Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK MORFOTEKTONIK DAS BUOL BAGIAN HULU YANG TERSUSUN OLEH BATUAN BERUMUR KUARTER DAN TERSIER KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH Ghaniansah, Algi Fajar; Tawil, Sukardan; Muslim, Dicky; Sukiyah, Emi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 14, No 2 (2016): Bulletin of Scientific Contribution
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v14i2.9806

Abstract

The research area is part of the Watershed Buol. Administratively, it is included in the  Tiloan District, Buol Regency, Central Sulawesi Province. The parameters used in the study include drainage patterns, watershed morphometric, morphotectonic, and geological structure. Parameters such as a reference to explain the tectonic activity in the area of research. Variables analyzed includes bifurcation ratio (Rb), drainage density (Dd), mount-front sinuosity (Smf), and the ratio of the wall and the bottom of the valley (Vf ratio). Quantitative descriptive approach used in the data analysis. The results showed that the average value of Rb is 2.14 with Dd ranges from 0.25 to 10. That phenomenon shows that the study area is controlled by tectonic based on morphometric analysis of the watershed. Smf values ranged from 1.1 to 1.6, while the Vf ratio ranges from 0.3 to 3.8. The results of the comparative test against morphometric-morphotectonic variables in the region composed of Quaternary and Tertiary rocks, showed a significant difference.Key words: Buol watershed, watershed morphometry, morphotectonic, and tectonic activity Daerah penelitian merupakan sebagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Buol. Secara administratif termasuk dalam Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Parameter yang digunakan dalam penelitian diantaranya adalah pola pengaliran, morfometri DAS, morfotektonik, dan struktur geologi. Parameter tersebut menjadi acuan untuk menjelaskan aktivitas tektonik di daerah penelitian. Variabel yang dianalisis meliputi rasio cabang sungai (Rb), kerapatan pengaliran (Dd), sinusitas muka gunung (Smf), dan rasio dinding dan dasar lembah (Vf ratio). Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rb rata-rata 2,14 dengan Dd berkisar dari 0,25 hingga 10. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa daerah penelitian dikontrol oleh tektonik berdasarkan analisis morfometri DAS. Nilai Smf berkisar  1,1 – 1,6, sementara itu Vf ratio berkisar 0,3 – 3,8. Hasil uji komparatif terhadap variabel morfometri dan morfotektonik DAS di wilayah yang tersusun oleh batuan berumur Kwarter dan Tersier, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa tektonik pada Kuarter dan Tersier menghasilkan pola yang berbeda.Kata Kunci: DAS Buol, Morfometri DAS, Morfotektonik dan Aktivitas Tektonik.
Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Berdasarkan Aspek Geologi Lingkungan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) di Kabupaten Kuningan Destirani, Sagita -; Suyono, Oon; Atang, .; Muslim, Dicky; Iskandarsyah, Teuku Yan W. M.
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 2 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3980.435 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i2.17874

Abstract

ABSTRAKKabupaten Kuningan hingga saat ini belum memiliki Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik(SPALD). Pertimbangan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan inventarisasi, survei danpemetaan geologi lingkungan. Dalam zonasi wilayah calon pengembangan, belum secaraoptimal ditentukan kondisi geologi setempat. Dilakukan penelitian ini yang bertujuan untukmengetahui parameter geologi lingkungan yang berperan dalam menentukan lokasi pembangunanpengolahan limbah yang sesuai standar dan prosedur, dengan mempertimbangkan segala aspek terutamageologi. Metode yang digunakan yakni dengan mengolah data sekunder menggunakan metode SimpleAdditive Weighting (SAW) untuk mendapatkan peta kesesuaian lahan yang selanjutnya akan dilakukantahap analisa dari overlay peta (superimposed). Parameter yang digunakan sebanyak sebelas parameter,terdiri atas parameter fisik dan non-fisik, dari hasil overlay peta maka akan didapatkan zona prioritasdengan proses skoring, yang merupakan salah satu metode yang membantu melakukan prediksiberdasarkan parameter yang telah disesuaikan. Didapatkan lokasi yang sesuai untuk pembangunan di limakecamatan, yakni Kecamatan Jalaksana, Cigugur, Kramatmulya, Kuningan, dan Lebakwangi. Penentuanlokasi lebih mendetail diperlukan untuk penentuan akhir pembangunan SPALD-T yang ideal.Kata Kunci: Pengolahan limbah, Simple Additive Weighting (SAW), Overlay, Scoring, KabupatenKuningan
MODEL ALIRAN BAHAN ROMBAKAN MENGGUNAKAN RAMMS PADA BENCANA BANJIR BANDANG KOTA BATU NOVEMBER 2021 Kristiawan, Yohandi; Heriwaseso, Anjar; Firmansyah, M. Nizar; Sumaryono, Sumaryono; Muslim, Dicky; Zakaria, Zufialdi
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 15, No 3 (2024)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34126/jlbg.v15i3.497

