Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SESAR CIMANDIRI TERHADAP MORFOLOGI DAERAH PADALARANG Haryanto, Iyan; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 12, No 2 (2014): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v12i2.8367

Abstract

Cimandiri Fault is a regional fault that stretching from Pelabuhanratu (Sukabumi) to end up in the complex area of Mt. Tangkubanprahu – Mt. Burangrang (Subang - Northward of Bandung). Regional fault has been widely studied, but there are differences of opinion, especially regarding the type of shift.This study aimed to examine all aspects relating to Cimandiri Fault, especially along the segment Tagokapu-Cibogo (Padalarang-Citatah), so that can be known about the type of the fault. Steps and methods of research, among others, to analyze the landscape through satelite image, make observations, descriptions and measurement of geological structure elements, data processing by program using "dip" and "Paleostress" softwares. Cimandiri fault lines along the segment Tagokapu-Cibogo, can be recognized from various aspects, among others, from the aspect of geomorphology characterized by differences in the shape and elevation of the hills; from stratigraphical aspects there are contact between rock formations of different ages; from fold structure aspects there are found standing upright rock layers; and from the aspect of fault outcrop, there were indications that the fault is generally associated with horizontal fault. From the results of the analysis showed that the lineament of Cimandiri Fault along Tagokapu-Cibogo segment, controlled by a reverse fault and normal faults that formed in different tectonic period.
VULKANISME DAN KARBONAT UMUR MIOSEN DI DAERAH BANJAR-PANGANDARAN, JAWA BARAT Haryanto, Iyan; Ilmi, Nisa Nurul; Adhiperdana, Billy G.; Fauziely, Lili; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.618 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17293

Abstract

Daerah Banjar-Pangandaran merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang sebagian besar disusun batuan volkaniklastik Formasi Jampang. Batuannya didominasi oleh breksi, tuf dan batupasir kasar. Seluruhnya membentuk morfologi perbukitan sedang hingga terjal, dengan punggungan berarah barat-timur. Di bagian tepi dari lereng perbukitannya, tersingkap batugamping yang berumur lebih muda, yaitu Formasi Klapangunggal dan Formasi Pamutuan. Di lapangan tidak ditemukan kontak litologi, namun berdasarkan pada umur batuan yang menerus, serta kedudukannya di lapangan diduga keduanya memiliki hubungan stratigrafi yang selaras. Penelitian ini masih dalam tahap awal yang dilakukan hanya berdasarkan pada data singkapan. Analisis dilakukan dengan melakukan rekontruksi pola struktur (pola jurus), serta dipandu dengan interpretasi geologi melalui DEM.Hasil sementara menunjukan bahwa pertumbuhan carbonate mulai berlangsung ketika aktivitas volkanisma pawa waktu Miosen Bawah Berakhir. Pada saat itu di antara tinggian volkanik, memiliki lingkungan marin yang tenang dan dangkal, sehingga memungkinkan terbentuknya pertumbuhan carbonate. Di lihat dari peyebarannya, carbonate disimpulkan sebagai barrier kecil dan lainnya sebagai pitch reef.
ESTIMASI KONDISI GEOTEKNIK MELALUI METODE GEOLOGICAL STRENGTH INDEX (GSI) DI WEST EXTRACTION LEVEL TAMBANG DEEP ORE ZONE (DOZ) PT. FREEPORT INDONESIA Wicaksono, Danny; Zakaria, Zufialdi; Haryanto, Iyan; Wiguna, Purwa
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.157 KB)

