Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STABILITAS LERENG AREA TIMBUNAN MENGGUNAKAN METODA KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA DAERAH PURWAJAYA, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Andriani, Tati; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky; Oscar, Agus Wiramsya
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12 No 3 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v12i3.53

Abstract

Salah satu prinsip pada penambangan terbuka (open pit mine) batubara adalah menggali tanah atau batuan penutup (overburden) untuk mendapatkan batubara, sehingga dibutuhkan tempat penimbunan untuk menampung overburden, yang disebut sebagai disposal area. Salah satu permasalahan pada disposal area adalah kondisi lereng yang tidak stabil sehingga terjadinya longsoran-longsoran yang dapat mengganggu jalannya operasi tambang seperti terhambatnya alat berat pengangkut material tambang. Agar disposal area tetap berada dalam kondisi stabil maka perlu adanya kajian geoteknik yang membahas mengenai kestabilan lereng, sehingga operasi tambang dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng disposal area pada tambang batubara di Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data lapangan berupa geometri lereng serta karakteristik material pada disposal area. Kemudian dilakukan simulasi lereng untuk mendapat nilai FS (Safety-Factor) yang diperkirakan masih aman menggunakan metode kesetimbangan batas dengan bantuan aplikasi Slide Versi 6. Ketebalan timbunan saat ini sudah mencapai 20 meter, dengan sudut lereng keseluruhan adalah 9°.Hasil perhitungan nilai FS dari tiga sayatan menunjukkan, bahwa disposal area berada dalam kondisi belum aman dengan nilai FS pada setiap sayatan adalah 1,108; 1,21 dan 1,756. Parameter nilai FS yang dianggap aman adalah lebih besar dari 1,25. Untuk mendapatkan nilai FS optimum hasil dari simulasi untuk lereng keseluruhan, maka geometri lereng yang disarankan adalah tebal timbunan maksimum 20 meter dan sudut lereng optimal 9°, dengan dibuat undakan-undakan tinggi 7 meter dan sudut 30° pada lereng. Hasil simulasi ini memiliki nilai FS 1,301 pada kondisi jenuh. 
Desain Lereng Final Dengan Metode Rmr, Smr Dan Analisis Kestabilan Lereng: Pada Tambang Batubara Terbuka, Di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan Swana, Galih W.; Muslim, Dicky; Sophian, Irvan
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7 No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v7i2.106

Abstract

Dalam menentukan kemiringan desain final lereng yang dibentuk, salah satu caranya ialah dengan menggunakan metode geomekanik melalui penentuan nilai Rock Mass Rating(RMR) dan nilai Slope Mass Rating (SMR). Namun, dari nilai SMR tidak diketahui faktor keamanan dari lereng tersebut sehingga diperlukan analisis kestabilan lereng. Nilai kemiringan lereng dan faktor keamanannya dapat menjadi acuan untuk membuat desain lereng final yang representatif. Penelitian dilakukan di tambang terbuka yang terdapat di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Daerah penelitian terletak pada Formasi Warukin dengan unit stratigrafinya yaitu batupasir (pasir kasar - halus), mudstone dan carbonaceous mudstone, serta batubara dengan jurus N 80°– 90° E dan kemiringan 29°-35°. RMR pada section Sidewall berkisar antara 25- 59, dan SMR berkisar antara 30,1°– 59°; pada section Western Lowwall atau data bor AGT-02 dan AGT-03 berkisar antara 20 - 55 dan SMR berkisar antara 20°– 55°. Pada section Western Highwall RMR berkisar antara 34 -71 dan SMR berkisar antara 33,06° – 71°. Pada section Eastern Lowwall RMR berkisar antara 20-55 dan SMR berkisar antara 20° – 54,96°. Pada section Eastern Highwall RMR berkisar antara 29-79 dan SMR berkisar antara 29°–52°. Dari hasil analisis kestabilan lereng, pada umumnya nilai kemiringan lereng hasil dari nilai SMR berada pada kondisi labil sampai stabil sehingga perlu dilakukan penurunan muka air tanah pada beberapa bagian agar dihasilkan desain final lereng yang stabil.
Koreksi Smr Pada Desain Lereng Tambangterbuka Batubara Pada Formasi Balikpapan & Formasi Kampungbaru, Sangasanga,Kalimantan Timur Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7 No 3 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v7i3.115