Abstract

Kejadian aliran bahan rombakan di Kota Batu, Jawa Timur melanda 3 (tiga) kecamatan di wilayah Kota Batu pada hari Kamis, 4 November 2021. Kejadian tersebut berada pada aliran anak Sungai Brantas di lereng selatan Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang. Bencana aliran bahan rombakan yang melanda wilayah Kota Batu dikontrol oleh luapan air akibat peningkatan volume air saat curah hujan tinggi dan adanya pembendungan di bagian hulu dari material bahan rombakan berupa kayu, bongkah batu dan material longsoran. Penyelidikan lapangan dan pemodelan numerik menjadi pendekatan yang signifikan dalam studi aliran bahan rombakan. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS). Input data RAMMS meliputi data Digital Elevation Model (DEM), volume, daerah inisiasi, densitas, kohesi, serta parameter gesekan μ (Mu) dan ξ (xi). Berdasarkan hasil pemodelan dan analisis RAMMS menunjukkan bahwa parameter gesekan dan resolusi DEM sangat berpengaruh. Hasil model aliran bahan rombakan untuk μ : 0.04 dan xi : 500 secara umum mendekati dengan landaan aliran bahan rombakan 2021 dengan panjang landaan 4.85 km dan luas 238622.83 m2. Nilai parameter gesekan hasil pemodelan dapat dimanfaatkan untuk simulasi aliran bahan rombakan lain di kawasan selatan G. Arjuno Welirang untuk mengetahui potensi ancaman bahaya aliran bahan rombakan khususnya di wilayah Kota Batu, Jawa Timur.Kata kunci: aliran bahan rombakan, Kota Batu, pemodelan, RAMMSABSTRACTThe debris flow disaster in Batu City, East Java hit 3 (three) sub-districts in the Batu City area on Thursday, November 4th, 2021. The debris flow occurred in a tributary of the Brantas River on the southern slope of the Arjuno Welirang Volcano Complex. The debris flow was controlled by water overflow due to increased water volume during high rainfall and dams upstream of the debris material consisting of wood, boulders, and landslide material. Field investigations and numerical modeling have become significant approaches in debris flow studies. Modeling was carried out using Rapid Mass Movement Simulation (RAMMS) software. RAMMS data input includes Digital Elevation Model (DEM) data, volume, initiation area, density, cohesion, as well as friction parameters μ (Mu) and ξ (xi). The results of RAMMS modeling and analysis, show that the friction parameters and DEM resolution are very influential. The results of the debris flow model for μ: 0.04 and xi: 500 are generally close to the 2021 debris flow with a maximum distance of 4.85 km and an area of 238622.83 m2. The friction parameter values resulting from modeling can be used to simulate the flow of other debris in the southern area of Mt. Arjuno Welirang to determine the potential threat of debris flow, especially in the Batu City area, East Jawa in the future.Keywords: debris flow, Kota Batu, modeling, RAMMS
Quantitative Geomorphology Approach in the Assessment of Relative Tectonic Activity in Cikandang Watershed, South West Java Fahira, Ghina; Sukiyah, Emi; Muslim, Dicky
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2619

