Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Agroteksos

POTRET DAN ANALISIS INTERNAL-EKSTERNAL PELAKU USAHA BERBASIS KOMODITAS UNGGUL DAERAH: RUANG LINGKUP BAWANG PUTIH KECAMATAN SEMBALUN Danasari, Idiatul Fitri; Supartiningsih, Ni Luh Sri; Sjah, Taslim; Maryati, Sri; Sari, Ni Made Wirastika
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1206

Abstract

Kecamatan Sembalun sebagai salah satu sentra pengembangan bawang putih nasional menunjukkan produksi bawang putih yang meningkat. Hingga saat ini penjualan hasil tani bawang putih didominasi dalam bentuk segar kepada pengepul maupun penangkar lokal. Memegang status destinasi wisata berdampak pada munculnya pelaku usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Sembalun sebagai penunjang pariwisata dalam memproduksi produk oleh-oleh khas daerah baik berupa produk kerajinan hingga olahan pangan dan hasil pertanian. Salah satunya yaitu bawang putih dan produk turunannya (black garlic). Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan potret dan menganalisis kondisi internal dan eksternal pelaku usaha bawang putih dan produk turunannya di Kecamatan Sembalun. Metode pengolahan dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara mendalam kepada repsonden yaitu lima pelaku usaha bawang putih dan turunannya yang dipilih secara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil observasi menunjukkan bahwa selain usaha tani bawang putih terdapat pelaku usaha lainnya seperti penangkar benih bawang putih yaitu CV.Pusuk Pujata dan pelaku usaha olahan bawang putih yaitu KWT Putri Rinjani Sejahtera - UD. Malsye, KWT Segare Muncar, dan KUB Maju Bersama. Hasil analisis menggunakan matriks IE dan Grand Strategy menunjukkan posisi agresif (kuadran I) dan hold and mantain (kuadran V), artinya pelaku usaha bawang putih dan produk turunannya di Kecamatan Sembalun memiliki kondisi yang kuat pada pengembangannya. Oleh sebab itu, perumusan strategi dapat difokuskan pada beberapa aspek seperti 1) intensifikasi pemasaran, 2) pengembangan produk, dan 3) peningkatan kuantitas dan kualitas produk dan pelaku usaha melalui dukungan pemerintah daerah dan pusat.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN KERIPIK PAKIS DESA SETILING KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Amri, Amarrusli Ali; Pradita, Nilla; Budastra, I Ketut; Sjah, Taslim
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1056

