Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DAN SCREEN-TIME DENGAN LAMA TIDUR DAN STATUS GIZI PADA DEWASA Kadita, Febiandra; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.886 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i4.18665

Abstract

Background: Nutritional problem such as underweight or obesity in adolescents is an important issue that can lead into some disease.1 BMI can be affected with some factor, there were coffee consumption, screen-time and sleep duration. Sleep duration can be affected by coffee consumption and screen-time.Objective: Knowing the relationship of coffee consumption and screen-time with sleep duration and BMI among Adult.Method: A cross-sectional study was conducted on 52 adult in Semarang Café. We measured weight and height as BMI (kg/m2). Subject interviewed about coffee consumption, screen-time, sleep duration and physical activity. Bivariate analysis used Pearson test and Rank-Spearman test. Multivariate analysis used Multivariate Linear Regression analysis of Backward.Result: Bivariate analysis showed there was a significance relationship between coffee volume and night screen-time with sleep duration (r=-0,3,p=0,03 and r=-0,3,p=0,01). There was a significance relationship between 1 day screen-time and physical activity with BMI (r=0,2, p=0,04 and r=-0,27, p=0,04). Multivariate analysis showed there was a significance relationship between physical activity with BMI (β=-0,26, p=0,05).Conclusion: The volume of coffee consumption and screen-time was the factor that caused sleep deprivation. Physical activity was the factor of increased nutritional status.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERAGAMAN PANGAN PADA ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG 'Aisy, Amalia Rihadatul; Fitranti, Deny Yudi; Purwanti, Rachma; Kurniawati, Dewi Marfu’ah; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.046 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25839

Abstract

Latar Belakang: Anak jalanan mempunyai kecenderungan mengkonsumsi makanan tidak beragam yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan serta rentan terhadap masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang.Metode: Penelitian observational dengan rancangan cross sectional. Subjek adalah 58 anak jalanan usia 9-12 tahun diambil dengan cara consecutive sampling. Data pengetahuan gizi, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya dan jumlah anggota rumah tangga diperoleh menggunakan kuesioner penelitian, data ketahanan pangan rumah tangga diperoleh menggunakan Household Food Security Survey Module (HFSSM), serta keragaman pangan dinilai dengan instrument Individual Dietary Diversity Score (IDDS). Data dianalisis statistika secara univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-Square.Hasil: Sebagian besar subjek (82,2%) mengkonsumsi makanan yang tidak beragam sedangkan 17,2% lainnya mengkonsumsi makanan beragam. Terdapat hubungan antara pekerjaan pengasuh utama, pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur, dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah dengan keragaman pangan (p=0,003; p=0,035; p=0,003). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi anak, pengetahuan gizi pengasuh utama, pendapatan rumah tangga, pengaruh teman sebaya, ketahanan pangan rumah tangga dan besar keluarga dengan keragaman pangan (p>0,05). Simpulan: Pengetahuan gizi anak terkait porsi sayur dan pengetahuan gizi pengasuh utama terkait kandungan sayur dan buah merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman pangan pada anak jalanan di kota Semarang
Pengaruh Pemberian Konseling Gizi terhadap Persen Lemak Tubuh Wanita Overweight dan Obesitas Peserta Senam Pilates Ranitadewi, Ika Nindyas; Syauqi, Ahmad; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 3 (2018): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.777 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i3.22271

