Claim Missing Document
Check
Articles

Derivational and Inflectional Processes of Tajen Dialect ., Putu Sri Ayu Padmi; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di dialect Tajen dan jenisnya dari proses derivasional dan infleksional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Tiga sampel informan dari penutur dialek Tajen dipilih berdasarkan criteria yang ditetapkan. Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan 3 teknik, yaitu: observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima jenis prefik (awalan) dan lima jenis suffik (akhiran) pada dialek Tajen. Adapun jenis prefik (awalan) meliputi: {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, dan {si-}. Jenis suffik akhiran meliputi: {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, dan {-n}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses derivasional adalah prefik: {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; dan suffik {-an}, {-ang}, {-in}. Jenis prefik dan suffik yang mengalami proses infleksional adalah prefik: {a-}, {me}, {N-}; dan suffik {-e}, {-an}, {-in}, {-n}, {-ne}.Kata Kunci : prefik dan suffix, proses derivasional dan infleksional, dialek Tajen This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Tajen dialect and its derivational and inflectional processes. This study is a descriptive qualitative research. There are three informants chosen based on a set criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observing, recording, and interviewing (listening and noting) .The results of the study show that there are five prefixes and five suffixes existing in Tajen dialect. The prefixes are {a-}, {ke-}, {me-}, {N-}, and {si-}. The suffixes are {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, and {-n}. The prefixes and suffixes that undergo derivational process are: prefix {ke-}, {me-}, {N-}, {si-}; and suffix {-an}, {-ang}, {-in}. The prefixes and suffixes that undergo inflection process are: prefix {a-}, {me-}, {N-}; and suffix {-e}, {-an}, {-in}, {-n}.keyword : prefixes and suffixes, derivational and inflectional processes, Tajen dialect
THE DIFFERENCES OF TIGAWASA DIALECT AND DENCARIK DIALECT VIEWED FROM PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATION ., I Ketut Satria Adiguna; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12115

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan fonologis dan variasi leksikal pada dialek di desa Tigawasa dan dialek di desa Dencarik. Penelitiaan ini di disain secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan 3 informan di tiap-tiap desa. Dimana diantaranya, 3 informan di desa Tigawasa dan 3 informan di desa Dencarik. Semua informan dipilih sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Penelitian ini menggunakan 3 instrumen di dalam mengumpulkan data. 1. Peneliti, 2. Lis kata atau daftar kata dari Swadesh dan Nothofer, dan 3 .Perekam suara. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan 4 teknik dalam mengumpulkan. 1. Observasi, 2. Merekam, 3. Mencatat, dan 4. Interview. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 6 indikasi variasi fonologis, yaitu syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge, dan haplology. Hasil selanjutnya adalah adanya 4 indikasi variasi leksikal, yaitu semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. Kata Kunci : dialek, variasi fonologi, variasi leksikal Abstract This study aimed at exploring the differences of Tigawasa and Dencarik dialect viewed from phonological and lexical variation. This research was a descriptive qualitative research. In this research, there were 3 informant samples from Tigawasa village and 3 informant samples from Dencarik village. All of the informants were chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on three instruments, namely: researcher, word lists (swadesh and nothofer) and recorder. This study also used four techniques namely: observation, recording, note-taking, and interview. The results of the study show that, 1) there were 6 indications of phonological variarion, such as; syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge and haplology, 2) there were 4 indications of lexical variation, such as; semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. keyword : dialect, phonological variation, lexical variation.
