Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Fermentasi Buah Maja dan Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) : Comparison of Application of Liquid Organic Fertilizer Fermentation of Maja Fruit and NASA Liquid Organic Fertilizer on Tomato Plant Growth (Lycopersicum esculentum) Kamilia, Wardah; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.15416

Abstract

Tomato (Lycopersicum esculentum) is a multipurpose and multifunctional fruit vegetable that can be cultivated in lowland or highland land. One of the factors that greatly affect the yield of tomato plants is fertilization. Liquid organic fertilizer fermented maja fruit is a simple fertilizer extracted from maja fruit, liquid organic fertilizer fermented maja fruit can provide additional organic matter in the form of nutrients needed by plants. NASA liquid organic fertilizer is a liquid organic fertilizer which is an extraordinary invention in the world of agriculture and can provide nutrients to plants. This research was conducted in the garden of Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Malang City in June – August 2021. The results showed that the best in the study was the administration of NASA liquid organic fertilizer with a concentration of 20 ml due to the availability of macro and micro nutrients which were more complete and easily absorbed than the liquid organic fertilizer fermented by maja fruit. which also has lower effectiveness at 5ml concentration. Keywords: Maja Fermentation liquid organic fertilizer, NASA liquid organic fertilizer, Tomato ABSTRAK Tomat (Lycopersicum esculentum) tergolong sayuran buah multiguna dan multifungsi yang dapat dibudidayakan di lahan dataran rendah ataupun lahan dataran tinggi. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil tanaman tomat adalah pemupukan. Pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja merupakan pupuk sederhana yang diekstraksi dari buah maja, pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja dapat memberi tambahan bahan organik berupa unsur hara yang diperlukan tanaman. Pupuk organik cair NASA adalah pupuk organik cair yang merupakan penemuan yang luar biasa dalam dunia pertanian serta dapat memenuhi nutrisi pada tanaman. Penelitian  ini dilaksanakan di kebun Jalan Joyo Suryo, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Juni – Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan yang terbaik dalam penelitian yaitu pada pemberian pupuk organik cair NASA konsentrasi 20ml karena ketersediaan unsur hara makro dan mikro yang lebih lengkap dan mudah  terserap dengan baik dibanding pupuk organik cair hasil fermentasi buah maja yang juga memiliki efektivitas lebih rendah dengan konsentrasi 5ml.  Kata kunci: POC Maja, POC NASA, Tomat
Pengaruh POC NASA dan NUPOC terhadap Pertumbuhan Tanaman Talas Jepang (Colocasia esculenta var. antiquorum): The Effect of POC NASA and NUPOC on the Growth of Japanese Taro (Colocasia esculenta var. antiquorum) Dewi, Afkarin Kamilah; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.15460

Abstract

Liquid organic fertilizer is a solution derived from the decomposition of plant residues, agro-industry, animal faeces, and humans and contains more than one nutrient. POC Nasa liquid organic fertilizer is mainly used for all types of food crops and perennial plants that contain micronutrients and are equivalent to one ton of manure. NUPOC is believed to increase plant vegetative and generative productivity, increase soil fertility, and make plants healthy and safe for the environment. Taro is classified as a taro (Araceae) that can grow in tropical and subtropical areas. This study aimed to study the effect of POC Nasa and NUPOC, as well as the optimum concentration on the growth and yield of Japanese Taro plants. This study was designed with a completely randomized design consisting of two factors. The first factor is POC, consisting of POC Nasa and NUPOC; the second is the concentration starting from the control, 5, 10, 15, and 20 ml/litre of water with three replications. Observations were made on plant height, area and number of leaves, dry and wet weight of leaves. ANOVA analysis for significant differences in each treatment was then continued with a 5% DMRT test, providing results that administration with a concentration of 10 ml/litre of POC Nasa and NUPOC showed a significant effect on all observation variables. Keywords: POC NASA, NUPOC, Japanese Taro ABSTRAK Pupuk organik cair merupakan larutan dari hasil dekomposisi residu tanaman, agroindustri, feses hewan, dan manusia dengan terkandung lebih dari satu unsur hara. Pupuk organik cair POC Nasa utamanya digunakan untuk semua jenis tanaman pangan dan tanaman tahunan yang mengandung mikronutrien dan setara satu ton pupuk kandang. Sedangkan NUPOC dipercaya dapat menaikkan produktivitas vegetative tanaman dan generatifnya, kesuburan tanah meningkat, menyehatkan tanaman serta aman bagi lingkungan. Talas tergolong keladi (Araceae) yang dapat tumbuh didaerah tropis maupun subtropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh POC Nasa dan NUPOC, serta konsentrasi optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman Talas Jepang. Penelitian ini didesain dengan rancangan acak lengkap terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah POC terdiri dari POC Nasa dan NUPOC, faktor kedua yaitu konsentrasi dimulai dari kontrol, 5, 10, 15, dan 20 ml/liter air dengan 3 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan pada tinggi tanaman, luas dan jumlah daun, berat kering, dan berat basah daun. Analisis ANOVA untuk adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan kemudian dilanjut uji DMRT 5%, memberikan hasil bahwa pemberian dengan konsentrasi 10 ml/liter POC Nasa dan NUPOC menunjukkan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Kata kunci: POC NASA, NUPOC, Talas Jepang
Pemeliharaan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) dengan Frekuensi Pemberian Pakan Berbeda Di UPT BBI Sukorejo Gondang Legi Malang: Carp (Cyprinus Carpio L.) Seed Maintenance with Different Feeding Frequency AT UPT BBI Sukorejo Gondang Legi, Malang Ningsih, Fitriyah; Santoso, Hari; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.15511

