Darmawan Saptadi, Darmawan
Jurusan Budidaya Pertanian, Faperta, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Malang

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Kacang-Kacangan Tipe Tegak untuk Alternatif Substitusi Kedelai (Glycine max L.) Anggela, Amelia Junietha; Anggraeni, Listy; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 5 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.05.02

Abstract

Tanaman kacang-kacangan dikenal sebagai sumber protein yang penting dalam tubuh manusia, salah satunya kacang kedelai. Kementrian Pertanian memperkirakan produksi kacang kedelai di Indonesia akan terus menurun sejak tahun 2021 hingga 2024. Adanya substitusi kacang kedelai dengan kacang lainnya diharapkan dapat menjadi alternatif pengganti tanaman kedelai. BPTP Jawa Timur memiliki beberapa koleksi genotip kacang-kacang tipe tegak dan tipe merambat yang belum dikarakterisasi untuk dapat digunakan sebagai alternatif pengganti kacang kedelai. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik morfologi dan agronomis 8 genotip kacang-kacangan tipe tegak dan mengetahui potensi kacang yang dapat menjadi alternatif pengganti kedelai.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2021 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (BPTP Jatim). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman kacang Koro merupakan kacang yang berpotensi sebagai alternatif pengganti kedelai dilihat dari nilai kandungan protein sebesar 32,2%, serta potensi produksi seperti bobot polong segar 998,7 g, bobot polong kering 935 g, dan bobot biji kering 407,6 g.
Studi Fenologi Karakter Agronomi pada Beberapa Genotipe Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Debataraja, Raymon BT; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.09.02

Abstract

Response of Several Melon Varieties (Cucumis melo L.) Effect of EM4 Application Palandro, Nadhea; Saptadi, Darmawan; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.05