Abstract

Latar Belakang: Obesitas berkaitan dengan akumulasi lemak tubuh berlebih yang terjadi karena keseimbangan energi positif dalam jangka waktu yang lama. Konseling merupakan salah satu alternatif untuk mencapai keseimbangan energi dengan pengaturan asupan energi dan aktivitas fisik. Senam pilates adalah salah satu jenis aktivitas fisik yang dapat menurunkan lemak tubuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling gizi dengan metode transtheoretical tehadap penurunan persen lemak tubuh wanita overweight dan obesitas peserta senam pilates.Metode: Desain penelitian ini adalah pre-post test with control group design yang melibatkan 30 wanita di Sanggar Senam Pringgondani dan El Roi, yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi yang diberikan berupa konseling gizi dilakukan dalam 6 kali selama 6 minggu. Asupan makan diukur menggunakan formulir Food Recall 3x24jam. Aktivitas fisik diukur menggunakan formulir IPAQ. Analisis statistik mengggunakan uji Mann-Whitney, independent t-test, dependent t-test dan Wilcoxon.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan persen lemak tubuh antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penurunan persen lemak tubuh pada kelompok perlakuan (3,02%) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (2,33%). Terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat serta aktivitas fisik pada kelompok perlakuan (p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada perubahan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat serta aktivitas fisik pada kelompok kontrol (p>0,05)Simpulan: Konseling gizi berpengaruh terhadap penurunan persen lemak tubuh wanita overweight dan obesitas peserta senam pilates.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN TOTAL DAN PROTEIN KEDELAI TERHADAP KADAR ASAM URAT DALAM DARAH WANITA MENOPAUSE Hastuti, Vivilia Niken; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 7, No 2 (2018): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.706 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v7i2.20823

Abstract

Latar belakang: Asupan purin yang berlebihan menjadi salah satu faktor peningkatan kadar asam urat yang memicu hiperurisemia. Asupan protein total dan protein kedelai diduga terkait dengan hiperurisemia karena kandungan purinnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan subjek 62 wanita menopause yang diambil dengan cara simple random sampling. Data indeks massa tubuh didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis kadar asam urat menggunakan fotometri. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson.Hasil: Subjek normourisemia sebanyak 96,8% dengan rerata kadar asam urat 3,7±0,67 mg/dl. Sebanyak 71% subjek mempunyai asupan protein kedelai berlebih namun hanya 17,8% dengan asupan protein total lebih. Tidak terdapat hubungan bermakna antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat dalam darah wanita menopause (p>0.05). Simpulan:Tidak terdapat hubungan antara asupan protein total dan protein kedelai dengan kadar asam urat.
Dietary acid load, keseimbangan asam basa tubuh dan resistensi insulin pada remaja obesitas Ramadhan, Nauval Rifqy; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 1 (2017): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.431 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i1.16895

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada kelompok usia remaja telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Obesitas telah lama diketahui mempunyai hubungan patofisiologis dengan kondisi resistensi insulin. Diet dengan beban asam (Dietary Acid Load) tinggi, dapat menimbulkan gangguan keseimbangan asam basa tubuh, yang berpotensi menimbulkan resistensi insulin.Metode: Rancangan penelitian ini adalah Cross-Sectional dengan jumlah subjek sebanyak 38 remaja di lingkungan SMA Semarang. Skor PRAL dihitung sebagai indikator Dietary Acid Load, pH urin sebagai indikator keseimbangan asam basa, dan HOMA-IR sebagai indikator resistensi insulin. Dietary acid load dan pH urin ditetapkan sebagai variabel bebas dan resistensi insulin sebagai variabel terikat, sedangkan aktivitas fisik dan faktor asupan (energi, protein, lemak, karbohidrat) sebagai variabel perancu. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Analisis multivariat menggunakan analisis Multivariate Linear Backward Regression.Hasil: Ada hubungan antara skor PRAL dengan nilai HOMA-IR(r=0,886; p=0,000). Tidak ada hubungan antara pH urin dengan HOMA-IR. Uji multivariat menunjukkan dietary acid load (β=0,851; p=0,000; Adjusted R Square=82,5%) dan asupan lemak (β = 0,164; p = 0.029; Adjusted R Square = 82.5%) adalah variabel yang paling berhubungan secara signifikan terhadap nilai HOMA-IR Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dietary acid load dengan resistensi insulin pada remaja obesitas.
HUBUNGAN STRES, PERILAKU MAKAN, DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Wijayanti, Annisa; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 1 (2019): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.726 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i1.23807

