Claim Missing Document
Check
Articles

Apakah pembelajaran diferensiasi mengakibatkan cognitive load tinggi? Aini, Rosita Nurul; Retnowati, Endah
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 5 Nomor 2 August 2023
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2023.52.88-102

Abstract

Cognitive load theory menjelaskan pentingnya analisis kemampuan awal siswa dalam desain pembelajaran karena perbedaan kemampuan awal mengindikasikan perbedaan tingkat cognitive load yang dialami selama kegiatan pemecahan masalah. Adanya diferensiasi metode pembelajaran diduga lebih efektif sebagai pendekatan pembelajaran berdasarkan divergenitas tingkat kemampuan awal siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan efektivitas pembelajaran statistika  dengan metode diferensiasi dan pembelajaran non-diferensiasi ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load siswa. Metode diferensiasi yang dikembangkan adalah dengan memberikan metode pembelajaran sesuai kategori tingkat kemampuan awal, yaitu jika rendah (metode worked example), sedang (metode faded example), dan tinggi (metode problem solving block). Penelitian quasi experiment dengan desain penelitian posttest only grup design ini melibatkan 60 siswa (novice) kelas VIII SMP dalam pembelajaran statistika berorientasi kemampuan pemecahan masalah.  Menggunakan uji ANCOVA dengan nilai pretest sebagai variabel kovariat diperoleh bahwa pembelajaran diferensiasi sama efektifnya dengan pembelajaran non-diferensiasi ditinjau dari pencapaian kemampuan pemecahan masalah. Namun, pembelajaran diferensiasi dapat menurunkan cognitive load siswa selama kegiatan pembelajaran.
Pengaruh metode integrated worked example terhadap kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load Anisa, Rizqi; Endah Retnowati
Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika (JPPM) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika: Volume 6 Nomor 1 February 2024
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jppm.2024.61.14-26

Abstract

ABSTRAK Masalah dalam pembelajaran matematika seringkali digunakan untuk melatih kemampuan pemecahan masalah dan disajikan dalam worked example yang memuat komponen gambar, simbol, serta tulisan. Cognitive load theory berfokus menghasilkan desain pembelajaran yang memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode integrated worked example dalam pembelajaran statistika terhadap (1) kemampuan pemecahan masalah; (2) tingkat cognitive load selama fase pembelajaran dan fase tes; dengan pendekatan penelitian komparasi antara integrated worked example dan non-intgerated worked example. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan melibatkan 64 peserta didik kelas 8 sebagai partisipan penelitian. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Analysis of Covariate (ANCOVA) dengan nilai signifikansi 0,05. Dengan pengendalian kovariat kemampuan awal sebelum eksperimen, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode integrated worked example memberikan pengaruh yang lebih baik ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Ditinjau dari cognitive load, baik selama fase pembelajaran maupun fase tes, metode integrated worked example lebih baik dalam mereduksi cognitive load. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyajian materi pembelajaran harus memperhatikan adanya komponen yang perlu diintegrasikan sehingga memfasilitasi siswa untuk memahami isinya.
APAKAH KECEMASAN SISWA MENJADI RENDAH DAN PEMAHAMAN KONSEP MENJADI TINGGI? PEMBELAJARAN BILANGAN NEGATIF DENGAN STRATEGI WORKED EXAMPLE GARIS BILANGAN Kurniawan, Anriko Dimas; Retnowati, Endah
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i3.20423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran menggunakan strategiworked example garis bilangan dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakan strategiworked example ditinjau dari pemahaman konsep dan kecemasan matematika pada siswa kelas VIISMP. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan strategi worked example garisbilangan lebih berpengaruh dibandingkan pembelajaran tanpa menggunakan strategi worked examplegaris bilangan ditinjau dari pemahaman konsep dan kecemasan siswa. Teknik pengambilan data dalampenelitian ini adalah tes dan non-tes. Pengambilan tes akan menggunakan post-test sedangkanpengambilan non-tes akan menggunakan self-rating untuk mengukur kecemasan matematika siswa.Analisis data menggunakan uji mann-withney. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (a)pembelajaran menggunakan strategi worked example garis bilangan lebih berpengaruh dibandingkandengan pembelajaran tanpa menggunakan strategi worked example garis bilangan ditinjau darikecemasan matematika siswa; (b) pembelajaran menggunakan strategi worked example garis bilanganmempunyai tingkat pengaruh yang sama dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakanstrategi worked example garis bilangan ditinjau dari pemahaman konsep siswa.
SIGNALING REDUCE EXTRANEOUS COGNITIVE LOAD FROM SPLIT ATTENTION EFFECTS Rafiah, Irda; Retnowati, Endah
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v10i3.21761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh signifikan antara pembelajaran menggunakan teknik split-attention dengan signaling dan integrated ditinjau dari kemampuan retensi, transfer dan cognitive load. Dalam materi teorema sudut yang digunakan memiliki karakteristik yang menyajikan gambar dan uraian, sehingga diperlukan signaling dalam membantu siswa dalam memahami materi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan menggunakan posttest-only control group design yang melibatkan 64 siswa kelas VII pada salah satu SMP di Kabupaten Sleman tahun ajaran 2023/2024 dengan kategori novice leaners. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05 dan menggunakan nilai ulangan sebelumnya (materi sistem pertidaksamaan linier satu variabel) sebagai variabel kovariat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini  berupa soal tes kemampuan retensi, kemampuan transfer, dan self-rating scale untuk mengetahui cognitive load siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh signifikan antara pembelajaran menggunakan teknik split-attention dengan signaling dan integrated ditinjau dari kemampuan retensi, transfer dan cognitive load. Pembelajaran worked example dengan penyajian terpisah yang diberi signaling pada materi teorema sudut sama dengan worked example yang terintegrasi.
The effectiveness of goal-free problems for studying triangle similarity in collaborative groups Purnama, Pratama Wahyu; Retnowati, Endah
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 6 Issue 1 January 2021
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v6i1.11198

