Claim Missing Document
Check
Articles

PREDIKSI MODEL PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ABELMOSCHUS MANIHOT L. MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI IR YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN KEMOMETRIK Fangohoy, Juliandro; Sudewi, Sri; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the validation of IR spectroscopy method in determining the total flavonoid level in Abelmoschus manihot L., can meet the requirements and can be applied. The method for determining the total flavonoid content model using a combination of IR Spectroscopy and Chemometrics Partial Least Square Regression (PLSR). The calorimetrics method was used to determine the total flavonoid content in the green gedi leaves axtracts onn eight samples of growth where Bitung Was 2.64 mg QE/g extract  ± 0.035, Minahasa Selatan is  1.91 mg QE/g extract ± 0.027, Kotamobagu is 4.84 mg QE/g extract  ± 0.03, Minahasa Utara is  4.40 mg QE/g extract ± 0.091, Manado is 3.45 mg QE/g extract  ± 0.012, Minahasa Tenggara is  1.72 mg QE/g extract ± 0.006, Minahasa is 3.67 mg QE/g extract ± 0.033, Tomohon is 3.40 mg QE/g extract ± 0.003. This combination is involves involving x-variables (FTIR measurement results) and y-variables (data from the results of the calorimetric method analysis). Error value [standard error calibration (SEC=0.003), standard error of prediction (SEP = 0.052)] and cslibration r value 0.999, and r validation 0.975. Keywords: Flavonoids, Green Gedi Leaves, FTIR Spectrofotometry, UV-VIS Spectrofotometry, Chemometrics ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Validasi Metode Spektroskopi IR Pada Penetapan kadar Flavonoid Total   pada   Abelmoschus manihot L Dapat Memenuhi Persyaratan dan Dapat di Aplikasikan. Metode penentuan model  kandungan flavonoid total  menggunakan kombinasi Spektroskopi IR dan Kemometrik Partial Least Square Regression (PLSR). Metode Kalorimetrik digunakan untuk mengetahui kandungan Flavonoid Total pada pada Ekstra Daun Gedi Hijau pada 8 sampel tempat tumbuh yaitu Bitung sebesar 2.64 mg QE/g ekstrak  ± 0.035, Minahasa Selatan sebesar  1.91 mg QE/g ekstrak ± 0.027, Kotamobagu sebesar 4.84 mg QE/g ekstrak ± 0.03, Minahasa Utara sebesar  4.40 mg QE/g ekstrak ± 0.091, Manado sebesar 3.45 mg QE/g ekstrak  ± 0.012, Minahasa Tenggara sebesar  1.72 mg QE/g ekstrak ± 0.006, Minahasa sebesar 3.67 mg QE/g ekstrak ± 0.033, Tomohon sebesar 3.40 mg QE/g ekstrak ± 0.003. Kombinasi ini melibatkan melibatkan variabel x (hasil pengukuran FTIR) dan variabel y (data hasil analisis metode Kalorimetrik). Nilai kesalahan (standar error calibration (SEC = 0.003), standard error of prediction (SEP = 0.052)) dan nilai r kalibrasi 0.999, serta r validasi 0.975. Kata Kunci: Total Flavonoid, Daun Gedi Hijau, Spektrofotometri FTIR, Spektrofotometri UV-VIS,  Kemometrik.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK SINULARIA SP. DI TELUK MANADO Katiandagho, Lyone; Wewengkang, Defny S.; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): Pharmacon
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK Sinularia SP. DI TELUK MANADOLyone Katiandagho1), Defny Silvia Wewengkang1), Sri Sudewi1)1)Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado, 95115ABSTRACTSoft Coral Sinularia sp.has been shown to have antibacterial activity. This research aims to determine the antibacterial activity of marine organisms obtained from Manado bay. The method in this study is the diffusion method with positive control chloramphenicol and negative control of methanol in Escerichia coli and Sthaphylococcus aureus. The result showed that extracts, chloroform fraction and methanol-water fraction were obtained inhibiting category of Sthapylococcus aureus bacteria, but in the chloroform fraction and ethanol extract can inhibit Escerichia coli bacteria categorized as strong. With it can be conlueded that