Claim Missing Document
Check
Articles

Pedagogical content knowledge of mathematics student-teachers in developing ethnomathematics-based lesson plans Meita Fitrianawati; Mukti Sintawati; Marsigit Marsigit; Endah Retnowati
Ethnomathematics Journal Vol 1, No 1 (2020): March
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1528.285 KB) | DOI: 10.21831/ej.v1i1.27759

Abstract

This study aims to describe the pedagogical content knowledge (PCK) of mathematics student-teachers of Yogyakarta State University (YSU). The population is mathematics student-teachers of YSU in their seventh semester of the academic year 2017/2018 who undertook ethnomathematics. A sample of 31 students was established using the cluster random sampling technique. The research instrument is in the form of ethnomathematics lesson plans developed by the students. The result of the study shows that the students’ PCK in developing ethnomathematics lesson plans is generally at the level of growing PCK. Viewed from the material and pedagogical aspects, the students’ PCK falls at the level of growing PCK. The students’ PCK in developing the lesson plans of ethnomathematics of Prambanan Temple is at the level of growing PCK. The students’ PCK in developing the lesson plans of ethnomathematics of Yogyakarta Palace is at the level of pre-PCK. The students’ PCK in developing the lesson plans of ethnomathematics of Borobudur Temple is at the level of growing PCK.
Perbandingan efektivitas faded example dan worked example ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah peluang Duwie Kresno Wibowo; Endah Retnowati
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v8i1.18556

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dan perbandingan antara pembelajaran faded example dan worked example ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah peluang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi-experiment. Instrumen yang digunakan berupa pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peluang siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test dan analysis of variance (anova). Hasil pada penelitian ini adalah pembelajaran faded example dan worked example efektif ditinjau dari tingkat kemampuan pemecahan masalah peluang, dan tidak terdapat perbedaan efektivitas antara pembelajaran faded example dengan worked example ditinjau dari tingkat kemampuan pemecahan masalah peluang.
Kemampuan transfer permasalahan bangun datar tidak beraturan dengan goal-free problems Ivah Nur Ardiana; Endah Retnowati
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v8i3.18161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran dyads with goal free problems dibandingkan dengan pembelajaran dyads with goal given problems ditinjau dari kemampuan transfer dan cognitive load siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttest only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 64 siswa kelas VII di salah satu SMP di Kabupaten Klaten tahun ajaran 2021/2022. Teknis analisis data yang digunakan yaitu ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Instrumen yang digunakan pada penelitiana ini berupa pretest, tes kemampuan transfer, dan rating question untuk mengukur cognitive load. Variabel kovariat dalam penelitian ini berkaitan dengan kemampuan awal siswa pada keliling dan luas segiempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan bangun datar tidak beraturan yang disajikan menggunakan goal free problems lebih efektif ditinjau dari kemampuan transfer dan cognitive load siswa. Kemampuan awal siswa yang direpresentasikan melalui pretest menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keefektivan dari goal free problems. Hal ini dibuktikan dengan adanya hubungan linier antara pretest dengan hasil tes kemampuan transfer dan cognitive load. Kata kunci: goal free problems; dyads; kemampuan transfer; cognitive load  
PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DALAM GOAL-FREE PROBLEMS SECARA KOLABORATIF Kirana Octaviola; Endah Retnowati
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v9i3.18382

Abstract

Bangun ruang sisi datar termasuk kompetensi pembelajaran dengan tingkat kompleksitas tinggi. Maka dari itu, untuk memaksimalkan membangun konsep dan pengetahuan peserta didik kompetensi pembelajaran bangun ruang sisi datar disajikan dengan memperhatikan kapasitas working memory. Berdasarkan teori muatan kognitif metode goal-free problems dalam penyajian masalah diduga dapat meminimalisir cognitive load dalam pembelajaran matematika khususnya pada bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menguji dan mengkaji keefektifan pembelajaran bangun ruang sisi datar dengan goal-free problems secara kolaboratif yang ditinjau dari kemampuan transfer dan muatan kognitif. Penelitian ini menggunakan desain true eksperimen desain satu jalur: 2 strategi pembelajaran (kolaboratif vs. individu), sehingga terbentuk dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII di sebuah SMP Negeri di Banyuwangi. Pengambilan sampel dilakukan secara convenience sampling, dan diperoleh dua kelas berjumlah 64 peserta didik dan dilakukan randomisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: teknik penyajian goal-free problems dengan strategi kolaboratif pada materi geometri terutama pada bangun ruang efektif ditinjau dari kemampuan retensi dan transfer. Pembelajaran yang disajikan dalam goal-free problems dengan strategi kolaboratif pada materi geometri terutama pada bangun ruang ditinjau dari muatan kognitif tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok kolaboratif dan individu, dikarenakan tidak terdapat efek interaksi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS EDUTAINMENT BERUPA ANDROID MOBILE GAME UNTUK SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI SEGI EMPAT Nuraida Lutfi Hastuti; Nur Hadi Waryanto; Endah Retnowati
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i2.5983

