Insani adalah penilaian autentik yang dianalisis secara holistik dengan menggunakan simbol-simbol. Adapun jenis penilaian autentik yang digunakan adalah performance dan portfolio. Kata Kunci : pembelajaran inkuiri, pengajaran bahasa inggris untuk anak usia dini This study aimed at describing the implementation of inquiry based learning in teaching English in Aura Sukma Insani Kidergarten. This study focused on the description of the kinds of lesson plan, the steps and also the assessment in teaching English by using inquiry based learning. The subjects of the study were a teacher and the students in A1, A2, B1, and B2 classes of Aura Sukma Insani Kindergarten. This study used descriptive qualitative research with a researcher as the main instrument. The result of the study showed that there were five kinds of lesson plan used in teaching English with the topic of transportation, animal, occupation, family, and clock. The five steps of inquiry based learning were completely implemented in teaching English with the topic of animal and family. Meanwhile, in teaching English with the topic of clock, it was found the four steps of inquiry based learning implemented such as; ask, investigate, create, and discuss. Moreover, in the process of teaching the topics of transportation and occupation, there were two steps of inquiry based learning which were implemented such as; ask, and investigate. The assessment used in teaching English by using inquiry based learning in Aura Sukma Insani Kindergarten was authentic assessment which was analyzed holistically by using symbols. Kinds of authentic assessment used were performance assessment and portfolio assessment. keyword : inquiry based learning, teaching English to young learner
The Implementation Of Self-Explanation Reading Technique To Improve Students’ Reading Competency of Grade X- 1 At SMA NEGERI 1 Sukasada (A Classroom Action Research) ., I Komang Suantara; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6182

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dan menemukan halangan-halangan yang ditemukan pada teknik S.E.R.T (Self-Explanation Reading Technique) di kelas x-1 SMA N 1 Sukasada tahun ajaran 2014/2015, khususnya menemukan ide utama pada teks, informasi spesifik, kata serapan dan makna kata melalui penerapan teknik S.E.R.T. penelitian ini dilakukan di kelas X-1 SMA N 1 S ukasada yang terdiri dari 18 jumlah siswa; 8 di antaranya 8 laki-laki dan 10 perempuan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdapat tiga sesi yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data didapatkan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Hasil data menunjukkan bahwa S.E.R.T sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Setelah kedua siklus dilakukan dengan menggunakan S.E.R.T, terlihat adanya peningkatan pencapaian siswa dari hasil observasi awal pada siklus I dan siklus II. Sementara itu, ada beberapa halangan yang didapat saat menerapkan teknik S.E.R.T seperti waktu yang terbatas, siswa yang tidak focus maupun tidak memperhatikan penjelasan guru, dan peneliti sangat susah dalam mencari materi teks membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S.E.R.T efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas X SMA N 1 Sukasada pada tahun ajaran 2014/2015. Selanjutnya berdasarkan halangan yang ditemukan peneliti harus lebih memperhatikan perilaku siswa dan mengawasi siswa saat mereka mengerjakan tugas dari peneliti. Kata Kunci : kemampuan membaca, S.E.R.T The objectives of this study were to improve the students’ reading competency and to find out obstacles in implementation of S.E.R.T (Self-Explanation Reading Technique) in X-1 class SMA N 1 Sukasada in the academic year 2014/2015, specifically in finding main idea of texts, specific information, textual reference, and word meaning through the implementation of S.E.R.T. This study was conducted at X-1 class of SMA N 1 Sukasada which consisted of 18 students; 8 were males and 10 were females. Classroom action research was the design of this study, which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three sessions and involved planning, action, observation, and reflection. The data were obtained in qualitative and quantitative forms. The results of the data show that S.E.R.T was effective to improve the students’ reading competency. After two cycles were conducted by using S.E.R.T, there was an improvement of the students’ achievement from the result of pre-observation to the action of cycle I and cycle II. Meanwhile, there were some obstacles found in implementing S.E.R.T such as the limitation of time, students did not focus nor paid attention to the teacher’s explanation, and the researcher was difficult to find reading text material. Based on the result of the study, it was concluded that S.E.R.T was effective to improve the reading competency of the tenth grade students of SMAN 1 Sukasada in academic year 2014/2015. Moreover, based on above obstacles the researcher should be more noticed on students’ attitude and monitor the students while they work on their activity which given by the researcher.keyword : reading competency, S.E.R.T