Abstract

In fish farming, it is necessary to pay attention to the difference in concentration between the environmental media and body fluids to maintain osmoregulation. Factors that affect the growth and survival of fish, in addition to feed, are water quality. Temperature can affect fish activity in growth, respiration, and reproduction. The high temperatures can reduce dissolved oxygen and affect the appetite of fish. The optimum temperature for fish appetite is 25 C – 35 C. This study aimed to compare the effect of different feed frequencies on the growth and survival of carp (Cyprinus carpio L.) at UPT BBI Sukorejo Gondang legi. The research method was direct practice in the field using a RAK, consisting of three treatments, namely: T1 = fed one time/day (pk 07.00), T2 = fed two times/day (pk 07.00 and pk 17.00), and T3 = fed three times/day (07.00 pk, 12.00 pk and 17.00 pk) with six replications. The results showed a significant difference in the feeding frequency, which differed from the carp's growth rate and survival. This study concludes that the frequency of feeding significantly affects the growth and survival of carp, where the best survival is the third treatment.   Keywords: feed efficiency, growth and survival of goldfish (Cyprinus carpio L)   ABSTRAK Budidaya ikan memerlukan perbedaan konsentrasi dari konsentrasi cairan tubuh dan media lingkungan hidup agar osmoregulasi bisa pertahankan. Faktor yang berpengaruh pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas adalah pakan, kualitas air, dan suhu. Suhu berpengaruh pada aktivitas ikan di proses pertumbuhan, pernapasan, serta proses reproduksi. Suhu paling sesuai untuk makan ikan berkisar 25 ᵒC – 35 ᵒC. Penelitian ini bertujuan membandingkan antara pengaruh pemberian pakan dengan frekuensi  berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan ikan mas yang ada di UPT BBI Sukorejo Gondang legi. Penelitian ini bertempat di BBI Gondang Legi di bulan juni-juli 2021. Penelitian dilaksanakan memakai pratik langsung lapangan memakai RAK dengan  tiga perlakuan berikut : P1 = diberi pakan 1 kali/hari (pk 07.00), P2 = diberi pakan 2 kali/hari (pk 07.00 dan pk 17.00) dan P3 = diberi pakan 3 kali/hari (pk 07.00, pk 12.00  dan pk 17.00) dengan enam kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan angka laju pertumbuhan 95.00 dan kelangsungsan hidup 147.00 bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan ikan mas. Kesimpulan penelitian ini yaitu dengan frekuensi pemberian pakan berbeda maka akan  berpengaruh signifikan terhadap kelulushidupan serta pertumbuhan  ikan mas. Kelulushidupan paling baik ada diperlakuan ke tiga. Kata kunci : Efesiensi Pakan, Pertumbuhan dan kelulus hidupan Ikan Mas (Cyprinus carpio L)
Analisis Perbandingan Kualitas Air sumur Bor dan sumur gali di desa gesikan kecamatan pakel kabupaten Tulungagung: Comparative Analysis of Water Quality of Drilling Wells and Dug Wells in Gesikan Village, Pakel District, Tulungagung Regency Ilma, Habibatul; Laili, Saimul; Prasetyo, Hamdani Dwi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.16337