Abstract

Similarity is a topic in Geometry which investigates similar elements of a plane. This topic has a high complexity that generates cognitive load in working memory. A deep understanding of the concept is needed to solve similarity problems. Based on cognitive load theory, learning by goal-free problems is suggested since it can minimize cognitive load. This research examined the effectiveness of presenting similarity inquiries using goalfree problems for learning by collaboration. Using a factorial design: 2 presentation techniques (goal-free vs. goal-given problems) x 2 groupings (collaborative vs. individual) in authentic classrooms, the experiment consisted of four consecutive phases: introductory, learning phase, retention test, and transfer test. One-hundred eleven eighth-graders from four classrooms in a junior high school in Yogyakarta, Indonesia, served as research participants. The findings showed that students who were learning using goal-free problems possessed significantly higher scores of retention and transfer tests, as well as experience lower cognitive load during both tests. On the contrary, it was found that studying individually yielded a significantly higher transfer score than studying collaboratively. Since there was no interaction effect, it may be concluded that goal-free problems can be effective for either collaborative or individual learning.
A Ruppert’s framework: How do prospective teachers develop analogical reasoning in solving algebraic problems? Lailiyah, Siti; Kusaeri, Kusaeri; Retnowati, Endah; Erman, Erman
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 7 Issue 3 July 2022
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v7i3.17527

Abstract

It is widely agreed that knowing how prospective teachers develop analogical reasoning in solving problems is essential. Problem solving is specific domain that requires particular ways of analogical reasoning skill. The purposes of this study was to reveal the development of analogical reasoning and strategies used bya porspective teachers. The research design used a qualitative method. As many as sixty nine mathematics prospective teachers were involved voluntarily to complete algebraic tasks and 12 of them were interviewed to investigate their analogical reasoning and solution strategies. The data analysis used Ruppert’s framework consisting of four components: structuring, mapping, applying, and verifying. It was found that the first three components were fully performed by the prospective teachers. However, the verifying stage was applied by prospective teachers in different ways. The dominant strategy used was a combined multiplication and addition. Their strategies varied according to the participants’ general ability. The more strategies employed in solving problems, the better their analogical reasoning is becomes. This implies that instructional designs that will be developed by prospective teachers may vary. Therefore, during their candidature, they should be provided with many solving strategies in problem-solving to develop students’ analogical reasoning.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH REALISTIK PADA MATERI PELUANG Purwandani, Erina Septi; Retnowati, Endah
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v11i1.21762

