Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONTEN KATEKESE PATUNG SEBAGAI SARANA PERIBADATAN PADA CHANNEL YOUTUBE MEA CVLPA H. Anak Ampun, Hastuti; Borromeus Mulyatno, Carolus; Antony, Rian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.54-62

Abstract

Perkembangan teknologi menghadirkan sarana untuk mempercepat komunikasi, akses informasi dengan jangkauan luas yang memberikan kemudahan bagi manusia, salah satunya yaitu media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi konten Youtube Mea Cvlpa dalam upaya memberikan katekese melalui media sosial, mengenai isu patung dalam Gereja Katolik yang sering dikritik oleh agama lain di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pembahasan hasil penelitian dianalisis dengan teori fenomenologi intensionalisme. Batasan analisis penelitian ini pada akun Youtube Mea Cvlpa adalah konten yang membahas mengenai patung dalam Gereja Katolik periode 2020 sampai 2023. Hasil analisa penelitian menemukan bahwa penolakan dan kritikan pedas yang disampaikan melalui media sosial mengenai patung-patung di Gereja Katolik disebabkan oleh perbedaan konsep keyakinan. Dibutuhkan sikap kritis untuk mencari tahu kebenaran dari sebuah praktik atau isu yang diperoleh di media sosial. Katekese tentang patung dalam Gereja Katolik dengan menggunakan media sosial Youtube sangat relevan untuk konteks saat ini, karena umat akan lebih mudah mendapatkan jawaban dari isu-isu atau permasalahan yang sedang terjadi mengenai ajaran iman.
ANALISIS KONTEN PENERAPAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERDASARKAN ECOSOPHY ARNE NAESS PADA CHANNEL YOUTUBE ROMO NDESO Lawe Payong, Stefanus; Borromeus Mulyatno, Carolus; Antony, Rian
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.172-183

Abstract

Penggunaaan media digital dewasa ini sangat membantu memberikan berbagai model edukasi dengan topik-topik tertentu. Manusia tidak bisa memungkiri bahwa media digital sangat berpengaruh bagi hidupnya terutama bagi proses pendidikan yang terjadi dalam kehidupan. Berbagai jenis platform dunia digital dapat digunakan untuk menjadi media pembelajaran. Salah satu media digital yang digunakan adalah youtube. Penelitian kali ini akan berfokus pada penerapan pendidikan lingkungan hidup dalam video youtube Romo Ndeso. Peneliti memilih Video youtube Romo Ndeso yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan menganalisis menggunakan pemikiran Arne Naess tentang ecosophy. Ada tiga teori ecosophy yang menjadi kerangka untuk menganalis yakni nilai intrinsik, kesetaraan ekosferik dan realisasi diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis konten. Teknik pengambilan data dengan purposive sampling, maka peneliti melakukan observasi terhadap video-video yang secara tidak langsung memberikan pembelajaran tentang lingkungan hidup. Pada akhirnya penelitian ini sampai pada suatu pemahaman dibalik video youtube Romo Ndeso ada pembelajaran tentang penerapan pendidikan lingkungan hidup.
SOLIDARITAS TERHADAP ORANG-ORANG MISKIN DI ZAMAN INI Dwi Putra N.S.A, Bonaventura; Borromeus Mulyatno, Carolus; Subali, Yohanes
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1220-1227

Abstract

Living in diversity requires solidarity in fostering the potential of each element of national life and guarding against policies and actions that marginalize a group or an individual. The purpose of this study is to explore the thoughts of Y.B. Mangunwijaya and Pope Francis regarding solidarity with the poor to find important pillars of living together in diversity. The methods used in this research are literature study and comparative analysis. The ideas of the two figures are described and then comparatively analyzed to find important pillars of solidarity with the poor. The results of this study show that both figures have similar views on the understanding of solidarity based on faith motivation and responses to the context of community life. Solidarity is motivated by faith beliefs to serve the poor.  Solidarity is an act of care to help the poor, defend human dignity and realize social justice in the context of multireligious and multicultural society.
Faktor Pendukung dan Penghambat Minat Orang Tua pada Kegiatan Parenting: Studi Kasus di TK Santa Theresia Ungaran Setiana, Mukti; Mulyatno, Carolus Borromeus
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7532