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk  yaitu  media  pembelajaran  matematika  berbasis edutainment berupa  Android mobile game untuk  siswa  SMP  kelas  VII  pada  materi  segi  empat, mengetahui kualitas  media  pembelajaran,  dan minat belajar  siswa.  Model  pengembangan  yang  digunakan  adalah  ADDIE  yang  terdiri  dari  tahap analysis (analisis), design (perancangan), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Instrumen  yang  digunakan  meliputi  angket  penilaian  kualitas  media  pembelajaran  yang  diberikan  kepada  dosen ahli materi, dosen ahli media dan guru serta angket minat belajar untuk siswa. Media pembelajaran divalidasi oleh dosen  ahli  materi  dan  dosen  ahli  media. Implementasi  dilakukan  kepada  31  siswa  kelas  VII  A  SMP  Negeri  2 Depok, Sleman. Setelah tahap implementasi, didapatkan hasil penilaian kualitas media  pembelajaran dinilai  dari aspek kualitas isi dan tujuan adalah 4.543 dengan kriteria sangat  baik, aspek kualitas instruksional adalah 4.592 dengan  kriteria  sangat  baik,  dan  aspek  kualitas  teknis  adalah  4.2  dengan  kriteria  sangat  baik.  Kualitas  media pembelajaran  dinilai  dari  keseluruhan  aspek  adalah  4.445  dan  termasuk  dalam  kriteria  sangat  baik.  Selain  itu, didapatkan hasil angket minat belajar siswa ditinjau dari aspek kesenangan adalah 3.38 dengan kriteria baik, aspek ketertarikan  adalah  3.26  dengan  kriteria  baik,  aspek  kepuasan  adalah  3.34 dengan  kriteria  baik,  aspek  motivasi adalah 3.39 dengan kriteria baik, aspek keinginan adalah 3.45 dengan kriteria sangat baik, dan aspek keingintahuan adalah 3.3 dengan kriteria baik. Keseluruhan aspek minat belajar siswa adalah 3.35 dan termasuk dalam kriteria baik.Kata kunci: media pembelajaran matematika, edutainment, android, mobile game, segi empat
Islamic educational psychology, critical analysis study of Hamka and Zakiah Daradjat's thinking Setiawan, Muhammad Nurrosyid Huda; Fadhlurrahman, Fadhlurrahman; Marzuki , Marzuki; Retnowati, Endah
Al-Misbah (Jurnal Islamic Studies) Vol. 11 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/almisbah.v11i2.9752

Abstract

This research focuses on a comparative analysis of Islamic psychology education from the perspective of two great figures, namely Hamka and Zakiah Daradjat. Islamic psychology is a field that explores the human mind and behavior through an Islamic lens, combining principles from the Koran and Hadith. Hamka and Zakiah Daradjat are figures who have made significant contributions in this field. By examining their approach to education, curriculum design, teaching methods, assessment practices, and their overall impact and influence, this research aims to provide valuable insights into the field of Islamic psychology education and its relevance today. The research method used is literature with interpretive data analysis methods, pragmatic and holistic content analysis. data validation using method triangulation and source triangulation. The results of this research focus specifically on the comparison of Hamka and Zakiah Daradjat in the context of Islamic psychology education. The scope includes their approach to education, curriculum design, teaching methods, assessment practices, and their overall impact on the field. This analysis will examine their individual contributions and highlight the similarities and differences between the two figures. In the theoretical study of these two figures, the results of educational approaches, curriculum design, teaching methods, assessment practices and their impact on the field emerge.
The Important Role of Principal in Academic Supervision to Improve Teacher Competency in Society 5.0 Era Sukmara, Ganda; Yuliana, Lia; Retnowati, Endah; Jannah, Nita Maghfiratul
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 21 No 2 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v21i2.6926