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis - jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi masalah matematika realistik materi peluang di salah satu SMP Negeri di Pakem berdasarkan metode Newman. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Pakem yang sebelumnya sudah pernah mendapatkan materi mengenai peluang dan dalam pembelajaran matematika sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling yaitu siswa kelas IX A dan IX B yang berjumlah 63 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan metode analisis kesalahan Newman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang paling sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi masalah matematika realistik materi peluang di sebuah SMP di Pakem adalah kesalahan penulisan jawaban akhir (encoding error) sebesar 35,51% , kemudian kesalahan memahami (comprehension error) sebesar 31,59%, kesalahan transformasi (transformation error) sebesar 18,08%, kesalahan keterampilan proses (process skill error) sebesar 12,85%, dan jenis kesalahan yang paling sedikit dilakukan siswa adalah kesalahan membaca (reading) sebesar 1,96%. Kata Kunci : Jenis Kesalahan Siswa, Masalah Realistik, Metode Newman, Materi Peluang.
Reducing Cognitive Load using Social Persuasion Prompts in Mathematics Multimedia Learning Murtianto, Yanuar Hery; Retnowati, Endah; Hanham, Jose
Mathematics Education Journal Vol. 19 No. 3 (2025): Mathematics Education Journal
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/mej.v19i3.pp465-488

Abstract

Although self-efficacy is widely acknowledged as a key to academic success in mathematics, limited research has examined how social persuasion strategies can be systematically integrated into multimedia learning to enhance self-efficacy and manage cognitive load. This study addresses the gap by examining the effects of integrated social persuasion prompts within mathematics instruction, focusing on cognitive load, self-efficacy, and problem-solving achievement. The first experiment compared worked example-based instruction with and without social persuasion, involving 66 undergraduate students enrolled in a multivariable calculus course for the first time. Instructional materials on parametric equations were delivered in a printed booklet and designed in alignment with Cognitive Load Theory. Social persuasion prompts were written on top of each worked example and problem-solving. The findings revealed that there was no significant different impact of written social persuasion, however the social persuasion significantly reduce cognitive load but increase self-efficacy. The second experiment recruited another 56 undergraduate students enrolled in the same multivariable calculus course studied the same worked examples in the format of multimedia. The results demonstrated that there was a strong impact of audio social persuasion on worked examples with regards to achievement, cognitive load, and self-efficacy level. This study provides profound evidence for integrating social persuasion in worked examples as it could enhance achievement, lower cognitive load, and improve self-efficacy. Further research on audio-based persuasion in multimedia format is discussed.
SPLIT-ATTENTION DAN PENGARUHNYA DALAM VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS KOORDINAT KARTESIUS DAN COGNITIVE LOAD SISWA KELAS VIII Rozi, Fikria; Retnowati, Endah
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Pedagogi Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v11i2.19419

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji: (1) pengaruh split-attention dalam video pembelajaran matematika terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII, (2) pengaruh split-attention dalam video pembelajaran matematika terhadap cognitive load siswa kelas VIII. Pengaruh tersebut diuji pada materi posisi titik dalam koordinat kartesius. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian post-test only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi koordinat kartesius kelas VI namun belum mempelajari materi koordinat kartesius kelas VIII. Secara acak dipilih dua kelas dari suatu SMP di Kota Jeddah, Saudi Arabia tahun ajaran 2022/2023 sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematis dan self-rating untuk mengukur cognitive load. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan analysis of covariat (ANCOVA) dengan taraf signifikansi 0,05. Kovariat dalam penelitian ini berkaitan dengan kemampuan awal siswa pada materi koordinat kartesius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) split-attention dalam video pembelajaran matematika tidak berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematis siswa, 2) split-attention dalam video pembelajaran matematika berpengaruh signifikan terhadap cognitive load siswa.Kata kunci: split-attention; video pembelajaran; pemahaman konsep matematis; cognitive load.
Do Goal-Free Problems with Guided Questions Affect Retention, Transfer, and Cognitive Load? Aprillia, Fika; Retnowati, Endah
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 3 (2025): Edumatica: Jurnal Pendidikan matematika (Desember 2025)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v15i3.45657

Abstract

This study aimed to examine the effects of problem presentation and guided questions on students’ retention, transfer, and cognitive load. The study used a 2×2 factorial design with two factors: problem presentation (goal-free vs. goal given) and guided questions (with vs. without). The subjects consisted of 150 seventh-grade students from a public junior high school in Sleman Regency, who were randomly assigned to four experimental groups. The instruction was carried out in three phases: introduction, acquisition, and testing. Data were analyzed using two-way ANOVA at a significance level of 0.05. The results showed that problem presentation did not have a significant effect on retention and transfer but had a significant effect on cognitive load. Guided questions did not have a significant effect on any of the dependent variables. A significant interaction was found between problem presentation and guided questions on retention, transfer, and cognitive load in the retention test. Goal-given problems were more effective without guided questions for improving retention and transfer, while guided questions were more effective when combined with goal-free problems. Cognitive load on the retention test was higher for goal given problems with guided questions because goal given problems and guided questions led to means-end analysis and deep information processing.