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa tingkat akhir dapat mengalami stres disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mengerjakan tugas akhir, hubungan pertemanan yang tidak baik, memenuhi kewajiban orang tua, dan meningkatkan softskill agar mempermudah dalam mencari pekerjaan. Stres dapat mempengaruhi perilaku makan sehingga akhirnya mempengaruhi status gizi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres, perilaku makan, dan asupan zat gizi dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhirMetode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan metode consecutive sampling. Jumlah subjek sebanyak 46 mahasiswa Fakultas Teknik yang sedang mengerjakan skripsi. Data stres diukur menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS), data perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ), data asupan energi, karbohidrat, lemak, dan protein diukur menggunakan kuesioner FFQ semi kuantitatif, dan data aktivitas fisik subjek diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman.Hasil: Ditemukan 15,2% subjek memiliki status gizi kurang dan 41,3% subjek memiliki status gizi lebih. Sebanyak 43,5% subjek mengalami stres, 54,3% mengalami perubahan perilaku makan,54,3% memiliki asupan energi kurang, 50% kekurangan asupan karobohidrat, 67,4% asupan proteinnya kurang, dan 43,5% memiliki aktivitas fisik kurang. Hubungan stres, perilaku emotional under eating, perilaku emotional over eating, dan aktivitas fisik dengan status gizi secara berturut-turut adalah (p= 0,214; 0,726; 0,100 dan 0,416). Sementara hubungan asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan protein dengan status gizi secara berurutan adalah (p= 0,008; 0,002 dan 0,003).Simpulan: Asupan energi, karbohidrat dan protein berhubungan dengan status gizi. Stres, perilaku makan dan asupan lemak tidak berhubungan signifikan dengan status gizi.
KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA COOKIES BERBASIS TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus sp) SEBAGAI PMT-P UNTUK BALITA GIZI KURANG Ramadhan, Rahmawati; Nuryanto, Nuryanto; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.449 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i4.25840

Abstract

Latar Belakang: Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan pangan lokal di Kabupaten Tegal yang potensial dijadikan  PMT-P untuk balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi  tepung  ikan teri terhadap kandungan gizi  dan daya terima PMT-P Cookies Ikan Teri.Metode: Penelitian eksperimental rancangan acak lengkap satu faktor dengan variasi persentase subtitusi tepung ikan teri (n=4) dari  F0= 0% (kontrol), F1= 10%, F2=15% dan F3=20%. Kadar protein diukur dengan menggunakan metode Micro-Kjedahl, karbohidrat dengan metode by difference, lemak dengan metode Soxhlet, energi melalui perhitungan, kadar air dengan metode gravimetri, kadar abu dengan metode pengabuan kering dan  kadar kalsium serta besi diukur dengan menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Daya terima menggunakan uji hedonik. Hasil:  Rata-rata kandungan gizi per 100 gram  PMT-P cookies ikan teri  F0, F1,F2, dan F3 secara berturut-turut adalah energi sebesar 424±0,24; 421±0,97; 413±0,42; 422±0,40; protein sebesar 7,67±0,20; 9,48±0,03; 11,85±0,07; 12,77±0,08 g; lemak sebanyak 9,20±0,04; 10,35±0,18; 9,58±0,12; 10.47±0.11 g, karbohidrat sebesar 77,70±0,17; 72,59±0,16; 70,03±0,25; 69,17±0,17 g; kadar air sebanyak 3,75±0,03; 4,56±0,01; 4,66±0,03; 4,40±0,06 %; kadar abu sebesar 1,66±0,01; 3,01±0,03; 3,86±0,02; 3,18±0,02 %; besi 4,04±0,08; 4,51±0,06; 4,78±0,08; 5,32±0,14 mg; dan kalsium sebanyak 1419±3,02; 2600±1,98; 2880±1,98; 3133±2,29 mg. Semakin tinggi subtitusi  tepung ikan teri semakin rendah  daya terima warna, aroma, dan rasa cookies. Cookies yang mendekati standar permenkes dan daya terimanya baik yaitu F1 dengan subtitusi tepung ikan teri sebanyak 10%.Simpulan: Semakin meningkat subtitusi tepung ikan teri maka semakin meningkat protein, lemak, kadar air, kadar abu,  besi, dan kalsium serta menurunnya karbohidrat juga daya terima warna, aroma, dan rasa cookies ikan teri.
Hubungan Asupan Niasin terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa pada Wanita Prediabetes Usia 30-50 tahun di Kota Semarang Rachmayanti, Annisa Alifaradila; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 3 (2017): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.437 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i3.16914