Abstract

Water is the source of life which roles essentially on living things' lives. Human is one of the living things that dominate the use of water. Naturally, in terms of using it for daily use clean water is needed. To be categorized as clean water, it has to meet the health requirements of free pollution and meet the quality standards physically, chemically, and biologically. However, there are natural factors and artificial factors which can predispose the water quality of an area, such as the well type and its construction. This research is aimed to know the existence of the difference between the drilled and the dug well based on the physical, chemical, and biological parameters, and to know the water advisability on the water source to be used by the people on fulfilling daily needs that meet the quality standards based on PP RI No. 82 of 2001 and PERMENKES RI No. 32 of 2017. The samples is drilled well water and dug well water each of amounted to 10 samples and was determined purposive. This research was analyzed by quantitative descriptive using Independent T-Test with the help of PAST 4.09 software. The result of the research obtained on temperature, and pH and dissolved oxygen indicators show that the water quality is better in the drilled well than in the dug well. Meanwhile, dissolved solids, suspended solids, salinity, hardness, dissolved CO2, and Coliform total show that the water quality is better on the dug well than on the drilled well. Nevertheless, the test Independent T-Test result water quality between the drilled well and dug well that there is no significant difference (P > 0,05). And on each measured parameter, it shows that still in accordance the clean water quality standards based on government regulation, so that the water still advisable to be used for daily needs fulfillment. Keywords: Comparison, Water Quality, Drilled Wells, Dug Wells ABSTRAK Air merupakan sumber kehidupan yang berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup. Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang mendominasi akan pemanfaatan kebutuhan air. Tentunya dalam pemanfaatan untuk kehidupan sehari-hari dibutuhkan kualitas air yang bersih. Dapat dikatakan sebagai air bersih harus memenuhi syarat kesehatan bebas dari pencemaran dan memenuhi standart kualitas secara fisika, kimia, dan biologi. Namun, terdapat faktor alami dan faktor buatan yang dapat mempengaruhi kualitas air pada suatu daerah, salah satunya faktor buatan adalah jenis sumur dan konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan kualitas air pada sumur bor dan sumur gali berdasarkan parameter fisika, kimia, dan biologi, serta untuk mengetahui kelayakan air pada sumber air tersebut guna dimanfaatkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan standart baku mutu berdasarkan PP RI No.82 Tahun 2001 dan PERMENKES RI No.32 Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan secara analisa deskriptif kuantitatif. Sampel ditentukan secara purpisove sampling dengan jumlah 20 sampel. Data dianalisa menggunakan Uji Independent T-Test pada software PAST 4.09. Pada indikator suhu sebagai parameter fisika, pH dan oksigen terlarut sebagai parameter kimia menunjukkan kualitas airnya lebih baik pada sumur bor dari pada sumur gali. Sementara pada parameter fisika (padatan terlarut, padatan tersuspensi); parameter kimia (salinitas, kesadahan CaCO3, dan CO2 terlarut) serta parameter biologi total Coliform menunjukkan kualitas airnya lebih baik pada sumur gali dari pada sumur bor. Hasil uji beda pada setiap indikator diperoleh nilai p > 0,05. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kualitas air antara sumur bor dan sumur gali. Dan setiap parameter terukur menunjukkan masih dibawah standart baku mutu air bersih yang artinya air masih layak digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Kata kunci: Perbandingan, Kualitas Air, Sumur Bor, Sumur Gali
Efektivitas Sistem Penyungkupan pada Pembibitan Stek Tanaman Anggur (Vitis vinifera L.) Varietas Isabella Dan Banana: The Effectiveness of Covering Systems in Nurseries of Grape Cuttings (Vitis vinifera L.) Isabella and Banana Varieties Shaleh, Shafyan Khairus; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.16970

