Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Hasil Samping Pembuatan Biogas sebagai Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Bawang Merah (Allium cepa L.) Mufairoh, Lailatul; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i1.1418

Abstract

The shallots production enhancements, an improvement in cultivation techniques and organic fertilizer is needed. Biogas liquid waste is one of the organic fertilizers that can be used in plants. The benefit of biogas liquid waste is that it can improve soil properties and produce agricultural products that are safe for health. The purpose of this study was to determine the effect of dose and time of bio-slurry fertilizer on the growth of red onion (Allium cepa L.). Research used a randomized block design consisting of two factors. The first factor is the time of fertilizer application which consists of four levels, namely: control, W1, W2 and W3. The second factor is the administration of bio-slurry fertilizer dose of 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml. The results showed that the application of bio-slurry fertilizer affected the growth of shallots. The treatment of D4W1 (fertilizer every week with a dose of 100 ml) showed the best results in each parameter, namely plant height, leaf number, leaf area, root length, wet weight and dry weightABSTRAKPeningkatan produksi bawang merah diperlukan adanya perbaikan teknik budidaya  dan pemberian pupuk organik. Limbah cair biogas adalah salah satu pupuk organik yang dapat digunakan pada tanaman. Manfaat limbah cair biogas adalah  dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan menghasilkan produk pertanian yang aman bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian pupuk bio-slurry terhadap pertumbuhan bawang merah (Allium cepa L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu waktu pemberian pupuk yang terdiri dari empat taraf yaitu: kontrol, W1, W2 dan W3. Faktor kedua adalah pemberian dosis pupuk bio-slurry yaitu 25 ml, 50ml, 75 ml dan 100 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bio-slurry berpengaruh terhadap pertumbuhan bawang merah. Perlakuan D4W1 (pemberian pupuk setiap minggu dengan dosis 100 ml).menunjukkan hasil yang terbaik pada setiap parameter yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah dan berat kering.Kata kunci: Pupuk Bio-Slurry, Bawang merah (Allium cepa L.), waktu pemberian pupuk
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Biji Kelor (Moringa olifera) Rofiq, Ainur; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i2.2193

Abstract

Moringa plants are one of the not only a source of food, medicine, and animal feed, they can also be an alternative energy source of fuel (biodiesel) that is environmentally friendly because the seeds contain relatively high oil. Plants are easy to grow on critical land or dry land. Moringa plants are a viable choice to be developed as a food source and; also energy. Moringa (Moringa oleifera) is a native species from the Middle East including India, Pakistan, Bangladesh, and also Indonesia, but in the real conditions, the rural environment moringa plants are less noticed and have not been cultivated. In general, the moringa is bred by cuttings but this method will inhibit the plant because the root fibers are only in cuttings and grafting. The aim of the study was to determine the effective concentration of Moringa seeds in germination. Experimental methods were used with five treatments, namely control, 25, 50, 75, and 100% and four replications. The number of research units is 20 plots / media using coconut water. The measured parameters were the number of germination, length, number of roots, root length, the number of leaves of sprouts. The treatment of 25% (P1) gave consistently optimal growth compared to the others. On the twelfth day the optimal sprout is at a concentration of 25%. Keywords: Moringa, germination, coconut waterABSTRAK Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman tidak hanya sebagai sumber pangan, pengobatan, dan makanan ternak, tanaman ini juga dapat sebagai sumber energi alternatif bahan bakar (biodiesel) yang ramah lingkungan karena di dalam bijinya mengandung minyak relatif tinggi. Tanaman mudah tumbuh di lahan kritis atau lahan kering. Tanaman kelor menjadi pilihan yang layak untuk dikembangkan sebagai sumber pangan dan ; juga energi. Kelor (Moringa oleifera)  adalah spesies asli dari Timur Tengah termasuk India, Pakistan, Bangladesh, dan juga Indonesia, tetapi pada kondisi real, di pedesaan tanaman kelor kurang diperhatikan dan belum dibudidayakan. Secara umum tanama kelor dikembangbiakan dengan setek atau cangkok dan cara ini akan menghambat tanama karena akar serabut hanya ada di setek dan cangkok. Tujuan penelitian adalah untuk menetahui konsentrasi yang efektif terhadap biji kelor dalam perkecambahan.  Digunakan metode esperimen  dengan lima perlakuan yaitu kontrol, 25, 50, 75, dan 100% dan empat ulangan. Jumlah unit penelitian ada 20 plot/media dengan  menggunakan air kelapa. Parameter yang diukur yaitu jumlah perkecambahan, panjang, jumlah akar, panjang akar, jumlah daun kecambah secara konsisten pada perlakuan 25% (P1) memberikan pertumbuhan yang optimal dibanding lainnya. Pada hari ke duabelas perkecambahan optimal adalah pada konsentrasi 25%.  Kata kunci: kelor, perkecambahan, air kelapa 
Pengaruh Air Lindi dan Bio Slurry Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Santoso, Budi; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i2.2194

