Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN FARMASI PADA RUMAH SAKIT PEMERINTAH TIPE C DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dedent Eka Bimmaharyanto S.; Recta Olivia Umboro; Fitri Apriliany
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.3696

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) menjadi fasilitator dalam mewujudkan dan melaksanakan pelayanan kefarmasian yang berkualitas berfokus pada penyediaan obat-obatan yang aman, efektif, tepat waktu, dan menjamin keberlangsungan keselamatan pasien. Sebagai salah satu RS Tipe C dan menjadi tempat rujukan pertama bagi 1.099.211 jiwa masyarakat di Lombok Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya berkewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan kefaramsian yang bertanggung jawab dan berkualitas.Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kab. Lombok Tengah mengacu pada Permenkes RI No.72 Tahun 2016 yang meliputi: standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai; pelayanan farmasi klinis; dan Sumber Daya Manusia (SDM) kefarmasian. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penelaahan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan crosectional untuk mengevaluasi standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tipe C. Sampel diambil menggunakan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh tenaga kefarmasian, termasuk Apoteker Kepala Instalasi dan Apoteker Penanggung Jawab Unit Kerja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner berskala Guttman, lembar persetujuan, serta alat perekam. Data yang terkumpul kemudian diberi skor berdasarkan jawaban Ya dengan skor 1 atau Tidak dengan skor 0 dan dihitung persentase kesesuaiannya sesuai kategori penilaian yang berlaku. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelaksanaan aspek manajemen farmasi baru terlaksana secara maksimal sebanyak 7 (78%) aspek layanan; aspek farmasi klinis sebanyak 7 (63.36%) aspek layanan di IFRS Rawat Inap dan 5 (45.45%) aspek layanan di IFRS Rawat Jalan, selanjutnya pada aspek SDM kefarmasian sebesar 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa RSUD Praya belum menerapkan Permenkes RI No.72 tahun 2016 secara maksimal yang disebabkan beberapa kendala diantaranya keterbatasan jumlah tenaga farmasi, ketidaklengkapan dokumen dan fasilitas yang belum memadai. Kesimpulan: Standar pelayanan farmasi di RSUD Praya Kabupaten Lombok Tengah belum terlaksana secara maksimal, terlihat dari nilai persentase kesesuaian beberapa aspek manajemen farmasi dan farmasi klinis yang masih di bawah 100% untuk pengelolaan sediaan farmasi, alkes, dan BMHP, serta di bawah 50% dengan kategori kurang baik untuk aspek pelayanan farmasi klinis, yang disebabkan oleh tidak maksimalnya proses evaluasi pelayanan, keterbatasan tenaga farmasi terlatih, ketidaklengkapan dokumentasi, dan fasilitas rumah sakit yang belum memadai. Kata kunci : Evaluasi, penerapan, standar pelayanan farmasi, rumah sakit pemerintah, tipe c
Gerakan Cegah Hipertensi Melalui Intervensi Herbal Di Desa Sukarare Lombok Tengah Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri; Bimmaharyanto, Dedent Eka; Mursiany, Anita; Novitarini, Novitarini
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1118

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian ke-3 setelah stroke dan tuberkulosis di Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah dengan prevalensi hipertensi cukup tinggi, khususnya Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah penderita hipertensi terbanyak ke-2 setelah Kabupaten Lombok Timur. Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah merupakan salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah penderita hipertensi setiap tahunnya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko hipertensi dan minimnya literasi kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penderita hipertensi. Berdasarkan kondisi tersebut Prodi D3 Farmasi UNIQHBA melakukan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 16 November 2024 dengan melibatkan 61 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan pemanfaatan herbal sebagai bagian pelestarian kearifan lokal dalam mencegah serta mengatasi hipertensi berbasis bukti ilmiah. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis partisipasi masyarakat yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan dan kegiatan senam sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dimana terjadi kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 50 poin (125%) dibandingkan nilai pretest. Dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis partisipasi masyarakat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan hipertensi serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola kesehatan berbasis potensi lokal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jamu Antihipertensi Di Desa Kandangan Baru Hasniah, Hasniah; Erlianti, Karina; Rahmadi Pratama, Rizki; Maulana Ash'ari, Fuzi; Apriliany, Fitri
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i2.1743