COMMUNICATION STRATEGIES USED BY TOURIST INFORMATION CENTER STAFF AT JATILUWIH RICE TERRACE ., I Putu Bagus Arka Wiguna; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18808

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan tipe-tipe dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf pelayanan informasi di Jatiluwih Rice Terrace, tipe dari strategi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh staf, dan alasan dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf. Penelitian ini menggunakan qualitative design. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada delapan tipe strategi komunikasi yang digunakan oleh staf pelayanan informasi di Jatiluwih Rice Terrace, yaitu; Message Abandonment (17%), Circumlocution (1%), Non-linguistic Signal (18%), Literal Translation (6%), Foreign zing (11%), Appeal for help (10%), Stalling or Time Gaining (18%), Comprehension check (11%), and Clarification request (8%). Time gaining dan Non Linguistic signal merupakan tipe strategi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh staf. Ada dua alasan utama dari strategi komunikasi yang digunakan oleh staf, yaitu; (1 untuk menghindari kesulitan bahasa yang akan dihadapi oleh staf agar membuat pengunjung lebih mudah untuk memahami dan tidak bingung tentang ucapan dan (2) untuk membuat komunikasi lebih efisien dan menyediakan waktu untuk berpikir.Kata Kunci : strategi komunikasi, layanan informasi, jatiluwih rice terrace The purpose of the study was to find out the types of communication strategies used by the Information Center Staff at Jatiluwih Rice Terrace, the type of communication strategies mostly used by the staff, and the reasons of communication strategies used by the staff. The subject of this study was the Information Center staff at Jatiluwih Rice Terrace. This study employed qualitative design. The methods of data collection were observation and interview. The findings of study showed that there were nine types of communication strategies applied by Tourist Information Center staff at Jatiluwih Rice Terrace, namely; Message Abandonment (17%), Circumlocution (1%), Non-linguistic Signal (18%), Literal Translation (6%), Foreign zing (11%), Appeal for help (10%), Stalling or Time Gaining (18%), Comprehension check (11%), and Clarification request (8%) Time gaining and Non Linguistic signal were the communication strategies that were mostly used by the staff. There are two main reasons of communication strategies used, namely; (1) to avoid language difficulties that would be faced by the staff to make the visitors easier to understand and not confused about the utterance and (2) to make the communication more efficient and provide time to think.keyword : communication strategies, information center, jatiluwih rice terrace
AFFIXATION OF PELIATAN DIALECT: A Descriptive Study ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.424 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah prefiks dan sufiks di Dialek Peliatan dan jenisnya dari Infleksi dan Derivasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif Qualitatif. Dua sampel informan dari Dialek Peliatan dipilih berdasarkan seperangkat kriteria. Data dikumpulkan menggunakan 3 tehnik, yakni: tehnik observasi, merekam, dan wawancara (mencatat dan mendengarkan). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada enam jenis prefiks dan tiga jenis sufiks di Dialek Peliatan. Prefiks tersebut yakni prefiks {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {sa-} dan {pə-}. Sufiks tersebut yakni sufiks {-Λŋ}, {-Ιn} dan, {-ɔ}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong derivasi adalah prefiks{mə-} dan {pə-} dan sufiks {-Λŋ} dan {-in}. Jenis prefiks dan sufiks yang tergolong infleksi adalah prefiks {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-} dan {sa-}dan sufiks {-ang}, {an} dan {-in}. Kata Kunci : Kata kunci: prefiks dan sufiks derivasi, prefiks dan sufiks infleksi, dan Dialek Peliatan This study aimed at describing the number of prefixes and suffixes in Peliatan Dialect and its types of inflectional and derivational. This study is a descriptive qualitative research. Two informant samples of Peliatan Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there were five prefixes and five suffixes existing in Peliatan Dialect. The prefixes were {mə-}, {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {sa-} and {pə-}. The suffixes were {-Λŋ}, {-Ιn} and {-ɔ}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {mə-} and {pə-} and suffix {-Λŋ} and {-Ιn}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefixes {N-}, {ma-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {an} dan {-in}.keyword : Key Words: derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, and Peliatan Dialect
IMPROVING STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS BY USING PICTURE DICTATION TECHNIQUE FOR 8TH GRADE AT SMP NEGERI 1 BANJAR IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.698 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.7891