Abstract

Leachate water is liquid waste that can arise due to the entry of water in landfills and can dissolve dissolved chemical elements such as organic matter resulting from decomposition. Slurry that has been lost gas is waste from biogas and is rich in nutrients needed in plants, but so far liquid leachate fertilizer and biogas waste have not been utilized properly. The purpose of this study was to determine the effect of leachate, bio slurry, and mixture on cucumber plant growth (Cucumis sativus L), and the best influence between leachate, bio slurry and a mixture of both. This study used an experimental method with randomized block design (RBD) with 9 treatments and 4x replications. The results of the study of Leachate Water, Bio slurry, and Mixture affected, plant length, on plant height, number of leaves, number of flowers, dry weight and plant wet weight. All treatments had an effect on the observed parameters at a concentration of 15 ml, 30 ml, or 45 ml, especially in observing wet weight and dry weight of plants. The treatment of leachate showed a significant difference in the wet weight concentration of 30 ml and dry weight concentration of 30 ml.Keywords: Leachate, Bio slurry, Cucumis sativus L ABSTRAKAir lindi adalah limbah cair dapat timbul karena masuknya air pada timbunan sampah dan bersifat dapat  melarutkan unsur kimiawi yang terlarut antara lain materi organik hasil dari dekomposisi. Kotoran ternak (slurry) yang sudah hilang gasnya merupakan limbah dari biogas  dan kaya dengan nutrisi yang di butuhkan pada  tanaman, namun selama ini pupuk cair air lindi dan limbah biogas belum dimanfaatkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air lindi, bio slurry, dan Campuran terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L), dan pengaruh yang terbaik antara air lindi, bio slurry dan campuran keduanya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4x ulangan. Hasil penelitian Pemberian Air lindi, Bio slurry, dan Campuran berpengaruh , panjang tanaman, terhadap pada tinggi tanaman, jumlah pada daun, jumlah bunga, berat kering dan berat basah tanaman, Semua perlakuan memberikan pengaruh pada parameter yang di amati baik pada konsentrasi 15 ml, 30 ml, ataupun 45 ml, khususnya pada pengamatan berat basah dan berat kering tanaman. Pada perlakuan Air lindi menunjukkan beda nyata yang signifikan yaitu pada berat basah konsentrasi  30 ml dan berat kering konsentrasi 30 ml.  Kata kunci: Air lindi,Bio slurry,Cucumis sativus L
Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum), Serai (Cymbopogon citratus) dan Sirsak (Annona muricata) sebagai Pestisida Nabati pada Kutu Daun (Aphis gossypll) Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Pranoto, Wahyu Eko; Laili, Saimul; Lesminingsih, Ratna Djuniwati
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.3600

Abstract

Chili plants is one of the leading horticultural commodities, but in increasing the production and quality of chili plants against pest attacks are not accompanied by good management and right, so this causes a decrease in the level of chili production. The aim of this research is to find out the combination reaction of garlic (Allium sativum), lemongrass (cymbopogon citratus) and soursop (Annona muricata) as natural pasticides against aphids (Aphis gossypll) of cayenne pepper (Capsicum frutescens). This research was conducted experimentally by using a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments of various kinds of concentrations namely 0%, 10%, 20%, 30%, and 40%; repeated five times. In this study the mixture combination was higher at a concentration of 40% with a mortality of 43.6%.Keywords:: chili plants, pest Aphids, natural pesticide.  ABSTRAKTanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan namun dalam peningkatan produksi dan kualitas tanaman cabai terhadap serangan hama tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik dan benar, sehingga hal ini menyebabkan menurunnya tingkat produksi tanaman cabai. Penelitian bertujuan megetahui reaksi kombinasi bawang putih (Allium sativum), serai (cymbopogon citratus) dan sirsak (Annona muricata) sebagai pastisida alami terhadap hama kutu daun (Aphis gossypll ) tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens).  Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan AcakKelompok (RAK) dengan 5 perlakuan macam konsentrasi yaitu 0% , 10% , 20% , 30% , dan 40%; diulang lima kali.  Pada hasil penelitian ini kombinasi campuran lebih tinggi pada konsentrasi 40% dengan mortalitas 43,6 %.Kata kunci: cabai rawit, kutu daun, pestisida alami
Uji Insektisida Serai (Cymbopogon nardus) dan Daun Zodia (Evodia Suaveolens) Terhadap Mortalitas Nyamuk (Aedes aegypti) Mahmudi, Mahmudi; Santoso, Hari; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i1.3741