Abstract

Kajian desain lereng stabil dibutuhkan dalam eksploitasi tambang batubara, khususnya dalam sistem tambang terbuka. Penambangan memerlukan desain lereng dengan berbagai cara. Untuk menemukan lereng stabil secara cepat, digunakan pembobotan massa lereng (SMR, Slope Mass Rating) yang berdasarkan kepada pembobotan massa batuan (RMR, Rock Mass Rating). Pada titik lokasi yang longsor maupun rawan longsor, diperlukan kajian khusus mengenai kestabilan lereng dengan metode lain dan menggunakan perangkat lain. Pada formasi batuan yang mengandung lapisan material urai (loose) seperti pasir kuarsa pada Formasi Balikpapan maupun Formasi Kampungbaru di Sangasanga, Kalimantan Timur, penentuan pembobotan massa lereng perlu dikoreksi untuk menemukan sudut lereng yang paling aman. Meskipun pada akhirnya, pilihan penentuan sudut lereng yang aman, akan bergantung pula kepada aspek ekonomis dalam penambangan. Hasil koreksi SMR yang melibatkan nilai SMR berdasarkan peneliti terdahulu (Laubscher, Romana, Orr dan Hall) didapatkan rumus-persamaan, yaitu: 1) SMR = 68,22 ln(RMR) - 225,5 (untuk persamaan logaritmik); 2) SMR = 1,262RMR - 22,30 (untuk persamaan linier); 3) 0,082 RMR 1,580 (untuk persamaan power); dan 4) SMR = 9,191e0,029RMR (untuk persamaan eksponensial).
KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK TANAH MENGANDUNG MINERAL TIMAH DI DAERAH LAUT PAYAKUNDUR, PROVINSI KEPULAUAN RIAU Khoirullah, Nur; Sophian, Irvan; Muslim, Dicky; Arma, Yadvi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i1.137

Abstract

Sifat fisik dan mekanik material (batuan ataupun tanah) merupakan sifat penting dalam memahami kekuatan dan karakteristik material. Daerah penelitian terletak pada Laut Payakundur dikenal sebagai Tin Belt of Sumatera yang kaya akan kandungan timah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik fisik dan mekanik tanah yang dapat menunjang data pemboran geologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian lapangan melalui uji penetrasi standar dan sampel yang terambil diuji di laboratorium guna mendapatkan nilai sifat fisiknya. Karakteristik tanah yang ditemukan diklasifikasikan ke dalam USCS menjadi tanah CL, CH, SC, danSW. Nilai kadar air berkisar dari 13-80%. Nilai berat jenis berkisar dari 2,53-2,74. Nilai berat isi berkisar dari 14,7 sampai 21,5 KN/m 3 . Nilai N-SPT lapangan dikoreksi menjadi 70 % energi standar. Karakteristik sifat fisik tanah lokasi penelitian banyak dipengaruhi oleh air, sehingga menyebabkannilai kadar air yang cukup tinggi terutama pada tanah lempung. Pada satuan SW terdapat mineral cassiterite dan didominasi oleh bentuk butiran yang subangular yang diinterpretasikan tertransportasi dekat dari sumbernya. Korelasi dari nilai N-SPT dapat mengetahui nilai mekanika tanahnya namun ujilaboratorium untuk mekanika tanah tetap diperlukan 
KARAKTERISTIK DAN KUALITAS POTENSI ANDESIT DI DAERAH KECAMATAN SOREANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT Darana, Arif R; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i2.143