Abstract

The vine (Vitis vinifera L.) has good prospects to be developed in Indonesia by vegetative and generative methods, of which development is mostly carried out by vegetative because the growth time is faster. Efforts to provide plant cover use plastic to maintain the microclimate in the plant area to accelerate growth. The purpose of this study was to compare the growth of grape cuttings using a capped and uncoated system of Isabella and Banana varieties, and to analyze the effect of environmental factors on the growth of grape cuttings. This research was conducted from February to April 2022 on Jl. Joyo Suryo, Merjosari, Lowokwaru sub-district, Malang City. The design used in this study was a randomized block design (RAK) with 2 factors. The first factor is the limiting factor which consists of concealment and non-coagulation. The second factor was Isabella and Banana which were repeated 5 times. The growth parameters observed included shoot length, number of leaves, number of roots, root length, percentage of life, wet weight and dry weight. The data analysis used was the ANOVA test to see the comparison between the hood and without the hood, and the regression test to see the influence of environmental factors. The results showed that the treatment with a lid had better growth on the parameters of shoot length, number of leaves, root length, and wet weight compared to without using a lid. Environmental factors (microclimate) that can affect the growth of vine cuttings are soil temperature, air temperature, soil moisture, air humidity, soil pH, and the intensity of sunlight which have different effects on the containment treatment than without the cover. Keywords : Abiotic Factors, Covering Systems, Grape Cuttings Tanaman anggur (Vitis vinifera L.) mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan di Indonesia dengan cara vegetatif dan generatif, dari pengembangan tersebut yang banyak dilakukan yaitu dengan cara vegetatif karena waktu pertumbuhannya lebih cepat. Upaya pemberian penyungkupan tanaman menggunakan plastik untuk menjaga iklim mikro pada area tanaman untuk mempercepat pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pertumbuhan stek tanaman anggur menggunakan sistem penyungkupan dan tanpa penyungkupan varietas Isabella dan Banana, dan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap pertumbuhan stek tanaman anggur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sanmpai April 2022 di Jl. Joyo suryo, Merjosari, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu faktor pembatas yang terdiri dari penyungkupan dan tanpa penyungkupan. Faktor kedua jenis varietas yaitu Isabella dan Banana yang diulang sebanyak 5 kali. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi panjang tunas, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, persentase hidup, berat basah dan berat kering. Analisis data yang digunakan yaitu uji anova untuk melihat perbandingan sungkup dan tanpa sungkup, dan uji regresi untuk melihat pengaruh faktor lingkungan. Hasil penelitian menghasilkan bahwa perlakuan yang disungkup lebih baik pertumbuhannya yaitu pada parameter panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, dan berat basah dibandingkan dengan tanpa menggunakan sungkup. Faktor lingkungan (iklim mikro) yang dapat mempengaruhi pertumbuhan stek tanaman anggur adalah suhu tanah, suhu udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, pH tanah, dan intensitas cahaya matahari memberikan pengaruh yang berbeda pada perlakuan sungkup dibandingkan tanpa sungkup.  Kata kunci : Faktor abiotik, Sistem Penyungkupan, Stek Tanaman Anggur
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat): Response to Providing Bio Sugih and Eco Farming Liquid Organic Fertilizer on the Growth of Chrysanthemum Flower Plants (Chrysanthemum morifolium Ramat) Primasari, Yopi Nabilla; Laili, Saimul; Tito, Sama Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.17331