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Pemanfaatan tanaman obat tradisional yang banyak tersedia di lingkungan masyarakat dapat menjadi alternatif pendukung dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Kandangan Baru, Kabupaten Tanah Laut, dalam pembuatan jamu antihipertensi dalam bentuk jamu botol kemasan dan jamu celup kemasan yang higienis, praktis, dan memiliki nilai tambah ekonomi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan jamu, pendampingan teknis pengemasan, serta evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait hipertensi, manfaat tanaman obat antihipertensi serta keterampilan dalam proses pembuatan dan pengemasan jamu. Selain itu kegiatan ini berpotensi mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui produk jamu kemasan botol siap minum dan yang dapat dipasarkan secara lebih luas. Dengan demikian pelatihan ini tidak hanya bermanfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kandangan Baru.
Development of an Intelligent Platform for Drug and Food Interaction Analysis using a Combination of Fuzzy Logic and Certainty Factor Apriliany, Fitri; Alfiansyah, Muhammad Wisnu; Afni, Zahratul Hayatil Laila
SISTEMASI Vol 15, No 1 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i1.5767

Abstract

Interactions between drugs and food are a critical public health issue, as they can cause unwanted side effects or reduce the effectiveness of treatments. Unfortunately, awareness of these potential interactions among the Indonesian population remains low, while existing platforms generally focus only on drug–drug interactions. This study aims to develop an intelligent platform for analyzing drug–food interactions by combining fuzzy logic and certainty factor (CF) methods. Fuzzy logic is employed to handle uncertainty in interaction data, while the certainty factor enhances confidence levels based on clinical literature and expert knowledge. Drug–food interaction data were collected from validated sources and modeled using fuzzy membership functions, IF–THEN rule-based reasoning, defuzzification processes, and integration with CF. The web-based system was evaluated through accuracy testing and usability assessment using the System Usability Scale (SUS). Accuracy tests conducted on 50 interaction scenarios demonstrated a 100% match with clinical references, while the SUS evaluation involving 100 respondents yielded an average score of 77.44, falling into the “Acceptable” category and approaching “Good Usability.” These results indicate that the platform has the potential to serve both as an educational tool and as a practical aid for the public to enhance self-management of health, while also supporting government health programs.
Peran apoteker untuk meningkatkan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC pada masyarakat kota Mataram Apriliany, Fitri; Umboro, Recta Olivia; Bimmaharyanto S., Dedent Eka; Isasih, Widani Darma; Ayu, Baiq Dinda Puspita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22764

Abstract

Abstrak Apoteker adalah salah satu profesi yang memiliki peran tidak hanya mengenai obat-obatan tetapi memiliki peran dibidang pelayanan kefarmasian. Indonesia menemui banyak tantangan masalah kesehatan seperti diabetes dan TBC. Sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan presiden no 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC. Untuk mendukung program pemerintah, maka IAI mengajak kepada para apoteker agar berkolaborasi melalui kegiatan branding, edukasi, dan kompetisi untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di Taman Sangkareang Kota Mataram bertujuan untuk memperkenalkan peran dan fungsi apoteker dibidang pelayanan kefarmasian komunitas dalam aksi mewujudkan peningkatan kepatuhan minum obat diabetes dan TBC. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Kota Mataram. Metode pengabdian dilakukan dengan 1) sambutan, 2) senam sehat untuk jantung, 3) edukasi dengan metode concurrent dan 4) dialog interaktif dengan masyarakat. Evaluasi dilakukan dengan kegiatan dialog interaktif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui peran dan fungsi apoteker dan mengetahui lebih banyak tentang penyakit diabetes dan TBC dan peningkatan kepatuhan minum obat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berdampak pada perubahan sikap pemahaman dan pengetahuan dari masyarakat tentang peran apoteker dan kepatuhan minum obat. Hal ini ditunjukkan dengan awalnya masyarakat hanya mengetahui peran apoteker sebagai penyedia layanan hanya tentang obat. Tetapi, masyarakat kini menjadi mengetahui bahwa peran apoteker juga memiliki peran tentang edukasi baik penggunaan obat dan penyakit, tindakan upaya pencegahan penyakit dan melakukan konseling. Kata kunci: diabetes; TBC; peran apoteker. Abstract Pharmacists are a profession that has a role not only regarding medicines but also has a role in the field of pharmaceutical services. Indonesia faces many health challenges such as diabetes and tuberculosis. So government issued presidential regulation no. 67 of 2021 concerning TB control. To support government programs, IAI invites pharmacists to collaborate through branding, education, and competition activities to create healthier world. This activity was carried out at Sangkareang Park, Mataram City, to introduce role and function of pharmacists in field of community pharmaceutical services in action to realize increased fulfillment of diabetes and TB medication. Participants in this activity are people of Mataram City. The method is carried out by 1) ceremonies, 2) exercise for the heart, 3) education using concurrent methods, and 4) interactive dialogue with community. Evaluation is carried out through interactive dialogue activities with community. The result of this activity is that public knows role and function of pharmacists and knowing more about diabetes and tuberculosis as well as increasing fulfillment of medication. So it can be concluded that this activity has an impact on changes in attitudes, understanding, and knowledge of community regarding role of pharmacists and compliance with taking medication. This started with public only knowing about role of pharmacists as service providers regarding medicines. However, public now knows that role of pharmacists also has a role in education regarding use of drugs and diseases, taking measures to prevent disease, and providing counseling. Keywords: diabetes; tuberculosis; the role of pharmacist.
Cerdas mengenal obat bersama apoteker cilik di SD dan SMP 02 Batukliang Lombok Tengah Fitri Apriliany; Recta Olivia Umboro; Dedent Eka Bimmaharyanto S.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30715