Abstract

Komoditas mineral non-logam merupakan salah satu sumberdaya alam yang berharga. Salah satu yang menjadi komoditi ini ialah batuan beku andesit. Komoditas tersebut terdapat di Bandung bagian selatan yang tepatnya berada di daerah Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan kualitas potensi tersebut maka dilakukanlah penelitian yang menggunakan tiga metode, yaitu: 1. Metoda lapangan untuk memetakan keadaan geologi daerah tersebut dan mengambil sampel, 2. Metoda laboratorium, untuk menganalisis sampel secara petrografis, 3. Metoda studio untuk menyusun hasil analisis lapangan dan laboratorium. Hasil yang didapatkan ialah pada daerah penelitian terdapat satuan batuan yang terdiri dari: Satuan Breksi Vulkanik Monomik (Tmbvm), Satuan Lava Andesit Porfiri (Tmla), Satuan Intrusi Andesit Porfiri (Tppa), Satuan Breksi Vulkanik (Tpbv), Endapan piroklastik (Kv) dan Aluvium (Ka). Potensi Andesit Porfiri initerdapat pada satuan Tppa, yang terbagi dalam tiga kelas kekuatan batuan, yaitu very strong, strong, dan weak. Varietas kualitas ini diakibatkan adanya pelapukan yang melibatkan interaksi antara faktor-faktor fisika dan kimia, dalam membentuk kekar-kekar untuk menjadi jalan air sebagai proses perubahan mineral utama menjadi mineral lempung,sehinga membuat diferensiasi kualitas batuan Andesit Porfiri.
ORIENTASI INTI BATUAN HASIL PEMBORAN PADA RANCANGAN LERENG TAMBANG EMAS TERBUKA ARAREN DI PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA, SULAWESI UTARA Seru, Imanuel; Zakaria, Zufialdi; Muslim, Dicky
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10 No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v10i3.147

Abstract

Makalah ini mempresentasikan pendekatan penyelidikan geoteknik untuk mengetahui sebaran orientasi bidang diskontinuitas di bawah permukaan melalui pemboran geoteknik dengan orientasi inti batuan (rock core orientation) sebagai tahap awal pada rancangan lereng tambang emas terbuka Araren. Tiga lubang bor ditempatkan pada bagian timur, selatan, dan barat pada rancangan lereng akhir tambang terbuka. Metoda pemboran inti dimulai dari permukaan untuk mengumpulkan informasi massa batuan dan bidang diskontinuitas. Orientasi bidang diskontinuitas pada inti batuan hasil pemboran (oriented core) digunakan untuk mengamati potensi masalah kestabilan jenjang pada lereng batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi longsoran bidang, baji, dan rebah berpeluang terjadi dan tersebar pada lereng tambang di lokasi pengamatan. 
PENGARUH MUKA AIRTANAH TERHADAP SUDUT LERENG STABIL PADA PIT “X” PT. BORNEO INDOBARA, KALIMANTAN SELATAN ,Dicky Muslim, Hasan Ashari, M.S. Joko Santoso, Anggi Hardian, Rafly Anugrah Ramadhian,Zufialdi Zaka
Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.472 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i4.23192

