Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan menonton video mukbang autonomous sensory meridian response, keinginan makan dan uang saku dengan asupan makan dan status gizi mahasiswa Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Faizah, Nur Azkiyati; Syaher, Miladita Ilmanda
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.22 KB) | DOI: 10.14710/jgi.8.2.102-109

Abstract

Background: College students are susceptible to the effects of obesity due to the wrong lifestyle. Nowadays, watching Mukbang autonomous sensory meridian response (ASMR) video has been trending habit especially among college students. The food video increases visual stimulus will stimulate the brain. The audio stimulus can influence eating behavior when hungry. Objectives: The aims of the study were to determine the correlation of watching Mukbang ASMR video and pocket money with food intake and nutritional status of Diponegoro University students.Methods: This study was an observational research with cross-sectional design. Subjects were 60 Diponegoro University student aged 20 – 23 years old, selected by consecutive sampling. Independent variables is the habit of watching Mukbang ASMR video, food craving, and pocket money and the dependent variable are food intake and nutritional status by BMI. Data collected were done by interviews direct questionnaire about the habit of watching Mukbang ASMR video, FFQ, FFQ fast food and 3 x 24 hour recall and measure weight and height. Analysis using Rank Spearman and Chi Square correlation test.Results: This study found the reason subject watched Mukbang ASMR was because the sound produced by the video was satisfying. Watching Mukbang ASMR videos when hungry is significantly related to the subject's desire to eat (p = 0.044). The frequency of watching, the desire to eat after watching the ASMR Mukbang video and pocket money are not related to the adequacy of nutrient intake and nutritional status of the subject.Conclusion: Watching ASMR Mukbang videos and pocket money has no effect on student intake and nutritional status.
PENGARUH SUPLEMENTASI ZAT BESI TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Endrinikapoulos, Ariana; Candra, Aryu; Wijayanti, Hartanti Sandi; Noer, Etika Ratna
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.27501

Abstract

Latar belakang: Penurunan fungsi sel otak pada lansia berdampak pada terjadinya penurunan daya berpikir dan kehidupan psikis, sosial, dan aktivitas fisik. Kebutuhan zat besi yang tercukupi memiliki dampak positif pada fungsi kognitif lansia.Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh suplementasi zat besi terhadap fungsi kognitif lansia.Metode: Metode penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-post control group design. Subjek penelitian adalah 26 lansia usia 60-77 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Suplemen zat besi berupa NaFe EDTA diberikan pada kelompok perlakuan sebanyak 1 tablet (15 mg) selama 10 minggu, sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan instrumen kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) yang dilakukan pada sebelum dan sesudah intervensi. Asupan makan subjek selama intervensi diperoleh dengan metode 24 jam food recall 1x/minggu selama intervensi. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Hb-meter. Penilaian aktivitas fisik dilakukan menggunakan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE). Penilaian kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon, independent sample t-test, dan Mann Whitney.Hasil: Fungsi kognitif 1 (4%) orang subjek sebelum intervensi tergolong tidak normal. Sebanyak 7 (27%) subjek memiliki kadar hemoglobin normal sebelum intervensi. Terdapat peningkatan skor MMSE pada kelompok perlakuan (p<0,05) dan kelompok kontrol (p<0,05) setelah dilakukan intervensi. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan peningkatan skor MMSE yang bermakna (p=0,88) antara kelompok perlakuan dan kontrol, namun rerata skor MMSE kelompok perlakuan lebih tinggi.Simpulan: Suplementasi zat besi selama 10 minggu mampu meningkatkan skor MMSE namun tidak ada beda secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
ASI EKSKLUSIF DAN ASUPAN ENERGI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA USIA 6 – 24 BULAN DI JAWA TENGAH Nugraheni, Dini; Nuryanto, Nuryanto; Wijayanti, Hartanti Sandi; Panunggal, Binar; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.27126