Abstract

Tambang bawah tanah Deep Ore Zone (DOZ) merupakan salah satu tambang seri ambrukanyang terletak di distrik Ertsberg. DOZ berada pada area dataran tinggi Jayawijaya padakedalaman 1.45 kilometer dari permukaan tanah. Tambang DOZ memiliki variasi dankompleksitan Geologi yang tinggi sehingga menjadikan kondisi Geoteknik yang heterogen.Pendekatan geoteknik yang efektif menjadi faktor penting dalam perencanaan terowonganbawah tanah. Pendekatan perhitungan empiris berupa Geology Strength Index (GSI) dipiliholeh peneliti karena lebih banyak menggunakan sifat-sifat batuan yang lebih mudah dilihatdalam contoh inti batuan pengeboran. Modifikasi kuantitatif GSI dilakukan agar parameterparameteryang digunakan dapat dengan tepat dilihat dari inti batuan pengeboran. Hasil studidata pada daerah West Extraction DOZ memperlihatkan hubungan nilai modifikasi kualitatifGSI terhadap batuan dan alterasi dari selatan ke utara, dimana di bagian selatan nilai GSIpada umumnya bagus-sangat bagus (60-100) tetapi beberapa area yang memiliki strukturgeologi stockwork dengan alterasi serisit mengakibatkan penurunan nilai GSI hingga buruksedang(20-60). Batuan skarn memiliki kondisi yang bervariasi mengakibatkan sebaran nilaiGSI dengan range yang tinggi, Nilai GSI yang buruk tersebar pada bagian kontak batuan danalterasi skarn yang didominasi oleh mineral-mineral lempung. Bagian utara daerah telitianyaitu pada batuan sedimen didapatkan nilai GSI yang buruk menyebar dengan arah barattimur,area ini sangat dipengaruhi oleh struktur patahan dan kontak batuan sedimen denganbatuan intrusi maupun ubahan skarn. Blok model sebaran GSI memberikan masukan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merencanakan arah terowongan, biaya pembangunanterowongan dan penanggulangan bahaya dalam pembangunan terowongan.Kata kunci: Deep Ore Zone, Alterasi skarn, Geology Strength Index, Rock QualityDesignation.
Dolomitisasi Batugamping Formasi Klapanunggal Cekungan Bogor, Jawa Barat Hafiz, Surya Darma; Abdurrokhim, .; Haryanto, Iyan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 1 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.44 KB)

Abstract

Paper ini menjelaskan tentang dolomitisasi dari batuan karbonat Formasi Klapanunggal yang berumur Miosen akhir. Formasi Klapanunggal merupakan ekuivalen dengan Formasi Parigi yang berada di cekungan Jawa Barat Utara, yang terbukti sebagai salah satu penghasil reservoir hidrokarbon. Tujuh belas sampel yang sistematik (dengan rentang 10-20 m) telah di seleksi dan disiapkan untuk pengujian metode dengan menggunakan cairan blue-dye dan alizarin red, untuk mengidentifikasi porositas dan mineral dolomit. Baik porositas maupun mineral dolomit cenderung meningkat semakin kearah atas dari lintasan. Hal ini di duga di sebabkan oleh adanya peningkatan presipitasi pada batugamping  yang menyebabkan adanya proses pelarutan dan dolomitisasi.   Kata Kunci : Dolomit, Karbonat, Diagenesa, Formasi Klapanunggal, Jawa Barat
PEMBERDAYAAN POTENSI UMKM BIDANG KULINER SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH JATINANGOR, SUMEDANG Rendra, Pradnya Paramarta Raditya; Sulaksana, Nana; Haryanto, Iyan; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.38500

Abstract

Jatinangor saat ini merupakan salah satu kawasan pendidikan besar di Jawa Barat. Adanya beberapa perguruan tinggi seperti Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin menjadikan UMKM di bidang kuliner berpotensi untuk terus bertambah dan berkembang. Namun demikian, pandemi Covid-19 yang belum berakhir sejak awal tahun 2020 hingga awal tahun 2022 menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku UMKM bidang kuliner untuk dapat terus bertahan. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan sosialisasi terkait pemberdayaan potensi UMKM kuliner, khususnya di daerah Jatinangor degan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi. Tujuan kegiatan tersebut agar para pelaku UMKM semakin kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi lapangan dengan cara memetakan para pelaku UMKM kuliner di daerah Jatinangor, mewawancarai para pelaku usaha, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Tentunya kegiatan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Adapun kegiatan sosialisasi dilakukan sebagai upaya menstimulus para pelaku usaha untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidang usahanya masing-masing dengan mengedepankan literasi digital sebagai salah satu poin penting dalam menghadapi era digital seperti saat ini. Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pelaku UMKM bidang kuliner di daerah Jatinangor dengan melibatkan berbagai pihak seperti mitra bisnis, para akademisi, serta pemerintah daerah agar perekonomian terus tumbuh dan memberikan dampak baik bagi masyarakat setempat.
KONTROL STRUKTUR TERHADAP ALTERASI DAN MINERALISASI PADA CEBAKAN EPITERMAL PROSPEK SECANG, KECAMATAN CAMPUR DARAT, KABUPATEN TULUNG AGUNG, PROVINSI JAWA TIMUR: STRUCTURAL CONTROL ON ALTERATION AND MINERALIZATION OF EPITHERMAL DEPOSIT SECANG PROSPECT, CAMPUR DARAT SUB DISTRICT, TULUNG AGUNG DISTRICT, EAST JAVA PROVINCE Fadilah, Rizqi; Vanessa, Agata; Patonah, Aton; Haryanto, Iyan
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 20 No 2 (2025): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v20i2.519

