Claim Missing Document
Check
Articles

The Delignification of Plants Residue Substrate and Accelerated Fungal Consortium Growth-Saccharification: A Practical Approach Syauqi, Ahmad; Fatimah, Siti; Choiroh, Durrotul
International Journal of Renewable Energy Development Vol 11, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.2022.37768

Abstract

The environments have created an abundance of residual plants from all life sectors, which is not optimal for bioethanol. Therefore, this research developed microbial technology that yielded sugar and fermentation testing. The research aimed to discover the delignification process and compare the consuming sugar by Saccharomyces cerevisiae between the chemical saccharification and accelerated bio-agent of fungal consortium in the engineered media. The innovation of the bioethanol process was conducted using raw materials from biomass. Based on this study, some preliminary hypotheses were made: (i) arranging fungal substrate which consists of residual sugar, molasses, and enriched residual papaya fruits could provide distinguishable growth of cell mass; (ii) the substrate concentration of 2.5% and 7.5% in the growth medium using enriched residual papaya fruits, respectively, as a medium, could be distinguished using delignification. A benchmark was used to compare the chemical and bio-agent saccharification. The consortium that grew and produced cell mass by times factor in molasses has fulfilled the element needed compared to the natural organic substances from the papaya fruit. The higher concentration of delignification material substrate yielded higher growth-saccharification and the average of 10.45 ± 0.21 % Brix was obtained by the fungal consortium in the broth medium, although the acceleration growth is insignificant. Nonetheless, Saccharomyces cerevisiae had successfully fermented saccharification yield sugar from the delignification of plants residual
Motivasi Kerja Pegawai Kantor Kecamayan Tandukkalua' Kabupaten Mamasa Dalam Pelayanan Administrasi Pakiding, Mainar Daud; Khalik, Abdul; Syauqi, Ahmad
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 2, No 2 (2020): Peqguruang, Volume 2, No.2, Nopember 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.611 KB) | DOI: 10.35329/jp.v2i2.993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengkaji “motivasi kerja pegawai” di kantor Kecamatan Tandukkalua’, Kabupaten Mamasa dalam Pelayanan Administrasi menurut faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Jenis penilitian ini adalah penelitian hukum sosiologis/empiris. Dalam penelitian ini, reabilitas dan validitas data dikumpulkan, dikelompokkan dan diinterpretasikan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif yaitu dengan menggambarkan data yang telah terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk angka-angka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi dan wawancara kepada objek penelitian.Faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik membawa pengaruh terhadap Motivasi kerja pegawai di kantor Kecamatan Tandukkalua’ a. Terdapat beberapa indikator dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yang memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai kantor Kecamatan Tandukkalua’, Indikator yang paling berpengaruh dari faktor intrinsik adalah indikator tanggung jawab dengan presentasae 70.67% sedangkan indikator yang paling rendah adalah indikator kesempatan untuk maju dengan presentase 40.47%. Indikator yang paling berpengaruh dari faktor ekstrinsik adalah indikator hubungan antar pribadi dengan presentase 71.12% dan indikakor yang paling rendah pengaruhnya adalah indikator pengawasan dengan presentase 40%.
Correlation of Nitrite Oxide with Severity and Survival Rate of Sepsis Patients Sotianingsih, Sotianingsih; Mulyono, Budi; Dahesihdewi, Andaru; Halim, Samsirun; Syauqi, Ahmad
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 28, No 1 (2021)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v28i1.1749