Abstract

Cikandang Watershed in Cisewu Block, South West Java, is an area with significant tectonic activity that is reflected in geomorphological characteristics. This study aims to evaluate the relative tectonic activity in the Cikandang watershed using a quantitative geomorphological approach. Research methods involved six morphotectonic parameters: Valley Height-Width Ratio (Vf), Mountain Face Sinusity (Smf), Basin Shape Index (Bs), Asymmetry Factor (Af), Integral Hypsometry (Hi), and River Length Gradient Index (SL). These parameters were analysed to determine the Index of Relative Tectonic Activity (IATR) in 45 3rd-order catchments. Results showed variations in the level of tectonic activity in the Cikandang watershed. Based on the Index of Relative Tectonic Activity (IATR) value, 6 catchments belong to the high tectonic class, 34 catchments are in the medium tectonic class, and 5 catchments are in the low tectonic class. Analysis results indicate the presence of intensive tectonic deformation. These distributions reflect the significant influence of ‘moderate’ tectonic activity which is also indicated by the role of erosional processes in shaping the geomorphology of the Cikandang watershed. Morphotectonic features such as V-shaped valleys and irregular drainage patterns support the indication of tectonic activity. This research provides an overview of the influence of tectonic activity on geomorphological development in the Cikandang watershed.
KOROSIFITAS PADA TANAH LAPUKAN VULKANIK BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS TANAH DI KAWASAN UNPAD JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, JAWA BARAT Rukmana, Yanwar Yusup; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Seraphine, Nadhirah
Jurnal Geosaintek Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur terutama gedung-gedung tinggi tidak terlepas dari penggunaan material logam/besi. Masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material logam adalah Korosi. Korosi yaitu degradasi atau penurunan mutu logam akibat reaksi kimia suatu logam dengan lingkungan di sekitarnya termasuk tanah. Indikator utama yang sangat signifikan dalam menentukan klasifikasi korosi pada tanah yaitu nilai tahanan jenis, karena laju dari korosifitas merupakan fungsi dari konduktivitas listrik. Indikator lain yang berpengaruh terhadap klasifikasi korositas adalah karakteristik dari tanah itu sendiri. Pengambilan nilai tahanan jenis tanah pada penelitian ini mengacu pada ASTM G187-12. Karakteristik tanah lapukan vulkanik yaitu di dominasi oleh besar butir halus. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan pengujian di laboratorium, tanah di daerah penelitian berjenis Lanau dengan tingkat Plastisitas Rendah-Tinggi (MH-ML) serta Lempung dengan tingkat Plastisitas Tinggi (CH). Hasil analisis dari sebaran potensi korosifitas tanah di daerah penelitian menunjukkan bahwa tingkat korosifitas tanah berada pada tingkatan Sedang-Tinggi. Zona korosifitas tinggi pada sampel dengan kedalaman 0.5 m terkonsentrasi di sebelah barat laut, Pada sampel dengan kedalaman 1.0 m terkonsentrasi di sebelah tenggara, dan pada sampel dengan kedalaman 1.5m tersebar di seluruh daerah penelitian.
Transformation of Post-Mining Landscapes into Tourism: A Local-Driven Initiative in Loa Ulung, East Kalimantan Hanif, Salma Nur; Winoto, Yunus; Muslim, Dicky
International Journal of Science and Society Vol 7 No 3 (2025): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v7i3.1525