Abstract

Natural insecticides made from lemongrass plants and zodia which are environmentally friendly insecticides and contribute to mosquito mortality. The purpose of this study was to determine the effect of lemongrass insecticides  (Cymbopogon nardus) and leaves of zodiac (Evodia suaveolens) on mosquito mortality (Aedes aegypti), and to determine the treatment of insecticides that were more effective against the mortality of mosquitoes. The research method used the experimental completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, namely treatment 1 control; treatment of 2 insecticides zodia; treatment of 3 lemongrass insecticides; and treatment of 4 combination lemongrass insecticides and zodia. The results showed that the control treatment did not effect, whereas in the treatment of zodia insecticides, lemongrass and combinations there were influences, presumably this happened because of difference in the chemical compounds of the 2 plants against mosquitoes. The results showed that mosquito mortality was controlled by 0%; mosquito mortality with zodia insecticide of 28%; mosquito mortality with lemongrass insecticide of 16.4%; and mosquito mortality with combination lemongrass insecticides and zodiac of 43.2%. The results of the One Way ANOVA test showed that there were significant differences and tended to experience increased mosquito mortality after being treated. Insecticides that are more effective in causing mosquito mortality are combination insecticides of lemongrass and zodia leaves.Keywords: Vegetable Insecticides, Lemongrass Plants, Zodia Plants, Mosquitoes.ABSTRAKInsektisida alami yang terbuat dari tanaman serai dan zodia merupakan insektisida alami yang ramah lingkungan dan berperan terhadap mortalitas nyamuk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh insektisida serai (Cymbopogon nardus) dan daun zodia (Evodia suaveolens) terhadap mortalitas nyamuk (Aedes aegypti) dan untuk mengetahui perlakuan insektisida yang lebih efektif terhadap mortalitas nyamuk (Aedes aegypti). Metode penelitian menggunkan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu perlakuan 1 kontrol; perlakuan 2 insektisida zodia; perlakuan 3 insektisida serai; dan perlakuan 4 insektisida kombinasi serai dan zodia. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kontrol tidak ada pengaruh terhadap mortalitas nyamuk, sedangkan pada perlakuan insektisida zodia, serai serta kombinasi terdapat pengaruh, diduga hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan kandungan senyawa kimia dari 2 tanaman tersebut terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas nyamuk perlakuan kontrol 0%; mortalitas nyamuk dengan insektisida zodia 28%; mortalitas nyamuk dengan insektisida serai 16,4%; dan mortalitas nyamuk dengan insektisida kombinasi serai dan zodia 43,2%. Hasil analisis uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dan cenderung mengalami peningkatan mortalitas nyamuk setelah diberi perlakuan. Insektisida yang lebih efektif dalam mengakibatkan mortalitas pada nyamuk yaitu insektisida kombinasi serai dan daun zodia.Kata kunci: Insektisida Nabati, Tanaman Serai, Tanaman Zodia, Nyamuk
Uji Kandungan Vitamin A Tanaman Sawi (Brassica juncea L) Dan Wortel (Daucus corata L) Desa Bumiaji Dan Poncokusumo Fatonah, Siti; Syauqi, Ahmad; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v2i2.4439