Abstract

The objective of this research was to determine the correlation between Nitric Oxide (NO) levels with the severity ofsepsis, to describe the kinetics of NO levels, and to evaluate it in predicting mortality. This research was a longitudinal cohortobservational analytical study. The variables were serum NO levels and SOFA scores, which were serially evaluated. Thecorrelation test and difference test were used for statistical analysis. The survivor and the non-survivor group consisted of 14(41.18%) and 20 (58.82%) patients, respectively. There was a correlation between serum NO levels and the SOFA score at the24-hour observation (r=0.403; p=0.041). Non-parametric Mann-Whitney test showed that there was no kinetics of NOth levels at 0, 24, 72, and 144-hour observation (p-values =0.897 and 0.703, respectively). NO levels > 111,16 μmol/L at the 24hour could predict the risk of death with hazard ratio 4.7 compared to NO levels < 111,16 μmol/L. The survival rate ofpatients with serum NO levels <111,16 μmol/L and > 111,16 μmol/L was 83.3% and 37.5%, respectively. There was acorrelation between serum NO levels and SOFA scores at the 24-hour observation. However, there was no kinetics of NOlevels at serial evaluations. Nitric oxide levels with a cut-off of 111,16 μmol/L at 24 hours could predict the survival of septicth patients. Utilization of serum NO level at 24 hour can be used to evaluate the severity of septic patients and aggressivemanagement if there is an increase in serum NO levels > 111,16 μmol/L at 24 hours.
STUDI LITERATUR: TELAAH MEKANISME TRANSISI EPITELIAL-MESENKIMAL (TEM) PADA TUMOR FIBROEPITELIAL PAYUDARA Andrianto, Fathinah Ulfah; Quzwain, Fairuz; Syauqi, Ahmad
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.281 KB)

Abstract

ABSTRACT Fibroepitelial breast tumors are a group of neoplasms with heterogeneous lesions. Fibroadenoma (FA) and Phyllodes Tumor (PT) are classified as fibroepitelial breast tumors. Breast tumors that tend to be malignancy, there is a process that epithelial cells shift to mesenchymal cells, called Epithelial-Mesenchymal Transition (EMT). The aims of this was to determine the processes and factors in the mechanism of TEM in breast fibroepitelial tumors that would be the basis for distinguishing tumor types between the two. Keywords: Fibroepithelial Tumor of Breast, Epithelial-Mesenchymal Transition, Fibroadenoma, Phyllodes Tumor ABSTRAK Tumor fibroepitelial payudara merupakan kelompok dari neoplasma dengan lesi heterogen. Fibroadenoma (FA) dan Tumor Filoides (TF) ialah pembagian dari tumor fibroepitelial payudara. Pada tumor payudara yang cenderung pada jenis keganasan, terdapat proses yang dapat mengubah sel epitel menjadi sel mesenkimal, yang disebut juga Transisi Epitelial-Mesenkimal (TEM). Penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan proses dan faktor-faktor dalam mekanisme TEM pada tumor fibroepitelial payudara yang akan menjadi dasar untuk membedakan jenis tumor antara keduanya. Kata kunci: Tumor Fibroepitelial Payudara, Transisi Epitelial-Mesenkimal, Fibroadenoma, Tumor Filoides
Analisa Kadar Protein Albumin Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Air Tawar Segar dan Dikukus di Maduran Lamomgan Haq, Fafa Maulal; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1130