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan berdasarkan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan teknik Gambar Dictation dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskriptif, terutama dalam mengembangkan ide-ide, mengorganisir ide-ide, tata bahasa, menggunakan mekanika yang tepat, kosakata dan konten. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tiga sesi pada setiap siklus. Ada dua jenis data (kualitatif dan data kuantitatif) yang dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan buku harian penulis. Hasil tes menunjukkan bahwa prestasi menulis siswa ditingkatkan pada setiap siklus. skor rata-rata siswa adalah 54 di pre test, 65,4 di post test 1, dan ditingkatkan menjadi 80,4 di post test 2. Hal ini dapat dilihat pada jumlah siswa lulus ujian. Ada 1 siswa lulus dalam pre test, 16 siswa di post test 1, dan 28 siswa di post test 2. Hasil kuesioner dan buku harian penulis menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan teknik Picture Dikte. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 6 (18,2%) dari siswa mengakui bahwa mereka benar-benar suka dan 20 (60,6%) dari siswa seperti penerapan teknik Picture Dikte. Selain itu, beberapa siswa mengaku bahwa mereka termotivasi dalam belajar bahasa Inggris menggunakan teknik Gambar Dikte.Kata Kunci : Keyword: Teknik Gambar Dictation, Menulis Prestasi, Teks Deskriptif This study was classroom based action research which aimed to find out whether the use of Picture Dictation technique can improve students? ability in writing descriptive paragraph, especially in developing the ideas, organizing the ideas, grammar, using appropriate mechanics, vocabulary and content. This study was conducted in two cycles consisting of three sessions in each cycle. There were two kinds of data (qualitative and quantitative data) which were collected through tests, questionnaires, and writer?s diary. The result of the tests showed that the students? writing achievement was improved in each cycle. The students? mean score was 54 in pre test, 65.4 in post test 1, and improved became 80.4 in post test 2. It can be seen on the number of students passing the test. There were 1 student passed in the pre test, 16 students in the post test 1, and 28 students in the post test 2. The result of questionnaire and writers? diary showed that the students gave positive response toward the implementation of Picture Dictation technique. The results of the questionnaires showed that 6 (18,2 %) of the students admitted that they really like and 20 (60,6%) of the students like the implementation of Picture Dictation technique. Moreover, some of the students admitted that they were motivated in learning English using Picture Dictation technique.keyword : Keyword: Picture Dictation Technique, Writing Achievement, Descriptive Text
DEVELOPING INQUIRY-BASED LEARNING INSTRUCTIONAL VIDEO ON TEACHING ENGLISH BASED ON CURRICULUM - 13 FOR JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS ., Putu Febby Laksmi Decker; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.264 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah video instruksional pembelajaran berbasis Inquiry yang dilengkapi dengan buku manualnya berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dalam penelitian ini dan menggambarkan fitur serta kualitas video yang dikembangkan termasuk buku manual. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian D & D yang mengadaptasi model Dick dan Carey. Data dari penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris SMP di Kabupaten Buleleng yang bertujuan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan dan dua dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA untuk mengumpulkan data tentang kualitas produk yang dikembangkan. Selain itu, objek penelitian ini adalah video pembelajaran berbasis Inquiry. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, daftar periksa, catatan, pedoman wawancara, dan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata dari kedua ahli adalah 4,4; oleh karena itu video instruksional ini termasuk dalam kategori baik. Perbaikan produk yang disarankan dari hasil penilaian ahli meliputi perbaikan pada beberapa bagian video seperti kualitas audio, kecerahan, dan stabilitas beberapa adegan. Maka dari itu, produk ini sudah dikategorikan sebagai produk yang bagus.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Video Instruksional, Pembelajaran Berbasis Inquiry, Pembelajaran Berpusat pada Siswa. The purpose of the present research was to develop an Inquiry-based learning instructional video supplemented with its manual book based on the needs analysis conducted in this study and describe the features as well as the quality of the developed video including the manual book. This research employed a D&D Research Design adapting Dick and Carey model. The data would be analyzed both qualitatively and quantitatively. The subjects of this study were three junior high school English teachers in Buleleng regency to gather needs analysis data and two lecturers of English Education Department UNDIKSHA to collect data about the quality of the product developed. Besides, the object was Inquiry-based learning instructional video. The instruments used in this study were observation sheet, checklist, note, interview guide, and scoring rubric. The results of this research showed that the mean from both of expert judgments was 4.4; therefore this instructional video belonged to the good category. Suggested product improvements from the expert judgments result included fixing some parts of the video such as the audio quality, brightness, and stability of some scenes. Since, the product has been categorized as good product. keyword : Curriculum 2013, Instructional Video, Inquiry-based Learning, Students-centered Instruction (SCI).