the extract and fraction of soft Sinularia sp. have bioactive compounds with a broth spectrum of antibacterial activity.Keywords: Sinularia sp., Chloramphenicol, Escerichia coli, Sthaphylococcus aureus, and antibacterial.ABSTRAKKarang lunak Sinularia sp. telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada organisme biota laut yang diperoleh dari teluk Manado. Metode dalam penelitian ini adalah metode difusi agar dengan kontrol positif kloramfenikol dan kontrol negatit metanol pada Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi kloroform, dan fraksi metanol-air dapat menghambat bakteri Staphylococcus aereus dikategorikan sedang, namun pada fraksi kloroform dan ekstrak etanol dapat menghambat bakteri Escerichia coli dikategorikan kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi karang lunak Sinularia sp.memiliki senyawa bioaktif dengan spektrum yang luas terhadap aktivitas antibakteri.Kata kunci: Sinularia sp, Kloramfenikol, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan antibakteri 
ANALISIS PEWARNA RHODAMIN B PADA SAOS BAKSO TUSUK YANG BEREDAR DIBEBERAPA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO Muzdhalifah, Balqis; Sudewi, Sri; Citraningtyas, Gayatri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTRhodamin B is a red synthetic dye commonly used as paper dyes, textiles or inks. Food products that are often added by Rhodamin B by irresponsible producers is sauce. The purpose of this study was to determine the presence and levels of Rhodamin B found in skewers meatballs sold in several elementary schools in Manado City using Thin Layer Chromatography and UV-Vis Spectrophotometer. The results of the study obtained that the results of the qualitative analysis using TLC obtained 5 sampels identified based on Rf value parameters and color visualization. Quantitative analysis of UV-Vis spectrophotometer produced Rhodamin B level values for each sample which was calculated using regression formula y = 0,0726 x + 0,0432 and R2 = 0,9957. The sample code A1 was 3,443 ± 0,080 ?g/mL, B1 was 3,057 ± 0,150 ?g/mL, B2 was 5,881 ± 0,170 ?g/mL, C1 was 3,884 ± 0,130 ?g/mL, and C2 was 4,517 ± 0,140 ?g/mL. The conclusion in this study is that skewer meatballs circulating in several elementary schools in Manado City contains Rhodamin B. Keywords: Rhodamin B, Skewer Meatballs Sauce, Thin Layer Chromatography, UV-Vis Spectrophotometer. ABSTRAKRhodamin B merupakan pewarna sintetik berwarna merah yang umum digunakan sebagai pewarna kertas, tekstil atau tinta. Produk pangan yang sering di tambahkan Rhodamin B oleh produsen yang tidak bertanggung jawab adalah saos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan kadar Rhodamin B yang terdapat pada saos bakso tusuk yang dijajakan pada beberapa Sekolah Dasar di Kota Manado menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa hasil analisis secara  kualitatif menggunakan KLT diperoleh  5 sampel teridentifikasi berdasarkan parameter nilai Rf dan visualisasi warna. Analisis kuantitatif spektrofotometer UV-Vis menghasilkan nilai kadar Rhodamin B tiap sampel masing-masing yang dihitung dengan menggunakan rumus regresi y= 0,0726 x + 0,0432 dan nilai R2 = 0,9957.  Sampel kode A1 sebesar 3,443 ± 0,080 ?g/mL , B1 sebesar 3,057 ± 0,150 ?g/mL, B2 sebesar 5,881 ± 0,170 ?g/mL, C1 sebesar 3,884 ± 0,130 ?g/mL, dan C2 sebesar 4,517 ± 0,140 ?g/mL. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu saos bakso tusuk yang beredar di beberapa sekolah dasar di Kota Manado mengandung Rhodamin B.  Kata Kunci: Rhodamin B, Saos Bakso Tusuk, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer UV-Vis.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BAKTERI YANG BERASOSIASI DENGAN ALGA Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh SERTA IDENTIFIKASI SECARA BIOKIMIA Kosasi, Cicilia; Lolo, Widya A.; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29301

