Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Roket Air Untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Tentang Gaya Pada Siswa di SMP Negeri Air Satan Kabupaten Musi Rawas Arini, Wahyu; Sulistiyono, Sulistiyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3253

Abstract

Pelatihan pembuatan roket air bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya dalam fisika melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri Air Satan, Kabupaten Musi Rawas, dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Metode pelatihan meliputi penjelasan teori, demonstrasi, pembuatan roket air, dan praktik peluncuran. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya seperti gaya dorong, gravitasi, dan tekanan udara juga meningkat, berdasarkan hasil evaluasi melalui diskusi dan observasi. Aktivitas pembuatan roket air memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif, sehingga mempermudah siswa dalam mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih mendalami sains, khususnya fisika. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sosialisasi Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Bagi Pendidik di Lingkungan SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara Wahidin, Wahidin; Sulistiyono, Sulistiyono; Minarni, Minarni
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3292

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik mengenai pentingnya literasi dan strategi pelaksanaannya di sekolah. Literasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah cermah dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah guru yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menunjukkan komitmen terhadap peningkatan budaya literasi di sekolah. Hal ini penting karena guru memiliki peran strategis sebagai motor penggerak literasi, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah secara umum. Sosialisasi ini juga menjadi momentum bagi guru untuk bekerja sama dengan pihak lain, seperti kepala sekolah, pustakawan, dan orang tua siswa. Kolaborasi ini memastikan keberlanjutan program literasi dan membangun ekosistem sekolah yang mendukung tumbuhnya minat baca siswa.
The Effectiveness of Outdoor Learning-Based IPA Learning on Concept Mastery and Science Process Skills of Students in Class VIII SMP Negeri Sumber Rejo Sulistiyono, Sulistiyono; Triyanti, Merti
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bioedukatika.v11i1.28972

Abstract

This study aims to improve students' mastery of concepts and skills by using outdoor learning-based science learning, the method used in this study is a quasi-experiment (pseudo- design) with a randomized control group pretest-posttest design. The population of this study was the 8th grade students of SMP Negeri Sumber Rejo, then the research sample was selected through simple random sampling method. The research subjects used were students of class VIIIA as the experimental class and students of class VIIIC as the control class. Research data were obtained through test instruments and non-test instruments. Data analysis techniques used percentages for science process skills and t-tests for concept understanding. Hypothesis testing with t-test using SPSS program obtained Sig value 0.000 <0.05, then Ha is accepted and Ho is rejected, which means that outdoor learning-based science learning is effective to improve students' concept understanding and science process skills. Based on the observation of students' science process skills at the first meeting in the experimental class was 79.7% while in the control class was 64.6%. The average value of the observation of science process skills at the second meeting in the experimental class was 84.8% while in the control class was 74.6%.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI dengan Menggunakan Metode Scientific di SMA N 8 Lubuklinggau Arini, Citra Nadia; Magfiroh, Indah; Vanesa, Elka; Juwita, Eva; Sulistiyono, Sulistiyono
Indo Green Journal Vol. 2 No. 4 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i4.81

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh kenyataan masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas XI SMA N 8 Lubuklinggau. Hal ini ditunjukan dengan hasil belajar siswa yang dibawah KKM. Model scientific dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai model  scientific  dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bisa atau tidaknya penerapan model scientific dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran  fisika kelas XI SMA N 8 Lubuklinggau. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 8 Lubuklinggau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa dengan penerapan model  scientific  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA N 8 Lubuklinggau dalam mata pelajaran fisika dari sebelum tindakan, siklus I, siklus II. Pada sebelum tindakan diketahui 6 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 21%, pada siklus I diketahui 17 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 59%, pada siklus II dikeltahui 26 siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 90%. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa dengan penerapan model  scientific  dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI SMA N 8 Lubuklinggau dalam mata pelajaran fisika.
Evaluasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran Kelas IX SMP Negeri 4 Lubuklinggau Oshea Miranda; Dyah Ayu Agustin; Tarisa Juwa Mey Pranata; R.A Ramadona; Sulistiyono Sulistiyono
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v2i4.1970

Abstract

Teachers, students, and learning materials interact during the learning process in a classroom setting. The study's goal was to ascertain how the scientific learning process was implemented at SMP Negeri 4 Lubuklinggau. Descriptive qualitative research is what this study is. Two pupils from class IX and the science instructor for the ninth grade are the sources of the research data. Interviews, observations, and documentation were employed as data gathering methods. Source triangulation is employed in the data validity assurance technique, the Miles and Huberman method is utilized for data analysis, and the CIPP (context, input, process, product) approach model is employed. The evaluation of the learning implementation process, specifically the learning process of science teachers at SMP Negeri 4 Lubuklinggau, is described as follows: (1) pre-instructional stage (2) instructional stage (3) evaluation stage and no further. This is evident from the analysis of findings and discussion. Even if the learning process is limited by a number of issues, including the issue of infrastructure and facilities, teachers are still able to carry it out effectively.
Pengembangan LKPD Suhu dan Kalor Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Peserta Didik SMP Kelas VII Sulistiyono, Sulistiyono; Arini, Wahyu
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i2.3308