Abstract

The legacy of coal mining in East Kalimantan, Indonesia, has left numerous degraded landscapes, including abandoned pit lakes that pose significant environmental and social challenges. Amidst these issues, local communities in Desa Loa Ulung have initiated a transformation, repurposing this former mining pit lake into tourism destinations. This article aims to examine the planning and implementation processes undertaken by these local initiatives. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis with key local initiators and managers. The analysis reveals that the planning process is predominantly organic and adaptive, driven by strong social capital and personal initiatives, often navigating a void in formal legal status. This informal framework enables flexible, bottom-up innovation but also presents challenges related to incremental resource mobilization, limited infrastructure, and fragmented spatial layouts. The findings highlight how community-driven approaches reframe degraded lands into valuable assets, offering critical insights into adaptive development strategies in post-extractive contexts. This study underscores the importance of understanding local dynamics for fostering resilient and community-led transformations of challenging landscapes.
PERLINDUNGAN PETIR, SISTEM PENTANAHAN, DAN RESISTIVITAS TANAH: STUDI BIBLIOMETRIK Jakah, Jakah; Muslim, Dicky; Mursito, Anggoro; Zakaria, Zufialdi; Sumarnadi, Eko
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 42 No. 2 (2021): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.baca.v42i2.730

Abstract

Increased lightning intensity generally causes an increase in the level of hazards such as infrastructure damage and death. To mitigate these hazards, research is necessary. Research developments can be seen from the various literature published in journals or books. This study aimed to quantitatively assess the development of research on lightning protection, grounding systems, and soil resistivity. The bibliometric method is used by searching based on keywords in the Scopus basis data, then visualizing it using VOSviewer. The results showed that the total identified publications were 706 publications all years, the first publication in 1967 and the highest in 2014-2020 with 481 publications (68.1%). The countries that dominate are China and Brazil. Universidade Federal de Minas Gerais was the most productive institution, while Silverio Visacro was the most productive writer. Engineering and energy are the most widely written subjects, while topics related to multidisciplinary are still rare (0.2%). Electric Power Systems Research Journal is the top journal that publishes this research topic. The publication progress map based on co-occurrences consists of 9 clusters. The few research topics include electrical safety, substation, and backfill materials, while current topics include towers, wind turbines, bentonite, natural enhancement materials, and electromagnetic models.
RESPONSE OF STABLE OVERALL SLOPE GEOMETRY OF OPEN PIT COAL MINE IN WARUKIN FORMATION TO DEWATERING AND PEAK GROUND SEISMIC IN SOUTH KALIMANTAN, INDONESIA Oscar, Agus W; Muslim M.Sc., Ir. H. Dicky; Sulaksana, Nana; Hirnawan, Febri
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11 No 1 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v11i1.10

Abstract

Understanding of the response of the mine slope stability is very important regarding the safety of life and investment / productivity / environment, as anticipation of landslide prevention based on the latest research. Mine slope behavior previously discussed widely in terms of the response due to dewatering and seismic (Peak Ground Acceleration) as well through verification. This paper aims to obtain a broad dimension of design criteria that are not only unstable slopes, but the slope is stable under various conditions of the rock mass saturation (dewatering) and seismic condition. Response of slope stability per geotechnical rocks unit from different formations or any engineering formation as a result of environmental influences, for example, the same quake, will be different. This means that the geometry of the same slope in other formation will have different stability conditions (safety factor of the slope) due to the same seismic acceleration. This is also similar due to dewatering. The method used for this study is the deductive-probabilistic method with a hypothetical verification approach. The Standard statistical analysis is used to test the data normality and homogeneity, average and independent differences, as well as regression-correlation test. The research results show that dewatering activitycan decrease ground water level (GWL/MAT) of the slope, so the durability of sliding along the sliding plane is reduced (increasing slope safety factor). At the same time earthquake reduces shear strength and increases driving force, so the safety factor of the slope suddenly downs. Slope stability decreased due to the earthquake, but dewatering improves slope stability. Thus, the slope in dewatering conditions will be kept stable through simulation to anticipate earthquake.
VALIDASI REKAHAN SEBAGAI INDIKATOR BATUAN TERUBAH DENGAN METODE KELURUSAN DAN PETROGRAFI DI DAERAH BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT Khaerani, Puspa; Taufiq, Andra; Muslim, Dicky; Helmi, Faisal; Putri, Yunitha R.I.
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11 No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v11i3.30