Abstract

ABSTRACT Algae are a place to live for various microorganisms’ symbiosis with them, and some of them were known to be used as antibacterial. This study aims to determine the antibacterial activity of associated bacteria isolates from Turbinaria ornata algae obtained from the Bay of Manado against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. In the course of testing the isolation and purification of symbiotic bacteria from Turbinaria ornata algae, then antibacterial activity was testing using agar diffusion method, then gram staining and biochemical tests were carried out including motility test,  tets, carbohydrate fermentation test, citrate test, lysine test, indole test and catalase test. The result showed  that there were 3 bacterial isolates, which had antibacterial activity in medium category against S.aureus and E.coli bacteria. Based on the results of biochemical identification, the isolates that have the greatest inhibitory power, they were thought to belong to genus Bacillus and the genus Yersinia.Keywords : Antibacterial, Symbionic bacteria, Turbinaria ornata (Turner) J.   Agardh. ABSTRAK Alga merupakan tempat hidup berbagai mikroorganisme yang bersimbiosis dengannya, dan beberapa dari spesies alga diketahui sering dimanfaatkan salah satunya  sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari isolat bakteri yang berasosiasi dengan alga Turbinaria ornata yang diperoleh dari Teluk Manado terhadap bakteri  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Dalam pengujian dilakukan isolasi dan purfifikasi bakteri simbion dari alga Turbinari ornata, kemudian dilakukan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar, selanjutnya silakukan pewarnaan gram dan uji biokimia meliputi uji motilitas, uji H2S, uji fermentasi karbohidrat, uji sitrat, uji lisin, uji indol dan uji katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat bakteri yang mempunyai daya aktivitas antibakteri dalam kategori sedang terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Berdasarkan hasil identifikasi secara biokimia isolat yang mempunyai daya hambat paling besar diduga termasuk dalam genus Bacillus dan genus Yersinia. Kata kunci : Antibakteri, Bakteri simbion, Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh.
ANALISIS TOTAL FENOLIK DAUN GEDI HIJAU (Abelmoschus manihot L.) DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN KEMOMETRIK Rumoroy, Jhon D.; Sudewi, Sri; Siampa, Jainer P.
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29402