Abstract

This research analyzes theories and strategies for increasing teacher competency through academic supervision. This research used a qualitative literature review method. The collected articles were selected using purposive sampling, resulting in 120 relevant books and articles. The document findings were then analyzed and sorted into three main topics: educational supervision, teacher competency, and the era of society 5.0. After grouping the data based on the themes above, 10 articles and books were found on topics related to educational supervision, 10 articles and books on teacher competency, and 5 on the era of society 5.0. The research results show that school (madrasah) principals must have expertise and seriousness in supervising educational institutions, especially academic supervision, which aims to improve teacher competence. Academic supervision involves planning, implementation, and evaluation with the principles of objectivity and continuous improvement. With this research, it is hoped that it can be used as a model for effective academic supervision by school principals and teachers in the information technology era.
Learning Mathematics Formulas by Listening and Reading Worked Examples Maryati, Wahyuni Eka; Retnowati, Endah; Thoe, Ng Khar
Indonesian Journal of Teaching in Science Vol 2, No 1 (2022): IJOTIS: March 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.86 KB) | DOI: 10.17509/ijotis.v2i1.45801

Abstract

This study aims to examine whether there is a significant difference between the effectiveness of worked examples with voice notes and worked examples without voice notes and their relations with computational thinking skills. Both learning strategies were implemented in the derivative of polynomial algebraic function learning. This quasi-experimental study involved 62 students and employed a pre-test and post-test non-equivalent control group design via WhatsApp group. Data were analyzed using ANCOVA with student initial ability measured during the pretest as the covariate. The study empirically proved that there is a significant difference in terms of the effectiveness of both learning strategies viewed from student cognitive load. Worked example without voice notes was more effective and makes students have less cognitive load during learning. In addition, there was no significant difference in the effectiveness of learning strategies in terms of computational thinking skills. This study showed that adding voice notes may lead to redundancy effects, hence the use voice notes with worked examples should be thoroughly considerated.
PENGARUH PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Ashshidiqi, Muhamad Fahmi; Retnowati, Endah
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i2.19572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) perbedaan signifikan keefektifan model pembelajaran guided discovery dan model konvensional ditinjau dari kemampuan penyelesaian masalah, 2) perbedaan signifikan keefektifan model pembelajaran guided discovery dan model konvensional ditinjau dari kepercayaan diri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi data penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah di Depok dan sampel yang terpilih adalah dua kelas yang sudah ada, satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Hasil pengujian hipotesis pertama diperoleh t(60) = 1,462 dan p = 0,149, maka tidak terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan penyelesaian masalah matematika siswa diterapkan pembelajaran guided discovery dan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua diperoleh t(60) = -1,133 dan p = 0,262 0,05, maka tidak terdapat perbedaan signifikan antara kepercayaan diri siswa setelah diterapkan pembelajaran guided discovery dan pembelajaran konvensional. Penelitin ini menyimpulkan bahwa guidence dalam guided discovery dalam pembelajaran setara dengan pembelajaran konvensional.
Pengaruh pendekatan faded example secara kolaboratif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load Borahima, Dea Qurrotaa'yun Putri Maharani; Endah Retnowati
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 5 Nomor 2 August 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2023.52.103-116

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sebagai salah satu tujuan pembelajaran matematika yang menjadi perhatian para guru karena memfasilitasi siswa untuk lancar dalam memecahkan masalah memerlukan strategi tertentu. Sementara itu, pembelajaran matematika juga bertujuan memfasilitasi siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain dalam pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strategi pembelajaran faded example dapat diterapkan dalam pembelajaran kolaboratif, khususnya untuk materi dengan tingkat intrinsic cognitive load relatif rendah. Di dalam desain faded example, siswa belajar dengan melengkapi langkah-langkah pemecahan masalah secara bertahap. Di dalam desain problem solving only, siswa hanya diberi masalah matematika untuk dipecahkan tanpa ada stimulasi langkah-langkah pemecahan tertentu. Melalui randomisasi individu beserta eksperimen desain faktorial 2 x 2, terbentuk empat kelompok yaitu: siswa dengan strategi pembelajaran (1) faded example secara kolaboratif, (2) faded example secara individu, (3) problem solving secara kolaboratif, dan (4) problem solving secara individu. Dengan Analysis of Variance (ANOVA), hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran dalam desain faded example atau problem solving sama efektifnya dalam hal memfasilitasi penguasaan kemampuan pemecahan masalah, dan juga menghasilkan tingkat cognitive yang sama; baik ketika dipelajari secara kolaboratif maupun individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa apabila materi pemecahan masalah memuat kompleksitas yang rendah, guru dapat memilih menggunakan desain faded example sebagai alternatif desain problem solving. Guru juga dapat memilih strategi kolaboratif karena hasil kemampuan yang dicapai pun tidak lebih rendah jika menggunakan strategi individu.