Abstract

The study area is located within the administrative district of Campurdarat Subdistrict, Tulungagung Regency, East Java Province. This research aims to analyze the role of geological structures on alteration and mineralization processes using geological and alteration mapping method, joint measurement, petrographic and mineragraphic analysis, and spectral data interpretation. The geological mapping results indicate that the lithostratigraphy of the study area, from youngest to oldest, consists of Alluvial Unit (Sa), Limestone Unit (Sbg), Volcanic Breccia Unit (Sbv), and Andesite Lava Unit (Sla). The geological structures include faults and joints, formed through a wrench fault mechanism, indicating left-lateral movement with the formation of a transpressional pop-up structure. Alteration zones belong to the high-sulfidation epithermal deposit system, consisting of four alteration types, comprising silicifaction, advanced argillic, argillic, and propylitic. Mineralization in the study area is associated with veins and vuggy quartz. Ore minerals present include pyrite, chalcopyrite, sphalerite, marcasite, magnetite, rutile, and covellite. Alteration and mineralization in the study area are controlled by northeast-southwest and northwest-southeast strike-slip faults. Faults in the study area have caused alteration overprinting and fault zones.
Isu Presiden 3 Periode Dalam Kajian Konstitusi Hardiyanto, Lutfi; Fahira Lestari, Ayu; Rizqi Fadilah, Dina; Wulandari, Eka; Haryanto, Iyan; Ridho Akbar, Radhitio
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.866 KB) | DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1532

Abstract

Abstrak—Berdasarkan permasalahan dalam penelitian ini, tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh data empiris mengenai variabel yang berhubungan dengan isu wacana Presiden 3 periode berdasarkan dalam kajian konstitusi. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan mengenai konstitusi ketatanegaraan Indonesia dan mempelajari syarat amandemen. (2) Mengetahui adanya kemungkinan perubahan UUD 1945 menyesuaikan dengan situasi politik hukum Indonesia saat ini. Belum lama ini ramai diperbincangkan isu wacana Presiden Indonesia menjabat selama 3 periode. Isu ini bergerak dengan cepat diberbagai kalangan, sehingga wacana tersebut diperdebatkan dan menuaikan pro kontra dari berbagai pihak. Bukankah sudah jelas bahwa sekitar 10 hingga 11 tahun lalu MPR telah membatasi kekuasaan presiden hanya 2 periode, dengan masa 5 tahun untuk 1 periode? Apakah hal tersebut bisa dilanggar? Dimana jika melanggar pembatasan tersebut maka pemerintah sama saja melangggar Undang-Undang Dasar 1945 NKRI. Sudah jelas bukan pembatasan tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah. Jika wacana tersebut benar-benar terjadi maka pemerintah harus bersiap-siap karena penulis sangat yakin bahwa rakyat Indonesia tidak akan diam (People will not abide by government that are clearly in violation of the constitution). Sehingga dalam penelitian ini tim penulis akan berusaha membahas secara mendalam melalui konstitusi besarnya peluang terealisasikannya Presiden Tiga Periode.
Continental Sediments of Cinambo Formation in the Bogor Trough West Java, Indonesia Abdurrokhim; Iyan Haryanto
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 1 (2025): JGEET Vol 10 No 01 : March (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.1.19069

Abstract

Volcanoclastic sediments commonly represent low quality reservoir facies, since volcaniclastics are composed largely of reactive and unstable minerals that leads to the destruction of porosity by cementation and compaction processes. During the Neogene time, although the Bogor Trough largely infilled by volcaniclastic deep-water deposits, the arenites that delivered from continental in the north actually still contributed as sequel Paleogene deposits. This manuscript intends to discusses the Neogene provenance of continental sediments  into the Bogor Trough. The samples are taken from sandstone beds of the Cinambo Formation at Cilutung River in Majalengka. Quartz-rich sandstones are better potential reservoirs in term of quality in hydrocarbon exploration of sub-volcanic region in this area.
TEKTONIK DAN ASPEK KEBENCANAAN DI PULAU SUMATRA Haryanto, Iyan; Irawati, .; Helmi, Faisal; Adhiperdana, Billy G.; Abdurrokhim, .; Natasia, Nanda; Alfadli, Muhammad Kurniawan; Sunardi, Edy
Bulletin of Scientific Contribution Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v23i3.68147