Abstract

Tujuan penelitian kualitatif studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempangaruhi minat orang tua terhadap kegiatan parenting di TK Santa Theresia Ungaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan orang tua murid sebagai informan utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para orang tua telah memiliki pemahaman yang benar tentang parenting. Faktor-faktor yang mendukung orang tua untuk mengikuti kegiatan parenting adalah orang tua untuk mau menghadiri kegiatan parenting adalah orang tua ingin menambah ilmu, referensi dan wawasan baru, orang tua ingin menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pihak sekolah. Faktor penghambat orang tua untuk mengikuti kegiatan parenting di sekolah adalah waktu pelaksanaan yang kurang tepat, kesibukan pekerjaan orang tua dan kegiatan parenting yang disajikan sekolah berupa seminar dengan metode ceramah tidaklah menarik bagi orang tua. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan pada aspek perencanaan, seperti penjadwalan kegiatan yang lebih fleksibel, pemilihan metode penyampaian yang interaktif, serta penyesuaian tema parenting sesuai kebutuhan orang tua.
Pentingnya Pendidikan Iman Berdasarkan Ensiklik Lumen Fidei Danny Prasetyo, Stepanus Christian; Puspita, Maria Vianny; Mulyatno, Carolus Borromeus
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10194

Abstract

Faith education, as outlined in this encyclical, emphasizes the instillation of integral spiritual, moral, and ethical values, which are not only cognitive but also affective and conative. Faith education, in this document, is seen as a shared responsibility, both within the family, school, and church community. This study uses a literature study method. There are several points that will be discussed in this study; Challenges of faith faced by young people today? What is the role of the Family, Church and Community in developing the faith of young people? and this study identifies the main principles of Lumen Fidei that can be applied in faith education, including the importance of dialogue between faith and reason in faith formation. The results of this study will discuss the relevance of faith education based on Lumen Fidei in the context of moral and character formation, the importance of integration between faith and reason, and the responsibility of the community in educating a generation of believers to develop the faith of young people to be a blessing to others.AbstrakPendidikan iman, sebagaimana diuraikan dalam ensiklik ini, menekankan pada penanaman nilai-nilai spiritual, moral, dan etika yang integral, yang bukan hanya bersifat kognitif tetapi juga afektif dan konatif. Pendidikan iman, dalam dokumen ini, dilihat sebagai tanggung jawab bersama, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun komunitas gereja. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Terdapat beberapa poin yang akan dibahas dalam penelitian ini, antara lain; Tantangan iman yang dihadapi saat ini oleh orang muda? Apa peran Keluarga, Gereja dan Komunitas dalam pengembangan iman orang muda? dan penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip utama dari Lumen Fidei yang dapat diterapkan dalam pendidikan iman, termasuk pentingnya dialog antara iman dan akal dalam pembinaan iman. Hasil dari penelitian ini akan membahas relevansi pendidikan iman berdasarkan Lumen Fidei dalam konteks pembentukan moral dan karakter, pentingnya integrasi antara iman dan akal, serta tanggung jawab komunitas dalam mendidik generasi beriman una mengembangkan iman orang muda menjadi berkat bagi sesama.
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak di Keluarga Berdasarkan Dokumen Amoris Laetitia Saputri, Maria Dwi; Rodiah, Angela Yayah; Mulyatno, Carolus Borromeus
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10221

Abstract

Mothers play a crucial role in educating children within the family, a perspective also emphasized by Pope Francis. This study aims to explain the Pope's views on the role of mothers in child education. Data were collected through a literature review. Three main focuses were explored: the specific roles of mothers in children's education, the contributions mothers should make to children's personal development, and how mothers can carry out their roles. The research findings indicate that mothers educate children through nurturing, providing role models, and developing character. These three aspects help children grow in a safe and comfortable environment, act fairly in social relationships, empathize in communication, and care about social and environmental issues. AbstrakIbu memiliki peran penting dalam mendidik anak di dalam keluarga, sebuah pandangan yang juga ditekankan oleh Paus Fransiskus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan Paus mengenai peran ibu dalam pendidikan anak. Data dikumpulkan melalui studi pustaka. Tiga fokus utama yang dieksplorasi adalah apa saja peran khas ibu dalam pendidikan anak, kontribusi yang seharusnya diberikan ibu dalam perkembangan pribadi anak, dan bagaimana cara ibu melaksanakan perannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu mendidik anak melalui pengasuhan, memberikan teladan, dan mengembangkan karakter. Ketiga aspek ini membantu anak tumbuh dalam suasana yang aman dan nyaman, bersikap adil dalam hubungan sosial, berempati dalam komunikasi, serta peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan.
Peran Perempuan dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Kemanusiaan menurut Paus Fransiskus Indar Wulandari, Margareta; Mulyatno, Carolus Borromeus; Tristiyanti, Theresia Ayu
Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology Vol 3, No 2 (2025): Proceedings of The National Conference on Indonesian Philosophy and Theology
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/snf.v3i2.10242