Abstract

Anguilla bicolor is the fish that have high level economic and that was export commodity. One of potential that have in protein content of albumin more high than another fish, this matter can be used as substitute alternative Human Serum Albumin (HSA) which market so expensive. The aim of this research is to know quality of Anguilla bicolor albumin, to compare between albumins of fresh Anguilla bicolor and have steamed. The used method this study is experiment with sampling purposive and technic Duplo test analysis. This research use four times test and each sample take two quotation top (around the head) and bottom (around tail). Process sterilization and deposition albumin doing in two sections the first, using NaOH 10% to promote pH to 11.5 and discharge pH use H2SO410 % to 5,5. For test albumin quantity itself use spectrophotometer with 420nm spectrum. Based on outcome research indicate quality of Anguilla bicolor albumin steamed more high than fresh Anguilla bicolor however difference obtained is not significant.ABTRAKIkan sidat (Anguilla bicolor) merupakan ikan yang memiliki potensi dalam bidang ekonomi yang tinggi dan merupakan komoditas ekspor yang menjanjikan. Salah satu potensi yang dimiliki adalah kandugan protein albumin ikan sidat yang tinggi jika dibandingkan dengan ikan lainnya, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti HSA (Human Serum Albumin) yang dipasaran harganya relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar albumin ikan sidat, juga membandingkan antara albumin ikan sidat segar dan dikukus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimen dengan purposive sampling serta teknik analisa uji rerata duplo. Penelitian ini menggunakan empat kali ulangan dan masing-masing sampel diambil dua cuplikan bagian atas (sekitar kepala) dan bagian bawah (sekitar ekor). Proses penyeterilan dan pegendapan albumin dilakukan dengan 2 tahap yakni menggunakan NaOH 10% untuk menaikkan pH hingga 11,5 dan penurunan pH menggunakan H2SO410 % hingga 5,5. Untuk uji kuantitas albumin sendiri menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang  450 A. Berdasalkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar albumin ikan sidat yang dikukus lebih tinggi daripada ikan sidat yang segar namun perbedaan yang didapatkan tidak signifikan.Kata Kunci : Ikan Sidat (Anguilla bicolor), Albumin, Segar, Kukus
Uji Aktivitas Salep Luka dari Albumin Ikan Sidat (Anguilla bicolor) pada Mencit (Mus musculus) Fuadi, Muhammad Chaniful; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1329

Abstract

Sidat fish (Anguilla bicolor) is one of fish that contain albumin. Benefit of albumin for new body cell formation and increasing speed of cell curing. The aim of this research to know effect of ointment from Sidat fish (Anguilla bicolor) against speed of wound curing. Method of this research used experimental Randomized Block Design and. Material of this research use ointment with concentration 5,10 and 20%, and positive control that do on 24 white Wister strains male mice. Every mices sliced two Cm on its back and smeared ointment twice per day with time interval from day 1 to day 15. Data analysis use One Way ANOVA test that helped with SPSS 17.1 computer program. Analysis result of this research there is no real differences because   P<0.05 P bigger than 0,005 (0,716). This proved from wound healing from 5% during seven days, 10% during six days, and 20% during five days and positive control during four days. ABSTRAKIkan sidat (Anguilla bicolor) merupakan salah satu ikan yang mengandung albumin.Manfaat dari albumin dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru serta dapat mempercepat penyembuhan jaringan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh salep dari albumin ikan sidat (Anguilla bicolor) terhadap percepatan kesembuhan luka sayat. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen rancangan acak kelompok. Bahan sediaan menggunakan sediaan salep dengan konsentrasi zat 5,10,dan 20%, dan kontrol positif, yang dilakukan  pada  24  ekor  mencit  putih  jantan  galur  wistar.  Mencit  disayat  sepanjang  2cm  pada  bagian punggung dengan pemberian salep sehari 2x dengan jangka waktu dari hari ke-1 selama 15 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA yang dibantu dengan program SPSS 17.1. Hasil analisa tidak didapatkan perbedaan nyata karena P<0,05 P lebih besar dari 0,05 (0,716). Hal ini dibuktikan dari penyembuhan luka sayat pada 5% selama tujuh hari, 10% selama enam hari, 20% selama lima hari dan kontrol positif selama empat hari.Kata kunci: ikan sidat (Anguilla bicolor),albumin,salep,luka sayat 
Perbandingan Kuantitas Glukosa pada Media Fermentasi Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) dan Limbah Buah Pepaya (Carica papaya L.) Rachmawati, Rachmawati Suprayoto; Syauqi, Ahmad; Santoso, Hari
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1377