Abstract

Dalam menghadapi tantangan pandemi, salah satu respons positif yang muncul adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Setiling. Integrasi yang baik antara sektor pertanian dan UMKM di Desa Setiling menciptakan lingkungan ekonomi lokal yang kokoh, memberikan peluang baru, dan membuktikan bahwa UMKM dapat menjadi kekuatan positif dalam menghadapi tantangan ekonomi, termasuk di masa pasca pandemi. Desa Setiling menjadi pusat aktivitas UMKM yang sedang berkembang, salah satunya adalah produksi keripik yang berbahan dasar tanaman pakis. Keripik pakis di Desa Setiling memiliki kualitas dan keunikan yang unggul, namun tantangan pemasaran menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan bisnis ini. Tujuan dari pelaksanaan ini adalah memberikan pendampingan guna mengembangkan pemasaran produk UMKM keripik pakis. Metode pelaksanaan pengembangan pemasaran keripik pakis di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, sosialisasi, dan implementasi kegiatan. Pengembangan pemasaran keripik pakis dilakukan melalui pendampingan pemasaran ofline dan online, serta meningkatkan kualitas produk dan jumlah penjualan dengan memberikan alat vakum seller dan pengering minyak sederhana. Selain itu, kegiatan penyuluhan dan pembuatan izin usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal juga turut mendukung kemajuan UMKM. Pelatihan manajemen keuangan bisnis dan kelompok juga terbukti bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan keuangan untuk keberlangsungan bisnis UMKM keripik pakis.
KEAMANAN PANGAN PRODUK OLAHAN LAHAN KERING DI KOTA MATARAM Aini, Kurratul; Sjah, Taslim; Zainuri, Zainuri; Hayati, Hayati; Budastra, I Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi berbagai jenis produk olahan pangan yang berasal dari komoditas lahan kering; (2) Menganalisis keamanan pangan produk olahan lahan kering yang dipasarkan di Kota Mataram; dan (3) Menentukan tindakan lanjutan untuk menjamin keamanan produk olahan pangan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kota Mataram dengan metode survei. Produk olahan pangan yang di pasarkan di Kota Mataram dijadikan sebagai unit analisis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku yang berasal dari komoditas lahan kering adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar, sorgum, kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang mete, dan lebui. Masing-masing bahan baku menghasilkan produk yang bervariasi, mulai dari 1 hingga 6 jenis produk olahan. Bahan baku dari kedelai menghasilkan 6 jenis produk olahan, yaitu cookies, kripik tahu, peyek, kripik tempe, kedelai goreng dan sambal kedelai. Sebagian besar (78%) produk olahan lahan kering di Kota Mataram, telah memiliki izin P-IRT, sehingga dapat dikelompokkan sebagai produk yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Produk olahan pangan yang memiliki izin P-IRT termasuk tortilla, opak, tepung sorgum, beras sorgum, cookies, keripik ubi kayu, keripik ubi jalar, kremes, pia, sambal kedelai, kedelai goreng dan kacang mete goreng. Sebagian kecil (22%) produk olahan pangan di Kota Mataram belum memiliki izin P-IRT termasuk marning, keripik talas, nting-nting, dipang, kripik tahu dan peyek. Produk olahan pangan yang sudah memiliki izin P-IRT harus mempertahankan izinnya dengan baik. Jika sudah habis masa berlakunya maka harus diperpanjang supaya keberlangsungan usahanya tetap berjalan dengan baik. Produk olahan pangan yang belum mempunyai izin P-IRT harus mengurus izin P-IRT supaya cakupan usahanya lebih besar segmen pasarnya.
MERAJUT PANGAN NUSA TENGGARA BARAT: MENGINTEGRASIKAN PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGURANGAN KEHILANGAN PANGAN Zainuri, Zainuri; Sjah, Taslim; Widyasari, Rucitra; Pertiwi, Made Gendis Putri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1539

Abstract

Pembangunan pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini masih didominasi oleh pendekatan peningkatan produksi komoditas pertanian sebagai respons terhadap kebutuhan konsumsi dan pertumbuhan penduduk. Pendekatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan sistem pangan secara menyeluruh, khususnya dalam menekan kehilangan pangan (food loss dan food waste) di sepanjang rantai pasok. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan integratif dalam merajut sistem pangan Provinsi NTB dengan menghubungkan peningkatan produksi dan pengurangan kehilangan pangan sebagai strategi komplementer. Penulisan artikel menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, laporan pemerintah daerah Provinsi NTB, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kehilangan pangan masih terjadi pada berbagai tahapan, terutama pada penanganan pascapanen dan distribusi, sehingga mengurangi efektivitas peningkatan produksi. Integrasi kebijakan produksi dan pengurangan kehilangan pangan diperlukan untuk meningkatkan efisiensi sistem pangan daerah dan mendukung pembangunan pangan yang berkelanjutan di Provinsi NTB. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan di Provinsi NTB tidak serta-merta memperkuat ketahanan pangan tanpa pengurangan kehilangan pangan dalam sistem pascapanen dan distribusi.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI DI DAERAH RENTAN KONVERSI DI KECAMATAN PRAYA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ayu, Candra; Sjah, Taslim; Tajidan, Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1353

Abstract

Di Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya terjadi konversi lahan pertanian ke non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengembangan usahatani padi di daerah rentan konversi lahan di Kelurahan Renteng-Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian adalah deskriptif dan pengumpulan data dengan teknik survei dan studi literatur. Data primer diperoleh dari wawancara 10 petani padi serta stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah sedangkan data sekunder berasal dari penelitian sebelumnya di Kelurahan Renteng. Penyusunan strategi pengembangan usahatani padi menggunakan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan strategi pengembangan usahatani padi di Kelurahan Renteng agar berkelanjutan ni adalah strategi S-O (Strengths-Opportunities) yang agresif, berfokus pada pelatihan teknologi ramah lingkungan, pengembangan usaha/agrowisata, dan pemanfaatan subsidi. Faktor kekuatan dalam strategi ini meliputi minat dan pengalaman petani, ketersediaan lahan serta air irigasi, dan aktifnya kelompok tani. Kelemahannya adalah kurangnya: modal dan pengetahuan bertani optimal, tempat penjualan, mekanisasi, akses pupuk subsidi, dan rendahnya minat generasi muda bertani.
KAJIAN NILAI TUKAR PETANI DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGANYA DI WILAYAH BENDUNGAN PANDAN DURI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wuryantoro, Wuryantoro; Sjah, Taslim; Budastra, Budastra; Maryati, Sri; Ayu, Candra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1536