Abstract

Kestabilan lereng merupakan suatu masalah yang sangat sering dijumpai dalam kegiatan penambangan. Lereng yang berada dalam keadaan tidak stabil akan berpotensi menghasilkan longsor. Kondisi muka airtanah dalam tubuh lereng dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng. Untuk mengetahui pengaruh kondisi muka airtanah terhadap sudut lereng pada Pit “X”, PT. Borneo Indobara, metode penelitian yang dilakukan dimulai dari pengolahan data sifat fisik material dari hasil uji laboratorium. Data tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai material properties pada proses simulasi kestabilan lereng dalam software Slide v.6.0. Proses simulasi kestabilan lereng dilakukan dengan variasi ketinggian lereng yang berbeda dan pengaruh muka airtanah pada tubuh lereng dengan variasi ketinggian yang berbeda pula. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi pada lereng highwall dengan tinggi 100meter dapat membentuk sudut stabil hingga 47˚ saat kondisi muka airtanah 1/8 tinggi lereng dari kaki lereng. Sedangkan simulasi pada lereng sidewall dengan tinggi sekitar 110meter dapat membentuk sudut stabil hingga 50˚ saat kondisi muka airtanah 1/8 tinggi lereng dari kaki lereng. Dapat disimpulkan bahwa penurunan elevasi muka airtanah pada lereng dapat menghasilkan sudut lereng stabil yang lebih tinggi. Sehingga penurunan elevasi muka airtanah pada lereng highwall area penelitian dapat menaikkan rekomendasi sudut lereng stabil dari 15˚ hingga 22˚. Pada lereng sidewall area penelitian, rekomendasi sudut lereng stabil dapat dinaikkan dari 18˚ hingga 20˚.Kata kunci: Kestabilan lereng, muka airtanah, highwall, sidewall
Integration of Soil Shear Strength Analysis with Wave Force Calculations to Optimize Coastal Slope Stability Soesanto, Edy; Muslim, Dicky; Sudjono, Evie Hadrijantie; Endayana, Cipta
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.12.2.145-162