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk 1) Menghasilkan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry yang layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar peserta didik SMP kelas VII.2) Mengetahui penggunaan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik SMP kelas VII. 3) Mengetahui penggunaan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik SMP kelas VII. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Hasil dari penelitian ini adalah sebgai berikut 1) Kelayakan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh ahli pada aspek materi, aspek media dan aspek bahasa terhadap LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry. Pada aspek materi sebesar 55 termasuk dalam kategori “Baik”. Pada aspek media diperoleh nilai sebesar 45 termasuk dalam kategori “Baik” dan pada aspek bahasa juga diperoleh nilai sebesar 30 termasuk dalam kategori “Baik”. Sehingga LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran. 2) LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,81 (kategori tinggi). 3) LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,42 (kategori sedang).
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Bagi Tenaga Pendidik di SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara Wahidin, Wahidin; Sulistiyono, Sulistiyono
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i2.3320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha kepala sekolah sebagai manajer dan faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah dalam kegiatan manajerial di SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif yang bertujuan untuk membuat diskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara. Semua data terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis data yang terdiri dari tahapan data reduksi data, penyajian data, dan verifikasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa: 1) Usaha kepala sekolah sebagai manajer di SD Negeri Sukaraja Kabupaten Musi Rawas Utara sudah dilaksanakan dengan baik adapun usaha-usaha yang dilakukan kepala sekolah diantaranya yaitu: (a). Kepala sekolah selalu melakukan kerjasama yang baik dengan guru dalam penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran, (b). Mendorong guru untuk melakukan perbaikan dalam pelaksanaan tugasnya dalam hal ini kepala sekolah menerapkan reward dan punishment, (c) Meningkatkan skill dan professionalisme guru dengan memberikan dan mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan pendidikan, (d) Meningkatkan iklim kerja yang kondusif dengan memberikan suasan belajar yang aman dan nyaman sehingga proses belajar mengajar menjadi kondusif, (e) Memberdayakan guru dan stafnya dengan memberikan izin kepada guru untuk melakukan studi lanjut maupun pengembangan profesi. 2). Faktor pendukung manajerial kepala sekolah faktor guru dan peran orang tua/wali murid, sedangkan faktor penghambat adalah faktor siswa, sarana dan prasarana, dan faktor ekonomi orang tua.
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Lubuklinggau Arga Dwi Muhayad; Sulistiyono; Ahmad Amin
Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 6 (2024): November : Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/polygon.v2i6.269

Abstract

This research aims to determine the average completeness of learning outcomes when using a learning model. The research method used in this research is an experimental research method. This type of research is Pre-Experimental research with an experimental design that will be used in the form of a One Group pre-test and post-test design. This research uses a quasi-experimental method and a quantitative descriptive approach. The population of this research was class VIII students at SMP Negeri 11 Lubuklinggau. 2024/2025 academic year. The sample for this research was students in class VIII.2 of SMP Negeri 11 Lubuklinggau. Data collection techniques were carried out using test techniques. The data analysis technique was carried out using the normality test and hypothesis test, t-test and homogeneity test. The results of this research, after applying the jigsaw learning model, can complete student learning outcomes in force and movement material for class VIII.2 students at SMP Negeri 11 Lubuklinggau, this is based on an average pretest score of 24.92 and a posttest score of 72.91. The collected test data was then analyzed using the t-test, obtaining tcount (1.62) < ttable 1.71 for a significance level of 5%. This means that ho is rejected and ha is accepted, in other words the hypothesis proposed in this research can be accepted as true, so It can be concluded that the implementation of the jigsaw learning model is on average complete in class VIII.2 students at SMP Negeri 11 Lubuklinggau.
Pengembangan Modul Fisika Berbasis CLIS untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Literasi Sains Siswa SMA Dwi Irawati; Sulistiyono Sulistiyono
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7421

Abstract

This study aims to (1) Produce a CLIS-based physics module that is feasible to improve concept understanding and science literacy of high school students, (2) Know the improvement of students' concept understanding after using CLIS-based physics modules, (3) Know the improvement of students' science literacy after using CLIS-based physics modules. The method used in this research is a type of research and development (R&D). The development was carried out by referring to the ADDIE model with the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results showed that (1) CLIS-based physics modules are feasible to improve concept understanding and science literacy of high school students with the results of material expert validation of 55, media experts 56 and linguists 42 with very good categories; (2) an increase in student concept understanding of 0.70 with a high category and (3) an increase in student science literacy of 0.55 with a moderate category.
Pengembangan Modul Fluida Statis Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Ilmiah Siswa Kelas XI MAN 2 Lubuklinggau Rahayu Premesti; Sulistiyono Sulistiyono
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7424

Abstract

The study aims to (1) produce a static fluid module based on Problem Based Learning that is feasible to improve the science process skills and scientific attitudes of grade XI students of MAN 2 Lubuklinggau (2) determine the improvement of students‘ science process skills after using the static fluid module based on Problem Based Learning and (3) determine the improvement of students’ scientific attitudes after using the static fluid module based on Problem Based Learning. The research method used in the research is Reseach and Development using the ADDIE development model there are five stages, namely: Analysis, Design, Development, Implement, Evaluate. The results showed that (1) The problem-based learning static fluid module is feasible to use to improve the science process skills and scientific attitudes of grade XI students of MAN 2 Lubuklinggau with the results of material expert validation of 60, media expert 70, linguist 45 with very good category (2) The increase in science process skills of 94.81 with a high category and (3) The increase in scientific attitudes after using the Problem Based Learning-based static fluid module of 87.26 with a high category