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gambaran dari status gizi yang kurang yang bersifat kronik. Banyak faktor yang mempengaruhi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat inisiasi menyusu dini (IMD), riwayat ASI eksklusif, riwayat asupan energi, dan riwayat asupan protein dengan kejadian stunting pada usia 6 – 24 bulan di provinsi Jawa Tengah. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan studi analitik observasional dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder yang berasal dari survey Pemantauan Status Gizi (PSG) provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Sejumlah 3.776 sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu berusia 6-24 bulan yang terdaftar pada data PSG provinsi Jawa Tengah tahun 2017. Data PSG meliputi data berat badan, panjang lahir, status gizi, riwayat ASI eksklusif, riwayat IMD, dan riwayat asupan zat gizi pada usia 6-24 bulan. Analisis statistik dengan univariat berupa distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Uji regresi logistik untuk mengetahui besar risiko pada variabel bebas dengan kejadian stunting.Hasil: Prevalensi stunting usia 6-24 bulan di Jawa Tengah sejumlah 18,5%. Faktor kejadian stunting di provinsi Jawa Tengah adalah Asupan Energi (p=0,001 OR 1,495 95%CI : 1,178 – 1,897), dan riwayat ASI Eksklusif (p=0,006 OR 1,282 95%CI : 1,076 – 1,527). Simpulan: Riwayat ASI eksklusif dan riwayat asupan energi merupakan fakor kejadian stunting pada usia 6 -24 bulan di provinsi Jawa Tengah.  
HUBUNGAN PENGGUNAAN APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE DENGAN FREKUENSI MAKAN DAN KUALITAS DIET MAHASISWA Maretha, Febrina Yollanda; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, aplikasi pesan antar makanan online semakin populer di berbagai kelompok masyarakat termasuk mahasiswa. Aplikasi pesan antar makanan online dapat mempermudah membeli makanan karena pembeli dapat mengatur jenis, jumlah dan frekuensi makanannya sendiri. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai makanan yang kurang sehat sehingga dapat berpengaruh pada frekuensi makan dan kualitas diet.Tujuan: Menganalisis hubungan penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan dan kualitas diet mahasiswa.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiwa Universitas Diponegoro sebanyak 70 orang yang dipilih melalui metode simple random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan aplikasi pesan antar makanan online, sedangkan variabel terikat adalah frekuensi makan dan kualitas diet. Variabel perancu penelitian ini adalah uang saku dan pengetahuan gizi. Data konsumsi makan diambil menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) lalu dikonversi ke skor Diet Quality Index-International (DQI-I). Data diuji dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Terdapat 97,1% subjek yang memiliki kualitas diet buruk.Tidak ada hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan utama (p= 0,162), frekuensi makan selingan (p= 0,751) dan kualitas diet (p= 0,869). Ada hubungan negatif yang signifikan antara uang saku dengan frekuensi makan utama (r= -0,297 ; p= 0,013).Simpulan: Tidak ada hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan dan kualitas diet. Preferensi pribadi dan ketersediaan makanan di sekitar tempat tinggal menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap frekuensi makan dan kualitas diet. 
THE EFFECTS OF PAPAYA LEAVES JELLY IN LIPID PROFILE AMONG OVERWEIGHT WOMEN Nissa, Choirun; Pratiwi, Syafira Noor; Majidah, Siti; Rahma, Nadia; Paramastuti, Ratih; Hindarta, Nadhea Alriessyanne; Syauqy, Ahmad; Wijayanti, Hartanti Sandi; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.29160