Abstract

Melon is one of the horticultural crops that has the potential to be developed and can meet the nutritional needs of families. The main problem faced by melon farmers is that the demand for melons cannot be fulfilled as a result of the low quality of the melons and the melon seeds are still imported. The use of hybrid varieties is indispensable in increasing market competitiveness nationally and internationally. The aim of the research was to study the interaction of melon varieties with EM4 applications. The materials used in this research activity were the seeds of the Glamor variety, Gracia variety, Action 434 variety, polybags, raffia rope, tissue, name tags, soil, compost, rice husk charcoal, EM4, NPK fertilizer, and KNO3 fertilizer. This study was a factorial experiment which was arranged using a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the application of EM4 with 3 levels. The second factor is the use of varieties with 3 levels, namely the Glamor, Gracia, and Action 434 varieties. This research was carried out from September 2021 to December 2021 on the rooftop of the central building of the Faculty of Agriculture, University of Brawijaya. The results showed that there was no significant interaction between the three varieties of melon plants. with the EM4 application. This indicates that the growth response of the three varieties to EM4 is the same. Varietal treatment had a significant effect on the average time of emergence of male and female flowers of melon plants. This can be caused by the varieties used are superior varieties that can increase the production of melon plants.
Hasil Panen Dua Varietas Melon (Cucumis melo L.) Pada Perbedaan Waktu Penyerbukan Kurniawan, Rafiif Reza; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) termasuk jenis komoditi hortikultura buah dari famili Cucurbitaceae yang banyak dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Melon merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati oleh masyarakat. Buah semusim ini banyak disukai karena memiliki rasa manis dan merupakan produk komoditi hortikultura yang kaya zat gizi. Penyerbukan merupakan proses pemindahan polen dari kotaksari menuju kepala putik dan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan buah. Penyerbukan yang berhasil akan terjadi proses fertilisasi dan diikuti dengan proses pembentukan buah dan biji. Fertilitas serbuk sari harus diikuti oleh reseptivitas putik yang ditandai waktu penyerbukan. Reseptivitas putik tertinggi terjadi saat waktu polinasi dilakukan pada pukul 07.00–09.00 dan dengan keberhasilan polinasi Penelitian dilaksanakan di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sidoarjo pada bulan Februari sampai dengan Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah waktu penyerbukan terdiri dari 3 taraf yaitu, waktu penyerbukan pukul 06.00–07.00 (W1), waktu penyerbukan pukul 08.00–09.00 (W2), dan waktu penyerbukan pukul 10.00–11.00 (W3). Faktor kedua adalah varietas yaitu, varietas Golden Langkawi (V1) dan varietas Sonya (V2). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara waktu penyerbukan dan varietas. Waktu penyerbukan memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, diameter buah, panjang buah, berat 100 biji, dan berat biji per buah. Varietas memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah, berat biji per buah, dan kemanisan buah.
Produksi Umbi Mikro Menggunakan Kombinasi Spektrum Cahaya dan Konsentrasi Gula pada Dua Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) Amanda, Disa Utami; Agisimanto, Dita; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 05 (2025): Mei
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Umbi mikro merupakan umbi yang dihasilkan dari metode kultur yang dapat diproduksi secara banyak dengan waktu yang lebih singkat dan tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini menjadikan umbi mikro lebih unggul dibanding benih konvesional, sehingga produksi umbi mikro memberikan potensi yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan akan benih kentang. Spektrum cahaya dan gula menjadi faktor penting yang mendorong terjadinya proses pembentukan umbi pada planlet kentang, sehingga kombinasi kedua faktor yang tepat perlu dipelajari untuk meningkatkan produksi umbi mikro. Penelitian ini dilakukan di Lab Kultur Jaringan PT. Java Indo Arjuna pada bulan Maret sampai Juli 2023. Bahan tanam yang digunakan adalah eksplan dari dua varietas kentang, yaitu Granola Kembang dan Granola Lembang. Variabel yang diamati meliputi luas daun, bobot segar planlet, hari pertama muncul umbi mikro, jumlah umbi mikro, bobot umbi mikro, dan diameter umbi mikro. dari percobaan tersebut, didapatkan kombinasi perlakuan 2M1B dan gula 80 g/l optimal dalam untuk membentuk umbi pada kedua varietas kentang.    
Respon Pertumbuhan Planlet 2 Genotip Dendrobium sp. Terhadap Perbedaan Spektrum Cahaya LED (Light Emitting Diode) Secara In Vitro Hasna, Ellen Aurelia Hasna; Agisimanto, Dita; Hardiyanto, Hardiyanto; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Anggrek Dendrobium merupakan salah satu tanaman hias di Indonesia yang diminati oleh banyak kalangan. Produksi tanaman anggrek yang tercatat menurun sejak tahun 2020 sebesar 37,22% disebabkan oleh metode konvensional yang masih menghasilkan bibit kurang siap untuk aklimatisasi. Salah satu faktor terpenting dalam kultur in vitro adalah cahaya. Penggunaan cahaya LED merah dan biru dalam kultur in vitro menunjukkan pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium nobile lebih baik dibandingkan cahaya fluorescent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan planlet 2 Genotip Dendrobium terhadap penggunaan spektrum LED yang berbeda secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 2 faktor berupa spektrum cahaya LED sebagai petak utama dan hibrida Dendrobium sebagai anak petak. Penelitian dilakukan di Laboratorium PT. Java Indo Arjuna, Kreweh, Toyomarto, Singosari, Malang, Jawa Timur dari bulan Juni hingga September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spektrum cahaya 75% Red : 25% Blue berpengaruh nyata terhadap variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Spektrum cahaya 100% Blue menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel panjang akar. Dan Dendrobium ‘Charak Red’ menunjukkan hasil yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya berdasarkan variabel jumlah daun, panjang daun, luas daun, jumlah akar, panjang akar, dan berat segar planlet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Dendrobium ‘Charak Red’ memiliki hasil pertumbuhan planlet yang lebih responsif terhadap perlakuan spektrum cahaya LED 75% Red : 25% Blue pada variabel panjang daun, lebar daun, luas daun, dan berat segar planlet. Kata Kunci: Biru, Cahaya, Dendrobium, Genotip, Merah, Planlet, Spektrum, Pertumbuhan
Pengaruh Suhu Udara dan Jumlah Bunga Jantan Saat Polinasi Terhadap Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L) Hidroponik Adrian Danang Wijaya; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.07