Abstract

Garut Selatan menyimpan potensi sumber daya mineral berupa emas, krisopras, dan kalsedon. Di beberapa lokasi di Bungbulang ditemukan adanya batuan terubah dan tambang kalsedon tradisional yang sudah tidak beroperasi lagi yaitu di Sungai Citanggeuleuk. Batuan terubah ini memiliki ciri fisik litologi yang berbeda dengan batuan di sekitarnya seperti berwarna hitam, mengandung mineral muskovit, klorit, dan mineral lempung. Lokasi singkapan batuan terubah diperkirakan berada pada jalur rekahan sesar minor di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap adanya rekahan yang diperkuat dengan adanya batuan terubah sebagai jalur fluida hidrotermal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelurusan dan petrografi. Metode kelurusan yang digunakan berupa analisis kelurusan segmen sungai sebagai analisis dasar kelurusan yang mengindikasikan adanya anomali kelurusan pada lokasi penelitian. Metode petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi mineral pada batuan yang menunjukkan adanya pengaruh ubahan karena rekahan. Dari kegiatan pemetaan geologi di daerah penelitian terdapat indikasi batuan terubah di beberapa tempat pada litologi batupasir dan tuf yang mengandung mineral mika putih yang melimpah, klorit, dan mineral lempung. Dari hasil analisis morfometri sungai di daerah ini, diinterpetasikan rekahan yang mempengaruhi pembentukan batuan terubah ini berarah barat-timur yang memanjang dari Sungai Citanggeuleuk sampai Sungai Cianda. Maka rekahan merupakan indikator adanya batuan terubah pada daerah Bungbulang, Garut.
DISTRIBUSI KUAT GESER BATUAN PADA FORMASI MUARAENIM YANG MENGANDUNG BATUBARA DI KECAMATAN MERAPI BARAT, KABUPATEN LAHAT, PROVINSI SUMATERA SELATAN Hamid, Nur; Hendarmawan, Hendarmawan; Muslim, Dicky; Ruchjana, Budi Nurani
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 11 No 3 (2016): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v11i3.32