Abstract

Background : Insulin resistance that occurred in diabetic state could promote endothelial dysfunction which lead to metabolic disease in obese subjects. Although several studies showed papaya leaves had antidiabetic and antihyperlipidemic agent, the effect of papaya leaves jelly is rarely studied on lipid profiles among overweight women.Objectives : We aimed to examine the effect of papaya leaves jelly on lipid profiles in women with overweight. Methods : This study was a pre-posttest controlled group design with both of the groups were overweight. The treatment group consumed papayq leaves jelly with 24.6 grams papaya leaves jelly that contains 182.4 mg chlorophyll, while the control group consumed 24.6 grams jelly with green dye for 20 days in a row. Three-day recall in three non-consecutive days and physical activity using International Physical Activity (IPAQ) were taken three times. Fasting blood sugar was measured using Glucose Oxidase Phenol 4-Aminophenazone (GODPAP). LDL, HDL, total cholesterol, triglyceride levels were measured using Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone (CHOD-PAP). Statistical analysis using Paired t-test was used within group, while Independent t-test and Mann-Whitney were used in between groups. Papaya leaves jelly effects on lipid profiles was analyzed using multiple linear regression after considering energy, protein, fat, and carbohydrate intakes. Results : Triglyceride levels was reduced significantly (p=0.014) in the treatment group despite there were no differences in triglyceride (p= 0.407), LDL (p= 0.923), HDL (p= 0.749) and total cholesterol (p= 0.277) between 2 groups. Conclusion : Papaya leaves jelly consumption could lower triglyceride levels significantly in the treatment group.
OBESITAS BERHUBUNGAN DENGAN PRE MENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI Daniartama, Bela; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30808

Abstract

Latar Belakang: Pre Menstrual Syndrome (PMS) dapat menyebabkan masalah berupa gangguan fisik, kesehatan mental, dan gangguan fungsional dalam konteks sosial dan pekerjaan perempuan. Faktor yang dapat mempengaruhi PMS yaitu status gizi.Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dengan risiko dan tingkat intensitas PMS pada mahasiswi dengan beberapa pengukuran antropometri.Metode: Penelitian cross sectional yang melibatkan 77 mahasiswi Universitas Diponegoro. Pengukuran status gizi dilakukan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar panggul, rasio lingkar pinggang panggul, dan persen lemak tubuh. Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF) untuk mengukur intensitas gejala PMS. International Physical Activity Questionaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik. Food recall 3×24 untuk mengukur rata-rata asupan. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan uji Regersi Logistik.Hasil: Obesitas dengan IMT ≥23 kg/m2 (OR 3,944; 95% CI 1,091-14,251; p<0,05), persen lemak tubuh ≥32% (OR 3,289; 95% CI 1,022-10,584; p<0,05), dan lingkar pinggang ≥80 cm (OR 4,696, 95% CI 1,201-18,360; p<0,05) dapat meningkatan risiko dan intensitas PMS.Simpulan: Peningkatan IMT, persen lemak tubuh, lingkar pinggang dapat meningkatkan risiko dan intensitas PMS.
NUTRIENT CONTENT, PROTEIN DIGESTIBILITY, AND ACCEPTABILITY OF SUBSTITUTING TEMPEH GEMBUS NUGGETS WITH TILAPIA FISH Ina Susanti; Diana Nur Afifah; Hartanti Sandi Wijayanti; Ninik Rustanti
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 2 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i2.139-149

Abstract

Nuggets are protein rich food that is widely; consumed in Indonesia because of its good taste and easy preparation. The substitution of tilapia fi sh in tempeh gembus nugget act as a healthy alternative composition which contain high protein, fi ber, but low in fat. Therefore, this research was aimed to determine the eff ect of substitution of tilapia fi sh on the nutrient content, protein digestibility, and acceptability of tempeh gembus nuggets to obtain a formulation in accordance with the Daily Value (DV) 2150 kcal. A randomized experimental study was carried out on tilapia fi sh in substitution of 0%, 20%, 40%, 80%, and 100%. The protein, fat, carbohydrate, water, ash, and dietary fi ber content analysis were determined using the Kjeldahl, Soxhlet, carbohydrate diff erence, gravimetric, dry ash, and enzymatic-gravimetric methods. Furthermore, the protein digestibility was conducted by in vitro method, while the organoleptic tests were determined using hedonic tests. The organoleptic data was statistically analysed using ANOVA and Friedman tests. The substitution of tilapia fi sh increased the content of protein, water, and dietary fi ber while decreasing fat, carbohydrates, ash, and protein digestibility. The most preferred tempeh gembus nugget formulation by panelists was 80% substitution treatment of tilapia fi sh. In conclusion, the recommended formulations are the substitution of 40% and 80% of tilapia fi sh considering the nutrient content, protein digestibility and acceptability.
Analisis Kandungan Zat Gizi, Pati Resisten, Indeks Glikemik, Beban Glikemik dan Daya Terima Cookies Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Termodifikasi Enzimatis dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiate) Diana Nur Afifah; Lili Nor Indah Sari; Dwi Ratna Sari; Enny Probosari; Hartanti Sandi Wijayanti; Gemala Anjani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jatp.8148