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is one of the ornamental plants that are in great demand by the people of Indonesia. Unfortunately, chrysanthemum seeds are still imported from abroad such as Germany, the United States, Netherlands and Japan. This causes the cost of production to be more expensive. Efforts to provide liquid organic fertilizer is one of the efforts to increase the production of local chrysanthemum seeds so that it can boost consumer needs. This study aims to analyze the effect of the type and concentration of liquid organic fertilizer, as well as the interaction of liquid organic fertilizer on the growth and yield of Chrysanthemum morifolium Ramat. This research was conducted in May-June 2022. This research was conducted in Nongkojajar, Wonosari, Tutur, Pasuruan, East Java. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 treatment and control factors. These two factors use consisting of (n0) without concentration (control), (n1) concentration of 5 ml POC/liter of water, (n2) concentration of 10 ml POC/liter of water, (n3) concentration 15 ml of POC/liter of water, (n4) concentration of 20 ml of POC/liter of water. The variables observed in this study were plant height, leaf area, number of leaves, dry weight and wet weight of leaves, root length and abiotic factors. This study used a one-way ANOVA test to determine the significant difference in each treatment and then continued with the 5% DMRT test. This study yielded the results that the administration of POC Bio Sugih had a significant effect on the variables of plant height, number of leaves, wet weight and dry weight of plants. Meanwhile, the provision of POC Eco Farming was more dominant in the variable leaf area with thicker stems compared to POC Bio Sugih.  Keywords: Bio Sugih, Eco Farming, Chrysanthemum plants (Chrysanthemum morifolium Ramat). ABSTRAK Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak peminat khususnya di Indonesia. Sayangnya, untuk bibit krisan sendiri masih melakukan impor dari luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Belanda. Hal ini menyebabkan biaya produksi semakin mahal. Upaya pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan produksi bibit krisan lokal sehingga dapat mendongkrak kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan guna menganalisis pengaruh jenis dan konsentrasi pupuk organik cair, serta interaksi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan hasil tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Nongkojajar, Dusun Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan kontrol. Dua faktor ini masing-masing menggunakan POC terdiri dari (n0) tanpa konsentrasi POC (kontrol), (n1) konsentrasi 5 ml POC/liter air, (n2) konsentrasi 10 ml POC/liter air, (n3) konsentrasi 15 ml POC/liter air, (n4) konsentrasi 20 ml POC/liter air. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman luas daun, jumlah daun, berat kering, dan berat basah daun, panjang akar dan faktor abiotik. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA satu arah guna mengetahui adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan lalu dilanjut uji DMRT 5%. Penelitian ini memberikan hasil bahwasanya pemberian POC Bio Sugih berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman. Sedangkan pemberian POC Eco Farming lebih dominan terhadap variabel luas daun dengan batangnya yang lebih berisi dibandingkan dengan POC Bio Sugih. Kata kunci: Bio Sugih, Eco Farming, Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat).
Aplikasi Fermentasi Limbah Padat Ampas Tahu Dan Ampas Tempe sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Kenikir (Cosmos audatus): Application of Fermented Tofu Solid Waste and Tempe Dregs as Organic Fertilizer on Growth Kenikir Plant (Cosmos audatus) Arifyani, Laily Febrian; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.18478

Abstract

Tofu and tempeh are foods that are liked by the community. From the processing of tofu and tempeh will produce waste. Many people are thrown away, even though it can be used as organic fertilizer for plant growth. tofu Tofu dregs contain nitrogen (N) on average 16% of the protein it contains. This study aims to analyze the effect of fermenting tofu and tempeh liquid waste on the growth of kenikir (Cosmos caudatus) plants. The design used in this study was a randomized block design consisting of 2 factors. The first factor is giving fermented tofu waste which consists of 4 levels, namely 50, 100,, 200 and 300 g per plant, the second factor is giving fermented tempeh solid waste which consists of 4 levels, namely 50, 100,, 200 and 300 g, 0 grams as a control so there are 9 treatments in total. And each treatment has 3 replications. Parameters observed in this study were plant height, number of leaves, wet and dry weight of plants, leaf area and root length. The results showed that the fermentation of tofu and tempeh waste had a significant effect on the growth of kenikir plants with the parameters of plant height, number of leaves, leaf area, leaf area, wet weight and dry weight of the plant. The treatment of solid waste fermentation of 300 grams of tofu from planting is the best treatment in accelerating the growth of plant length, wet weight, dry weight, wet weight, number of leaves, leaf areainplants. Keywords: tofu dregs, tempeh dregs, kenikir plant (Cosmos caudatus) ABSTRAK Tahu dan tempeImerupakan makanan yangIdisukai Masyarakat. Dari prosesIpengolahan tahu danItempe akan menghasilkan limbah. Banyak kalanganImasyarakat yang dibuang begitu saja padahal bisa dijadikan sebagai pupuk organik untukIpertumbuhan tanaman. Ampas tahuImengandung unsure nitrogenI (N) rata-rata 16% dari protein yangIdikandungnya. Penelitian ini bertujuanIuntuk menganalisis pengaruhIpemberian fermentasi limbah cair tahuIdan tempe untuk pertumbuhanItanaman tanaman kenikir (Cosmos caudatus). RancanganIyang digunakan dalam penelitianIini adalah rancangan acak kelompokIyang terdiri dariI2 faktor. FaktorIpertama pemberian fermentasiIlimbah tahu yang terdiri atas 4 taraf yaituI50, 100, 200 dan 300 g per tanaman, faktor keduaIpemberian fermentasi limbah padat tempe yang terdiriIatas 4 taraf yaitu 50, 100, 200 dan 300 g. 0 gram sebagai controlIsehingga total terdapat 9 perlakuan. Dan setiap perlakuanIterdapat 3 kali ulanagn. Parameter yang diamatiIpada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah danIberat kering pada tanaman, luasIdaun dan Panjang akar. Hasil penelitianImenunjukan pemberian fermentasiIlimbah tahu dan tempe berpengaruhInyata terhadap pertumbuhan tanamanIkenikir dengan parameter tinggi tanaman, Ijumlah daun luas daun, luas daun, beratIbasah dan berat kering tanaman. Perlakuan fermentasi limbah padat tahu 300 gIpertanaman merupakan perlakuanIterbaik dalam mempercepat pertumbuhan panjang tanaman, berat basah, berat kering, beratbasah, jumlah daun,luas daun pada tanaman. Kata kunci: ampas tahu, ampas tempe, tanaman kenikir (Cosmos caudatus).
The Aplication Effect Of Liquid Fertilizer to Maja Fruit fermentation and NUPOC with Hydroponic Styrofoam Method (Floating Raft) to the Ipomoea aquatica Plant Growth Laili, Saimul
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.50-56