Abstract

Vitamins are a complex compound that is needed by the body that serves to aid in the arrangement or metabolic processes in the body. Carrots are a multi-efficacy vegetable for public health. Carrot is a potential foodstuff to alleviate the disease problem of vitamin A because the content of carotene (Pro Vitamin A) in carrots can prevent the disease twilight (Blind chicken) and the problem of malnutrition. Mustard is a horticultural crop that can improve and facilitate digestion. Contains vitamin A, vitamin B and vitamin C. Research aim is to  test the content of vitamin A in mustard and carrots from Bumiaji and Poncokusumo . The method in this research used  a survey method to determine the content of vitamin A in mustard greens and carrots derived from Bumiaji and Poncokusumo villages. The number of repeats used in this study was 12 times. The result of Vitamin A in carrots from Bumiaji is an average of 0.3457% of the highest value of 722.3mg and the carrot from Poncokusumo with the highest value of 672mg. The mustard has percentage value from Bumiaji village is 0.069% i.e 69mg and from Poncokusumo with a percentage value of vitamin A amounted to 66 mg with an average of 51 mg. Both are not diffrent significantly.Kata kunci: vitamin A, carrot, mustard, Bumiaji, PoncokusumoABSTRAKVitamin adalah suatu senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh yang berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses metabolisme di dalam tubuh. Wortel merupakan sayuran yang multi khasiat bagi kesehatan masyarakat.Wortel merupakan bahan biologi potensial untuk menjawab masalah penyakit kurang vitamin A yaitu kandungan karoten atau pro vitamin A, dapat mencegah penyakit rabun senja (buta ayam) dan masalah kurang nutrisi. Sawi sebagai tanaman hortikultura dapat memperbaiki dan memperlancar pencernaan.bagi yang mengkonsumsi dan mengandung vitamin A, B dan C. Telah di lakukan penelitian yang bertujuan untuk menguji kandungan vitamin A  pada Sawi dan wortel dari Bumiaji dan Poncokusumo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesurvey untuk mengetahui kandungan vitamin A pada sayuran Sawi dan wortel yang berasal dari desa Bumiaji dan Poncokucumo.Ulangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua belas kali. Hasil yang didapat Vitamin A pada worteldari Bumiaji adalah rata-rata 0,3457% yaitu nilai tertinggi 722,3mg tiap 100 g dan wortel dari Poncokusumo dengan nilai persentasi tertinggi 0,672%, tertinggi 672 mg. Sedangkan untuk nilai persentase Sawi dari desa Bumiaji adalah 0,069% yaitu 69 mg tertinggi dan dari Poncokusumo dengan nilai 66 mg dengan rata-rata 51 mg. Keduanya tidak berbeda secara signifikan.Kata kunci: vitamin A, wortel, Sawi, Bumiaji, Poncokusumo
Pengukuran Rasio C/N pada Campuran Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dan Feses Sapi (Bos taurus L.) dalam Fermentasi Biogas Nurdin, Immega Adelia; Syauqi, Ahmad; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i1.6918