Abstract

Percobaan ini bertujuan mengetahui suhu udara dan jumlah bunga jantan yang tepat pada saat polinasi agar menghasilkan buah melon dengan kualitas unggul. Hipotesis pada percobaan ini yaitu terdapat informasi tentang suhu udara dan jumlah bunga jantan yang tepat pada saat polinasi agar menghasilkan buah melon dengan kualitas unggul. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan dalam percobaan ini yaitu bobot buah, panjang buah, diameter buah, tingkat kemanisan, ketebalan daging buah, jumlah biji perbuah, dan berat biji per buah. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kemudian dianalisis menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 %. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan hasil terbaik ditunjukkan pada kombinasi perlakuan suhu udara saat penyerbukan dari 22-27 oC dengan menggunakan 3 bunga Jantan. Suhu udara saat penyerbukan berpengaruh terhadap bobot buah, panjang buah, diameter buah, tingkat kemanisan, tebal buah, jumlah biji, dan berat biji. Jumlah bunga jantan berpengaruh terhadap bobot buah, panjang buah, diameter buah, tingkat kemanisan, tebal buah, jumlah biji, dan berat biji.
Studi Keberhasilan Persilangan Empat Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) Surbakti, Eryck Azwary Abraham; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ercis di Indonesia belum dapat mencukupi permintaan pasar sehingga perlu upaya peningkatan produksi. Salah satu kendala peningkatan produksi adalah belum tersedianya varietas tahan terhadap embun tepung. Pengembangan varietas unggul ercis berdaya hasil tinggi dan tahan embun tepung dapat dilakukan dengan persilangan genotip tahan dengah genotip berdaya hasil tinggi. Struktur bunga ercis memungkinkan terjadinya penyerbukan sendiri sebelum bunga mekar sehingga diperlukan informasi tentang keberhasilan persilangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan rancangan perkawinan full dialel. Persilangan dilakukan dengan menyilangkan empat tetua pada setiap kombinasi yang memungkinkan sebagai taraf perlakuan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2022 di Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Variabel pengamatan adalah persentase keberhasilan persilangan pada masing-masing kombinasi persilangan menunjukkan tidak ada perbedaan pada set persilangan satu dengan yang lainnya. Keberhasilan total diperoleh adalah sebesar 72,22%. Analisis uji wilcoxon pada karakter kuantitatif menunjukkan terdapat perbedaan perlakuan selfing dan crossing pada karakter bobot polong segar, panjang polong, jumlah biji per polong, berat 100 biji segar, dan tebal biji. Pengamatan karakter kualitatif hasil persilangan menunjukkan terdapat efek xenia pada karakter bentuk biji.
Optimization of Colchicine Concentration by Drop Method for Induction of Variation in Bambara Groundnut Plant (Vigna subterranean L.) Alisha, Tarra Syifa; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.2.02

Abstract

Bambara groundnut (Vigna subterranea L.) is a legume plant from Africa. This plant is a promising food crop because it has many benefits regarding nutritional content, health, and agronomic aspects. However, efforts to increase the genetic diversity of potential yields are constrained by the limited genetic resources with high yields. Polyploidy induction increases plant diversity by giving chemical mutagens such as colchicine. This study aims to obtain the optimal concentration for the induction of bambara groundnut plant diversity with the drip method. This research was carried out from May 2022 to July 2022, located in the experimental field and at the Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Brawijaya University. The treatments used were different concentrations of colchicine, namely K0: 0% (control), K1: 0.1%, K2: 0.2%, K3: 0.3%, K4: 0.4%. The analysis of variance with the 5% level test showed that the colchicine concentration treatment significantly affected all observations of the bambara groundnut plant's quantitative character. The coefficient of the diversity of plants treated with colchicine was higher than the control treatment. The concentration used in this study did not cause the death of 50% of plants, so the LC50 value has not been found. Abnormal plants were found at 0.3% and 0.4% colchicine concentrations with different leaf shapes from the control plants.
Aksi Gen dan Daya Gabung pada Persilangan Jagung Ketan Ungu terhadap Karakter Hasil Arsyam, Asriyanto; Saptadi, Darmawan; Sugiharto, Arifin Noor
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1750