Abstract

The rambutan rind and the papaya fruit waste can be hydrolyzed to produce glucose through fermentation process. The research has a purpose to find out the differences in the various comparisons of glucose that resulted by fermentation of rambutan rind and papaya fruit waste. This research uses experimental methods of Randomized Block Design with 5 kind of the treatment; the RP1, RP2, RP3, RP4, RP5 with 4 replications and that were 20 unit experiment. This research used a consortium of the fungus of Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp., and Candida sp. The addition of HCl 10 % until pH 5. Fermentation process for 4,671 day ( 112,104 hours ). The glucose levels by method sulphuric acid – phenol with UV- vis spectrophotometer technique. Analysed data with ANOVA α = 0.95% and test BNT. Comparison of raw materials fermentation the rind of rambutan and waste fruit of the papaya was RP5 treatment with glucose levels 2,533 %.ABSTRAKKulit buah rambutan dan limbah buah pepaya dapat dihidrolisis menjadi glukosa melalui proses fermentasi. Penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui perbedaan berbagai  perbandingan glukosa hasil fermentasi kulit buah rambutan dan limbah buah pepaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 macam perlakuan yaitu RP1, RP2, RP3, RP4, RP5 dengan 4 ulangan sehingga berjumlah 20 unit percobaan. Penelitian ini digunakan konsorsium jamur Trichoderma viride, Aspergillus niger, Hansenula sp, dan Candida sp. Dilakukan penambahan HCl 10% hingga pH 5. Serta proses fermentasi selama 4,671 hari (112,104 jam). Penentuan kadar glukosa menggunakan metode asam sulfat – fenol dengan teknik spektrofotometer UV – sinar tampak. Analisis data menggunakan ANOVA, α = 0,95% serta uji lanjutan dengan menggunakan uji BNT. Perbandingan kuantitas glukosa pada media fermentasi dari kulit buah rambutan dan limbah buah pepaya berbeda nyata kadar glukosa tertinggi didapatkan pada perlakuan RP5 (9 gram kulit buah rambutan : 3 gram limbah buah pepaya) dengan kadar glukosa 2,53 %.
Koloni Mikroorganisme pada Kuantitas Nitrogen dan Belerang Hasil Mineralisasi pada Residu Proses Fermentasi Biogas: Analisis Keanekaragaman Hotimah, Sitti Norul; Syauqi, Ahmad; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1381

Abstract

Biogas is gas that produced by anaerobic activities or fermentation result from organic matter including dirt human and animal, domestic waste (households), biodegradable garbage or any biodegradable organic waste in anaerobic condition.  Bio-slurry or biogas waste is a product of biogas processing that made from a mixture of livestock manure and water through anaerobic fermentation processes in biogas installations. This research was carried out to get the dominance value of microorganism colonies at the quantity of nitrogen and sulphur which the result of mineralization in the biogas fermentation residue, to determine the concentration of NH4+ ( % ) and sulphate ( % ) as the quantity of nitrogen and sulfur by mineralization result at the residue of the biogas fermentation process. This research was usesd method of descriptive – quantitave and SPC analysis. A value of diversity index ( H’ ) of 0.98352 and domination value (D ) of 0.10476. Microbial dominaton was  obtained 31 white microbial colonies, 9 yellowish, and 17 pink. The NH4+ in the sample test was seen from nine replication days, the results of UCL value was 38.57%, LCL was 32.58%, and mean was 35.58%. The results of sulphate concentration in nine replication days was obtained the UCL 3.84%, LCL 2.72%, and the mean 3.28% of sulphate concentration.Keywords: Microorganism, nitrogen, sulphurABSTRAKBiogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau hasil fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah yang dapat didegradasi atau setiap limbah organik yang biodegradable. Bioslury atau residu biogas adalah produk proses biogas dibuat dari bahan campuran kotoran ternak dan air melalui proses fermentasi anaerob pada instalasi biogas. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai dominasi koloni mikroorganisme pada kuantitas nitrogen dan belerang hasil mineralisasi pada residu proses fermentasi biogas, menentukan kadar NH4+ (%) dan Sulfat (%) sebagai kuantitas nitrogen dan belerang hasil mineralisasi pada residu proses fermentasi biogas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif – kuantitatif serta analisis SPC. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) 0,98352 dan nilai dominasi (D) 0,10476. Dominasi mikroorganisme didapatkan hasil koloni mikroorganisme bewarna putih sebanyak 31, 9 kekuningan,  dan 17 merah muda. Dari pengamatan NH4+ pada sampel uji diketahui dari sembilan hari ulangan, hasil nilai UCL 38,57%, LCL 32,58%, dan mean 35,58%. Hasil kadar sulfat dalam sembilan hari ulangan tersebut didapatkan hasil UCL 3,84%, LCL 2,72%, dan mean 3,28% kadar sulfat.Kata kunci: mikroorganisme, nitrogen, belerang
Analisa Organoleptik Proporsi Pati Bengkuang (Pachyrizuz erosus) Dan Bubuk Daun Katuk (Sauropus androgynus) Sebagai Lulur Kulit Pada Wanita Wijaya, Kusuma Lestari; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1386