THE ANALYSIS OF PARENTS' INVOLVEMENT TOWARD STUDENTS' ENGLISH LITERACY AT SMKN 1 SINGARAJA ., Putu Yuni Damayanti; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18868

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis keterlibatan orang tua terhadap literasi bahasa Inggris siswa di SMKN 1 Singaraja yang meliputi analisis terhadap pelaksanaan keterlibatan orang tua, persepsi orang tua terhadap keterlibatan orang tua dan tantangan yang dihadapi oleh guru. Analisis keterlibatan orang tua dalam penelitian ini didasari oleh enam kerangka keterlibatan orang tua oleh Epstein. Penelitian ini menggunakan model penelitian embedded mix methods. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, komite sekolah dan lima guru bahasa Inggris yang mana terlibat dalam keterlibatan orang tua. Obyek penelitian ini adalah keterlibatan orang tua yang diterapkan disekolah. Data dikumpulkan melalui analysis dokumen, wawancara dan kuesioner. Data dianalysis melalui pendeketan kualitative dan kuantitative. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) keterlibatan orang tua di SMKN 1 Singaraja diterapkan melalui beberapa strategi yaitu: workshop, pelatihan orang tua, konferensi orang tua, talkshow dan distribusi buku. Beberapa usaha juga dilakukan sekolah untuk melibatkan orang tua dalam mendukung literasi siswa yaitu dengan mengundang orang tua siswa, pengambilan raport, majalah sekolah/tabloid, sukarelawan, pemberian tugas, komite sekolah dan studi lapangan. (2). Pendapat orang tua mengenai keterlibatan orang tua sangat positif, mereka percaya bahwa program keterlibatan orang tua bisa meningkatkan prestasi siswa, sikap positif dan peningkatan literasi bahasa Inggris siswa. (3). Tantangan dikategorikan menjadi dua aspek berdasarkan tempatnya.Kata Kunci : Keterlibatan orang tua, Literasi bahasa Inggris This study is intended to analyze parents’ involvement toward students’ English literacy at SMKN 1 Singaraja which includes the analysis toward the implementation of parents’ involvement, the parents’ perception toward parents’ involvement, and the challenges faced by the teacher. Parents’ involvement activities in this study were analyzed based on Epstein’s six types of parental involvement framework. This study used embedded mixed method research design. The subjects of the study were a headmaster, school committees, and five English teachers involved in parents’ involvement. The object of the study was parents’ involvement which is practiced through the school programs. The data were collected by doing document study, interviews, and questionnaires. The data were analyzed through a qualitative and quantitative approach. The result showed that (1). Parents’ involvement at SMKN 1 Singaraja was practiced through many strategies such as a workshop, parents’ training, parents’ conference, talk show, and book distribution. Some efforts are also done to get parents involved in their children’s literacy activities through inviting parents formally, discussing about rapport, school’s tabloid/magazine, WhatsApp group, classroom volunteer, weekly homework/follow-up activities, school committee, and field study. (2). Parents’ perception toward parents’ involvement was positive, they believed that parents’ involvement program can foster students’ academic success, positive behavior, and improve students’ English literacy as well. (3). The challenges were categorized from two aspects based on the place (area). keyword : English literacy, Parents’ involvement
The Use of Media in English Language Teaching at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar ., Putu Yogi Agustia p; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14957

Abstract

This study intends to investigate kinds of media that used by the English teacher in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, the way how those media used, the benefits and the weaknesses of using media in teaching English, and the teachers’ reason of using media in teaching English. It utilized qualitative method in collecting the data. The data were collected from observation sheet and interview guide. It also used smartphone to take a picture when the researcher observed teaching-learning process in the classroom. It also used to record the conversation between the researcher and the English teacher in interview section. The obtained data were mainly analyzed based on Heinich, et al (2002) theory about Instructional Media and Technologies for Learning. It showed there are twelve media that used by the English teachers in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. There were some benefits and weaknesses from using media in teaching English which appears based on the way those media used and the conditions in the classroom. Those data was collected by using observation sheet. The data about the English teachers’ reason in using media will be showed by using interview guide. The English teachers stated that media have big impact to increase the students motivation in learning.Kata Kunci : media for teaching English, the way how used media, benefits and weaknesses of media, teachers’ reason of using media Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis-jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, cara bagaimana media tersebut digunakan, manfaat dan kelemahan menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris, dan alasan guru menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari lembar observasi dan panduan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan smartphone untuk mengambil gambar ketika peneliti mengamati proses belajar mengajar di kelas. Ini digunakan untuk merekam percakapan antara peneliti dan guru bahasa Inggris di bagian wawancara. Data yang diperoleh terutama dianalisis berdasarkan Heinich, et al (2002) teori tentang Media Instruksional dan Teknologi untuk Belajar. Ini menunjukkan ada dua belas media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Ada beberapa manfaat dan kelemahan dari menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris yang muncul berdasarkan pada cara media tersebut digunakan dan kondisi di kelas. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang alasan guru bahasa Inggris dalam menggunakan media akan ditunjukkan dengan menggunakan panduan wawancara. Guru bahasa Inggris menyatakan bahwa media memiliki dampak besar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.keyword : jenis-jenis media untuk mengajar bahasa inggris, cara penggunaan media, kelebihan dan kekurangan media, alasan guru dalam menggunakan media
THE CULTURAL EXPERIENCES OF THE ENGLISH TEACHER VOLUNTEERS IN BUMI SEHAT’S YOUTH CENTER UBUD ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris dan gejala syok budaya yang dihadapi oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Peneliti menggunakan metode fenomenologis dan pendekatan kualitatif untuk mengetahui jawaban permasalahan dari penelitian ini. Data diambil dari tiga sukarelawan guru bahasa Inggris melalui wawancara dan kuesioner. Analisis tersebut menunjukkan bahwa ada sepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris di Bumi Sehat’s Youth Center. Relawan guru bahasa Inggris mengalami pengalaman budaya yang mengacu pada kejutan budaya (fisik, kognitif atau perilaku) saat mereka masuk dalam budaya atau lingkungan baru yang dimana lingkungan mereka berbeda dengan kota asal mereka. Kesepuluh pengalaman budaya yang dialami oleh sukarelawan guru bahasa Inggris adalah makanan yang berbeda, dua masalah orang Bali, lingkungan, transportasi, perbedaan budaya, masalah tidur, depresi, laju kehidupan, dan iklim. Di sisi lain, relawan guru bahasa Inggris mengalami gejala syok budaya dalam dua minggu pertama. Semua relawan guru bahasa Inggris merasa rindu rumah dan salah satu dari mereka jatuh sakit.Kata Kunci : pengalaman berbudaya, syok budaya The study aimed at investigating the cultural experiences that experienced by English teacher volunteers and the symptoms of culture shock faced by English teacher volunteers in Bumi Sehat’s Youth Center. The researcher used phenomenological method and qualitative approach in finding out the answer of the problems of the study. The data were taken from three English teacher volunteers through interview and questionnaire. The analysis reveals that there are ten cultural experiences that the English teacher volunteers experienced in Bumi Sehat’s Youth Center. The English teacher volunteers experienced the cultural experiences that refers to culture shock (physical, cognitive or behavior) when they were entering in a new culture or environment where was different with their home town. Those ten cultural experiences that experienced by English teacher volunteers are different food, two Balinese people problems, environment, transportation, cultural differences, sleep problem, depression, pace of life, and climate. On the other hand, English teacher volunteers were faced symptom of culture shock in first two week. All of the English teacher volunteers were felt homesick and one of them get sick.keyword : cultural experience, culture shock
THE AFFIXATION OF BALINESE BATURINGGIT DIALECT ., I Gede Bages Rare Prabadesa; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah awalan dan akhiran, jenis item derivasi dan infleksi, dan morfologi menyerupai awalan dan akhiran di Bali Baturinggit Dialek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga informan sampel dari Dialek Bahasa Bali Baturinggit dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat awalan dan lima akhiran yang ada di Dialek Bahasa Bali Baturinggit. Awalan {ma-}, {n}, {pa-}, dan {ka-}. Akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, {-an}. Awalan dan akhiran bersifat infleksi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {-pa} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran bersifat derivasi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {ka-} dan akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, dan {-an}. Item morfologi menyerupai awalan dan akhiran adalah: proklitika (Ja-) dan (kelo-), dan enklitika (-nane).Kata Kunci : Kata kunci: Dialect Bahasa Bali Baturinggit, awalan dan akhiran derivatif, awalan dan akhiran inflektif, proklitika, dan enklitika. This study aimed to describe the number of prefixes and suffixes, the types of prefixes and suffixes, and the affixes-like morpheme found in Balinese Baturinggit Dialect. This research is a descriptive qualitative study. Three informants’ sample of Balinese Baturinggit Dialect were chosen based on a set criteria. The data were collected based on three technique, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are four prefixes and five suffixes existing in Balinese Baturinggit Dialect. The prefixes are {ma-}, {n-}, {pa-}, and {ka-} and the suffixes are {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, {-an}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {n-}, and {pa-} and suffix {-ang} and {-in}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefix {ma-}, {n-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, and {-an}. The morphological items resemble prefixes and suffixes are: proclitic (ja-) and (kelo-), an enclitic (-nane).keyword : Key Words: Balinese Baturinggit Dialect, derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, proclitic, and enclitic.