Abstract

ABSTRACTNatural phenolic compounds, including organic compounds, is the natural substances that produced by organisms. This study aims to determine the total phenol content and optimization using the FTIR method for rapid phenols analysis. Gallic acid was used as a comparison standard to measure the total phenol content using a UV-Vis spectrophotometer. The calorimetric method was used to determine the total Phenolic content of the Green Gedi Leaf extracts in 8 samples of growing sites, namely Minahasa 855.8 µg GEA / g extract ± 0.033, Southeast Minahasa 283.7 µg GEA / g extract ± 0.006, Manado 580.2 µg GEA / g extract ± 0.012, North Minahasa 716.2 µg GEA / g extract ± 0.091, Kotamobagu 793 µg GEA / g extract ± 0.03, Minahasa Selatan 290.6 µg GEA / g extract ± 0.027, Bitung 365.6 µg GEA / g extract ± 0.035, Tomohon as much as 546.5 µg GEA / g extract ± 0.003. This result involves a combination of variables x (FTIR measurement results) and y variables (data from the analysis of Folin-Ciocalteu). Error value (standard error calibration (SEC = 0.003), standard error of prediction (SEP = 0.042)) and calibration r value 0.999 and r validation 0.98. Keywords: Green Gedi Leaves, UV-Vis Spectrophotometer, Kemometrics, Phenol Total, FTIR Spectrophotometry.ABSTRAK Senyawa fenolik alam termasuk senyawa organik bahan alam yang dihasilkan oleh organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fenol total Daun Gedi Hijau dan optimasi menggunakan metode FTIR untuk analisis fenolsecara cepat. Asam  galat digunakan standar pembanding dalam mengukur kandungan total fenol menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Metode kemometrik digunakan untuk mengetahui kandungan Total Fenolik pada ekstrak Daun Gedi Hijau pada 8 sampel tempat tumbuh yaitu Minahasa 855,8 µg GEA/g  ekstrak ± 0,033, Minahasa Tenggara 283,7 µg GEA/g  ektrak ± 0,006, Manado 580,2 µg GEA/g  ekstrak ± 0,012, Minahasa Utara 716,2 µg GEA/g  ekstrak ± 0,091, Kotamobagu 793 µg GEA/g  ekstrak ± 0,03, Minahasa Selatan 290,6 µg GEA/g  ekstrak ± 0,027, Bitung 365,6 µg GEA/g  ekstrak ± 0.035, Tomohon sebesar 546,5 µg GEA/g  ekstrak ± 0,003. Hasil ini melibatkan kombinasi variable x (hasil pengukuran FTIR) dan variable y (data hasil analisis Folin-Ciocalteu). Nilai kesalahan (standard error calibration (SEC = 0.003), standard error of prediction (SEP = 0.042)) dan nilai r kalibrasi 0,999 serta  r validasi 0,98. Kata Kunci: Daun Gedi Hijau, Spektrofotometer UV-Vis, Kemometrik, Total Fenol, Spektrofotometri FTIR.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PADA PASIEN ANAK DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MANADO Agnes, Agatha; Citraningtyas, Gayatri; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29299

Abstract

ABSTRACT Typhoid fever is an endemic disease which it incidence rate is still high in Indonesian. Administering antibiotic therapy can do treatment of typhoid fever. This study was conducted since there are several pediatric patients diagnosed with typhoid fever but have different antibiotic therapies, namely cefotaxime and ceftriaxone therapy, so it is necessary to do calculations to determine the comparison and determine which treatment is more efficient in cost and effectiveness. The method used in this study is CEA (Cost-Effectiveness Analysis) with the design of retrieving medical record data of children with typhoid fever in Bhayangkara Manado Hospital retrospectively from January to December 2018. The samples  obtained were 28 pediatric patients, cinsisting of 12 patients using cefotaxime therapy and 16 patients using ceftriaxone therapy. The result of ACER (An Avarage Cost Effective Ratio) obtained by ceftriaxone were Rp. 526.609,-/day and cefotaxime Rp. 484.789,-/day. In this study, if patients under cefotaxime therapy want to swich treatment to ceftriaxone therapy, ICER calculation (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) is carried out the result are Rp.340.528,-. Keyword: Typhoid fever, Antibiotics, CEA (Cost-Effectiveness Analysis) ABSTRAK Demam tifoid merupakan penyakit endemik yang angka kejadiannya masih tinggi di Indonesia. Pengobatan demam tifoid dapat diobati dengan cara pemberian terapi antibiotik. Penelitian ini dilakukan karena ada beberapa pasien anak yang di diagnosa demam tifoid tetapi memiliki terapi antibiotik yang berbeda, yaitu terapi sefotaksim dan seftriakson  sehingga perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui perbandingan dan menentukan pemilihan pengobatan mana yang lebih efisien dalam biaya maupun efektivitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah CEA (Cost-Effectiveness Analysis) dengan rancangan pengambilan data rekam medik pasien anak demam tifoid di RS. Bhayangkara Manado secara retrospektif pada periode Januari ? Desember 2018. Sampel yang didapat sebanyak 28 pasien anak, yang terdiri dari 12 pasien pengguna terapi sefotaksim dan 16 pasien pengguna terapi seftriakson. Hasil ACER (An Avarage Cost Effective Ratio) yang diperoleh sefotaksim Rp.526.609,-/hari dan seftriakson Rp.484.789,-/hari. Pada penelitian ini jika pasien terapi sefotaksim ingin berpindah pengobatan ke terapi seftriakson maka dilakukan perhitungan ICER (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) dan didapat hasil Rp.340.582,-, sehingga jika ingin berpindah pengobatan maka perlu penambahan biaya sesuai nilaI ICER.Kata Kunci : Demam Tifoid, Antibiotik, CEA (Cost-Effectiveness Analysis).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumonlae Melkianus, Brando; Fatimawali, Fatimawali; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29241