Abstract

Masker is a traditional material natural cosmetic such as fruit and herbs that are useful as smooth skin and beauty. Masker has the benefit of skin tightening and body odors. Therefore, this study aimed to determine the proportion of jicama starch and powdered leaves katuk the results of mask of the skin in women. The research method was used survey to the panelists and descriptive statistical methods. The independent variable in this study was the number of jicama starch and powdered leaves of katuk used by comparison 7.5 g: 7.5 g, 9 g: 6 g, and 12 g: 3 g. The dependent variable in this study was the result of masks that include color, texture, aroma, adhesiveness, and after the use of data analysis used is descriptive analysis using correlation and continued with the test sign test. The results of descriptive analysis and correlation are the best proportion of which 12 g jicama starch: 3 g of powdered katuk leaves. While the analysis results Sign Test for Two Sample Paired Data for 9 g jicama starch: 6 g of powdered katuk leaves show there is a change after application. Both, there are changes that occur in the skin after application.ABSTRAKLulur merupakan kosmetik tradisional berbahan dasar alami seperti buah-buhan dan rempah-rempah yang berguna sebagai kehalusan kulit dan kecantikan. Lulur memiliki manfaat mengencangkan kulit dan mengatasi bau badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi pati bengkuang dan bubuk daun katuk terhadap hasil jadi lulur kulit pada wanita. Metode penelitian yang di gunakan adalah survei pada panelis dengan desain statistik deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah pati bengkuang dan bubuk daun katuk yang digunakan  dengan perbandingan 7,5 g : 7,5 g, 9 g : 6 g, dan 12 g : 3 g. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang meliputi warna, tekstur, aroma, daya lekat, dan setelah penggunaan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan uji korelasi dan dilanjutkan dengan dengan uji sign test atau disebut uji tanda. Hasil analisis deskriptif dengan uji korelasi  proporsi terbaik yaitu 12 g pati bengkuang : 3 g bubuk daun katuk. Sedangkan hasil analisa Sign Test For Two Sampel Paired Data untuk 9 g pati bengkuang : 6 g bubuk daun katuk menunjukkan  terdapat perubahan setelah pemakaian. Keduanya terdapat perubahan yang terjadi pada kulit setelah pemakaian.                                                                                           Kata kunci: Lulur kulit, pati bengkuang, bubuk daun katuk.
Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var Rubrum) – Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) sebagai Jamu Peluruh Urin Sholehuddin, Mohammad; Santoso, Hari; Syauqi, Ahmad
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1421