Co-Authors ., Ade Ari Gianika ., Ade Ari Gianika ., Anak Agung Inten Sakanti ., Anak Agung Inten Sakanti ., Citra Dewi ., Desak Made Mira Diahningsih ., Desak Made Mira Diahningsih ., DWI KESUMA SUSILA ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Agus Lesmana Putra ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gede Dharma Arya Wicaksana ., Gusti Ngurah Nyoman Ariana ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Dewa Made Adhi Wira Sanjaya ., I Gede Bages Rare Prabadesa ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Shasy Bagus ., I Gede Wira Wiguna ., I Gede Wira Wiguna ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Bagus Widi Darmadi ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Gusti Ngurah Putu Angga Sri Pranatha ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Kadek Tubuh Aryana ., I Ketut Satria Adiguna ., I Nym Dedy Rahland Krisna Hari ., I Nyoman Surya Manggala ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Bagus Arka Wiguna ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., Ida Ayu Komang Krisna Dewi ., Ida Ketut Krisna Putra ., Ida Ketut Krisna Putra ., Iga Putu Ardaba Kory ., Iga Putu Ardaba Kory ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Praditya Dicky Wijaya ., Kadek Toni Sumartawan ., Komang Evayanti ., Komang Evayanti ., Luh Gede Ayu Devitasari ., Luh Putu Utami Krisna Yanti ., Made Arna Jyoti Sistadi ., Made Arna Jyoti Sistadi ., MADE DYAN WIDHIADNYANI KUNDE ., Made Sukradana w ., Made Sukradana w ., Ni Made Ayu Ratna Sulistya Dewi ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Nengah Intan Sariningsih ., Ni Putu Mirna Sari ., Ni Putu Mirna Sari ., Nyoman Erlina ., Nyoman Erlina ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Adelina Kartika Dewi ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd. ., Putu Febby Laksmi Decker ., Putu Sri Ayu Padmi ., Putu Yogi Agustia p Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewi, Ketut Puspa Dewi, Ketut Sintya Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Gede Mahendrayana Gusti Agung Ayu Inten Ariprami . Hemas, Made Diana Ayu Hendi Pratama I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gusti Ayu Ade Purnama Sari . I Gusti Gede Agung Andhika p ., I Gusti Gede Agung Andhika p I Ketut Trika Adi Ana I Komang Suantara ., I Komang Suantara I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Ngurah Wage Myartawan I Wayan Suarnajaya I.G.A Lokita Purnamika I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Bagus Komang Priotama . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Ida Kadek Satria Wardana ., Ida Kadek Satria Wardana Issy Yuliasri Kadek Kartika Suherma Yanthi ., Kadek Kartika Suherma Yanthi Kadek Ria Anestia Dewi ., Kadek Ria Anestia Dewi Kadek Samiyanti Kadek Sintya Dewi Kadek Sonia Piscayanti Kadek Widiani . Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Luh Maytri Lindayani Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Mahanjendra, Pande Gede Baba Mahendrayana , Made Mariati, Ni Komang Sri Ni Komang Sri Mariati Ni Luh Aristyawati Ni Luh Putu Viranicka Septyani Ni Made Christina Wijaya . Ni Made Dwi Purnama Sari . Ni Made Ratminingsih Ni Made Wulan Sintiyari ., Ni Made Wulan Sintiyari Ni Nengah Muriani ., Ni Nengah Muriani Ni Putu Mandalika Putri Hartini . Ni Putu Novita S Dewi ., Ni Putu Novita S Dewi Ni Putu Rai Yuliartini Ni Wayan Pitriani Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati Pande Made Dharma Sanjaya Paramitha, Ida Ayu Putu Cintya Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Putu Adi Krisna Juniarta Putu Fika Andriani . Putu Kerti Nitiasih Putu Wiwin Ekatrini Mahadewi . Putu Yuni Damayanti S.Pd. I Putu Ngurah Wage M . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Santhi, I Gusti Ayu Ira Krishna Surya, Cok Istri Rahma Pratami Warmadewi, Putu Sri zulfa Sakhiyya