Abstract

Program pengembangan hibrida unggul baru terus dilakukan mengingat tingginya permintaan jagung. Pemahaman sifat aksi gen yang terlibat dalam sifat tertentu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen. Persilangan dialel berguna untuk menentukan aksi gen aditif dan non-aditif yang mengendalikan sifat-sifat yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai aksi gen dan kemampuan kombinasi pada persilangan jagung ungu. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian tempat ± 600 m dpl dengan suhu harian 18,1-31,0⁰C. Bahan yang digunakan adalah empat galur tetua jagung ungu 12 M - 01, 12 M - 02, 12 M - 03, 12 M - 04. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan perkawinan diallel penuh dengan 16 kombinasi persilangan yang terdiri dari 4 tetua, 6 persilangan antara tetua dan 6 persilangan resiprok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan varians daya gabung umum (DGU) dari tertinggi ke rendah secara berurutan terdapat pada karakter diameter tongkol (2.7678), berat jagung tanpa klobot (1.1522), berat tongkol (0.8112), berat 100 biji (0.426), kadar Brix (0.3266), jumlah baris biji/tongkol (0.2238), panjang tongkol (0.0861) dan berat jagung dengan klobot (-1.5091). Varians daya gabung khusus (DGK) dari tertinggi ke rendah secara berurutan terdapat pada karakter berat jagung dengan klobot (49.6993), berat jagung tanpa klobot (36.1253), berat tongkol (7.0353), kadar Brix (3.0065), panjang tongkol (2.1695), diameter tongkol (0.7424), jumlah baris biji/tongkol (-0.3573) dan berat 100 biji (-5.3678). Rasio varians DGU:DGK tertinggi ke terendah terdapat pada karakter diameter tongkol (3.7285), berat tongkol (0.1153), kadar Brix berat (0.1086), panjang tongkol (0.0397), berat jagung tanpa klobot (0.0319), berat jagung dengan klobot (-0.0304), jumlah baris biji/tongkol (-0.06264) dan berat 100 biji (-0.0794). Nilai rasio σ2DGU/σ2DGU yang bernilai kurang dari satu menunjukkan pengaruh DGK lebih besar daripada pengaruh DGU. Aksi gen non aditif terdapat pada karakter jumlah baris biji per tongkol, panjang tongkol, berat tongkol, berat 100 biji, berat jagung tanpa klobot, berat jagung dengan klobot dan kadar Brix. Derajat dominansi menunjukkan dominansi parsial terjadi pada karakter diameter tongkol. Dominansi berlebihan positif terjadi pada beberapa karakter berat jagung dengan klobot, berat jagung tanpa klobot, panjang tongkol, berat tongkol, berat 100 biji dan kadar Brix serta negatif pada karakter jumlah baris biji/tongkol.
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Adiredjo, Afifuddin Latif Adrian Danang Wijaya Adriansyah, Agung Ainurrasjid Ainurrasjid Alisha, Tarra Syifa Amanda, Disa Utami Anggela, Amelia Junietha Anggraeni, Listy Ardhani, Dhiya Nabilla Arifin Noor Sugiharto Arsyam, Asriyanto Auliya, Daniyatul Azizah, Laili Niswatun Azzahra, Rayhanah Baiq Dina Mariana, Baiq Dina Bakti, NH. Dias Prayudha Berutu, Fahma Sariahta Bramastyo, Doni Budi Waluyo Chaireni Martasari Chotimatul Azmi, Chotimatul Damanhuri Debataraja, Raymon BT Dewi, Aprilia Antika Dita Agisimanto Farida Yulianti Fathan, Naala Fatimah, Laila Nur Febriandaru, Guruh Firdaos, Erliza Rizki Firmansyah, Fendy Bayu Hapsari, Lina Wahyu Hardiyanto Hardiyanto Hasna, Ellen Aurelia Hasna Hastuti, Ni Made Dwi Heriyansyah, Fadli Hidayati, Noer Zein Hutomo, Wahyu Ari Baskara Ika Roostika Indah Purnama Sari Indrawati, Laili Surur Izmi Yulianah Jaenun, M. Julianti, Intan Erika Kamukten, Prihanti Panditia Kinasih, Nimas Ayu Kurniawan, Rafiif Reza Kusumanegara, Kusumawaty Kuswanto Kuswanto Laila Eka Farida, Zahrotun Nisak Liana, Novi Lita Soetopo Maulana, Haris Muhammad Yasin Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nufus, Fitriani Rohmatun Nur Basuki Nurliani Bermawie Nurwidyaningsih, Nurwidyaningsih Nusantara, Adil Balada Palandro, Nadhea Pambudi, Daffa Dzakwan Pamuji, Adimas Prasetyoningrum, Farin Pratama, Sanda Aditya Purba, Brando Renzo Marganda Purnama, Innez Candri Gilang Puspita Sari, Rembang Enggar Putra Pratama Putri, Syafrilia Rahma Rachma, Tri Nanda Sagita Rahmadhini, Nana Ramadhan, Alif Maulana Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Riandon, Ghesa Saadah, Diana Nuri Saptowo Jumali Pardal, Saptowo Jumali Saputra, Dani Adi Setiawan, Indra Karra Setiyawan, Aries Siti Nurul Hikmah Sri Lestari Purnamaningsih Suci Rahayu Sukmasari, Candraning Dwi Sumeru Ashari Supriatun, Nanik Surbakti, Eryck Azwary Abraham Tri Handayani Utami, Sri Rejeki Wati, Devita Aprilia Widyatama, Putri Devita Wilisaberta, Phubby Wulandari, Jeany Eka Yuanasari, Bayu Subekti Yuliana, Izmi Yustiana Yustiana, Yustiana