Abstract

ABSTRACT Research has been carried out on the Antibacterial Activity Test of Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Fruit Bark Extract against Klebsiella pneumoniae bacteria. This study aims to determine the antibacterial activity of mangosteen peel extract using the diffusion method with positive control of Ciprofloxacin and negative control of aquades and the test solution used by mangosteen peel extract. The result showed differences in extract concentrations of 25% (6.66 mm) categorized as medium, extract concentractions of 50% (8.83 mm) categorized as medium, extract concentractions of 75% (9.16 mm) categorized as medium, and extract concentractions of 100% (10.16 mm) categorized as strong in influencing the inhibition of the growth of Klebsiella pneumoniae bacteria. The result of this study also showed that mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.), has a broad-spectrum bioactive compound which means it can inhibit the growth of Gram negative bacteria. Keywords : Garcinia mangostana L, Klebsiella pneumoniae, Ciprofloxacin  ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Terhadap Bakteri Klebsiella Pneumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis menggunakan metode difusi agar dengan kontrol positif Ciprofloxacin dan kontrol negatif aquades serta larutan uji yang digunakan ekstrak kulit buah manggis. Hasil penelitian menunjukkan Perbedaan konsentrasi ekstrak 25% (6,66 mm) termasuk sedang, konsentrasi ekstrak 50% (8,83 mm) termasuk sedang, konsentrasi ekstrak 75% (9,16 mm) termasuk sedang, dan konsentrasi ekstrak 100% (10,16 mm) termasuk kuat dalam mempengaruhi penghambatan pertumbuhan bakteri Klebsiella Pneumoniae. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia Mangostana L.), memiliki senyawa bioaktif dengan spektrum luas artinya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatif. Kata kunci : My Garcinia Mangostana L,  Klebsiella Pneunoniae, Ciprofloxacin
ANALISIS PEMANIS NATRIUM SIKLAMAT PADA MINUMAN JAJANAN YANG DIJUAL DI DAERAH SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Manoppo, Triska; Sudewi, Sri; Wewengkang, Defny S.
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29318

