Articles
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Kelas di Sekolah Dasar
Miftakhul Jannah Oktavia Ningsih;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2863
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru kelas di SD Negeri 1 Sobokerto; 2) Kendala yang dialami kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru kelas di SD Negeri 1 Sobokerto; 3) Solusi yang dilakukan kepala sekolah dalam mengatasi kendala-kendala dalam meningkatkan kinerja guru kelas di SD Negeri 1 Sobokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru kelas yakni dengan menerapkan program POAC yaitu planning, organizing, actuating dan controlling; 2) Kendala yang dialami kepala sekolah yaitu kurangnya komunikasi dengan guru kelas, kemampuan guru kelas yang masih rendah serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi juga masih minim; 3) Solusi yang dilakukan kepala sekolah yaitu adanya komunikasi secara langsung dengan guru kelas, membimbing dan mengarahkan guru kelas dalam berbagai hal, menekankan kepada guru kelas dan seluruh warga sekolah untuk mematuhi norma dan aturan, serta selalu memantau guru kelas saat mengajar.
Budaya Sekolah dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar
Dimas Daru Bagas Nugroho;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3233
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya sekolah dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang budaya sekolah dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan di SD Negeri 2 Pluneng. Dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas, dan beberapa peserta didik di SD Negeri 2 Pluneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah sangat mempengaruhi dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Budaya sekolah yang diterapkan di SD Negeri 2 Pluneng dalam menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik yakni adanya jum’at bersih dan operasi semut. Akan tetapi kegiatan tersebut belum berjalan dengan baik karena kurangnya antusias dan kepedulian peserta didik terkait peduli lingkungan yang bersih. Dengan demikian pembentukan karakter peduli lingkungan dapat berjalan dengan baik. Sehingga ada beberapa solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi permasalahan tersebut yakni mengikuti berbagai kegiatan guna menambah skill guru, kerjasama dengan Pemerintah dan melakukan pendekatan dengan peserta didik.
Layanan Bimbingan dan Konseling Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah
Salma Salsabila Milenda;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2969
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang; 2) Kendala yang dialami guru dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang; 3) Solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala dalam manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Manajemen layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru yakni dengan cara menyebar angket yang nantinya diisi oleh peserta didik. Manajemen program layanan bimbingan dan konseling di MI Muhammadiyah Unggulan Suruhkalang dimulai dengan menganalisis permasalahan yang ada dalam diri peserta didik. Selain itu dilakukan juga analisis lingkungan dan kondisi sekolah untuk melihat pemahaman tentang kebijakan sekolah, fasilitas yang tersedia di sekolah ; 2) Kendala yang dialami guru yaitu kurangnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah, kemampuan guru dalam memberikan layanan bimbingan konseling masih rendah, dan kerjasama antar pihak kepala sekolah dengan guru belum berjalan sepenuhnya; 3) Solusi yang didapat guru yaitu membuat ruang BK terasa nyaman, meningkatkan kemampuan guru sebagai konselor dan melakukan sosialisasi dengan pihak-pihak yang berkompeten.
Peran Guru dalam Mengembangkan Literasi Informasi bagi Siswa Sekolah Dasar
Febriani Vian Astari;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2833
Rendahnya literasi informasi siswa membutuhkan peran guru untuk meningkatkan literasi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah endeskripsikan peran guru dalam mengembangkan literasi informasi siswa sekolah dasar di SD N 1 Pelem.Metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan untuk memperoleh data adalah data primer dan data sekunder. Guru sebagai organisator, mediator, fasilitator, guru, pembimbing, motivasi dan evaluasi adalah peran guru di SDN 1 Pelem dalam upaya peningkatan literasi informasi. Dalam upaya meningkatkan literasi informasi siswa di SDN 1 Pelem terdapat faktor pendukung dan penghambat yaitu kerjasama dengan orang tua/wali siswa harus lebih ditingkatkan. Guru perlu memberikan lebih banyak bimbingan-bimbingan, dan motivasi kepada siswa tentang pentingnya belajar membaca
Kesiapan Mahasiswa PGSD Sebagai Calon Guru Konselor
Putri Rahayu Nengseh;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3007
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesiapan mahasiswa program studi Pendidikan guru sekolah dasar dalam menyiapkan dirinya menjadi seorang guru konselor yang professional baik dari segi teori (pemahaman) dan dari segi praktik (keterampilan). Jenis penilitian kualitatif deskriptif dengan subyek penelitian mahasiswa pgsd yang sudah mengikuti mata kuliah layanan konseling SD pada semester ganjil pada tahun 2021. Instrumen yang digunakan berupa wawancara kepada mahasiswa, link vidio praktek dalam layanan konseling SD, dan hasil dokumentasi berupa foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mahasiswa dari segi teori cukup baik, hal ini terlihat dari jawaban mahasiswa saat melakukan wawancara yang sesuai dengan pencapaian pengetahuan berupa penguasaan konsep dan teknik, menguasai karakteristik peserta didik dan memahami faktor penyebab masalah, serta menguasai teknik konseling dalam membantu masalah peserta didik. Sedangkan dari segi praktek (keterampilan) mendapatkan persentase 66,7% yang dikategorikan cukup baik, sesuai dengan capaian pembelajaran yang menganalisis teknik konseling untuk membantu mengatasi masalah pribadi peserta didik di Sekolah Dasar.