Abstract

Pope Francis realizes that there are still many women in various parts of the world who face suffering, injustice and inequality. The challenges faced by these women include violence, discrimination and marginalization in various aspects of life. However, women have a very important role in cultivating and maintaining human values. This research aims to increase awareness of all parties, especially women, to be more actively involved in fostering and developing human values.  One of the main approaches to supporting this role is through education, both formal and informal, which is seen as the key to advancing holistic human development. The method used in this research is literature study. In the previous article, the role of women and politics was written which was used as a slogan in political parties. This research explores three main focuses: Pope Francis' views on women, the contribution of women in cultivating human values, and the application of these human values in life. The results of this research confirm that the role of women is very significant in strengthening human values, both through formal and informal education. These two educational pathways can help society better appreciate human dignity as God's noble creation. So there is a need for collaboration from several parties to realize the role of women in fostering human values.AbstrakPaus Fransiskus menyadari bahwa masih banyak perempuan di berbagai belahan dunia yang menghadapi penderitaan, ketidakadilan, dan ketidaksetaraan. Tantangan yang dihadapi perempuan ini meliputi kekerasan, diskriminasi, serta marginalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Namun demikian, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak, terutama perempuan, agar lebih aktif terlibat dalam pembinaan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan.  Salah satu pendekatan utama untuk mendukung peran tersebut adalah melalui pendidikan, baik formal maupun informal, yang dipandang sebagai kunci dalam memajukan pembangunan manusia secara holistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam tulisan sebelumnya dituliskan peran perempuan dan politik yang dijadikan slogan dalam partai politik. Penelitian ini mengeksplorasi tiga fokus utama: pandangan Paus Fransiskus tentang perempuan, kontribusi perempuan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, serta penerapan nilai-nilai kemanusiaan tersebut dalam kehidupan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa peran perempuan sangat signifikan dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Kedua jalur pendidikan ini dapat membantu masyarakat lebih menghargai martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang mulia. Maka perlu adanya kolaborasi dari beberapa pihak untuk mewujudkan peran perempuan dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan.
Peran Orang Muda Katolik dalam Pewartaan Injil di Era Digital: Perspektif Teologi Pastoral tentang Pengudusan Dunia Digital Wasti, Margaretha Maria; Mulyatno, Carolus Borromeus
Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53396/media.v7i1.778

Abstract

ABSTRAK (Indonesia): This study examines the role of Catholic Youth (Orang Muda Katolik/OMK) in proclaiming the Gospel in the digital era through a pastoral theological perspective on the sanctification of the digital world. Employing a qualitative phenomenological descriptive approach, data were collected through open-ended written interviews conducted online with 13 participants and supported by systematic literature review. The analysis was carried out using thematic analysis to identify patterns of faith interpretation, digital engagement, and ethical practice. The findings indicate that OMK understand evangelization primarily as authentic Christian witness embodied in daily digital interaction rather than merely verbal proclamation. Digital media is perceived not only as a communication tool but as a cultural and pastoral space where faith, identity, and relationships are negotiated. Despite challenges such as performative pressure, digital fatigue, and exposure to conflicting values, OMK demonstrate reflective and responsible engagement in cultivating ethical and humanizing online communication. This study contributes to pastoral theology by positioning youths’ digital experiences as a locus of theological reflection and by mapping the relational connection between evangelization, digital practice, and the sanctification of the digital world.
Upacara Reba Su’i Uwi sebagai Refleksi Persaudaraan (Communio) dalam Gereja Katolik: Kajian Budaya dan Spiritualitas Lokal di Bajawa Dhone, Maria Theodora; Mulyatno, Carolus Borromeus
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.102.72854

Abstract

Upacara Reba dan ritus Su’i Uwi merupakan tradisi budaya religius masyarakat Bajawa yang mengandung nilai syukur, rekonsiliasi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap leluhur. Tradisi ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang selaras dengan ajaran Gereja Katolik, khususnya konsep communio. Penelitian ini bertujuan menafsirkan simbol, struktur ritual, dan nilai-nilai Reba Su’i Uwi dalam perspektif teologi inkulturasi serta melihat bagaimana Gereja lokal mengadopsinya dalam kehidupan iman umat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-interpretatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan tokoh adat, pemuka agama, dan umat. Analisis dilakukan secara hermeneutik-teologis dengan memandang simbol budaya sebagai semina Verbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reba dan Su’i Uwi mengandung simbol teologis seperti ubi sebagai lambang kehidupan, rumah adat sebagai ruang perjumpaan, serta ritus sebagai tanda pembaruan hidup. Gereja menafsirkan tradisi ini secara inkulturatif melalui praktik seperti Misa Reba dan pemaknaan simbol ubi dalam terang Ekaristi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Reba Su’i Uwi menjadi jembatan antara budaya dan iman, memperkaya spiritualitas serta relevansi Gereja lokal.