Abstract

ABSTRACT Snack beverages like ice cendol, young coconut ice and mixed ice are snacks that are in great demand by students in the campus area. The sweet taste makes it an example of a product that uses artificial sweetener. Sodium cyclamate is an artificial sweetener whose use is permissible, but may not exceed the limits of its use. This study aims to determine the presence of sodium cyclamate and its level in snack food sold in the Sam Ratulangi University campus area of Manado. The identification of sodium cyclamate was carried out using the TLC method by comparing the Rf value from the standard and the sample. Method validation was done by using parameters such as linearity, detection limits and quantitation, accuracy, and precision limits. The linear relationship between concentration and absorbance was indicated by the equation of ; y = 0.0029x – 1.9155 with a value of r2 = 0.9989 so that the correlation between absorbance and the concentration of cyclamate standard could be very strong. The detection limit obtained 3.724 ppm and the quantity limit was 12.414 ppm. Accuracy test is stated with percent recovery of 102.659%. Precision values are expressed with RSD of 1.1% and 2.0% which means good precision. The results showed that the quantitative analysis of sodium cyclamate content in the sample was not detected while in the quantitative analysis the samples were detected to contain sodium cyclamate but below the maximum level of use that is 1 g/Kg food and beverage ingredients so it was save for consumption. Keywords: Snacks, Sodium Cyclamate, Thin Layer Chromatography, Spectrophotometry UV-Vis, Manado. ABSTRAK Minuman jajanan seperti es cendol, es kelapa muda dan es campur merupakan minuman jajanan yang banyak diminati mahasiswa di daerah kampus. Rasanya yang manis menjadikannya salah satu contoh produk yang menggunakan pemanis buatan. Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang penggunaannya dibolehkan, namun tidak boleh melebihi batas penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan natrium siklamat dan kadar natrium siklamat dalam minuman jajanan yang dijual di daerah kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Identifikasi natrium siklamat dilakukan dengan menggunakan metode KLT dengan mebandingkan harga Rf dari baku dan sampel. Validasi metode dilakukan dengan menggunakan parameter-parameter seperti linearitas, batas deteksi dan batas kuantitasi, akurasi, dan presisi. Hubungan linier antara konsentrasi dengan absorbansi ditunjukkan dengan persamaan y = 0,0029x – 1,9155 dengan nilai r = 0,9989 sehingga dapat dikatakan korelasi antara absorbansi dan konsentrasi standar siklamat sangat kuat. Batas deteksi yang didapat 3,724 ppm dan batas kuantitas adalah 12,414 ppm. Uji akurasi dinyatakan dengan persen perolehan kembali sebesar 102,659%. Nilai presisi dinyatakan dengan RSD sebesar 1,1% dan 2% yang berarti presisi baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis kualitatif kandungan natrium siklamat pada sampel tidak terdeteksi sedangkan pada analisis kuantitatif sampel terdeteksi mengandung natrium siklamat tetapi dibawah kadar maksimum penggunaannya yaitu 1 g/Kg bahan makanan dan minuman sehingga aman untuk dikonsumsi. Kata Kunci :  Minuman Jajanan, Natrium Siklamat, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometri UV-Vis,Manado.
ANALISIS FRAKSI AKTIF EKSTRAK DAUN GEDI HIJAU (ABELMOSCHUS MANIHOT L.) DALAM MENANGKAL RADIKAL BEBAS DPPH Atuani, Maria T; Sudewi, Sri; Wewengkang, Defny S
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29253