Abstract

ABSTRAKStruktur geologi di Pulau Sumatra dilatarbelakangi oleh tumbukan lempeng miring antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Peristiwa tektonik ini menyebabkan terjadinya tegasan strike slip sehingga pola struktur yang terbentuk di pulau ini didominasi oleh sesar mendatar dan dua diantaranya bersifat regional yaitu Sesar Sumatra dan Sesar Mentawai. Berdasarkan latar belakang tektonik di atas, maka setiap struktur sesar yang memiliki pola yang sama dengan  kedua sesar regional di atas, selalu disimpulkan sebagai sesar mendatar juga.Data lapangan menunjukan tidak semua struktur sesar naik berada di dalam zona transpresional dari mendatar regional yang melengkung (bend fault) atau bergeser (steep over) seperti yang terjadi di daerah Bukit Garba, yaitu sesar-sesar naiknya terbentuk langsung oleh tektonik kompresi. Tektonik kompresi juga terjadi di daerah tinggian seperti prisma akresi  dan jalur orogenesa yang pembentukannya memerlukan gaya yang besar dan bersifat regional. Secara genetik peristiwa tektonik harus dilatarbelakangi oleh sistem tegasan kompresi dibandingkan strike slip. Namun demikian karena latar belakang tumbukan lempengnya bersifat miring, maka sebagian dari sesar-sesar naik di Pulau Sumatra bersifat oblik yaitu naik mendatar.Kata Kunci: bend fault, orogenesa, pop-up, strike slip, steep over, subduksi miring. ABSTRACTThe geological structure of Sumatra Island is constructed by the oblique collision of the Indo-Australian Plate with the Eurasian Plate. This tectonic occurrence induces strike-slip stresses, resulting in a structural pattern predominantly characterised by strike-slip faults, among which two are regional: the Sumatra Fault and the Mentawai Fault. Based on the aforementioned tectonic context, any fault structure exhibiting a similar pattern to these two regional faults is typically classified as a strike-slip fault.Field observations reveal that not all thrust fault structures are situated within transpressional zones of regionally curved (bend faults) or steepened (steep-over) faults, as observed in the Garba Hills area. These thrust faults are directly formed by compressional tectonics. Compressional tectonics are also active in areas of high elevation, such as accretionary prisms and orogenic zones, whose formation necessitates substantial forces and is of regional extent. Tectonic events, in a genetic sense, are primarily driven by a compressional stress system rather than strike-slip mechanisms. Nevertheless, due to the inclined nature of the plate collision background, some thrust faults on Sumatra Island are oblique, rising horizontally.Keywords: bend fault, orogenesis, pop-up, strike slip, steep over, oblique subduction.
Urban Environmental Risk Mitigation using PS-INSAR Time Series and 2D Seismic Analysis in Bekasi Area, Indonesia Novi Triany; Ildrem Syafri; Iyan Haryanto; Muhammad Burhannudinnur; Joko Widodo; Abang Mansyursyah Surya Nugraha; Ramadhan Adhitama; Himmes Fitra Yuda; Mira Meirawaty
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 9, NUMBER 1, APRIL 2026
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v9i1.26182