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of liquid organic fertilizer fermented by maja fruit and NUPOC on the growth of water spinach plants and to determine the effective concentration affecting the growth of water spinach plants (Ipomoea aquatica). This research was carried out by CV. Javacola which is located on Jalan Joyo Suryo Lowokwaru Malang, during October to December 2021. Using the Experimental Randomized Block Design (RAK) method. In each nutrient, there were 9 treatments and 5 replications, with treatment concentrations of 5 ml/liter, 10 ml/liter, 15 ml/liter and 20 ml/liter. Data analysis used the one-way ANOVA test and if there was a significant difference, it was continued with the 5% BNT test. The results showed that the treatment that had the highest effect on plant height, number of leaves, root length, number of roots, wet weight and dry weight was P1A4 treatment (Maja fruit fermentation 20 ml/liter), while the NUPOC treatment had a high effect on growth, namely in the P2A3 treatment (NUPOC 15ml/liter). Existing limiting factors such as temperature, humidity, light intensity and soil pH are still within the range of water spinach plant growing requirements.
PENGENALAN KONSERVASI SUMBERDAYA HAYATI IKAN BERBASIS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Husain Latuconsina; Hari Santoso; Saimul Laili
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya hayati ikan dari tahun ke tahun semakin meningkat dan tidak terkotrol diiringi penurunan mutu lingkungannya, telah mengancam keberadaan ikan di alam liar. Fenomenan ini diduga karena minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang ikan dan aspek kehidupannya. Upaya konservasi sumberdaya hayati ikan perlu terus dilakukan, salah satunya  memperkaya pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat berbasis sekolah dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman untuk siswa sekolah terkait dengan sumberdaya hayati ikan dan konservasibya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2020 dengan mitra adalah siswa SMA Diponegoro Kabupaten Jembrana-Bali. Kegiatan dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pembelajaran dan tahap evaluasi. Tahapan pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar. Hasil evaluasi secara umum pengetahuan siswa masih minim tentang ikan dan upaya konservasi.  Direkomendasikan perlunya pembeajaran pengenalan sumerdaya hayati ikan dan konservasinya dalam kuirkulum sekolah, untuk mendukung kegiatan konservasi yang selama ini dijalankan di Indonesia.  
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MINAT WIRAUSAHA SAMPAH SISWA SMA DIPONEGORO NEGARA DAN MAN 1 JEMBRANA, BALI Hamdani Dwi Prasetyo; Majida Ramadhan; Saimul Laili
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan wisata publikasi ilmiah, dilakukan upaya peningkatan  pengetahuan pengolahan sampah dan motivasi jiwa kewirausahaan siswa SMA Diponegoro Negara dan MAN 1 Jembrana, Bali. Metode penyuluhan dalam kegiatan ini dilakukan melalui tahap penyebaran kuesioner pra penyuluhan, tahap penyuluhan pengolahan limbah dan minat wirausaha, tahap pasca kuesioner pasca penyuluhan. Data kuesioner dianalisis menggunakan skala likert serta uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui kevalidan instrumen kuesioner. Hasil kuesioner sebelum penyuluhan diperoleh bahwa pemahaman siswa terhadap klasifikasi, jenis dan dampak sampah. Pengetahuan siswa terhadap sampah organik dan anorganik telah dipahami, namun siswa masih sedikit memahami jenis sampah. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah juga dipahami oleh siswa, namun masih sedikit siswa yang mengetahui cara pengolahan dan manfaat sampah. Hal ini menyebabkan minat wirausaha sampah menjadi minim. Upaya penyuluhan memberikan penjelasan terkait sampah dan pengelolaan serta menumbuhkan minat wirausaha sampah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman siswa sebesar 6% dari hasil penyuluhan. Hasil uji validitas dan reliabilitas juga menunjukkan bahwa instrumen valid dan reliabel. Peningkatan pemahaman terhadap pengelolaan sampah dan minat wirausaha sampah oleh siswa disebabkan oleh siswa telah memahami cara pengolahan sampah, sehingga siswa berminat untuk membuat kreativitas dari sampah disekitarnya. Dengan demikian, peserta telah memperoleh peningkatan pengetahuan terhadap cara pengolahan sampah dan minat wirausaha sampah.
Co-Authors Abd Chalim Asnawi Adi Suryo Purnomo Afif Hilmi Afrian syarif Hidayat Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi ahmad syauqi ahmad syauqi, ahmad Aini, Novia Nurul Ainul Yaqin Ainur Rofiq Ainur Rofiq Aisyah Aisyah Al Fattah, Muhammad Haris Amalia Kamelia Arifyani, Laily Febrian Asnawi, Abd Chalim Azizah, Silvia Fitrotul Badat Muwakhid Budi Santoso Dewi, Afkarin Kamilah Diyah Ayu Trisna Mulyani Dwi Budi Santoso elok muwafiqoh Erin Novita Agustina Faizatus sholihah Fatihatul Melinda Fatur rohman Rohman Fikriyah, Khafivatul Fitriyah Ningsih Ghufron Najib Hafiana, Rina Alfi Hamdani Dwi Prasetyo hani septiana hani septiana, hani Hari Santoso hari santoso Hari Santoso Hari Santoso Hasan Zayadi Hasanah, Rochmatul Hilmi, Afif Hurriatun Nisa Husain Latuconsina Ilma, Habibatul Ilvi Iftitahur Rahmah Immega Adelia Nurdin Indriyana, Nunuk Setia irma syahlizawati Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh ISTIQOMAH, LAILATUL Jamhari Jamhari Kamilia, Wardah lailatul istiqomah Lailatul Mufairoh Lathifah, Iffah Lesminingsih, Ratna Djuniwati Lia Nora, Feby Linda Purwanti Luluk Atul Ainiyah Mahmudi Mahmudi Mahmudi Mahmudi Majida Ramadhan Melinda, Fatihatul Moch. Chasan Basri Mohammad Faiz Fahriyan Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Muaffah, Zumrotul Mufairoh, Lailatul Muhammad Haris Al Fattah mujalifah mujalifah Mulyani, Diyah Ayu Trisna muwafiqoh, elok Ningsih, Fitriyah Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Novi Komariah Novia Nurul Aini Nunuk Setia Indriyana Nur Aini Nur Fazat Arinal Haq Nur Fazat Arinal Haq, Nur Fazat Arinal Nurdin, Immega Adelia Nurul Bahriyah Nurul Fitriyah Ika Putri Nurul Jadid Mubarokati Nurul Latifah Nurus Sa'adah Octavia Shahilla Aniansyah Pranoto, Wahyu Eko Primasari, Yopi Nabilla Rahmah, Ilvi Iftitahur Ramly Abdullah Subianto Ratna Djuniwati L Ratna Djuniwati Lesminingsih Ratna Djuniwati Lisminingsih Rina Alfi Hafiana Rizal Ruliyas Arfian Rohmatillahil Jamilah, Favi Safitri, Silvia Eka Sama’ Iradat Tito Shaleh, Shafyan Khairus Silvia Eka Safitri Silvia Fitrotul Azizah Sirojuddin M. Rochmat Siti Fatonah Siti Fatonah Siti Rahmawati Wahyuningsih Subhan Maulidi K.B.F Suci Nurul Hidayati Suhnin, Zuhria binti syahlizawati, irma Tintrim Rahayu, Tintrim Tito, Sama ’ Iradat Umma, Firda Firdausi ummah, Shobihah rifatul Wahyu Eko Pranoto Yaqutun Nafisah Zuhria binti Suhnin Zumrotul Muaffah