Abstract

AbstrakUpaya pengendalian diabetes mellitus tipe-2 dapat dikontrol melalui pola makan, salah satunya yaitu dengan modifikasi jenis makanan yang selain memenuhi kebutuhan gizi juga dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Pisang kepok dan kacang hijau memiliki kandungan pati resisten, serat pangan, protein yang cukup tinggi, dan indeks glikemik rendah sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan pembuatan cookies untuk penderita diabetes mellitus tipe-2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi, pati resisten, indeks glikemik, beban glikemik dan daya terima cookies tepung pisang kepok termodifikasi enzimatis dan tepung kacang hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan perbandingan variasi pisang kepok termodifikasi dan tepung kacang hijau masing-masing dengan persentase sebesar 85:15; 75:25; dan 65:35. Kandungan gizi dianalisis dengan metode uji proksimat. Analisis indeks glikemik dan daya terimanya juga dilakukan pada penelitian ini. Formula terbaik dianalisis dengan metode de Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik didapat dari cookies dengan formulasi 85% tepung pisang kepok termodifikasi enzimatis dan 15% tepung kacang hijau dengan nilai hasil tertinggi sebesar 0,599 dengan kandungan karbohidrat 45,72%, protein 5,62%, lemak 18,53%, air 11,22%, abu 3,70% , serat pangan 15,18%, pati resisten 13,67%, indeks glikemik 33,20 dan beban glikemik 4,19. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kandungan zat gizi cookies tepung pisang kepok termodifikasi enzimatis dan tepung kacang hijau dapat ditentukan dengan baik dengan menemukan formula terbaiknya, yaitu 85%:15%.Analysis of Nutrients Content, Resistant Starch, Glycemic Index, Glycemic Load and Acceptability of Modified Kepok Flour (Musa paradisiaca) and Mung Bean Flour (Vigna radiata) CookiesAbstractType 2 diabetes mellitus can be controlled through diet, one of which is by modifying the type of food that helps fulfilling nutrient-needs and control blood’s glucose levels. Kepok banana and mung bean contain high resistant starch, dietary fiber, protein, and low glycemic index so it can be used as an alternative ingredient in making cookies for people with type 2 diabetes mellitus. This study aimed to analyze the nutrients content, resistant strach, glycemic index, glycemic load and acceptability of cookies from enzymatically modified kepok banana flour and mung bean flour. The completely randomized one-factor experimental study with ratio of modified kepok banana : mung bean flour i.e. 85:15; 75:25; and 65:35. Nutrient content was analyzed by proximate methods. The glycemic index and glycemic load were also analyzed as well as acceptability test. The best formula was determined by the de Garmo method. As results, the quality of nutrient content, resistant starch, glycemic index, glycemic load and acceptance, were achieved with formula of 85% modified kepok flour and 15% mung bean flour resulting high yield value of 0.599. the best cookies formula contained carbohydrate of 45.72%, protein of 5.62%, fat of 18.53%, water of 11.22%, ash of 3.70%, fiber of 15.18%, resistant starch of 13.67%, glycemic index of 33.20, and glycemic load of 4.19. As conclusion, all treatment was successfully revealed and generated the best formula or 85%:15% for the ratio of modified kapok flour and mung been flour.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRAKTIK PEMBERIAN ASI DI WILAYAH PERKOTAAN, KELURAHAN PASEBAN, JAKARTA Hartanti Sandi Wijayanti
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v38i1.165