Abstract

The Bekasi region experiences ground deformation that directly impacts urban environmental functions, including the effectiveness of risk mitigation in spatial planning. However, studies in Bekasi have mostly focused on land subsidence and have rarely integrated deformation patterns with subsurface structural controls. Aims: This study investigates urban ground deformation in Bekasi by integrating Sentinel-1A PS-InSAR time series and 2D seismic analysis as a basis for evidence-based risk mitigation. Methodology and results: Sentinel-1A SLC images acquired from December 2014 to January 2026 were processed using SARPROZ to obtain line-of-sight (LOS) velocity and displacement, then cross-checked against time-series displacements from the nearest CORS, and correlated with 2D seismic sections to evaluate subsurface geological conditions. PS-InSAR results show heterogeneous deformation (approximately -10 to +5 mm/yr). The values indicate dominant subsidence in the north and uplift in the south, which may be caused by both anthropogenic and tectonic factors. Seismic interpretation indicates geological structural segmentation. There is a W-E trending thrust fault in the south that is consistent with the Baribis active fault. Meanwhile, an N–S trending normal fault in the north indicates the reactivation of an old Sunda-pattern fault structure. Conclusion, significance, and impact study: Overall, these findings confirm that ground deformation in Bekasi is not spatially uniform and cannot be explained solely by anthropogenic processes. Therefore, risk mitigation strategies should be differentiated, such as improving the design and implementation of infrastructure and drainage systems in the north, and strengthening fault-zone-based zoning and screening critical infrastructure locations in the south.
Co-Authors . Irawati Abang Mansyursyah Surya Nugraha Abdul Bari Abdurokhim Abdurokhim Abdurrokhim Abdurrokhim ⠀ Abdurrokhim, . Achmad Djumarma Wirakusumah Adhiperdana, Billy G. Adhiperdhana, Billy Gumelar Adi Hardiyono Adjat Sudradjat -, Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Agus Didit Haryanto -, Agus Didit Haryanto Ahmad Helman Hamdani Aldrin Ramadian Ali Djamhuri Andi Agus Nur Andi Agus Nur, Andi Agus Andi Kurniawan Andriana, Yoga Arifin, Alvin Adam Aton Patonah Ayu, Shinta B.Sendjadja, Yoga Bambang Sugiarto Barkah, Mohamad Nursiyam Billy G Adhiperdana Budi Muljana Budi Mulyana Chairul Nas David Victor Mamengko David Victor Mamengko Dicky Muslim Djadjang Jedi Setiadi Dudi Nasrudin Usman Edi Tri Haryanto, Edi Tri Edison Gunawan Sirodj Edy Sunardi Eka Wulandari Eko Budi Lelono Eko Budi Lelono, Eko Budi Emi Sukiyah Emy Sukiyah Fadilah, Rizqi Fahira Lestari, Ayu Faisal Helmi Faizal Muhamadsyah -, Faizal Muhamadsyah Fauziely, Lili Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan Fenry Simorangkir, Fenry Hadi, Mochamad Nur Hafiz, Surya Darma hardiyanto, lutfi Hendarmawan H Hendarmawan, . Herlinawati H Hermes Panggabean Hermes Panggabean Heryadi Rachmat Himmes Fitra Yuda Ikramina, Alma Ildrem Syafri Irdanto Saputra, Irdanto Irfan Marwanza Irvan Sophian Ismawan - Ismawan Ismawan, Ismawan Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Joko Widodo Juwita Trivianty Musu Kurnia Arfiansyah, Kurnia Lamba, Lisa M. Nursiyam Barkah Mawardi, Sonny Mega Fatimah Rosana Mira Meirawaty Muhammad Burhannudinnur Muhammad Kurniawan Alfadli Murni Sulastri Mustofa, Santia Ardi Musu, Juwita Trivianty Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nanda Natasia Nisa Nurul Ilmi Novi Triany Nur Khairullah Nurahmah, Siti Chusnul Chatimah Nurdradjat -, Nurdradjat Nurdrajat Nurdrajat Oeke Sobarin -, Oeke Sobarin Panuju Panuju Panuju Panuju Pradnya Paramarta Raditya Rendra Priatna Priatna Priatna, Priatna Priatna, Priatna Raden Irvan Sophian Ramadhan Adhitama Ramadhan, Galih Hadisurya Ridho Akbar, Radhitio Rizqi Fadilah, Dina Salsabila, Unik Hanifah Saputro, Anisa Ayu Saragih, Rahmat Yantono Sonny Mawardi Sulastri, Murni Suparka -, Suparka Syaiful Alam Syaiful Alam Syalsabilla, Lola Lintang Taufiqih Hilman Theresa Naomi Putri Vanessa, Agata Vijaya Isnaniawardhani Wicaksono, Danny Widyariestha, Mira Wiguna, Purwa Yarra Sutadiwiria Yeftamikha Yeftamikha Yeftamikha, . Yeftamikha, Yeftamikha Yeftamikha, Yeftamikha Yoga Andriana Sendjaja Yoga B.Sendjadja Yunita Rossa Indah Putri, Yunita Rossa Yusi Firmansyah, Yusi Yuyun Yuniardi Zufialdi Zakaria