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner atau stroke. Salah satu zat gizi yang berpengaruh terhadap kadar glukosa darah adalah niasin. Asupan niasin yang berlebih dapat menghambat penyerapan gluksosa oleh otot rangka dan merangsang glukoneogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan niasin dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita usia 30-55 tahun. Variabel perancu dalam penelitian ini diantaranya asupan karbohidrat, serat, lemak, protein, dan nilai IMT. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crossectional. Pemilihan responden menggunakan consecutive sampling yang melibatkan 46 wanita yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Data asupan diperoleh melalui Food Recall 2x24 Jam. Kadar glukosa darah puasa diuji dengan metode spektofotometri. Nilai IMT diperoleh melalui pengukuran antropometri. Uji Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan asupan niasin dengan kadar glukosa darah puasa.Hasil: Median kadar glukosa darah puasa dari 46 subyek sebesar 104.50 mg/dL dengan rerata asupan niasin 23.70±7.22 mg. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan niasin dengan kadar glukosa darah puasa (p =0,730). Seluruh variabel perancu juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan glukosa darah puasa.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara asupan niasin dengan kadar glukosa darah puasa.
ASUPAN VITAMIN A DAN TINGKAT KECEMASAN MERUPAKAN FAKTOR RISIKO KECUKUPAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI BAYI USIA 0-5 BULAN Rahmadani, Prita Ady; Widyastuti, Nurmasari; Fitranti, Deny Yudi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 9, No 1 (2020): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.921 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i1.26689

Abstract

Latar Belakang: Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tingkat kecemasan dan asupan zat gizi ibu. Salah satu asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi produksi ASI yaitu asupan vitamin A.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan asupan vitamin A dan tingkat kecemasan dengan kecukupan produksi ASI.Metode: Desain penelitian cross sectional, dengan jumlah subjek 62 ibu yang menyusui bayi usia 0-5 bulan di wilayah puskesmas Halmahera Kota Semarang menggunakan metode consecutive sampling. Data yang diteliti yaitu asupan vitamin A menggunakan formulir semi quantitative food frequency questionnaire (SQ FFQ), tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), kecukupan produksi ASI menggunakan perubahan berat badan bayi dengan alat BabyScale dan data sekunder yaitu Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik.Hasil: Terdapat 51,6% subyek tidak mengalami kecemasan, 56,5% asupan vitamin A subyek cukup, dan 53,2% subyek memiliki kecukupan produksi ASI yang baik. Sebanyak 63% subyek dengan asupan vitamin A yang kurang memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang, dan sebanyak 66,7% subyek yang mengalami kecemasan memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang. Subyek yang memiliki asupan vitamin A yang kurang berpeluang 1,8 kali memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang, dan subyek yang mengalami kecemasan berpeluang 2,1 kali memiliki kecukupan produksi ASI yang kurang.Kesimpulan: Asupan vitamin A dan tingkat kecemasan merupakan faktor risiko kecukupan produksi ASI.
KUALITAS DIET, STATUS GIZI DAN STATUS ANEMIA WANITA PRAKONSEPSI ANTARA DESA DAN KOTA Fariski, Cindy; Dieny, Fillah Fithra; Wijayanti, Hartanti Sandi
GIZI INDONESIA Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.097 KB) | DOI: 10.36457/gizindo.v43i1.401