Abstract

The palm Leaf (Elaeis guineensis Jacq)and cow manure (Bos taurus L.) are waste that can be synergized as a basic ingredient in biogas production. Agricultural waste is generally rich in component C, but less N. Instead of livestock waste is generally rich in N but lack of C. This study aims to determine the content of C / N ratio feces of cow and palm leaves from each treatment has a value ≤ 30 as well as to determine the ratio between the feces of cow and palm leaves that produce the biggest difference of value between C/N ratio before and after fermentation in the process of biogas fermentation. The research method are used completely randomized design with 6 treatments based variation ratio from the number of cow feces and  palm  leaves were calculated  based on the ratio of  C/N range between 25-30, control (10: 0), PI (10: 9.03), PII (10: 12.19), PIII ( 10: 17.5), PIV (10: 23.8) and PV (10: 28.6). The main parameters measured were C/N ratio with a Spectrophotometer Technique. Supporting parameters are the measurement of pH and dry weight. The result of this study found the optimal C/N ratio at PIII is equal to 28.65. PIII has the largest difference between C/N ratio beginning and at the end of the fermentation process of biogas that is equal to 240.89.The result of T-Test show the significant difference between C/N ratio before fermentation and after fermentation. From these results it is known that a process of decomposition of organic matter carried by anaerobic bacteria and potential as a biogas formation.Keywords: biogas, anaerobic fermentation and C / N ratioABSTRAKDaun pelepah sawit dan feses sapi merupakan limbah yang dapat disinergiskan sebagai bahan dasar pembuatan biogas. Limbah pertanian  kaya akan komponen C, tetapi kekurangan N sebaliknya, limbah peternakan  kaya komponen N dan kekurangan C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran rasio C/N pada feses sapi dan daun kelapa sawit dari setiap perlakuan yang memiliki nilai ≤ 30 serta untuk mengetahui perbandingan antara feses sapi dan daun kelapa sawit yang menghasilkan selisih terbesar antara rasio C/N awal dan akhir setelah fermentasi anaerob. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan berdasarkan variasi perbandingan jumlah feses sapi dan  daun kelapa sawit  yaitu kontrol (10:0), PI (10: 9,03), PII (10: 12,19), PIII (10: 17,5), PIV (10:23,8) dan PV (10:28,6). Parameter utama dalam penelitian ini adalah  rasio C/N dengan teknik Spektrofotometer. Parameter pendukung adalah pengukuran pH dan berat kering. Hasil dari penelitian ini didapatkan rasio C/N optimal pada  PIII yaitu sebesar 28,65. Selain itu, PIII memiliki jumlah selisih  terbesar antara rasio C/N awal dan akhir proses fermentasi biogas yaitu sebesar 240,89. Perbedaan yang signifikan ditunjukkan dari hasil uji T-Test antara rasio C/N sebelum dan sesudah fermentasi. Dari hasil tersebut diketahui bahwa terjadi proses dekomposisi bahan organik yang dilakukan oleh bakteri anaerob dan adanya potensi pembentukan biogas. Kata kunci: Biogas, fermentasi anaerob dan rasio C/N
Metode Hidroponik secara DFT ( Deep Flow Technique ) dan NFT (Nutrient Film Technique) pada beberapa Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) Asnawi, Abd Chalim; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v3i2.8433

Abstract

Hydroponics is agricultural cultivation without using soil media, where the media can be replaced with husk charcoal or cocopeat media. However, hydroponics is actually the use of nutrients in a solution so that the nutritional needs of the plant are as desired. Accordingly, plant growth can be maximized. The use of media other than soil does not inhibit plant growth because both charcoal husk and cocopeat can store nutrients so that plant growth is not disturbed. This study aims to determine the response of red spinach (Alternanthera amoena Voss.) to Cocopeat and husk charcoal, and also to determine the use of DFT (Deep Flow Technique) and NFT (Nutrient Film Technique) hydroponic systems on the growth and development of red spinach. The method used was RBD where Rockwool media as a control, with 6 treatments and 4 replications. From the research results, the cocopeat media and husk charcoal media gave different results where the cocopeat growing medium was greater than the husk charcoal growing medium and the DFT and NFT systems gave significantly different results where the NFT yield was greater than DFT.Keywords: Hydroponics, Red Spinach, Cocopeat, Husk Charcoal, DFT, NFTABSTRAKHidroponik adalah lahan budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah, dimana media dapat digantikan dengan media arang sekam ataupun cocopeat. namun hidroponik sesungguhnya yakni penggunaan nutrisi dalam larutan sehingga kebutuhan nutrisi pada tanaman sesuai keinginan. Maka pertumbuhan tanaman bisa lebih maksimal. penggunaan media selain tanah tidak menghambat pertumbuhan tanaman karena baik media arang sekam maupun cocopeat dapat menyimpan unsur hara sehingga pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pada tanaman bayam merah (Alternanthera amoena Voss.) terhadap media tanam Cocopeat, dan Arang sekam, dan juga untuk mengetahui penggunaan sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique) dan NFT (Nutrient Film Technique) terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayam merah. Metode yang digunakan adalah RAK dimana media rockwool sebagai kontrol, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Dari hasil penelitian Media tanam cocopeat dan media arang sekam memberikan hasil yang berbeda dimana media tanam cocopeat lebih besar dari pada media tanam arang sekam dan pada sistem DFT dan NFT memberikan hasil yang berbeda nyata dimana hasil NFT lebih besar dari pada DFT.Kata kunci : Hidroponik, Bayam Merah, Cocopeat, Arang sekam, DFT, NFT
Uji Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja (Aegle marmelos) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa l.) Safitri, Silvia Eka; Laili, Saimul; Lisminingsih, Ratna Djuniwati
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.8853