Abstract

Masalah kemantapan lereng sering ditemukan dalam operasi penambangan terutama pada dinding penggalian tambangnya. Kegiatan produksi akan terganggu apabila lereng-lereng yang terbentuk sebagai akibat dari proses penambangan  tidak stabil. Suatu tambang terbuka belum tentu memiliki besar sudut kemiringan lereng yang sama, hal ini diantaranya akibat dari kuat geser batuan (τ) yang merupakan indeks kualitas batuan, semakin kecil kuat geser batuan maka semakin lemah kekuatan batuan dalam menyangga beban dan akan menjadi bidang lemah yang mudah longsor. Dalam penelitian ini digunakan metode pemetaan geologi dan analisis gama ray dari 43 lubang bor. Metode Kriging digunakan untuk mengetahui distribusi kuat geser batuan di daerah penelitian. Hasil analisis metode Kriging memperlihatkan distribusi kuat geser batuan yang mempunyai nilai rendah yaitu 200 ton/m2 mengarah ke selatan semakin menyempit dan secara vertikal distribusinya semakin dalam semakin berkurang.
Co-Authors Abdurrokhim ⠀ Achmad Djumarma Wirakusumah Adi Hardiyanto Adithya Ramadhani Hasibuan Aditya Dwi Prasetio Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat - Adjat Sudradjat -, Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Adriansyah, Yan Afiah, Mahda Agung Mulyo Agus Didit Haryanto Agus W Oscar Agus Wiramsya Oscar Agustin, Fitriani Alamta Singaribun Alamta Singarimbun Alamta Singarimbun -, Alamta Singarimbun Algi Fajar Ghaniansah, Algi Fajar Alifahmi Alifahmi, Alifahmi Andra Taufiq Andriani, Tati Andriani, Tati Anggoro Tri Mursito Anggoro Tri Mursito Anhar, Jevye Fazrin Kusumah Arif R Darana Arif R. Darana Arifianti, Yukni Arma, Yadvi Arma, Yadvi Asdani Soehaimi Atang, . Athanasius Cipta Atmadibrata, Riza Atmadibrata, Riza Azizi, Hisyam Azhar Bambang Sugiarto Bombom Rachmat Suganda Budi Nurani Ruchjana Cipta Endyana Cyrke A N Bujung Danny H. Natawidjaja Darana, Arif R Darana, Arif R Destirani, Sagita - Dewi Gentana Dewi Ulfa Astriani Donny R. Wahyudi Edy Soesanto Eko Tri Sumarnadi Emi Sukiyah Emy Sukiyah Endayana, Cipta Euis Tintin Yuningsih Evi Haerani -, Evi Haerani Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Fahira, Ghina Faiq Nirmala Faisal Akbar Nasution Faisal Helmi Faisal Helmi Fauzan, Aldo Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan - Febri Hirnawan -, Febri Hirnawan Firmansyah, M. Nizar Fitriani Agustin Fiverno, David Feby Galih W. Swana Hananto Kurnio Hanif, Salma Nur Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Heri Nurohman Heriwaseso, Anjar Heryadi Rachmat Hirnawan, R. Febri Hirnawan, R. Febri Ildrem Syafri Imanuel Seru Irvan Sophian Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Iskandarsyah, Teuku Yan W. M. Ismawan Iyan Haryanto Jakah Jakah Jakah Jakah Jakah, Jakah Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Jossi Erwindi Juniarto, Reinaldi Kamawan Kamawan Khaerani, Puspa Khaerani, Puspa Khoirullah, Nur Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. M. Dwiki Satrio Manullang, Sahala Maret Priyanta Marjiyono Marjiyono Marjiyono Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Moh. Sapari Dwi Hadian Mudrik R. Daryono Muhamad Ridwan Muhammad Burhannudinnur Muhammad S. Sadewo Mursito, Anggoro Nadhirah Seraphine Nadhirah Seraphine Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nendi rohaendi Nur Hamid NUR HAMID Nur Khoirullah Nurdrajat Nurdrajat Nurida Maulidia Rahma Oscar, Agus W Oscar, Agus W Pamela Pamela Pamela, Pamela Pradnya Paramarta Raditya Rendra Prantoko, Edi Puspa Khaerani Putra, Rieza Rachmat Putri, Yunitha R.I. Putri, Yunitha R.I. R. Febri Hirnawan Raden Irvan Sophian -, Raden Irvan Sophian Raden Irvan Sophian, Raden Irvan Reza Mohammad Ganjar Gani Risna Widyaningrum Riza Atmadibrata Robby Setianegara Rukmana, Yanwar Yusup Ryan Hidayat Selasian Gussyak Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Sofyan Rachman Idris Sondi Kuswaryan Sonia Fauziah Sonny Aribowo Sudjono, Evie Hadrijantie Sudradjat, Adjat Sukardan Tawil Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Sumaryono Sumaryono Suyono, Oon Swana, Galih W. Swana, Galih W. Tati Andriani Taufiq Wira Buana, Taufiq Wira Taufiq, Andra Taufiq, Andra Teuku Y.W.M Iskandarsyah Tulus Pramudyo Ujang Hidayat Tanuwiria Verdad Chabibullah Abdallah Iman Vijaya Isnaniawardhani Wahyuzi, Radhi Wandani, Diki Waromi, Doodle Dandy Wicaksana, Kintan Adelia Arum Widia Hadiasti, Widia Widyaningrum, Risna Yadvi Arma Yanwar Yusup Rukmana Yanwar Yusup Rukmana Yosep, Boy Yudhicara Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudi Kuswandi Yudistira Purnamaruslia Yukni Arifianti Yunitha R.I. Putri Yunus Winoto Zakaria, Zulfiadi Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria -, Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria, Zufialdi Zulfialdi Zakaria, Zulfialdi