Abstract

 A diuretic is a compound that can stimulate urine releasing. The content of gingerol, curcumin and flavonoids in red ginger - white turmeric is thought to be efficacious as urine laxative. This study aims to determine efficacy of red ginger stew - white turmeric as urine laxative and to determine the level of differences in NaCl before and after drinking red ginger stew - white turmeric. The test was carried out by giving one1 cup (250 ml) of red ginger - white turmeric stew every day for 5 days. Using a quasi-experimental method with posttest pretest design was done. Data analysis uses percentage calculation. The results showed that administration of red ginger stew - white turmeric efficacious as a urine laxative which is characterized by increased intensity of urinary discharge, pH and NaCl of urine levels, as well as urine color that is getting transparent and clearer. Keywords: red ginger stew - white turmeric, urine laxative ABSTRAKDiuretikum adalah suatu senyawa yang dapat merangsang pengeluaran urin. kandungan senyawa gingerol, kurkumin dan flavonoid pada  jahe merah – kunyit putih diduga berkhasiat sebagai peluruh urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat rebusan jahe merah - kunyit putih sebagai peluruh urin dan untuk mengetahui kadar perbedaan NaCl sebelum dan sesudah minum rebusan jahe merah – kunyit putih. Pengujian dilakukan dengan pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih sebanyak 1 gelas (250 ml) perhari selama 5 hari. Menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan pre-tes post-test. Analisis data menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan jahe merah – kunyit putih berkhasiat sebagi peluruh urin, yang ditandai dengan meningkatnya intensitas pengeluaran urin, pH urin dan Kadar NaCl urin, serta warna urin yang semakin muda dan jernih.Kata kunci: rebusan jahe merah – kunyit putih, peluruh urin
Co-Authors Abdul Khalik Agustin, Sekar Sari Aisyah Wardani, Aisyah Ali Djamhuri Allinha Yusfin Innaya Amaliyah, Viki Andaru Dahesihdewi Andrianto, Fathinah Ulfah Anggraeni, Agintha Silvya Anshori, Syaiful Apriliani, Susi Arhabi, Abuddafi Arifin Fauzi Lubis Armaidi Darmawan Atika Atika Awan, Edi Aziz, Achmad Qomarul Baskara, Vanza Aulia Belqis, Farah Nabila Choiroh, Durrotul Darizal, Adjeng Amelia Lucky Delfira, Annisa Erny Kusdiyah Fairuz Quzwain Faisal Fatmawati Fatmawati Fuadi, Muhammad Chaniful Fuadi, Mukhlisul Guntur Trimulyono Hamdy, M. Kholis hani septiana, hani Haq, Fafa Maulal Hari Santosa, Hari Hari Santoso Hartanti Sandi Wijayanti Hasan Zayadi Hasmita, Debby Hidayati, Arini Hotimah, Sitti Norul Iskandar Yusuf Istiqfaroh, Laila Iwan Permadi Juliyanti, Afifah Koto, Rinta Febrina Kusmawati, Eka Kusumawardhany, Intan Ratna Lailah, Rukhil Lathifah, Iffah Maghfirah, Inayatul MAHALINA, WEDA Majida Ramadhan Maulidiyah, Ni'matul Melinda, Fatihatul Mubarok, Imam Anas Mufidah, Ana Liatul MUHAMMAD BAKRI MUKAMTO MUKAMTO, MUKAMTO Muryanah, Siti Muzayyanah, Nana Ningrum, Mei Ninda Nisa, Siti Rofiatun Nur Fazat Arinal Haq, Nur Fazat Arinal NUR KHOLIFAH Nurdin, Immega Adelia Nurmala, Aulia Putri Pakiding, Mainar Daud Puspithasari, Agustina Dwi Rachmawati, Rachmawati Suprayoto Ramadhan, Majida Ranitadewi, Ika Nindyas Ratna Djuniwati Lisminingsih Refiandinova, Fatur Rini Oktari Batubara Riyadi, Tomi Rodiyanto Rohimah, Ririn Alfiatu Rohmatillahil Jamilah, Favi Rustandi, Helmi Saada, Iqlimatus Saifudin Asrori Saimul Laili Samsirun Halim Setyawan, Febrianto Sholehuddin, Mohammad Siti Fatimah Siti Fatonah Sonny, Sonny Sotianingsih, Sotianingsih Sri Wahyuni Suhartini, Venita Sukiran, Nufan Muwafiq Syifa, Carla Amadea Tintrim Rahayu, Tintrim Tresna, Adira Tatus Trisna, Adira Tatus Ulfa, Syazwani Umaroh, Sofiyatul Umma, Firda Firdausi Utami, Ade Ratna Varadibbah, Hasina Wahyu Indah Dewi Aurora Wakik, Wakik Widodo, Laurentius Urip Wijaya, Kusuma Lestari Wulandari, Rossa Martha Yuana, Hera Zaki, Siti Muzakiyah Zuliyana, Devy Zulkarnain, Rahmat