Abstract

Pemberian ASI pada masa dua tahun pertama penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Akan tetapi, praktik pemberian ASI seringkali belum dilakukan secara optimal. Faktor yang mempengaruhi praktik pemberian ASI mungkin dipengaruhi kondisi wilayahnya, termasuk di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pemberian ASI di wilayah perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (kuantitatif dan kualitatif) melalui wawancara kuesioner (178 orang) dan wawancara mendalam (11 orang) kepada ibu dari anak berusia 6-23 bulan. Praktik pemberian ASI eksklusif dan ASI lanjutan dilakukan oleh 2,2 persen dan 61,8 persen ibu. Persepsi bahwa ASI tidak cukup menjadi alasan utama ibu untuk memberikan makanan/minuman lain sebelum bayi berusia enam bulan. Sementara itu, pemberian ASI lanjutan dipraktikkan lebih baik pada ibu yang menjadi ibu rumah tangga dan mempunyai lebih banyak alokasi waktu untuk merawat anak. Pengalaman ibu ketika memberikan ASI pada anak sebelumnya, pengaruh/dukungan tenaga kesehatan, orangtua, suami, dan tempat kerja mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi praktik ibu dalam memberikan ASI adalah persepsi dan pekerjaan ibu, waktu ibu untuk merawat anak, pengalaman sebelumnya, serta pengaruh/dukungan dari sekitarnya. Promosi ASI kepada ibu, orang terdekat ibu, tempat kerja dan tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan praktik pemberian ASI dan dukungan untuk ibu menyusui. ABSTRACT FACTORS AFFECTING THE BREASTFEEDING PRACTICES IN URBAN AREAS, PASEBAN VILLAGES , JAKARTA Breastfeeding practice is important to optimize child’s growth and development, but it has not been optimally practiced yet. Factors affecting breastfeeding practice may be influenced by area condition. This study aimed to explore factors affecting breastfeeding practice in urban area. Mixed method was applied using questionnaire (178 persons) and in-depth interview (11 persons) to mothers of children aged 6-23 months. Exclusive and continued breastfeeding were practiced among 2.2 percent and 61.8 percent mothers. Perception that breastmilk was not enough for babies had become the mothers’ main reason to not practice exclusive breastfeeding. Continued breastfeeding was practiced better among housewives and those who had more time allocation to take care the child. Mothers’ previous experience, supports from health workers, parents, husbands and work places influenced mothers’ breastfeeding practice. It is concluded that breastfeeding practice was influenced by mothers’ perception, experience, occupation, time allocation to take care the child and supports from their surroundings. Breastfeeding promotion to mothers, their closest person, workplaces, and health workers are needed to improve mothers’ breastfeeding practice and supports for them. Keywords: exclusive breastfeeding, continued breastfeeding, urban
Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik untuk Penurunan Angka Stunting pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Semarang Rachma Purwanti; Ani Margawati; Diana Nur Afifah; Etika Ratna Noer; Hartanti Sandi Wijayanti; Fitriyono Ayustaningwarno; Fillah Fitra Dieny; Deny Yudy Fitranti
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i1.4213