Abstract

The Maja plant is a plant of the Rutaceae family that from tropical and subtropical regions of America. The benefits of Maja fruit fermentation waste can be used as organic liquid fertilizer. Pakcoy mustard is a vegetable that is needed by humans to meet their daily needs. The need for the vegetable market, especially Pakcoy mustard, has increased from year to year. Fertilizing plants is redundant to replace nutrients transported by plants, especially if the soil used for plant cultivation has a low fertility level, one of which is by utilizing the fermented Maja fruit waste can be used as liquid organic fertilizer containing elements macro and micronutrients needed by plants. This study aims to determine the effect of giving Maja fruit fermentation waste to the growth of mustard Pakcoy and to determine the best concentration for the growth of mustard Pakcoy. The method used in this study was an experimental method using a one-factor completely randomized design study (CRD) with concentrations of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% respectively 4 times with 5 treatments. The parameters observed in this study included plant height, number of leaves, root length, wet weight, dry weight, and abiotic factors. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), then if there was a significant difference, the LSD test was continued at 5%. The results showed that giving Maja fruit fermentation waste with a concentration of 40% affected increasing the wet weight of Pakcoy mustard with an average value of 82.50 grams.Keywords: Pakcoy Mustard, Maja Fruit Fermented Waste, Organic FertilizerABSTRAKTanaman maja adalah tumbuhan dari famili Rutaceae berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika. Manfaat limbah fermentasi buah maja dapat digunakan sebagai pupuk cair organik. Sawi Pakcoy adalah sayuran yang sering diolah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Terjadi peningkatan kebutuhan pakcoy setiap periode tahun. Pemberian pupuk terhadap tanaman mutlak diperlukan untuk menggantikan unsur hara. Media tanam budidaya sawi pakcoy pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah perlu pemupukan, salah satu alternatif dengan pupuk cair organik limbah fermentasi buah maja yang mudah diperoleh. Limbah tersebut terbukti mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah hasil fermentasi buah maja terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy pada konsentrasi yang paling baik bagi pertumbuhan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL).Perlakuan konsentrasi dimulai dari 0%; 10%; 20%; 30%; 40% dengan 4 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah, bobot kering, dan faktor abiotik. Analisis anova digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan kemudian dilanjut uji BNT 5%. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pemberian limbah hasil fermentasi buah maja dengan konsentrasi 40% berpengaruh dalam peningkatan bobot basah sawi pakcoy dengan nilai rata-rata 82,50 g.Kata kunci : Sawi Pakcoy, Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja, Pupuk Organik
Uji Efektivitas Residu Tembakau Sebagai Bioinsektisida Hama Plutella Xylostella pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Hafiana, Rina Alfi; Laili, Saimul; Lisminingsih, Ratna Djuniwati
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.8895