Analisis Pelaksanaan Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar
Dwi Cahaya Wiguna;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3292
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan kelas di Sekolah Dasar Muhammdiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dikumpulkan dengan cara melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang terencana yang dilaksanakan oleh guru dan peserta didik yang bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan situasi dan kondisi yang optimal, menjadikan suasana hubungan interpersonal yang baik sehingga proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Proses belajar mengajar yang diselenggarakan di ruang kelas dengan optimal dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik. Keberhasilan dalam meningkatkan efektifitas proses pembelajaran pengelolaan kelas yaitu seorang guru yang berkompeten dan aktif seperti dapat menguasai materi dan informasi agar menjadi guru yang professional dan bertanggung jawab terhadap peserta didik serta mampu menjadi teladan peserta didik. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dan guru adalah faktor terpenting dalam keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas.
Penggunaan Alat Peraga Kotak Sifat Cahaya (Kosifacay) dalam Penguasaan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Surya Raja Prasetya;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2959
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan alat peraga kotak sifat cahaya dalam penguasaan pembelajaran IPA kelas IV di SD Negeri 3 Boyolali. Penulis membuat judul ini karena banyak peserta didik yang masih merasa kesulitan memahami materi tentang sifat-sifat cahaya karena guru kurang kreatif dalam proses pembelajaran. Kurangnya kreativitas guru menjadi salah satu faktor rendahnya motivasi peserta didik dalam mengikuti pelajaran, sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Banyak peserta didik yang mengeluh kepada orang tua ataupun gurunya tentang kurangnya pemahaman terhadap materi yang diajarkan guru sehingga membuat peserta didik malas untuk belajar. Dengan adanya permasalahan tersebut, guru membuat alat peraga yakni kotak sifat cahaya (kosifacay) agar memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kotak sifat cahaya (kosifacay) sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Dikarenakan peserta didik akan lebih antusias untuk memperhatikan materi yang akan ditampilkan guru melalui sebuah percobaan. Sehingga guru dapat memberikan materi dengan jelas dan dapat memberikan kesan pengalaman melalui hasil percobaan yang dilakukan. Dengan demikian, peserta didik akan lebih mudah memahami materi jika guru memberikan penjelasan secara nyata melalui media alat peraga.
Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar
Lestari Lestari;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3293
Pemahaman Guru Terhadap Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis HOTS di Sekolah Dasar. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman guru terhadap Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) yang diterapkan di SD Muhammadiyah PK Kottabarat. Pada pembelajaran yang menerapkan kurikulum 2013 meminta peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir secara kritis, maka perlu adanya pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS. Lembar Kerja Peseta Didik berbasis HOTS akan melatih pemikiran siswa untuk berpikir kritis karena siswa tidak hanya dilatih untuk mengingat, memahami dan mengaplikasikan, melainkan siswa diminta juga mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasikan. Untuk mendukung pembelajaran yang melatih siswanya berpikir kritis, perlu didukung dengan kompetensi guru yang memadai tentang pemahamannya pada High Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Dengan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru terhadap lembar kerja peserta didik berbasis HOTS di SD Muhammadiyah PK Kottabarat sudah baik dan dalam pelaksaannya sudah terlaksana dan katagori cukup baik, serta tingkat keberhasilan bagi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang melibatkan LKPD berbasis HOTS juga berada dalam kategori baik.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar pada Peserta Didik di Sekolah Dasar
Diana Ayu Ramadhani;
Muhroji Muhroji
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2960
Guru sebagai pendidik merupakan penentu keberhasilan dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan terkait peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, mendeskripsikan kendala yang dialami guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan mendeskripsikan solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penulis mengangkat judul ini karena banyak peserta didik di SD Negeri 3 Boyolali yang masih mempunyai motivasi belajar rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya konsentrasi peserta didik untuk mendengarkan guru saat kegiatan belajar mengajar, kurangnya minat peserta didik untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru, dan antusias peserta didik dalam belajar rendah. Oleh karena itu motivasi peserta didik di SD Negeri 3 Boyolali perlu ditingkatkan lagi. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan memilih metode pembelajaran yang tepat, memanfaatkan kemajuan teknologi dan memahami karakteristik peserta didik, 2) Kendala yang dialami guru yaitu terbatasnya sarana dan prasarana sekolah, peserta didik terkekang oleh keinginan orang tua dan pola pikir peserta didik belum terbuka, 3) Sedangkan solusi yang didapat guru yaitu dengan meningkatkan kualitas guru, memaksimalkan fasilitas belajar, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan melakukan evaluasi pembelajaran.
Peran Guru dalam Mengembangkan Literasi Informasi bagi Siswa Sekolah Dasar
Astari, Febriani Vian;
Muhroji, Muhroji
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2833
Rendahnya literasi informasi siswa membutuhkan peran guru untuk meningkatkan literasi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah endeskripsikan peran guru dalam mengembangkan literasi informasi siswa sekolah dasar di SD N 1 Pelem.Metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan untuk memperoleh data adalah data primer dan data sekunder. Guru sebagai organisator, mediator, fasilitator, guru, pembimbing, motivasi dan evaluasi adalah peran guru di SDN 1 Pelem dalam upaya peningkatan literasi informasi. Dalam upaya meningkatkan literasi informasi siswa di SDN 1 Pelem terdapat faktor pendukung dan penghambat yaitu kerjasama dengan orang tua/wali siswa harus lebih ditingkatkan. Guru perlu memberikan lebih banyak bimbingan-bimbingan, dan motivasi kepada siswa tentang pentingnya belajar membaca