Abstract

Pemantauan gizi dan kesehatan selama periode 1000 HPK di Kota Semarang perlu dilakukan untuk pencegahan stunting. Akan tetapi, saat masa pandemi banyak posyandu yang terpaksa dihentikan kegiatannya karena masih termasuk dalam zona merah. Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Kota Semarang tetap berupaya melakukan pemantauan gizi dan kesehatan khususnya bagi ibu hamil. Program pendampingan ibu hamil KEK ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi untuk Ibu Hamil KEK di Kota Semarang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan secara daring menggunakan media zoom meeting, whatsapp grup, dan googleform. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi seminar dengan tema “Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil KEK pada Masa Pandemi”, konseling gizi bagi ibu hamil, dan pendampingan Bumil KEK. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait gizi dan kesehatan sebagian besar termasuk kategori baik. Sebagian besar (85,2%) ibu hamil telah melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan/dokter minimal 4 kali selama hamil. Sebanyak 88,9% ibu hamil telah mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Sebesar 85,2% ibu mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang setiap hari. Akan tetapi, sebesar 55,6% ibu hamil yang mengalami mual muntah seringkali menjadi tidak nafsu makan dan cenderung melewatkan makan besar dan cemilan. Berdasarkan hasil monitoring program pada bulan Oktober diketahui 2 orang ibu tidak dapat melakukan IMD karena kelahiran yang prematur (rawat pisah) dan ibu usia masih muda (<20 tahun) merasa panik ketika ASI tidak langsung keluar setelah persalinan sehingga langsung memberikan susu formula.
Co-Authors 'Aisy, Amalia Rihadatul Adriyan Pramono ahmad syauqi, ahmad Ahmad Syauqy Ahsin, Almuthya Aila, Safrina Luthfia Alfauzia Syafni, Alfauzia Alfianti, Esya Aqilla Amelia, Annisa Eka Ani Margawati Anjani, Gemala Annisa Wijayanti Arima, Lia Andriani Titik Aryu Candra Aulia, Nurhanna Putri Avisha, Rosita Nur Ayu Rahadiyanti Ayu, Azzahra Mutiara Ayumar, Duena Firsta Sridiasti Binar Panunggal Camelia, Rusda Chatarina Umbul Wahyuni Christanto, Monica Lemuela Daniartama, Bela Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudy Fitranti Dewi Marfu'ah Kurniawati Dewi Marfu’ah Kurniawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Ratna Sari Elserinawati Sinambela Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Etika Ratna Noer Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Faizah, Nur Azkiyati Fariski, Cindy Fauzia, Ria Fauziyah, Syifa Nala Fillah Fithra Dieny Fillah Fitra Dieny Fitriyono Ayustaningwarno Ginting, Ignasia Agatha Br Hardianti, Rahma Hastuti, Vivilia Niken Henny, Via Anugrah Hertanto Wahyu Subagio Hindarta, Nadhea Alriessyanne Hisanah, Raniah Ina Susanti Indriyanti, Risa Jauharany, Firdananda Fikri Kadita, Febiandra Khikmaturrohman, Sya’bani Isnaen Khusana Aniq Kurniawati, Dewi Marfu’ah Lestari, Rahma Wati Dwi Lili Nor Indah Sari Lilis Endang Wijayanti, Lilis Endang Linda Apriliani, Linda Maretha, Febrina Yollanda Marsa, Firdaus Shadiqa MARTHA ARDIARIA Mohammad Sulchan Mursid Tri Susilo Nafsih, Vifin Zakiahtin Ninik Rustanti Nissa, Choirun Nugraheni, Dini Nur Aini, Fadhilah Nur Indah Kurniawati Nurhidayati, Lisa Rosyida Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Pratiwi, Syafira Noor Puspitadewi, Irene Nucifera Qoniatu Zulfa Rachma Purwanti Rachmayanti, Annisa Alifaradila Rahma Wati Dwi Lestari Rahmadani, Prita Ady Ramadhan, Nauval Rifqy Ramadhan, Rahmawati Rani Ridowahyu Saphira Ranitadewi, Ika Nindyas Ratih Paramastuti Rimahardika, Rosita Rizqiawan, Angga Rosmalinda, Yusie Sari, Mega Lucyta Siti majidah Syahadah, Muti'ah Mustaqimatusy Syaher, Miladita Ilmanda Syahidah, Zulfah Asy Titien Indah Saputri, Titien Indah Tsani, A Fahmy Arif Tzani, Niza Iana Utami, Citra Tristi Velicia, Velicia Wendiranti, Catra Ibriza Yumni, Dienny Zata