Abstract

The mustard plant (Brassica juncea L) has been widely cultivated by local communities. The problem that occurs in mustard cultivation farmers is the attack of plant pests which can reduce the quality and quantity of mustard plants. The abundant amount of cigarette butts waste has the potential to be used as a source of insecticides. The nicotine in cigarette butts is acknowledge to be a potential nerve poison and is used as a raw material for various types of insecticides and the essential oil content in clove also contains eugenol which is a component that can be used as an inhibitor of bacterial and fungal proliferation and plays an effective role in controlling pests, can cause skin irritation, and other problems that will become contact poison for insect pests. One of the leaf destroying leaf plants is Plutella xylostella. This study aims to distinguish the effect of kretek cigarette butts and determine the effective concentration on pest mortality. This research was carried out at Biology Laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Islamic University of Malang. The research method used an Randomized Block Design (RBD) experimental with 5 treatments and 4 replications. ANOVA test results show there are significant differences and the pest mortality tend to increase  after being treated. The most effective results are 25% solution concentrations with 6.75% mortality.  Keywords: Bioinsecticide, Cretek Cigarette Waste, Plutella xylostella Pest ABSTRAKTanaman sawi (Brassica juncea L) telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat sekitar. Permasalahan yang terjadi pada petani budidaya sawi adalah serangan hama tanaman yang dapat menurunkan kualitas  dan kuantitas tanaman sawi. Limbah puntung rokok jumlahnya yang sangat melimpah berpotensi untuk dimanfatkan sebagai sumber insektisida. Nikotin yang ada di puntung rokok diyakini dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida serta kandungan minyak atsiri pada cengkeh juga mengandung eugenol yang merupakan komponen yang dapat digunakan sebagai penghambat perkembangbiakan bakteri dan jamur serta berperan efektif dalam mengendalikan hama, dapat menimbulkan iritasi kulit dan masalah masalah lain yang akan menjadi racun kontak untuk serangga hama. Salah satu hama tanaman sawi perusak daun yaitu Plutella xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan pengaruh limbah puntung rokok kretek dan mengetahui konsentrasi efektif terhadap mortalitas. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Malang. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan serta cenderung mengalami peningkatan mortalitas hama setelah diberi perlakuan. Hasil yang paling efektif yaitu dengan konsentrasi larutan 25% dengan mortalitas 6,75%.  Kata kunci : Bioinsektisida, Limbah Puntung Rokok Kretek, Hama Plutella xylostella
Co-Authors Abd Chalim Asnawi Adi Suryo Purnomo Afif Hilmi Afrian syarif Hidayat Ahmad Syauqi ahmad syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Aini, Novia Nurul Ainul Yaqin Ainur Rofiq Ainur Rofiq Aisyah Aisyah Al Fattah, Muhammad Haris Amalia Kamelia Arifyani, Laily Febrian Asnawi, Abd Chalim Azizah, Silvia Fitrotul Badat Muwakhid Budi Santoso Dewi, Afkarin Kamilah Diyah Ayu Trisna Mulyani Dwi Budi Santoso elok muwafiqoh Erin Novita Agustina Faizatus sholihah Fatihatul Melinda Fatur rohman Rohman Fikriyah, Khafivatul Fitriyah Ningsih Ghufron Najib Hafiana, Rina Alfi Hamdani Dwi Prasetyo hani septiana hani septiana, hani Hari Santoso hari santoso Hari Santoso Hari Santoso Hasan Zayadi Hasanah, Rochmatul Hilmi, Afif Hurriatun Nisa Husain Latuconsina Ilma, Habibatul Ilvi Iftitahur Rahmah Immega Adelia Nurdin Indriyana, Nunuk Setia irma syahlizawati Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh ISTIQOMAH, LAILATUL Jamhari Jamhari Kamilia, Wardah lailatul istiqomah Lailatul Mufairoh Lathifah, Iffah Lesminingsih, Ratna Djuniwati Lia Nora, Feby Linda Purwanti Luluk Atul Ainiyah Mahmudi Mahmudi Mahmudi Mahmudi Majida Ramadhan Melinda, Fatihatul Moch. Chasan Basri Mohammad Faiz Fahriyan Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Muaffah, Zumrotul Mufairoh, Lailatul Muhammad Haris Al Fattah mujalifah mujalifah Mulyani, Diyah Ayu Trisna muwafiqoh, elok Ningsih, Fitriyah Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Novi Komariah Novia Nurul Aini Nunuk Setia Indriyana Nur Aini Nur Fazat Arinal Haq Nur Fazat Arinal Haq, Nur Fazat Arinal Nurdin, Immega Adelia Nurul Bahriyah Nurul Fitriyah Ika Putri Nurul Jadid Mubarokati Nurul Latifah Nurus Sa'adah Octavia Shahilla Aniansyah Pranoto, Wahyu Eko Primasari, Yopi Nabilla Rahmah, Ilvi Iftitahur Ramly Abdullah Subianto Ratna Djuniwati L Ratna Djuniwati Lesminingsih Ratna Djuniwati Lisminingsih Rina Alfi Hafiana Rizal Ruliyas Arfian Rohmatillahil Jamilah, Favi Safitri, Silvia Eka Sama’ Iradat Tito Shaleh, Shafyan Khairus Silvia Eka Safitri Silvia Fitrotul Azizah Sirojuddin M. Rochmat Siti Fatonah Siti Fatonah Siti Rahmawati Wahyuningsih Subhan Maulidi K.B.F Suci Nurul Hidayati Suhnin, Zuhria binti syahlizawati, irma Tintrim Rahayu, Tintrim Tito, Sama ’ Iradat Umma, Firda Firdausi ummah, Shobihah rifatul Wahyu Eko Pranoto Yaqutun Nafisah Zuhria binti Suhnin Zumrotul Muaffah