Abstract

Abstrak Apoteker cilik (Apocil) merupakan program pengenalan profesi apoteker kepada anak-anak baik SD dan SMP dengan tujuan meningkatkan minat anak terhadap profesi apoteker, branding eksistensi apoteker dan memberikan pengetahuan kepada anak mengenai obat. Karena sekarang ini masih banyak masyarakat dan anak-anak yang tidak mengenal profesi apoteker dan tidak memahami tentang obat. Maka dari itu dilakukan kegiatan pengabdian ini yang berlokasi di SD dan SMP 02 Batukliang Lombok Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan obat dan profesi apoteker. Kegiatan ini menggunakan metode fasilitasi berupa edukasi dan praktek dengan menggunakan media berupa power point materi dan pemutaran video lagu GeMa CerMat dan dan Jingle Apoteker Cilik IAI. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 38,8% dan nilai rata-rata posttest sebesar 82,5%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang obat dan profesi apoteker yang ditunjukkan dengan peningkatan persentase nilai setelah dilakukan evaluasi sebesar 113%. Kata kunci: anak-anak; apoteker cilik; GeMa CerMat; obat. Abstract Apoteker Cilik (Apocil) is a program that introduces the pharmacist profession to children in elementary and junior high schools with the aim of increasing children's interest in the pharmacist profession, branding the existence of pharmacists, and providing knowledge to children about medicine. Now there are still many people and children who do not know the pharmacist profession and do not understand medicine. Therefore, this program was carried out which was located at Elementary and Junior High School 02 Batukliang, Central Lombok. The purpose of this program  is to introduce medicine and the profession of pharmacists. This program  uses a facilitation method in the form of education and practice using media in the form of PowerPoint materials and playing videos of the GeMa CerMat song and the IAI Little Pharmacist Jingle. The evaluation was carried out with a pretest and posttest. The evaluation results showed an average pretest value of 38.8% and an average posttest value of 82.5%. The conclusion of this activity is that there was an increase in participants' knowledge and awareness of medicine and the pharmacist profession as indicated by an increase in the percentage of the value after the evaluation of 113%. Keywords: children; little pharmacist; GeMa CerMat; drugs.
ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN GENERALIZED ANXIETY DISORDER TERHADAP POTENSI INTERAKSI OBAT Ni Komang Dewi Anggita; Fitri Apriliany; Sri Winarni Sofya
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/q8v17v53

Abstract

Generalized Anxiety Disorder (GAD) merupakan gangguan kecemasan yang sering memerlukan terapi kombinasi jangka panjang, sehingga meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proporsi kategori potensi interaksi obat dan hubungan karakteristik pasien dengan tingkat keparahan interaksi obat pada pasien GAD. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross-sectional berdasarkan data rekam medis pasien rawat jalan di RS Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB periode Januari–Juni 2024. Sampel sebanyak 300 pasien dipilih menggunakan simple random sampling. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan perangkat lunak Drugs.com dan DrugBank. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 2.402 potensi interaksi obat, mayoritas termasuk kategori moderat (90,2%), diikuti mayor (5,7%) dan minor (4,1%). Terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, durasi pengobatan, penggunaan obat racikan, komorbiditas, dan jumlah obat dengan tingkat keparahan potensi interaksi obat (p < 0,05). Karakteristik pasien berhubungan dengan tingkat keparahan potensi interaksi obat pada pasien GAD, dengan interaksi moderat sebagai kategori terbanyak.