Abstract

ABSTRACT Gedi (Abelmoschus manihot L.) is a tropical plant of family malvaceae, traditionally known in North Sulawesi as a vegetable plant. Gren gedi leaves from Bitung are known to have activity as free radical scavenging at extract level but have not been tested at the fraction level. This study aims to determine the free radical scavenging activity of the green gedi leaf fractions in counteraction DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl) free radical. Extraction was done by maceration method using ethanol solvent. The preliminary test of free radical scavenging was carried out by thin layer chromatography (TLC) using the stationary phase of silica gel F254 with the mobile phase of n-hexane : chloroform (1:2) and sprayed with DPPH 0,08 mM. Then it was fractionated using vacuum liquid chromatography (VLC) with the mobile phase based on its polarity, such as combination of n-hexane and ethyl acetate. Each fraction obtained was tested for free radical scavenging activity showed whitish yellow patches on a purple background, which indicates that extracts have free radical scavenging activity. The spectrophotometer measurement results showed that each leaf of green gedi leaves had weak free radical scavenging activity, but still was a free radical scavenger, ie fraction I had an IC50 value of 169,69 ?g/mL; fraction II was 826,52 ?g/mL; fraction III was 311,13 ?g/mL; and fraction IV was 246,80 ?g/mL. Fraction V has an IC50 value of 2294,64 ?g/mL, this is indicates that the fraction V has no activity as a free radical scavenging compound, because it has very large IC50 value. While vitamin C as a comparison has very strong free radical scavenging activity with IC50 of 3,22 ?g/mL. Keywords: Fraction, Extract, Abelmoschus manihot L., DPPH Method. ABSTRAK Gedi (Abelmoschus manihot L.) merupakan tumbuhan tropis family malvaceae, secara tradisional telah lama dikenal di Sulawesi Utara sebagai tanaman sayuran. Daun gedi hijau yang berasal dari Bitung diketahui memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas pada tingkat ekstrak namun belum diuji pada tingkat fraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penangkap radikal bebas dari fraksi-fraksi daun gedi hijau dalam menangkal radikal bebas DPPH (1,1-diphenil-2-picrylhydarzyl). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas dilakukan secara kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel F254 dengan fase gerak n-heksana : kloroform (1:2) dan disemprot DPPH 0,08mM. Kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum (KCV) dengan fase gerak berdasarkan kepolarannya, yakni kombinasi n-heksana dan etil asetat. Hasil uji pendahuluan aktivitas penangkap radikal bebas secara KLT menunjukkan adanya bercak kuning keputih-putihan dengan latar belakang ungu, yang menandakan ekstrak memiliki aktivitas penangkap radikal bebas. Hasil pengukuran secara spektrofotometer menunjukkan bahwa setiap fraksi daun gedi hijau memiliki aktivitas penangkap radikal bebas yang lemah, namun tetap bersifat sebagai penangkap radikal bebas, yakni fraksi I memiliki nilai IC50 sebesar 169,69 ?g/mL; fraksi II 826,52 ?g/mL; fraksi III 311,13 ?g/mL; dan fraksi IV 246,80 ?g/mL. Fraksi V memiliki nilai IC50 sebesar 2294,64 ?g/mL, menandakan fraksi V tidak memiliki aktivitas sebagai senyawa penangkap radikal bebas, karena memiliki nilai IC50 yang sangat besar. Sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas penangkap radikal bebas sangat kuat dengan IC50 sebesar 3,22 ?g/mL.Kata Kunci : Fraksi, Ekstrak, Abelmoschus manihot L., Metode DPPH.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ALGA Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN TELUK MANADO Adam, Nadia; Lolo, Widya A.; Sudewi, Sri
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29298

Abstract

ABSTRACT Marine biota such as algae has been developed to be used as a source of medicinal raw materials in the pharmaceutical industry. Extracs from Turbinaria ornata algae J. Agardh showed antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of the Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh fraction obtained from the waters of the Manado Bay against the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The method used in this study is an experimental laboratory. Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh was extracted by maceration method with ethanol 96% solvent followed by fractionation and antibacterial activity testing with diffusion method. Antibacterial activity was determined based on the results of the clear zone measurements formed around the disc paper. The results showed that the methanol at a concentration of 10%, 20%, 30%, fractions of 30% ethyl acetate, and fractions of 20% and 30% n-hexane, have antibacterial activity which is categorized strongly in both bacteria of S. aureus and E. coli, while ethyl acetate fractions with a concentration of 10% and 20% againts S.aureus is in the moderate category. Likewise the antibacterial activity of n-hexane fraction with a concentration of 10% againts E. coli was included in the medium category. Keywords: Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh, antibacterial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli ABSTRAK             Biota laut seperti alga telah banyak dikembangkan untuk digunakan sebagai sumber bahan baku obat dalam industri farmasi. Ekstrak dari alga Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh menunjukan adanya aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh yang diperoleh dari perairan Teluk Manado terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan tahap fraksinasi dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan hasil pengukuran zona bening yang terbentuk disekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol pada konsentrasi 10%. 20% ,30%, fraksi etil asetat konsentrasi 30%, dan fraksi n-heksana pada konsentrasi 20%, 30% memiliki aktivitas antibakteri yang dikategorikan kuat pada kedua bakteri yaitu  S. aureus dan E. coli, sedangkan fraksi etil asetat dengan konsentrasi 10% dan 20% pada bakteri S. aureus termasuk dalam kategori sedang. Begitu pula aktivitas antibakteri fraksi n-heksan dengan konsentrasi 10% terhadap E. coli termasuk dalam kategori sedang. Kata kunci : Turbinaria ornata (Turner) J. Agardh, antibakteri, Staphylococus aureus, Escherichia coli.