Abstract

Pembangunan pertanian suatu daerah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, namun juga mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup petani serta peningkatan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui struktur pendapatan rumahtangga petani; (2) Mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga petani; (3) Mengetahui nilai tukar dan kesejahteraan rumah tangga petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sakra dengan mewawancarai 30 responden. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan pendekatan indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Rumah Tangga Petani (NT RP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan rumah tangga di Kecamatan Sakra adalah Rp 70.517.374. Sumber pendapatan tersebut berasal kegiatan usahatani dengan kontribusi 42 %, kegiatan sebagai buruh tani berkontribusi 6% dan kegiatan dari luar sektor pertanian memberikan kontribusi 52% terhadap pendapatan rumah tangga petani. Total Pengeluaran rumah tangga petani dalam satu tahun adalah Rp 44.699.945, yang terdiri dari pengeluaran pangan sebesar Rp 14.775.050, non pangan Rp 9.231.001 dan pengeluaran untuk kegiatan usahatani Rp 20.635.894. 3. Ditinjau baik dari indikator NTP maupun NTRP petani di Kawasan bendungan Pandan Duri di Kecamatan Sakra berada dalam kategori sejahtera, karena nilai skor kedua indikator tersebut lebih besar dari satu Kata-Kata Kunci: Bendungan, Pandan Duri, Nilai tukar, Pendapatan, Rumah tangga petani, kesejahteraan
Co-Authors Ainun Mardiah Akhdiyat, Hendra R. Amirah, Siti Nur Amri, Amarrusli Ali Amrina Rosada, Nia Andi Rahman Apriadi, Apriadi Arum, Windu Fajar Ayu, Candra Bangkit Maulana, Bangkit Budastra, Budastra Budastra, Ketut Budiarti, Ni Luh Rina Chairel Malelak, Chairel Dewi Anjani, Dewi Dipokusumo, Bambang Dm. Ali, Miftahul Khairat Fadli Fadli Fahrizan, Hasrah Fajriani, Nurdani Fikry, Muhammad Yul Fitri Danasari, Idiatul Furkan, Lalu M. Furkan, M. Halil Halil, Halil Hari, Muhammad Akbar Hayati Hayati Hayatullah, Hayatullah Husnuzzonni, Husnuzzonni I Ketut Budastra, I Ketut Ibrahim Ibrahim Idiatul Fitri Danasari Iqlimawati, Iqlimawati Jinem, Suparmin Junaidi, Sri Hidayati Khairunnisa, Aliefia Shatila Diva Kurratul Aini, Kurratul Kusman, Hardi Lalu Sukardi, Lalu Latifa, Sabhina Intan Asma M Yusuf M. Sarjan, M. Makdis Sari, Makdis Mardiah, Ananda Muhammad Sarjan Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ningrat, Lalu Asrul Hadi Pariani, Lina Pertiwi, Made Gendis Putri Pradita, Nilla Pratama, Aldian Syafputra Putri Azahra, Nabila Putri, Nanda Farras Ulya Putri, Raodatul Qutbi, Acik Ardiansyah Raehan, Raehan Rahayu, Baiq Rika Wanu Rusdiani, Rusdiani Sabri, Ahmad Wahyu Safitri, Auliya Sahidu, Arifuddin Samsul Hadi Sanofa, Vicky Sasongko, Raden rudy Adhi Soumena, Welmy Sri Maryati Sri Supartiningsih, Ni Luh Sudarsih, Rismawati Sudirman Sudirman Sugiharta, Nyoman Ari Sukma Hanifa, Riswanda Sukma Hanifa Supartiningsih, Ni Luh Sri Supatiningsih, Ni Luh Sri Suryadi, Arman Syafitri, Nur Tajidan, Tajidan Tanaya, IGLP Widyasari, Rucitra Wiriana, Wiriana Wuryantoro Wuryantoro, Wuryantoro Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi Zainuri Zainuri, Zainuri