THE IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING IN TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM 2013 IN SMA N 4 SINGARAJA ., Kadek Widiani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan project based learning dalam pengajaran bahasa inggris di kelas X MIA 5 di SMA N 4 Singaraja. Jumlah subjek penelitian ini adalah 43 siswa, terdiri dari 22 perempuan dan 21 laki-laki. Pembahasan penilitian ini mencakup (1) topic-topik yang diajarkan dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan project based learning di SMA N 4 Singaraja, (2) langkah-langkah dalam pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan projek based learning di SMA N 4 Singaraja, (3) jenis-jenis penilaian yang digunakan dalam pengajaran pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan projek based learning di SMA N 4 Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode observasi dan metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa topic-topik yang diajarkan dengan menggunakan project based learning adalah explanation text, recount text, narrative text dan expression of sympathy and invitation. Langkah-langkah pengajaran bahasa inggris dengan menggunakan speculation, designing the project activities, conducting the project activities and evaluation. Jenis penilaian yang digunakan adalah penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan. Hasil penelitian menenukan bahwa guru di sekolah SMA N 4 Singaraja menerapkan project based learning dengan baik Kata Kunci : kurikulum 2013, project based learning, pengajaran bahasa inggris This present study aimed at discussing the implementation of project based learning in teaching English in class X MIA 5 in SMA N 4 Singaraja. The number of the subjects were 43 students, consisted of 22 females and 21 males. The discussion includes (1) the topics that were taught by using project-based learning in teaching English in SMA N 4 Singaraja, (2) the steps in teaching English by using project-based in SMA N 4 Singaraja and (3) the assessment types used in teaching English by using project-based learning in SMA N 4 Singaraja. Research methods used were documentation method, observation method and interview method. The data obtained were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing/ verification. The result of the study showed that the topics taught by using project based learning were explanation text, recount text, narrative text and expression of sympathy and invitation. There were four steps found in implementing project based learning by the teacher namely speculation, designing the project activities, conducting the project activities and evaluation. Meanwhile the assessment types used were affective assessment, cognitive assessment and psychomotor assessment. The result of the study showed that the implementation of project based learning was implemented well by the teacher in SMA N 4 Singaraja.keyword : Curriculum 2013, project based learning, teaching English
Co-Authors ., Ade Ari Gianika ., Ade Ari Gianika ., Anak Agung Inten Sakanti ., Anak Agung Inten Sakanti ., Citra Dewi ., Desak Made Mira Diahningsih ., Desak Made Mira Diahningsih ., DWI KESUMA SUSILA ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Gede Bages Rare Prabadesa ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Ketut Satria Adiguna ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari ., I Nyoman Surya Manggala ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Bagus Arka Wiguna ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Iga Putu Ardaba Kory ., Iga Putu Ardaba Kory ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Toni Sumartawan ., Komang Evayanti ., Komang Evayanti ., Luh Gede Ayu Devitasari ., Luh Putu Utami Krisna Yanti ., Made Arna Jyoti Sistadi ., Made Arna Jyoti Sistadi ., MADE DYAN WIDHIADNYANI KUNDE ., Made Sukradana w ., Made Sukradana w ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Putu Mirna Sari ., Ni Putu Mirna Sari ., Nyoman Erlina ., Nyoman Erlina ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Febby Laksmi Decker ., Putu Sri Ayu Padmi ., Putu Yogi Agustia p Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewi, Ketut Puspa Dewi, Ketut Sintya Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Gede Mahendrayana Gusti Agung Ayu Inten Ariprami . Hemas, Made Diana Ayu Hendi Pratama I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gusti Ayu Ade Purnama Sari . I Gusti Gede Agung Andhika p ., I Gusti Gede Agung Andhika p I Ketut Trika Adi Ana I Komang Suantara ., I Komang Suantara I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Suarnajaya I.G.A Lokita Purnamika I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Bagus Komang Priotama . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Issy Yuliasri Kadek Kartika Suherma Yanthi ., Kadek Kartika Suherma Yanthi Kadek Ria Anestia Dewi ., Kadek Ria Anestia Dewi Kadek Samiyanti Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Kadek Widiani . Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Luh Diah Surya Adnyani Luh Maytri Lindayani LUH MERTASARI . Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mahanjendra, Pande Gede Baba Mahendrayana , Made Mariati, Ni Komang Sri Ni Komang Sri Mariati Ni Luh Aristyawati Ni Luh Putu Viranicka Septyani Ni Made Christina Wijaya . Ni Made Dwi Purnama Sari . Ni Made Ratminingsih Ni Made Wulan Sintiyari ., Ni Made Wulan Sintiyari Ni Nengah Muriani ., Ni Nengah Muriani Ni Nyoman Sugihartini Ni Putu Mandalika Putri Hartini . Ni Putu Novita S Dewi ., Ni Putu Novita S Dewi Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Pitriani Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati Pande Made Dharma Sanjaya Paramitha, Ida Ayu Putu Cintya Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Fika Andriani . Putu Kerti Nitiasih Putu Wiwin Ekatrini Mahadewi . Putu Yuni Damayanti S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Santhi, I Gusti Ayu Ira Krishna Surya, Cok Istri Rahma Pratami Warmadewi, Putu Sri zulfa Sakhiyya