Abstract

Coastal regions face significant challenges due to the dynamic interplay between waves and soil slopes, which can lead to instability and erosion. This study investigates the stability of coastal slopes under wave-loading conditions by integrating soil shear strength analysis with wave-induced forces calculation. The simplified slope stability analysis method serves as the framework for assessing slope stability, while wave characteristics such as height, period, and direction are considered to calculate driving forces induced by waves. Soil shear strength parameters, including cohesion and friction angle, are incorporated to determine the resisting forces within the soil mass. An example scenario illustrates the calculation process, demonstrating how wave shear stress and soil shear strength interact to influence slope stability. This research found that wave parameters such as height, period, and direction had a significant influence on the magnitude of the driving force acting on the coastal slope. The distribution of wave pressure and wave forcing is also described, showing a significant increase in pressure at certain depths. This research resulted in the integration of soil shear strength with calculations of forces caused by waves, which greatly influenced the stability of coastal slopes. This research shows that soil with higher shear strength has better resistance to forces caused by waves. Coastal slopes with a FoS value of more than 1 are considered stable, while slopes with a FoS of less than 1 indicate instability and potential failure. At a certain depth, driving forces are dominant, which increases the potential for slope failure. The main innovation of this research is the approach that combines hydrodynamic analysis with geotechnical analysis to assess coastal slope stability, the simplified slope stability method approach from Bea and Audibert (1981) to calculate FoS on coastal slopes, and the use of Historical Data and Numerical Modeling forForce Evaluation Wave.
Co-Authors Abdurrokhim ⠀ Achmad Djumarma Wirakusumah Adi Hardiyanto Adithya Ramadhani Hasibuan Aditya Dwi Prasetio Adiwijaya, Annisa Ayungingtyas Pratiwi Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat - Adjat Sudradjat -, Adjat Sudradjat Adjat Sudrajat Adriansyah, Yan Afiah, Mahda Agung Mulyo Agus Didit Haryanto Agus W Oscar Agus Wiramsya Oscar Agustin, Fitriani Alamta Singaribun Alamta Singarimbun Alamta Singarimbun -, Alamta Singarimbun Algi Fajar Ghaniansah, Algi Fajar Alifahmi Alifahmi, Alifahmi Andra Taufiq Andriani, Tati Andriani, Tati Anggoro Tri Mursito Anggoro Tri Mursito Anhar, Jevye Fazrin Kusumah Arif R Darana Arif R. Darana Arifianti, Yukni Arma, Yadvi Arma, Yadvi Asdani Soehaimi Atang, . Athanasius Cipta Atmadibrata, Riza Atmadibrata, Riza Azizi, Hisyam Azhar Bambang Sugiarto Bombom Rachmat Suganda Budi Nurani Ruchjana Cipta Endyana Cyrke A N Bujung Danny H. Natawidjaja Darana, Arif R Darana, Arif R Destirani, Sagita - Dewi Gentana Dewi Ulfa Astriani Donny R. Wahyudi Edy Soesanto Eko Tri Sumarnadi Emi Sukiyah Emy Sukiyah Endayana, Cipta Euis Tintin Yuningsih Evi Haerani -, Evi Haerani Fachrudin, Kurnia Arfiansyah Fahira, Ghina Faiq Nirmala Faisal Akbar Nasution Faisal Helmi Faisal Helmi Fauzan, Aldo Febri Hirnawan Febri Hirnawan Febri Hirnawan - Febri Hirnawan -, Febri Hirnawan Firmansyah, M. Nizar Fitriani Agustin Fiverno, David Feby Galih W. Swana Hananto Kurnio Hanif, Salma Nur Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan Hendarmawan, Hendarmawan Heri Nurohman Heriwaseso, Anjar Heryadi Rachmat Hirnawan, R. Febri Hirnawan, R. Febri Ildrem Syafri Imanuel Seru Irvan Sophian Irvan Sophian Irvan Sophian, Irvan Iskandarsyah, Teuku Yan W. M. Ismawan Iyan Haryanto Jakah Jakah Jakah Jakah Jakah, Jakah Johanes Hutabarat Johanes Hutabarat Jossi Erwindi Juniarto, Reinaldi Kamawan Kamawan Khaerani, Puspa Khaerani, Puspa Khoirullah, Nur Khoirullah, Nur Kristiawan, Yohandi Luthfan H. Jihadi, Luthfan H. M. Dwiki Satrio Manullang, Sahala Maret Priyanta Marjiyono Marjiyono Marjiyono Mega Fatimah Rosana Mega Fatimah Rosana Moh. Sapari Dwi Hadian Mudrik R. Daryono Muhamad Ridwan Muhammad Burhannudinnur Muhammad S. Sadewo Mursito, Anggoro Nadhirah Seraphine Nadhirah Seraphine Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nana Sulaksana Nendi rohaendi Nur Hamid NUR HAMID Nur Khoirullah Nurdrajat Nurdrajat Nurida Maulidia Rahma Oscar, Agus W Oscar, Agus W Pamela Pamela Pamela, Pamela Pradnya Paramarta Raditya Rendra Prantoko, Edi Puspa Khaerani Putra, Rieza Rachmat Putri, Yunitha R.I. Putri, Yunitha R.I. R. Febri Hirnawan Raden Irvan Sophian -, Raden Irvan Sophian Raden Irvan Sophian, Raden Irvan Reza Mohammad Ganjar Gani Risna Widyaningrum Riza Atmadibrata Robby Setianegara Rukmana, Yanwar Yusup Ryan Hidayat Selasian Gussyak Seraphine, Nadhirah Seru, Imanuel Seru, Imanuel Sofyan Rachman Idris Sondi Kuswaryan Sonia Fauziah Sonny Aribowo Sudjono, Evie Hadrijantie Sudradjat, Adjat Sukardan Tawil Sumarnadi, Eko Sumaryono Sumaryono Sumaryono Sumaryono Suyono, Oon Swana, Galih W. Swana, Galih W. Tati Andriani Taufiq Wira Buana, Taufiq Wira Taufiq, Andra Taufiq, Andra Teuku Y.W.M Iskandarsyah Tulus Pramudyo Ujang Hidayat Tanuwiria Verdad Chabibullah Abdallah Iman Vijaya Isnaniawardhani Wahyuzi, Radhi Wandani, Diki Waromi, Doodle Dandy Wicaksana, Kintan Adelia Arum Widia Hadiasti, Widia Widyaningrum, Risna Yadvi Arma Yanwar Yusup Rukmana Yanwar Yusup Rukmana Yosep, Boy Yudhicara Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudhicara, Yudhicara Yudi Kuswandi Yudistira Purnamaruslia Yukni Arifianti Yunitha R.I. Putri Yunus Winoto Zakaria, Zulfiadi Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria -, Zufialdi Zakaria Zufialdi Zakaria, Zufialdi Zulfialdi Zakaria, Zulfialdi