Abstract

The health status during the preconception period was important to prepare pregnancy. Living patterns that can affect diet quality and nutritional status. This study aimed to analyze the differences in diet quality, nutritional status, and anemia between preconception women in rural and urban areas. This study was conducted using a cross-sectional design that consisted of 68 brides aged 16-35 years selected by consecutive sampling. Diet quality was obtained by diet quality index international (DQI-I) form. Nutritional status based on body mass index (BMI) and mid-upper arm circumference (MUAC). Hemoglobin levels were measured by the cyanmethemoglobin method. Data were analyzed by Independent T-test and Mann Whitney. Subjects in rural and urban areas had low diet quality. The score of variation in the type of protein intake, total fat, and saturated fat was higher in rural areas than urban areas (p=0,001; p=0,013; p=0,002). The mean BMI and MUAC were higher in urban subjects than rural subjects but the hemoglobin levels of rural subjects were higher than urban subjects. The subjects of anemia in urban was 23,5 percent were higher than rural was 14,7 percent but the risk of chronic energy deficiency in rural was 55,9% were higher than urban was 11,8 percent. There were no differences in diet quality and hemoglobin levels between preconception women in rural and urban areas (p=0,990; p=0,116). There were a differences in BMI and MUAC (p=0,026; p=<0,001). There were differences in nutritional status based on BMI and MUAC in both areas. There were no differences in diet quality and hemoglobin levels in rural and urban areas
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul Adriyan Pramono ahmad syauqi, ahmad Ahmad Syauqy Ahsin, Almuthya Aila, Safrina Luthfia Alfauzia Syafni, Alfauzia Alfianti, Esya Aqilla Amelia, Annisa Eka Ani Margawati Anjani, Gemala Annisa Wijayanti Arima, Lia Andriani Titik Aryu Candra Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Ayu, Azzahra Mutiara Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Binar Panunggal Camelia, Rusda Chatarina Umbul Wahyuni Christanto, Monica Lemuela Daniartama, Bela Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Ratna Sari Elserinawati Sinambela Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Etika Ratna Noer Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Faizah, Nur Azkiyati Fariski, Cindy Fauzia, Ria Fauziyah, Syifa Nala Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Ginting, Ignasia Agatha Br Hardianti, Rahma Hastuti, Vivilia Niken Henny, Via Anugrah Hertanto Wahyu Subagio Hindarta, Nadhea Alriessyanne Hisanah, Raniah Ina Susanti Indriyanti, Risa Jauharany, Firdananda Fikri Kadita, Febiandra Khikmaturrohman, Sya’bani Isnaen Khusana Aniq Kurniawati, Dewi Marfu’ah Lestari, Rahma Wati Dwi Lili Nor Indah Sari Lilis Endang Wijayanti, Lilis Endang Linda Apriliani, Linda Maretha, Febrina Yollanda Marsa, Firdaus Shadiqa MARTHA ARDIARIA Mohammad Sulchan Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nissa, Choirun Nugraheni, Dini Nur Aini, Fadhilah Nur Indah Kurniawati Nurhidayati, Lisa Rosyida Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Pratiwi, Syafira Noor Puspitadewi, Irene Nucifera Qoniatu Zulfa Rachma Purwanti Rachmayanti, Annisa Alifaradila Rahma Wati Dwi Lestari Rahmadani, Prita Ady Ramadhan, Nauval Rifqy Ramadhan, Rahmawati Rani Ridowahyu Saphira Ranitadewi, Ika Nindyas Ratih Paramastuti Rimahardika, Rosita Rizqiawan, Angga Rosmalinda, Yusie Sari, Mega Lucyta Siti majidah Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syahidah, Zulfah Asy Titien Indah Saputri, Titien Indah Tsani, A Fahmy Arif Tzani, Niza Iana Utami, Citra Tristi Velicia, Velicia Wendiranti, Catra Ibriza Yumni, Dienny Zata